Minggu, 02 Juli 2017

PERJUANGAN PARTAI KOMUNIS THAILAND (CPT) TIDAK MENDAPAT DUKUNGAN RUSIA

NusanTaRa.Com

Pertumbuhan paham dan partai Komunis di dunia mulai terasa pada awal tahun 1960-an yang berkembang keberbagai Negara terutama di Negara-negara baru merdeka di Asia dan Afrika termasuk di Indonesia dan Asia tenggara.    Sejarah awal pertumbuhan paham komunis berbasis pada dua kiblat paham Partai Komunis Marxisme di Rusia dan Komunis Mao di China suatu paham yang pada dasarnya berkonsep pada sosialis yaitu  setiap masyarakat adalah sama sehingga semua harus mendapat kesejahteraan dengan adil dan tanpa ada perbedaan.
                                                               
Negara  Gajah Putih suatu Negara  di Asia Tenggara yang belum pernah merasakan artinya kolonialisme atau penjajahan di daerahnya  juga tidak terlepas dari pertumbuhan Partai Komunis  yang terkesan sangat reaktip dalam memperjuangkan paham mereka hingga membentuk perlawanan bersenjata pada tahun 1965.   Partai Komunis Thailand yang melakukan perlawanan Gerilya terhadap pemerintahan syah,  dalam perjuangannya mendapat dukungan kuat dari Partai Komunis China dan Komunisme dari Kamboja,  sementara Partai  komunis Rusia sama  sekali tidak memberikan bantuan dalam mendukung  perjuangan paham mereka yang sama tersebut.   Dalam hal ini hampir sama ketika Partai Komunis di Kamboja mulai berjuang menegakkan keberadaan mereka di sana sebelumnya dan akhirnya kalah.   
                                                                                                            
Justru realita tersebut  membuat hubungan diplomatik  antara Rusia dan Thailand yang lebih erat pada tahun 1990-an dan pemerintah Rusia mengecam secara keras sikap Partai Komunis Thailand yang melakukan perlawanan tersebut.   Hubungan diplomatik Rusia-Thailand pernah terputus ketika tahun 1917 setelah terjadi Revolusi Bolshevik yang berakibat  pemerintaahn Rusia dipegang Tsar Nikolay II sahabat Raja Rama V terkena eksekusi mati bersama keluarganya, sebagaimana raja-raja di Eropah Disti Chakri di Thailand pun terkejut dan memutuskan hubungan diplomatik  hingga tahun 1941.
                                                                                                                                                                                Formalitas hubunga diplomatik  dengan Rusia dimulai tahun 1948 bersamaan dengan dibukanya Kedutaan Besar Uni Soviet  di Bangkok,  semua ini merupakan pencapaian atas sejumlah manuver diplomatik Uni Soviet.     Meskipun Uni Soviet tidak ingin mengintervensi pemerintah Thailand, ada sedikit timbal balik dalam proses pembukaan Kedubes Soviet  ”,  Ujar SiDin Wattaporn.    Thailand ingin Uni Soviet mengesahkan keanggotaannya di PBB  sementara   Moskow mendesak Bangkok untuk menghapus Undang-undang Antikomunis Tahun 1933.     Bahkan simbol dasar Uni Soviet (palu dan arit) akan dilarang apabila undang-undang itu tidak dihapus  ” tambahnya,     Uni Soviet menaruh perhatian pada Indochina, yang kala itu dikuasai Prancis dan  Uni Soviet sama sekali tak berniat menyebarkan komunisme di Thailand  ”,  Ujar SiDin PoddiNg Pengamat Pertahanan Asia Tenggara.   
       
Podding dalam satu pernyataannya mengatakan bahwa, "  Partai Komunis Thauland (CPT) dalam menegakkan perjuangannya, mereka menguasai dan mengontrol kawasan segitiga emas yang berada di utara Thailand yang menjadi jalur illegal yang sulit dikendali kerajaan Thailand,  seperti pengolahan dan pemasaran kokain ke seluruh Dunia guna mendanai perjuangan mereka  ".   Diketahui bahwa kawasan ini sangat strategis karena berbatasan dekat dengan Myanmar, Laos dan China sehingga sulit mengontrol dan mengendalikannya oleh Kerajaan.   

