Jumat, 06 Juli 2018

SUKU BAJO DALAM KONDISI TEMARGINAL, PADA HAL IA MAKHLUK ISTIMEWA ALLAH

NusanTaRa.Com
bySiradjuddiNAzir&HasanIHamzaH, 8/2/2018

Hasani Hamzah, seniman multi-talenta (penulis, penyair, pemusik, sutradara) yang pernah jumpa di Sapeken (Jawa Timur) akhir 2017 lalu, ia merasa penasaran dengan statemen saya dalam artikel  “  Dewa Rau’ (Amun Ra’) Mesir adalah Dewanya Orang Bajo ?  ”,  Statemen dimaksud adalah frasa “.... betapa Tuhan menciptakan bumi ini hanya untuk dua bangsa :  SAMA dan BAGAI  ”.  
 
Syahdan  Allah SWT menciptakan bumi dan semua isinya ini,  hanya untuk dua kelompok manusia     yaitu SAMA (orang Bajo)  dan BAGAI (bukan Bajo),  setidaknya  demikian  gambaran stereotip yang tercetak dalam setiap benak orang Bajo akan kehidupan di muka bumi ini.    Batasan pengertian yang saya maksud bahwa,  yang dimaksud  SAMA ialah mereka yang hidup di laut dengan karakter spesifik SAMA  sedangkan BAGAI   mereka yang hidup di darat dengan segala atributnya selaku BAGAI.   Batasan ini menyangkut territorial  dan  keduanya  bukanlah  sebagai  kelompok etnis melainkan komunitas  atau  kalau seorang Bajo sudah pindah ke darat maka ia tergolong ke dalam kelompok BAGAI sedangkan seorang Bagai yang pindah kehidupan (mata-pencaharian)  ke  laut   maka ia  tergolong ke dalam kelompok SAMA.



Bahwa orang BAJO merupakan makhluk istimewa ciptaan Allah,  bukan sekedar retorika   tetapi  kenyataannya memang demikian adanya  ;

Pertama, bahwa Tuhan menciptakan bumi bagian lautan tempat mereka menetap jauh lebih luas dibanding bagian daratan  sedangkan penghuninya berbanding terbalik: penduduk daratan jauh lebih banyak dibanding mereka yang bermukim di laut.   

Kedua, pemerintah dan atau pemangku adat setempat membatasi kepemilikan lahan untuk BAGAI, baik untuk keperluan perumahan,  kebun, dsb dibatasi  dan dipersyaratkan memiliki sertifikat dan membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan),  Penggunaan lahan harus sesuai kepemilikannya bila menggarap  di luar kepemilikannya tentunya akan menghadapi amukan massa  sebelum diatasi  aparat penegak hukum.   Tidak demikian keadaannya kaum SAMA  yang menetap di laut, mereka bebas  menebang pohon bakau dan membangun rumah tanpa batasan luas lahan.   Lahan usahanya sebagai nelayan tidak dibatasi,  bebas  menangkap ikan melewati batas desa, batas kabupaten, dan batas propinsi (kecuali batas negara), untuk semua itu mereka tak perlu membuat sertifikat dan membayar PBB alias gratis tis tis. 

Ketiga, ketika  BAGAI melaksanakan mata-pencaharian  dia perlu menanam bibit,   membutuhkan modal awal yang relatif besar,  butuh pemupukan dan pemeliharaan,  disiram secara berkala,  ditunggu berbulan bahkan bertahun untuk tiba pada musim panen,  selama dalam pemeliharaan akan berhadapan dengan hama dan penyakit dan  Kebun harus dipagari agar usaha dapat lebih aman.   Sedang  SAMA  tentunya tidak  akan membutuhkan dan dipusingkan  itu semua  karena Bibit ikan, modal, pemupukan dan pemeliharaan, penyiraman, tidak perlu  menunggu massa panen, masalah hama penyakit, lahan usaha tidak perlu dipagari  dan sebagainya karena semuanya menjadi proses alami di laut yang mengikuti sunnatullah.  
 
Keempat, Bagi  BAGAI   menetap di daratan memiliki aturan bermasyarakat  yang harus diikuti secara bersama seperti  Pekarangan harus dijaga kebersihannya, tidak boleh buang sampah dan BAB (buang air besar) sembarangan harus pada WC yang tersedia.    Bagi  SAMA  yang menetap di laut tentunya  tidak memiliki permasaalahan seperti itu  karena laut yang selalu  bergerak bagi mereka bisa menjadi  pengatas atas semua itu.   

Tetapi .....

Dengan semua privilese yang disediakan Tuhan ini, bangsa SAMA  tetap menjadi kelompok termarginalisasi, terkebelakang  serta  semua kondisi inferiority complex yang menyertainya sejak dulu. Sekitar 10 – 20 tahun lalu di Sulawesi Tenggara (negeri saya) orang Bajo dianggap warganegara kelas dua, sehingga banyak orang Bajo yang tidak mau mengaku Bajo, bahkan berlagak Bagai (pababagai).

