Senin, 26 September 2016

KERATUNG, JENIS BUAH DURIAN YANG LEBIH LEZAT

NusanTaRa.Com     

Buah Keratung dari Kalimantan Utara

Bentuk buah bundar  berdiameter rata-rata 13 Cm, kulit berduri agak panjang sekitar 3 Cm, warna Hijau, rasanya sedap dan beraroma harum sekilas pastilah kita mengenalinya sebagai durian  (Durio  zibethinus),  sebenarnya tak salah tapi belum tepat !!.   Sebagaimana di ketahui bahwa Durian di muka bumi ini diperkirakan memiliki 55 spesies sedang di Indonesia sekitar 28 spesies, maka yang saya maksud ini adalah Durian yang banyak ditemukan di Hutan Kalimantan sehingga disebut   Durian Hutan nama populernya Keratung atau dalam bahasa Dayak Tidung di Kalimantan Utara “ Yu’tungon “ dengan spesipikasi buah yang lebih khas adalah rasa dan aromanya yang lebih sempurna.                                                                                          

Keratung termasuk salah satu spesies Durian yang banyak ditemukan di Kalimantan mulai dari daerah pesisir hingga pedalaman 140 km, terutama sekitar lembah,  siring sungai hingga ketinggian 500 m dpl.   Kalau di Kalimantan Utara hampir tersebar di semua daerah kecuali pedalaman tengah, meski beberapa daerah sudah berkurang karena lahannya tergerus oleh konversi  lahan seperti P Nunukan.    Pak Untung Stap Desa Binusan mengatakan, “  Dulu di Hutan-hutan Pulau Nunukan ini banyak tumbuh pohon Yu’tungon (Keratung) tapi dengan semakin banyaknya pembangunan, yang kutahu sekarang tersisa sekitar 6 pohon itupun hanya di Desa Binusan “.
Secara khusus buah Keratung memiliki perbedaan dengan buah Durian.  Keratung dengan nama latinnya Durio  oxleyanus Griff.   Memiliki ukuran relatip lebih kecil dengan rata-rata diameter sekitar 13 Cm,  duri kulit lebih panjang sekitar 4 Cm, Aroma harumnya kuat lebih halus dan sedap,  Rasanya lebih gurih (manis legit) dan tekstur  isi  lebih  kasar.  Kalau buah durian mempunyai rongga buah sekitar 4-5 rongga dan setiap rongga berisi 2-5 biji,  maka Keratung hanya mempunyai 3-4 rongga dengan setiap rongga hanya berisi 1 biji buah dengan isi buah warna kerem dan biji warna coklat layaknya durian.

Pohon Keratung memiliki habitat hidup di hutan primer tersebar dari Semenanjung Malaysia, Thailand, Sumatera dan Kalimantan (Kebler & Sidiyasa, 1994),  khususnya di daerah dataran rendah, siring sungai dengan kadar air yang cukup.   Pohonnya  berkayu tinggi (9 m) dan bercabang dengan daun lonjong  sebagai mana pohon durian biasa, buah banyak keluar bergantungan dari cabang – cabang pohon dengan jumlah dapat mencapai  100 buah per pohonnya.   Seorang PPL  Kab. Nunukan mengatakan bahwa pohon ini layak dibudidayakan karena memiliki rasa dan aroma yang  enak serta  sangat mudah untuk  dikembangkan.

Buah Keratung berwarna Hijau meski telah masak dengan aroma harum tapi halus beda dengan Durian yang aromanya sangat menusuk.  Jika ingin menemukan buah ini khususnya di P Nunukan dan Tanjung Selor dan sekitarnya anda bisa menemukannya di bulan Agustus – September dengan harga relatip menyenangkan sekitar Rp15.000 -  Rp 25.000 per buah,  buah ini mulai mengeluarkan bunganya sekitar  April dan  menjadi buah siap panen  setelah  5 – 6 bulan kemudian.

