Jumat, 24 Maret 2017

JENDERAL TNI MULYONO DIANUGERAHI GELAR " KSATRIA PANGLIMA PERANG " DARI RAJA-RAJA DI ATAMBUA

NusanTaRa.Com




Ketibaan Kasad TBI Jenderal Mulyono  di Bandara AA Bere Tallo,  Atambua di Kabupaten Belu NTT Kamis 31 Maret 2016, disambut  Raja Malaka  Dominikus Kloit Teiseran  (bergelar Liurai XV)  dan Raja Loro Lamaknein II, serta Ucapan Natoni serta tarian Likurai Masyarakat adat Kabupaten Belu dan pengukuhan Gelar kehormatan oleh kedua Raja tersebut.   Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung keadaan pos pengamanan diperbatasan Indonesia di sepanjang perbatasan NKRI - RDTL serta melihat kesiapan kerja personil di tugas Satpamtas tersebut. 

Dalam acara sambutan tersebut Jenderal Mulyono dinobatkan dengaan gelar penghormatan sebagai   “ ksatria panglima perang “ serta dipakaikan pakaian adat Masyarakat Atambua sebagai saatu wujut penghormatan atas dirinya oleh Raja Malaka Dominikus Kloit Teiseran (Liurai XV) dan Raja Loro Lamaknein II .   "  Dengan dinobatkan sebagai Ksatria Perang oleh raja-raja di sini, maka lengkaplah sudah kewarganegaraan saya   ", Ujar SiDin Mulyono.

  Kunjungan  ke  Atambua Kamis pagi 31 Maret 2016 tersebut  bermaksud  untuk melihat secara langsung kehidupan para prajurit TNI AD yang menjaga di wilayah perbatasan Negara,   serta  Beliau datang untuk melihat secara langsung kehidupan prajurit kita yang berjaga di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste   “,  Ujar SiDin Mayor Arm IBP Diana S , Kepala Penerangan Korem 161/Wirasakti.   Wilayah perbatasan Indonesia-negara Timor Timur saat ini dijaga Batalion Infantri 725/Woroagi Kendari, Arteleri Medan 11/Kostrad serta Batalion Infantri 744/Satya Yudha Bhakti (SYB), yang pernah dipimpin mantan Presiden Susilo Yudhoyono.  

"  Mempererat komunikasi Mesra antara TNI dan Masyarakat adat adalah satu cara jitu ABRI dalam mensukseskan tugas menjaga keutuhan dan keamanan NKRI terutama yang berada di kawasan Perbatasan dengan Timor Leste, kedua daerah ini masih satu masyarakat adat dan masyarakat yang lebih mengerti dengan tatana adat mereka, sehingga pendekatan tersebut akan membuat lebih menyatu  ", Ujar SiDin Lambert LamaPaha pengamat pertahanan tradisional.   Dalam kunjungan tersebut terlihat Kasad Jenderal TNI Mulyono bermesra dengan tokoh  adat yang ada di perbatasan dan memberikan kesempatan untuk mengungkapkan persoalan mereka yang mungkin nanti dapat menjadi satu solusi bagi program TNI untuk wilayah perbatasan. 

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Mulyono menjelaskan  kedatangannya ke Mako Satgaspamtas RI-RDTL Yonif 725 Woroagi,  untuk mengunjungi kesatuan-kesatuan yang ada dan juga melihat situasi terkini di perbatasan sebagai bahan evaluasi untuk mempersiapkan kedepan penugasan di wilayah perbatasan.    "  Saya tegaskan kepada seluruh Jajaran TNI yang bertugas di perbatasan kedaulatan negara harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga kedaulatan negara. Saya sudah memprogramkan mengunjungi daerah-daerah perbatasan, karena sesuai dengan nawacita presiden Republik Indonesia Joko widodo membangun Indonesia dari pinggiran. Maka untuk mendukung pembangunan TNI perlu memastikan kondisi yang aman dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik  ",  Ujar SiDin Jend Mulyono. 