Saya pernah bercukur di Pasar Mandonga, Kendari. Tukang cukurnya nanya :
(+) Bapak orang apa?                        (–) Saya orang Bajo.
(+) Hah .... tidak mungkin ....            (–) Kenapa?
(+) Putih, ganteng, rambut lurus ....   (–) Huh .... jadi orang Bajo harus hitam, jelek, keriting, begitu ?

Inilah gambaran prototip bangsa SAMA di mata BAGAI.

Hampir semua ilmuwan domestik maupun asing yang melakukan penelitian tentang berbagai aspek kehidupan bangsa SAMA  berakhir dengan kesimpulan  “ tidak ada kesimpulan ”,   kebanyakan mereka tiba pada konklusi yang mengambang, sehingga menjadi bahan diskusi berkepanjangan yang pada umumnya tidak menghasilkan kesepakatan.     Tetapi orang Bajo (SAMA)  sendiri tidak merasakan dampak apa-apa dari hasil penelitian itu, bahkan mereka tidak tahu bahwa mereka diteliti.   Mereka dikategorikan kelompok marginal  tetapi mereka justru merasa nyaman dalam kondisi marginal itu.


Bajo berumah Perahu
Tengoklah kehidupan orang Bajo klasik,  Mereka tinggal di rumah sederhana  diatas laut, yang bergoyang  bagai  ayunan manakala diterjang gelombang atau diterpa badai.  Banyak rumah yang pintunya tidak berdaun,  karena fungsi daun pintu untuk  mencegah masuknya pencuri bgi mereka tidak perlu karena tidak ada isi rumah mereka yang perlu dicuri.   Kalau sudah menjual hasil tangkapannya, biasanya uangnya dibelanjakan sampai ludes  dibelikan bahan makanan dan barang-barang yang bahkan sebetulnya tidak dia butuhkan atau belum mendesak.  Mereka tidak memikirkan tabungan  karena setiap hari laut menyediakan ikan yang siap tangkap dan langsung bisa jadi uang. Mereka sangat menikmati kondisi hidup seperti itu,     FABI AYYI ALA IRABBI KUMA TUKADZDZIBAN   Maka nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan  ?.

Kalau sudah kenyang, mereka berbaring tanpa baju,  Angin masuk dari segala penjuru :  pintu, jendela dan lantai (dalagang)   angin laut bebas virus  sehingga orang Bajo tak kan terserang flu.   Wah .... rasanya seperti di surga — menurut gambaran surga di benak mereka.     Para peneliti prihatin melihat kondisi kehidupan seperti ini,  di benak para peneliti  :   begitu banyak masalah yang membelit kehidupan mereka, tetapi bagi mereka sendiri hal itu bukan masalah, bahkan tidak ada masalah sama sekali.  Inilah masalahnya.

Yang menjadi pertanyaan  :   mengapa begitu banyak nikmat dan rahmat Allah yang telah diberikan kepada orang Bajo, tetapi mereka tetap terpuruk di bawah garis kemiskinan  ?.



Tidak dapat disangkal bahwa pada umumnya orang Bajo berada pada kondisi keterbatasan dan tersandera   dengan pengertian  “ tidak bisa menentukan nasibnya sendiri ”.   Mereka memproduksi ikan sebagai salah satu bahan makanan pokok utama,  tetapi mereka tidak bisa menentukan sendiri harga produksinya, melainkan sangat tergantung pada perilaku pasar (market behaviour).  Sebagai contoh : jika hasil tangkapannya 1 keranjang dibawa ke tempat pelelangan ikan, harganya bisa mencapai Rp 100 ribu. Jika hasil tangkapannya 2 keranjang, maka harga otomatis jatuh, menjadi Rp 50 ribu per keranjang, total Rp 100 ribu juga.  Dan jika hasil tangkapannya mencapai 4 keranjang, harga ikan jatuh lebih parah, menjadi Rp 25 ribu per keranjang. Total, kembali pada angka Rp 100 ribu. Kesimpulannya, peningkatan produksi tidak sejalan dengan peningkatan pendapatan. Akibatnya, kehidupan ekonomi masyarakat nelayan tetap stagnan, tidak pernah beranjak dari bawah garis kemiskinan.

Kondisi tersebut sebetulnya sebuah anomaly ekonomi yang melenceng dari logika penalaran normal,  karena  Pelaku ekonomi nelayan (fishery) tidak membutuhkan input modal produksi yang besar,  Tuhan  telah menyediakan bentangan alam berupa samudera dengan luas tidak terbatas secara gratis,  dalam usaha tidak perlu berurusan  hama  penyakit ikan dan  Peralatan produksi biasanya dapat digunakan lama hingga ke turunan  namun realitanya mereka tidak dapat berkembang sebagaimana masyarakat BAGAI yang didaratan.   Arinya sebesar apapun produksi mereka tidak akan mampu peningkatan hidup mereka karena tidak didukung dengan kekuatan social, ekonomi dan budaya  yang mumpuni , sehingga mereka hanya berpegang pada kemampuan untuk berproduksi  yang mudah di rauf dari laut tapi mengekonomiskannya dengan baik mereka tak mampu atau tidak terkondisikan dengan baik. 
  
