Jumat, 26 Agustus 2016

LEBAK BANTEN PENGHASIL GULA AREN TERBESAR DI DUNIA

NusanTaRa.Com


Gula merah, Gula Aren atau Gula Jawa, merupakan Pemanis yang terbuat dari air Nira pohon Aren (Arenga pinnata), Kelapa (Cocos nucifera L), Lontara (Borassini flabellifera) dan Nipa (Nypa fruticans) berbentuk padat seperti segi empat, bundar atau lonjong atau serbuk, rasanya manis dan berwarna merah atau Coklat.  Komoditas ini banyak diproduksi di daerah Asia Tenggara, Asia Selatan dan Papua New Genea yang juga memiliki populasi pohon sebagai sumber  tersebut cukup banyak dan diproduksi secara tradisionil atau industri rumah tangga.  Air Nira sebagai sumber gula aren Terbanyak diambil disadap dari pangkkal bunga jantan yang terlebih dahulu di pukul-pukul kemudian di sayat hingga keluar air nira tersebut, kemudian air nira ini dimasak ditungku hingga mengental kemudian dicetak jadi gula aren.

 Indonesia termasuk negara penghasil Gula merah yang cukup besar dengan pusat produksi yang cukup besar seperti Banyumas, Purworejo dan Purbalingga di Jateng, Lebak Banten, Sukabumi Jabar, Enrekang Sulsel, Tomohon Sulut dan lainnya, bahkan salah satu sentra penghasil gula Lebak Banten  tercatat sebagai penghasil Gula Merah (Aren) terbesar di dunia.    "  Saya kira Lebak hingga kini sebagai penghasil gula aren terbesar di dunia dan mengalahkan Thailand, Malaysia dan Vietnam. Kita bangga beberapa daerah di Tanah Air melakukan studi banding gula aren ke Lebak  ",  Ujar  KaSi  Program Mesin dan Kimia Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Sapei(19/8/2016).

Gula Aren Kabupaten Lebak memiliki kelebihan selain rasanya manis yang dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai penganan,  ketika disimpan dapat bertahan lama dan dapat digunakan sebagai penyembuh beberapa jenis penyakit,  juga beraroma serta kadar gulanya relatif kecil sehingga relatip lebih baik buat penderita diabetes.    Gula Aren Lebak telah memiliki sertifikat internasional, sehingga mampu menembus pasar dunia.     Permintaan gula aren untuk pasar domestik dan mancanegara hingga kini cenderung tinggi, keberadaannya sebagai salah satu bahan pangan organik yang tidak mengandung bahan Kimia membuatnya sangat digemari masyarakat.

Produksi gula aren Lebak, sebagian besar dari hasil produksi  kerajinan masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini masuk produksi terbesar di dunia saat ini mencapai ribuan ton per bulan.  Produksi gula aren di Kabupaten Lebak pada 2015 tercatat 8.722.500 kilogram (Kg) dengan nilai Rp 96 miliar yang terdiri lebih dari 5.815 unit usaha dan menyerap tenaga kerja sebanyak 11.507 orang.     Sementara itu, seorang perajin gula aren dari Sobang Kabupaten Lebak, Anwar mengaku, dirinya mengekspor gula aren ke Belanda sekitar 20 ton setiap bulan,  dia memasok ke negara lain karena sudah memiliki sertifikat pangan organik internasional, sehingga mendapat kepercayaan dari konsumen dunia.

Hingga kini pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan  untuk  memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan sumber devisa negara diantaranya     usaha kerajinan gula aren baik jenis cetak dan halus.    Kebanyakan perajin gula aren tersebut  tersebar di Kecamatan Sobang, Panggarangan, Cigemblong, Bayah, Cihara, Cibeber, dan Muncang.

