NusaNTaRa.Com
byIrkaBPiranhA, S e l a s a, 1 6 J u l i 2 0 2 4
Pelaut BUGIS lebih awal menemukan daratan Australia |
Benua Australia sering dikaitkan dengan James Cook. Dia adalah pelaut Inggris yang
mengklaim yang menemukan benua tersebut pada tahun 1770. Namun, menurut beberapa sumber, orang-orang
Bugis dengan semangat baharinya ternyata
lebih dahulu mendarat di Australia dibanding pria bermata biru itu.
Benarkah ?
Para pelaut Bugis dari Sulawesi Selatan itu dikenal sebagai pencari teripang, hewan laut yang bernilai tinggi di pasar Asia. Teripang adalah makanan favorit orang-orang China karena teksturnya yang kenyal, rasanya yang gurih, dan khasiatnya yang berkhasiat.
Lukisan cadas Aborigin menggambarkan perahu padewakang, rumah adat Makassar, bahkan monyet yang hanya ada di Sulawesi. Peninggalan arkeologis meliputi harpun, kano, pohon asam, kaca, logam, dan teripang kering. Kata-kata serapan meliputi ajira (air), Balanda (Belanda), bara (barat), bula (buluh), jara (jara), libaliba (lepa-lepa), rupiah (uang), dan umbakumba (ombak-ombak).
Hubungan antara pelaut Bugis dan suku Aborigin berlangsung hingga awal abad ke-20, ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda melarang pelayaran Bugis ke Australia. Namun, jejak-jejak mereka tetap hidup dalam ingatan dan warisan budaya kedua belah pihak. Pelaut Bugis adalah salah satu contoh dari peradaban maritim Indonesia yang telah menjelajahi lautan dan mengenal dunia sebelum bangsa-bangsa Barat.
Mereka
adalah penemu Australia yang terlupakan oleh sejarah resmi, namun dihormati
oleh orang-orang yang mengenal mereka.
Selain
berdagang teripang, pelaut Bugis juga membawa pengaruh Islam ke Australia.
Mereka
membangun masjid-masjid sementara dari kayu dan daun palem, dan mengajarkan
ajaran Islam kepada beberapa suku Aborigin.
Beberapa
Aborigin bahkan ikut berlayar ke Makassar dan belajar bahasa dan agama di sana.
Jejak
Islam yang dibawa oleh pelaut Bugis masih ditemui dalam cerita lisan, seni, dan
budaya suku Aborigin di Australia Utara.
Mereka
memanfaatkan angin muson untuk berlayar dari Makassar ke Australia setiap
tahun. Mereka juga tinggal selama beberapa bulan untuk menangkap dan mengolah
teripang di darat.
Para pelaut itu juga menjalin hubungan dagang dan budaya dengan suku Aborigin, penduduk asli Australia, yang tinggal di pesisir. Misalnya, ada cerita tentang seorang nabi yang bernama Walitha’walitha, yang diyakini sebagai perwujudan dari Nabi Muhammad SAW. Ada juga lukisan cadas yang menggambarkan orang-orang berdoa menghadap kiblat.
Pengaruh pelaut Bugis di Australia tidak hanya dirasakan oleh suku Aborigin, tetapi juga oleh bangsa Eropa yang datang kemudian. James Cook sendiri mengakui bahwa dia menemukan peta Australia yang dibuat oleh pelaut Makassar di kapalnya.
Peta
itu menunjukkan garis pantai utara Australia dengan akurat.
Pelaut Bugis juga memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sejarah. Mereka membantu para ilmuwan Eropa untuk meneliti flora dan fauna Australia, serta memberikan informasi tentang kehidupan dan adat istiadat suku Aborigin. Mereka juga menjadi saksi mata dari peristiwa-peristiwa penting, seperti Pemberontakan Rum di Sydney pada tahun 1808.
Pelaut Bugis adalah pahlawan-pahlawan laut yang pantas dihormati dan diingat oleh bangsa Indonesia dan Australia. Mereka adalah orang-orang yang berani, cerdas, dan berjiwa besar. Mereka adalah orang-orang yang membuka mata dunia akan kekayaan dan keindahan benua Australia. Merekapun adalah orang-orang yang menjembatani perbedaan dan persahabatan antara dua bangsa.
Perahu Bugis menuju Australia |
Penemu Benua Australia James Cook pelaut Inggris.
Tapi bukti juga menunjukkan lebih dahulu orang Bugis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar