Selasa, 25 Juli 2017

DOB APAU KAYAN DENGAN PERMASALAHAN TRANSPORTASI UDARANYA

NusanTaRa.Com
byAdriPattoN


Sebagai seorang Akademisi dan Mantan Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pedalaman dan Daerah Terpencil Kalimantan Timur,  sangat sangat prihatin dan menyesalkan atas kasus yang banyak terjadi dan menimpa anak bangsa di daerah perbatasan, dan kasus  tersebut bukanlah satu  kasus yang baru kali ini terjadi, tetapi Ada banyak kasus sebelumnya yang juga disebabkan karena transportasi.   Karena kejadian  serupa ini akhirnya dapat menghilangkan nyawa anak bangsa dan menyulitkan komunikasi pembangunan yang ada di Perbatasan,  seperti kendala sulitnya penerbangan baik yang menuju keperbatasan ataupun yang kembali ke Samarinda atau penerbangan ke Kabupaten perbatasan lainnya.   Berdasarkan catatan saya sejak November 2015 hingga Januari 2016, sebanyak enam orang warga pedalaman meninggal dunia karena sakit dan hambatan pelayanan penerbangan “, Ujar SiDin Ibau Ala Kepala Adat Besar Apau Kayan 13/1/2016.

Transportasi antar kota di Kalimantan khususnya ke daerah pedalaman dan daerah terpencil sejak lama menjadi kendala dalam mobilisasi pembangunan disamping luasnya daerah ini, banyaknya daerah kecil yang sangat terisolasi serta jumlah penduduk yang kurang mengabkibatkan pembangunan sarana transportasi satu hal yang sangat mahal.   Untuk mengatasi kelemahan ini pemerintah daerah melaksanakan penerbangan regular kontrak dengan penerbangan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi antar daerah di pedalaman dengan perkotaan sehingga pembangunan di daerah tersebut dapat terpenuhi dan pelayanan pembangunan dapat mencakau wilayah sulit tersebut.  Namun dalam proses pelayanan kebutuhan transportasi tersebut sering terjadi kendala yang tentunya akan menyulitkan proses pelayanan angkutan bahkan dapat menyebabkan kematian pagi pengguna karena ketidak lancaran  proses penerbangan.  

Ironisnya kasus serupa itu sering terjadi berulang kali baik itu kasus Kecelakaan, Sakit, dan " Penelantaran  " anak anak perbatasan yang tidak bisa dilayani penerbangan, seperti penerbangan  ke Samarinda dari daerah pedalaman atau  meunuju ke Apau Kayan karena tidak  adanya penerbangan dengan " SEJUTA ALASAN " seperti habisnya Subsidi Angkutan Orang dan Jasa  atau  Pesawat dalam keadaan Rusak.  Kalau dengan pesawat MAF  kendalanya lebih banyak menyangkut Ijin terbang bagi Pilotnya, serta kapasitas pelayanan yang sangat rendah baik barang maupun orang mengingat pesawat yang digunakan berukuran kecil kecil, namun  nyatanya mereka sangat diperlukan dalam memberikan pelayanan bagi Masyarakat pedalaman yang memang Sakit karena memerlukan pertolongan Segera untuk diterbangkan kekota seperti Tarakan, Malinau atau Samarinda..

Kasus sesederhana ini banyak menimpa anak bangsa Indonesia di kawasan pedalaman Kalimantan yang sudah 72 tahun merdeka, tentulah suatu yang sangat Ironis tapi ini nyata terjadi meski seharusnya saat ini kita sudah   Tinggal Landas    termasuk dalam pelayanan transportasi kepedalaman.   Kalau di era Orde Baru dan Reformasi kita sudah membicarakan (mencanangkan) akan menjadikan Daerah Perbatasan sebagai Beranda Terdepan Bangsa, Nyatanya hal itu sampai kini tak lebih dari sebuah Selogan dan Daerah perbatasan masih tetap tertinggal terkebelakang dan masih sulit  untuk dijangkau karena keterbatasan akses Transportasi baik Udara Darat dan sungai .........  karena daerah perbatasan  hingga kini hanya dapat ditempuh dengan Menggunakan pesawat Udara mengingat akses lain tentulah sangat mahal dan tidak efektip. 

