Senin, 22 November 2021

Prof. ADI UTARINI PENELITI DAN DOSEM UGM, ORANG PALING BERPENGARUH DI DUNIA 2021

NusaNTaRa.Com

byAsnISamandaK,     K  a  m  i  s,     1   6      S  e  p  t  e  m  b  e  r      2  0  2  1

Prof. Adi Utarini, dosen dan peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) by majalah versi Time dimasukkan kedalam satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2021.   Ia mendapat penghargaan ini setelah bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari Program Nyamuk Dunia untuk mencegah ancaman penyakit yang dibawa oleh nyamuk demam berdarah,   dengan melakukan inokulasi nyamuk ini dengan Wolbachia.   Bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia, tapi mampu membuat nyamuk tidak menularkan demam berdarah dari gigitannya.

Ketika ia akan melepaskan nyamut-nyamut yang sudah diinfeksikan dengan bakteri Wolbachia ini,  ia pun lantas  meyakinkan  para warga di sekitar rumahnya agar merasa aman ketika pelepasan nyamuk-nyamuk  tersebut dilakukan.    Studi ini menjadi terobosan bagi organisasi yang dia bantu dan ia pimpin serta untuk pertama kalinya  penelitian ini berhasil  membuktikan teknik ini berhasil menurunkan tingkat penyakit di lingkungan masyarakat.

Peneliti Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat   dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., M.P.H., Ph.D., punya peran penting dalam upaya untuk mengatasi penyakit demam berdarah.   Saat ini, hampir semua orang di Yogyakarta setidaknya seseorang yang pernah terkena DBD memahami akan rekayasa genetik nyamuk ini yang mampu menangkal pengembanagan penyakit dari nyamuk setidaknya domam bordarah, setidaknya ibu Utarini sendiri terselamatkan dua kali dari penyakit berbahaya ini, seperti ditulis Time.

Prof. Adi Utarini borsama timWorld Mosquito Program(WMP) Yogyakarta,  dalam penelitian mereka  telah berhasil menurunkan kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta sebesar 77 persen, seperti dilansir dari Kagama.co, media resmi di bawah naungan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).

Sebelumnya,   ibu  Adi Utarini juga sempat didapuk Komunitas jurnal penelitian Nature Research sebagai 10 orang yang dianggap paling berpengaruh dalam pengembangan ilmu pengetahuan selama tahun 2020.   Mulai dari penglibatan beliau dalam pengembang vaksin virus corona (Covid-19) yang mengheboh dunia itu sehinggalah  seorang perdana menteri masuk dalam deretan 10 orang berpengaruh tersebut.

"   Bersama kolega mereka, orang-orang ini membantu membuat penemuan luar biasa dan berhasil menarik perhatian publik kepada masalah krusial (sains). Nature's 10 bukan lah penghargaan atau peringkat. Pilihan ini disusun editor Nature untuk menyoroti peristiwa penting dalam sains melalui cerita menarik dari mereka yang terlibat   ",   Tulisan editorial Nature Research.

Prof. dr. Adi Utarini, MSc., MPH, PhD atau dikenal dengan panggilan Prof. Uut, lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 28 Desember 1989. Sejak itu, kemudian bekerja sebagai dosen di bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat (sekarang, Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan) UGM.  Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana Master of Science di Centre for International Child Health, University of College London, Inggris (British Council Awards, 1993-1994), Master of Public Health (STINT Award, 1997-1998) dan Doctor of Philosophy (STINT dan TDR Awards, 1999-2002) dari Umea University, Swedia.

Sekembalinya ke Indonesia,  ia  banyak melakukan penelitian-penelitian di bidang pengendalian penyakit menular, terutama pengendalian penyakit Tuberkulosis dan kebijakan-manajemen mutu layanan kesehatan hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar pada tahun 2011.   Beliaupun pernah bertugas sebagai Wakil Dekan Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kedokteran UGM (2012-2016)  dan Ketua Minat Manajemen Rumah sakit, Program Studi S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (2003-2012) serta penanggungjawab mata kuliah Metode Penelitian di program studi S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan program studi S-2 Kebijakan dan Manajemen Kesehatan.

Saat ini, Utarini juga mempunyai beberapa tanggung jawab atau amanah, antara lain sebagai anggota Dewan Riset Nasional (2015-2022), Ketua Kompartemen Mutu di organisasi Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)  dan Editor Utama The Journal of Hospital Accreditation yang diterbitkan oleh Komisi Akreditasi RumahSakit Indonesia (KARS) bekerja sama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM.

Melansir laman FK UGM, kegiatan penelitian yang masih dilakukan Utarini hingga saat ini adalah Peneliti Utama World Mosquito Program Yogyakarta (sejak tahun 2013) dan Konsultan pengembangan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan sejak tahun 2017. Hasil-hasil penelitiannya telah diterbitkan di lebih dari 30 jurnal kesehatan internasional.

Meneliti temukan kebahagian manusia,

A Utarini peneliti nyamuk orang paling berpengaruh di dunia.



Jumat, 19 November 2021

BAGAIMANA KEMUNGKINAN ?, ISU PRESIDEN JOKOWI JADI SEKJEN PBB ?.

NusaNTaRa.Com

byBambanGBiunG,       S  e  n  i  n,    0   8     N  o  v  e  m  b  e  r     2  0  2  1

Dalam sebuah artikel terdahulu saya sempat membuka diskusi  tentang peluang Jokowi menjadi Sekjend PBB. Di situ saya melihat jabatan beliau sekarang yang diberi kepercayaan menjadi Ketua Presidensi G20 dunia sebagai kesempatan untuk menebar jala dukungan bagi dirinya untuk menjadi Sekjend PBB.   Kesempatan itu terbuka lebar mengingat betapa para pemimpin dunia sekarang benar-benar terpesona pada sosok presiden kita yang sederhana ,  Presiden Jokowi, diakui atau tidak, kini sangat memengaruhi sikap negara-negara lain baik kepada bangsa kita juga kepada dunia.

