NusanTaRa.Com
byLaDollaHBantA, 31/05/2019
byLaDollaHBantA, 31/05/2019
Sepanjang
pantai berpasir dipesisir Pantai Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja Kota Banda
Aceh, berhamburan ribuan ikan kecil
sejenis teri (Engraulidae) yang memiliki panjang sekitar 10 centimeter
terdampar di sana yang terbawa oleh arus air laut saat air pasang. Kilauan putih dipantai tersebut Rabu
(29/5/2019) sore, sekira pukul 15.00 WIB, menjadi tontonan masyarakat yang
terheran akan phenomena tersebut, Foto dan video ikan teri (bileh) tersebutpun
banyak beredar di dunia maya.
Kejadian ini membuat banyak warga datang mengabadikan momen tersebut lewat smartphone-nya, tak sedikit yang memungut untuk dibawa pulang. Prof Dr. Muchlisin ZA SPi MSz, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), yang dimintai tanggapannya terkait fenomena itu mengatakan, meluapnya ikan terdampar menyiratkan banyak kemungkinan. Iapun menambahkan, kemungkinan lain fenomena itu yakni gerombolan ikan ke pinggir laut untuk menghindari mangsa, atau karena mengikuti mangsa kemungkinan terperangkat saat surut. " Selain itu bisa juga karena saat ini sedang musim kawin, jadi mereka sengaja bergerombol di pinggir. Jadi ada banyak kemungkinan ", Ujar SiDin Muchlisin.
Kejadian ini membuat banyak warga datang mengabadikan momen tersebut lewat smartphone-nya, tak sedikit yang memungut untuk dibawa pulang. Prof Dr. Muchlisin ZA SPi MSz, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), yang dimintai tanggapannya terkait fenomena itu mengatakan, meluapnya ikan terdampar menyiratkan banyak kemungkinan. Iapun menambahkan, kemungkinan lain fenomena itu yakni gerombolan ikan ke pinggir laut untuk menghindari mangsa, atau karena mengikuti mangsa kemungkinan terperangkat saat surut. " Selain itu bisa juga karena saat ini sedang musim kawin, jadi mereka sengaja bergerombol di pinggir. Jadi ada banyak kemungkinan ", Ujar SiDin Muchlisin.
Prof
Muchlisin, Guru besar Unsyiah ini mengungkapkan sejumlah kemungkinan atas
kejadian ini, pertama, ikan dalam jumlah besar itu bisa jadi mati akibat
memakan plankton beracun, ikan yang
seperti itu, menurutnya berisiko untuk dikonsumsi manusia. Kedua, kumpulan ikan itu mati karena
perubahan salinitas (tingkat keasinan) air laut akibat masuknya air tawar dalam
jumlah banyak lewat hujan kalau ini, aman untuk di konsumsi dan Ketiga sedang
bergerombol atau musim kawin di pantai kemudian terjebak air surut dan
tersangkut di Pantai.
“ Ikan sejenis teri yang terdampar di pantai Gampong Jawa kemarin itu mengalami kemerahan di bagian kepala dan sekitar insan seakan terbentur dengan sesuatu ................ ", Ujar SiGaluh Silvia Wijaya Kasubsi Pengawasan Data dan Informasi, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP di Banda Aceh, Kamis (30 Mei 2019). Ia menjelaskan, dari hasil penelitian Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP, ikan itu aman untuk dikonsumsi dan tidak terdapat adanya penyakit pada ikan tersebut. “ Ikannya masih segar dan bagus serta sangat layak untuk dikonsumsi. Kemudian, kualitas air dan suhu juga tidak ada perubahan ”, Ujar SiGaluh Silvia.
Silvia pun heran menyaksikan banyaknya ikan sejenis teri dibiarkan begitu saja oleh para nelayan setempat di bibir Pantai Gampong Jawa, Kutaraja, Banda Aceh. Padahal, ikan tersebut masih sangat layak untuk dikonsumsi. “ Semua jenis ikan kandungan protein itu sangat tinggi dan kita berharap hal serupa tidak lagi terulang ”, Ujar SiGaluh Silvia Wijaya.
Ridwan, warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh menyatakan, ikan itu sudah mati dan terdampar di sepanjang Pantai Gampong Jawa, Kutaraja, Kota Banda Aceh, pada Rabu Sore. " Katanya, ikan ini kena pukat/jaring nelayan lokal, nelayan pukat sering tidak mengambil ikan seperti ini dan ditelantarkan begitu saja ", Ujar SiDin Ridwan, di lokasi ikan terdampar.
Menurut dia, ikan kecil sejenis teri ini tergolong jenis ikan yang kurang diminati dan bahkan masyarakat enggan membelinya karena dagingnya sangat kecil. " Ikan ini dagingnya kecil, biasanya dijemur untuk ikan asin ", Ujar SiDin Ridwan.
“ Ikan sejenis teri yang terdampar di pantai Gampong Jawa kemarin itu mengalami kemerahan di bagian kepala dan sekitar insan seakan terbentur dengan sesuatu ................ ", Ujar SiGaluh Silvia Wijaya Kasubsi Pengawasan Data dan Informasi, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP di Banda Aceh, Kamis (30 Mei 2019). Ia menjelaskan, dari hasil penelitian Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP, ikan itu aman untuk dikonsumsi dan tidak terdapat adanya penyakit pada ikan tersebut. “ Ikannya masih segar dan bagus serta sangat layak untuk dikonsumsi. Kemudian, kualitas air dan suhu juga tidak ada perubahan ”, Ujar SiGaluh Silvia.
Silvia pun heran menyaksikan banyaknya ikan sejenis teri dibiarkan begitu saja oleh para nelayan setempat di bibir Pantai Gampong Jawa, Kutaraja, Banda Aceh. Padahal, ikan tersebut masih sangat layak untuk dikonsumsi. “ Semua jenis ikan kandungan protein itu sangat tinggi dan kita berharap hal serupa tidak lagi terulang ”, Ujar SiGaluh Silvia Wijaya.
Ridwan, warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh menyatakan, ikan itu sudah mati dan terdampar di sepanjang Pantai Gampong Jawa, Kutaraja, Kota Banda Aceh, pada Rabu Sore. " Katanya, ikan ini kena pukat/jaring nelayan lokal, nelayan pukat sering tidak mengambil ikan seperti ini dan ditelantarkan begitu saja ", Ujar SiDin Ridwan, di lokasi ikan terdampar.
Menurut dia, ikan kecil sejenis teri ini tergolong jenis ikan yang kurang diminati dan bahkan masyarakat enggan membelinya karena dagingnya sangat kecil. " Ikan ini dagingnya kecil, biasanya dijemur untuk ikan asin ", Ujar SiDin Ridwan.
Nelayan
melaut dengan Jala,
Ikan
mati massal tak jelas di Pantai Gampong Jawa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar