Kamis, 02 Maret 2023

TIGA “DEBT COLLECTOR” YANG BENTAK POLISI SAAT RAMPAS MOBIL SELEGRAM CLARA SHINTA, BERHASIL DITANGKAP POLISI

NusaNTaRa.Com

byPunGKadA,   K  a  m  i  s,   2  3   F e b r u a r i   2  0  2  3    

Seorang Debt Collector di amankan Pelisi

Tiga debt collector berhasil diringkus  jajaram  Polda Metro Jaya  yang telah membentak dan memaki anggota Kepolisian, saat mencoba menengahi pengambilan paksa mobil selebgram Clara Shinta.   Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan bahwa ketiga pelaku ditangkap di lokasi terpisah,   "  Ya ada yang sudah kami amankan tiga orang.   Dan akan segera kami rilis. Satu pelaku kami kejar sampai ke Saparua, Ambon   ",   Cakap SiDin  H Haryadi dengan Ahmadernya (Manisnya),  Kamis   (23/02/2023).

Dia hanya menegaskan bahwa tindak kekerasan dalam proses penagihan utang yang dilakukan para debt collector tidak dapat dibenarkan,   "  Bahwa tidak ada lagi hak eksekutorial bagi debt collector apabila tidak ada kesepakatan antara debitur dan kreditur, dan debitur menolak menyerahkan kendaraannya  ",   Ujar SiDin  Hengki  haryadi  Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.   Menurut Hengki, terdapat mekanisme hukum yang diatur dalam putusan Mahkamah Konstitusi soal pelarangan pengambilan paksa kendaran,    "  About That, hal tersebut harus melalui penetapan pengadilan, dengan kata lain tidak boleh diambil paksa  ",  Ujar SiDin H Haryadi Laji.

 Diberitakan sebelumnya, terdapat mekanisme hukum yang juga diatur dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang harus diikuti.   Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran pun telah menyoroti aksi premanisme yang dilakukan oleh debt collector ini,   "  Saya lihat preman ini sudah mulai merajalela di Jakarta ini.  Sampai tadi malam saya tidur jam 03.00 WIB, darah saya mendidih itu saya lihat anggota dimaki-maki begitu  ",  Cakap  Fadil Imran  dalam video yang diunggah akun Instagram resmi @Kapoldametrojaya, dikutip Rabu (22/02/2023).

 Fadil Imran   menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada debt collector yang menggunakan kekerasan dan melakukan aksi premanisme.    Untuk itu, dia memerintah jajarannya agar segera menangkap debt collector yang melakukan tindakan tersebut dan membuat resah masyarakat,   "  Enggak ada lagi tempatnya preman di Jakarta.  Jangan mundur lagi ! Sedih hati saya itu bolak balik.  Yang debt collector macam itu jangan dibiarkan dia itu. Lawan!  Tangkap!  Jangan pakai lama  ",  Cakap SiDin Fadil Imran hebatnya.

Menurut Fadil I, jajaran reserse jangan hanya berhenti pada penindakan para debt collector arogan, tetapi juga kepada pihak perusahaan leasing yang memberikan perintah.    Fadil pun secara tegas menyampaikan, tidak boleh lagi ada debt collector yang menggunakan kekerasan dan melakukan aksi premanisme,   "  Debt collector juga kalau ada yang ngomongnya kasar, termasuk yang order itu siapa itu perusahaan leasing yang order itu  ",  Ujar SiDin Fadil Imran dan  "  Tidak boleh lagi debt collector-debt collector yang menggunakan kekerasan, meneror orang enggak boleh lagi. Saya perintahkan kamu itu  ",  Sambungnya.

Sebagai informasi, selebgram Clara Shinta melaporkan peristiwa perampasan mobil oleh kawanan debt collector ke Polda Metro Jaya, Senin (20/2/2023),  laporan  teregistrasi dengan nomor LP / B / 954 / II / 2023 / SPKT / Polda Metro Jaya tertanggal 20 Februari 2023.   "  Alhamdulillah laporan sudah diterima dan ditangani semua  ",   Ujar SiGaluH Clara S kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/02/2023).

