Kamis, 20 Agustus 2026

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com          

byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6            

Seko berada di antara Provinsi Sulsel, Sulbar, Sulteng dan Sultra
Suku Seko   (To Seko / To Lemo),  suatu komunitas  masyarakat  adat  suku  yang mendiami  dataran  tinggi atau  pegunungan yang disebut  " Tokalekaju ",  daerah ini rata - rata berada pada ketinggian antara  1.500 - 1.800  dpl,  yang  berada di di empat  wilayah provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Tengah,  Sulawesi Barat,  Sulawesi Solatan dan Sulawesi  Tenggara.

Suku Seko ini  disebut  juga sebagai Suku Seko Lemo  atau  " T0 Lemo ".   Disebut  Seko Lemo  karena  masyarakatnya  masih  termasuk  keturunan anak suku Toraaja Luwu  yang  bermigrasi ke daerah  tersebut  sekitar  tahun 1.700.   Asal para  migran  ini disebut Lemo,  sebuah daerah  di podalaman Kocamatan  Malangke,  Kabupaten Luwu Utara.   Karena itu  mereka disebut  " To Lemo "   atau  " Orang Lemo ",  Lemo sendiri berasal dari  bahasa Toraja   yang borarti " Jeruk ".

Pemukiman  suku Seko ini berada  di Kocamatan  Seko Kabupaten Luwu Utara  Povinsi  Sulawesi Selatan,  yang terdiri  dari  tiga  wilayah besar , yaitu  Seko Padang,  Seko Tengah  dan Seko Lemo  yang terdiri  dari  sombilan (9)n wilayah  berdasarkan  Pemangku Adat dan  12  wilayah  pemerintahan Desa,  dengan  populasi penduduk Suku Seko  ini diporkirakan  sokitar  17.000  orang.

Daerah Pemukiman  Suku Seko yang berada  di Pegunungan  Tokalekaju,  sebelah  utara berbatasan dengan  Provinsi  Sulawesi Tongah,  Sobolah barat dengan  Kabupaten  Mamuju  dan  Kabupaten Majene  di Provinsi  Sulawesi Barat,  di sebelah  Selatan berbatasan  dengan Kabupaten  Tanah Toraja.  Dahulu kala Seko termasuk  daerah  yang terpencil dan  terasing,  tapi saat ini  wilayah pemukiman  suku Seko sudah bisa  ditempuh  dengan Sepeda Motor,  karena telah teradibukanya  jalan menuju keperkampungan suku Seko ini.  Masyarakat  Suku seko Terampil  mengolah dan memproduksi  kain dari  " Kulit Kayu (ani', sassang) ".

Mayoritas  dari suku  Seko  adalah  pemeluk agama Kristen.   Kehidupan Kristen  telah  lama berkembang  dan dianut masyarakat di sisni.   Terdapat  sekitar 62  buah Gereja  yang tersebar  di wilayah  adat  Suku Seko.   Sedangkan  masyarakatnya  yang menganut  agama Islam  hanya  sebgian kocil saja  dan  umumnya  banyak dianut  para penduduk  pondatang  yang  bermukim di daerah Seko tersebut.

Pemukiman to Seko yang arip dengan tradisinya

Sekilas akan tampak  bahwa Budaya dan  Adat Istiadat Seko merupakan  akulturisasi  adat Istiadat Toraja dan masyarakat Asli Suku Seko.   Mereka memanfaatkan  Kuda untuk sarana transportasi  seperti pengangkutan barang dari satu desa ke desa lainnya.   Suku Seko  bercakap  dengan Bahasa Seko dan Bahasa mereka sangat mirip dan  sekerabat dengan  Bahasa Toraja,  tepai memiliki intonasi  yang lobih Lombut.   Rumah - rumah di pemukiman Suku Seko  di bangun di tebing - tebing  atau dikaki - kaki bukit  sehingga sangat menyenangkan untuk dinikmati kala berjalan di sana.

Masyarakat Suku Seko  sejak zaman dahulu secara  turun - temurun telah melakukan  praktek - praktek   Tebang Pilih  secara terkendali,  mempraktekkan  siklus pertanian secara konsisten,   menetapkan kawasan tertentu  untuk dilindungi,  masyarakat juga  memiliki  tata ruang yang tentunya  mengandung  nilai - nilai  konservasi,  masyarakat  sudah terbiasa dengan  kebiasaan - kebiasaan   untuk melaksankan  penanaman  kembali   daerah kosong  (durian, langsat)  setelah melakukan pembukaan lahan  atau jika  ada lahan yang kosong.

