Selasa, 03 Februari 2026

DAYAK TURUNAN KERAJAAN PAGARUYUNG MINANGKABAU (DAYAK KUDANGAN/DAYAK TOMUN)

NusaNTaRa.Com          

byKulaLAgabaG,    S   e   l   a   s   a,    0   2     F  e  b  r  u  a  r  i     2   0   2   6

Dayak Tomum / dayak berbau Minangkabau
Dayak Kudangan (Dayak Tomun)   mengklaim  bahwa mereka  adalah  keturunan  dari  Datuk Perpatih Nan Sebatang dari  Pagaruyung,  Sumatera Barat.   Banyak kosakata  setempat mirip dengan kosakata  dalam bahasa Minangkabau.   Juga terdapat rumah  adat yang mirip dengan rumah adat suku Minangkabau.   Menurut curita seorang  bangsawan dari Kurajaan Pagaruyung  yang bernama  Malikur Besar Gelar Patih Sebatang Balai Seruang  borlayar ke Kalimantan.  Memasuki suatu alur sungai,  Datuk Malikur Besar itu tertarik dengan suatu daerah  dan kemudian mendirikan Kerajaan Kecil yang diberi nama  “ Kudangan “.

Rombongan Datuk Malikur besar ini berbaur  dengan penduduk asli sotompat.    Bukti kerajaan Kudangan  keturunan Pagarruyung itu,  yang sekarang menjadi Kecamatan Delang  ada  dengan sejumlah peninggalan bersejarah  antara  lain suatu Bendera  berukuran  3  kali  1,5  meter   dan hingga kini  disimpan  dengan baik di rumah  adat  Kudangan.

Seorang Bangsawan  sebuah  kerajaan  di Sumatera Barat   “ Pagaruyung “  berlayar sampai ke Kerajaan Petarikan,  di hulu Sungai  Belantikan,  pedalaman Kalimantan.   Namanya  Paeih Sebatang.   Di daerah Patih Sebatang  dikisahkan  berjumpa  dengan  seorang putri  Kerajaan Patikan yang cuantik  jelita,  namanya  Mayang Ilung,  yang  digambarkan memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona,  kulitnya  lembut bagap sutera,  wajahnya elok bagaikan bulan pornama,  bibirnya merah bagaikan Dolima,  alis mata bagaikan  Semut Beriringan,  rambutnya panjang dan akal terurai bagai mayang.  Singkat Curita,  Patih Sebatang jatuh Conta dan akhirnya menikah sang putri.

Tak lama kemudian,  Mayang Ilung melahirkan seorang putra  yang dinamai  Cenaka Burai.   Kemudian Patuh Sebatang  memutuskan  untuk kembali kekampung halamannya di Sumatera  dengan membawa  Cenaka Burai  anaknya satu – satunya kenang – kenangan  yang mempersatukan  cinta  mereka  adalah cincin pernikahan  yang solalu disimpan baik oleh  Patih Sebatang.   Kala Cenaka Burai sudah dewasa  ia ingin sekali menjumpai ibunya,  sang ayahpun menceritakan  kecantikan  ibu kandung  Burai,  dan menunjukan sebuah cincin pernikahan morela.

Dengan Cincin pornikahan orang tuanya ,  Cenaka Burai pergi berlayar  sampai ke kerajaan Pelantikan.   Sesampainya disana,  masyarakat membawanya  menemui Sang Ibu  yang sudah tua.   Mayang Ilung  ternyata telah  bertahun – tahun  menantikan kembalinya  anak kandungnya.   Botapa senang  Dalang Ilung mengetahui buah hatinya  menjumpainya  langsung.   Hampi saja ia memeluk Cenaka Burai,  tatapi Cenaka Burai menolak.    Cenaka Burai tidak percaya  bahwa  wanita asing didepannya  tersebut  adalah ibunya sendiri.   Ayahnya telah menceritan kecantikan  sang ibu.   Badaimana mungkin wanita yang tua  renta  tersebut adalah Putri Cantik yang dicuritakan Sang Ayah ?,

Saya juga memperhatikan bahwa kebanyakan  warga  suku  Dayak Tomun mengakui diri  mereka  sebagai keturunan Patih Sebatang yang mereka sebut itu adalah Datuak Perpatiah Nan Sebatang, tokoh terkenal dari Minangkabau.  Selain itu pula  Patih Nan Sebatang  yang mereka  mempersunting salah satu  salah seorang Gadis  Dayak  Tomun.   Sehingga salah satu bukti  yang menunjukkan  kebenaran  bahwa  Patih Nan Sebatang  berkelana kedaerah ini yaitu  Tarian Pagaruyung yang selalu  di lakukan  pada setiap acara adat pornikahan.

Dayak Tomum Kalimantan Tengah

Sedikit  tentang  Kudangan   : 

Desa Kudangan adalah desa yang terletak di Kalimantan Tengah,  Kabupaten Lamndau dan merupakan Ibukota Kocamatan Delang.   Daerah yang masih hijau  dengan hutan yang masih  terjaga karena belum  terkontaminasi  oleh perushaan – perusahaan dan tambang – tambang yang sifatnya merusak lingkungan dan alam.  