Partai Komunis Thailand (CPT) melancarkan perang gerilya terhadap pemerintah sejak tahun 1965 selama 18 tahun,  mendapat dukungan  negara komunis   Tiongkok dan Kamboja melalui Khmer merah tahun 1970-an dalam menggulingkan kerajaan.    Rusia kala itu ingin mengembangkan paham komunisnya di Asia tenggara tidak terlibat bahkan ketika CPT meminta bantuan Soviet ditolak tegas, sehingga CPT menyebut Soviet “  Revisionis dan imperialis Sosial “,    Tentu saja, ada pertimbangan praktis dan faktor konflik Tiongkok-Soviet yang berperan di sini  ”, Ujar SiDin Wattaporn  ".

Kedekatan Tiongkok (yang berada kurang dari 160 km dari perbatasan Thailand), hubungan kuat Tiongkok dengan pemimpin-pemimpin CPT, dan ucapan dubes Uni Soviet untuk Singapura di akhir 1970 bahwa ia ‘meragukan apakah para komunis di Indonesia, Thailand, dan Malaysia mengikuti ajaran Marxisme’, semua itu menunjukkan bahwa Uni Soviet tidak ingin mendukung CPT, dan lebih mementingkan hubungan dengan pemerintah Thailand  ”,  Ujar SiDin  Geoffrey Jukes  dalam bukunya ‘Uni Soviet di Asia’.      Thailand membutuhkan Uni Soviet untuk menumbangkan Khmer Merah dan membawa keseimbangan di Kamboja  ”,  Ujar SiDin Wattaporn menjelaskan. byMcDonalDBiunG

Partai Komunis dengan rakyat Jelata,
Perjuangan Komunis Thailand tidak disokong Rusia.

Senin, 26 Juni 2017

KUSNI KASDUT LEGENDA BANDIT INDONESIA DEKAT DENGAN ORANG MISKIN

NusanTaRa.Com




Masa kecil yang pahit sebagai anak yang tak jelas ayahnya,  ia habiskan waktunya di terminal Bis kota Malang sebagai penjaja Rokok dan permen untuk meringankan beban ibunya.    Ketika dewasa pria kelahiran tahun 1929 ini bergabung bersama Laskar Rakyat  dalam revolusi perjuangan (1945 – 1949) melawan penjajah Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia,  berbagai derita ia lalui bahkan ia sempat merampok untuk membiaya perjuangan  selama  di front Jawa Timur.   Titik balik torehan sejarah hidupnya  justru terjadi disaat Indonesia mulai  mengisi  kemerdekaan dengan berbagai pembangunan,   karena dimasa inilah  ia terlibat berbagai perampokan besar  lalu  terakhir  tertangkap 1959 dan dieksekusi mati  setelah permohonan grasinya ditolak presiden Soeharto pada tahun 1980. 

Adalah Kusni Kasdut kelahiran Blitar tahun 1929, seorang yang pernah tercatat dalam sejarah sebagai kriminal besar  bersama Gengnya melakukan perampokan besar, sebagai konvensasi dari  kekecewaannya atas  pengabdiannya yang tidak  di hargai.   Sejak kecil  bersama ibunya  menjalani kehidupan di terminal Kota Malang dan menetap digubuk didaerah miskin Gang Jangkrik Wetan Pasar, Malang.    Kusni Kasdut sejak kecil sudah terbiasa menderita dalam  meringankan beban ibunya  melakukan apa saja yang ia bisa,     "  Ia merasa di rumah,  dihimpit tentang asal-usul dirinya yang ia sendiri tidak tahu ......... Hal itu mendesaknya untuk berontak   ”,  Ujar SiDin Saiful Rahim dalam biografi  Kusni  (1980). 