Permintaan gula aren untuk pasar domestik dan mancanegara hingga kini cenderung tinggi karena semakin bertambahnya menu makanan yang disenangi berbahan dasar Gula Aren termasuk di mancanegara, serta termasuk  kategori makanan organik tanpa menggunakan zat kimia.     Para konsumen gula aren banyak  menggunakannya  untuk pencampur makanan dan pemanis.    "  Kami yakin perajin gula aren di Lebak menjadi andalan ekonomi masyarakat, juga menyerap lapangan pekerjaan  " tambahnya.  Pengembangan Industri Gula Aren oleh pemerintah pertama kali di lakukan di Indonesia di Tomohon Sulawesi Utara, dengan peresmian pabrik gula Aren kristal Masarang oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono Januari 2007 dengan pelepasan produksi pertama ke Belanda sebesar 12,5 ton. 

Produksi gula aren jenis semut kini sudah dipasarkan di sejumlah hotel berbintang di Provinsi Banten, DKI Jakarta  Bandung dan Bali,  selain itu gula cetak banyak dipasok ke beberapa negara di Eropa, seperti Belanda, Italia, China dan Inggris.    "  Kami berharap kedepan produksi gula aren Lebak bisa memasok ke semua negara di dunia  " tambahnya, melihat banyak negara yang telah  mengenal produk ini ditambah usaha promosi dan pengenalan lainnya.    Sementara itu, Anwar, seorang perajin gula aren warga Sobang Kabupaten Lebak mengatakan dirinya setiap bulan mengekspor gula aren ke Belanda sekitar 20 ton dengan menggunakan angkutan dua kontainer.

Masyarakat Belanda sangat menyukai gula aren Kabupaten Lebak sebagai bahan pemanis minuman maupun aneka jenis makanan. Bahkan, gula aren bisa dicampur pemanis makanan roti.   "  Kami menjamin gula aren ini alami dan menyehatkan karena tidak terdapat bahan kimia  " ujar Anwar.
byBambanGBiunG

Gula Merah di jilat si Riatnah,
Gerakan pembangunan untuk mengentaskan masyarakat kumuh.
 

Senin, 22 Agustus 2016

SEKILAS SANGIHE - TALAUD GUGUSAN PARADISO DIBIBIR LAUTAN PASIFIK

NusanTaRa.Com


Kota  Tahuna Ibukota Kab. Sangihe

         Sebagian masyarakat dunia menyebut P Hawai sebagai Paradiso di jantung Lautan Pasipik, maka Kepulauan Sangihe Talaud di bagian Barat daya dengan kemiripan wilayah dan budaya  daerah kepulauanpun sejak dulu kala telah dikenal sebagai “ Paradiso di Bibir Pasifik “.  Keindahan dan  kekayaan alamnya dengan berbagai rempah (Pala, Cengkeh, Lada, kayu putih) serta hasil lautnya membuat banyak pedagang menjadikannya pusat perniagaan.    Kemakmuran tersebut tak lepas dari berdirinya kerajaan yang  silih berganti dalam mewujutkan kehidupan sejahtera bagai  Paradiso,  hingga daerah ini pernah masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit yang dikenal sebagai Kerajaan Udamakatraya.

         Budaya masyarakat Sangihe  Talaud  yang  ramah  dan  periang  sejak  dahulu  kala  baik yang  hidup sebagai  nelayan   maupun petani  seperti keberanian  mengarungi  laut  dengan  biduk  kecil,   Tarian Bambu, serta musik  bamboo sehingga pada  setiap perayaan  pesta adat  yang disebut  “  TULEDE  “ disuguhi  dengan  tarian –  tarian,  music  bamboo ,   perlombaan  perahu   dan berbagai  acara ritual.  Daerah ini memiliki kekayaan  alam yang sangat  indah untuk jadi tujuan wisata  seperti Gunung Api di dasar laut,   Koral,  Gunung,  Air  terjun,  Danau  dan  kegiatan  bahari  lainnya yang  hanya   bisa diungkapkan dengan kata  Paradissoooooooo.  