  Buah Yu’tungon (keratung) sangat sulit ditemukan di Pulau Nunukan kalaupun ada hanya tersisa hanya   4-5 pohon, tapi kalau masuk lebih kepedalaman seperti  ke  Kecamatan Sebuku, Sembakung, Atulay dan Lumbis  masih banyak karena  diperoleh dari hutan utama  “, ujar penjual  buah di Pasar Liem Hie Jung Nunukan.   Keunikan lain buah Keratung, bila durian dibelah itu mengikuti alur rongga buah tapi buah Keratung di Nunukan bila membukanya harus membelah melintang meski buah ini juga memiliki garis-garis alur rongga pada kulit buahnya, karena cara ini akan lebih  memudahkan dalam menikmati buahnya.        
byDannyAsmoro

Buah Keratung buah Durian,
Kalau berteman hendaklah sehati dan sejiwa  kebaikan.

Senin, 19 September 2016

THE CENTER MOSQUE HO CHI MINH CITY-VIETNAM

NusanTaRa.Com




Ho Chi Minh resmikan digunakan dari nama sebelumnya Saigon tahun 1976, sebagai bentuk penghormatan kepada Ho Chi Minh seorang tokoh revolusi dan negarawan Vietnam,  mantan perdana menteri (1954) dan juga mantan presiden Vietnam Utara (1954-1969).  Sejak Unifikasi Vietnam 2 Juli 1976  (Vietnam Selatan dan Vietnam utara) dengan kekalahan telak Vietnam Selatan dan Amerika Serikat beserta sekutunya,  negara ini secara resmi menjadi Republik Sosialis Vietnam beraliran Komunis.  Meski begitu negara ini masih toleran dengan keberadaan mesjid seperti yang di jumpai di Ho Chi Minh City dan beberapa kota lainnya di sana. 

Ho Chi Minh (HCMC) atau Saigon dahulunya  ibukota negara Vietnam Selatan, merupakan bekas wilayah kerajaan Islam Champa yang pernah jaya berkuasa di Vietnam sekaligus sebagai Negara Islam pertama di Asia tenggara atau Nusantara.   Peninggalan sangat sedikit karena seringnya terjadi peperangan yang banyak mengorbankan kaum Islam dan meluluh lantakkan berbagai peninggalan, The Center Mosque HCMC sendiri baru dibangun tahun 1935 oleh dan untuk warga muslim India selatan yang menetap disana dulu namun sekarang telah terbuka untuk semua Muslim (Indonesia,  Malaysia, Arab dll) selain itu di Kota HCMC terdapat 12 mesjid lainnya.  Berita terbaru bahwa tahun 2006 Vietnam meresmikan mesjid terbesar di Vietnam di Kota Xuan Loc Provinsi Dong Nai atas bantuan dana dari Kerajaan Arab Saudi.

The Central Mosque Ho Chi Minh City
66 Dong Du Street, Dist 1
Ho Chi Minh City, Vietnam
            Tel: +84 8 3824 2903


Nama asli Masjid ini " Al-Jami’a Al-Muslimin atau Dong Du Mosque ",  tapi lebih dikenal sebagai  The Central Mosque Ho Chi Minh City yang berdiri dipusat kota Ho Chi Minh Vietnam.    Dibangun tahun 1935 oleh para pedagang India selatan yang banyak bermukim disana sebagai pedagang untuk tempat ibadah dan ikatan uhkuwah islamiah.   Ketika perang dunia kedua dilanjutkan perang saudara tersebut berkecamuk yang membuat tidak kondusip bagi kegiatan perdagangannya maka banyak diantara mereka keluar dari Vietnam seperti ke USA.