Kehidupan penuh derita yang dilaluinya bersama ibunya  membuatnya kuat dan berani  melakukan berbagai  pekerjaan yang dapat meringankan hidup karena  tak tebiasa dengan berdiam diri dan hanya berpangku tangan.    Gerakan Perjuangan Bangsa Indonesia untuk mempertahan kemerdakaan dari Bangsa Penjajah Belanda yang ingin kembali  terjadi di Usia Mudanya, ternyata mengelorakan jiwa dan darah mudanya sehingga  turut dalam perjuangan tersebut  (1945 – 1949).   Kisah perjuangannya yang dilatari kehidupan masa kecilnya  penuh derita menjadikan dia sosok pejuang yang sangat berani  melawan penjajah serta sangat perhatian kepada sesama pejuang membuatnya  sangat di kenal para kerabat seperjuangannya di sektor perjuangan Front Jawa Timur. 

Sikapnya  berani  mati selama perjuangan bukan saja dalam pertempuran di medan  laga,  tapi juga terkenal sebagai pejuang  yang berani merampok kalangan orang kaya pro Belanda.  Menurut James Siegel, selama revolusi, pria yang bernama asli Waluyo juga menyumbang tenaga dengan cara merampok orang-orang Tionghoa yang dekat dengan Belanda dan tidak mendukung perjuangan, kemudian hasil jarahan tersebut  ia bagi –bagikan pada  para pejuang.   "  Kusni, konon tak tahu menahu dan tak mau tahu nasib hasil jarahannya.  Ia menyumbangkan puluhan juta bagi revolusi  ", Ujar SiDin Siegel dalam Eksplorasi Kejahatan Politik dan Kejahatan (2000). 

Setelah Revolusi  Kehidupan Kusni Kasdut mulai mengalami kesulitan untuk hidup di Jakarta, ia telah mencari dan berusaha  berbagai pekerjaan tapi selalu mengalami kegagalan sementara kehidupan kota membutuhkan biaya.   Dalam kehidupan seperti itu kemudian ia mendapatkan istri seorang Gadis Indo kalangan menengah yang kemudian diberi nama  Sri Sumarah Rahayu Edhiningsih yang membuatnya harus mampu menegakkan keluarga yang sangat ia cintai.


Berbekal pengalaman sebagai pejuang ia mencoba melamar menjadi tentara TNI,  tapi sayang lamarannya tersebut ditolak karena semasa berjuang dulu ia tidak tercatat secara resmi dan kakinya yang pincang  terkena tembakan Belanda saat berjuang.   Dalam kekalutan  ia  berteman  laki-laki asal Cikini kecil (wilayah sekitar Hotel Sofyan)  Muhammad Ali alias Bir Ali mantan suami penyanyi Ellya Khadam,   pelaku perampokan yang suka minum Bir sebelum melakukan aksinya   meninggal 16 Februari 1980 karena membunuh seorang kaya Arab Ali Badjened.

Melihat bakat  Kusni Kasdut dalam memimpin  rekannya mengangkatnya  sebagai pemimpin Geng yang beranggotakan Ali, Mulyadi dan Abu  Bakar.  Setelah itu Kusni mulai merasakan kejahatan sebagai suatu manisan ditengah kesulitan hidupnya dan  membuatnya ketagihan bahkan teguran dari sahabat seniornya  yang sangat ia hormati Subagio pun tak dipedulinya.   Pengalaman sewaktu memasuki penjara di era revolusi dulu malah membuatnya lebih  berani  menghindari penjara dengan membunuh korban bila terpaksa sehingga ia menjadi monster haus darah. 