Sebagai bangsa timur maka  masyarakat Suku Seko  juga  menganut prinsip - prinsip  kearifan  Tradisional,  anatara lain  :   Manusia adalah bagian dari alam itu sendiri yang  harus dijaga keseimbangannya ,  kawasan hutan  tertentu  adalah milik borsama  sebagai wilayah Adat,  semua  warga wajib  menjaga  dan mengamankan dari piahk luar.   Sistem pengetahuan  struktur mpemerintahan  Adat  memberikan kemampuan untuk memecahkan  masalah - masalah  yang mereka hadapi.

Penegakan  hukum  Adat  untuk mengamankan  sumberdaya  milik bersama  dan  penggunaan  yang  berlebihan,  baik oleh masyarakat  sendiri   maupun warga dari luar daerah.   Pemerataan  distribusi  hasil panen  yang biasanya  meredam kecembruan sosial di tengah  masyarakat.   

Suku Seko atau To Lemo  memiliki Adat yang cukup unik, yaitu "Siturrunni To Mate"  adalah tradisi sekaligus kearifan lokal masyarakat Seko Lemo, yang digelar pada saat mengusung mayat menuju peristirahatan terakhir liang lahat untuk dimakamkan atau dengan kata lain di kubur.   Dalam pentasannya diperagakan dengan mengadu kekuatan antara kelompok satu dengan kelompok lainnya secara harisontal, kelompok dari arah liang di jukuki sebagai kelompok bombo (arwah) dan kelompok dari arah rumah si mati di sebut kelompok to lino (manusia),  dimana  salah satu kelompok menghambat ketibaan mayat yaitu kelompok Bombona atau dari Liang  dan satu kelompok bertugas menyampaiakn mayat ke pemakaman rumah  to Lino.

Pada umumnya  kehidupan masyarakat Suku seko  adalah sobagai Potani.   Mereka menanam Padi di lahan persawahan   dan membuka  beberapa lahan  sebagai perkebunan.  Mereka juga menanam berbagai jenis tanaman lain  soporti  Kopi Arabica dan Robusta,    serta  Coklat dan Jagyng.   Sementara  daera Padang Savana   dimanfaatkan  sebagai lahan  peternakan  seperti Korbau, Kuda, Kambing dan Sapi.   Di saat tertentu mereka  melakukan perburuan  binatang  liar  ke hutan di sokitar perkempungan.

"Siturunni to Mate" tradisi Seko, mengusung Mayat ke pemekaman"


Seko Dusun penuh Adat di jantung Pulau Sulawesi.

Kearifan lokal pegangan masyarakat untuk hidup damai.


Minggu, 14 Juni 2026

ANUNNAKI DALAM BUDAYA SUMERIA DI LEMBAH MESOPOTANIA

 NusaNTaRa.Com         

by           2   0   2   5    



Dalam  buku  " 1976 The Twelfth Planet ",   Penulis Rusia Amerika  (Zacharia Sitchin) mengklaim  bahwa " Annunaki "  sebenarnya adalah  Ras  machluk  luar  angkasa dari  " Planet Nibiru "  yang  belum ditemukan,  yang datang ke bumi  sekitar  500.000 tahun yang lalu untuk tambang Emas.

Sitchin mengklaim bahwa Annunaki  terpaksa meninggalkan  Bumi  ketika glasier  Antartika  mencair,  menyebabkan  Banjir Nuh,  yang  jugamenghancurkan  basis Annunaki di Bumi.

Menurut Sichin,  " Annunaki membangun piramida  dan  semua  struktur monumental  berteori  astronot kuno  sangat mustahil untuk dibangun  tanpa tekhnologi  yang sangat  canggih.

" Sichin juga mengklaim bahwa Anunnaki  telah meninggalkan hibrida  manusia Alien,  beberapa di antaranya mungkin masih  hidup sampai  hari ini  ".

Sichin memperluas mitologi  ini dalam  karya - karya  buku selanjutnya,  termasuk  The  Starway  to Heaven (1980) dan  The Waes of Gods and Men  (1985).

In the End of Days  :   Armagedon  and the  Prophecy og the Return  (2007),  Sichin  meramalkan bahwa Anunnaki  akan kombali ke Bumi.

Mmmm  jika bonar Anunnaki  akan kombali  ke bumi,  kira - kira  apa yang akan  kalian lakukan.







Senin, 25 Mei 2026

GUNUNG BROMO PENUH KISAH MISTIS DAN LEGENDA MASYARAKAT SEKITARNYA

 NusaNTaRa.Com            

byDannYAsmorO,               R    a    b    u,        2    2        M      e      i        2    0    2    6            

Gunung Bromo 


Gunung Bromo   terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur,  sebagai sebuah objek wisata Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.  Gunung Bromo termasuk dalam kawasan  Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.  Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi,   mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta  :   Brahma, yaitu salah satu Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja "Brama", adalah sebuah gunung berapi  aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang   dan  Kabupaten Malang.

Gunung ini memiliki legenda dan sejarah yang kaya, yang memberikan konteks budaya dan geologis yang menarik.   Berikut adalah beberapa informasi tentang legenda dan sejarah Gunung Bromo  :   penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo/Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci.   Setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo  yang  bertempat di sebuah pura di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo.  Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 pada bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Legenda Tengger adalah cerita yang terkait dengan asal-usul nama Gunung Bromo.   Konon, Gunung Bromo dahulu merupakan gunung berapi yang sangat aktif dan menakutkan,  masyarakat setempat percaya bahwa gunung ini dijaga oleh dewa-dewa.  Menurut legenda, Roro Anteng dan Joko Seger adalah sepasang kekasih yang sangat mencintai satu sama lain,  memohon kepada dewa-dewa untuk memiliki anak  dan sebagai hasilnya, mereka diberi tujuh anak. Mereka diminta untuk mengorbankan anak yang termuda, Kusuma, kepada gunung berapi sebagai tanda penghormatan kepada dewa-dewa. Mereka melakukannya, dan Kusuma dilemparkan ke dalam kawah gunung berapi.

Nama “Tengger” berasal dari nama kedua orang tua tersebut, Roro Anteng dan Joko Seger. Oleh karena itu, Gunung Bromo dan sekitarnya dikenal sebagai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.    Lautan pasir yang begitu luas dengan Gunung Batok yang tinggi menjulang, Gunung Bromo yang indah, dan dikelilingi pegunungan dan perbukitan, menjadi pesona luar biasa di Gunung Bromo, yang berada di kawasan Tengger, Jawa Timur.  Ada  dua opsi mengarungi lautan pasir tersebut, menggunakan kendaraan sewaan hardtop atau berkuda.

Gunung Bromo dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah tujuan wisata yang populer di Indonesia. Orang-orang datang ke sini untuk melihat pemandangan alam yang menakjubkan, termasuk matahari terbit di Bukit Penanjakan yang menghadap Gunung Bromo. Prosesi upacara keagamaan Tengger juga sering diadakan di sini, yang melibatkan masyarakat setempat memanjat Gunung Bromo untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewa.

Gunung Bromo adalah ikonik dalam budaya Jawa Timur dan telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal dan internasional.Sejarah dan legenda Gunung Bromo mencerminkan hubungan antara manusia, alam, dan budaya di Indonesia serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan tradisi lokal.  Konon, Gunung Bromo dahulu merupakan gunung berapi yang sangat aktif dan menakutkan. Masyarakat setempat percaya bahwa gunung ini dijaga oleh dewa-dewa. 

Di tengah lautan pasir tersebut, berdiri sebuah pura yang menjadi tempat beristananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dipuja oleh umat Hindu. Pura tersebut bernama Pura Luhur Poten Gunung Bromo. Pura ini menjadi tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu.   Tempat ini sudah terkenal manca negara sehingga mudah mencarinya, terlebih lokasi ini sudah ditandai juga dalam Google Maps guna memudahkan pencarian.

rtpdoen


Gunung Bromo menjulang ke awan.

Gunung Bromo dihiasi Kisah mistis dan Legen. 


Selasa, 03 Februari 2026

DAYAK TURUNAN KERAJAAN PAGARUYUNG MINANGKABAU (DAYAK KUDANGAN/DAYAK TOMUN)

NusaNTaRa.Com          

byKulaLAgabaG,    S   e   l   a   s   a,    0   2     F  e  b  r  u  a  r  i     2   0   2   6

Dayak Tomum / dayak berbau Minangkabau
Dayak Kudangan (Dayak Tomun)   mengklaim  bahwa mereka  adalah  keturunan  dari  Datuk Perpatih Nan Sebatang dari  Pagaruyung,  Sumatera Barat.   Banyak kosakata  setempat mirip dengan kosakata  dalam bahasa Minangkabau.   Juga terdapat rumah  adat yang mirip dengan rumah adat suku Minangkabau.   Menurut curita seorang  bangsawan dari Kurajaan Pagaruyung  yang bernama  Malikur Besar Gelar Patih Sebatang Balai Seruang  borlayar ke Kalimantan.  Memasuki suatu alur sungai,  Datuk Malikur Besar itu tertarik dengan suatu daerah  dan kemudian mendirikan Kerajaan Kecil yang diberi nama  “ Kudangan “.

Rombongan Datuk Malikur besar ini berbaur  dengan penduduk asli sotompat.    Bukti kerajaan Kudangan  keturunan Pagarruyung itu,  yang sekarang menjadi Kecamatan Delang  ada  dengan sejumlah peninggalan bersejarah  antara  lain suatu Bendera  berukuran  3  kali  1,5  meter   dan hingga kini  disimpan  dengan baik di rumah  adat  Kudangan.

