Minggu, 09 Oktober 2016

TAFISA GAMES 2016 DIBUKA WAPRES KALLA GEMAKAN BUDAYA INDONESIA KE DUNIA

NusanTaRa.Com

Wapres J Kalla membuka Tafisa Games ke 6 2016 di Ancol Minggu 8/10/2016
TAFISA GAMES merupakan ajang olimpidenya olah raga rekreasi dan tradisonil dunia yang diselenggarakan dalam bentuk eksebisi, pertunjukan dan perlombaan diikuti seluruh negara anggota Tafisa.  Dalam perhelatan dunia ini para peserta memperkenalkan budayanya dalam bentuk olah raga tradusionil dan rekreasi disana,  untuk dapat saling membina pergaulan budaya yang lebih mesra.   TAFISA Games 2016 akan berlangsung 6 - 12 Oktober 2016 diikuti 4.600 peserta dari 74 negara.  Ada 86 pertandingan dengan rincian 17 cabang olahraga pertandingan dan 69 pertandingan eksibisi atau festival. "Kegiatan akan berlangsung di Ancol, Sunter, dan Kemayoran," kata Puan Maharani.

TAFISA merupakan organisasi Internasional nonprofit yang mengurusi olah raga permainan, rekreasi dan tradisionil yang berkedudukan di Frankfurt, Jerman, dan dibentuk di Bordeaux, Prancis, pada September 1991.  Anggotanya berasal dari 157 negara dan membawahi lebih 310 organisasi seperti , terdiri atas organisasi pemerintah, nonpemerintah, federasi olahraga lokal, nasional, regional, Kementerian Olahraga dan lain-lain.    Saat ini, TAFISA dipimpin  Ju-Ho Chang  sebagai presiden organisasi hingga masa jabatan 2017.   TAFISA juga menjadi penyelenggara pesta olahraga dan rekreasi dunia  TAFISA World Sport for All Games yang dihelat setiap 4 tahun sekali.

TAFISA World Games ke-6 tahun 2016  dibuka di Ancol merupakan satu kehormatan bagi Indonesia untuk  menyelenggarakannya sebagai tuan rumah dan menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia untuk mengenalkan keragaman budaya yang ada ke dunia.   Tafisa kali ini akan menyelenggarakan lima jenis olahraga yang akan dipertandingkan meliputi olahraga tradisional, petualangan, tantangan, kesehatan, dan kebugaran,  serta akan dimeriahkan dengan pemecahan rekor dunia (Guinness Book Record) untuk kegiatan egrang yang diikuti oleh 2.600 peserta.

 " Salah satu harapan kita bagaimana manusia Indonesia melihat ke depan adalah dengan bergerak, bergerak, bergerak  " Ujar sidin Kalla saat membuka The Association for International Sport for All (TAFISA) Games 2016 Sabtu, 8 Oktober 2016, di Ancol, Jakarta.   Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya masyarakat untuk beraktivitas fisik dan bergerak yang dapat dilakukan  dengan olahraga maupun permainan olahraga tradisional yang ada di masyarakat.   Acara inii juga dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

J Kalla mengatakan,  bergerak adalah bagian dari olahraga. Aktivitas apapun dengan bergerak dan bisa dinikmati, kata dia, adalah bagian dari upaya meningkatkan mutu masyarakat melalui olahraga dan bergerak.  " Karena itu kami ingin beri penghargaan karena TAFISA Games membuat kita bergerak, berolahraga tradisional yang menggembirakan " kata Kalla.   Kegiatan olah raga tidak hanya untuk prestasi tapi juga dapat untuk meningkatkan persaudaraan dan kegembiraan seperti melalui TAFISA Games, Kalla berharap akan muncul kegembiraan, persaudaraan, dan prestasi dari peserta yang datang dari seluruh dunia.  Melalui Games ini Jokowi menyampaian pesannya Mengajak generasi muda kembali ke Lapangan dan ke Alam.

Indonesia bertekad mempromosikan berbagai macam olahraga rekreasi tradisional yang sudah mengakar di tengah masyarakat, misalnya permainan egrang, terompah panjang, layang-layang, gulat tradisional, sepeda tua (ontel) dan lain sebagainya. Kesempatan ini juga untuk memperkenalkan budaya, etnis, suku, agama  dan pariwisata Indonesia yang sangat beragam, sehingga akan makin dikenal di mancanegara.