Sekarang Kawasan mesjid di jalan Dong Du termasuk area metro kota tempat berdirinya bangunan tinggi seperti Hotel Sheraton disampingnya.    Bangunan The Center Mosque HCMC sekarang adalah hasil rehab dari bangunan sebelumnya yang menghabiskan biaya sebesar 10.5 juta Dong setara US$ 5.700 dolar atau  sekitar Rp 560 juta merupakan dana hibah Karajaan Arab Saudi.   Dalam kegiatan kesehariannya keseluruhan dana pengurusan mesjid seperti gaji pegawai, biaya listrik, biaya air dsbg ditanggung pengurus mesjid melalui dana donasi masjid yang ada .   Pada saat pembangunan mesjid tahun 1935 negara Vietnam masih berada di bawah jajahan Perancis kemudian pada tahun 1970-an di renovasi kembali Vietnam Selatan dibawah kendali Amerika Serikat.   

Lokasi masjid yang berada di pusat kota HCMC membuatnya menjadi tujuan utama bagi ummat Islam yang berada di kota untuk melaksanakan ibadah seperti muslim India, Pakistan dan Indonesia,  sebagaimana diketahui bahwa kehadiran muslim Indonesia di HCMC sudah ada sejak zaman kejayaan kerajaan Nusantara dahulu dan saat perang dunia kedua yang diibawa pasukan Jepang untuk membangun pasilitas militer.   Mesjid ini bagi ummat Islam kota selain menjadi tempat sholat juga sebagai pusat dakwah dan pendidikan seperti saat Hari Lebaran Idhul Adha 1437 H (12 September 2016) tadi dilaksanakan pemotongan Qurban buat sesama muslim di sana.

Disekitar masjid terdapat beberapa rumah makan halal yang dikelola  muslim dari Turki, Malaysia dan Indiadiantaranya juga terdapat rumah makanan yang menyajikan makanan khas Vietnam yang halal.    Bagi muslim dari Indonesia dan Malaysia yang datang kesini tentunya tidak terlalu banyak masaalah selain banyaknya warung makanan halal yang tersaji disekitar Masjid, bahasa Melayu disekitar area ini juga cukup familiar bahkan banyak warga Vietnam asli yang mampu berbahasa Melayu dengan lancar meski sedikit unik dan di beberapa warung banyak menu makanan yang tertulis dengan bahasa Melayu.    Imam dan Pengurus ini berujar, " Rata-rata muslim Kamboja dan Vietnam bisa berhasa Melayu karena mereka mempelajarinya sebagai persiapan bila melanjutkan pendidikan ke Malaysia dan Indonesia ".

The Center Mosque termasuk bangunan masjid tertua  dan bangunan yang cukup terindah di kota HCMC, dengan arsitektur bangunan tradisionil muslim India dilengkapi dengan menara rampingnya yang tinggi menjulang di empat sudut masjid, bangunan utamanya dilengkapi dengan serambi dan halaman yang cukup luas.   Masjid dengan kapasitas mencapai 400 jemaah  di ruang utamanya dari lantai batu yang adem tapi tak mampu menampung jemaah saat hari besar seperti hari raya, memiliki  tempat berwudhu  berupa kolam segi empat yang cukup besar.

Selain menjadi tempat Ibadah warga kota dan pendatang, masjid ini juga menjadi salah satu objek wisata yang menarik di Ho Chii Minh City,  pengurus masjid mempersilahkan para pengunjung non muslim sekalipun untuk berkunjung tapi dengan mematuhi aturan dan tatakrama yang berlaku di masjid. 
byMuhammaDBakkaranG

Putra Karimun merantau ke Ho Chi Minh,
Ho Chi Minh kota muslim dan melayu masa lalu yang megah.

