Rabu, 20 September 2017

PT. INKA MENANDATANGANI KONTRAK 200 UNIT GERBONG KERETA API KE BANGLADES 2017

NusanTaRa.Com
byBambanGBiunG, 18SeptembeR2017.



Untuk julung kali-kali ketiga,  tahun 2017 ini PT INKA menandatangani kontrak pengadaan 200 gerbong kereta api tipe MG (Meter Gauge) dengan Bangladesh Railway dimana sebelumnya PT INKA juga telah menandatangani kotrak pengadaan 50 gerbong kereta api tipe BG (Broad Gauge)(14/09/2017). Penandatanganan kontrak yang di saksikan langsung Menteri Perkeretaapian Republik Banglades Md. Mazibul Hoque  MP dan Duta Besar RI untuk Banglades Ibu Rinaa P. Soemarno dilakukan Direktur Utama, R. Agus H. Purnomo mewakili PT INKA sedangkan Bangladesh Railway diwakili oleh Wakil Direktur Jenderal Bangladesh Railway, Md. Shamsuzzaman.

Sebelumnya tahun 2016,  PT. INKA berhasil memenuhi pesanan Pemerintah Banglades sejumlah 150 unit kereta api penumpang dengan dua lebar sepur yang berbeda,   yaitu Board Gauge (BG) ukuran 1676 mm dan Meter Gauge (MG) ukuran 1000mm. Board Gauge dengan tempat duduk tipe 2-3, sedangkan Meter Gauge bertipe tempat duduk 2-2.   Proses pengiriman pesanan tersebut dilakukan secara bertahap dari Madiun ke Surabaya menggunakan Truk-truk besar dan dari Surabaya ke Banglades menggunakan kapal kargo, pengiriman  tersebut bermula dari maret 2016 hingga Agustus 2016. 

Industri tanah air tentunya bisa sedikit berbangga karena bila sebelumnya industri tanah air yang dilirik luar negeri hanya Pesawat, Perkapalan dan otomotip kini industri Kereta Api pun mendapat perhatian pasar luar negeri.  PT. INKA pun berencana akan mengembangkan pasarannya ke pasar kereta api Srilangka yang menjadikan kereta api sebagai sarana transportasi umum di negaranya.  Sebelumnya Produksi PT. INKA ini telah melayani kebutuhan Kereta Api di Negara seperti di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia dan kawasan Afrika Utara.

Menteri Perkeretaapian Bangladesh menyampaikan apresiasinya atas pencapaian dan kinerja PT INKA dalam pengadaan kereta api yang berkualitas di Bangladesh sesuai standar internasional. Bagi Bangladesh Railway, PT INKA merupakan mitra terpercaya yang dapat diandalkan dalam memberikan asistensi dan supervisi dalam upaya peningkatan pelayanan transportasi kereta api di Bangladesh.

Apresiasi sangat besar tentunya diberikan Duta Besar RI untuk Bangladesh atas  penandatanganan kontrak tersebut sebagai refleksi kedekatan hubungan bilateral Indonesia dan Bangladesh  sesama negara berkembang yang bersahabat.  Indonesia sebagai mitra terpercaya Bangladesh menawarkan kerjasama jangka panjang dengan Bangladesh tidak terbatas di bidang perkeretaapian namun juga di sektor strategis lainnya.   Gambaran kebutuhan perkereta apian di Banglades sekilas bahwa Ibu Kota negaranya dengan penduduk 8,8 juta jiwa sebagian besar menggunakan Kereta Api untuk bepergian karena murah dan dalam sehari terdapat sekitar 2.500 penumpang antri untuk menaiki kereta api yang terbatas jumlahnya.

Banglades Negara tetangga India yang berada di Asia selatan diketahui sedang gencar mengembangkan transportasi Kereta Api sebagai sarana angkutan umum untuk memudahkan mobilisasi masyarakat dan pembangunan disana.   Bayangkan dengan penduduk berjumlah 164 juta dengan sarana  transportasi terbatas dan IPK yang rendah membuat Kereta Api sebagai pilihan sarana transportasi yang murah.   Penandatangan kontrak ini merupakan yang ketiga kalinya bagi PT INKA yang sebelumnya telah memenangkan tender internasional di Bangladesh,  dimulai pada tahun 2006, tahun 2015 dan tahun 2017 dengan total keseluruhan lebih dari 200 produk coaches dan wagon yang diekspor ke Bangladesh.​

Dukungan pemerintah yang sangat besar untuk  membuat kalangan industri   mampu Go Internasonal dalam pemasaran tentunya menjadi satu sebab keberhasilan PT INKA di Bangladesh melakukan pengembangan melalui program NIA (National Interest Account) dan Indonesia Eximbank yang memperkuat rencana untuk melakukan ekspansi pasar di luar negeri, terutama ke negara-negara berkembang di Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika.