         Kepulauan Paradiso ini berada di Timur Laut Pulau Sulawesi berbatasan Pulau Mindanao Filipina dengan luas 11.863,58  km2 terdiri dari Lautan  11.126,61 km2 dan daratan 736,97 km2 serta Jumlah Penduduk 323.119 jiwa.   Gugusan ini terdiri dari 105 pulau 79 pulau tidak memiliki penghuni dan 26 pulau berpenghuni serta terdiri dari tiga Kabupaten.    1.  Kabupaten Sangihe dengan ibukota  Tahuna, Luas 1.012,94 km2, Jumlah Penduduk  129.609 jiwa,    2.  Kabupaten Talaud dengan ibukota Melonguane, terbentuk berdasarkan  UU No. 8  tahun 2002 pada  10 April  2002 hasil pemekran dari Kabupaten Sangihe Talaud dan Jumlah Penduduk 102.067 jiwa  dan   3.  Kabupaten Sitaro  (Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro) ibukotanya Ondong Siau, terbentuk dari pemekaraan Kabupaten Sangihe berdasarkan  UU No.  15 Tahun 2007 pada 02 Januari 2007 dengan Luas 275,96 km2 dan Jumlah Penduduk 92.443 Jiwa. 

Pantai Karakeleng Kab. Talaud
        Menurut Legenda Sangir Talaud,  Dahulu kala di abad ke 12 di Kotabato P Mindanao Filipina berdiri sebuah kesultanan dengan Sultan Timudai/Tuwondai serta permaisurinya yang bijak yang berasal dari Kerajaan Ternate.  Masyarakatnya hidup  makmur dengan hasil pertanian dan perikanan yang melimpah,   kemudian kerajaan ini di karunia anak yang bernama Datuk Gumansalangi yang berperangai kurang baik, untuk menyadarkan sianak dari perangai buruknya ia di tinggalkan orang tuanya di Sangir, hingga ia menjadi Datuk yang bijak serta mendapatkan istri Ondonu Ansa (Mekila) namun menurut persi kisah lain bahwa keduanya merupakan manusia kayangan. 

         Datuk Gumansalangi (Medelu) dan istrinya Ondu Ansa (Mekila) menjadi manusia pertama yang mendiami Sangir di Gunung Sahendaruman serta mendirikan Kerajaan  abad XIII M  hingga XIV M.   Disusul berdirinya kerajaan-kerajaan kecil yang merupakan turunannya serta berbagai perkawinan yang melahirkan suku-suku di Sangier Talaud  seperti  Kerajaan Saluran di Manuwe tahun 1500 dibawah Kulane Bulega Langi, Kerajaan Limu di Sahabe tahun 1520 di bawah Kulane Pahawon Seke, Kerajaan Tabukan di Tabukan dibawah Raja Makaampow Bawengehe,  Kerajaan Manganitu di Paghulu tahun 1600 di bawah Raja Tolesan,   Kerajaan Tahuna di Kolongan tahun 1580 di bawah Raja Tatohe,  Kerajaan  Siau di Katutungan tahun 1510 dibawah Raja Leken Banua II, Kerajaan Tagulandang di Tulusan tahun 1570 di bawah Ratu Leheraung,  Kerajaan Kendar di Talawide tahun1600 di bawah Sultan Mehega Langi  putra Sultan Syarief (dari Davao) dan Kerajaan Talaud di Beo  bermula abad ke XV dan terakhir tahun 1922 (XX) di bawah Raja Johanis Tamawiwy, setelah Fasisme Jepang masuk Talaud tahun 1942 kerajaan sangir talaud bubar.   

        Bila ditelusuri dari asal-usul keturunan Sangir Talaud yang berawal dari Datu  Gumansalangi kemudian perkawinan turunanya dengan suku dari luar maka ditemukan suku Sangir Talaud berasal dari 1. Ras Apapuang dari  Negrito, 2. Ras Saranggani dari Mindanao Selatan,  3. Ras Meranoa dari Midanao tengah,  4. Ras Kep.  Sulu dan Ras Kedatuan Bowentehu dari Manado.      Peninggalan zaman dahulu berupa barang keramik dari cina di kuburan-kuburan tua atau di gua-gua sebagaimana di ungkapkan Prof. Bellawood dosen Universitas Chambera,  peneliti Ingris berkebangsaan Swiss tahun 1974,     seperti Gua Bukit Duanne Musi dan di Salurang Sangihe menemukan barang-barang keramik, kapak batu dan barang lain yang diperkirakan berusia hingga 6000 tahun. 


         Dahulu kala daerah ini termasuk penghasil rempah-rempah soporti Cengkeh, Pala, Lada, Kayu putih  dll, sehingga tak ayal banyak dikunjungi pedagang dari berbagai Negara seperti portugis, Inggeris, Bollanda, China, Gujarat, Persia dan India.   Daerah ini juga pernah mengalami kemakmuran dalam rentan waktu tertentu karena hasil produk rempah yang melimpah dan perdagangan barter yang lancar dengan masyarakat.   Hingga suatu waktu manakala para pedagang dari  Eropah Portugis ingin menguasai perdagangan Rempah dari Nusantara dengan  menerapkan system perdagangan Monopoli yang tentunya sangat membatasi petani rempah.  Lebih jauh lagi untuk memenuhi ambisinya Portugis ingin memusatkan perdagangan rempahnya ke Ternate dan memusnahkan tanaman rempah di daerah lain termasuk di Talaud (dibabat habis)  agar tidak tersaingi dari peniaga lainnya.

         Ekspedisi Spanyol Ferdinand Magelhaens tahun 1511-1521 yang menemukan kepulauan Filipina merambah wilayah kepulauan ini dengan kepala armada perahu layar Santos, yang kemudian terbunuh di Mindanao Philipines.  Ekspedisi ini dilanjutkan ke kepulauan Ternate dengan menjalin hubungan dengan Sultan Ternate Hairun, kehadiran ekspedisi ini tentunya sangat mengusik Portugis sehingga mengundang Sultan Hairun ke markasnya yang kemudian membunuhnya.  Sultan Baabulah sebagai anak melakukan perlawanan dengan dengan dukungan Spanyol, setelah berhasil kesultanan ternate memperluas kekuasaanya hingga ke tanah Papua, Sulawesi dan Mindanao.

         Kisah diatas menyimpulkan bagaimana hilangnya satu kejayaan dan alam Paradiso (surga dunia) sebagai penghasil rempah, karena keserakahan bangsa-bangsa penjajah/kolonial-kolonial untuk menguasai perdagangan rempah-rempah Nusantara, sekaligus mata pencaharian warga pribumi saat itu.   Budaya yang telah kuat bagi masyarakat Sangihe-Talaud dengan alamnya telah membuatnya kembali bertahan dan hingga kini apa yang telah dibumi hanguskan kolonialisme tersebut masih bertahan di Paradiso bibir Pasifik, seperti Cengkeh, Lada dan buah Pala serta berbagai budaya kesenian mereka yang tumbuh dari alat musik Bamboo.   Jika anda ke Sangihe-Talaud entah dengan Pesawat Udara yang dihubungkan dengan dua bandara ke Manado atau kapal laut berjarak 200 - 400 mil jangan lupa beli oleh-oleh  " Manisan PALA ". 

         Pada masanya dulu Tokoh adat merupakan satu sentralistik bagi kehidupan masyarakat Talaud, tatanan ini tergambar daalam struktur adat di wilayah kepulauan ini, dimana tokoh-tokoh adat jadi panutan yang dijunjung tinggi dalam pengendalian kehidupan sehari-hari warganya,  baik dalam dalam kehidupan sebagai nelayan  maupun sebaagai petani.   Sehingga semua aktipitas kehidupan Pertanian, Nelayan dan lainnya harus mendapat perintah atau persetujuan dari Tokoh-tokoh adat tersebut seperti musim tanam (" iamba matitim "), pembuatan Sampan (" assan"") dalam prosesi ritual adat. 

         Sejarah pernah mencatat peranan Raja Talaud  " Julius Tamawiwi " atau bahasa Talaud, pernah menjadi satu keputusan dalam kasus Internasional,  manakala Filipina (dalam jajahan Amerika Serikat) berseteru dengan Hindia Belandaa (Penjajah Indonesia) terkait status Pulau " Miangas ".  Max Huber sebagai Arbritator dari Pengadilan Arbritase Internasional saat itu menetapkan bahwa  " Pulau Miangas termasuk satu bagian dari Kepulauan Talaud alias masuk Indonesia " dengan alasan bahwa " Masyarakat yang mendiami pulau Miangas menggunaka Bahasa Talaud dalam kehidupan sehari-harinya sebagai  pertanda daerah kekuaasan masa kerajaan Talaud "
byMcDonalDBiunG 

Kota Melonguane Kab. Talaud

Ada Pulau Hawai ada Kepulauan Sangihe Talaud,
Budaya dan Rempah wujutkan Paradiso di bumi Sangihe-Talaud.