Pembukaan acara yang digelar outdoor dan dibarengi hujan rintik-rintik namun penyelenggraan dapat berlangsung meriah,  Aneka tari-tarian tradisional daerah dan semi-kolosal ditampilkan dalam pembukaan.  Seperti tarian dan nyanyian Sajojo dari Papua yang membuat para hadirin ikut berjoged.   Serta tari senam Poco-Poco dari Ambon, Saman Gayo dari Aceh, atraksi Bambu Gila khas Maluku, serta tari Paraga dari Sulawesi Selatan. Semua tarian ini diiringi musik klasik yang dipadukan dengan musik modern yang unik.


Kontingen Indonesia juga menampilkan olahraga bela diri pencak silat yang merupakan turunan khas nenek moyang Indonesia di iringi musik Sunda dan Gong Bali  para pesilat menunjukkan keindahan gerakan bela diri berpadu dengan tarian daerah.  Ajang Tafisa Words Games 2016 akan memperkaya saling pemahaman dan pengalaman berbagai olahraga dan permainan tradisional dari beragam masyarakat dunia dari berbagai belahan dunia yang hadir yaitu sebanyak 87 negara.
byRyaNSyahputra

Main Engrang berkaki tinggi,
Tafisa Games Berekreasi dan berolah raga tradisi.

Minggu, 02 Oktober 2016

NARA MASISTA RAKHMATIA DIPLOMAT MUDA DAN CANTIK YANG MEMBUNGKAM LAWAN

NusanTaRa.Com


Mungkin Nara Masista Rakhmatia bisa dikatakan satu diplomat ulung dan termuda yang dimiliki Indonesia saat ini, kecemerlangannya terlihat bagaimana ia dengan cerdik dan tegas menanggapi dan membungkam pidato enam kepala Negara di kawasan pasipik selatan dan barat yang menghendaki agar  memasukkan Kasus Pelanggaran HAM, Penentuan nasib sendiri bagi Papua dan Papua Barat dalam satu agenda kerja PBB,  Pernyataan ini disampaikan keenam kepala Negara tersebut yaitu Presiden Nauru dan Kepulauan Marshall serta empat perdana menteri PM Vanuatu, Kep. Solomon, Tuvalu dan Tonga dalam acara KTT PBB 13 – 26 September 2016.

Sejak berita itu ditayangkan Nama Nara Masista menjadi viral diberbagai medsos dengan berbagai tanggapan positip dan dukungan atas semua pernyataan yang beliau keluarkan dalam menanggapi persoalan di Papua oleh negara-negara di Kawasan Pasipik.   Semua pernyataannya menanggapi secara tepat setiap persoalan yang dikemukakan pihak lawan serta dengan sopan dan jitu ia memberikan keyakinan bagaimana situasi Indonesia yang sebenarnya tidak seperti yang mereka ungkapkan yang terkesan dibuat-buat untuk konsumsi politik semata.  Bagaimana ia yang duduk dimeja utusan sendiri mampu meyakinkan dengan penuh percaya diri memberikan jawaban yang sewajarnya bak srikandi  tanpa ada kesan keraguan. 


Nara Masista yang cantik dan cerdik tersebut diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan atas pidato keenam kepala Negara di Pasipik tersebut sebagai berikut  :   Indonesia terkejut mendengar di sidang yang penting ini, di mana para pemimpin bertemu di sini untuk membahas implementasi awal SDGs (The Sustainable Development Goals).   Transformasi dari tindakan kolektif kita, dan tantangan global lainnya seperti perubahan iklim, di mana negara Pasifik yang akan paling terdampak.  Dimana poin diatas menjadi Agenda kerja yang akan dibahas saat itu, namun pemimpin tersebut malah membahas diluar persoalan tersebut dengan mengintervensi kedaulatan Negara lain dan melanggar integritas territorial.