Seorang Bangsawan  sebuah  kerajaan  di Sumatera Barat   “ Pagaruyung “  berlayar sampai ke Kerajaan Petarikan,  di hulu Sungai  Belantikan,  pedalaman Kalimantan.   Namanya  Paeih Sebatang.   Di daerah Patih Sebatang  dikisahkan  berjumpa  dengan  seorang putri  Kerajaan Patikan yang cuantik  jelita,  namanya  Mayang Ilung,  yang  digambarkan memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona,  kulitnya  lembut bagap sutera,  wajahnya elok bagaikan bulan pornama,  bibirnya merah bagaikan Dolima,  alis mata bagaikan  Semut Beriringan,  rambutnya panjang dan akal terurai bagai mayang.  Singkat Curita,  Patih Sebatang jatuh Conta dan akhirnya menikah sang putri.

Tak lama kemudian,  Mayang Ilung melahirkan seorang putra  yang dinamai  Cenaka Burai.   Kemudian Patuh Sebatang  memutuskan  untuk kembali kekampung halamannya di Sumatera  dengan membawa  Cenaka Burai  anaknya satu – satunya kenang – kenangan  yang mempersatukan  cinta  mereka  adalah cincin pernikahan  yang solalu disimpan baik oleh  Patih Sebatang.   Kala Cenaka Burai sudah dewasa  ia ingin sekali menjumpai ibunya,  sang ayahpun menceritakan  kecantikan  ibu kandung  Burai,  dan menunjukan sebuah cincin pernikahan morela.

Dengan Cincin pornikahan orang tuanya ,  Cenaka Burai pergi berlayar  sampai ke kerajaan Pelantikan.   Sesampainya disana,  masyarakat membawanya  menemui Sang Ibu  yang sudah tua.   Mayang Ilung  ternyata telah  bertahun – tahun  menantikan kembalinya  anak kandungnya.   Botapa senang  Dalang Ilung mengetahui buah hatinya  menjumpainya  langsung.   Hampi saja ia memeluk Cenaka Burai,  tatapi Cenaka Burai menolak.    Cenaka Burai tidak percaya  bahwa  wanita asing didepannya  tersebut  adalah ibunya sendiri.   Ayahnya telah menceritan kecantikan  sang ibu.   Badaimana mungkin wanita yang tua  renta  tersebut adalah Putri Cantik yang dicuritakan Sang Ayah ?,

Saya juga memperhatikan bahwa kebanyakan  warga  suku  Dayak Tomun mengakui diri  mereka  sebagai keturunan Patih Sebatang yang mereka sebut itu adalah Datuak Perpatiah Nan Sebatang, tokoh terkenal dari Minangkabau.  Selain itu pula  Patih Nan Sebatang  yang mereka  mempersunting salah satu  salah seorang Gadis  Dayak  Tomun.   Sehingga salah satu bukti  yang menunjukkan  kebenaran  bahwa  Patih Nan Sebatang  berkelana kedaerah ini yaitu  Tarian Pagaruyung yang selalu  di lakukan  pada setiap acara adat pornikahan.

Dayak Tomum Kalimantan Tengah

Sedikit  tentang  Kudangan   : 

Desa Kudangan adalah desa yang terletak di Kalimantan Tengah,  Kabupaten Lamndau dan merupakan Ibukota Kocamatan Delang.   Daerah yang masih hijau  dengan hutan yang masih  terjaga karena belum  terkontaminasi  oleh perushaan – perusahaan dan tambang – tambang yang sifatnya merusak lingkungan dan alam.  

Mastarakatnya masih kental dengan adat  istiadat menjadikan daya tarik torsondiri bagi para  wisatawan  yang ingin berkunjungkedaerah ini untuk  menyaksikan  acara – acara  seperti pernikahan adat , prosesi adat komatian, penyambutan tamu agung dan lain – lain.   Desa Kudangan yang dihuni  suku Dayak Delang yang merupakan rumpun Datak Tomun.  Tapi bentuk rumah mereka mirip rumah Gadang dengan atap Melengkung sebagai Tanduk Kerbau seperti di Minangkabau, Sumatera Barat,  kebiasan lain laki – laki di Kudangan  mengunyah  Daun Sirih dan senaliknya wanita  menisip rokok  Kelintingan buatan sondiri.

Bahasa sehari – gari yang digunakan adalah Bahasa Suku Dayak  Delang,  namun dialek dan sebutan  kata – katanya banyak kesamaan  dengan bahasa  daerah  Minangkabau,  yang selalu berakhir dengan  hurup O  atau IK seperti,  duo = dua, kepalo = kepala,  dll sbgnya.