Kamis, 18 Agustus 2016

TOLERANSI SATU PEREKAT TERHEBAT DALAM FALSAPAH BHINNEKA TUNGGAL IKA DI NUSANTARA.

NusanTaRa.Com

Gereja " Ismail " di Kamp. Ilawe Kab. Alor NTT
         Keragaman dalam suatu  masyarakat merupakan suatu keindahan dan kekuatan karena  perbedaan yang ada dapat menjadi  komplesitas yang saling mendukung,  sejalan dengan makna dalam dasar Negara Indonesia  Pancasila  “ Bhiineka Tunggal Ika     yang bermakna berbeda - beda  tapi  tetap satu.   Palsafah Negara ini tentunya telah menjadi  jati diri bangsa Indonesia sejak dahulu kala yang dihuni dari berbagai ragam suku, agama dan budaya namun kita  Alhamdulillah sampai hari masih tetap bersatu.    Salah satu kekuatan dari keberagaman bangsa di tanah air adalah adanya sifat Toleransi yang tinggi dari setiap masyarakat terhadap  keberagaman yang ada dalam sosialnya seperti  dalam aktipitas keagamaan ditanah air.

         Hampir setiap wilayah di tanah air memiliki keberagaman baik suku, Agama ataupun Budaya namun dengan sikap toleransi yang baik semua kehidupan dapat berjalan dengan baik seperti di Desa Honi Hama Kec. Witihama Kab. Flores Timur  NTT.    Daerah ini mayoritas dihuni masyarakat yang beragama Kristen Katolik dan sebagian kecil beragama Islam,  Semua masyarakat memiliki  Toleransi  beragama  yang baik terhadap penganut yang lain sehingga kegiatan agama di daerah tersebut dapat berjalan dan saling mendukung.    Stanis Lampaha warga disana mengatakan, ketika ummat Kristen melaksanakan  PASKAH warga muslim datang berbondong-bondong memberikan ucapan selamat dengan berjabat tangan, demikian juga ketika Idul fitri kami (Kristen) yang datang berbondong dengan memberikan ucapan dan salaman  “ demikian ucapannya saat perbincangannya di RRI Jukarta.

         Semangat  Toleransi ummat beragama di Nusantara juga terlihat di Kampung Islam Kepaon  Denpasar  Bali, ketika merayakan Hari Raya Idhul Fitrie 1437 H yang jatuh Rabu, 6 Juli 2016.  Malam sebelumnya Selasa 5 Juli 2016 dilaksanakan Takbir keliling kampong Islam kepaon yang dilepas dari mesjid Al-Muhajirin  oleh ummat islam di kampong tersebut serta diikuti warga non Muslim yang ada dikampung tersebut, pemberangkatan takbir tersebut turut disaksikan Raja Puri Pemecutan Bali, Anak Agung Ngurah Manik Parasara yang bergelar  “ Ida Cokorda Pemecutan XI “.

         Ida Cokorda Pemecutan XI berujar,  “ Hubungan persaudaraan Kami (Puri Pemecutan dan  Ummat Islam di Kepaon) merupakan sejarah sejak berabad-abad lalu.  Mudah-mudahan Tuhan yang Maahaesa selalu memberikan jalan terbaik untuk persaudaraan ini  “.     Sejak dahulu orang-orang Muslim di Kepaon ikut serta dalam menegakkan Kerajaan Badung “, Ujar sidin Ida Cokorda Pemecutan XI,    Kenyataan sejarah dan hubungan darah sudah melekat diantara kami sehingga tidak ada perbedaan lagi, mudah-mudahan dalam Pancasila Kami tetap bersatu “, tambah sidin Ida Cokorda.