Kisah perampokan Gengnya mulai menjadi berita besar, ketika  Bir Ali yang merampok bersamanya membunuh korban rampokannya seorang  Arab Kaya  Ali Badjened di kawasan  Awab Alhajri Kebon Sirih tahun 1960-an,  membuat  Ali Badjened  mati seketika oleh sebuah tembakan Pistol Bir Ali dari atas Jeepnya.    Setahun kemudian 31 Mei 1961 Kusni dan Gengnya kembali beratraksi  di Museum Nasional Jakarta (Gedung Gajah),  Kusni dalam aksinya berseragam Polisi dan menggunakan Jeep menyandera pengunjung dan menembak mati seorang petugas  museum serta  berhasil membawa lari 11 butir permata koleksi museum. 

Tragedi Museum tersebut sontak menjadikan nama Kusni Kasdut terkenal dan buah berita setiap hari  diberbagai media sekalian menjadikannya  buronan kakap pihak kepolisian, membuatnya harus bersembunyi dari satu tempat ketempat lain yang akhirnya tertangkap kepolisian Semarang kemudian menjalani vonis mati  tahun 1980.  Kusni tertangkap Polisi ketika dalam pelariannya  menjual Berlian tapi pihak pembeli melihat ukuran Berlian yang tidak biasa kemudian melaporkan ke Polisi Semarang, Polisi Semarang memvonisnya mati.   Selama menanti eksekusi setidaknya 8 kali ia kabur dari penjara, terakhir 10 September 1979 dan tertangkap 17 oktober 1979. 

Kusni sempat mengajukan Grasi  tapi SK Presiden No. 32/G/1979 tanggal  10 Nopember  1979  Soeharto menolaknya dan menjalani eksekusi pada 16 Februari  1980.  Di hari-hari terakhir hidupnya menyesali kesalahannya dan berkat seorang pastor ia memutuskan untuk dibaptis dengan nama  Ignatius Kusni Kasdut dan sebelum eksekusi ia menikmati kebaktian Katolik di LP Kalisolok di kelilingi Sunarti (Istri kedua) anak, cucu dan menantunya. 

Babak akhir sejarah kehidupan Kusni Kasdut banyak menoreh kisah kejahatan  Perampokan dan  Pembunuhan hingga dikenang para korban, tapi banyak juga yang beranggapan bahwa si penjahat berdarah dingin ini sebagai “ Robin Hood Indonesia “ karena hasil rampokannya sering di bagi-bagikan kepada kaum miskin bahkan saat ikut berjuang dalam Revolusi dulu.   Sebuah media  tahun 1979 pernah memuat cerita bersambung berjudul  “  Kusni Kasdut  ”  mengisahkan sepak terjangnya selama hidupnya  dan melahirkan lagu God Bless  “  Selamat Pagi Indonesia ” di album Cermin.
byLasikUAgaY

Perampok kejahatan sepanjang abad,
Kusni Kasdut perampok ulung bak Robin Hood.

Sabtu, 24 Juni 2017

BIKSU ASHIN WIRATHU MENGUNDANG KEMARAHAN UMMAT ISLAM DUNIA

NusanTaRa.Com



Ashin Wirathu alias Biksu Wirathu seorang Biksu radikal yang telah mempropokasi warga Myanmar untuk membenci ummat Islam dan mengusir mereka dari tanah airnya sejak 2012, baru – baru ini telah mengeluarkan satu pernyataan yang sangat menusuk hati ummat Islam sedunia dan menimbulkan beberapa tanggapan dari Negara Islam.   "  Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh  ",  Ujar SiDin Biksu Wirathu  yang berhasil dilansir NusanTaRa.Com dari TV Aljazeera, ini tentunya satu pernyataan yang menjangkau jauh dari Negara Myanmar yang telah menjalani tragedi memilukan bagi Muslim Rohingya.