Kamis, 15 September 2016

KUE CUCUR PENGANAN KHAS NUSANTARA

 NusanTaRa.Com   



Kue cucur merupakan kue khas Asia Tenggara atau Nusantara yang dapat kita temukan mulai dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Brunei, Sumatera, Kalimantan, Betawi, Sulawesi, Maluku hingga Papua dalam bentuk kue sederhana.   Kue ini bisa dibilang kue tradisional pada beberapa daerah penyiapannya dapat dihubungkan dengan ritual atau sesajen suatu adat.  Masyarakat Thailand meyakini bahwa kue ini mirip Bunga Lotus  dapat tumbuh ditempat yang sulit, sebagai lambang Cinta pasangan yang baru menikah akan sukses mengarungi kehidupan sehingga kue ini sering ditampilkan di acara pernikahan.

Kue Cucur pada dasarnya sangat sederhana terigu plass tepung beras yang dicampur gula merah atau gula putih dan santan kemudian digoreng dan hasilnya akan berbentuk bundar, dengan rasa yang sangat menyenangkan bila dimakan bersama air teh pada suatu perayaan tradisionil tertentu.  Bagi ummat Islam biasanya lebaran Idhul Adha tadi 1437 H banyak disajikan bahkan ada yang telah dijajakan di beberapa Mall tapi beberapa orang mengatakan bahwa kue ini mulai sulit ditemukan dipasaran.

Tidak hanya melegenda di Indonesia,  kue ini juga terdapat di negara tetangga.  Kue cucur di Malaysia dikenal dengan nama kuih cucur dalam bahasa Melayu, dan  as khanom fak bua atau khanom jujun di Thailand. Sedangkan di Brunei dan daerah Sabah serta Serawak dikenal dengan istilah pinjaram, meski dengan sedikit perbedaan atau perubahan sebagai khas lokal. 

Layaknya kue cucur di Betawi dan Kalimantan Barat, kue cucur sering disajikan saat hari besar ataupun acara adat seperti pernikahan,  potong rambut bayi dan Gawai potong padi.  Di Gorontalo, kue cucur disajikan pada acara panen padi.  Masyarakat Makassar menyebutnya sebagai Cucur Bayao yang disajikan saat pernikahan, sunnatan  dan naik rumah baru.

Legenda Masyarakat Betawi dan Sunda memberi nama cucur karena kue ini dibuat dengan cara mengucurkan atau meneteskan adonan ke dalam wajan.   Sedangkan di Sulawesi, pinggiran kue dibuat berenda sebanyak 32 buah dengan makna kue ini dibuat oleh seorang perawan atau wanita yang ketika menikah masih perawan.

Kue cucur merupakan kue basah tradisional yang terbuat dari tepung beras, bertekstur lembut di tengah dan renyah di bagian tepi. Rasanya manis legit dengan paduan aroma gula merah dan pandan. Kue ini berpori. Cara membuatnya dengan cara digoreng.

Bahan:

500 ml air
200 gr gula merah
2 lbr daun pandan
250 gram tepung beras
50 gram tepung terigu
½ sendok teh garam
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

- Didihkan air, gula merah serta daun pandan sambil diaduk. Jika gula sudah larut, saring dan dinginkan.


- Dalam wadah berbeda, campur tepung beras, tepung terigu serta garam, aduk campuran hingga merata.

- Tuang air gula sedikit demi sedikit sambil diaduk dan ditepuk. Diamkan adonan kurang lebih 20    menit.

- Goreng adonan dalam wajan cekung dengan cara dikucurkan, sambil disiram berulang kali dengan minyak panas hingga adonan berlubang membentuk pori.

- Putar balik adonan, jika telah matang merata, angkat dan tiriskan.

Selamat menikmati semoga anda diberkati dengan perkawinan yang bahagia dan kekal serta beranak cucu yang menyenangkan
byRaisaLembudut  

Cucur dimakan di acara sunatan,
Bergembira menikmati Cucur mempererat kekerabatan

Rabu, 14 September 2016

TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS DITETAPKAN SEBAGAI ASEAN HERITAGE PARK KE 36

NusanTaRa.Com



Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur   Provinsi Lampung ditetapkan sebagai kawasan Taman Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Park) ke-36 dan menjadikan yang ke-4 di Indonesia.     "  Penetapan sebuah kawasan menjadi ASEAN Heritage Park merupakan sebuah kehormatan tersendiri,  dan tahun ini penghargaan itu diterima oleh TNWK Lampung  ",  kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono pada pembukaan pertemuan ASEAN Heritage Park Committee V, di Bandarlampung, Senin  25 Juli 2016.

Dalam acara pembukaan pertemuan ASEAN Heritage Park Committee V, di Bandarlampung, Senin (25/7), Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono mengatakan, penetapan Taman Nasional Way Kambas sebagai Taman Warisan ASEAN akan menjadi komitmen bersama dengan Komisi ASEAN Heritage Park untuk terus memelihara proses ekologis dan sistem pendukung kehidupan.   Penetapan kawasan konservasi menjadi Taman Warisan ASEAN merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kawasan di wilayah ASEAN yang dikenal dengan keanekaragaman hayati dan nilai ekosistemnya yang tinggi.

Di Taman Nasional Way Kambas ini terdapat hewan yang hampir punah di antaranya Badak sumatera, Gajah Sumatera, Harimau sumatera, Mentok Rimba, Buaya sepit,  untuk tanaman banyak diketemukan Api-api, Pidada, Nipah, pandan. Di bagian pesisir Taman Nasional Way Kambas yang berawa juga sering ditemukan berbagai jenis burung antara lain Bangau Tongtong, Sempidan Biru, Kuau raja, Burung Pependang Timur, dan beberapa burung lainnya.

Di samping itu juga untuk memastikan pemanfaatan spesies dan ekosistem secara berkelanjutan, melestarikan keragaman genetik, menjaga keindahan alam, budaya, dan mendukung pendidikan, penelitian, serta pariwisata di TNWK.    “  Tujuannya, agar pengelolaan kawasan lestari dapat memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya manfaat ekologis, tetapi juga sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan  ”,  ujar Sutono seperti dikutip dari Antara, Selasa (26/7).

Taman Nasional Way Kambas menempati lahan seluas 1.300 km persegi dari hutan dataran rendah pantai sekitar Sungai Way Kambas di timur Provinsi Lampung. selain terdapat pusat konservasi gajah, di TNWK juga terdapat Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang merupakan satu-satunya lokasi tempat pengembangbiakan badak Sumatera secara semi alami di Asia atau dunia.   Selain Taman Nasional Way Kambas di Lampung, terdapat tiga Taman Warisan ASEAN lain di Indonesia, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser (Sumatera Utara dan Aceh), Taman Nasional Lorentz (Papua) dan Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Utara).

"  Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Mei 2016, dunia konservasi internasional mendapatkan kabar gembira dengan kelahiran anak badak Sumatera bercula dua di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas  ",  kata  Sutono.   Kelahiran anak badak yang merupakan kedua kalinya di SRS Taman Nasional Way Kambas menunjukkan keberhasilan pengelolaan pengembangbiakan badak di taman nasional tersebut.   "  Nama badak tersebut direncanakan akan diberikan pada kesempatan pertemuan ini oleh Presiden RI Joko Widodo atau yang mewakili  " ujar Sutono.

Sutono mengatakan, penetapan Taman Nasional Way Kambas sebagai ASEAN Heritage Park akan menjadi komitmen bersama dengan Komisi ASEAN Heritage Park untuk terus memelihara proses ekologis dan sistem pendukung kehidupan.   Selain itu, menurut Sutono melestarikan keragaman genetik, memastikan berkelanjutan pemanfaatan spesies dan ekosistem secara berkelanjutan, serta menjaga keindahan alam, budaya, pendidikan, penelitian, rekreasi dan pariwisata di Taman Nasional Way Kambas.   "  Hal itu tujuannya agar pengelolaan kawasan pelestarian alam dapat memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya manfaat ekologis tetapi juga manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan  " ujarnya sutono lagi.