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran

Clara menjelaskan, peristiwa perampasan tersebut bermula ketika sopir keluarganya dihampiri oleh puluhan debt collector ketika tiba di parkiran apartemen yang dihuninya pada 8 Februari 2023,   seketika itu  kawanan debt collector tersebut langsung merampas kunci mobil dengan alasan pemilik kendaraan menunggak pembayaran cicilan.   "  Kemudian saya cek surat-suratnya asli atau enggak.  Ternyata memang ini benar BPKB saya yang digadai. Padahal saya enggak menggadaikan mobil saya, BPKB saya  ",  Ujar SiGaluH  Clara S dengan Boneernya (rasa merinding).

Setelah dicek, ternyata BPKB itu digadaikan oleh mantan suaminya. Menurut Clara, dirinya sempat mengajak pihak debt collector bernegosiasi untuk tidak langsung menarik kendaraannya dan menunggu kedatangan keluarganya.    Namun, pihak debt collector menolak permintaan tersebut dan tetap mengambil secara paksa mobil miliknya,  sehingga  anggota polisi yang berada di lokasi kemudian mencoba memediasi kedua belah pihak  dan  meminta pihak debt collector agar membahas permasalahan itu lebih lanjut di Polsek terdekat.

Namun, pihak debt collector menolak permintaan tersebut dan justru membentak-bentak sang polisi  serta  sejumlah berkas yang dipegang oleh polisi tersebut kemudian dirampas,    "  Seperti yang terlampir dalam video. kira-kira ngomongnya, 'Enggak ada urusan sama Polsek' disertai dengan perampasan dokumen dari petugas   ",   Cakap Si Clara S  serius.    Clara S melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Metro Jaya dengan Pasal 365, 368 dan 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),   " Untuk yang dilaporkan dalam lidik yang pasti lebih dari satu. Jadi semua yang terlibat dari mulai kenapa mobil ini ditarik dan sampai siapa yang menarik ",  Ujar Clara S.

 

Clara Shinta mobilnya akan ditarik Debt Collector

 

Debt Collector  menangani utang dan penagihan utang sewa.

Tiga Debt Collector di ringkus polisi Polda Metro Jaya.

 

 

 

MERAYAKAN HARI SARUNG NASIONAL DENGAN FASHION ON THE STREET DI PERAPATAN JALAN KOTA SEMARANG

NusaNTaRa.Com

byIndaHPalloranG,    K  a  m  i  s,   0  2    M  a  r  e  t    2  0  2  3

Komunitas Pecinta Budaya Kota Semarang menggelar Fashion Sarung On The Street di Perempatan Bangkong Semarang, Kamis (02/03/2023)

Hari Sarung Nasional  yang  jatuh pada Jumat  03 Maret 2023 dirayakan para pencinta Sarung Nasional Semarang dirayakan secara On the Street di  Perapatan  Bangkong  Semarang,   Kamis   (02/03/2023).      Peringatan Hari Sarung Nasional  tersebut  diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo  sejak tahun 2019,  di meriahkan sekitar 42 orang berkostum sarung beragam motif dan warga menyusuri penyeberangan zebra cross saat traffic light menyala merah di Perempatan Bangkong Semarang  disaksikan  ribuan warga semarang disepanjang julanan.

Para peserta  parade Sarung tersebut  membawa sejumlah pesan bertuliskan  “ Lur, Sarungan Yuh…”,  “ Save Sarung”,  “Mbendino Sarungan Bareng”  dam laim-laimnya,   mereka mengajak masyarakat kembali mempopulerkan pakaian sarung dipakai sehari-hari untuk melestarikan pakaian yang merupakan budaya nasional  dan  pagelaran  kegiatan ini di lakukan  Komunitas Pecinta Budaya Kota Semarang.    Dalam rangka mensosialiasikan kembali sarung kepada masyarakat dalam memeriahkan Hari Sarung Nasional yang jatuh pada tanggal 3 Maret 2023.