Tentunya ini menjadi PR bagi kita semua , untuk bagaimana mengatasi  budaya hidup mereka  yang sekarang  agar menjadi lebih baik  yang mampu mendukung kesejahteraan dan taraf hidup mereka sebagaimana warga Negara RI yang lain.  Sehingga hasil produksi mereka mendapat harga  atau nilai yang sebanding  dan bagaimana mereka dapat menata kehidupan mereka kearah yang lebih  baik,  jika perlu bagaimana mereka dapat memiliki pemukiman yang tetap namun didukung  dengan sumber kehidupan yang  tetap  terjaga  masih seputar perikanan. 
drLamanFB/SiradjuddinNazirWarga Bajo di Kendari



Hidup dilaut berkawan  Ombak dan Badai,
Suku BAJO penghuni lautan yang berjiwa Bahari.

Senin, 11 Juni 2018

FILM " KISAH CINTA DATU MUSENG dan MAIPA DEAPATI (Daeng Nipati) "

NusanTaRa.Com
byAldhYRenaldYLugiS, 04/01/2018

Kisah cinta Datu Museng & Maipa Deapati berawal dari Tanah Galesong. Galesong dulunya merupakan pusat Angkatan Laut kerajaan Gowa  yang merekrut pemuda dari berbagai daerah kekuasaannya. Tersebutlah AdeArangan dari Kesultanan Sumbawa yang datang memperkuat Angkatan Laut kerajaan Gowa di Galesong yang kemudian  kawin dengan gadis bangsawan Galesong hingga melahirkan beberapa orang anak  diantaranya Karaeng Gassing.

Anaknya Karaeng Gassing setelah dewasa kawin dengan gadis Galesong hingga membuahkan seorang anak bernama I Baso Mallarangang lebih dikenal dengn nama Datu Museng.   Pada usia 3 tahun kedua orang tua Datu Museng dibunuh oleh pasukan Belanda. Ade Arangan kemudian memelihara cucunya dan menyelamatkannya dengan membawa ke negeri kelahirannya di kesultanan Sumbawa.  Sesampai di Sumbawa, Ade Arangan diterima baik oleh Sultan Sumbawa dan ia diberi tempat dan lahan perkebunan.  Datu Museng yang sudah memasuki usia kanak-kanak disuruh mengaji di surau yang diasuh Kadi Mampawa. Disana ia bertemu Maipa, putri Sultan Sumbawa.

Setelah dewasa, di surau tempat Datu Museng menuntut ilmu ia melihat Maipa yang sudah tumbuh menjadi gadis cantik sedang bermain cincin dan Cincin permatanya jatuh ke kolong rumah. Datu Museng kemudian dengan cepat mengambilkan cincin Maipa di kolong rumah kemudian naik keatas untuk memberikannya kembali. Sebelum memberi, Datu Museng kemudian berkata  ”  Cincinmu telah kucincin, aku tak kan memberikan bila tidak memperistrikanmu. Dari situlah awal cinta Datu Museng – Maipa mulai terajut  ".

Jalinan Cinta kedua sejoli ini terhalang karena ternyata Maipa sudah dijodohkan dengan orangtuanya sejak masih kecil dengan pria bangsawan Lombok bernama Mangalasa. Mangalasa yang sudah dewasa sering ke Sumbawa dan melihat Maipa sudah tidak cinta padanya,tapi sudah beralih ke Datu Museng. Ini membuat Mangalasa marah.

Dalam kondisi demikian, Kakek Ade Arangan menyarankan kepada Datu Museng agar pergi ke negeri Arab menuntut Ilmu Sufi serta ke Madina untuk mencari ilmu Bunga Ejana Madina.   Dengan kedua ilmu ini Datu Musneg bisa mejadi seorang sufi atau ulama serta bisa menjadi seorang ksatria dambaan setiap wanita. Sementara Maipa yang ditinggalkan Datu Museng terus mengurung diri dalam kamar ia hanya ingin bertemu Datu Museng.   Singkat cerita,  setelah Datu Museng kembali dari negeri Arab berbekal ilmu yang ia dapat disana dengan lengkap.   Di istana kesultanan  diadakan pertandingan permainan raga dengan mengundang pemuda yang ada di pelosok,  tujuannya untuk menghibur tuan putri Maipa agar keluar dari kamarnya.

Dari sekian banyak pemuda yang memainkan raga tak satupun yang mampu bermain  raga dengan baik demikian juga dengan permainan yang ditampilkan   I Mangalasa.   Sultan Sumbawa kemudian minta I Mangalasa untuk memberikan raga itu pada Datu Museng.   Setelah Datu Museng mendapatkan bola raga ia memainkannya meski pertamanya ia sering salah-salah  karena pikirnnya selalu tertuju pada Maipa.  Namun setelah kakek AdeArangan berteriak,  “  Perbaiki permainanmu datu Museng  ”  teriakan itu didengar oleh Maipa,  hingga Maipa beranjak keluar dari kamarnya untuk menyaksikan. Setelah melihat sekilas wajah Maipa, Datu Museng kemudian bangkit semangatnya dan mempermainkan bola raga dengan piawai.

Walau Maipa hanya sebentar menampakkan wajahnya di jendela, dan ia kembali ke kamarnya, tapi hati Datu Museng sudah terobati. Terakhir bola itu kemudian ditendang setinggi-tingginya keatas langit, kemudian jatuh diatas bumbungan istana, lalu menggelinding ke jendela dan bola itu terus berguling masuk ke kamar Maipa hingga naik dipembaringannya, membuat Maipa jatuh sakit.   Sakitnya Maipa membuat Sultan Sumbawa makin gelisah.Sudah banyak dukun yang didatangkan namun tak satupun bisa mengobati sakitnya. Atas petunjuk seorang ahli nujum, tuan putri ini bisa sembuh  kalau didatangkan pemuda yang sering disebut dalam tidurnya,  Pemuda yang sering disebut adalah Datu Museng.

Karena Sultan sayang pada putrinya  maka iapun memanggil Datu Museng, tak lama kemudian  Datu Museng datang yang disambut gembira  ala raja.  Setelah masuk ke pembaringan tuan putri iapun menyuruh semua orang untuk keluar kamar.  Maipa yang menyebut nama datu langsung berkata, “  Aku Datu Museng, kami sudah ada di dekatmu  ” setelah diobati, mata tuan putri perlahan-pahan terbuka, akhirnya ia melihat wajah Datu Museng. Dari situlah penyakit Tuan putri  sembuh.   .Namun untuk sembuh totalnya  Datu Museng menyarankan, agar pada bulan purnama ia turun mandi di sungai yang ada di dekat istana.   Ia mengingatkan untuk tidak  kaget  kalau saat bencana akan tiba,  yakni angin topan disertai hujan lebat  akan membuat perkampungan porakporanda, aku ada dibelakangmu dan aku akan membawamu lari.   Setelah itu Datu Museng dan Maipa keluar kamar   membuat kedua orang tuanya sangat gembira karena putrinya sudah sembuh, Ia kemudian memberitahu, bahwa ia disuruh mandi di sungai pada malam bulan purnama.

Ketika tiba bulan purnama  Maipa kemudian turun ke sungai diantar dayang-dayang dan pengawal istana,  tiba-tiba bencana angin topan datang disertai hujan deras membuat para dayang-dayang terlempar kena angin  tak ayal  tuan putripun ikut terlempar  tapi cepat ditangkap Datu Museng untuk selanjutnya dibawah lari ke rumahnya.    Peristiwa hilangnya tuan putri itu membuat hati kedua orang tuanya semakin sedih Ia kmudian mencari kesana kemari namun tak diketahui kemana rimbanya. Terakhir terdengar kabar bahwa Maipa ada di rumah Datu Museng.

Para pengawal yang disuruh datang ke rumah Datu Museng untuk meminta supaya Maipa dikembalikan namun Maipa tak mau  karena ia sudah kawin lari dengan Datu Museng, kecuali kalau perkawinannya direstui oleh kedua orang tuanya. Dari sekian banyak pengawal yang meminta paksa Maipa pulang tak satupun yang bisa berhasil, karena ia dihadang oleh kakek yang memiliki pedang sakit Lila Buajaya (lidah buaya).

Kemudian tiba gilirang I Mangalasa mendatangi rumah Datu Museng untuk minta secara paksa agar Maipa pulang keistana, kedatangannya disertai Tubarani dari Lombok.  Ketika pasukan Mangalasa menyerang rumah Datu Museng, ia dihadang oleh kakeknya Ade Arangan, kemudian Mangalasa berduel satu lawan satu dengan Datu Museng.  Keris Datu Museng bernama Mattonjong Gadinna terkenal sakti hingga membuat Mangalasa tak berdaya. Keris pusaka itu kemudian melengket di dada Mangalasa, hingga membuat ia tak bisa berkutik, namun Datu tak membunuhnya, karena sudah minta ampun.   Kekalahan pasukan Mangalasa kemudian dilaporkan pada Sultan Sumbawa Dato Taliwang. Dato Taliwang kemudian menjawab  bagaimana mungkin kamu bisa diambil menantu  kalau menghadapi dua orang saja tidak bisa, apa lagi menghadapi rakyat banyak, Dengan alasan itulah  pinangan Mangalasa ditolak dan sebaliknya Sultan memanggil Datu Museng dan Maipa untuk merestui pernikahannya.

Setelah jadi suami istri, Datu Museng kemduian dinobatkan sebagai Panglima Perang di Sumbawa. Beberapa bulan kemudian terdengar kabar di negeri leluhurnya di Galesong  tentara Belanda membunuh banyak keluarganya, hingga membuat hatinya terpangil pergi kenegeri leluhurnya  membela keluarganya.  Ia dan isterinya Maipa berlayar ke Mangkasara dan mendarat di Pantai Losari. Kedatangan Datu dan istrinya dimata-matai oleh tentara Belanda hingga ia ketahuan. Sementara Tumalompoa (Belanda) yang ingin melenyapkan Datu Museng dan merebut istrinya Maipa. Ia kemudian memperalat Daeng Jarre juga Datu Jereweh untuk memata-matainya.

