Senin, 06 September 2021

INDONESIAN HOSPITAL DI GAZA UTARA, RUMAH SAKIT TERBESAR DI JALUR GAZA UTARA DIBIAYAI MASYARAKAT INDONESIA.

NusaNTaRa.Com

byKariTaLa  L  A,      S   a   b   t   u      2   2        M      e      i         2   0   2   1

 

Rumah Sakit Indonesia  yang  pertama  ada di Jalur Gaza  diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tahun  2016  di Palestina,  Rumah sakit inipun  menjadi rumah sakit terbesar yang ada di Gaza Utara ysng dibangun  dari hasil sumbanagan rakyat Indonesia untuk Palestina.    Untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini  memakan biaya   Rp 30 miliar dan  untuk bangunan pelengkap rumah sakit sebesar Rp 7,5 miliar   serta  sebesar  Rp 65 miliar untuk pengadaan  alat-alat  kesehatan.

Pembangunan  Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara tak lepas dari peran Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang melakukan kerja relawan medis di Palestina, mengambil inisiatif membangun rumah sakit di utara Gaza  karena saat 2009  rumah sakit utama Assyifa tidak bisa menampung korban serangan Israel.   "  Kita melihat korban banyak berjatuhan (pada serangan Israel 2008) dan Rumah Sakit Assyifayang pusatnya rumah sakit di Gaza penuh. Kita juga mendapat kabar bahwa korban-korban yang dari utara tidak bisa sampai ke Assyifa, karena persoalan transpotasi, peperangan, intersepsi dari pasukan Israel  ",   Ujar  SiDin  MER-C Joserizal Jurnalis,   Jumat   (04/05/2018).

"   Berpikir mungkin perlu rumah sakit di sebelah utara. Akhirnya kita survei dan kita dapat (lokasi) di Beit Lahiya, Gaza utara  ",  Ujar SiDin menimpali Laji.    Sebulan setelah selesainya konflik itu, MER-C kembali merealisasikan keinginan membangun rumah sakit khusus trauma di Gaza  dengan penandatangan nota kesepahaman  Pembangunan Rumah Sakit Indonesia  yang ditandatangani  Baashim Naim  Menteri Kesehatan Palestina  Pada  23 januari 2009, dengan pemberian tamah wakap di Beit Lahiya dan berbekal sumbangan masyarakat Indonesia lewat MER-C Indonesia pembangunan rumah sakit pun dimulai.   

Proses pembangunanpun  fisik melibatkan tenaga perancang bangun sukarelawan Indonesia yang dimulai tiga tahun kemudian,    Faried Thalib  Ketua Tim Konstruksi pembangunan rumah sakit itu yakin bahwa pembangunanya bisa dilakukan sendiri.   "  Nih kayanya kita bisa kerjain sendiri nih. karena hampir material selanjutnya, arsiteknya, ada di dalam Gaza mereka jual. Masuknya ya itu tadi dari terowongan, baik dari terowongan yang ke Mesir maupun yang ke Israel. Kita kirim tenaga dari Indonesia  ",   Ujar SiDjn  Faried Thalib dengan Plabomoranya (hebatnya).

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia  ditengah wilayah konplik bukan tanpa masalah,   Isu keamanan tentu akan menjadi perhatian sebagaimana di laporkan Muhammad Hussein  Kontributor Metro TV terkait penjelasannya tentang  kondisi keamanan di Gaza saat itu.   "  Untuk kondisi keamanan Palestina di Gaza saat ini cukup mencekam, karena terjadinya aksi Great Return March atau Aksi Pulang Massal. Pihak militer israel mulai memperbanyak personel mereka di perbatasan dan juga pesawat drone makin sibuk mengelilingi wilayah udara Gaza   ",   Ujar SiDin Muhammad Hussein.

Rumah sakit Indonesia di Gaza ini  memiliki luas  lahan bangunan 10.000 meter persegi dengan luas lahan keseluruhan  16.216 meter persegi yang merupakan wakaf dari Pemerintah Palestina,   terdiri dari dua lantai, serta satu lantai ruang bawah tanah.   Fasilitas yang dimiliki oleh Indonesian Hospital ini meliputi ruang rawat inap di rumah sakit tersebut berjumlah 90 ruang rawat, 10 ruang instalasi gawat darurat, satu laboratorium, satu ruang radiologi dan 10 ruang perawatan intensif berkapasitas 100-150 pasien.

Sebelumnya, dibutuhkan waktu    Pembangunannya berlangsung  selama tiga setengah tahun hingga rumah sakit tersebut bisa rampung diselesaikan awal tahun 2016,  setelah  itu barulah dilengkapi peralatan medisnya seperti tempat tidur pasien dan city scan.  Sementara pengoperasian  setiap hari ditangani  sepenuhnya  pihak  Palestina  sementara  MER-C hanyak berperan sebagai fasilator saja kalau ada tenaga medis asal Indonesia yang ingin membantu disana.

Rumah Sakit Indonesia  di Gaza  mengalami rehab atau perluasan tahun 2018, perluasan itu dapat menyediakan  300 kamar yang dapat menampung fasien dan pasilitas kesehatan tambahan.   Dana pembangunan  diperoleh dari sumbangan masyarakat Indonesia yang di fasilitasi   MER-C  Indonesia,   . "  Mari kita sama-sama membantu mereka yang sedang menderita terutama saudara-saudara kita di Palestina  ",    Ujar SiDin Suryopratomo  Direktur  Utama Metro TV.  

Sedikitnya sudah 350 warga Gaza yang tercatat telah menerima pengobatan di Rumah Sakit Indonesia di Gaza hingga  akhir  tahun  2016. Diketahui bahwa selain Indonesia, negara lain yang turut membangun rumah sakit di Palestina adalah Turki, di bawah pimpinan Recep Tayyip Erdogan, dia menggelontorkan biaya hingga USD34 juta atau setara dengan Rp  472,2 miliar,  sementara keinginan Amerika Serikat untuk membangun Rumah sakit di Palestina di tolak oleh M Abbas selaku Presiden Palestina.

Roket berhamburan nyawa bersebaran,

Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun dari hasil sumbangan.

Minggu, 05 September 2021

PEMBANGUNAN GOREJA P0S PI GSKT YANG KUMUH DI SUKU LAUJE DESA BAMBASIANG KAB, PARIGI MOUTONG

NusaNTaRa.Com

byBahrIHasupiaN,  S e l a s a,  1  3     A   p   r   i   l     2  0  2  1

“  Setiap kali kami berdoa kepada Bapa di Surga, semoga suatu hari nanti kami punya gereja ya ada atap dan dinding yang kokoh.   Agar kami tidak perlu khawatir gereja roboh saat hujan angin kencang.   Kami hanya bisa berharap, kami bisa memperingati Paskah nanti dengan rasa tenang   ”,  setidaknya demikian ujar Jemaat  setiap beribadah  di Gereja Pos PI GKST di Suku Laudje, Sulawesi Tengah.   Gereja ini menjadi satu-satunya rumah ibadah bagi 20 jemaat. Dipimpin oleh Pdt. Medis Tamsur. S, Th, mereka terus beribadah meski saat cuaca buruk.

Didirikan pada tahun 2019,  domikianlah koadaan  Gereja Pos Pelayanan GKST Pekabaran Injil Bambasiang di Desa Bambasiang Kec. Palasa,  Kabupaten Parigi Moutong,  Sulawesi Tengah.  Hanya berdindingkan kayu lapuk dan bambu,  beratapkan daun rotan dan tempat duduk dari batang kayu.  Atap daun rotan tak bisa menahan air hujan yang masuk, membuat lantai beralas tanah tergenang becek dan menjadi lumpur licin. Bahkan sebagian bangunan gereja tak tertutup dinding dan atap sama sekali.

Dengan ini YAYASAN MADAGO INDONESIA mengajak    segenap saudaraku terkasih  untuk  bersama-sama  mendukung pembangunan Gereja Pos PI GKST di Suku Laudje ini,   agar memudahkan saudara kita dalam beribadah.   Kiranya mereka tetap setia kepada Tuhan dan tidak mudah menyerah dalam beribadah kepada tuhan dan menjalani kehidupan  yang damai, dengan turut   memberi  persembahan kasih kita  untuk membantu mereka memiliki Gereja yang layak.

“  TUHAN pasti mendengar seruan dan doa umat-Nya  ”,  Setidaknya demikianlah  kali  doa  setiap jemaat Gereja Pos PI GKST di Suku Laudje, yang berharap bisa punya gereja yang layak,  tentunya Gereja yang memiliki atap serta dinding yang kokoh  dan mereka terhindar rasa takut gereja mereka akan roboh sewaktu-waktu.

Didirikan pada tahun 2019, gereja ini menjadi satu-satunya tempat beribadah bagi 20 kepala keluarga di Desa Bambasiang, Kec. Palasa, Kab. Parigi Moutong. Gereja yang selalu terisi penuh meski kondisinya sangat mengenaskan.   Setelah 2 tahun berdiri  sejak  2019, kayu dan penyangga gereja sudah lapuk, atapnya sudah banyak yang bocor pula. Ketika hujan angin, air hujan akan menerobos atap dan mengguyur jemaat yang tengah beribadah keadaan ini menjadi lebih parah manakala lantai yang beralas tanah itu akan becek parah dan berubah menjadi lumpur licin.