Kegiatan ASEAN Heritage Park Lampung 25 - 27 Juli 2016, dihadir  Executive Director ASEAN Centre for Biodiversity Y Roberto V Oliva, Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tachrir Fathoni,  Assisten Director for Environment Division of Secreyariat ASEAN Saros Crisai,  perwakilan  negara ASEAN yang masuk ke dalam Center for Biodiversity, unsur Forkopimda Provinsi Lampung dan lainnya.

Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Indonesia, selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau.   Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia  dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG)  kemudian  berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi, hingga kini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air dan di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah.
byBakkaranGNunukaN

Way Kambas tempat pelatihan Gajah,
Pusat Konservasi melindungi kehidupan satwa dari punah. 

Minggu, 11 September 2016

14 DEWAN ADAT DAYAK MENGELUARKAN PERNYATAAN ATAS PEMBUNUHAN WARGANYA

NusanTaRa.Com      




12 September 2016


Ketua Dewan Adat Dayak ( DAD ) baru terpilih masa bakti 2016-2021 Agustiar Sabran mengeluarkan pernyataan sikap atas terbunuhnya satu warga Dayak oleh pemuda warga Madura di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Dikutip dari BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 14 ketua Dewan Adat Dayak ( DAD ) dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terpilih pada 10 September 2016 di Aula Betang Hapakat jalan RTA Milono km 3,5  Kota Palangka Raya mengeluarkan pernyataan sikap.   Pernyataan ini khusus ditujukan dalam rangka menyikapi terbunuhnya satu warga Dayak oleh pemuda warga Madura di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Pernyataan sikap diserukan usai penutupan Musyawarah Daerah (Musda) II 2016, Sabtu tadi malam di Betang Hapakat Jalan RTA Milono yang juga Sekretariat DAD Kalteng dan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN). Bahkan diumumkan langsung oleh Ketua DAD baru terpilih untuk masa bakti 2016-2021, Agustiar Sabran di hadapan tokoh Dayak se-Kalteng yang hadir dalam acara tersebut.

Mewakili keresahan masyarakat adat Dayak atas tragedi tersebut, 14 DAD Se-Kalteng memberikan empat catatan bernada peringatan sebagai sikap tegas atas terjadinya pembunuhan di Jalan Fathul Janah, Baamang Sampit, Kotim yang menimpa seorang warga dari suku Dayak bernama Hendri Triwani, 33 yang dilakukan oleh warga suku Madura.

Pernyataan sikap tersebut berupa empat poin yang dibacakan Agustiar Sabran, Kakak Kandung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran adalah Pertama,  Agar seluruh warga Madura yang terlibat dan terkait dengan kejadian pembunuhan itu untuk segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“  Apabila dalam waktu 3x24 jam terhitung sejak pernyataan sikap dibacakan, si pelaku belum juga menyerahkan diri, maka masyarakat adat Dayak Kalteng diperkenankan untuk membantu aparat kepolisian guna melakukan pencarian. Hingga ditemukan  ”,   ujar Agustiar membacakan poin kedua.

Ketiga,  Pelaku dan pihak-pihak yang terkait dengan kejadian ini akan dituntut pertanggungjawabannya.  Baik secara hukum nasional maupun hukum adat Dayak.

Yang paling memberikan penegasan kepada warga Madura, ada di poin terakhir. DAD mewanti, kalau sampai terjadi lagi (pembunuhan) maka DAD siap mengusir warga Madura untuk hengkang dari tanah Dayak ini.
Keempat,  Apabila terjadi lagi pembunuhan warga Dayak oleh warga Madura di Kalteng di kemudian hari setelah peristiwa ini, maka wajib bagi seluruh warga Madura untuk keluar dari Tanah Dayak Kalteng  ”, seru Agustiar.
byIanArdyanFBan

 


Putra Dayak berburu di hutan,
Menjunjung Adat dan Budaya adalah makna kehidupan.