Tumalompoa kemudian merekrut para tubarani, diantaranya Karaeng Galesong untuk menumpas pemberontakan Datu Museng, namun selalu kalah. Terakhir Tumalompoa mendatangkan pasukan secara besar-besaran.   Dalam kondisi terjepit, Datu Museng kemudian menghampiri istrinya Maipa dan menanyakan  apa permintaan terakhirmu  sebab musuh sudah mengepung kita dan sebentar lagi kita akan mati.

Maipa kemudian menjawab, “  saya lebih suka mati di tangan suamiku daripada kulit saya disentuh oleh Tumalompoa, apa lagi jika dijadikan  sebagai istrinya  ”, lalu apa maumu.?,   Tanya Datu.  “  Aku lebih suka mati ditanganmu Datu dengan kerismu dari pada aku jatuh dipelukan Tumalompoa   ", Maipa..! teriak Datu.

Ketika musuh sudah mendekat, Maipa kemudian minta agar Datu segera melaksanakan permintaannya dengan mengelus keris di lehernya hingga menemui ajalnya. Sebelum permintaan itu dikabulkan, Datu Museng sempat berpesan. “  Kalau adinda sudah jalan duluan menghadap Ilahi, kalau saya tak menyusul di waktu duhur, tunggu di waktu ashar, tapi kalau tak ada di waktu ashar, pasti saya datang menemuiamu di waktu magrib  ”. Sertelah itu Datu kemudian melaksanakan permintaannya dengan menusuk leher Maipa hingga menemui ajalnya. Setelah itu, mayat Maipa didudukkan di ruang tengah.

Ketika pasukan Belanda mendekati rumah Datu Museng, banyak pasukan Datu Museng mati tertembak. Disaat memasuki waktu duhur, Datu Museng masih sempat melawan, demikian juga di waktu asar, tetapi ketika memasuki waktu Magrib,walau Datu Museng masih bisa melawan, tetapi janjinya pada Maipa Deapati sudah sampai dan ia segera menyusul. Apa lagi ia sudah melihat bayangan Maipa di ufuk barat sudah melambai-lambai, maka ia memasrahkan dirinya pada Karaeng Galesong untuk membunuhnya.

Ketika melihat Datu Museng sudah terbunuh,Karaeng Galesong kemudian segera berlari masuk ruang tengah  dan didapatinya Maipa sedang duduk, Iapun memboyong Maipa keluar dan menaruhnya diatas kereta kuda Tuan Malompoa. Tumalompoa yang bersorak ria merayakan kemenangan, lalu naik kereta kuda duduk dekat Maipa. Disaat kereta kuda itu berlari diatas jalan berbatuan, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kucuran darah Maipa membasahi baju Tumalompoa. Kondisi ini membuat Tumalompoa marah. Ia merasa ditipu oleh Karaeng Galesong, maka Tumalompoa kemudian memerintahkan pada pasukan Belanda untuk membunuh Karaeng Galesong hingga akhirnya Karaeng Galesong mati di tempat itu juga.....

Aktor   :  Saheer Sheikh (Datu Museng) dan Hans de Kraker (Tomalompoa)
Artis   :   Fildzah Burhan (Maipa Deapati. 
Film Genre : Aksi Derama
Di Prodksi  :  Paramedia Indonesia
Sutradara  :  Rere Art2tonic
Dari Kisah nyata Kerajaan Makassar dan Sumbawa tahun 1657-1659
drLamanFBPerkumpulaNBugiSSeduniA

Kisah Datu Museng dan Maipa Deapati,
Kisah Masyarakat Makassar menegakkan Harga Diri.

Jumat, 27 April 2018

LIMA MENU MAKANAN YANG TERMASUK TERMAHAL DI ASIA TENGGARA.

NusanTaRa.Com
byDannYAsmorO, 10/2/2018


"  Ada harga,  ada rupa.  Berikut adalah makanan termahal dari Asia Tenggara yang dijamin bakal bikin siapapun terpukau karenanya.  "



Hal yang sangat kita ingat saat mengunjungi suatu negara selain pemandangan yang tersaji di sana tentunya keelokan Gadis negara tersebut dan Penganan Kuliner yang menjadi menu khas daerah tersebut.   Negara Asia Tenggara bukan saja kaya akan keragaman cita rasa kuliner yang menjadi kebuthan manusia, tapi daerah ini juga ternyata memiliki kuliner  dengan harga yang selangit  dan masuk dalam daftar termahal di kawasan tersebut.    Selama ini banyak diantara kita yang hanya mengira bahwa  hanya  KOPI LUWAK  yang dianggap sebagai makanan mahal dari Asia Tenggara, namuun ada empat menu makanan  dibawah ini  juga sama-sama memiliki harga selangit dan membuat kita harus merogoh kocek cukup dalam bila ingin mencicipinya terlebih bila bareng dengan Handai.