Sosok yang kerap dikata-katain sebagai sosok plonga-plongo oleh lawan-lawan poltiknya di tanah air itu membuktikan dengan pidatonya baru-baru ini di hadapan peserta KTT G20 Roma karena  nyaris semua peserta dibuat pada melongo dan terpukau akan isi pidatonya.   Pidatonya jelas memperlihatkan pandangan Jokowi sendiri sebagai cerminan mimpi mayoritas penduduk planet biru ini yakni prinsip kesetaraan, saling mengisi, saling menopang antar penduduk bumi.

Negara-negara kuat diajaknya untuk tekun dalam keikhlasan membantu negara-negara miskin agar kue kemajuan peradaban dunia dapat sama-sama dirasakan secara merata, persis seperti caranya membuat kawasan timur negerinya sendiri kini mulai setara dengan kawasan barat.  Sedang negara-negara yang lemah secara ekonomi diajaknya untuk tak segan untuk menjalin kemitraan dengan negara lain.   Lalu, dalam semangat kebersamaan mencintai kehidupan yang manusiawi dan beradab, seluruh dunia diajaknya untuk mengalihkan pembangunan yang tak lagi mengandalkan bahan baku fosil melainkan yang terbaharukan dan yang tentunya ramah lingkungan.

Melihat komposisi negara-negara di G20 yang mayoritas pesertanya datang dari negara dengan pengaruh ajaran Kristen (ingat ya, Katolik itu juga Kristen) mengisi kebijakan-kebijkannya.  Negara Eropa dan Amerika, meski mereka mengaku sebagai negara sekular, tapi konsitusi-konstitusi yang digunakannya sangat kental dengan ajaran kristiani sebab negara-negara itu berdiri saat kekristenan masih kuat jadi pedoman hidup.   Maka, saya tidak begitu terkejut ketika ada seorang Ketua Presidensi G20, beragama Islam bernama Jokowi, berhasil membuat para pemimpin dari negara-negara tersebut terperangah kagum.

Bagaimana tidak, yang diucapkan Jokowi dalam pidatonya tersebut sangat kristiani banget,  saya sendiri merinding sewaktu menyimak pidatonya  dimana  ajakannya sangat nyambung dengan ajakan Yesus 2000 tahun silam tentang mengasihi sesama.  Poin-poin yang disampaikannya juga mirip  dengan poin-poin  "Laudato Si", enskilik yang dikeluarkan Sri Paus Fransiskus pada 2015 yang lalu.   Para pemimpin Negara itu  bagai diingatkan oleh pastor dan pendetanya dari mimbar sabda di gereja masing-masing tentang hakikat ajaran Kristus yang menjadikan Cinta Kasih sebagai hukum utama,  dalam bentuk perwujudan  mengasihi sesama terutama yang kurang beruntung, kecil, lemah, miskin dan tersingkir, juga tentunya terhadap lingkungan tempat para makhluk menjalani hidupnya.

Memang agak aneh dengan negara-negara seperti Amerika, Ingris, Italia, Swiss, Prancis, Jerman, Australia, Canada, Benelux, dll,   mayoritas negara-negara itu  konstitusinya bernafaskan nilai-nilai injili walau di atas kertas negara tersebut sekular.    Namun, negara-negara itu terutama Amerika dan Inggris selama ini cenderung mengeksploitasi sesama di negara lain, hal mana sangat bertentangan dengan ajaran kristiani yang menekankan kecintaan pada sesama.    Logika konyol sih sering dipakai untuk menyebut   negara-negara tersebut  negara secular,  padahal  itu bukanlah jawabanna  jika diteliti bahwa  konstitusi yang berlaku di negara-negara maju tersebut bernafaskan injil meski mereka ambil sekular sebagai cara bernegara. Lalu apa sebetulnya masalahnya  ?.

Tak ada alasan lain selain alasan pembangkangan dan pengangkangan terhadap ajaran kristiani yang menekankan perlunya Cinta Kasih (karitas) pada sesame,  seandainya ajaran ini dihayati secara konsisten termasuk dalam menyelenggarakan negaranys masing-masing,  maka tak akan ada negara super power menjadi agressor pada negara-negara lemah sebab motif penguasaan akan sumber daya alam bakal kalah di hadapan rasa cinta akan sesama dan lingkunam hidup.   Di selekohan keanehan inilah Jokowi hadir membawakan pidato yang amat injili tersebut,  kalau para pemimpin dari negara-negara yang dulunya merupakan basis kekristenan tidak  dibuat melongo karenanya, only one reasen pemimpin  negara bersangkutan pasti sedang terganggu kesehatannya.

Bagaimana bisa bilang begitu ?  Pidatonya kan sama kayak jemaat Kristiani diajak untuk kembali bertekun dalam hal cinta kasih oleh seorang ustadz/kiai, mereka kebanyakan "dibentuk"  oleh ajaran kristiani, namun dapat siraman rohani dari seorang yang Islam. Bukankah ini mengherankan jika tak mau dibilang sangat istimewa  ?,  Jadi, bagi saya, pidato Jokowi adalah cara Tuhan menegur manusia.   Ancaman bencana kini nyata di depan mata, perubahan iklim yang  di akibatkan  kemajuan laju peradaban dunia yang  tidak dilandasi oleh semangat menghargai kehidupan. Jika akhirnya seseorang hadir lewat pidato untuk mengingatkan, satu hal yang langsung terbersit di benak saya: TUHAN SEDANG MENUNJUKKAN KUASANYA pada dunia lewat pidato seorang Jokowi yang Islam.