DANNY ASMORO DALAM U14 KALTARA MELAKONI LIGA PIALA MENPORA DI SIDOARJO

NusanTaRa.Com

Tim U14 Kaltara, Danny Asmoro baju merah depan tengah.



Liga U14 Indonesia Piala Menpora yang telah berlangsung sejak 6 September – 9 September 2016 di Sidoarjo telah ditutup dengan menempatkan Tim Assad 313 Purwakarta Jabar sebagai juara I setelah di laga final berhasil mengalahkan Jember United 4-2 di Stadion Deltras Sidoarjo.  Kejuaraan yang digagas Kemenpora  ini  diikuti 32 tim Provinsi se Indonesia yang merupakan hasil seleksi di sana yang sebelumnya telah berlangsung, dari 32 tim kemudian menjadi  8 tim, lalu semi final 4 tim dan final 2 tim.  

Penutupan Kejuaraan U14 Piala Kemenpora tersebut dilakukan Wakil Presiden RI  Jusuf Kalla, acara ini dilaksanakan  bersamaan dengan penutupan Liga U16  dan  peringatan Hari OlahRaga Nasional (Haornas) 2016 di stadion Deltras Sidoarjo.   Kegiatan ini di hadiri Menteri Pemuda dan OlahRaga  (Menpora) Imam Nahrawi.    Dalam sambutan Wapres pada peringatan Haornas beliau berharap bahwa Haornas  dapat dijadikan momentum masyarakat untuk membangkitkan prestasi olahraga di Indonesia.   
 
Danny Asmoro U14 Kaltara
Tim U14 Provinsi Kalimantan Utara (U14 Kaltara) yang merupakan hasil seleksi pemain dari berbagai Kabupaten yang diselenggarakan di Tarakan menempatkan 18 pemain inti, di dalamnya terdapat dua pemain berbakat Perbatasan Nunukan Malik Ibrahim dan Farham (Danny Asmoro).   Danny Asmoro satu pemain Perbatasan yang menempati Lini Depan sayap kiri,  meski merasa kecewa dengan hasil yang dicapai tapi tim mereka telah berjuang sabaiknya,  Pengamat sepak Bola Nunukan Makmun mengomentari tim U14 Kaltara mengatakan tim ini bisa dibilang tim perbatasan yang baik.     Pemilihan Danny Asmoro sebagai pemain  tim U14 sangat tepat, beliau memiliki karakter bermain yang mirip pemain Star Legenda dulu yaitu Sompu Sopng yang kontropersi  “,  Ujar Sidin Makmun.

Pemain U14 Kaltara yang ikut liga U14 Piala Menpora 2016 di Sidoarjo : (1) Niko (kiper), (20) Samir (kiper), (22) Alit (Kapten), (9) Farham, (4) Galih, (10) Verdimong, (3) Royan, (17) Fatoni, (5) Fardi, (11) DJalung, (12) Rafli, (14) Malik, (8) Nadhif, (19) Ochto, (7) Saviola, (18) Husein, (16) Hizkia, dan (15) Rizky.  dengan Couchnya Subianto.

Tim U14 Kaltara dalam pertandingan yang diikuti 32 Provinsi se Indonesia,  menempati Pull bersama Bali,  NTT,  Jambi dan Kaltara.   Juara Pull ini adalah U14 Bali dengan 9 poin 3 kali menang dan Renner-up U14 Kaltara dengan 6 poin 2kali menang 1kali kalah (dr Bali).   Babak awal hanya memilih Juara Pull untuk langsung memasuki babak 8 besar tidak seperti kejuaraan U16 yang masih memilih Renner-up untuk masuk ke babak 16 besar.   Subianto pelatih tim U14 Kaltara sangat menyesalkan karena timnya tidak bisa mencapai prestasi puncak sebagaimana mestinya tapi ia bangga dengan kerja keras anak asuhannya, kekalahan dari Bali  di awal laga lebih karena kesiapan mental yang kurang.  