Tersentuh dengan kondisi Gereja Pos Pelayanan GKST Pekabaran Injil Bambasiang, Yayasan Madago Indonesia berusaha mewujudkan kerinduan Pdt. Madis Tamsur, S. Th dan 20 jemaat Gereja untuk dapat beribadah di gedung gereja yang layak.   Mari kita dukung  pembangunan Gereja untuk Pdt. Medis Tamsur, S. Th dan 20 jemaatnya.   Kiranya mereka tetap setia kepada Tuhan dan tidak mudah menyerah dalam beribadah dan terus menjalani kehidupan meskipun kondisi yang sulit ini.   Mewujutkan masyarakat  agamais  dengan nilai hidup berketuhanan dan mewujutkan satu kehidupan berbangsa yang harmonis menuju bangsa yang sejahtera dan kuat.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun  rumah ibadah gereja Kumuh menjadi lebih layak untuk ibadah sebuah  bangunan permanen  sekitar  Rp 246.892.307,  dan  yang  telah  terkumpul dari para penyumbang sekitar   Rp 300.000.000  per  16 Maret  2021.  Bangunan ini dalam tahap pengerjaan awal semoga dapat berjalan lancer untuk diketahui bahwa para jemaahnyapun saat ini banyak terlibat dalam pembangunan gereja bak rindu rumah tuhan yang lebih baik.

Kepedihan terberat berdoa pada Tuhan,

Gereja Pos PI GKST di Suku Laudje  Kab, Parigi Moutong  di bangun. 

Sabtu, 04 September 2021

SIDIN FADJROEL RACHMAN MENJABAT DUBES RI UNTUK KAZAKHSTAN – TAJIKISTAN

NusaNTaRa.Com

byBakuINunukaN,       S   a   b   t   u,    2   8     A  g  u  s  t  u  s      2  0  2  1

M  Fadjroel Rachman,  Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengakui akan mulai bertugas menjadi duta besar (dubes) Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Nur-Sultan pada Desember 2021. Hal tersebut disampaikan Fadjroel dalam diskusi virtual, Sabtu (28/08/2021).   "  Masih Desember.  Saat ini masih bertugas jadi jubir lagi ini. Belum, belum pindah jabatan kehormatan   ",   Ujar SiDin Fadjroel  Rachman.

Fadjroel Rachman, mengungkapkan bahwa dirinya saat ini masih bertugas sebagai juru bicara Presiden Joko Widodo hingga desember 2021 nanti  baru dia akan memulai tugas  sebagai duta besar RI.   Hal itu disampaian Fadjroel saat disapa pembawa acara diskusi virtual yang membahas arah koalisi pemerintah  dan   pembawa acara menyapanya dengan sebutan "Pak Dubes".  Menanggapi sapaan itu, Fadjroel memberikan penjelasan,    "  Masih Desember (jadi duta besar). (Sekarang) masih bertugas jadi jubir lagi ini. Belum, belum pindah jabatan kehormatan  ",  Ujar SiDin Fadjroel  Rachman.

Sebab, hingga saat ini jadwal pelantikan para duta besar RI untuk negara sahabat belum diketahui,     "  Mungkin desember bertugas sebagai dubes, karena belum tahu persis kapan pelantikannya  ",  Ujar SiDin Laji.   Nama Fadjroel Rachman disebut sebagai calon Duta Besar RI untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan dan berkedudukan di Kota Nur-Sultan,  informasi tersebut berdasarkan dokumen yang bersumber dari Surat Presiden RI Nomor R-25/Pres/06/2021, tanggal 4 Juni 2021.

Pada dokumen itu terdapat 33 nama calon duta besar RI untuk negara sahabat dan organisasi internasional,   Informasi ini diperkuat dengan jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test/FPT) yang dijalani Fadjroel sebagai calon duta besar RI pada 14 Juli 2021,  anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Nasdem Muhammad Farhan membenarkan informasi itu.   Dari 33 nama, 11 di antaranya merupakan calon dari jalur non-karir,  dari 11 calon dubes non-karir antara lain bos Sinar Mas, eks Waka BAIS hingga politikus PDIP. Rosan Perkasa Roeslani mantan Ketua Umum KADIN masuk daftar calon Dubes untuk Amerika Serikat, begitu pula juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman calon Dubes untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.