Nah, apabila benar bahwa Tuhan sedang berkarya mengingatkan bangsa manusia untuk kembali menyadari kefanaan dirinya di hadapan keperkasaan alam, saya pun yakin bahwa Jokowi nanti akan dibuatNya menjadi Sekjend PBB.  Sehingga  negara-negara itu tidak akan mudah lagi untuk semau gue. Di hadapan Jokowi yang strategi kebijakan politiknya sering tak terbaca lawan, mereka tak akan bisa bertingkah banyak. Tahu-tahu keris Solo sudah ditancepkannya di jantung lawan.

Pertanyaannya adalah apakah peluang Jokowi mumpuni jadi Sekjend PBB  ?  Pertanyaan ini lantas mengingatkan saya pada sosok Ali Alatas, SH., Menlu kita masa Orde Baru ini dulu pernah dijagokan untuk jadi Sekjend PBB setelah Boutros Boutros Ghali,  entah mengapa  wacana pencalonannya saat itu menguap begitu saja. Beredar keterangan saat itu kalau diplomasi kita kurang agresif walau ketokohan beliau cukup mumpuni di masanya.   SBY  sempat pula hangat diusulkan jadi Sekjend PBB oleh loyalisnya dalam negeri,  namun buru-buru  melakukan diplomasi di kancah internasional, dia cenderung  memilih memburu gelar akademis honoris causa daripada penjajakan kemungkinan jadi Sekjend PBB. Alhasil, wacana para loyalisnya pun menguap begitu saja.

Bagi yang belum baca silakan ke link ini ya: Jokowi Berkesempatan Menjajaki Peluang Dicalonkan sebagai Sekjend PBB 2026-2031

Jokowi ?  Saya amat berharap bahwa para pembaca tulisan saya yang ini juga artikel sebelumnya, pada tergerak hati untuk mulai meramaikan medsos masing-masing mendukung pencalonan Jokowi jadi Sekjend PBB.  Sebab untuk urusan lobby internasional, saya kira tidak perlu lagi sebab nyata kini milyaran pasang mata dunia sudah tertuju padanya dengan tatapan kagum penuh harap dan  ketika Jokowi berkenan mendeklarasikan dirinya  sebagai calon  Sekjend PBB, tiket kemenangan itu mutlak miliknya  dan kita yakin bahwa Tuhan memang  sedang berkarya menyelamatkan kehidupan di bumi. Jokowi dipakaiNya.  Amin.  dr.SEWORD, Aven Jaman, 08 Nov  2021.

Jokowi mengajak dunia mencintai sesama dan Lingkungan hidub,

Pidato Presiden JokoWi  calon Sekjen PBB di G20 mengagumkan.



Rabu, 17 November 2021

NINA GUSMITA ATLET PARALIMPIK MEDAN MERAIH TIGA MAS DI PEPARNAS XVI PAPUA 2021

NusaNTaRa.Com

byLaDollaHBantA,    M i n g g u,   1   4     N  o  v  e  m  b  e  r     2  0  2  1

Nina Gusmita Atlet Paralimpik dari Medan

Atlet Paralimpik Nina Gusmita (23) berhasil  mendulang tiga medali emas di ajang Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua cabang olahraga (Cabor) Atletik dengan klasifikasi (T54) kursi roda, Gadis Cuantik, Muda dan berprestasi hadir di ajang tersebut  berasal dari Medan mewakili Sumut.   Peparnas XVI Papua merupakan panggung perdana bagi Nina Gusmita  dan juga tambang emas baginya. Gadis manis kelahiran Medan 8 Agustus 1998 itu berhasil mendulang emas di tiga nomor pertandingan sekaligus memecahkan rekor nasional.

Ketiga nomor pertandingan yang membuahkan medali emas untuk Nina Gusmita adalah  nomor 100 meter putri (T54) dengan waktu 18,52 detik,  torehan waktunya sekaligus  memecahkan rekor nasional (rekornas) atas nama Dina Rulina pada Peparnas 2016 dengan waktu 21,92 detik.   Untuk nomor 200 meter putri (T54) dengan catatan waktu 33,44 detik dan torehan  waktu Nina  berhasil memperbaiki rekornas 36,69 detik atas nama Mulyani pada Peparnas 2016 di Jawa Barat.  Dan dari nomor 400 meter putri (T54),  Pada nomor ini Nina berhasil membukukan rekornas baru dengan catatan waktu 1:07,49 menit. 

 Bagi Nina, berprestasi di usia muda bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,  meski  perjalanan menuju keberhasilan untuk mendapatkan prestasi tidaklah selalu berjalan mulus penuh dengan perjuanam.   Pada saat usia 18 tahun, mahasiswi di Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna Medan ini mengalami musibah, kecelakaan motor.   "  Dulu aku atlet normal, aku atlet junior pelatda olahraga voli. Karena kecelakaan saat mengendarai motor akhirnya jadi penyandang disabilitas. Dulu kecelakaannya sehabis pulang dari latihan voli   ",  Ujar SiGaluh Nina  Gusmita dalam ungkapan wawancaranya  di  Stadium Lukas Enembe, Sabtu (13/11/2021).

Akan prestasinya Atlet Para Atletik peraih tiga medali emas dan memecahkan tiga rekor nasional pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, Nina Gusmita siap menerima tantangan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali untuk bertekad dan bermimpi tampil di Paralimpiade Paris 2024 nanti.   "  Siap sih, pengen banget tampil di Paralimpiade, karena teman- teman sudah banyak yang kesana. Jadi rasa dari sendiri kepengen juga  ",   Ujar SiDin Nina Gusmita usai meraih medali emas cabang olahraga Atletik kursi roda nomor 200 meter di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (12/11/2021).