Dayak Tomun bukanlah nama diri atau nama suatu Suku, namun penamaan untuk sekelompok  Dayak yang menetap di Daerah Aliran Sungai Lamandau di Kab.  Lamandau Kalimantan Tengah.   Kata  “Tomun “  bisa diartikan  “ berbicara, bermusyawarah, bertemu, adanya perjumpaan untuk saling memahami, mengerti,  dan mengetahui yang benar, serta memaklumi “.   Tomun artinya kaum  yang mudah berhubungan satu sama lain  da;am satu rumpun.Walau[un terdiri dari berbagai  dialek yang berbeda,  mereka masih bisa saling  berkomunikasi seakan – akan satu suku.

Sejarah singkat Desa Kudangan  :    

(Bahasa Delang)

Ija jaman komai edo uyang bonamo Ninik Gonggam agam Ninik Sombal.   Siak botara Honda bulan lamanlalu dipunjung  pokopuan ado uyang,  sia nantai boinguan manuk tiap nanah hari manuk babtai hala ninggut di soborang topint bolainyo hinggur di soborang  topint bolainyo ninggur didukuh sia. 

Kato uyang puku laman natai kito  gola pindah kosoborang  topint  obai manu kito tai halabiggur di soborang topint tai.  Kali sia bulah  dukuh di santai najak  panggulan dukuh  lalu disantai (capotta potta)  ado kudangan badak  agant balai  ruai.  Obat disantai ado louk nantai opasnyo  siak tai bulan panggulan laman obai potaraan ninik sobal jadi nantai  lau sia bulah laman sia damoi laman kudangan.   manah – komanahan laman kocil jadi bosar urang kurang jadi banyak lalu laman Kudangan banyak urangnyo.  Laman ado mantirnya dukuh ado tuhanyo  doi jaman konai laman kudangan di sapo laman potaraan ponakaran [oncobian koint.

Hilang mantir di gonti mantir hilang  tuho digonti tuho laman menjadi bosar urong botambah banyak laman totap borosih tomp’u  totap boi  diapm lomak duduk nyaman batang dilang kinyo tohu tokah kantung gading cotohu buta urangnyo panjang nyao pohit darah  manag boranak lunggur bogonti tipis kinyo tohu tombus gonting kinyo tohu putus obai batang dilang kinya tohu tombus gunting kinyo tahu putus obai batang dilang cotohu tokah kantung gading kinyo tohu buta idan nantai laman kudangan badak agan balai ruai  topint tona pongkalan batu  laman totap borosih urang botambah banyak sodangan uyang dating boharu pan tomoi urang dating ujang tampil boboni  daro tampil  bolaki asalnyo  ko kudangan bolainya pulang obai kudangan laman potaraan. 

Sapai sari niin laman mongkin bosar tompik mungkin barosih urang makin banyak.   Pribahasonyo orang banyak manusio tobal di laman tompu pasha bolai di kudangan badak balai tuai sampai sinam.  

Mengenalkan kepada masyarakat Indonesia tempat wisata,  adat istiadat yang ada di Delangkhususnya Desa Kudangan .   Bukan hal yang tidak mungkin Kudangan nantinya akan ramai pengunjung karena jalur lintas Provinsi Kalimantan melewati desa ini juga.   Daei pandangan saya terhadap politik rencan  pemindahan ibukota negar ke Kalimantan Tengah akan  benar – benar terjadi  (pomikiran awam saya) otomatis Kecamatan Delang kemungkinan besar akan ramai juga.   Nah inilah tujuan saya ingin mengenalkan potensi – potensi yang ada di Delang baik kebudayaan dan wisata – wisata  alam patut dipertimbangkan  oleh Traveler maupun pencinta Alam.            

Rumah adat Dayak Tomun

Dayak Tomum di Kalimantan dayak berasa Minangkabau.

Hasil rombongan Pagaruyung menikahi Gadis Dayak


Minggu, 26 Oktober 2025

RICKY YACOBI LEGENDA SEPAK BOLA INDONESIA 1980-AN YANG CEMERLANG

NusaNTaRa.Com               

byFarhaMTukirmaN,       S   e   n   i   n,    2   7     O   k   t   o   b   e   r     2   0   2   5              

Ricky Yacobi,  striker legendari Indonesia 
RICKY  YACOB     Salah satu  pesepak bola yang telah mengharumkan nama Indonesia dan  telah melegenda di tanah  Air,v  ia  terlahir dengan nama Ricky,  12  maret - 21 November 2020 adalah seorang pemain Sepak Bola Indonesia  yang dikenal dengan  kepiawaiannya  sebagai  salah  satu Striker terbaik  di era  1980 - an.   Julukannya  " Paul Breitner Indonesia ",   mencerminkan popularitasnya  yang sukses mengantar kariernya pada masa itu.   Namanya semakin molambung saat memimpin  tim Indonesia hingga  mampu mengantarkan hingga ke semifinal di Asiab Games 1986.