Selanjutnya ia mengatakan, Kami menolak mentah-mentah sindiran terus menerus dalam pernyataan mereka,  karena  itu jelas mencerminkan ketidak pahaman mereka terhadap sejarah situasi saat ini dan perkembangan progresif di indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat, serta manuver politik yang tidak bersahabat dan retoris.    Pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi-provinsi tersebut, yang begitu bersemangat mengganggu ketertiban umum dan melakukan serangan teroris bersenjata terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan.    Pernyataan negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan dari piagam HAM PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi persahabatan antar negara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu negara.


Pada kesempatan tersebut Nara Masista  juga menganggap bahwa Negara-negara ini sudah menggunakan Majelis Umum PBB untuk mengajukan agenda domestik mereka,  menggunakan informasi yang salah dan mengada-ada, dan membahayakan kredibilitas forum ini.     Komitmen Indonesia terhadap HAM tak perlu dipertanyakan lagi sebagai pendiri Dewan HAM PBB.

Indonesia adalah penggagas komisi HAM antar pemerintah ASEAN dan Indonesia sudah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama HAM, semuanya terintegrasi dalam sistem hukum nasional kami dibanding hanya empat oleh negara Kepulauan Solomon, dan lima oleh negara Vanuatu.


Kemudian ia memberikan penjelasan terkait aksi HAM di Indonesia sebagai jawaban bahwa adanya pelanggaran HAM, Indonesia ada di antaranya segelintir negara yang memiliki Rencana Aksi Nasional HAM dan  Indonesia memiliki Komnas HAM yang aktif dan kuat sejak tahun 1993, masyarakat sipil yang aktif dan bebas.    Dengan cerdik Nara memberikan pembelaan terhadap mekanisme dan pelaksaan HAM di Indonesia bahwa sebagai Negara demokrasi yang dewasa dalam pelaksaaan,  fungsinya, komitmen sangat tinggi disemua level  sehingga  mustahil  ada pelanggaran HAM tanpa diketahui dan diperiksa.   Bapak Presiden, kami tegaskan kembali ada mekanisme domestik di tingkat nasional di Indonesia, pada pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kepiawaian Nara Masista Rakhmatia dalam melakukan pembelaan terhadap pidata Negara Pasifik tersebut,  menjadi viral diberbagai medsos bagaimana tidak seorang Wanita muda dan Cantik dengan pantas memberikan jawaban yang menggunakan logika mematikan serta ucapan dan ungkapan yang pantas.     Dalam medsos Alina memuji strategi diplomasi pemerintah Indonesia, dengan mengirim seorang diplomat junior untuk menjawab kritik dari enam kepala pemerintahan.   Alin pun menyebut penampilan Nara bak angin segar, yang menunjukkan kaderisasi diplomat di Kemlu berjalan baik, status inipun menjadi Viral dengan mendapat 1.500 Like.   Meski demikian ada beberapa yang menanggapi jawaban sebagai sombong dan tidak menghargai kepala Negara tersebut, namun ini tidak banyak.
 


Nara Masista Rakhmatia, diplomat muda dan cantik ini kelahiran Jakarta dan  akan genap berusia 34 tahun bulan Desember 2016.  Tammatan SMA 70 Jakarta, Lulusan FISIP UI  Jurusan HI Lulus tahun 2002.    Sempat menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies. Dua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI.   Ketika  menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri, Nara Masista ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan kemudian dikirim ke New York sebagai jurubicara Indonesia di PBB.


Pidato balasan Nara Masista Rakhmatia di PBB tersebut di tutup dengan manis dengan mengatakan,  Ada pepatah di kawasan Negara kami  yang mengatakan, “ Ketika seseorang menunjukkan jari terlunjuknya pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri.  Terima Kasih  ”.
byBakuiNunukan




Darah mendidih ketika negeri terhina,
Nara Masista membela negeri dengan  diplomasinya.

SYEIKH YUSUF AL-MAKASSARI ULAMA BESAR DAN PAHLAWAN.

NusanTaRa.Com
Menyambut 1 Muharram 1438 H


     Bagi masyarakat Indonesia khususnya Bugis-Makassar kebesaran Syeikh Yusuf Al-Makassari  tak dapat dipungkiri, beliaulah tokoh agama yang mengembangkan ajaran Islam  di kerajaan Gowa  dan sekaligus sebagai tokoh pejuang dalam menegakkan  dauliah  Kerajaan Makassar.     Ketokohan beliau tidak saja sebagai  pengembang   Islam tetapi juga sebagai  tokoh dalam perjuangan melawan kolonialisme penjajah yang berlaku  seenaknya saja,  Ketokohannya juga berlaku dimanapun ia berada seperti kala berada di Banten  bahkan ketika beliau berad di Sailan dan Durban Afrika Selatan.



     Syeikh Yusuf  lahir pada 3 Juli 1628 M, tepat pada 8 Syawal 1036 H yang bermakna beliau dilahirkan setelah dua dekade pengislaman kerajaan kembar Gowa-Tallo oleh  ulama Minangkabau  Syeikh Abdul Makmur  yang  disebut Datuk Ri Bandang.    Kedekatan beliau dengan rakyat yang akrab, alim, bijak dan arif  melahirkan kekaguman dan penghargaan  sebagai waliyullah besar buatnya hingga  melahirkan beberapa kisah yang  kuat  tentang dirinya.



     Tuanta Salamaka ri Gowa,  berdasarkan lontara  bahwa ayah Syeikh Yusuf  bernama Gallarang Moncongloe,  yang merupakan saudara dari Raja Gowa Sultan Alauddin Imang'rang' Daeng Marabbia, Raja Gowa yang beragama Islam.   Sultan Alauddin menetapkan Islam sebagai agama resmi kerajaan pada 1603 M   Ibu kandung Syaikh Yusuf, tak lain adalah Aminah binti Dampang Ko'mara, keturunan bangsawan kerajaan Tallo,  kerajaan kembar yang berdampingan dengan kerajaan Tallo.


Makam Syeikh Yusuf di Durban, Capetown  Afrika Selatan
       Kisah perjuangan Syeikh Yusuf dalam mempertahankan kedaulatan di bumi Nusantara menjadikan dirinya diasingkan di Ceylon (Srilangka) dan Afrika Selatan.   Syeikh Yusuf tidak hanya milik masyarakat Bugis, namun juga warga muslim Nusantara dimana beliau terlibat dalam pengembangan Islam  dan perjuanagn melawan Belanda di Banten,  dan  Ceylon dan Afrika   ketika beliau mengalami pengasingan disana  ia mengembangkan Islam  yang hingga kini keberadaan ummat Islam tersebut masih dapat terlacak.     Presiden Afrika Selatan, pada 1994, menetapkan Syaikh Yusuf sebagai pejuang kemanusiaan dan tahun 2009 dianugerahi penghargaan OLIVER THAMBO sebagai Pahlawan Nasional Afrika Selatan, penghargaan ini diserahkan langsung  kepada tiga ahli warisnya  Andi Makmur  dan  Syachib  Sulton disaksikan Wapres Yusup Kalla di Uniion Building Pretoriaa Afrika Selatan.  


     Lahir di tanah Bugis, Syaikh Yusuf menjadikannya banyak mendapat  tempaan pendidikan Islam dari keluarga dan ulama di kampungnya  seperti  dari  Daeng ri Tamassang,  Syed Ba’alawi bin Abdulah asal Yaman di Pesantren Bontoala, Syekh Jalaluddin Aidit asal Aceh yang mengembara ke Tanah Bugis di Pasantren Cikoang kemudian menuju Hijaz.    Dalam perjalanan ke Hijaz 22 September 1644 singgah di Banten berkenalan dengan putra mahkota Banten Abdul Fattah putra Sultan Abu al-Mafakhir Abdul Kadir (1598-1650), selama disini ia terlibat perlawanan terhadap penjajah Belanda, Singgah di negeri Serambi Mekkah  Aceh selama lima tahun berkomunikasi dengan pimpinan Thariqah al-Qadiriyah Muhammad Jilani bin Hasan bin Muhammad Hamid  al-raniry,  atas saran dari Ulama Aceh  syeikh Yusuf singgah di Yaman berguru pada Syaikh Abu Abdillah Muhammad Abdul Baqqi (w.1664) dari tarekat an-Naqsyabandiyah,  berguru pada Syed Ali  al-Zubaidy (w.1084) seorang muhaddits dan Sufi,  Menunaikan Haji di Mekkah , menjiarahi Kuburan Nabi di Madinah dan berguru kepada Syaikh Ahmad al-Qusysyi (w.1661), Mullah Ibrahim al-Kawrany (1690) dan Hassan al-Ajamy (1701).     