Berdasarkan catatan sejarah, sarung berasal dari Yaman yang terkenal dengan sebutan futah  yang kemudian oleh pedagang Arab masuk ke Indonesia,   seiring berjalannya waktu, sarung di Indonesia menjadi busana yang identik dengan budaya Muslim dan digunakan sebagai busana sehari-hari.   Lalu apabila merujuk pada memoar yang ditulis Pangeran Djajadiningrat dari Kesultanan Banten, sampai sekitar tahun 1902, masyarakat Jawa masih memakai sarung, jas model Jawa  dan kain tutup kepala yang disebut destar.

Presiden Joko Widodo juga menetapkan tanggal  03 Maret sebagai Hari Sarung Nasional di tahun 2019, tepat di acara Sarung Fest di Gelora Bung Karno, Jukarta.   Sejak saat itu, sarung tidak hanya jadi sandangan biasa ketika di rumah atau acara keagamaan saja, namun jadi bagian fashion dan pakaian formal,   di Kota Semarang, para pecinta budaya menyambut Hari Sarung Nasional 2023 dengan melakukan fashion show di jalanan  di sepanjang jalan  yang digelar Pembina Klub Merby Grace W Susanto.

Acara yang digelar spontanitas dengan kegiatan Fashion Sarung On The Street dikawasan Perempatan Bangkong Semarang menarik perhatian sejumlah pengguna jalan yang melintas.   Grace W Susanto, Aktivis Budaya yang menggagas kegiatan tersebut mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya bekerja  sama sejumlah komunitas Semarang.    Mengkampanyekan untuk menggunakan sarung sebagai bentuk kepedulian pelestarian budaya nusantara,  

“  Momen Hari Sarung Nasional ini kembali memberikan semangat kami untuk mensosialisasikan kembali kepada masayarakat agar menggunakan sarung untuk melestarikan budaya nusantara ini  ''  dan   ''  Salah satunya sosialisasi menggelar fashion show di trotoar dan menyeberang di zebra cross sembari memberikan ajakan bersarung kepada pengguna jalan  ”,  Cakap SiDin Grace W Susanto menjelaskan.  Untuk diketahui  Grace  W Susanto  yang berprofesi sebagai dokter gigi tersebut juga telah menerapkan budaya bersarung sejak tahun 2012.

Bahkan, saat berpraktek di kliniknya di Jl Erlangga Semarang, ia bersama para asistennya mengenakan sarung dengan beragam motif,   “  Sarung itu mempunyai arti satu dikurung.  Ada sarung yang merupakan kain melingkar dan dijahit, biasanya digunakan pria dan yang juga biasa digunakan umat muslim dalam beribadah salat  '',    ''  Ada juga sarung yang merupakan kain tanpa jahitan, penggunaannya dililitkan dan ada sekitar 40 cara/ model dalam mengenakannya  ''  dan  “  Ini biasanya digunakan wanita dan biasa disebut jarik  ”,  Cakap  Grace W Susanto menambahkan.

Iapun  mengungkapkan bahwa sarung di Indonesia juga beragam,    dimana  setiap daerah mempunyai ciri khasnya tersendiri, baik dari corak motifnya maupun ragam warnanya  masing-masing  dan  Penggunaannya juga mudah/ simple dan bisa dipadukan dengan pakaian tradisional kebaya atau yang lainnya.   Kami berharap aksi ini bisa mendorong masyarakat untuk lebih mencintai dan suka memakai sarung,   ''  Tidak ada salahnya kita setiap hari, setiap saat, baik saat bekerja, santai, menggunakan sarung  ”,  Cakap  Grae W Susanto  yang juga pemilik  Klub Merby yang pernah menggelar prosesi pernikahan anaknya dengan dresscode sarung untuk semua tamu undangan yang hadir tersebut. 

Hari sarung Nasional Fshion on the Street di semarang


Indonesia kaya akan budaya termasuk bersarung.

Fashion Sarung On the Street digelar di Semarang.