Pernyataan keras yang dilontarkan Biksu Wirathu dan mengagetkan dunia Islam dipicu dari sebuah pengadilan di Aceh Darussalam yang menghukum cambuk dua warga Aceh penganut Agama Buddha (Kasus Sabung Ayam, 10/3/2017).    Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rakhien ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap ummat Buddha.  Wirathu dengan keberhasilannya mempropokasi anti Muslim tersebut benar-benar menjadi berlebihan karena   Aceh memang memberlakukan  Undang – undang  Islam disebut Qanum yang tentunya memberlakukan hukum cambuk bagi warganya atas kesalahan tertentu dan hukum cambuk tersebutpun disetujui siterhukum tersebut dan Aceh berada jauh dari kekuasaan Buddha Myanmar.

Bahkan Biksu brutal tersebut dengan bangga mengatakan, "  Para biksu sudah dibekali kemampuan militer.  Kami tidak hanya akan mengusir ummat muslim di Myanmar,  tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi  ".  Gaung tersebut terkesan akan melindungi warga Buddha bukan saja di Aceh tapi di Asia tenggara dimana Negara di daerah tersebut mempunyai perlembagaan tersendiri yang mengatur kerukunan ummat beragama bahkan bisa dikatakan tidak memiliki kasus antar agama yang berarti,  sebagaimana yang terjadi di Myanmar yang gagal melindungi Ummat Muslim Rohingya sehingga menjadi korban pembunuhan massal dan terusir dari negeri mereka sendiri.
Ungkapan keras dari Ashin Wirathu tersebut bukan saja mendapat tanggapan keras dari warga Aceh Darussalam yang nota Benenya menganut dan menerapkan undang-undang Agama Islam dengan tantangan dari masyarakatnya yang siap berjihat untuk melawan pasukan Buddha Myanmar jika berani mendatangi Negeri Aceh kapan saja.  Di kota Banda Aceh bukan hanya di sejumlah warung jadi perbincangan ancaman Tokoh Budha tersebut, bahkan di jejaring sosialpun menjadi heboh,   “  Kami siap perang dengan mereka sampai darah penghabisan  ”, Ujar SiDin pengguna medsos di Group GARAM.  Ditingkat Nasional pernyataan tersebut membuat beberapa organisasi Islam  membuat pernyataan tantangan akan pernyataan Wirathu tersebut serta mendesak pemerintah untuk menindak balas sikap Biksu propokatip tersebut.

Pernyataan tersebut tidak hanya ditanggapi keras masyarakat dan pemerintah Indonesia tapi beberapa Negara Islam mengeluar pernyataan yang mencela sikap Biksu tersebut sebagai tidak menciptakan perdamaian abadi dan akan mengambil sikap keras bila pernyataan tersebut dilaksanakan.   Malaysia sebagai Negara Islam dan negara di serantau Asia Tenggara tentunya sangat tersinggung dengan  pernyataan tersebut terlebih Aceh dan Malaysia mempunyai kekerabatan dekat yang tentunya ancaman terhadap yang satu merupakan ancaman bagi yang lain.    Jika Myanmar berani menyerang Aceh maka Malaysia terlebih dahulu akan melesatkan Rudalnya ke Myanmar  “,  Ujar SiDin Dato Hishamuddin Hussein Menteri Pertahanan Malaysia, Rabu 15/3/2017.  Pernyataan tersebut dikutuk oleh beberapa Negara Islam sebagai suatu yang tidak bersahabat dan tidak turut menjaga perdamaian abadi di bumi.

Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki tak kalah berangnya menanggapi pernyataan Biksu Wirathu yang brutal tersebut,  "  PBB dan negara lain hanya bisa mengecam tindakan brutal Wirathu. Tapi kami akan langsung memburunya meskipun ia sembunyi di lubang tikus  ", Ujar SiDin Tayyip Erdogan yang kemudian memerintahkan armadanya yang penuh dengan pasukan untuk memburu Wirathu dan armada tersebut berlabuh di teluk Andaman.    ''  PBB sangat memalukan. Terutama saat menyebut mengenai prinsip-prinsip, nilai dan keadilan di dunia. Di mana kebebasan dalam beragama ?  Mereka memulai peperangan. Tidak ada penjelasan lain  “, Ujar SiDin Tayyip Erdogan menambahkan, Kamis 16/3/2017.