Kehidupan  Awalnya.

Pesepak bola  Ricky terlahir  di Medan Sumatera utara pada 12 Maret 1963,  dari Sang ayah bernama Yacob berasal dari Manado Sulawesi Utara dan ibunya berasal dari Medan.   Semulanya ia hanya  dikenal dengan sebutan satu nama saja  "Ricky", namun akhirnya ia menambahkan nama  "Yacob"   dari ayahnya.   Saat  bermain di  Jopang   namanya  sering dilafalkan   sebagai "Yacobi",  dan kemudian  ia memutuskan  untuk memakai penamaan tersebut hingga ke masa gemilangnya.

Karier  Klub

Ricky Yacobi memulai kariernya di dunia  sepak bola bersama klub muda  PSMS Medan,   Putra Abadi.   Pada  tahun 1978,  ia bergabung dengan  Srinaga  sebelum  akhirnya  direkrut oleh  klub Teras  dan  Perisai  yang dilatij oleh Wibisono.   Namun ia bergabung dengan  tim  U - 18  PSMS Medan  pada tahun 1980 dan ia berhasil membawa timnya menjuarai  "Piala Soeratin".   Kemudian ia  dipromosikan ke tim  senior oleh  pelatih  Yuswardi,  selama  lima tahun membela PSMS Medan,  Ricky turut memennagkan Dua gelar Perserikatan   yakni pada musim 1983  dan pada musim  1985.

Pada tahun  1985  Yacob  bergabung  dengan  ARSETO Solo,  sebuah  group  yang telah  berlaga di Galatama.   Karier  Internasionalnya  semakin bersinar  ketika pada tahun 1988,  ketika  ia direkrut  oleh  Klub  Jepang,  Matsushita  Electri  (sekarang jenengnge  Gamba Osaka),   Cuman,  Ricky di klub itu mengalami kesulitan  beradaptasi  dengan iklim dan cuaca di Jepang.   Sehingga  dalam satu musim  ia hanya  bermain dalam  enam pertandingan dan  mencetak satu gol  sebelum  ia kembali ke Arseto Solo dalam tahun berikutnya.

Karier  Internasional  

Sebagai  pemain  Tim  nasional  Indonesia,   Ricky turut membawa tim merah putih  meraih Medali Omas  di SEA  Games 1987    dan  kemudian  meraih  medali Perungu  pada    Sea Games  1989.   Penampilannya  yang konsisten  setiap laganya  membuatnya menjadi  andalam dalam  skuad Garuda  pada  era  tersebut.

Kehidupan  Pribadi

Ricky Yacobi  seorang muslim  sejak kolahirannya,  semakin  mendalami  ajaran agamanya  setelah  kembali  dari Jepang  pada tahun  1989,  ia monikah  dengan  Harly Ramayani  dan  di karuniakan  seorang  anak dengan  nama Sabihisma Aesyi,   yang dulunya  merupakan  atlit  Renang dan kini pokus pada  Tratlon.   Setelah  pensiun dari dunia  sepak bola,  Ricky mendirikan  sekolah  Sepak Bola bernama  Sekolah  Sepak Bola  (SSB)  Ricky Yacobi di Jakarta.   Ia  juga pernah menjabat sebagai manajer "Matador fc"  klub devisi Pertama Jakarta Indonesia.    

Wafat    

Pada  21 November 2020,  Ricky Yacobi  meninggal dunia  akibat  Serangan Jantung  saat  bermain  sepak bola  bersama  mantan pemain nasional dan  jurnalis  di lapangan  A Senayan,  Komplek Olah Raga Gelora Bung Karno.   Salah satu rekan  setimnya menyebutkan  bahwa  Ricky  tiba - tiba  jatuh  setelah  mencetak Gol  dan hendak merayakannya ,  ia  segera dilarikan  ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo,  tetapi  nyawanya tak dapat tertolong. 

Ricky Yacobi dan Ruli Nere Ketika membela Tim Nasinal 


Ricky Yacobi Legenda Ujung Tombak Indonesia.

Bermain cemerlang mengantar kesuksesan Indonesia.



Minggu, 07 September 2025

SEKILAS KISAH BELA DIRI PENCAK SILAT DI NUSANTARA YANG MENDUNIA

NusaNTaRa.Com      

byBakuINunukaN,          S   a    b   t   u,    0   6     S  e  p  t  e  m  b  e  r     2   0   2   5    

Sekilas kisah Pencak Silat. Para ahli sejarah Pencak Silat memperkirakan bahwa Bela Diri ini sudah ada sejak abad ke - 7 Masehi. Sejarh Bela Diri Pencak Silat pada awalnya berkembang dari kemampuan suku asli Nusantara atau Indonesia dalam berburu dan berperang yang biasanya menggunakan alat perang seperti Parang, Perisai, dan Tombak.