 

 

VIDEO OPM PILOT SUSI AIR SEHAT, DITAHAN UNTUK PAPUA MERDEKA DAN SEBAGAI TEMAN DARI NEW ZEALAND

NusaNTaRa.Com

byLaDollaHBantA,   S e l a s a,    1  4   F  e  b  r  u  a  r  i   2  0  2  3

Pilot SusiAir Philip M Merrtens disandera OPM

TPNPB-OPM,  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka  mengklaim kondisi pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang mereka sandera dalam kondisi baik dan sehat.   Hal itu disampaikan Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam keterangan video yang diterima CNNIndonesia.com,   Selasa   (14/02/2023),   "  Dalam keadaan baik baik dan sehat. Jadi pilot itu ditahan sebagai teman dan sahabat dari tetangga kami terdekat, New Zealand  ",   Ujar SiDin Sebby Sambon dengan Plabomoranya (hebatnya).

Sebby  S  menjelaskan  Philip M Mehrtens  ditahan sebagai jaminan politik untuk negosiasi tentang hak kemerdekaan bangsa Papua Barat  dan  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berjanji pemerintah akan melakukan langkah-langkah persuasif dalam pembebasan Philip.   Pemerintah bakal melakukan usaha maksimal keselamatan dan membebaskan Mark dari sanderaan TPNPB-OPM,   "  Pemerintah akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penyelamatan terhadap sandera dengan pendekatan-pendekatan yang sifatnya persuasive  ",   Ujar SiDin Mahfud MD dengan Boneer (Rasa Merinding) melalui keterangan video,  Selasa   (14/02/2023).

Ia menyebut penyanderaan warga sipil tak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun makanya  pemerintah berkomitmen untuk membebaskan Mark dari sekapan OPM,   "  Upaya persuasif menjadi pedoman utama demi keselamatan sandera, tetapi pemerintah tidak menutup upaya lain  ",  Cakap SiDin Mahfud MD menjelaskan.   Philip M Mehrtens  pilot berkewarganegaraan Selandia Baru  maka Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi mengatakan pemerintah juga berkomunikasi dengan Selandia Baru dalam pembebasannya.

Sebelumnya, TPNPB-OPM menyerang pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY pada Selasa (7/2). Pilot pesawat itu hilang.   Awalnya, keberadaan Mark sempat menjadi tanda tanya. Kepolisian mengonfirmasi Mark disandera oleh OPM. Namun, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono tak bisa memastikan apakah Mark dalam penyanderaan. Penyanderaan Mark baru diakui pemerintah hari ini lewat keterangan Mahfud MD.

Pilot Pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY, Kapten Philips Max Mehrtens dikawal pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) lengkap dengan senjata di Papua.   Pilot asal Selandia Baru itu sudah disandera selama sepekan oleh TPNPB-OPM terhitung sejak pesawat yang ditumpanginya dibakar pada Selasa (7/2) sampai hari ini (14/2).  Berdasarkan foto dan video yang dikirim oleh Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM Sebby Sambom, Philips tampak memakai celana pendek dan baju berwarna hitam.

Sebby Sambon Juru Cakap  TPNPB-OPM

Dia juga terlihat memakai jaket jeans berwarna biru, topi dan memakai sepatu lengkap,  ia terlihat   berdiri dan dikelilingi  pasukan TPNPB-OPM  dan  di antara mereka terlihat mengacungkan senjata api,    salah satu video Philips menyampaikan pesan singkat,   "  Papua OPM menangkap saya untuk Papua Merdeka  ",   iapun melanjutkan mengatakan kalimat yang sama dalam versi bahasa Inggris.   "  Kelompok Papua menangkap saya dan mereka berjuang untuk kemerdekaan Papua. Mereka minta agar militer Indonesia pulang dan jika tidak mereka tetap menahan saya dan keselamatan saya akan terancam  ",  Ujar SiDin  Philips M Mehrtens  menambahkan.

Dalam potongan video yang lainnya, Sebby  S  mengakui pihaknya menyandera Philips sebagai jaminan agar kemerdekaan Papua diakui. TPNPB-OPM menjadikan Philips sebagai tahanan politik  sebagaimana  diucapkan Sebby  didampingi oleh Ketua Dewan Militer TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma, Mayor Oscar Wandikboia.   "  Kami sampaikan bahwa secara resmi kami telah terima foto dan video pasukannya [Oscar], di mana mereka melaporkan pilot asal Selandia Baru resmi mereka tahan sebagai jaminan politik sebagai negosiasi hak kemerdekaan Papua Barat  ",   Ujar Sebby dalam video berdurasi 2.51 menit.