Kepada Menpora Amali yang turut hadir menyaksikan pertandingannya, Nina berharap dukungan Menpora Amali terhadap para atlet-atlet disabilitas, terutama yang saat ini sedang berada Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) NPC Indonesia di Solo, Jawa Tengah,   "  Teman-teman di NPC sangat membutuhkan support, sangat membutuhkan dukungan bapak menteri  ",   Ujar SiDin Nina Gusmita.   Terkait hasil pertandingan yang dicapainya hari ini, dengan raihan medali emas dan pemecahan rekor, Nina mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan buah kerja kerasnya dengan terus berlatih.

Nina menuturkan, awalnya pada saat setelah kecelakaan dirinya berpikir tidak dapat melanjutkan keinginannya untuk terus bermain voli,  keinginan  itu seakan-akan hancur bersama dengan musibah yang dialaminya kala itu.  "  Saat jatuh, aku mikir, udahlah gak bisa main voli lagi. Sempat berpikir seperti itu karena aku lihat kaki sudah hancur dan sudah tidak bisa latihan lagi. Akhirnya ketika dibawa ke rumah sakit, kaki aku harus diamputasi  ",  Ujar SiGaluh dengan Soppengernya (Jumawa). 

Lulusan SD Angkasa 1 Medan dan SMP Negeri 28 Medan ini mengambil nilai positif dari sebuah musibah yang ia jalani dan membuang segalahal negatifnya agar tidak merasa terbebani saat mewujudkan kesuksesan.  Beberapa hari setelah diamputasi, saat itu masih di rumah sakit, datanglah atlet senior voli yang bekerja dibagian penyandang disabilitas,   "  Senior itu ngajak aku, ayo ikut National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), nanti bisa olahraga lagi, bisa berprestasi lagi. Walaupun sudah kekurangan, tapi nanti tetap bisa nerprestasi. Ya, akhirnya aku ikut NPCI   ",  Ujar SiGaluh Nina Gusmita mamtan siswa SMA Negeri 13 Medan.

Menurut Nina, saat  masuk NPCI, dirinya diperkenalkan olahraga di nomor lempar yang kemudian menjadi  atlet Lempar dan kemudian menjadi atlet Voli duduk tahun 2019 hingga masuk pelatnas  untuk mengikuti ajang paralimpik internasional yakni ASEAN Para Games di Filipina.   Setelah beberapa hari masuk pelatnas voli, ternyata dikabarkan bahwa kalau negara yang berminat mengikuti voli duduk itu tidak banyak. Sehingga cabor voli duduk tidak jadi dipertandingkan. Nina pun batal diberangkatkan ke ASEAN Para Games di Filipina.   "  Akhirnya aku ditawari sama NPCI, bahwa kalau ingin tetap di pelatnas maka harus pindah ke atletik yakni wheel chair (kursi roda). Akhirnya coba pindah cabor dan masuk di wheel chair. Ternyata progresnya bagus, dan akhirnya pindah cabor di kursi roda  ",  Jelas Nina Gusmita.

Nina mengakui, setelah menjadi atlet kursi roda dirinya merasa sudah berada di cabang olahraga yang sesuai. Hingga saat ini Nina terus berlatih dari Senin hingga Sabtu, baik pagi hari maupun sore hari.  " Sabtu sore dan Minggu free ",   Ujarnya.    Nina mengatakan, saat ini pemerintah sudah banyak mendukung atlet penyandang disabilitas maupun teman-teman penyandang disabilitas sehingga tidak ada halangan lagi untuk berkarya bagi penyandang disabilitas. Baik itu berkarya buat Indonesia, buat keluarga, maupun buat orang tua.    

Nina Gusmita atlet Paralimpik dgn 3 medali Emas

Manusia cacat pisik atau Disabilitas,

Nina Gusmita atlet Paralimpik Medan peraih tiga Emas.




Selasa, 16 November 2021

PERMEN KEKERASAN SEKSUAL DITOLAK 13 ORMAS DAN HIDAYAT NURWAHID MENDUKUNYA PENOLAKAN ITU

NusaNTaRa.Com

byMuhammaDNunukaN, J  u  m ‘ a  t,  0  5   N o v e m b e r   2  0  2  1

Hidayat NurWahid  wakil MPR RI

Wakil Ketua MPR RI Dr HM Hidayat Nur Wahid menyesalkan Menteri Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengulangi membuat peraturan yang kembali ditolak banyak pihak karena Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi itu sarat dengan ketentuan yang tak sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945, serta peraturan perundangan di atasnya.

Peraturan tersebut juga telah ditolak oleh masyarakat luas sebagaimana dinyatakan oleh 13 organisasi yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI). Dari DPR, Fraksi PKS juga tegas menolak karena peraturan tersebut jauh dari nilai-nilai Pancasila yang memuliakan norma agama, serta tidak memiliki landasan hukum yang spesifik dan bahwa aturan mengenai kekerasan seksual yang dirujuk oleh Permen itu justru sudah dibatalkan oleh DPR  dan aturan yang sekarang masih dibahas di DPR RI sudah tidak relevan dengan prinsip yang dirujuk oleh Permen tersebut.