Kereta Api melaju dari Madiun,
Banglades memesan Kereta Api untuk kebutuhan angkutan.

DAMPAK KECOWBOYAN SUSY PUJIASTUTI BAGI KOTA GENSEN DI FILIPINA SELATAN

NusanTaRa.Com
byAsnISamandaK, 8/9/2017


Ketika kebijakan CowBoy Ibu Susi Pudjiastuti di Kementeri Kelautan dan Perikanan penenggelaman kapal Illegal Fishing dan kebijakan tentang penangkapan lainnya,  sejak awal tentu saja secara keseluruhan berdampak positip bagi dunia perikanan Tanah air namun  kebijakan tersebut juga  berpengaruh bagi dunia perikanan Negara tetangga seperti di Gensen pusat kota General Santos City Flipina Selatan.    Dengan Julukan Kota "  IKAN TUNA  " dan pelabuhan perikanan di Filipina kebijakan Ibu Susi memberi dampak penurunan produksi perikanan, Produksi Tuna tahun 2014 = 140,245 metrik ton dan 2015 = 80.794 metrik ton dengan Nilai Produksi Ekspor Tuna  2014 = 90,7 juta US$, 2015 = 36,6 juta US$ dan 2016 = 23,7 juta US$.    

Data perikanan di Gensen menunjukkan sejak tahun 2008 hingga 2014, hampir 89 persen dari total 1.012.488 metrik ton ikan di Gensan adalah jenis ikan tuna,  Produksi Tuna tahun 2014  sebagai tahun keemasan  dengan produksi mencapai 101.480 metrik ton sebagai rekor tertinggi selama 12 tahun terakhir.    Dari poduksi Ikan Tuna di Gensen  47 persennya merupakan  tuna beku  serta  70 persen  produksinya  dari kapal asing.   Kekalutan  di Gensan berawal ketika Susi meneken kebijakan larangan transhipment (alih muatan) di tengah laut dalam Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 57/2014, yang berlaku 12 November dan Penenggelaman Kapal penangkap ikan Illegal termasuk beberapa kapal Perikanan yang berbendera Filipina. 

Data statistic milik otoritas lembaga Budidaya Perikanan Filipina PFDA mencatat penurunan tajam ikan tuna di Gensan periode  2014-2015,   ikan cakalang anjlok 76 persen dari 50,417 metrik ton =  2014 menjadi 28,658 metrik ton =  2015  dan begitu juga untuk ikan tuna sirip kuning pasar domestik turun -43 persen dari 8.289 metrik ton =  2014 menjadi 5.794 metrik ton =  2015 bahkan dari Februari hingga Maret 2015  ikan tuna sirip kuning kelas A tidak masuk dalam 10 ikan yang diperjualbelikan di Pelabuhan Ikan Gensan.

Sebagai kota sentra tuna, industri pengolahan tuna di Gensan amat tumbuh pesat. Ada delapan perusahaan besar yang beroperasi di Gensan: Amadeo Fishing, Atlantis Fishing Industries, Citra Mina Group of Companies, Frabelle Fishing Corporation, General Tuna Canning Corporation, Philbest Canning Corporation, RD Tuna Ventures Inc, dan San Andres Fishing Industries Inc, dengan perkiraan menyerap tenaga kerja 200.000 orang.    Pekerja Atlantis Fishing , Marcelo, 24 tahun, merasakan getir perusahaan di Gensen ketika perusahaannya harus merumahkan lebih dari 1.000 karyawan pada 2015-2016.      Jika tidak ada ikan, lalu apa yang mesti kami kerjakan?,  ”,  Ujar SiDin Marcelo dan lanjutnya,     Sejak Indonesia memperketat urusan di laut, nelayan kami tidak ada lagi yang berani melaut. Perusahaan pun tidak berani nekat karena takut kapal mereka ditenggelamkan 

Seorang TNI pemantau perdamaian disana ketika berjalan di  Dermaga General Santos City menemukan nelayan yang menggerutu padanya,    Selama di penjara, tentara Indonesia menyiksanya, mungkin karena itu dia kesal kepada Anda  ”, Ujar SiDin Marcos seorang nelayan Calumpang seraya tertawa.   Sampai Juni 2017, setidaknya sudah ada 200-an nelayan Filipina yang ditangkap dan direpatriasi oleh otoritas Indonesia. Banyak dari mereka ditahan di Ternate, Maluku, atau Bitung, Sulawesi Utara.