     Belum puas dengan   pengetahuan  yang ada  beliau melanjutkan perjalanannya ke  Syam (Damaskus) dan Turki.   Di Syam, Syaikh Yusuf memperdalam pengetahuan   dan mengasah kepekaan bathin   kepada   Syaikh Abu al-Barakat Ayyub bin Ahmad al-Khalwaty al-Quraishi.   Ketika musim haji tiba, Syaikh Yusuf mengajar santri-santri Nusantara   terutama yang berasal dari kawasan Bugis  diantaranya Syaikh Abu al-Fath Abdul Basir al-Darir (Tuan Rappang), Abdul Hamid Karaeng Karunrung dan Abdul Kadir Majeneng, merekalah yang kemudian meneruskan ajaran tarekat Khalwatiyyah Syaikh Yusuf di tanah Bugis.



Sufisme Syekh Yusuf,  mewariskan kepada keturunan dan pengikutnya,  Bahwa  Allah tidak ada yang menyerupainya  dan tidak ada yang menandinginya.



“ Sesungguhnya, Allah Ta'ala disifati dengan ayat al-Qur'an al-Shura ayat II, yang bermaksud: Tiada Tuhan apapun yang menyerupai-Nya.  “



     Konsep tauhid Syeikh Yusuf tidak lepas dari konsep tauhid ahl as-sunnah wal-jama'ah yang menetapkan zat dan sifat bagi Allah, sebagaimana  dalam al-Qur'an dan  menyebutnya sebagai  um al-i'tiqad  induk dari keimanan yang mesti pegangi dan diyakini.   Unsur   ketauhidan yang mesti diyakini dalam menjalani suluk (pendekatan)  :  (1) Tauhid al-Ahad, meyakini bahwa sesungguhnya Allah adalah wujud Qadim (tidak berpemulaan), qadim bi-nafsih (berdiri sendiri), muqawwim lighairih (mengadakan selain-Nya).   (2) Tauhid al-Af'al, meyakini bahwa sesungguhnya Allah,  pencipta segala sesuatu, Allah berkehendak, dan semua kehendak manusia berada dalam kehendak Allah.   (3) Tauhid al-Ma'iyyah, meyakini bahwa sesungguhnya Allah bersama hamba-Nya, di manapun berada.  (4) Tauhid al-Ihatah, meyakini bahwa sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu.



     Dimensi tassawuf Syaikh Yusuf bergerak dalam konsep keyakinan terhadap Allah, mengelaborasi konsep tauhid sebagai pintu masuk untuk mengenal dzat yang Maha Besar, Allah Maha Agung. Inilah jalan pembuka, yang disadari Syaikh Yusuf sebagai pelajaran awal bagi pengikutnya untuk mengenal Allah, mengenal Sang Pencipta.



     Pengembang Islam Syaikh Yusuf  menghasilkan risalah al-Futuhah al-Ilahiyyah sebuah karya  rincian rukun tasawuf  ke dalam sepuluh perkara,  yang  menurut beliau  sangat penting bagi salik untuk berada dalam garis perjalanan mendekat menuju-Nya.   1. Tahrid al-Tauhid memurnikan ketauhidan kepada Allah yang disarikan dalam surat al-Ikklas,  2. Faham al-Sima’I memahami tata cara menjalani  pendekatan  diri kepada Allah (Syekh Mursyid),  3.  Husn al-Ishra  memperbaiki hubungan silaturahmi  dan pergaulan,   5.  Tark al-Ikhtiyar Berserah diri kepada  Allah tanpa I’timad kepada ikhtiar sendiri,  6. Surat al-Wujd memahami secara murni  hati nurani seiring kehndak al-Hag,  7. Al-Kahf an al-khawatir membedakan yang benar dan yang salah,  8.  Khatrat al-Safar melakukan perjalanan untuk mengambil I’tibar dan melatih ketahanan Jiwa,  9. Tark al-Iktisab mengandalkan usaha sendiri dengan berlatar Twakkal kepada Allah  dan  10. Tahrim al-Iddihar tidak mengandalkan pada amal yang telah dilakukan melainkan tuumpuan pada Allah.