Hamzah Lestaluhu pemain terbaik U14 2016 di Sidoarjo
Sebagaimana U14 maka Tim U16 yang melakoni laga babak akhir bersamaan,  menempatkan Persib Bandung sebagai Juara I setelah mengalahkan Persiba Surabaya dengan skor 4-0 sehingga menjadikan Persiba U16 Surabaya Runner-up, Juara  III Blue Eagle (DKI Jakarta) dan  SSB Terang Bangsa (Jateng) Juara IV.  Tim U16 laga awalnya dimulai 6 September 2016 di Empat stadion Jakarta dengan melakoni laga pertama 32 tim dalam 8 pull dan kemudian 16 besar setelah itu tersisa 8 tim mereka di giring ke  Stadion Deltras Sidoarjo untuk bergabung dengan kegiatan lainnya yang ada di sana serta dirangkaikan dengan perayaan Haornas Jum’at, 9 September 2016. 

"  Semua prestasi harus dicapai dengan kerja keras.   Kita meyakini dengan kesungguhan dan dorongan semua pihak olahraga akan maju,  Olahraga memberikan kita kesehatan, kekuatan, kejujuran, kebanggaan.   Di badan yang sehat akan terbentuk jiwa kuat,  saya ucapkan terima kasih kepada atlet, pelatih dan anak-anak semua yang sudah memberikan prestasi terbaik untuk negeri ini. Semoga Haornas ini menjadi dorongan semangat bagi kita semua untuk menaikkan prestasi lebih baik  ", Ujar Sidin Jusuf Kalla dalam salah satu sambutannya di acara peringatan Haornas dan penutupan Liga U16 tersebut.    Menpora Imam Nahrawi turut memberikan sambutan di hari Haornas 2016 sekaligus penutupan beberapa even sepakbola.     "  Serangkaian acara peringatan Hari Olahraga Nasional telah kita laksanakan, tadi pagi hingga sore tadi ada pertandingan final sepakbola dari berbagai usia seperti U-12, U-14, U-16 dan mahasiswa,  hari ini juga ada pecah rekor MURI sebanyak 1000 pemain juggling  ",  Ujar Sidin Menpora.  "  Haornas ini menjadi momentum bagi kebangkitan olahraga Indonesia,  Pemerintah terus berusaha untuk memajukan olahraga di Indonesia dengan melakukan terobosan baru.   Kita akan membangun Olympic Center, kita juga sudah memberikan tunjangan hari tua kepada atlet peraih medali Olimpiade. Saya ingin ada kebijakan atau regulasi baru untuk kemajuan olahraga Indonesia," tambah Menpora Imam Nahrawi.

Pada acara perinagatan Haornas 2016 yang disertai penutupan Liga U14, U16 dan lainnya, Wakil presiden juga memberikan hadia pada pemenang U14, U16 seperti Assad 313 Purwakarta Jabar dan Persib Bandung Jabar serta mengalungkan medali  pada pemain yang terpilih sebagai pemain terbaik di kedua Even tersebut, masing – masing Untuk Liga U14 Pemain terbaik adalah Hamsah Lestaluhu pemain jebolan Frenz United Malaysia dengan mengoleksi 5 gol selama pertandingan dan untuk U16 Pemain terbaik Racmad Maulana Yusuf punggawa persebaya.    "   Kami agak kecewa tapi tetap harus terima karena lawan bermain lebih baik. Kami kedepannya akan berlatih lebih giat dan berusaha sekuat tenaga ke depannya untuk mencapai hasil maksimal  ",  Ujar Sidin Rachmad Maulana Yusuf pencetak gol terbanyak Persebaya.

byDannyAsmoro.

Persib Bandung Juara I U16 Piala Menpora 2016 Sidoarjo
MatJais menjaringkan bola kemenangan,
Liga U14 berakhir dengan semangat dan sportipitas mapan.