Bahkan Tayyip Erdogan juga mengkritik PBB yang membiarkan biksu radikal Wirathu bertindak sesuka hatinya after melakukan pembantaian etnis Rohingya, Wirathu juga mengancam Aceh yang telah memberi hukuman cambuk kepada dua orang umat Buddha. Padahal, mereka sendiri yang meminta hukuman berdasar syariat Islam tersebut.  Sikap terpuji Erdogan tentulah sebagai akibat menjaga perdamaian dunia, sikap ukhuwah sesama Negara Islam terlebih  bahwa Turki dan Aceh mempunyai kekerabatan yang telah lama terjalain sejak  raja  Aceh Darussalam Sultan Alaiddin Riayat Syah dan  Sultan Sulayman Al-Qanuni Raja Kerajaan Utsmania di Turki (1530 – 1571), bahkan tahun 1567 sultan kesultanan Utsmania Turki mngirimkan bala bantuan tentara ke Turki sebanyak 500 tentara untuk melawan pasukan Portugis dan puak-puak pengganas.

Tanggapan lain,  Setelah pernyataan tersebut sekelompok Pejuang Taliban sempat melakukan gangguan dan serangan terhadap wilayah Myanmar di daerah perbatasan sebagai satu bentuk kemarahan ummat Islam atas Wirathu.   Djumma Mappe SangLendari pengamat Myanmar pada NusanTaRa.Com mengatakan,    Seharusnya Biksu Wiseitta Biwuntha yang biasa di sapa Yang Mulia Ashin Wirathu (49) tersebut diberikan hukuman karena yang setimpal bukannya hanya satu tahun saja, karena sebagai Pimpinan Organisasi Pergerakan Anti-Muslim dari warga. Buddha di Myanmar bernama 969 telah banyak menimbulkan korban jiwa bagi warga Muslim Rohingya dan membuat mereka terusir dari negerinya, sehingga perdamainan dapat tercapai  “.
byBambanGBiunG.

Aceh dan Turki bersahabat sejak dulu lagi,
Kelancangan Wirathu bak membuat  kuburnya sendiri

Selasa, 13 Juni 2017

" SUKU MANTE " SUKU TERASING YANG HIDUP DI PEDALAMAN ACEH

NusanTaRa.Com   


Kisah suku Mante sebagai satu suku asli di Bumi Nusantara sejak zaman dahulu telah ada, yang hingga kini kisah tersebut masih dikisahkan orang secara turun-temurun, lintas generasi namun hingga hari ini  Suku Mante masih misteri setidaknya dalam ukuran orang awam.   Suku Mante mendiami wilayah pedalaman Aceh cenderung hidup soliter dengan 4 keluarga, menyendiri ditempat terpencil jauh dari perkampungan dengan pola hidup tertinggal sehingga kehidupannya sangat bergantung pada ketersedian sumber daya alam.   



Kisah ini kembali mencuat bahkan menjadi viral di dunia sosmed manakala sekelompok anak muda bermotor trail menyelusuri hutan pedalaman Aceh dan kamera mereka merekam penampakan seorang kerdil tak berbusana berlari kencang didepan mereka  kemudian menghilang kedalam semak-semak, sekitar Maret 2017.   Video yang di unggah pada Rabu, 22 maret 2017,  tidak terlihat secara jelas tapi terlihat sosok manusia kecil membawa kayu berlari terus agak cepat, entah karena ia takut dan menghindari kejaran  rombongan motor trail tersebut.

Gambaran tersebut memberi kesan bahwa ia berlari ketakutan karena adanya sesuatu yang asing memasuki areal  pemukiman mereka, sesuatu yang mengeluarkan suara asing dan keras serta ditunggangi manusia yang lebih besar.   Keberadaan pemukiman yang jauh ditengah hutan sebagai bentuk ketakutan hidup secara normal dan membuat kehidupannya menjadi terasing sebagai suatu kehidupan yang alami, tiba-tiba kehidupan tersebut diusik oleh sesuatu yang asing dan menakutkan bagi mereka sementara bentangan alam tempat tinggal bagi mereka semakin terbatas.