Dalam kunjungan kerja tersebut  Kasad  juga  meninjau pos-pos keamanan di perbatasan kedua negara serta berkunjung pula ke Pulau Ndana Rote di Kabupaten Rote Ndao, yang berbatasan langsung dengan Australia,   Pulau kecil  di wilayah paling selatan Indonesia ini dijaga Batalion Infantri 1 Marinir TNI AL dan Batalion Infantri 744/SYB, yang juga pasukan organik Korem 161/Wirasakti.  " Saya minta kalian semua dalam melaksanakan tugas operasi satgas wajib menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia dan seluruh aktivitas di perbatasan yang bersifat ilegal perlu di tindak tegas, wajib meningkatkan pengamanan di pos yang tergelar di sepanjang perbatasan RI-RDTL jangan lengah harus tetap waspada  ",  ungkapnya.  

"  Kalian sudah melaksanakan tugas dengan baik namun situasi terkait Perkembangan terorisme masi ada jadi harus tetap wapada dan siaga terhadap ancaman terorisme di daerah perbatasan.  Saya harap seluruh personil yang menjaga perbatasan tetap semangat dalam menjalankan tugas negara menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap aman dan kondusif  “,  Lanjutnya.    Turut mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Mulyono dalam Kunjungan Kerjanya ke Atambua, Pangdam 9 Udayana Mayjen TNI M  Setyo Sularso  dan  Dandrem 161 Wirasakti Kupang. 
byBambanGBiunG

Dari Malaka ke Pulau Rote,
Komandan yang baik dekat dengan Prajuritnye.

Kamis, 23 Maret 2017

KASAD JENDERAL MULYONO MERESMIKAN DUA KODAM DI INDONESIA TIMUR.

NusanTaRa.Com


Kepala Staff  Angkatan Darat  TNI (Kasad)  Jenderal Mulyono yang dilantik  pada  15 Juli 2015 oleh Presiden  Joko Widodo di Istana Negara di damping Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti,  di ikuti pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 54 TNI tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat dan Sumpah Jabatan.   Kasad yang baru menjabat selama dua tahun ini baru saja meresmikan dua  Kodam  untuk lebih meningkatkan kerja TNI menjaga kemanan tanah air, Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari sebagai pengembangan Kodam XVII/Cenderawasih Jayapura dan Kodam XIII/Merdeka di Manado sebagai pengembangan dari Kodam VII/Wirabuana Makassar.

  Peresmian Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XVIII Kasuari Papua Barat oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono tersebut diikuti dengan alih Kodal Korem 171/PVT dan Denzipur-13/PPA dari Kodam XVII Cenderawasih kepada Kodam yang baru  “, Ujar SiDin Mayjen TNI Hinsa Siburian Pangdam XVII Cenderawasih.   Peresmian Kodam XVIII tersebut  diikuti pelantikan Mayjen TNI Joppie Onesimus Wayangkau sebagai Pangdam Kasuari dengan semboyan  “ Patriot Pembela Rakyat “ yang beralamat di Jalan Arfai Manokwari Prov. Papau Barat, senin 19 Desember 2016.       Upacara peresmian Makodam sekaligus dengan pelantikan Mayjen TNI Joppie Onesimus Wayangkau sebagai Pangdam XVIII Kasuasi pertama untuk selanjutnya melakukan tugas dari Mabes AD di wilayah terotorial Papua Barat  ”,  Ujar SiDin Mayjen Hinsa Siburian pada awak media NusanTaRa.Com. 

Kasad  Jenderal Mulyono pada kesempatan tersebut menjelaskan,     Sifat Burung Kasuari  Burung khas dari Papua Barat yang memiliki pesona keindahan luar biasa namun dibalik keindahannya dia akan bersikap agresif menyerang siapapun lawan yang mengganggunya.  Sifat inilah yang mengilhami Kodam XVIII/Kasuari untuk mempertahankan wilayah Papua Barat dari segala ancaman yang coba mengganggu dan memisahkan dari NKRI  ”.    Langkah TNI Membentuk Kodam  XVIII  Kasuari di Manokwari  suatu kebijakan yang tepat untuk lebih memberikan satu akurasi yang lebih baik bagi militer mengamankan daerah NKRI, terlebih daerah Papua terbilang aktip gerakan perlawanan militernya, memiliki wilayah yang cukup luas dan Papua berada di wilayah perbatasan yang terbilang rawan  “, Ujar SiDin Dominikus Duran Pengamat  keamanan di Papua.