Hidayat NW juga mengingatkan bahwa pembuatan aturan Menteri yang  mengabaikan norma agama, UUD NRI 1945 dan tidak sesuai dengan landasan hukum di atasnya, bukan pertama kalinya dilakukan oleh Mendikbudristek, namun sudah beberapa kali kasus serupa terjadi.   “  Saya mendukung 13 Ormas Islam dan Fraksi PKS  serta masyarakat luas yang secara terbuka, argumentatif dan konstitusional menolak Permendikbud 30/2021.   Dan ini menambah daftar panjang aturan kontroversial yang dikeluarkan oleh Mendikbud.   Selain peraturan tersebut yang harus segera ditarik dan direvisi, saya juga mendesak Presiden Jokowi untuk menegur Mas Menteri Nadiem agar kejadian serupa tak terus berulang   ”,  Ujar SiDin Hidayat Nur Wahid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menilai, secara eksplisit dan substantif Peraturan Menteri soal Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi itu jelas tidak menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar NRI 1945, dan UU Sistem Pendidikan Nasional sebagai spirit dasar pembentukannya, terlihat dengan tidak dimasukkannya norma agama dan tujuan dari pendidikan nasional yang diatur oleh UUD NRI 1945 yakni agar peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sangat jelas ketentuan-ketentuan dalam Permendikbud tersebut masih menggunakan paradigma kekerasan dan persetujuan dalam hal aktivitas seksual yang terjadi di perguruan tinggi.  Sehingga ketentuannya masih menghadirkan sanksi bila ada kekerasan dan bila tidak terjadi persetujuan, karenanya bila dalam hal hubungan seksual tidak terjadi kekerasan dan terjadi persetujuan,  maka itu bukan pelanggaran, sekalipun itu tidak sesuai dengan Pancasila, UUD-NRI 1945, serta bertentangan dengan norma agama, hukum dan norma ketimuran.   Padahal ketentuan-ketentuan prinsip seperti itu sudah mengalami koreksi dan perbaikan mendasar dengan konsisten merujuk ke Pancasila, UUD NRI 1945 serta norma agama. Itulah yang sekarang sedang dibahas di Baleg DPR RI.

“  Pada dasarnya kami mendukung upaya Mendikbudristek untuk memberantas kekerasan dan kejahatan seksual di lingkungan kampus dan lingkungan lembaga pendidikan lainnya. Tapi tentunya itu harus sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945 dan karenanya juga harus sesuai dengan norma agama dan norma kebudayaan yang berlaku, bukan justru mengabaikannya dan jadi terkesan permisif dan melegalkan praktik hubungan seksual di lingkungan perguruan tinggi yang tak sesuai dengan norma agama, hukum, serta adat istiadat di Indonesia, dengan berlindung di balik budaya Barat yaitu dalih persetujuan (suka sama suka) dan tanpa kekerasan   “.  Ujar SiDin Hidayat NurWahid.

Nadiem Makariem Kemendijbud

“  Permen seperti itu jadi seperti melegalkan praktik seks bebas, zina dan LGBT di kampus dengan dalih tidak adanya kekerasan dan hadirnya persetujuan dua pihak. Hal ini beserta dampak-dampak negatifnya di kalangan perguruan tinggi, harusnya diwaspadai oleh Kemendibudristek, karena semakin meningginya praktik seks bebas/di luar pernikahan di antara remaja usia awal kuliah (18-20 tahun). Sebagaimana temuan dari penelitian Reckitt Benckiser Indonesia (19/7/2019): 33% remaja usia 18-20 tahun di 5 kota besar di Indonesia sudah melakukan hubungan seks di luar pernikahan.  Hal yang juga menjadi kekhawatiran 13 Ormas Islam yang terhimpun dalam Majelis Ormas Islam (MOI)   ”,   Ujar SiDin Hidayat NurWahid dengan Soppengernya (Jumawa).

Hidayat NW sapaan akrabnya mencatat, sudah beberapa kali Menteri Nadiem mengeluarkan kebijakan yang ditolak publik karena kontroversial dan tidak sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945 dan norma-norma agama. Misalnya  :  Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang akhirnya ditarik untuk direvisi karena tidak memasukkan frasa agama, SKB 3 Menteri soal seragam siswa yang akhirnya dibatalkan oleh MA, Kamus Sejarah Indonesia yang banyak informasinya tidak akurat bahkan tidak memasukkan tokoh-tokoh umat Islam yang berjasa bagi sejarah pembentukan Negara Indonesia Merdeka, dan justru banyak memasukkan tokoh-tokoh PKI, dan akhirnya ditarik juga. Juga adanya Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 soal Sistem Pendidikan Nasional yang menghilangkan Pancasila dan Bahasa Indonesia dari daftar mata kuliah wajib.

Hidayat NW sudah  mengingatkan Menteri Nadiem untuk lebih memahami dan konsisten dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan norma-nroma keagamaan yang hidup di tengah masyarakat dan tak bisa dipisahkan dari Pancasila dan konstitusi Indonesia, agar peraturan terkait pendidikan harus sesuai hal-hal tersebut yang telah disepakati berlaku di Indonesia. Sehingga peraturannya solutif, tidak kontroversial, dan bisa diterima oleh masyarakat luas.

Namun yang terjadi justru Kemendikbud menghadirkan aturan kontroversial yang terus berulang, terbaru soal Kekerasan Seksual di kalangan Perguruan Tinggi. Suatu hal yang mestinya tidak terjadi pada kementerian yang mengurusi pendidikan, kebudayaan, dan riset.   “  Oleh karena itu sewajarnya Presiden Jokowi menegur Mendikbudristek secara tegas dan terbuka supaya tidak dipahami bahwa berbagai kesalahan itu adalah visi misi Presiden. Kemendikbud harusnya bisa jadi teladan dalam berpendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, serta kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbud ke depannya tidak lagi bertentangan dengan Pancasila, UUD NRI 1945 dan norma agama, sehingga solutif dan konstitusional, dan tidak lagi membuat gaduh, dan berakibat kembali ditolak oleh public  ”,  Ujar SiDin Hidayat NurWahid memungkas. dr.GontoRNewS.Com.RusdionOMukrI.05/11/2021.

Presiden Jokowi dan Makareim Kemendikbud

Manusia hidup dengan norma agama dan social, 

Hidayat NurWahid dukung penolakan permen Kekerasan sexual.