     Bagi Syaikh Yusuf, manusia yang sempurna (al-insan al-kamil) merupakan manusia yang sampai ke makam ma'rifat,  bukan hanya manusia biasa yang berislam secara dangkal,  dengan memberi penekanan tentang hakikat ma'rifat dalam kekhususan tingkatan manusia sebagai al-insan al-kamil dan  Manusia sempurna akan ingat Allah dalam segala urusan, kapanpun dan di manapun berada.     Syaikh Yusuf lahir  3 Juli 1628 M, di Gowa Sulawesi Selatan  dan wafat   23 Mei 1699 di Capetown, Afrika Selatan. 
byMuhammaDBakkaranG


“   Beliau sebagai pejuang, jembatan Ulama Nusantara dan Timur Tengah dan  sufi yang mengajarkan lautan ilmu kepada murid-muridnya.  “

Senin, 26 September 2016

KERATUNG, JENIS BUAH DURIAN YANG LEBIH LEZAT

NusanTaRa.Com     

Buah Keratung dari Kalimantan Utara

Bentuk buah bundar  berdiameter rata-rata 13 Cm, kulit berduri agak panjang sekitar 3 Cm, warna Hijau, rasanya sedap dan beraroma harum sekilas pastilah kita mengenalinya sebagai durian  (Durio  zibethinus),  sebenarnya tak salah tapi belum tepat !!.   Sebagaimana di ketahui bahwa Durian di muka bumi ini diperkirakan memiliki 55 spesies sedang di Indonesia sekitar 28 spesies, maka yang saya maksud ini adalah Durian yang banyak ditemukan di Hutan Kalimantan sehingga disebut   Durian Hutan nama populernya Keratung atau dalam bahasa Dayak Tidung di Kalimantan Utara “ Yu’tungon “ dengan spesipikasi buah yang lebih khas adalah rasa dan aromanya yang lebih sempurna.                                                                                          

Keratung termasuk salah satu spesies Durian yang banyak ditemukan di Kalimantan mulai dari daerah pesisir hingga pedalaman 140 km, terutama sekitar lembah,  siring sungai hingga ketinggian 500 m dpl.   Kalau di Kalimantan Utara hampir tersebar di semua daerah kecuali pedalaman tengah, meski beberapa daerah sudah berkurang karena lahannya tergerus oleh konversi  lahan seperti P Nunukan.    Pak Untung Stap Desa Binusan mengatakan, “  Dulu di Hutan-hutan Pulau Nunukan ini banyak tumbuh pohon Yu’tungon (Keratung) tapi dengan semakin banyaknya pembangunan, yang kutahu sekarang tersisa sekitar 6 pohon itupun hanya di Desa Binusan “.
Secara khusus buah Keratung memiliki perbedaan dengan buah Durian.  Keratung dengan nama latinnya Durio  oxleyanus Griff.   Memiliki ukuran relatip lebih kecil dengan rata-rata diameter sekitar 13 Cm,  duri kulit lebih panjang sekitar 4 Cm, Aroma harumnya kuat lebih halus dan sedap,  Rasanya lebih gurih (manis legit) dan tekstur  isi  lebih  kasar.  Kalau buah durian mempunyai rongga buah sekitar 4-5 rongga dan setiap rongga berisi 2-5 biji,  maka Keratung hanya mempunyai 3-4 rongga dengan setiap rongga hanya berisi 1 biji buah dengan isi buah warna kerem dan biji warna coklat layaknya durian.