Jamur Morel Kahsmir - Myanmar 







Jamur yang memiliki bentuk unik ini yaitu JAMUR MOREL merupakan jamur yang biasa ditemukan di kawasan Asia Tengah., tapi ternyata, siapa sangka iklim kawasan utara Myanmar yang dingin   karena berbatasan langsung dengan jalur pegunungan Himalaya   juga menjadi tempat terbaik untuk tumbuhnya jamur ini. Bertekstur layaknya spons, jamur ini sama sekali tidak berbau, namun memiliki kualitas rasa yang sangat lezat ketika diolah.  Mungkin sulitnya menemukan  jamur morel Kashmir hingga harga di pasaran saat ini bisa mencapai Rp 8 juta per kilogramnya .

Ayam Cemani – Indonesia

Termasuk ternak yang langka karena ia diyakini memiliki makna magis, sehingga di daerah tertentu ayam ini menjadi persyaratan tertentu untuk ritual budayanya,  ayam ini berwarna hitam di sekujur tubuhnya bahkan hingga ke bagian bola matanya.   Spesies ayam yang hanya diternakkan di Indonesia ini rata-rata memiliki harga jual sekitar Rp 3 juta per ekornya.   Ayam Cemani ini dulunya   banyak diekspor ke luar negeri namun untuk alasan kesehatan dan keterbatasan produksi kini hanya dibolehkan ekspor dalam bentuk daging potong. 
Biasanya, daging ayam cemani dimasak untuk melengkapi kebutuhan sajian ritual di sebagian budaya Jawa dan disebut memiliki cita rasa daging yang sangat gurih.  Untuk mendapatkannya diipasaran biasa tentunya sangat sulit selain memesan pada yang menjuanya secara khusus maklum ini disamping memiliki kepemalian dalam memiliki juga dalam pemeliharaannya juga sulit tidak seperti ayam biasonya.

Sarang Burung Walet – Thailand

Sejatinya, sarang burung walet dapat dibudidayakan di beberapa kawasan lain di Asia Tenggara, namun hanya kawasan Chiangmai di utara Thailand-lah yang memiliki kualitas terbaik hingga saat ini. Sarang ini tercipta hampir seluruhnya dari air liur burung walet, dan disebut memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti kalsium, mineral, dan zat besi. Biasanya, bahan pangan dengan kisaran harga Rp 30 juta per kilogram itu disajikan sebagai penyedap sup di banyak restoran masakan China.

Kopi Luwak – Indonesia







Ini nih salah satu varian kopi yang sangat melegenda di dunia. Kopi yang diambil dari kotoran luwak ini disebut memiliki tingkat keasaman yang pas, sehingga mampu menonjolkan cita rasa dan aroma kopi yang lebih kuat. Kopi ini banyak dibudidayakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan biasanya dijual dalam bentuk biji kopi utuh. Harga yang harus dibayar untuk membeli satu ons kopi luwak adalah sekitar Rp 5 juta.

Laksa Chinoz - Malaysia

Mie Putih biasa disebut Laksa merupakan nama salah satu makanan khas Malaysia, dan biasa dijual dengah harga murah di banyak tempat di negeri jiran. Namun, berbeda dengan Laksa Chinoz ini. Dibanderol seharga Rp 530 ribu per porsi, laksa ini merupakan salah satu menu andalan di restoran Chinoz on the Park di dalam Menara Kembar Petronas. Isiannya sederhana, namun hal, yaitu terdiri dari mie buatan tangan, satu ekor lobster yang diimpor dari negara bagian Maine di Amerika Serikat, irisan cabai merah, timun, dan sejumput taburan daun mint.



Ada Rasa ada Harga,
Makanan Asia tengga perlu untuk di Coba.

Senin, 16 April 2018

KONFERENSI TINGKAT TINGGI ULAMA SEDUNIA PERTAMA AKAN DISELENGGARAKAN DI INDONESIA


NusanTaRa.Com
byKariTaLa LA, 9/4/2018.



Untuk pertama kalinya konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama se Dunia (Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyat Islam (HLC-WMS))  akan digelar  di Bogor pada 1-3 Mei 2018, konferensi ini akan dihadiri Ulama, Cendikiawan Muslim dan tokoh Muslim  dari sekitar 50 negara termasuk dari Amerika dan Eropah.   Dalam pertemuan  perdana tersebut  para peserta akan membahas  seputar Islam Moderat yang berkembang di Indonesia kepada dunia.    "  Event besar ini dan pertama kali dalam sejarah ulama membicarakan wasathiyyah (moderat) Islam secara khusus  ",  Ujar SiDin Din Syamsuddin,  Jakarta, Senin (9/4).

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama Dunia  yang akan diselenggarakan di Bogor, 1-3 Mei  2018 mendatang  rencananya  akan di buka  Presiden Joko Widodo (1 mei pagi)  dan kemudian akan ditutup oleh wakil Presiden  Jusuf Kalla (3 mei siang).    Kegiatan ini merupakan HASIL  inisiasi dari Indonesia atau Kantor Utusan Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama antar Agama dan Peradaban,   bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan konsep wasathiyyah Islam untuk menjadi ciri dan identitas kehidupan umat Islam baik dalam skala nasional dan di tingkat global di dunia.