PENDIDIKAN DI ARAB SAUDI MEMASUKKAN BAHASA CHINA DALAM KURIKULUM

NusaNTaRa.Com

byBahrIHasupiaN,     J   u   m ‘ a   t,     0  8      O  k  t  o  b  e  r      2  0  2  1

 

 


LieMHiEDjunGTokELegendS@   Arab Saudi dan China meningkatkan hubungannya  dengan memasukkan bahasa China ke dalam sistem pendidikan, karena semakin pentingnya  bahasa China  di dunia, termasuk Saudi.   Berdasar keyakinan lebih besarnya peluang kerja bagi mereka yang dapat berbicara lebih dari satu bahasa, Universitas Jeddah (UJ) akhirnya memutuskan  mewajibkan mahasiswa tahun pertama untuk mendapat pendidikan bahasa tambahan, termasuk bahasa China.   Kerajaan dan China telah menikmati hubungan yang stabil dan  sejak kedua negara itu menjalin hubungan diplomatik  1990,    31 tahun hubungan yang solid,  bahasa China masuk  ke universitas dan sekolah Saudi akan menjadi  ikatan antara dua raksasa G20 itu dan mendukung tujuan pendidikan  Visi Saudi 2030.

Universitas Saudi lainnya, seperti Universitas King Abdul Aziz, juga telah memperkenalkan program dalam bahasa China untuk siswa mereka. Dalam sebuah wawancara, Ibrahim Saadi, dekan institut bahasa di Universitas Jeddah, mengatakan bahwa sekolahnya mulai mengajarkan bahasa Mandarin setelah putra mahkota mengeluarkan arahan untuk memasukkan bahasa itu dalam program pendidikan Saudi.  “  Sejak keputusan itu dibuat, Universitas Jeddah memulai langkah-langkah proseduralnya untuk mengimplementasikan rencana pengenalan bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua di universitas setelah bahasa Inggris   ”,   Ujar SiDin Abdul Aziz,  menambahkan bahwa dewan universitas telah menyetujui bahasa Mandarin sebagai bahasa pengajaran dan penelitian ilmiah di universitas.

Dalam wawancara media lain, Saadi mengatakan bahwa semua siswa yang ingin bergabung dengan universitas harus mengambil kursus bahasa Mandarin yang menjadi program wajib bagi siswa program tahun persiapan. Di sisi lain, keinginan untuk merekrut instruktur China sebagai pengajar di universitas menjadi tantangan selama setahun terakhir karena pandemi COVID-19 yang membuat rencana tersebut tertunda, meski pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif lain.

Universitas Jeddah menandatangani perjanjian dengan Universitas Normal Shandong yang berbasis di Jinan karena universitas tersebut menyediakan pelajaran rekaman video kepada universitas Saudi. Di Jeddah, tim dari Pusat E-Learning dan Pendidikan Jarak Jauh mereproduksi dan mengedit kelas sambil menambahkan penjelasan berbahasa Arab dan Inggris untuk membantu siswa memahami konten. Universitas juga menarik instruktur lokal yang berbicara bahasa Mandarin untuk bergabung dengan program baru di universitas.

Talal Al-Asmari, direktur pusat,  Bahasa China Konsep Baru dipilih sebagai buku teks referensi  kursus tersebut,  “  Setelah berkonsultasi dengan profesional yang mengkhususkan diri dalam pengajaran bahasa Mandarin, kami memperkenalkan kurikulum kepada siswa yang mendaftar untuk kursus pada September 2020  ”,  Ujar SiDin Talal Al-Asmari.   Douglas Steedman,  instruktur bhs Inggris di Universitas Jeddah dan pengajar  bhs Mandarin, mengatakan  semester pertama pengajaran bahasa Mandarin di sekolah tersebut sangat menginspirasi,   “  Semester pertama adalah kelas online dan pembelajaran jarak jauh dan  menambah tantangan lain bagi siswa sejak awal  ”,  Ujar Douglas S di video produksi  UJ.

“  Jadi, dengan kelas saya, apa yang saya coba lakukan adalah membawa energi dan antusiasme dan membagikan hasrat saya untuk mata pelajaran ini. Saya mencoba untuk menyemangati, mendukung, dan sabar karena kami hanya mengikuti materi dengan kecepatan yang sangat wajar. Kami melakukan banyak pengulangan dan berusaha membuat siswa nyaman dan penasaran dengan bahasa tersebut sehingga mereka senang mempelajarinya  ”.

Karena ini adalah pertama kalinya mahasiswa UJ berbicara bahasa Mandarin, banyak dari mereka merasa malu untuk menggunakan bahasa yang digunakan oleh seperlima populasi dunia. Al-Asmari berkomentar bahwa pembelajaran jarak jauh telah memberi mereka kesempatan berharga untuk mengatasi rasa malu dan keraguan mereka untuk berbicara bahasa Mandarin.

Mengomentari memperkenalkan bahasa Mandarin dalam kurikulum pendidikan Saudi, Duta Besar Tiongkok untuk Arab Saudi, Chen Weiqing, mengatakan, “Dengan mempopulerkan bahasa Mandarin secara bertahap dalam pendidikan Saudi, itu akan lebih mempromosikan saling pengertian dan memperdalam persahabatan antara kedua bangsa.”

Sebagai salah satu dari enam bahasa resmi PBB, ada permintaan yang lebih tinggi untuk belajar bahasa China. Lebih dari 10 juta siswa di AS, mulai dari taman kanak-kanak hingga kelas 12 mempelajari bahasa dunia. Itu membuat sekitar 20 persen anak sekolah AS, menurut survei 2017 yang dilakukan dan diterbitkan oleh American Councils for International Education.  Bahasa Spanyol adalah bahasa kedua yang paling banyak diajarkan di seluruh 50 negara bagian AS dengan 7,4 juta siswa, diikuti oleh Prancis (1,3 juta) dan Jerman (331.000).dr.Republik.Co.id,08/10/2021.