Mastarakatnya masih kental dengan adat  istiadat menjadikan daya tarik torsondiri bagi para  wisatawan  yang ingin berkunjungkedaerah ini untuk  menyaksikan  acara – acara  seperti pernikahan adat , prosesi adat komatian, penyambutan tamu agung dan lain – lain.   Desa Kudangan yang dihuni  suku Dayak Delang yang merupakan rumpun Datak Tomun.  Tapi bentuk rumah mereka mirip rumah Gadang dengan atap Melengkung sebagai Tanduk Kerbau seperti di Minangkabau, Sumatera Barat,  kebiasan lain laki – laki di Kudangan  mengunyah  Daun Sirih dan senaliknya wanita  menisip rokok  Kelintingan buatan sondiri.

Bahasa sehari – gari yang digunakan adalah Bahasa Suku Dayak  Delang,  namun dialek dan sebutan  kata – katanya banyak kesamaan  dengan bahasa  daerah  Minangkabau,  yang selalu berakhir dengan  hurup O  atau IK seperti,  duo = dua, kepalo = kepala,  dll sbgnya.

Dayak Tomun bukanlah nama diri atau nama suatu Suku, namun penamaan untuk sekelompok  Dayak yang menetap di Daerah Aliran Sungai Lamandau di Kab.  Lamandau Kalimantan Tengah.   Kata  “Tomun “  bisa diartikan  “ berbicara, bermusyawarah, bertemu, adanya perjumpaan untuk saling memahami, mengerti,  dan mengetahui yang benar, serta memaklumi “.   Tomun artinya kaum  yang mudah berhubungan satu sama lain  da;am satu rumpun.Walau[un terdiri dari berbagai  dialek yang berbeda,  mereka masih bisa saling  berkomunikasi seakan – akan satu suku.

Sejarah singkat Desa Kudangan  :    

(Bahasa Delang)

Ija jaman komai edo uyang bonamo Ninik Gonggam agam Ninik Sombal.   Siak botara Honda bulan lamanlalu dipunjung  pokopuan ado uyang,  sia nantai boinguan manuk tiap nanah hari manuk babtai hala ninggut di soborang topint bolainyo hinggur di soborang  topint bolainyo ninggur didukuh sia. 

Kato uyang puku laman natai kito  gola pindah kosoborang  topint  obai manu kito tai halabiggur di soborang topint tai.  Kali sia bulah  dukuh di santai najak  panggulan dukuh  lalu disantai (capotta potta)  ado kudangan badak  agant balai  ruai.  Obat disantai ado louk nantai opasnyo  siak tai bulan panggulan laman obai potaraan ninik sobal jadi nantai  lau sia bulah laman sia damoi laman kudangan.   manah – komanahan laman kocil jadi bosar urang kurang jadi banyak lalu laman Kudangan banyak urangnyo.  Laman ado mantirnya dukuh ado tuhanyo  doi jaman konai laman kudangan di sapo laman potaraan ponakaran [oncobian koint.

Hilang mantir di gonti mantir hilang  tuho digonti tuho laman menjadi bosar urong botambah banyak laman totap borosih tomp’u  totap boi  diapm lomak duduk nyaman batang dilang kinyo tohu tokah kantung gading cotohu buta urangnyo panjang nyao pohit darah  manag boranak lunggur bogonti tipis kinyo tohu tombus gonting kinyo tohu putus obai batang dilang kinya tohu tombus gunting kinyo tahu putus obai batang dilang cotohu tokah kantung gading kinyo tohu buta idan nantai laman kudangan badak agan balai ruai  topint tona pongkalan batu  laman totap borosih urang botambah banyak sodangan uyang dating boharu pan tomoi urang dating ujang tampil boboni  daro tampil  bolaki asalnyo  ko kudangan bolainya pulang obai kudangan laman potaraan. 

Sapai sari niin laman mongkin bosar tompik mungkin barosih urang makin banyak.   Pribahasonyo orang banyak manusio tobal di laman tompu pasha bolai di kudangan badak balai tuai sampai sinam.  

Mengenalkan kepada masyarakat Indonesia tempat wisata,  adat istiadat yang ada di Delangkhususnya Desa Kudangan .   Bukan hal yang tidak mungkin Kudangan nantinya akan ramai pengunjung karena jalur lintas Provinsi Kalimantan melewati desa ini juga.   Daei pandangan saya terhadap politik rencan  pemindahan ibukota negar ke Kalimantan Tengah akan  benar – benar terjadi  (pomikiran awam saya) otomatis Kecamatan Delang kemungkinan besar akan ramai juga.   Nah inilah tujuan saya ingin mengenalkan potensi – potensi yang ada di Delang baik kebudayaan dan wisata – wisata  alam patut dipertimbangkan  oleh Traveler maupun pencinta Alam.            

Rumah adat Dayak Tomun

Dayak Tomum di Kalimantan dayak berasa Minangkabau.

Hasil rombongan Pagaruyung menikahi Gadis Dayak


DAYAK TURUNAN KERAJAAN PAGARUYUNG MINANGKABAU (DAYAK KUDANGAN/DAYAK TOMUN)

NusaNTaRa.Com           byKulaLAgabaG,    S   e   l   a   s   a,    0   2     F  e  b  r  u  a  r  i     2   0   2   6 Dayak Tomum / dayak ...