         Keharmonisan masyarakat Bhinneka Tunggal  Ika di Bumi Nusantara juga diperlihatkan warga Kampung Ilawe Desa Alila Timur Kabupaten Alor NTT,  Dalam membangun Gereja Ismail tempat beribadah Warga Kristen yang hanya 4 KK yang justru pembangunannya banyak dilaksankan warga Islam  termasuk Ismail kakak Dahlan Lobang Imam Mesjid Darul Falaq tahun 1949 yang kemudian jadi nama Gereja ujar Pendeta  Mesak Lobanbil.  Dulunya warga di Desa ini hanyalah satu keluarga ketika agama masuk ke Alor sebagian besar masuk Islam dan sebagian masuk Kristen dan menetap di Pegunungan.

         Selain di Kampung  Ilawe keindahan toleransi Beragama warga Muslim dan Kristen juga terlihat di Desa Dulolong Barat, Kec. Alor Barat Laut dalam pembangunan Mesjid Sabili Salam.    Kita bangun bersama setiap pembangunan mesjid maupun gereja antara wara Islam daan Kristen  “, Ujar sidin Sumirat.     Untuk gotong Royong itu sudah budaya di sini, orang luar tak akan mengenali mana Kristen mana Islam karena kami sudah seperti keluarga, saling membantu , jika ada kegiatan mesjid yang  kami turut demikian juga  sebaliknya “, jelas Martinus.   Tak heran, jika hari raya Idhul Fitrie dan Natal merupakan perayaan bersama bagi semua kalangan bersama, Jelas Kepalaa Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Alor, Muhammad Marhaban.       

         Kapolsek Distrik Ilaga Kabupaten Puncak Papua, Ipda Sayori mengatakan bahwa “  Ada sekitar 150  orang pemuda Nasrani turut menjaga keamanan saat Ummat Islam melaakukan takbir dan Salat Id “.     Usai Salad id, ummat Islam mendapat kejutan dari  ummat non Islam Kab. Puncak papua, mereka memberikan lambing persaudran berupaa bunga dan ucapan  Hari Raya Idhul Fitrie sebagai rasa toleransi kerukunan ummt beragama yang selam ini terjalin dengan baik di Kabupaten Puncak “, Tambah Sayori.    "  Seperti kita ketahui, Kabupaten Puncak dulunya salah satu daerah yang rawan konflik, namun beberapa tahun belakangan ini Kabupaten Puncak berangsur-angsur sudah membaik dan kondusif. Jadi masyarakat di sini kebersamaannya sangat kuat  ",   sambung Sayori.
byFarhaDTukirmaN
 

Ummat Islam di Distrik Illaga Kab. Puncak Papua, mendapat ucapan selamat setelah sholat Idul Fitrie dr ummat lainnya
Keberagaman itu Indah,
Toleransi menjadi perekat perbedaan yang ampuh.


Sabtu, 13 Agustus 2016

JOSEP ISAAC SCHOOLING JADI PAHLAWAN RENANG ASIA TENGGARA DI RIO 2016

NusanTaRa.Com



Ini benar-benar kabar meletup manakala Juara tiga kali Olimpiade berturut-turut sebelumnya Michael Phelps dari Amerika Serikat harus tumbang  pada seorang perenang muda Singapore Josep Isaac Schooling di Nomor Renang 100 meter gaya Kupu-kupu.  Lebih menghebatkan lagi perenang muda tersebut berhasil mencecarkan satu rekot baru sukan Olimpiade sebelumnya kemudian meraih juara Olimpiade  dengan rekor olimpiade baru yang berhasil ia torehkan  50,39 detik melintasi rekor sebelumnya yang dibuat Michael Phelps 50,58 detik di Olimpiade Baejing 2008.

Untuk debutnya di event renang  Negara-negara asia tenggara prestasi Josep Schooling sudah tidak diragukan lagi,  siperenang prestasius ini telah  meraih Medali emas dan Perungu di  SEA GAMES 2011 Indonesia dll, di World Championships 2015 Kazan meraih perungu, di Asian Games Incheon 2014 Emas dll, Commonwealt Games Glasgow  2014 Medali Emas dan SEA GAMES SINGAPORE 2015 Medali Emas 100 m Gaya Kupu-kupu dll.     Bagi Josep Schooling prestasi ini menjadi sangat Meletup-letup,   " Rasanya hebat, saat ini rasanya setengah tidak nyata, gila," kata Schooling usai perlombaan  dan  "  Saya sungguh tidak bisa melukiskan perasaan saat ini. Semua adrenalin mengalir deras di nadi saya saat ini. Mimpi yang menjadi kenyataan  ", tambahnya.