Sebelumnya Fadjroel mengatakan pemindahannya menjadi dubes saat ini sedang menunggu proses pelantikan oleh Presiden Jokowi,   "  Saya di Kazakhstan, kami menunggu pelantikan dari presiden   ",      Ujar SiDin Laji  saat dikonfirmasi, Rabu (25/08/2021).   Sebelumnya, dia mengaku penugasan dirinya sebagai duta besar merupakan tugas negara. Sehingga Fadjroel meyakini apa pun penugasan diberi Jokowi adalah sebuah anugerah,   "  Apapun tugas negara yang diarahkan Presiden Joko Widodo kepada saya adalah anugerah tak ternilai  ",   Ujar SiDin Fadjroel Rachman.

Mengenai calon penggantinya, dia tidak menyebutkan secara pasti.  Kendati, mantan aktivis reformasi ini menyatakan ada beberapa orang yang bisa dimintai konfirmasi dengan atribusi Istana,   "  Sekarang ini selain aku yang bisa bicara atas nama istana ada Arif Budimanta, Dini Purwono dan Angkie Yudhistia  “,  Ujarnya menjelaskan.   Baginya,  semua perintah negara Dalah tugas mulia. Mulai dari dalam dan luar negeri, semua untuk Indonesia,  "  Karena tugas negara ada tugas mulia, di manapun, untuk kejayaan negara dan bangsa menuju Indonesia maju  ",  Ujarnya dengan Plabomoranya  (hebatnya).

Duta Besar atau Dubes Republik Indonesia memiliki peranan penting dalam menjaga hubungan antara Indonesia dengan negara bersangkutan.  Selain itu, Kedubes juga menjadi perwakilan diplomatik bagi Indonesia di wilayah negara kerja sama untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa, negara dan pemerintah Republik Indonesia.  Kewenangan pengangkatan maupun penghentian jabatan Duta Besar ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 2003, kedudukan duta besar berdasarkan sebagai  Perwakilan Diplomatik berkedudukan di Ibu Kota Negara Penerima atau di tempat kedudukan Organisasi Internasional, yang dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Luar Negeri

Duta Besar di Negara kerabat utusan presiden,

DR. M Fadjroel Rachman duta besar RI untuk Kazakhstan-Tajikistan.



LAMBUR, KAPAL NUSANTARA JELAJAHI DUNIA SEBELUM BANGSA BELANDA DATANG

 NusaNTaRa.Com

byBahrIHasupiaN,               K a m i s    2 9      A   p   r   i  l      2 0 2 1

Ali Akbar,  Dosen Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI),   mengaku menemukan bukti bahwa kapal Nusantara mampu mengarungi dunia sebelum kedatangan bangsa Eropa.   Temuan itu dimuat dalam penelitiannya yang berjudul  “ The Lambur Shipwreck: Archaeological excavation in Tanjung Jabung Timur, Jambi, Indonesia ”, yang dipresentasikan pada kegiatan seminar  “ Watercraft of the Islamicate World  “,  Selasa (27/4/2021).

“  Penemuan kapal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mampu membuat kapal besar yang mampu menjelajah sangat jauh di lautan lepas, bahkan sebelum kedatangan bangsa Eropa  ”,   Ujar Ali Akbar,  pembicara satu-satunya yang mewakili Indonesia, dikutip dari keterangan resmi UI yang diterima Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Perahu yang ditemukan di Desa Lambur itu,  berdasarkan hasil riset, panjang perahu kuno tersebut mencapai 24 meter dan lebar 5,5 meter  dan  diyakini merupakan sisa peradaban Kerajaan Zabaj (Sabak) yang terletak di antara India dan Cina serta berada di garis ekuator.   Kerajaan ini merupakan kerajaan maritim berbudaya Islam yang terkenal dengan kemampuan penjelajahan kapal-kapal mereka.  

Berdasarkan catatan kuno, perahu ini diyakini sisa peradaban Kerajaan Zabaj (Sabak) kerajaan antara India dan China di garis equator,  kerajaan ini merupakan kerajaan Maritim dan Islam dengan pelayaran-pelayarannya menjelajahi dunia,  juga telah berlayar ke Persia, tepatnya Pelabuhan Siraf di Iran.   "  Bangsa Eropa dikenal sebagai penjelajah dunia pada sekitar abad ke-14 Masehi. Namun dengan adanya penemuan ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga mampu berlayar ke Persia pada sekitar abad ke-10 Masehi  ",  Ujar tulisan resmi Universitas  Indonesia.

Perahu ini diyakini merupakan sisa peradaban Kerajaan Zabaj (Sabak) yang terletak di antara India dan Cina serta berada di garis ekuator. Kerajaan ini merupakan kerajaan maritim berbudaya Islam yang terkenal dengan kemampuan penjelajahan kapal-kapal mereka. Berdasarkan catatan kuno, perahu-Zabaj juga telah sanggup berlayar ke Persia yakni ke Pelabuhan Siraf di Iran.