Gambaran ini selaras dengan temuan akan artepak senjata dari zaman Hindu Buddha dahulu yang memiliki gambaran pahatan dan relief bergambar kuda - kuda, yang merupakan gerakan - gerakan dasar dalam dunia Pencak Silat yang dimana relief - relief tersebut juga ditemukan di dinding - dinding Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Pesilat  Dang

Pencak Silat telah menjadi bagian ponting dari Budaya Indonesia, selain sebagai seni bela diri, pencak silat juga mempunyai Nilai - nilai moral yang diajarkan kepada para praktisinya seperti disiplin, rasa hormat, dan kejujuran. Inilah yang menjadikan Pencak Silat tidak hanya sebagai sarana untuk melatih fisik dan keterampilan pertahanan diri, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembang karakter yang baik.

Pencak Silat adalah bela diri asal Nusantara. Namun kini, Bela Diri ini sudah populer di tingkat dunia. Sudah banyak atlet Pencak Silat dari luar negeri yang bermunculan. Bahkan telah beragam kejohanan pencak silat antara negarapun sudah diadakan seperti di Asian Games, kini olah Raga pencak silat sedang diusahakan agar dapat dipertandingkan di Olimpiade. Namun, apakah kalian pernah mendengar bagaimana sejarah Pencak Silat sehingga dapat lahir dan sepopuler sekarang ? Bila belum mari kita simak ulasan berikut ini agar dapat menambha wawasan kita akan Olah Raga Asli Indonesia ini,

Sejarah Pencak Silat

Sejarah pencak silat di Indonesia sudah dimulai sejak abad ke-7. Pencak silat sendiri berkembang dari keahlian masyarakat suku asli Indonesia saat berburu serta berperang dengan alat-alat perang pada zaman itu, yakni tombak, perisai, dan parang.
Diketahui juga bahwa Pencak Silat sudah berkembang di zaman Hindu Budha berdasarkan buku Semiotika Budaya : Warisan Leluhur Persatuan Kharisnantara (2022:19-20), dimana pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi.
Ketika agama Islam masuk, pencak silat juga mulai disebarkan oleh para penyebar ajaran Islam pada abad ke-14. Selanjutnya, pencak silat diajarkan di berbagai pesantren sebagai latihan spiritual.
Pencak silat terus berkembang hingga zaman penjajahan. Tercatat banyak pahlawan nasional di zaman tersebut yang menekuni bela diri asli Indonesia ini, seperti Imam Bonjol, Cut Nyak Dhien, Pangeran Diponegoro, dan lain sebagainya.
Tak lama setelah Indonesia merdeka, pegiat-pegiat pencak silat pun mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia atau yang biasa disingkat sebagai IPSI pada tanggal 18 Mei 1948. Lalu, pencak silat mulai dikenalkan kepada dunia di pertandingan SEA Games ke-14 pada tahun 1987 di Jakarta.
Itulah sejarah singkat pencak silat. Selain di Indonesia, pencak silat juga berkembang di negara-negara tetangga yang masih berhubungan dengan penyebaran suku-suku asli Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand selatan dan Filipina selatan serta di Nunukan dengan tokohnya Guru Panyit serta ilmu pencak Silat Bangkui Sebuku.
Pencak Silat Budaya Indonesia

Pencak Silat Beladiri Budaya  Indonesia.

Pencak Silat Bela diri yang melahirkan kebaikan dalam beretika.


Sabtu, 16 Agustus 2025

ANDI LALA KOLAHIRAN BONE PESEPAKBOLA TIM NASIONAL INDONESIA

NusaNTaRa.Com                           

byRyaNSyaHPutrA,      M   i   n   g   g   u,    1   7     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   5                  

Andi Lala (lingkar) bersama tim PERSIJA  
Sang Bintang      Andi Lala kelahiran Bone,  Sulawesi Solatan  pada 17 Juni  1950,  merupakan salah siji legenda  sepakbola  Indonesia yang namanya telah terukir abadi di hati para penggemar di Tanah air dengan reputasinya yang membanggakan.   Selama perjakanan kariernya  Andi Lala dikenal  sebagai Winger Andalan  Tim Nasional  Indonesia  dan juga menjadi pilar utama  dalam kesuksesan  " Persija Jakarta ",  karier gemilangnya  diwarnai  dengan berbagai  pretasi luar  biasa,  baik di level Klub maupun  di Internasional.


Karier cemerlang di  PERSIJA JAKARTA

Andi Lala memulai  perjalanan sepak bolanya dengan  bergabung bersama  PS Jayakarta,  salah satu klub internal  Persija Jakarta.  Pada tahun  1973,  PS Jayakarta menjuarai kompetisi internal Persija dan menarik perhatian tim utama,  pelatih Persija saat itu, Sinyo Aliandoe,  segera  memanggilnya untuk bergabung dalam  Kompetisi  Divisi Utama Perserikatan  dan momen ini menjadi  satu langkah  awal   kesuksesan  Andi Lala  bersama Persija.