Pohon Keratung memiliki habitat hidup di hutan primer tersebar dari Semenanjung Malaysia, Thailand, Sumatera dan Kalimantan (Kebler & Sidiyasa, 1994),  khususnya di daerah dataran rendah, siring sungai dengan kadar air yang cukup.   Pohonnya  berkayu tinggi (9 m) dan bercabang dengan daun lonjong  sebagai mana pohon durian biasa, buah banyak keluar bergantungan dari cabang – cabang pohon dengan jumlah dapat mencapai  100 buah per pohonnya.   Seorang PPL  Kab. Nunukan mengatakan bahwa pohon ini layak dibudidayakan karena memiliki rasa dan aroma yang  enak serta  sangat mudah untuk  dikembangkan.

Buah Keratung berwarna Hijau meski telah masak dengan aroma harum tapi halus beda dengan Durian yang aromanya sangat menusuk.  Jika ingin menemukan buah ini khususnya di P Nunukan dan Tanjung Selor dan sekitarnya anda bisa menemukannya di bulan Agustus – September dengan harga relatip menyenangkan sekitar Rp15.000 -  Rp 25.000 per buah,  buah ini mulai mengeluarkan bunganya sekitar  April dan  menjadi buah siap panen  setelah  5 – 6 bulan kemudian.

“  Buah Yu’tungon (keratung) sangat sulit ditemukan di Pulau Nunukan kalaupun ada hanya tersisa hanya   4-5 pohon, tapi kalau masuk lebih kepedalaman seperti  ke  Kecamatan Sebuku, Sembakung, Atulay dan Lumbis  masih banyak karena  diperoleh dari hutan utama  “, ujar penjual  buah di Pasar Liem Hie Jung Nunukan.   Keunikan lain buah Keratung, bila durian dibelah itu mengikuti alur rongga buah tapi buah Keratung di Nunukan bila membukanya harus membelah melintang meski buah ini juga memiliki garis-garis alur rongga pada kulit buahnya, karena cara ini akan lebih  memudahkan dalam menikmati buahnya.        
byDannyAsmoro

Buah Keratung buah Durian,
Kalau berteman hendaklah sehati dan sejiwa  kebaikan.

Senin, 19 September 2016

THE CENTER MOSQUE HO CHI MINH CITY-VIETNAM

NusanTaRa.Com




Ho Chi Minh resmikan digunakan dari nama sebelumnya Saigon tahun 1976, sebagai bentuk penghormatan kepada Ho Chi Minh seorang tokoh revolusi dan negarawan Vietnam,  mantan perdana menteri (1954) dan juga mantan presiden Vietnam Utara (1954-1969).  Sejak Unifikasi Vietnam 2 Juli 1976  (Vietnam Selatan dan Vietnam utara) dengan kekalahan telak Vietnam Selatan dan Amerika Serikat beserta sekutunya,  negara ini secara resmi menjadi Republik Sosialis Vietnam beraliran Komunis.  Meski begitu negara ini masih toleran dengan keberadaan mesjid seperti yang di jumpai di Ho Chi Minh City dan beberapa kota lainnya di sana. 

Ho Chi Minh (HCMC) atau Saigon dahulunya  ibukota negara Vietnam Selatan, merupakan bekas wilayah kerajaan Islam Champa yang pernah jaya berkuasa di Vietnam sekaligus sebagai Negara Islam pertama di Asia tenggara atau Nusantara.   Peninggalan sangat sedikit karena seringnya terjadi peperangan yang banyak mengorbankan kaum Islam dan meluluh lantakkan berbagai peninggalan, The Center Mosque HCMC sendiri baru dibangun tahun 1935 oleh dan untuk warga muslim India selatan yang menetap disana dulu namun sekarang telah terbuka untuk semua Muslim (Indonesia,  Malaysia, Arab dll) selain itu di Kota HCMC terdapat 12 mesjid lainnya.  Berita terbaru bahwa tahun 2006 Vietnam meresmikan mesjid terbesar di Vietnam di Kota Xuan Loc Provinsi Dong Nai atas bantuan dana dari Kerajaan Arab Saudi.