Arkeolog menduga perahu itu dibangun dalam masa antara tahun satu hingga 13 masehi dan jika perahu itu berusia 700 tahun maka besar kemungkinannya bahwwa keberadaannya berkaitan dengan Keraaajaan Sriwijaya.  Sekitar dua kilometer dari tompat penemuan perahu kuno itu, ditemukan makam, Sabuk dan peninggaalan lainnya.   Berdasaarkan temuan benda-benda peninggalan masa lalu tersebut, arkeologi menduga oada masa itu pemukiman warga berkembang disekitar muara sungai.

Cornelis de Houtman,  pelaut Belanda yang pertama mendarat di Indonesia pada akhir abad ke-16,  juga membawa 4 kapal berukuran panjang 24 meter yang mampu mengarungi samudra dari Eropa sampai ke Nusantara.   "  Hal ini menunjukkan bahwa teknologi perahu kuno di Jambi ini dapat menyamai kemampuan kapal-kapal Eropa tersebut  ",  Ujar tulisan yang sama.

Dijelaskan pula, penyusunan papan-papan perahu kuno tersebut menggunakan teknik papan ikat dan kuping pengikat (sewn plank and lashed-lug technique).  Teknik ini merupakan ciri khas teknik pembuatan kapal masyarakat Asia Tenggara atau Austronesia dan diterapkan mulai dari sekitar abad ke-1 Masehi,  sehingga tak heran  perahu kuno demikian yang memiliki teknik pembuatan semacam ini ditemukan antara lain juga di Malaysia, Filipina,  Filipina dan Vietnam.

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara UI dengan Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Timur dengan tujuan peningkatan kualitas pariwisata di lokasi Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jambi.   "  Situs tersebut terletak di lokasi transmigrasi yang terbilang cukup sepi. Diharapkan berdasarkan penelitian ini, pengolahan pariwisata daerah tersebut dapat dilakukan dan situs ini dapat menjadi media pembelajaran bagi bagi masyarakat umum  ”,   Ujar SiDin Ali Akbar.

Berlayar dari India ke Aceh melintasi omba,

Perahu Lambur perahu Nusantara mampu jelajahi Dunia.

Kamis, 02 September 2021

KISAH SANG LEGENDA ARDY BERNADUS WIRANATA TERKAIT NASIONALISNYA SETELAH PINDAH WNA

NusaNTaRa.Com

byFarhaMTukirmaN,     S   a   b   t   u,     2  8     A  g  u  s  t  u  s     2  0  2  1

Ardy Bernardus Wiranata merupakan legenda bulu tangkis Indonesia yang berjaya pada era 1990-an dengan  berbagai prestasi yang telah ditorehkan Ardy  B Wuranata di sektor tunggal putra.  Ardy B Wiranata menjadi juara di Indonesia Open sebanyak enam kali (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997), meraih Perak di Olimpiade Barcelona 1992 dan perak Kejuaraan Dunia 1989, juara All England 1991  dan  lain-lain.  Di pertandingan beregu, Ardy ikut memperkuat tim Indonesia saat juara piala Thomas di tahun  1994 dan 1996.

Sementara  diajang Indonesia Open ia telah meraih sebanyak enam gelar,  yang diraih Ardy B Wiranata hingga kini masih  menjadi rekor,  belum ada yang mampu memecahkannya, bahkan legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat  hanya mampu menyamainya.   Selain Taufik, legenda bulu tangkis Malaysia  Lee Chong Wei,  adalah orang ketiga yang mampu enam kali menjuarai Indonesia Open.

Usai memutuskan untuk gantung raket pada tahun 1998,  Ardy pindah ke Amerika Serikat. Di sana ia dikontrak menjadi kepala pelatih untuk Timnas Bulutangkis Amerika Serikat selama tiga tahun (1998-2001),  apter that, ia pindah ke Kanada dan kembali direkrut menjadi kepala pelatih Tim Nasional Kanada selama kurang lebih 10 tahun (2001-2010). Kini Ardy menjadi pelatih bulutangkis untuk sebuah klub bernama Glencoe,  Ardy yang kini menetap di Kanada pun menceritakakan bagaimana ia tetap cinta Indonesia meski sempat dituduh tidak nasionalis.

Setelah 14 tahun tinggal di Kanada, tahun 2014 akhirnya Ardy dan keluarga berganti status kewarganegaraan dari Indonesia menjadi Warga Negara Kanada  dan  keputusan besar ini diambil Ardy setelah melalui banyak pertimbangan.   Kepada Indosport,  atlet kelahiran Jakarta, 10 Februari 1970 ini pun menceritakan alasan di balik keputusan besarnya tersebut.  Berikut kisah lengkapnya.

