NusanTaRa.Com
byKariTaLa LA, 29/08/2019
Menurut catatan badan dunia tentang sampah, Indonesia tercatata sebagai Negara penyumbang sampah terbesar kedua setelah China dan diperkirakan bahwa sampah yang dihasilkan di seluruh bumi telah mampu menutupi 1/2 permukaan laut yang ada dipermukaan bumi. Bencana Sampah ini tidak saja menjadi persoalan besar di daratan dengan problem kebersihan, kesehatan, keindahan dsbg tapi akhir-akhir telah menjadi satu masalah besar di perairan karena sampah yang merambah hingga kelaut telah menjadi ancaman bagi kehidupan biota di laut dan merusak habitat perairan laut, sebagaimana ujar SiGaluh Hj. Asmin Laura Hafied MH Bupati Nunukan, Kamis 29/08/2019.
Bahkan menanggapi kondisi sampah di laut yang cukup tinggi ini Susy Pudjiastuty Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia mengadakan kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terkait penangan sampah di laut sehingga terwujut Laut bersih dan Produktip bagi produk perikanan. Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2025 merupakan satu program Nasional yang telah dicanangkan Presiden Jokowi melelui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, sehingga ini otomatis menjadi tanggung jawab daerah di daerahnya untuk mensukseskannya. Hari ini Pemkab Nunukan merealisasikan program tersebut dengan Melaunching Gerakan Nunukan Bersih Menuju Nunukan Bebas Sampah 2025, yang menjadi ajang sinergitas Pemerintah, Rakyat dan Stake holder untuk mewujutkan Nunukan bersih tersebut.
Kebijakan penanganan Sampah Nasional mencakup pengurangan dan pengelolaan Sampah yang diwujutkan dalam Istilah 3 R yaitu Reuse = Pemanfaatan, Recycle = Daur ulang , dan Reduse = Pengurangan sampah, diharapkan ini mampu mewujutkan Nunukan bersih ditambah dengan Pengelolaan sampah yang lebih baik seperti penyiapan armada kebersihan, Petugas kebersihan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga bumi ini dari berbagai serakan sampah, sebagaiman Ujar SiGaluh Asmin Laura dalam sambutannya.
Diakhir acara Ibu Hj Asmin Laura Hafid MH melaksanakan peletakan batu pertaama pembangunan Mesin pengelola sampah penghasil Biolistri diseputar Pasar Liem Hie Djung diikuti beberpa pejabat seperti Ketua DPRD Kab. Nunukan Ibu Hj. Rahman Leppa dan Sekretaris Kabupaten Nunukan Servianus SH. Peresmian Nunukan Bebas Sampah 2025 juga diisi dengan acara Penanaman pohon di depan pasar berupa Pohon Trambesi oleh bupati dan pejabat daerah painnya, lokasi ini juga menjadi satu titik pantau dalam Penilaian Adipura 2020.
byKariTaLa LA, 29/08/2019
Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafied MH |
“
Dengan rahmat Allah yang mahakuasa,
Launching Gerakan Nunukan Bersih menuju Nunukan Bebas Sampah 2025 dan Gerakan Kampung Ilklim " saya resmikan, semoga Nunukan Bersih, Sehat
dan Indah dapat terwujut dalam kehidupan masyarakat Nunukan sebagai satu
kesatuan dengan gerakan bebas sampah Nasional 2025 yang telah dicanangkan
Presiden Jokowi “, Ujar SiGaluh Hj Asmin Laura Hafid MH, Bupati Nunukan Kamis,
29/08/2019. Pembukaan ini sebagai satu
bentuk realisasi dari Pemerintah
Kabupaten Nunukan atas perda Kabupaten Nunukan tentang Gerakan Bebas
sampah Nunukan tahun 2025 yang baru digelontorkan tahun 2019 tadi.
Acara
“ Launching Gerakan Nunukan Bersih menuju Nunukan Bebas Sampah 2025 “
diselenggarakn di Pasar Rakyat Liem Hie Djung Nunukan dihadiri Bupati Nunukan
Hj. Asmin Laura Hafid MH, Ketua DPRD
Kabupaten Nunukan Hj. Rahma Leppa,
Anggota DPRD Adama, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Servianus SH,
Kepala SKPD Sa Kab. Nunukan, Perusahaan
terkait, Siswa-siswa, Pengusaha, Tokoh masyarakat dll. Pasar Rakyat Merupakan satu lokasi Titik
Pantau Adipura Kab. Nunukan 2019 dan penyelenggaraan diharapkan dapat mendukung
capaian Piala Adipura 2020.
Pencanangan Gerakan Nunukan Bebas Sampah 2025 ini merupakan wujut kuat Pemerintah Daerah Nunukan untuk mendukung Program pemerintah pusat “ Mewujutkan Indonesia bebas sampah 2025 “ serta mewujutkan lingkungan yang hijau dalam pencapai piala Adipura 2020 nanti. Kabid Pengawasan Syafar Musahak SP, selaku panitia penyelenggara, mengatakan sebelumnya pemerintah telah melahirkan beberapa kebijakan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupten Nunukan seperti pelaksanaan Eco Office yang diselenggarakan di empat SKPD yaitu Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perhubungan, Dinas Informatika dan Dinas Lingkungan Hidup dan telah melahirkan Jastrada satu kebijakan strategis dasar pemerintaah Nunukan dalam penanganan dan Pengelolaan sampah daerah.