Perolehan Medali Emas pada Jumat malam 12 Agustus 2016 dengan mengalahkan perenang dunia Michael Phelps, dan ini merupakan kejadian pertama dalam Olimpiade dimana penerima medali peraknya diterima tiga perenang karena mereka bersamaan menyentuh finish dengan catatan waktu 51,14 detik Michael Phelps, Chad De Clos( Afrika Selatan)  dan  Laszlo Cseh  (Hungaria).   Josep I Schooling merupakan perenang muda yang  lahir  16 Juni 1995 di Singapore ia juga sering memperoleh medali dalam mewakili Tim Renang kampusnya University of Texas  Amerika Serikat.

Medali Emas yang diterima Josep Schooling bukan saja menjadi medali Emas pertama bagi negaranya tapi juga bagi Negara Asia tenggara di Olimpiade Rio Brasil 2016 sekaligus mencetak rekor baru Olimpiade yaitu 50,39 detik.    Keberhasilan Josep Schooling tentunya membenamkan ambisi Michael Phelps untuk meraih Juara Renang 100 m Gaya kupu-kupu setelah di tiga kali merajai nomor ini di Olimpiade sebelumnya dan ia merasa mimpi karena dapat menumbangkan seorang perenang  Pavoritnya  sendiri dulu.

Josep Isaac Schooling menjadi atlet Singapura pertama yang meraih medali emas OIimpiade setelah merajai nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra pada Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (13/8/2016) pagi WIB.     Kejayaan Josep Schooling ini membuatnya berhak memperoleh bonus sebesar 753.000 US Dollar atau sekitar Rp 7.530.000.000,- yang dijanjikan pemerintah Singapura untuk peraih emas Olimpiade Rio 2016. Bonus itu menjadi yang tertinggi di antara negara peserta lainnya di Rio De Janeiro 2016.

J Schooling bisa dianggap sebagai  pahlawan olah raga Singapura karena  ia berhasil menjadikan Singapura penerima Medali Emas dan merupakan Medali Emas pertama kali selama mengikuti Olimpiade dunia.   Michael Phelps sangat mengagumi prestasi yang diraih J Schooling serta kemajuan pesat yang diraihnya akhir-akhir ini,   "  Saya bisa lebih cepat dari catatan empat tahun lalu, tapi Joe (Schooling) sangat sulit tertandingi. DIa memiliki prestasi baik pada tahun lalu dan juga dua tahun lalu. Jadi, saya angkat topi untuknya  ",   ujar M. Phelps.

Dua perenang Indonesia yang ikut dalam Ajang Olimpiade ke-31  Rio De Janeiro Brasil 2016 telah tersingkirkan di babak pertama yaitu Glenn Victor Sutanto di nomor 100 m Gaya Kupu-kupu putra dengan catatan waktu 54,25 detik peringkat 35 dan Yessy Yosaputra di nomor 200 m Gaya Punggung Putri dengan catatan waktu 20,88 detik  peringkat 28.   Kegagalan mereka berdua berarti memupus harapan tim Indonesia untuk membawa medali ke tanah air khususnya dari cabang renang.

Mahasiswa asal University of Texas di Amerika Serikat berusia 21 tahun  ini merupakan perenang putra pertama dari Asia Tenggara yang mampu merebut medali emas di ajang Olimpiade.    Ternyata  J Schooling sejak kecil  sudah menjadi pengagum M Phelps, ia mempunyai memori saat berusia 13 tahun  tepatnya 8 tahun silam, Schooling  memperoleh kesempatan bertemu dan berfoto bareng  M. Phelps.
byRyanSyahputra

Memacu waktu dalam arena,
Berpacu di dalam air mengukir marwah bangsa.