Walaupun demikian ada secercah harapan yang membuat saya sebagai seorang Akademisi optimis dan yakin bahwa saat ini Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan JOKO WIDODO sebagai Presiden dan JUSUF KALLA sebagai Wapres dengan Paradigma Pembangunannya yang disebut dengan Nawacita,  dimana pada nawacita pertama mewajibkan Negara hadir dan aktip disetiap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, dan yang lebih meyakinkan saya lagi  adalah nawacita yang ketiga    Membangun Indonesia dari Pinggiran  yang menjadi stigma utama dalam menggerakan pembangunan di  daerah perbatasan dan Terpencil, bahkan saat ini Presiden Jokowi telah juga berkomitmen mengucurkan alokasi dana Desa keseluruh Desa yang Ada di Indonesia 1 Milyar perdesa, sebagai wujud komitment JOKOWI - JK untuk membangun Indonesia dari perbatasan dan pinggiran.

Selarasnya program tersebut dengan Tujuan pembangunan beliau dan Pentingnya akses tersebut bagi warga Perbatasan dan Pedalaman Kalimantan,  saya sebagai seorang Akademisi, Guru Besar, Pengamat Perbatasan dan juga sebagai putra Perbatasan atau  atas nama masyarakat perbatasan Apau Kayan kami memohon kepada Pak JOKOWI - JK,  untuk terus merealisasikan Nawacitanya dengan komitment, Konsisten dan tentunya juga harus di ikuti dengan Komitmen Gubernur dan Bupati untuk melaksanakan Nawacita sebagai komitmen Pemerintah Indonesia.   Pembangunan kawasan perbatasan Apau Kayan saat ini menjadi satu tuntutan untuk memajukan satu garis Link Perbatasan di Kalimantan utamanya daerah tengah dengan berbagai pembangunan yang pada akhirnya mengukuhkan negara kesatuan RI yang bersatu.

We are believe under JOKOWI -  JK  Govermant, masalah Perbatasan akan Tuntas melalui Nawacita  khususnya dengan percepatan DOB KABUPATEN APAU KAYAN.   Pak Presiden Jokowi, sebagai anak bangsa yang Ada diperbatasan yang tentunya kami juga memiliki hak yang sama untuk mengenyam roti Pembangunan di Indonesia, Walaupun kami Hidup di daerah Perbatasan tapi Nasionalisme kami tidak diragukan “   KAMI INDONESIA, KAMI PANCASILA  “.   Pada pak JOKOWI kami mengharapkan perhatian dan komitmen bapak pada Nawacita anda untuk segera mempercepat pembangunan perbatasan.  Kami yakin dan percaya  pak JOKOWI memiliki Komitmen yang besar untuk Membangun perbatasan sebagai Front Line NKRI,  Apalagi Menteri Dalam Negeri Pak Chahyo Kumolo sudah menginjak langsung dan datang di bumi “  PERBATASAN APAU KAYAN INDONESIA  “. 

Satu harapan kami  bahwa Kami tidak ingin kasus seperti diatas terulang dan terulang lagi serta berbagai persoalan daerah perbatasan dan terpencil hanya karena hal sepele saja.    Bagi teman teman FB yang membaca tulisan ini dan memiliki Link atau jalur ke Presiden Jokowi  .....   tolong di Share ke beliau  .....  karena Ini adalah sebuah ungkapan hati dan pesan dari  Jeritan Anak Bangsa yang ada di Perbatasan uuntuk dapat lebih menyatukan bangsa dengan kehidupan yang aman.   
drcatatanFBbeliau

Putra Dayak Punan pasang jerat di hutan,
Pembangunan APAU KAYAN memajukan wajah Perbatasan.

Sabtu, 22 Juli 2017

PENOLAKAN PENERAPAN KEBIJAKAN FULL DAY SCHOOL, PENDIDIKAN TANAH AIR BELUM SIAP

NusanTaRa.Com
byBakkaranGNunukaN/22Juli2017



Kebijakan Pendidikan di peringkat SD – SMP dan SMA yang akan menerapkan waktu belajar disekolah selama 5 hari dan  lama jam sekolah dallam sehari 8 jama  yang sedianya akan diterapkan tahun ajaran baru 2017-2018 bulan Juni 2017, akhirnya oleh Presiden Joko Widodo  dibatalkan 19 Juni 2017.   Keputusan ini diambil Jokowi usai memanggil Muhadjir dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ma'ruf Amin ke Istana,  (19/6/2017),    "  Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Oleh karena itu, Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu  ",  Ujar SiDin Ma'ruf Amin sebagaimana dikutip NusanTaRa.Com.

Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang digagas Kemenbud Muhajir Effendy yang mengubah waktu sekolah menjadi 5 hari dan 8 jam per hari atau Full Day School mendapatkan penolakan dari sejumlah kalangan, termasuk dari ormas PBNU.  Ma’ruf Amin setelah pertemuan dengan presiden mengatakan bahwa Kebijakan penguatan Pendidikan Karakter yang termuat dalam Permen Pendidikan dan Budaya Nomor 23 tahun 2017 dibatalkan.

Pembatalan Kebijakan tersebut  akan disusul dengan penggantian  Peraturan Presiden dengan segera dan  Presiden akan mengundang berbagai elemen masyarakat untuk meminta masukan dalam menyusun aturan itu  termasuk ormas Islam seperti MUI, PBNU dan Muhammadiyah.  Presiden juga berjanji  akan melakukan penguatan terhadap posisi Madrasah Diniyah.   "  Sehingga masalah-masalah yang menjadi krusial di dalam masyarakat akan bisa tertampung di dalam aturan yang akan dibuat itu  ", Ujar SiDin  Ma'ruf  lagi.


Sebagaimana sebelumnya banyak pemerhati yang meragukan rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menerapkan system pendidikan  8 jam belajar dan lima hari sekolah (Full Day School) untuk tahun ajaran 2017/2018.  "  Ada beberapa akibat yang akan timbul dari penerapan kebijakan ini. Pertama, pendidikan dengan model madrasah ini akan gulung tikar  ",  Ujar  SiDin Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, Selasa (13/6/2017).   Pada hal  keberadaan madrasah sudah berlangsung sangat lama dan memberikan sumbangsih positip bagi masyarakat akan sangat disayangkan bila pola yang telah banyak memberikan arti bagi pengemangan karakter bangsa ini tidak ada,  "  Ini akan sangat menyedihkan dan akan menjadi sebuah catatan kelam bagi dunia pendidikan Islam di negeri yang berdasarkan Pancasila  ", Ujar SiGaluh Retno Listyarti.
 
Retno menambahkan,   penerapan kebijakan tersebut  kalau dilaksanakan sebaiknya tidak diberlakukan untuk semuaa sekolah namun pada sekolah yang memenuhi kriteria saja.   Misalnya sekolah yang memiliki sarana pendukung untuk terciptanya sebuah proses pendidikan yang baik, seperti sarana beribadah, olahraga, laboratorium, tempat bermain dan istirahat yang nyaman bagi pelajar, serta kantin yang sehat dan layak. Faktor lain tidak kalah penting adalah tersedianya jumlah pengajar yang cukup.   Selain itu terkait tambahan materi baru yang akan diberikan sampai saat ini belum ada pendidik khusus yang mengeluarkan pengajar demikian dan kurikulum tentang materi tersebut belum tersedia.


  Kalau  fasilitas-fasilitas tidak bisa dipenuhi maka kebijakan tidak dapat dijalankan namun bila pola kriteria  untuk sekolah tertentu saja dapat diterapkan maka akan ada perbedaan metode pembelajaran dan  kwalitas standar produk yang akan dihasilkan dari setiap sekolah   “,  Uajr SiDin Ust Muslimin Pengamat pendidikan Legendari pada NusanTaRa. Com.   Peningkatan muatan pendidikan akan melibatkan banyak tambahan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang harus dipenuhi,  "  Anak-anak juga akan kelelahan, kesehatan fisik juga akan menurun, apalagi jika tidak ditopang oleh makan siang yang sehat dan bergizi saat di sekolah. Kebijakan pendidikan semestinya mempertimbangkan hak-hak anak dan kepentingan anak  ",  Ujar SiGaluh Retno.