Pencanangan Gerakan Nunukan Bebas Sampah 2025 ini merupakan wujut kuat Pemerintah Daerah Nunukan untuk mendukung Program pemerintah pusat “ Mewujutkan Indonesia bebas sampah 2025 “ serta mewujutkan lingkungan yang hijau dalam pencapai piala Adipura 2020 nanti. Kabid Pengawasan Syafar Musahak SP, selaku panitia penyelenggara, mengatakan sebelumnya pemerintah telah melahirkan beberapa kebijakan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupten Nunukan seperti pelaksanaan Eco Office yang diselenggarakan di empat SKPD yaitu Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perhubungan, Dinas Informatika dan Dinas Lingkungan Hidup dan telah melahirkan Jastrada satu kebijakan strategis dasar pemerintaah Nunukan dalam penanganan dan Pengelolaan sampah daerah.
Menurut catatan badan dunia tentang sampah, Indonesia tercatata sebagai Negara penyumbang sampah terbesar kedua setelah China dan diperkirakan bahwa sampah yang dihasilkan di seluruh bumi telah mampu menutupi 1/2 permukaan laut yang ada dipermukaan bumi. Bencana Sampah ini tidak saja menjadi persoalan besar di daratan dengan problem kebersihan, kesehatan, keindahan dsbg tapi akhir-akhir telah menjadi satu masalah besar di perairan karena sampah yang merambah hingga kelaut telah menjadi ancaman bagi kehidupan biota di laut dan merusak habitat perairan laut, sebagaimana ujar SiGaluh Hj. Asmin Laura Hafied MH Bupati Nunukan, Kamis 29/08/2019.
Bahkan menanggapi kondisi sampah di laut yang cukup tinggi ini Susy Pudjiastuty Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia mengadakan kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terkait penangan sampah di laut sehingga terwujut Laut bersih dan Produktip bagi produk perikanan. Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2025 merupakan satu program Nasional yang telah dicanangkan Presiden Jokowi melelui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, sehingga ini otomatis menjadi tanggung jawab daerah di daerahnya untuk mensukseskannya. Hari ini Pemkab Nunukan merealisasikan program tersebut dengan Melaunching Gerakan Nunukan Bersih Menuju Nunukan Bebas Sampah 2025, yang menjadi ajang sinergitas Pemerintah, Rakyat dan Stake holder untuk mewujutkan Nunukan bersih tersebut.
Kebijakan penanganan Sampah Nasional mencakup pengurangan dan pengelolaan Sampah yang diwujutkan dalam Istilah 3 R yaitu Reuse = Pemanfaatan, Recycle = Daur ulang , dan Reduse = Pengurangan sampah, diharapkan ini mampu mewujutkan Nunukan bersih ditambah dengan Pengelolaan sampah yang lebih baik seperti penyiapan armada kebersihan, Petugas kebersihan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga bumi ini dari berbagai serakan sampah, sebagaiman Ujar SiGaluh Asmin Laura dalam sambutannya.
Penanaman bibit Pohon Trambesi |
Direktur
utama PT. Sago Prima Pratama selaku perusahaan yang Care akan sampah dan penyelenggara
utama acara ini, menyampaikan bahwa keterlibatan ini semata tanggung jawab
perusahaan terhadap Negara dan masyarakat dalam mewujutkan Indonesia bersih dan
mereka yakin dengan ini perusahaan akan lebih mendapatkan manfaat yang lebih
baik. Di kegiatan
ini Perusahaan berpartisipasi berupa penyediaan dana,
Acara dan mereka menyumbangkan Mesin pengelola Sampah yang dapat menghasilkan Listrik
Biolistrik dilokasi pasar yang kemudian resmikan Bupati juga.
Acara Launching ini juga diramaikan dengan 6 buah stand Pameran dari SDN, SMA dan Kelompok peduli Sampah, umumnya memamerkan produk olahan bahan bekas dalam berbagai kreasi dan gambaran tentang Kebersihan seperti Pembuatan Papim dari bahan bekas, Kompor biogas dari Briket terbuat dari sampah organic dan lainnya. Diakhir sambutan Bupti meminta para undangan untuk meninjau stand Pameran dan tak lupa menyarankan agar setiap pengunjung dapat membeli sekurangnya satu cinderamata dari produk daur ulang tersebut.
Acara Launching ini juga diramaikan dengan 6 buah stand Pameran dari SDN, SMA dan Kelompok peduli Sampah, umumnya memamerkan produk olahan bahan bekas dalam berbagai kreasi dan gambaran tentang Kebersihan seperti Pembuatan Papim dari bahan bekas, Kompor biogas dari Briket terbuat dari sampah organic dan lainnya. Diakhir sambutan Bupti meminta para undangan untuk meninjau stand Pameran dan tak lupa menyarankan agar setiap pengunjung dapat membeli sekurangnya satu cinderamata dari produk daur ulang tersebut.
Diakhir acara Ibu Hj Asmin Laura Hafid MH melaksanakan peletakan batu pertaama pembangunan Mesin pengelola sampah penghasil Biolistri diseputar Pasar Liem Hie Djung diikuti beberpa pejabat seperti Ketua DPRD Kab. Nunukan Ibu Hj. Rahman Leppa dan Sekretaris Kabupaten Nunukan Servianus SH. Peresmian Nunukan Bebas Sampah 2025 juga diisi dengan acara Penanaman pohon di depan pasar berupa Pohon Trambesi oleh bupati dan pejabat daerah painnya, lokasi ini juga menjadi satu titik pantau dalam Penilaian Adipura 2020.
Laura
Hafied udah Bupati Cantik lagi,
Capaian
Gerakan Nunukan Bebas Sampah tahun 2025.
Semoga sukses menuju Nunukan Perbatasan Bersih bersama Ibu Cantikuuuuuu ......
BalasHapus