Untuk menyambut KTT ini akan diadakan juga Halaqah sebanyak empat kali di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Uhamka, Universitas Ahmad Dahlan, serta Universitas Muhammadiyah Surakarta.   Halaqah dapat diartikan sekelompok pengajian atau perkumpulan  yang melaksanakan aktipitas atau pembahasan  islamik yang dipimpin seorang narasumber atau pengarah  untuk membahas dinul Islam sehingga ditemukan pemecahan yang islami.

Ulama  adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupum masalah sehari hari yang diperlukan baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan  atau  orang  orang islam  yang ahli dalam ilmu agama Islam.   Pertemuan  mempromosikan Islam rahmatan lil alamin kepada masyarakat luar negeri dan dalam negeri, sekaligus  membahas mengenai konsepsi dan implementasi Islam yang Wasathiyyah (jalan tengah yang adil) yang berkembang di tanah air.   "  Sejatinya Wasatiyyah menekankan jalan tengah, menyelesaikan masalah dengan konsultasi, berpegang pada prinsip kebenaran, dan dinamika serta kemajuan dalam peradaban Islam dunia  ",  Ujarnya  SiDin Din Syamsuddin. 

Steering Committee KTT Islam Wasathiyyah Helmy Faisal Zaini menambahkan kegiatan ini menunjukan Islam adalah agama yang ramah, bukan agama yang marah, agama yang mengajak bukan mengejek dan agama yang merangkul bukan memukul. "  Komitmen kita (Indonesia) turut mendukung dakwah Islam toleran mengajarkan perdamaian  ",  Ujar SiDin Helmi.   Tentu maksud tersebut bukan sekadar dengan kriteria moderat, toleran, dan tenggang rasa semata, tapi lebih jauh perlu prinsip baru yang benar-benar mencirikan Islam sehingga kecenderungan ekstremis, radikalis, dan sifat negatif lainnya bisa teratasi bersama-sama.    "  Kami akan sampaikan pesan Islam ke semua piahk, mengutamakan Islam Wasathiyyah yang menjadi ciri khas umat Islam. Sehingga dunia Islam tidak keliru  ",  Ujar SiDin lagi. 

Konsep Islam wasathiyyah yang dianggap sangat cocok dengan kondisi Indonesia yang memiliki keberagaman agama dan budaya akan disodorkan pihak penyelenggara  untuk menjadi bahasan, sehingga  hasil dari KTT ini nantinya mampu mengatasi krisis peradaban global yang oleh banyak pakar disebut bahwa dunia ini sedang mengalami ketidakteraturan, ketidakpastian, dan mengakibatkan banyak kerusakan dan  Konsep inilah yang bisa menjadi cikal bakal konsep untuk ditawarkan kepada negara-negara lain yang ikut dalam KTT.   "  Nantinya setelah kegiatan ini, kami akan melakukan beberapa kegiatan di luar negeri dengan mempromosikan kerukunan umat beragama dari pengalaman di Indonesia  ",  Ujar SiDin Din Syamsuddin. 

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Indonesia akan mempromosikan tiga konsep persaudaraan atau ukhuwah,   "  Ada konsep triukhuwah, yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah. Apa pun perbedaan yang ada di antara umat Islam, ada payung ukhuwah yang bisa menyelesaikan  ",  Ujar SiDin Helmy Faishal Sekrestaris penyelenggara, Senin (9/4).   Konsep ukhuwah Islamiyah, adalah persaudaraan sesama umat Islam sehingga seharusnya semua perbedaan mazhab di antara umat Islam tidak menjadi hal yang dipertentangkan, apalagi menimbulkan konflik. Konsep ukhuwah wathoniyah adalah persaudaraan dalam ikatan kebangsaan sehingga sesama umat Islam yang memiliki kebangsaan yang sama tidak saling bertentangan dan berkonflik.

Tokoh utama dari ulama Muslim sedunia khsusunya akan hadir diantaranya Syaikh Al Azhar Imam Terbesar Syeikh Ahmad Thayyib bin Thayyib. Kemudian ada juga Syeikh Abdullah bin Dayyah yang memimpin sebuah organisasi bernama Forum Perdamaian di Masyarakat Muslim yang berkedudukan di Abu Dhabi. Untuk menyambut KTT ini akan diadakan juga Halaqah sebanyak empat kali di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Uhamka, Universitas Ahmad Dahlan, serta Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ulama jawaban permasalahan Agama,
KTT Ulama menemukan konsep Moderat Islam mendunia.

Jumat, 06 April 2018

ROUGH GUIDE, SKOTLANDIA NEGARA TERINDAH DI DUNIA 2017 DAN INDONESIA URUTAN KE-6







NusanTaRa.Com
byIndaHPalloranG, 15/1/2018.

Indonesia Negara  kepulauan yang bertaburan di bumi khatulistiwa bak batu manikam setidak  demikian sair salah satu lagu Band KoesPlus ditahun 70-an, tidaklah sebuah pujia saja setidaknya ditahun 2017 karena  menduduki  posisi ke enam sebagai Negara terindah.    Ketetapan tersebut setelah Rough Guide  mengumumkan 20 negara paling indah di dunia dari hasil  jajak pendapat yang diambil dari para responden pembaca Rough Guide. 