Spekulasi tentang manusia kerdil dengan ketinggian sekitar satu meter tersebut bermunculan,  anggapan tentang    suku Mante  “ semakin menguat setelah membaca berbagai komentar mengakui bahwa tanda dan keberadaan suku tersebut sejak zaman dahulu telah ada di Bumi Aceh.    Seorang Orientalis  Belanda Snouck Hurgronje dalam bukunya “De Atjehers” menyebutkan tentang keberadaan suku Mante di Aceh sebagai suku Etnis Melayu Proto yang kecil.    Seorang pawang hutan, Gusnar Effendy, “  Saya pernah menemukan Suku Mante hidup di hutan-hutan  pedalaman Lokop   Kab.  Aceh Timur,  di hutan-hutan Oneng, Pintu Rimba, Rikit Gaib Kab.  Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.    Umumnya tinggal di gua-gua, celah gunung. Kalau siang hari berada di alur-alur sungai dalam lembah   “,  Ujar SiDin Gusnar Pawang Hutan,  Kompas, 18 Desember 1987. 

"  Melihat bentuk tubuhnya yang kerdil dengan ukuran semeteran serta hidup terasing ini  akan mengingatkan kita dengan satu suku Hobbit (manusia kerdil) di Flores disebut Homo florensiensis yang hidup di dalam gua-gua dengan tanda yang sama namun kulitnya lebih gelap, apakah mereka masih sama mengingat jarak dan pola penyebaran manusia yang agak berjauhan tentu perlu kajian lebih jauh ?  ",  Ujar SiDin LaHabing pada NusanTaRa.Com.   Harian Kompas 18 Desember 1987 memuat tentang suku Mante suku terasing yang hampir punah tinggal di dalam Gua Bete, Jambur Atang, Jambur Ketibung, Jambur Ratu daan Jambur Situpang.   Suku Mante memiliki pisiologi tubuh kerdil tinggi sekitar satu meter, Rambut terurai panjang hingga pantat, kulit cerah, tubuh berotot kasar dan wajah bersegi dengan dahi sempit,  kedua alis mata bertemu di pangkal hidung yang pesek dan sebagian mereka bertelanjang.   Sementara versi Wikipedia mengatakan Suku Mantesalah satu etnis terawal dan pembentuk etnik-etnik di Aceh,  Suku ini bersama suku lainnya, yakni Lanun, Sakai, Jakun, Senoi dan Semong, merupakan cikal bakal suku-suku yang ada saat ini di Aceh.  

Beberapa kisah orang tentang Suku Mante  :   SiDin  Buchari Riseh Tunong berujar,     Di daerah kami juga juga ada satu tempat yang pernah didiami manusia (mante) orang tua-tua di kampung kami menyebut namanya bante, mereka kadang muncul di sore hari sambil berlari-lari kecil di tepi sungai Leubok Lhok Panyang Gampong Riseh Tunong  ” dan "  Sekitar tahun 86 saya bertemu makhluk seperti itu di kebun di daerah Leupung jalan menuju Meulaboh. Dulu kami kira mereka orang pedalaman yang berbulu.  Ketika abang saya bertanya. “Siapa key?”. Dia hanya diam. terus kami teriak memanggil bapak. Makhluk itu langsung masuk semak-semak hutan rotan dan ijuk. Tingginya kira-kira 1 meter karena saya masih kelas 4 SD. Tapi baru dalam 4 tahun ini tahu nama mahkluk itu. Manthe atau manti... Semoga Manusia tak mengusiknya jika tidak ingin diusik  ”, Ujar SiDin Helmy Rommy dalam kisahnya.
byAsnISamandaK dr berbg tulisan.


Orang kerdil makan Talas,
Suku Mante manusia primitip hidup tragis.