Kebijakan 8 jam sebenarnya dianggap hampir mendekati pola pendidikan  di Lembaga Islam baik Madrasah maupun Pasantren yang diarahkan pada program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menitik beratkan lima nilai utama, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.    Penguatan karakter tersebut tidak berarti siswa akan belajar selama delapan jam di kelas. Namun, siswa akan didorong melakukan aktivitas yang menumbuhkan budi pekerti serta keterampilan abad 21 dan  tak hanya di sekolah, lingkungan seperti surau, masjid, gereja, pura, lapangan sepak bola, musium, taman budaya, sanggar seni, dan tempat-tempat lainnya dapat menjadi sumber belajar.    "  Peraturan terkait hal tersebut segera diterbitkan dan segera kita sosialisasikan  ",   Ujar SiDin  Muhadjir di kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Penolakan kebijakan pendidikan Full Day School menurut sebagian kalangan karena pembuatannya  dinilai mengabaikan keberadaan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi mengatakan cara berkomunikasi politik Mendikbud, Muhadjir Effendy, dalam mengeluarkan kebijakan yang dinilai minim komunikasi dengan mitra strategis di bidang pendidikan.   “  Kami sebagai mitra strategis pemerintah di bidang pendidikan khususnya urusan yang menyangkut guru tidak pernah diajak bicara saat Mendikbud hendak mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait guru  ”,  Ujar SiDin  Unifah ketua PGRI, Rabu (14/6/2017). 

Pergi ke Surau untuk mengaji,
Pendidikan baik melahirkan SDM bermutu tinggi.

Jumat, 21 Juli 2017

PERHUTANAN SOSIAL SEJAHTERAKAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN

NusanTaRa.Com
byIr. H JokOWidodO
Semangat perhutanan sosial adalah memunculkan keadilan sosial bagi masyarakat yang hidup di daerah perhutanan sambil menjaga kelestarian sumber daya hutan.
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, pemerintah pada periode 2015-2019 mengalokasikan kawasan hutan seluas 12,7 juta ha untuk dijadikan Perhutanan Sosial. Presiden Joko Widodo menyerahkan perizinan penggunaan hutan sosial tersebut di Pabrik Barecore PT Nagabhuana Aneka Piranti – Unit VI, Kabupaten Pulau Pisang, Kalimantan Tengah, Selasa 20 Desember 2016.


“Saya mencatat masih ada 25.863 desa di dalam dan di sekitar kawasan hutan, yang 70 persen-nya menggantungkan hidup dari sumberdaya hutan. Bahkan masih ada 10,2 juta penduduk kita yang belum sejahtera di dalam kawasan hutan yang tidak memiliki aspek legal terhadap sumberdaya hutan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutannya.


Menurut Presiden, semangat perhutanan sosial adalah memunculkan keadilan sosial bagi masyarakat yang hidup di daerah perhutanan sembari menjaga kelestarian sumber daya hutan. Caranya melalui perizinan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan negara dengan skema hutan tanaman rakyat, hutan rakyat, hutan adat dan kemitraan kehutanan.


perhutanan sosial 3“Tapi yang memiliki hak untuk mendapatkan lahan tanah adalah sekali lagi rakyat, petani, kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan),” imbuhnya.


Sebagai upaya agar lahan hutan tersebut menjadi produktif, selain pemanfaatan kawasan hutan sebagai area penanaman, perhutanan sosial juga akan dikolaborasikan dengan industri pengolahan sumber daya hutan agar produk yang dihasilkan petani dapat berorientasi ekspor.


“Di sini akan menjadi contoh kemudian yang lain-lain diteruskan karena ini ngantri sekali, kemudian dengan model perhutanan sosial kita ingin kembali kepada kejayaan industri kehutanan dengan basis hutan tanaman rakyat,” ujar Presiden.


Lebih lanjut, Presiden meminta setelah penyerahan izin ini, untuk segera dibangun pabrik pengolahan kayu lapis yang nantinya akan membeli kayu hasil tanam masyarakat.   “  Nanti pabriknya beli wajar tapi masyarakat sama menjualnya juga dengan harga wajar jangan minta harga tinggi. Saya harapkan akan menjadi penggerak ekonomi di Kabupaten Pulau Pisang  ”,  Ujar SiDin Presiden RI.