Rough Guide majalah yang memuat  petunjuk tentang tourisme yang terbesar di muka bumi dan tentang music dunia  yang juga memilki terbitan diberbagai Negara,  majalah ini menjadi panduan wisata yang paling popular dan banyak menjadi panduan para wisatawan dalam mendapatkan info pariwisata sehingga dengan peminat yang tinggi maka responden yang masuk tentang wisatawan cukup akurat.     Untuk tahun 2017 hasil pilihan responden tentang  Negara terindah  menetapkan Negara yang masuk ke dalam Britania Raya, dengan "  Skotlandia   "  menduduki posisi teratas dan Negara Kanada  yang dikenal akan keramahan penduduknya  berada di posisi kedua.

Musim salju, bangunan kuno  dan  pemandangan alam nan indah menjadikan negara yang beribu kota di Edinburgh itu menjadikannya pilihan  utama para responden untuk menduduki peringkat teratas Negara terindah.   "  Siapa yang dapat menolak pantai-pantai yang liar, teluk dalam, dan kastil-kastil kuno untuk menjadi pemandangan paling menakjubkan dan indah di dunia  ",  Ujar  tulisan Rough Guide.  Sementara Negara tetangganya yang memiliki sejarah, geografi dan budaya yang hampir sama seperti Inggris menduduki posisi ke tujuh dan Wales berada di posisi ke 10.
Vietnam Rice Farm
Hasil keputuusan tersebut oleh Rough Guide disambut gembira Kepala Eksekutif VisitScotland, Malcolm Roughead,  yang meyakini bahwa penetapan gelar tersebut akan membuat Skotlandia makin dikenal  dan lebih mendukung pertumbuhan dunia pariwisata di negaranya.  "  Kami sangat senang bahwa Skotlandia telah menerima penghargaan yang luar biasa dari pembaca Rough Guide, tapi tentu saja itu tidak akan menjadi kejutan bagi siapa pun yang pernah berkunjung ke negara kita yang indah  ",  Ujar SiDin Roughead, dikutip dari Independent, Senin (4/9/2017).

Penetapa tentang Negara terindah oleh Rough Guide tentunya sangat mendukung bagi pertmbuhan dunia pariwisata dunia karna akan menjadi salah satu pegangan bagi traveler  dalam melakukan perjalanannya untuk mendapatkan situasi yang mereka inginkan.    Kebijakan Rough Guide dalam penetapan 20 negara terindah di dunia setiap tahunnya tentunya sangat  mendukung dunia pariwisata dan dapat jadi pegangab  “, Ujar SiDin SompuLaGend  pengamat pariwisata yang cukup  LegenD sebagaimana dikutip NusanTaRa.Com 4/1/2018.  Seperti Penetapan Indonesia dalam daptar urutan tersebut dengan sendirinya para pembaca yang tidak tahu akan Indonesia, tentunya dengan penetapann tersebut akan terkocek hatinya untuk mengetahui lebih jauh.

Keputusan tersebut tentunya sangat membanggakan Negara Indonesia yang terdiri dari lebih dari 14.000an pulau yang berhamburan dikhatulistiwa dengan urutan ke-6, sekaligus menempatkan sebagai Negara Asia pada urutan teratas,  karena dari 20 negara asia diwakili hanya 3 negara yaitu Indonesia urutan ke-6, India urutan ke-13 dan Vietnam urutan ke-20.  Keragaman keindahan geografis, Budaya dan sejarah menjadi latar pilihan para responder yang tentunya harus kita jaga dan kembangkan sebagai satu milik dunia.

Responden tersebut bukan hanya memilih  negara terindah tapi juga memberikan banyak komentara  yang membuat para Respnden terbuai dan mengagumi  daerah/Negara  yang menjadi pilihannya,   "  Dari pemandangan indah ke tempat-tempat bersejarah yang menakjubkan, hingga ke pusat kota yang ramai namun indah, Skotlandia membuat orang-orang terkesima,"  Ujar SiDin Rough.    "   Tentu saja, pemandangan yang indah diikuti dengan tanggung jawab besar, dan kami mendorong baik para pengunjung dan warganya untuk menghargai aset alam Skotlandia dengan melindungi dan merawatnya untuk generasi mendatang   ",  Ujar SiDin Roughead.

Adapun 20 negara terindah 2017 yang  versi Rough Guide  :  1.  Skotlaandia,   2.  Kanada,   3.  Selandia Baru,   4.  Italia,   5.  Afrika Selatan,   6.  Indonesia,   7.  Inggris,   8.  Islandia,   9.  Amerika Serikat,   10.  Wales,   11.  Slovenia,   12.  Meksiko,   13.  India,   14.  Finlandia,   15.  Swiss,   16.  Peru,   17.  Norwegia,   18.  Irlandia,  19.  Kroasia,   20.  Vietnam.

"   Kampanye terbaru kami, Spirit of Scotland, didasarkan pada pengalaman para pengunjung yang mendapatkan perasan spesial ketika berada di Skotlandia...selalu ada hal berbeda tentang Skotlandia yang tak dapat mereka rasakan di tempat mana pun di dunia  ".

Toba Lake

Aneka warna melingkari langit,
Negeri Indah mengingatkan pada penguasa Jagat.