“  Dimana ada asap di situ ada bahasa Cincau-Cincaulah (bhs.  China)   “, 

S     a     i     d       b   y         LieMHiEDjunGTokELegendS@



Senin, 15 November 2021

JOKOWI ANUGERAHKAN USMAR ISMAIL PAHLAWAN NASIONAL DI AJANG PIALA CITRA 2021

NusaNTaRa.Com

byIrkaBPiranhA, K  a  m  i  s,  1  1   N  o  v  e  m  b  e  r   2  0  2  1

Presiden Joko Widodo merasa bangga bahwa di masa pandemi industri film Indonesia meraih banyak prestasi gemilang di dunia film internasional, mengungguli negara-negara lain di Asia Tenggara.  Presiden terkesan dengan kejelian para sineas Indonesia dalam mengambil cerita dari sudut pandang yang kadang tidak terpikirkan.   Demikian disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2021 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu, 10 November 2021.

“  Saya melihat memang bermacam-macam arah sudut cerita yang diambil seperti tadi baik mengenai syariah yang ada di Provinsi Aceh, kemudian juga ada tadi mengenai perempuan, wanita-wanita yang ada di penjara yang melahirkan anak, tadi apa judulnya  “Invisible Hopes”  dan yang lain-lainnya yang menurut saya sudut-sudut yang diambil yang kadang-kadang kita tidak mempunyai pikiran ke arah itu. Saya kira ini sebuah pandangan yang tajam, yang diwujudkan dalam sebuah film yang sangat apik  ”,   Ujar SiDin Jokowi Presiden RI.

Presiden juga  mengapresiasi empat film Indonesia berturut-turut memenangkan penghargaan tertinggi di festival-festival film terbaik dunia,  Pertama, Edwin dengan karya “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”, yang menjadi pemenang Golden Leopard Locarno Film Festival,  2.  Kamila Andini melalui karya “Yuni” yang memenangkan Platform Prize Toronto Internasional Film Festival.  3, Tumpal Tampubolon, melalui karya “Laut Memanggilku” yang memenangkan Sonje Awards Busan International Film Festival  dan  4.  Monika Tedja, melalui karya “Dear to Me”, memenangkan Junior Jury Award, Special Mention Open Doors Shorts Locarno Film Festival.

“  Ini sangat luar biasa. Sekali lagi, saya sangat mengapresiasi dan saya berharap para sineas, para aktor, para aktris, dan seluruh _stakeholder_ perfilman Indonesia terus memupuk mimpi besar, menguatkan kolaborasi dengan pusat-pusat perfilman dunia, menggali dan mengangkat cerita unik, tempat indah, juga talenta-talenta hebat kita  ”,  Ujar SiDin Jukuwi menjelaskan.

Di awal sambutan Kepala Negara mengapresiasikan untuk Usmar Ismail, yang telah memprakarsai penyelenggaraan FFI bersama Djamaluddin Malik  tahun  1955 lalu sebagai wujud apresiasi tertinggi untuk para pejuang kebudayaan,   “  Pagi tadi, sebagai wujud penghargaan tertinggi untuk para pejuang kebudayaan, atas nama bangsa dan negara, saya menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Bapak Haji Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia  ”,  Ujar SiDin Jukuwi dengan Soppenger (Jumawanya).

Piala Citra FFI 2021 yang sengaja digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan, sekaligus hari di mana Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail  dianugerahi gelar pahlawan NASIONAL,  dengan mengusung tema  “Sejarah Film dan Media Baru”  dengan subtema  “Beralih Masa Bertukar Rasa Film Indonesia”,  malam nanti FFI akan mengumumkan pemenang dari setiap kategori nominasi.  “  Semangat kejuangan para pahlawan, para pejuang kebudayaan dan Bapak Perfilman Indonesia harus terus kita jaga dengan menciptakan karya-karya berkualitas yang menunjukkan keunggulan dan karakter jati diri kita sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang tidak tertandingi   ”,   Ungkapnya Laji.

Ketua Komite Festival Film Indonesia 2021, Reza Rahadian, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Usmar Ismail.   Ia juga menegaskan bahwa tantangan yang disebabkan pandemi Covid-19 bukanlah satu halangan untuk menciptakan mahakarya luar biasa bagi dunia perfilman Tanah Air,  “  Dalam perubahan yang terjadi, insan perfilman Indonesia tetap berjuang untuk berkarya, serta tetap memberikan apresiasi tertinggi kepada insan perfilman Indonesia   ”,   Ujar SiDin Reza Rahadian.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.  Diajang Piala Citra 2021 ini tercatat beberapam peraih Piala Citra diantaranya Arawinda Kirana Peran utama wanita terbaik, Chicco Kurniawan untuk Peran utama pria terbaik,  Marrisa Annita untuk Peran Pendukung wanita terbaik, Jerome Kurnia untuk Peran Pembantu pria terbaik,  Prilly Latuconsina untuk artis pilihan penonton terbaik dan "Penyalin Cahaya" menjadi film terbaik FFI 2021 dengan perolehan piala terbanyak 

Aktor Chicco Kurniawan peraih Piala Citra utk Peran Pria Utama terbaik

Perfileman wujud perjuangan kebudayaan nasional, 

Presiden Jokowi menganugerahkan Pahlawan Nasional pada Usmar Ismail.