Di akhir sambutannya, Presiden berpesan agar masyarakat benar-benar memanfaatkan lahan yang sudah diberikan izinnya untuk dikelola. Ia berjanji akan selalu mengecek pemanfaatan perhutanan sosial tersebut.


“Saya akan cek lagi, dimanfaatkan produktif ndak, ditanami ndak atau hanya dibiarkan, apalagi ada yang jual, hati-hati, hati-hati pasti saya tahu karena akan saya ikuti terus,” kata Presiden.   Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, proyeksi Perhutanan Sosial di Kalimantan Tengah mencapai 1,6 juta ha. Adapun Presiden Jokowi hari ini menyerahkan 1885 ha utk usaha izin Usaha Hutan Kemasyarakatan dengan pemegang izin 183 Kepala Keluarga (KK). Hutan desa 7685 ha dengan pemegang izin 1455 KK. Hutan Tanaman Rakyat 510 ha dengan pemegang izin 354 KK, dan izin Hutan Tanaman Rakyat di kabupaten sampit seluas 1542 ha.


Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara. Iriana Joko Widodo dalam acara ini, Menteri Koordinator bidang Pembangunam Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Bupati Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo.
(dr PresidenRI.go.id/20/12/2016)



Hutan indah berhias pohon dan Burung,
Perhutanan Sosial memajukan kesejahteraan dan Kelestariang.

Minggu, 16 Juli 2017

REOG PONOROGO, BUDAYA NUSANTARA LAHIR DARI SEJARAH BANGSA INDONESIA.

NusanTaRa.Com




Reog






































Bertopeng kepala Singa  berbulu kuning dan mulut menganga memperlihatkan taringnya, dikelilingi bulu burung Kasuari menyerupai  rambut sangat lebar bisa mencapai  2 meter biasanya di kelilingi renda kain berwarna orange dan merah,  sebagai simbol Raja Majapahit Bra Kertabumi yang mewah jauh dari rakyat.   Tokoh lain dalam persembahan Reog  seorang  warok  bercelana hitam selutut,  sarung batik melingkari pinggang serta baju kaos oblong lurik merah, muka berwarna merah kumis  tebal terkesan menakutkan, Warog merupakan simbol Ki Ageng Kutu yang berjuang kesendirian.   Sambil berlenggak lenggok dengan gaya khas reog di iringi musik  gemelan sang warok beraksi  sambil memecut cemeti ditangannya.  Heaaaaaa  heaaaaaaa  heeeaaaaaaa ….  Cetaat cetaaattttt  cetaaattttt  terdengar suara yang lantang diikuti bunyi Cambuk   yang  memecah udara. 

Alkisah budaya ini menurut legenda masyarakat Jawa, bahwa Reog  berasal dari Ponorogo atau sekitar Jawa timur bagian barat laut.  Bahwa sanya pada saat raja terakhir Kerajaan Majapahit   Bra Kertabumi   memerintah di abad ke 15  terjadi suatu pemberontakan yang dimotori Ki Ageng Kutu, disebabkan ia melihat  bahwa raja  sangat  dipengaruhi   rekan-rekan Chinanya dan prilaku koruptor yang membudaya dikalangan Istana  serta ia melihat bahwa kerajaan akan berakhir.    Dengan harapan Kerajaan Majapahit akan bangkit kembali disuatu hari, Ki Ageng Kutu pergi meninggalkan Kerajaan Majapahit mendirikan perguruan bela diri kanuraga bagi  para pemuda,   karena  merasa  pasukannya terlalu kecil  iapun merubah misi tersebut.  
  
Dengan cara mengadakan Pertunjukan keliling bersama REOG nya ia menampilkan sindiran-sindiran yang ditujukan pada Raja Bra Kertabumi dengan  harapan akan menimbulkan kesadaran bagi masyarakat akan kebusukan Istana saat itu dan memberikan dorongan agar melakukan perlawanan  merubah keadaan Istana menjadi lebih baik.      Kepopuleran Reog Ki Ageng Putu dalam perlawanannya bersama Reog  makin meresahkan Istana akhirna Raja Bra Kertabumi menyerang  perguruan dan pemberontakan serta Waroknya.    Akhirnya  perkumpulan Reog   dilarang, sebagian anak buahnya secara diam-diam masih memainkannya dan  karena telah menjadi satu kegiatan budaya atau ritual Warok masih dibolehkan dengan merubah pertunjukannya  seperti  jalan ceritanya dan menambahkan karakter  tokoh lain Kelono Sewondono, Dewi Sanggalangit, and Sri Genthayu.  

Kesenian Reog pernah dikleim  Malaysia sebagai budaya  mereka yang di usulkan ke UNESCO pada tahun 2007   selain bertujuan pematenan sebagai  budaya  milik mereka  juga  dalam rangka mendukung  pertumbuhan parawisata ,  Windu Nuryanti Wakil Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  RI  tahun 2012 mengatakan  Malaysia telah 7  kali mengklaim Reog milik mereka sejak tahun 2007.   

 
Janthilan (Serdadu Mojopahit)
Hal ini tentunya mendapat protes keras dari pemerintah Indonesia sebagai daerah asli  Kebudayaan  Reog.    Kesenian Reog  sejak dulu bahkan sebelum Malaysia merdeka telah menjadi budaya disana khusus daerah Batu Pahad, Johor,  Sabah  dan Selangor khususnya daerah yang  banyak dihuni warga keturunan  Jawa  dan Pendatang Jawa.   Pejabat Malaysia pernah mengatakan bahwa,    Malaysia bisa saja mengklaim semua budaya Indonesia karena  Indonesia dan Malaysia  memiliki kedekatan Budaya dan sejarah   “.    Malaysia yang serumpun dengan Indonesia beberapa kali mengklaim Budaya Indonesia seperti  Lagu Rasa Sayang dari Maluku (2008), Tortor dan Alat musik Gordang Sembilan Sumut (2012),  Keroncong,   Tari Pendet Bali (2009), Kuda Lumping, Tari Japin,  Rendang,  Gandrang Bulo, Gamelan,  Cendolo  dan Angklung (2010).  


Kelompok Reog bukan sekedar  tarian budaya biasa tapi  sebuah kesenian  yang  memiliki kekuatan supranatural yang dilatih sejak dalam padepokan seperti yang dimiiliki Warok yang diyakini memiliki ilmu Kanuraga Kekebalan tubuh dan tenaga dalam.    Peserta  Reog yang  memikul  Topeng   Reog   seberat   60 kg hanya dengan menggunakan kekuatan Gigi.   Tokoh lain dalam Reog selain yang diatas,   Janthilan  yang digambarkan sebagai pasukan Majapahit, yaitu sekumpulan penari yang menunggang Kuda Lumping.  Dulu Janthilan ini dilakoni para Gamblek  (lelaki cantik) yang cantik namun sekarang sudah banyak dilakoni para anak Gadis yang dirias Cantik.    

Kesenian  Reok suatu budaya berunsur magis maka di dalamnya terdapat dua  Pawang  yang akan mengawal  secara  magis selama jalannya  atraksi.    Ketika atraksi akan dimulai dua sesepuh tersebut akan memantrai kelompok  ini agar berjalan tertib dan dijauhkan dari gangguan ilmu gaib yang jahat dengan merapal  mantra dan mengasapi peserta demikian juga saat atraksi ditutup atau ketika ada peserta yang kesurupan maka mereka akan menanganinya.  

Pementasan Reog saat ini memiliki beberapa atraksi tidak seperti dulu seperti adanya perbedaan dalam tokoh tari, Cerita yang dipentaskanpun ada beberapa persi dan Saat ini wanitapun telah ikut dalam Tari Budaya Reog.   Reog tak bisa dipisahkan dari musik Gamelan yang selalu  ada pada setiap atraksinya selain mengatur irama gerak,  dan memberikan semangat gamelan dipercaya memberikan kekuatan supranatural bagi para penarinya.   Reog dulunya hanya dilaksanakan pada upacara khusus tapi sekarang telah dilaksanakan pada berbagai kegiatan seperti Perayaan syuro tahun saka Jawa,  Perayaan hari besar Nasional,  acara resmi lainnya, Perkawinan, Sunnatan dan acara lainnya.
ByDannYAsmoro.

Warog memiliki ilmu kanuraga
Gending ditabuh dua penari  berlenggok kesurupan,
Reog Ponoroga Senibudaya sebagai hiburan dan penyampai pesan.