Manajer Pelabuhan Ikan Gensan, Luisito Romeo M. Correa mengatakan, meski produksi ikan mereka sempat terpukul, kini semua telah kembali berjalan normal meski tidak sebesar dulu.   Ketika ditanya dari mana sumber-sumber ikan itu, dan apakah tetap dari Indonesia,   Correa menjawab,    Tentu saja tidak. Kami sudah mendapatkan tempat eksploitasi baru di laut lepas Davao Oriental  ”.  Relatip sekitar tahun 2016  produksi perikanan kembali membaik mendekati hasil produksi tahun 2014.    Untuk Ikan cakalang Tren positif  terjadi tahun 2017  hingga semester pertama, Juni 2017, tangkapan ikan cakalang  dari kapal asing mencapai 48.569 metrik ton hampir menyamai data tahun2014.

Sebagai Pusat Tuna atau perikanan di Filipina Selatan yang  di kelola di Pelabuhan Ikan General Santos City di sebelah selatan pusat kota Gensen  yaitu Barangay Tambler di pinggir jalan Nasional Sarangani-CotaBato selatan, luas pelabuhan mencapai 32 hektar.    Untuk menuju ke sana, kita bisa menumpang becak motor dari pusat kota, cukup membayar 30 peso atau Rp 9 ribu. Pelabuhan ini menghadap ke Teluk Sarangani. Ombaknya relatif tenang tetapi lautnya agak dalam. Wajar jika banyak kapal dari bermacam ukuran, termasuk kapal kontainer, bisa berlabuh di dermaga Pelabuhan Gensan.   Lokasi Gensan memang strategis. Ia dekat dengan lokasi yang kaya ikan di Teluk Moro, Laut Sulu, Mindanao, dan Sulawesi. Filipina saat ini didapuk sebagai produsen terbesar tuna kalengan kedua di Asia setelah Thailand.

Kemerosotan Produksi perikanan Pelabuhan  di General  Santos City berakibat terjadinya banyak pengurangan tenaga kerja dari perusahaan perikanan yang beroperasi disana.   Gensen menurut  data kedutaan besar Republik Indonesia ternyata menjadi daerah pemukiman bagi pendatang WNI terbesar yang datang ke Filipina diperkirakan 22.000 jiwa dan kebanyakan bekerja sebagai nelayan 75  % terutama kapal-kapal perikanan yang akan beroperasi ke perairan  Indonesia.  

Data resmi Konjen RI Davao menyebutkan ada 15.000-22.000 WNI di Pulau Mindanao. Sebagian besar tinggal di Provinsi Sarangani, terletak di ujung selatan pulau di sekitar Kota General Santos, Cotabato, dan Pulau Balud.    Kampung Quilantang di Gensan sering disebut kampung Indonesia  ada sekitar 700 kepala keluarga bermukim di sana   nenek moyang mereka berasal dari Talaud dan Sangir.    Josapath Layang, Ketua Diaspora Indonesia di Filipina selatan, menyebut bahwa sebelum kebijakan Susi mengenai ABK, hampir 75 persen WNI di Gensan bekerja sebagai buruh nelayan,     Hidup mereka cukup lumayan jika dibandingkan dengan penduduk lokal Filipina di sini.   Tapi setelah peraturan Susi dibuat, semuanya jadi kacau  ”,  Ujar SiDin Josapath Layang.



Orang Sangir pelaut sejati menuju Utara,
Gensen Kota penghasil Ikan Tuna terbesar di Filipina.

Jumat, 15 September 2017

MUHAMMAD SYARIEF BANDO KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL MEMILIKI GEDUNG TERTINGGI DI DUNIA

NusanTaRa.Com
byRyaNSyahputrA, 13September2017.


"  Besok akan diresmikan Bapak Presiden Joko Widodo, setelah pembukaan tepat 12.00 masyarakat umum bisa langsung berkunjung dan memanfaatkan fasilitas serta membaca buku-buku yang tersefia diperpusnas  ",  Ujar SiDin Muhammad Syarif Bando Kepala Perpusnas digedung baru, Rabu, 13 September 2017.   Gedung  Perpustakaan Nasional  (Perpusnas) menjadi gedung Perpustakaan tertinggi di dunia dengan 24 lantai dan memiliki koleksi 2,6 juta buku akan dibuka secara resmi Presiden Joko Widodo pada Kamis (14/9/2017).

Lokasi Perpusnas  berlokasi tidak jauh dari Istana Negara, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan No 11, Jakarta,  Gedung itu langsung menghadap Monumen Nasional (Monas),  yang berdiri di area 50.917 meter persegi dengan 24 lantai serta tinggi bangunan 123 meter.   Syarif menjelaskan bahwa Gedung Perpusnas yang dibangun dengan total dana Rp 465 miliar itu memiliki sejumlah fasilitas unggulan,  di antaranya ruang teater, pusat data, layanan naskah Nusantara, koleksi buku langka, layanan koleksi mancanegara, dan layanan koleksi foto, peta, dan lukisan serta  Untuk menarik minat baca anak-anak yang lebih suka bermain, Perpusnas membuat fasilitas reading area untuk anak-anak dengan bentuk menarik dan beraneka warna. Tak hanya itu, ruangan diberi hiasan lukisan mural dari cerita rakyat asli Indonesia.