Minggu, 14 November 2021

PULAU BULAN BATAM, SUMBER IMPORT LISTRIK DAN BABI UNTUK SINGAPURA

NusaNTaRa.Com

byMuhammaDBakkaranG,     R  a  b  u,    2   7      O  k  t  o  b  e  r      2  0  2  1

Pemerintah Singapura memutuskan untuk mengimpor pasokan listrik dari Indonesia.  Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong mengatakan negaranya berencana mengimpor hingga 4 gigawatt (GW) listrik rendah karbon pada tahun 2035  atau sekitar 30% dari total pasokannya.   Dalam tahapan uji coba awal, negara kota itu rencananya akan mengimpor sebanyak 100 megawatt (MW) pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang berlokasi di Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau pada 2024 mendatang,  kebijakan ini  menurut Kim Yong,  untuk mendiversifikasi pasokan dan meningkatkan ketahanan energi.

Rencana  uji coba import listrik ini untuk menyelesaikan masalah teknis dan peraturan mengenai perdagangan listrik lintas negara, seperti rencana untuk mengimpor 100 megawatt (MW) listrik dari Malaysia dan 100 MW listrik tenaga surya dari Pulau Bulan di Indonesia.  Perusahaan produsen listrik Singapura, YTL PowerSeraya, mengatakan pada Senin (25/10/2021)  bahwa mereka telah ditunjuk sebagai importir listrik dalam uji coba 2 tahun untuk mengimpor 100 MW listrik dari Malaysia melalui struktur jaringan yang telah tersedia.

"  Uji coba ini memungkinkan kami untuk mempelajari dan meningkatkan sistem dan proses kami saat kami meningkatkan impor  ",  Ujar SiDin Gan Kim Yong Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura  dalam pidatonya di acara Singapore International Energy Week sebagaimana dikutip Reuters, Senin (25/10/2021)  dan  "  Kami juga akan mengimpor berbagai jenis energi rendah karbon dari berbagai belahan dunia untuk mendiversifikasi sumber kami dan meningkatkan keamanan energy.  "

Dalam tahapan tersebut, nantinya konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan pembangkit listrik PacificLight Power akan menghubungkan pembangkit listrik tenaga surya di Pulau Bulan ke pembangkit listrik PacificLight Power yang berada di Singapura.  Nyatanya, Pulau Bulan tidak hanya menyimpan potensi kelistrikan. Pulau yang berada 2,5 km barat daya kota Batam itu juga menjadi pemasok daging babi yang besar ke Singapura. Setiap harinya, terdapat 1.000 ekor babi yang diekspor dari Pulau Bulan menuju negara yang berada di depan kota Batam itu.

Menurut pemberitaan di situs Badan Karantina Pertanian Kementan, Kementan pernah melakukan seremoni pelepasan ekspor babi potong sebanyak 985 ekor atau senilai Rp 3,5 miliar tujuan Singapura,  "  Ini maksud kami yang adalah potensi yang kita punya, ini menyerap ribuan pekerja, pendapatan peternak, devisa Negara  ",   Ujar SiDin Agus Sunanto selacu Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan Kementan saat melepas ekspor babi di Instalasi Karantina Hewan Pulau Bulan, Kepulauan Karimun (2/10/2021

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) kelas II Tanjung Pinang  Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan bahwa ,  ekspor Babi dari Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau ke Singapura mencapai 1.000 ekor per hari itu masih jalan rutin setiap hari kecuali hari Kamis bahkan di saat-saay masih krisis Pandemi ini.   Bahkan Ujar sidin Pemberlkuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku di Kepri tidak mengurangi  aktipitas ini,  dan ia menambahkan  Objek ternak Babi di Pulau Bulan harus dilindungi  keamanan, kesehatannya dari virus flu Baby Afrika atau ASF. 

Ternak Babi di Pulau Bulan  Kepri

Singapura akan mengeluarkan dua permintaan proposal (request for proposals/RFP) untuk impor listrik 4 GW rendah karbon dalam upaya tersebut, yang mana mirip dengan pendekatan diversifikasi sumber gas alam saat ini. Proposal pertama akan diluncurkan pada November sementara yang kedua diharapkan pada kuartal kedua tahun depan.  Selain itu, Singapura akan mengerahkan beberapa turbin gas alam yang semula operasinya telah dihentikan sebagai cadangan jika terjadi gangguan jangka panjang pada pasokan energi, kata Gan.

Berdasarkan data Energy Market Authority (EMA), lembaga yang berada di bawah Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura, hingga saat ini, sekitar 95% listrik Singapura dihasilkan dari gas alam. Meskipun demikian pemerintah telah berencana untuk meningkatkan sumber energi terbarukan.   Transisi ke energi terbarukan, termasuk impor listrik, tidak menjadikan harga listrik lebih murah karena ongkos transmisi, cadangan, dan peningkatan jaringan akan membengkakkan biaya, tambah Gan.

Negara Singa memberikan SG$ 55 juta  setara  Rp 579 miliar (kurs Rp 10.541/SG$) untuk mendanai penelitian guna meningkatkan kelayakan teknis dan ekonomi dari teknologi rendah karbon, seperti hidrogen dan penangkapan karbon (carbon capture) serta pemanfaatan dan penyimpanan energi, Ujar  Gan Kim Yong Laji.    Sementara EMA dan lembaga negara Singapura yang fokus pada pembangunan industri berkelanjutan, JTC Corporation, akan meluncurkan permintaan proposal senilai US$ 6 juta atau setara dengan Rp 85,8 miliar (kurs Rp 14.300/US$) untuk menguji energi terbarukan, sistem penyimpanan energi dan solusi rendah karbon di Pulau Jurong Singapura.

Sementara itu, kondisi kelistrikan Singapura tidak lepas dari campur tangan RI. Negara kota itu diketahui mendapatkan 60% pasokan gas alam dari Indonesia, tepatnya pipa gas West Natuna dan juga Sumatera Selatan (Sumsel). Gas sendiri meliputi 95% penggunaan listrik di negara itu.

Singapura memerlukan energi penerangan besar

Saling memudahkan sesama  tetangga,

Pulau Bulan produsen listrik dan Babi bagi Jiran Singapura.



SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...