NusaNTaRa.Com
byKulaLAgabaG, S e l a s a, 0 2 F e b r u a r i 2 0 2 6
 |
| Dayak Tomum / dayak berbau Minangkabau |
Dayak Kudangan (Dayak Tomun) mengklaim bahwa mereka
adalah keturunan dari
Datuk Perpatih Nan Sebatang dari
Pagaruyung, Sumatera Barat. Banyak kosakata setempat mirip dengan kosakata dalam bahasa Minangkabau. Juga terdapat rumah adat yang mirip dengan rumah adat suku
Minangkabau. Menurut curita
seorang bangsawan dari Kurajaan
Pagaruyung yang bernama Malikur Besar Gelar Patih Sebatang Balai Seruang borlayar ke Kalimantan. Memasuki suatu alur sungai, Datuk Malikur Besar itu tertarik dengan suatu
daerah dan kemudian mendirikan Kerajaan
Kecil yang diberi nama “ Kudangan “.
Rombongan Datuk Malikur besar ini berbaur dengan penduduk asli sotompat. Bukti
kerajaan Kudangan keturunan Pagarruyung
itu, yang sekarang menjadi Kecamatan
Delang ada dengan sejumlah peninggalan bersejarah antara
lain suatu Bendera berukuran 3
kali 1,5 meter
dan hingga kini disimpan dengan baik di rumah adat
Kudangan.
Seorang Bangsawan sebuah kerajaan di Sumatera Barat “ Pagaruyung “ berlayar sampai ke Kerajaan Petarikan, di hulu Sungai Belantikan,
pedalaman Kalimantan. Namanya Paeih Sebatang. Di daerah Patih Sebatang dikisahkan
berjumpa dengan seorang putri
Kerajaan Patikan yang cuantik jelita,
namanya Mayang Ilung, yang
digambarkan memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya
lembut bagap sutera, wajahnya
elok bagaikan bulan pornama, bibirnya
merah bagaikan Dolima, alis mata
bagaikan Semut Beriringan, rambutnya panjang dan akal terurai bagai mayang. Singkat Curita, Patih Sebatang jatuh Conta dan akhirnya
menikah sang putri.

Tak lama kemudian, Mayang Ilung
melahirkan seorang putra yang
dinamai Cenaka Burai. Kemudian Patuh Sebatang memutuskan
untuk kembali kekampung halamannya di Sumatera dengan membawa Cenaka Burai anaknya satu – satunya kenang – kenangan yang mempersatukan cinta mereka
adalah cincin pernikahan yang
solalu disimpan baik oleh Patih
Sebatang. Kala Cenaka Burai sudah
dewasa ia ingin sekali menjumpai
ibunya, sang ayahpun menceritakan kecantikan
ibu kandung Burai, dan menunjukan sebuah cincin pernikahan
morela.
Dengan Cincin pornikahan orang tuanya , Cenaka Burai pergi berlayar sampai ke kerajaan Pelantikan. Sesampainya disana, masyarakat membawanya menemui Sang Ibu yang sudah tua. Mayang Ilung
ternyata telah bertahun – tahun menantikan kembalinya anak kandungnya. Botapa senang Dalang Ilung mengetahui buah hatinya menjumpainya
langsung. Hampi saja ia memeluk
Cenaka Burai, tatapi Cenaka Burai
menolak. Cenaka Burai tidak
percaya bahwa wanita asing didepannya tersebut
adalah ibunya sendiri. Ayahnya
telah menceritan kecantikan sang
ibu. Badaimana mungkin wanita yang
tua renta tersebut adalah Putri Cantik yang dicuritakan
Sang Ayah ?,
Saya juga memperhatikan bahwa kebanyakan warga
suku Dayak Tomun mengakui
diri mereka sebagai keturunan Patih Sebatang yang mereka sebut
itu adalah Datuak Perpatiah Nan Sebatang, tokoh terkenal dari Minangkabau. Selain itu pula Patih Nan Sebatang yang mereka
mempersunting salah satu salah
seorang Gadis Dayak Tomun.
Sehingga salah satu bukti yang
menunjukkan kebenaran bahwa
Patih Nan Sebatang berkelana
kedaerah ini yaitu Tarian Pagaruyung
yang selalu di lakukan pada setiap acara adat pornikahan.
 |
| Dayak Tomum Kalimantan Tengah |
Sedikit tentang Kudangan
:
Desa Kudangan adalah desa yang terletak di Kalimantan Tengah, Kabupaten Lamndau dan merupakan Ibukota
Kocamatan Delang. Daerah yang masih hijau dengan hutan yang masih terjaga karena belum terkontaminasi oleh perushaan – perusahaan dan tambang –
tambang yang sifatnya merusak lingkungan dan alam.