“  Ada perasaan berat ketika saya memutuskan untuk pindah kewarnegaraan. Perlu diketahui, keputusan ini diambil karena masalah keadaan saja, karena kan saya dan keluarga sudah tinggal di sini, kalau kami bukan warga negara asli nantinya jadi susah untuk segala peraturan dan mendapat kebijakan yang ada  ”,  Ujar SiDin  Ardy B Wiranata kepada Indosport.   “ Kami juga nggak dapat health care kalau bukan warga negara. Lalu, saya kan d isini kerjanya sempat travel ke beberapa negara. Jika pakai paspor Indonesia, saya harus buat visa. Sedangkan kalau disini kan tidak usah (buat visa)  ”,  Ujar Ardy B Wiranata menambahkan Laji.

Dengan tegas, Ardy menampik keras bahwa kepindahan statusnya ini bukan karena ia tidak cinta Indonesia.  Ia menuturkan, selamanya ia adalah orang Indonesia.   “  Saya ini masih dan selalu menjadi orang Indonesia. Saya menetap disini maka dari itu saya pindah, bukan karena saya sudah nggak cinta (Indonesia). Saya juga sekarang kan cari nafkah disini  ”,   Ujar mantan peringkat 1 tunggal putra dunia ini.

Ardy B Wiranata

“  Berapa tahun saya bermain dan membela Indonesia ?  Mana mungkin saya nggak cinta ?  Dimanapun saya berada, ketika ditanya saya asli mana saya selalu jawab Indonesia.  Bahkan, Shawn (putra semata wayang Ardy) yang lahir di Amerika, ketika ditanya teman-temannya dia pasti jawab asli Indonesia   ”,   Ujar SiDin Ardy B Wiranata dengan nada yang sedikit emosional.   Ardy pun bercerita, keputusannya ini memang sempat menuai beberapa kritik dan sanksi dari beberapa pihak. Ia juga tidak dapat menampik bahwa ia sangat terpukul mendengar hal tersebut.

Dibawah ini beberapa tanggapan anggota Laman FaceBook Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, (28/08/2021),   Malik Cavalera ;  “ Pindah kewarga negaraan karena urusan perut ..bkn berarti tidak nasionalisme..masa depan lebih terjamin..kalau di indonesia banyak para mantan atlit nasional hidupnya sengsara...makanya pemerintah harus peduli kpd para mantan atlit nasional…. “  dan  Slamet Pribadi :  “ Dia pahlawan Indonesia,Dia sudah memberikan yg terbaik bagi bangsa ini,klau pun pindah warga negara lain karena keadaan dan pilihan itu wajar ² q yakin Nasionalisme nya bagi indonesia masih melekat karena sumbangsihbya bagi bangsa ini 👍👍  “.

“  Saya sempat dengar ada beberapa orang yang bilang saya tidak nasionalis, tidak patriotik, sudah tidak cinta Indonesia lagi karena mau jadi WNA.  Saya tegaskan itu tidak benar! Saya sedih sekali kalau dengar orang ngomong begitu   ”,   Ujar SiDin Ardy B Wiranata.

“  Jujur saja, sampai sekarang saya senang sekali kalau lihat atlet Indonesia ada yang menang di kejuaraan Internasional dan merah putih berhasil berkibar di negara orang. Saya tetap orang Indonesia walaupun pindah warga negara, sampai kapanpun  ”,   Ujar SiDin Ardy B Wiranata dengan Plabomoranya (hebatnya).  Dr. Laman FacEBooK Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, (28/08/2021).

Ardy B Wiranata with Family

Pahlawan  juga  pindah jadi WNA,

Ardy B Wiranata  Lagend single bulutangkis Indonesia.




NusaNTaRa.Com     Advertisessment
Melayani   Pemasangan   Iklan
Sila   Dail   Talian    0812 5856 599

Rabu, 01 September 2021

KEMENKES TERJUNKAN NUSANTARA SEHAT BERBASIS KE 34 PUSKEMAS TERPENCIL

NusaNTaRa.Com

bydrg.WidyawatI  (Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan MasyarakaT,  DepKes RI),  

S  a  b  t  u,   2  8    A  g  u  s  t  u  s    2  0  2  1

Di sela kunjungan kerja menghadiri Kegiatan vaksinasi bagi masyarakat kaki Gunung Pangrango di Mandalawangi Camp Ground, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga meninjau BBPK Ciloto untuk memberikan semangat kepada para peserta pelatihan Nusantara Sehat Team Based Batch XVIII.

Pembekalan nusantara sehat team based secara keseluruhan diikuti oleh 220 peserta, yang mana 205 peserta hadir dan 15 diantaranya mengikuti secara daring. Adapun rincian peserta berdasarkan profesi yakni Dokter Umum 24 orang, Dokter Gigi 7 orang, Bidan 26 orang, Perawat 22,  Analis Laboratorium Medik 31 orang, Farmasi 30 orang, Kesehatan Masyarakat 27 orang, Kesehatan Lingkungan 23 orang, dan Tenaga Gizi 30 orang.

Sebelumnya, para peserta telah menjalani pelatihan secara daring kurang lebih selama satu bulan. Dan kini proses pembelajaran telah memasuki tahap klasikal guna mempersiapkan peserta mengenal lebih dalam mengenai situasi dan kondisi budaya, masyarakat, serta permasalahan kesehatan ditempat tugas, membangun kerjasama serta menyiapkan diri baik secara fisik maupun mental sehingga dapat beradaptasi dengan baik dilingkungan tempat tugas.

“  Saya terharu juga dengan adanya program ini. Terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah mau meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir di seluruh pelosok-pelosok nusantara untuk membantu memberikan pelayanan bagi rakyat, siapapun dan apapun statusnya supaya mereka bisa mendapatkan haknya untuk hidup sehat  ”,  Ujar SiDin Budi G Sadikin.    Harus diakui bahwa tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia hingga kini adalah kemudahan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air. Sebagai leading sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan terus bekerja  menguatkan sistem kesehatan  seiringan dengan peningkatan kualitas SDM Kesehatan.

Menkes meyakini dengan hadirnya Program Nusantara Sehat yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada Puskemas di daerah Terpencil, Pedalaman dan Kepulauan (DPTK), akan mampu meningkatkan jumlah SDM kesehatan yang berkualitas serta memperluas distribusi tenaga kesehatan di seluruh pelosok tanah air.    Untuk mengisi kekurangan tenaga kesehatan di DTPK, rencananya para peserta Nusantara Sehat Berbasis Tim Batch XVIII akan ditempatkan di 34 Puskesmas yang tersebar di 11 Kabupaten pada 7 Provinsi di Indonesia.

Dengan mayoritas diisi oleh pemuda-pemudi yang memiliki jiwa sosial, kreativitas, serta semangat yang tinggi, Program Nusantara Sehat diharapkan bisa terus berkelanjutan untuk menjadi wakil pemerintah dalam menghadirkan inovasi kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan mengutamakan pelayanan promotif preventif menggunakan pendekatan keluarga.     “  Saya sedang memikirkan bagaimana caranya agar program ini bisa terus berkelanjutan supaya bisa menjangkau lebih banyak lagi masyarakat di DTPK. Dan supaya para peserta ini, bisa mendapatkan previllage karena sudah membantu pemerintah memeratakan layanan kesehatan  ”,    Ujar SiDin Budi Gunadi Sadikin dengan Soppenger (Jumawanya).

Kepada seluruh peserta Nusantara Sehat, Menkes juga berpesan agar dilokasi penugasan nantinya mereka bisa menjalin sinergi yang baik dengan masyarakat serta turut memberikan edukasi dan sosialisasi seputar COVID-19, upaya pencegahannya dan ikut menyukseskan program vaksinasi COVID-19. Kendati pandemi COVID-19 mungkin tidak secara langsung dialami oleh masyarakat DTPK, namun upaya pencegahan harus terus digencarkan guna mengantisipasi penularan COVID-19.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF).drSehaTNegerikU, 28/08/2021.

Indonesia Sehat Indonesia stabil,

Program Nusantara Sehat  meningkatkan  Puskemas daerah Terpencil.



MANDALIKA INTERNATIONAL CIRCUIT DIKABARKAN SIAP GELAR FORMULA ONE, BIAYA BALAPAN Rp 1,1 TRILLIUN ?.

NusaNTaRa.Com

byRyaNSyaHPutrA,    R   a   b   u,    2  5     A  g  u  s  t  u  s     2  0  2  1

Indonesia telah menyelesaikan  pembuatan   Mandalika International  Circuit di Bima dan Indonesia  tengah menyiapkan diri untuk menjadi tuan rumah balapan bergengsi di dunia,  tidak hanya MotoGP dan World Superbike saja bahkan dikabarkan  Indonesia  siap  untuk menggelar balapan Formula 1.   Mandalika International Street Circuit telah melakukan diskusi dengan Formula 1 untuk menjadi tuan rumah balapan mobil jet darat tersebut.  Sirkuit Mandalika dirancang  untuk memenuhi standar Grade A FIM untuk menggelar MotoGP  dan  standar Grade 1 FIA  syarat menyelenggarakan Formula 1.