"  Gedung fasilitas layanan Perpusnas dilengkapi dengan kabel jaringan data kategori 7 (CAT-7) yang mampu mentransfer data sampai dengan 10 gigabyte per detik yang setara dengan jaringan instalasi bandara di Swiss dan Sporthub Singapura  ",  Ujar SiDin Syarif sebagaimana dikutip NusanTaRa.Com.    Desain bangunan Gedung Perpusnas dibangun dengan konsep  “ green building “  dengan tinggi menjulang berbentuk persegi seperti jendela,  "  Rupa seperti jendela mengartikan perpustakaan sebagai window of the world  ",  Lanjut Ujar SiDin Syarif.

Kekunggulan sebuah Perpustakaan terletak pada kelengkapan koleksinya dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang dibutuhkan seperti khusus untuk anak-anak, Lansia dan Disable, tak dapat dimungkiri, dunia literasi sudah merambah teknologi digital.   "  Perpus ini merupakan layanan kemanusiaan yang paling fundamental, yang paling mendasar. Karena informasi merupakan hak dasar manusia yang ditetapkan dalam Konvensi Jenewa  ",  Ujar SiDin Syarief sembari mengutip pernyataan UNESCO yang menyebut perpustakaan sebagai benteng terakhir demokrasi.

Perpustakaan Nasional Indonesia,   menargetkan sesuai dengan pertambahnya waktu akan terus memperkaya  koleksi bukunya  sehiingga Perpustaan sebagai miniature dunia dalam info dapat terwujut disini,  Pada lima tahun ke depan, koleksi buku ditargetkan menjadi 20 juta buku dan total yang bisa ditampung sekitar 70 juta buku.   Syarif menjelaskan bahwa saat ini Perpusnas kebanggaan Indonesia memiliki koleksi naskah kuno tertua dari abad ke-16 yang didapat dari Garut, Jawa Barat.  "  Kini naskah kuno yang belum dapat diterjemahkan tersebut tengah diteliti pakar dari Indonesia dan pakar British Library. Namun naskah ini masih jadi koleksi pusaka belum jadi pustaka  ",  Ujar SiDin  Syarif.

Gedung Perpunas yang dibangun dengan Konsep “ Green Building “ yang menjulang tinggi keangkasa berbentuk persegi bak jendola yang bermakna  “ Perpustakaan sebagai Window of The World  dan Gedung ini merupakan bangunan Perpustakaan tertinggi di dunia.  Syarif mengungkapkan, setelah mengamati sejumlah gedung perpustakaan nasional di sejumlah negara, Perpusnas Indonesia adalah gedung Perpustakaan yang tertinggi di dunia,  "  Kami mendapat informasi bahwa perpustakaan nasional milik Tiongkok hanya 12 lantai dan Jepang hanya 8 lantai  ",  Ujar SiDin lanjut.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan.   Alamat  :  di Jalan Medan Merdeka Selatan No 11, Jakarta (baru) dibuka Kamis, 14 September 2017 dan yang lama (Salemba Jakpus)  dibuka 17 Mei 1980.  Jam buka  : 09.00–16.00
    
                                            
               
Apa saja yang ada di perpustakaan itu selain buku? Berikut rinciannya:

Lantai 1: Lobi Utama
Lantai 2: Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater
Lantai 3: Zona Promosi Budaya Baca
Lantai 4: Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan
Lantai 5: Ruang Pustakawan
Lantai 6: Data Center
Lantai 7: Layanan Anak, Lansia, dan Disabilitas
Lantai 8: Layanan Audiovisual
Lantai 9: Layanan Naskah Nusantara
Lantai 10: Layanan Deposit
Lantai 11: Monograf Tertutup
Lantai 12: Ruang Baca Pemustaka
Lantai 13: Layanan Repositori Terbitan Karya Indonesia
Lantai 14: Layanan Koleksi Buku Langka
Lantai 15: Layanan Referens
Lantai 16: Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan
Lantai 17-18: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Lantai 19: Layanan Multimedia
Lantai 20: Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Bidang Ilmu Perpustakaan
Lantai 21-22 Layanan Monograf Terbuka
Lantai 23: Layanan Koleksi Bangsa-bangsa di Dunia dan Majalah Terjilid
Lantai 24: Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Executive Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara     


Buka Buku Buka Jendela Dunia,
Perpusnas Indonesia dengan Gedung tertinggi di Dunia.