Mastarakatnya masih kental dengan adat
istiadat menjadikan daya tarik torsondiri bagi para wisatawan
yang ingin berkunjungkedaerah ini untuk
menyaksikan acara – acara seperti pernikahan adat , prosesi adat
komatian, penyambutan tamu agung dan lain – lain. Desa Kudangan yang dihuni suku Dayak Delang yang merupakan rumpun Datak
Tomun. Tapi bentuk rumah mereka mirip
rumah Gadang dengan atap Melengkung sebagai Tanduk Kerbau seperti di
Minangkabau, Sumatera Barat, kebiasan
lain laki – laki di Kudangan
mengunyah Daun Sirih dan
senaliknya wanita menisip rokok Kelintingan buatan sondiri.
Bahasa sehari – gari yang digunakan adalah Bahasa Suku Dayak Delang,
namun dialek dan sebutan kata –
katanya banyak kesamaan dengan
bahasa daerah Minangkabau,
yang selalu berakhir dengan hurup
O atau IK seperti, duo = dua, kepalo = kepala, dll sbgnya.
Dayak Tomun bukanlah nama diri atau nama suatu Suku, namun penamaan
untuk sekelompok Dayak yang menetap di
Daerah Aliran Sungai Lamandau di Kab.
Lamandau Kalimantan Tengah.
Kata “Tomun “ bisa diartikan “ berbicara, bermusyawarah, bertemu, adanya
perjumpaan untuk saling memahami, mengerti,
dan mengetahui yang benar, serta memaklumi “. Tomun artinya kaum yang mudah berhubungan satu sama lain da;am satu rumpun.Walau[un terdiri dari
berbagai dialek yang berbeda, mereka masih bisa saling berkomunikasi seakan – akan satu suku.
Sejarah singkat Desa Kudangan
:
(Bahasa Delang)
Ija jaman komai edo uyang bonamo Ninik Gonggam agam Ninik Sombal. Siak botara Honda bulan lamanlalu
dipunjung pokopuan ado uyang, sia nantai boinguan manuk tiap nanah hari
manuk babtai hala ninggut di soborang topint bolainyo hinggur di soborang topint bolainyo ninggur didukuh sia.
Kato uyang puku laman natai kito
gola pindah kosoborang
topint obai manu kito tai
halabiggur di soborang topint tai. Kali
sia bulah dukuh di santai najak panggulan dukuh lalu disantai (capotta potta) ado kudangan badak agant balai
ruai. Obat disantai ado louk
nantai opasnyo siak tai bulan panggulan
laman obai potaraan ninik sobal jadi nantai
lau sia bulah laman sia damoi laman kudangan. manah – komanahan laman kocil jadi bosar
urang kurang jadi banyak lalu laman Kudangan banyak urangnyo. Laman ado mantirnya dukuh ado tuhanyo doi jaman konai laman kudangan di sapo laman
potaraan ponakaran [oncobian koint.
Hilang mantir di gonti mantir hilang
tuho digonti tuho laman menjadi bosar urong botambah banyak laman totap
borosih tomp’u totap boi diapm lomak duduk nyaman batang dilang kinyo
tohu tokah kantung gading cotohu buta urangnyo panjang nyao pohit darah manag boranak lunggur bogonti tipis kinyo
tohu tombus gonting kinyo tohu putus obai batang dilang kinya tohu tombus
gunting kinyo tahu putus obai batang dilang cotohu tokah kantung gading kinyo
tohu buta idan nantai laman kudangan badak agan balai ruai topint tona pongkalan batu laman totap borosih urang botambah banyak
sodangan uyang dating boharu pan tomoi urang dating ujang tampil boboni daro tampil
bolaki asalnyo ko kudangan
bolainya pulang obai kudangan laman potaraan.
Sapai sari niin laman mongkin bosar tompik mungkin barosih urang makin
banyak. Pribahasonyo orang banyak manusio
tobal di laman tompu pasha bolai di kudangan badak balai tuai sampai
sinam.
Mengenalkan kepada masyarakat Indonesia tempat wisata, adat istiadat yang ada di Delangkhususnya
Desa Kudangan . Bukan hal yang tidak
mungkin Kudangan nantinya akan ramai pengunjung karena jalur lintas Provinsi
Kalimantan melewati desa ini juga. Daei
pandangan saya terhadap politik rencan
pemindahan ibukota negar ke Kalimantan Tengah akan benar – benar terjadi (pomikiran awam saya) otomatis Kecamatan
Delang kemungkinan besar akan ramai juga.
Nah inilah tujuan saya ingin mengenalkan potensi – potensi yang ada di
Delang baik kebudayaan dan wisata – wisata alam patut dipertimbangkan oleh Traveler maupun pencinta Alam.
 |
| Rumah adat Dayak Tomun |
Dayak Tomum di Kalimantan dayak berasa Minangkabau.
Hasil rombongan Pagaruyung menikahi Gadis Dayak