"Sirkuit kami bisa memenuhi grade A FIA yang akan menggelar F1 dan kami sudah berdiskusi dengan F1 di Lombok," kata CEO Mandalika Grand Prix Association Ricky Baheramsjah dikutip Pitpass.   Formula 1 merupakan salah satu olahraga paling mahal di dunia -- bahkan bisa jadi yang termahal. Bukan cuma bicara teknologi mobilnya, tapi juga soal biaya penyelenggaraan yang sekali race saja membutuhkan biaya sekitar Rp 1,1 triliun.

Tentunya  ada sejumlah perbedaan dalam menggelar balapan Formula 1 dan MotoGP, termasuk dengan biaya yang digelontorkan  terlebih diketahui  Formula 1  merupakan salah satu olahraga termahal di dunia.   Dilansir dari beberapa  sumber  menggelar satu balapan F1 membutuhkan biaya paling tidak Rp 1,1 miliar untuk berbagai biaya,  untuk menggelar F1 setiap negara harus membayar Commitment Fee dengan biaya masing-masing negara berbeda.

Negara tetangga Vietnam yang (sempat berencana ) menggelar balapan F1 pada 2020 (namun gagal karena pandemi COVID-19 dan kemudian dihantam isu korupsi) harus membayar commitment fee sebesar 42,9 juta dollar AS,  setara dengan Rp 587 miliar.   Beberapa negara lain harus membayar commitment fee lebih besar,  seperti  Azerbaijan, Rusia, Bahrain, dan Uni Emirat Arab yang harus membayar  hingga  USD 60 juta  atau sekitar Rp 821 miliar untuk sekali balapan.

Menariknya lagi, commitment fee ini terus naik setiap tahun. Padahal, umumnya saat sebuah negara sepakat untuk menggelar balapan F1 di wilayahnya, maka kontraknya akan berdurasi beberapa musim sekaligus (misalnya 10 tahun). Jadi saat sebuah negara berkomitmen menggelar balapan F1 maka pengeluaran setiap tahun untuk commitment fee akan terus melonjak.   Commitment fee tersebut tentu saja belum mencakup keseluruhan biaya  penyelenggaraan  F1  alias  masih ditambah dengan cost penyelenggaraan, ini merupakan jumlah yang harus digelontorkan promotor untuk mengelar tiga hari balapan (Jumat-Sabtu-Minggu) plus segala persiapannya.

Azarbaijan Circuit yg berada dalam kota

Dikutip dari Forbes, dana promotor balapan rata-rata sekitar US$ 40 juta atau sekitar Rp 575 miliar untuk menggelar satu balapan  bermakna bahwa  perhitungan kasar untuk biaya penyelenggaraan F1 mencapai Rp 1,1 triliun.   Sebagai catatan, biaya promotor dan commitment fee itu masih harus ditambah dengan biaya pembuatan sirkuit. Ini tentunya berlaku buat negara yang berniat ikut menghelat F1 tapi belum punya lintasan. Sementara jika Indonesia mau mengajukan diri, Sirkuit Mandalika sudah siap digunakan.

Besarnya  dana yang harus digelontorkan  persatu  kali balapan dan tidak sebanding  dengan pemasukan membuat banyak Negara menarik diri.  Seperti Grand Prix Malaysia yang akhirnya tidak memperpanjang kontrak pada tahun 2018 karena semakin besar dana yang harus dikeluarkan,   Grand Prix India yang terpaksa terhenti di tahun 2013 karena terlilit utang sebesar US$ 51,4 juta (Rp 740 miliar) atau  Grand Prix Korea Selatan juga dihentikan setelah digelar selama 3 musim saja yakni dari 2010-2013karena pihak penyelenggara dirugikan dan sepinya peminat. 

Penyelenggaraan Formula One ini hamper  seluruh  pembiayaan balapam  didanai oleh Romorentah masing – masing Negara tuan rumah,   pada tahun 2015, dari 19 balapan yang digelar, 15 di antaranya dibiayai oleh negara (pemerintah negara tuan rumah).   Sejalan dengan anggapan bahwa balapan F1 merupakan ajang promosi sebuah negara, terutama terkait 'jualan' wisata.   Sehingga menjadi alasan bahwa  balapan dalam kota   seperti di Singapura dan Monaco, menjadi seri yang dianggap paling eksotis   dan berpeluang mendapat penonton televisi lebih banyak.

Anak melayu melaju dilitar Maut, 

Mandalika siap gelar FORMULA ONE  berbiaya  Rp 1,1  T.


NusaNTaRa.Com          Advertisessment

Melayani  Pemasangan  Iklan

Sila   Dail   Talian   0812 5856 599

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...