Sementara Jenderal TNI Mulyono mengatakan,     Pembentukan Kodam XVIII/Kasuari merupakan bagian dari program Pembangunan kekuatan dan Gelar TNI AD yang diproyeksikan agar lebih adaptif terhadap setiap perkembangan lingkungan yang strategis yang sangat dinamis di tingkat regional maupun internasional.   Serta semakin mampu menghadapi ancaman dan tantangan masa depan yang semakin kompleks    ”.
Selang sehari kemudian Kasad TNI  Jenderal TNI Mulyono meresmikan Kodam XIII Merdeka, di Manado Sulawesi Utara, Selasa 20 Desember 2016.   "  Kodam XIII Merdeka saya nyatakan diresmikan  ",  Ujar SiDin Jenderal  Mulyono, pada upacara peresmian dan pelantikan Pangdam XIII Merdeka serta alih Kodal Satuan dari Kodam VII Wirabuana kepada Kodam XIII Merdeka.     Dihadapkan pada perkembangan dengan lingkungan strategis serta ancaman aktual maupun potensial terhadap kedaulatan NKRI, tidak diragukan lagi eksistensi komando kewilayahan masih sangat relevan dan dibutuhkan dalam mengatasi  keamanan.

Terbentuknya Kodam XIII Merdeka tidak lepas dari kerja keras dan kerja sama semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Utara yang secara historis pernah memiliki Kodam XIII Merdeka.   "  Memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semua pihak yang telah membantu, memberikan kontribusi dalam merencanakan dan mempersiapkan pembentukan Kodam XIII Merdeka  ",  Ujar SiDin Mulyono.   TNI AD secara terus menerus menata organisasi di jajaranya dan salah satu diantaranya pembentukan Kodam XIII Merdeka dengan wilayah pembinaan meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo,  sebagai bentuk  gelar kekuatan TNI AD yang menjadi bagian pembangunan postur TNI AD.

Secara geografis Pulau Sulawesi yang selama ini menjadi wilayah binaan Kodam VII Wirabuana sangat luas dengan kondisi medan bervariasi dengan  permasaalahan sosial  yang komplek di sulut,   berakibat pada panjangnya rentan komando dan pengendalian oleh Kodam yang berkedudukan di Makassar.   "  Dengan pertimbangan tersebut pembentukan Kodam XIII Merdeka ini, merupakan salah satu solusi untuk mengefektifkan komando dan pengendalian pengendalian satuan-satuan TNI AD di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, untuk mengatasi persoalan-persoaln yang terjadi  ",  tegasnya lagi Jar.

Upacara itu ditandai pembukaan selubung pataka Kodam XIII Merdeka Jaya Sakti oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono,   Penyerahan pataka Kodam XIII Merdeka dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada Pangdam XIII Merdeka Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito.   Serta  Alih Kodal satuan dari Pangdam VII Wirabauna Mayjen TNI Agus Surya Bakti kepada Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito.   Dengan semboyan "  Torang Samua Ciptaan Tuhan  ", lanjut Warsito,  telah memberi motivasi dan inspirasi seluruh warga sehingga kegiatan apapun yang digelar di daerah ini berjalan aman dan damai.   "  Saya melihat masyarakat hidup dalam persaudaraan yang rukun, damai, saling menghargai dan menghormati perbedaan. Saya berharap kerukunan ini terus dijaga dan dikembangkan  ", Ujar SiDin Ganip Warsito, lulusan Akmil 1986.
byBambanGBiunG


Medan Laga Medan Perjuangan,
Jenderal Mulyono Kasad yang penuh disiplin.