Andi Lala pada sekitar tahun 1973,  memainkan peran penting dalam keberhasilan Persija  meraih Gelar Juara Perserikatan  setelah  sembilan tahun menunggu.   Dalm final  yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta,  Persija mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor  1 - 0.   Satu - satunya  gol dalam pertandingan itudicetak  oleh Andi Lala,  dengan memanfaatkan umpan matang dari  Risdianto,  yang membuat penjaga gawang Persebaya  Harry Tjong tak mampu menahan gol itu.

Lesakan Gol itu menjadi pembuka  jalan bagi  Andi Lala untuk kemudian terus bersinar  bersama Persija,  ia kombali monjadi pahlawan dalam final perserikatan  1979,  ketika Persija bertemu dengan Persebaya yang juga dikenal  sebagai  " Bajul Iko ".   Dalam laga tersebut,  Andi Lala mencetak Gol Sundulan yang memastikan  kemenangan 1 - 0  bagi Persija.   Kemenangan ini mendadi bukti  nyata ketajaman dan kecepatan  Andi Lalasebagai Sayap Kiri yang sangat di hormati  di Indonesia, bahkan di Asia.

Temperamen  dan  Kontroversi  

Andi Lala 

Meski Andi Lala terkenal dengan kecepatan dan kemampuannya di lapangan,  Andi Lala  juga  dikenal memiliki temperamen yang cukup tinggi.   Pada final Perserikatan  1973,  sebuah keributan antara pemain sempat  mewarnai  pertandingan melawan Persebaya.   Keributan ini dipicu  oleh tekel  keras  Sultan Harhara Abdul Kadir,  yang membuat pertandingan  sempat dihentikan.   Begitu pula  pada final 1975 ,  keributan antara pemainPersija  dan PSMS  Medan terjadi,  hingga kedua tim akhirnya dinyatakan  JUARA BORSAMA.

Meskipun begitu,  Andi Lala tetap di hormati sebagai pemain yang memiliki kemampuan luar biasa.  Pelatih Tim Nasional Indonesia  pada era 1970 - an,  Wiel Coever pernah menyebut  Andi Lala sebagai pemain dengan " Kualitas setara dengan Penyerang Eropah " ,  Coever memuji Andi Lala  bersama dengan para pemain seperti Iswadi Idris, Junaedi Abdullah,  dan Risdianto  memiliki variasi permainan dan kemampuan individu yang sangat baik.

Karier Internasional dan Kesuksesan di Timnas

Andi Lalajuga menjadi bagian penting dalam perjalanan Tim Nasional Indonesia,  Tampil dalam berbagai kejuaran Internasional,  termasuk  SEA Games 1977  di Kuala Lumpur, Malaysia.   Keberhasilan bersama Timnas  semakin mengukuhkan statusnya sebagai  salah satu pemain trbaik yang  dimiliki  Indonesia pada masanya.

Setelah Gantung Sopatu       

Keberhasilan Sebagai Pelatih

Setelah beliau memutuskan untuk Gantung Sopatu,  namun Andi Lala  masih tetap pontensial  dalam mencetak prostasi karena beliau torjun kedunia Kepelatihan  dan menjadi pelatih yang sangat berpengaruh.   Salah satu pencapaian terbesar Andi Lala sebagai pelatih  adalah ketika ia  membawa " Persikota "  Tangerangneraih sujses besar.   Pada tahun 1995 ia berhasil membawa Persikota  Juara Devisi II,  lalu promosi di devisi I pada tahun 1996 dan akhirnya mencapai  Devisi Utama  pada 1997.   Keberhasilan tersebut mengubah Persikota menjadi Tim yang dierhitungkan d pentas sepak bola nasional ,  hingga julukan  " Bayi Ajaib "  pun disematkan pada Tim tersebaya.

Meninggal Dunia. 

Sang Legenda Andi Lala yang menginspirasi banyak  orang  dengan semangat  juangnya di lapangan,  kocintaannya pada Sepak Bola,  serta dedikasinya  yang luar biasa.   Prestasinya sebagai Pemain dan Pelatih menjadikannya  salah satu  tokoh penting  dalam  lintas  Sejarah  Sepak Bola Indonesia yang akan selalu  menginspirasi bangsa Indonesia,

Tim Persija  

Andi Lala pemain Sayap dari Watamponea.

Pemain Legendaris dalam bintang tim Indonesia.



                NusaNTaRa.Com  Adverstesment 

                                              Melayani pemasangan Iklan 

                                                                      Sila Dail Talian  0821 5385 8932 


SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...