The Central Mosque Ho Chi Minh City
66 Dong Du Street, Dist 1
Ho Chi Minh City, Vietnam
            Tel: +84 8 3824 2903


Nama asli Masjid ini " Al-Jami’a Al-Muslimin atau Dong Du Mosque ",  tapi lebih dikenal sebagai  The Central Mosque Ho Chi Minh City yang berdiri dipusat kota Ho Chi Minh Vietnam.    Dibangun tahun 1935 oleh para pedagang India selatan yang banyak bermukim disana sebagai pedagang untuk tempat ibadah dan ikatan uhkuwah islamiah.   Ketika perang dunia kedua dilanjutkan perang saudara tersebut berkecamuk yang membuat tidak kondusip bagi kegiatan perdagangannya maka banyak diantara mereka keluar dari Vietnam seperti ke USA.

Sekarang Kawasan mesjid di jalan Dong Du termasuk area metro kota tempat berdirinya bangunan tinggi seperti Hotel Sheraton disampingnya.    Bangunan The Center Mosque HCMC sekarang adalah hasil rehab dari bangunan sebelumnya yang menghabiskan biaya sebesar 10.5 juta Dong setara US$ 5.700 dolar atau  sekitar Rp 560 juta merupakan dana hibah Karajaan Arab Saudi.   Dalam kegiatan kesehariannya keseluruhan dana pengurusan mesjid seperti gaji pegawai, biaya listrik, biaya air dsbg ditanggung pengurus mesjid melalui dana donasi masjid yang ada .   Pada saat pembangunan mesjid tahun 1935 negara Vietnam masih berada di bawah jajahan Perancis kemudian pada tahun 1970-an di renovasi kembali Vietnam Selatan dibawah kendali Amerika Serikat.   

Lokasi masjid yang berada di pusat kota HCMC membuatnya menjadi tujuan utama bagi ummat Islam yang berada di kota untuk melaksanakan ibadah seperti muslim India, Pakistan dan Indonesia,  sebagaimana diketahui bahwa kehadiran muslim Indonesia di HCMC sudah ada sejak zaman kejayaan kerajaan Nusantara dahulu dan saat perang dunia kedua yang diibawa pasukan Jepang untuk membangun pasilitas militer.   Mesjid ini bagi ummat Islam kota selain menjadi tempat sholat juga sebagai pusat dakwah dan pendidikan seperti saat Hari Lebaran Idhul Adha 1437 H (12 September 2016) tadi dilaksanakan pemotongan Qurban buat sesama muslim di sana.

Disekitar masjid terdapat beberapa rumah makan halal yang dikelola  muslim dari Turki, Malaysia dan India,  diantaranya juga terdapat rumah makanan yang menyajikan makanan khas Vietnam yang halal.    Bagi muslim dari Indonesia dan Malaysia yang datang kesini tentunya tidak terlalu banyak masaalah selain banyaknya warung makanan halal yang tersaji disekitar Masjid, bahasa Melayu disekitar area ini juga cukup familiar bahkan banyak warga Vietnam asli yang mampu berbahasa Melayu dengan lancar meski sedikit unik dan di beberapa warung banyak menu makanan yang tertulis dengan bahasa Melayu.    Imam dan Pengurus ini berujar, " Rata-rata muslim Kamboja dan Vietnam bisa berhasa Melayu karena mereka mempelajarinya sebagai persiapan bila melanjutkan pendidikan ke Malaysia dan Indonesia ".

The Center Mosque termasuk bangunan masjid tertua  dan bangunan yang cukup terindah di kota HCMC, dengan arsitektur bangunan tradisionil muslim India dilengkapi dengan menara rampingnya yang tinggi menjulang di empat sudut masjid, bangunan utamanya dilengkapi dengan serambi dan halaman yang cukup luas.   Masjid dengan kapasitas mencapai 400 jemaah  di ruang utamanya dari lantai batu yang adem tapi tak mampu menampung jemaah saat hari besar seperti hari raya, memiliki  tempat berwudhu  berupa kolam segi empat yang cukup besar.

Selain menjadi tempat Ibadah warga kota dan pendatang, masjid ini juga menjadi salah satu objek wisata yang menarik di Ho Chii Minh City,  pengurus masjid mempersilahkan para pengunjung non muslim sekalipun untuk berkunjung tapi dengan mematuhi aturan dan tatakrama yang berlaku di masjid. 
byMuhammaDBakkaranG

Putra Karimun merantau ke Ho Chi Minh,
Ho Chi Minh kota muslim dan melayu masa lalu yang megah.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...