Sebelumnya, TPNPB-OPM mengaku bertanggung jawab atas pembakaran tersebut. Kelompok itu juga mengaku menyandera pilot pesawat.   "  Pilotnya kami sudah sandera dan kami sedang bawa keluar, untuk itu anggota TNI-Polri tidak boleh tembak atau interogasi masyarakat sipil Nduga sembarang, karena yang melakukan adalah kami TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah Pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya  ",   demikian keterangan dari Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM Sebby Sambom.

Pilot SusiAir bersama anggota OPM



Dari Timiki melintasi udara menuju Nduga lalu disandera.

Pilot SusiAir ditahan OPM jaminan Kemerdekaan Papua.

 

 

 

Rabu, 01 Maret 2023

BEBERAPA INTRIK DALAM KASUS HAS MAHASISWA UI YANG TEWAS TERTABRAK MOBIL DAN DIJADIKAN TERSANGKA

NusaNTaRa.Com

byBakrIRoYMarteN,    S  a  b  t  u,   2  8    J  a  n  u  a  r  i    2  0  2  3

Dwi Syafiera Putri Ibu HAS mahasiswa UI tewas tertabrak di Julanan

Kasus kecelakaan lalu lintas mahasiswa UI berinisial HAS yang melibatkan purnawirawan Polri, AKBP Eko Setio Budi Wahono tengah ramai disoroti publik terkait kasus penyelesaian kejadian tersebut  yang terkesan  belum dapat metode yang  sepakat yaitu  melalui jalur damai melalui  jalur  penyelesaian hukum yang berujung di pongadilan.   Kecelakaan itu terjadi di daerah Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada  06 Oktober 2022 dalam trajedi tersebut  HAS meninggal dunia akibat kecelakaan itu dan dimakamkan pada  07 Oktober 2022 lalu.

 

Berikut beberapa poin terkait kasus mahasiswa UI ini   :

Jadi tersangka karena dianggap lalai

HAS mahasiswa UI  yang tewas dalam  kecelakaan ini  menurut  Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman  dijadikan  tersangka  kecelakaan ini  karena  akibat  kelalaian sendiri,  bukan karena kelalaian Eko.    "  Kenapa dijadikan tersangka ini, dia kan yang menyebabkan, karena kelalaiannya menghilangkan nyawa orang lain dan dirinya sendiri, karena kelalaiannya jadi dia meninggal dunia  ",  Ujar SiDin  Latif  Usman  dengan Soppengernya (Jumawanya),   Jumat   (27/01/2023).

Pihak kepolisian menjelaskan kecelakaan terjadi ketika cuaca dalam kondisi hujan dan jalanan licin,   korban disebut melajukan sepeda motornya dengan kecepatan 60 km/jam,  selanjutnya, tiba-tiba ada kendaraan di depan HAS yang ingin berbelok ke kanan  seringga   HAS melakukan pengereman mendadak.  Kendaraan korban  (HAS) pun tergelinci  kemudian  kendaraan korban berpindah lajur ke jalan yang berlawanan arah.

Polisi mengatakan pada saat yang sama Eko tengah mengendarai mobilnya di lajur tersebut dengan kecepatan 30 km/jam. Menurut polisi, Eko sudah tak bisa menghindar. Sehingga, motor korban menabrak kendaraan Eko.    "  Nah, Pak Eko dalam waktu ini sudah tidak bisa menghindari karena sudah dekat. Jadi memang bukan terbentur dengan kendaraan Pajero, tapi jatuh ke kanan diterima oleh Pajero, sehingga terjadilah kecelakaan  ",  Ujar SiDin Latif Usman.

 

Keluarga ungkap ada mediasi

Dwi Syafiera Putri Ibu HAS  mengungkap pernah menjalani mediasi yang digelar pihak kepolisian terkait kasus kecelakaan anaknya,   "  Sudah ada beberapa kali mediasi, salah satunya mediasi yang diprakasai oleh pihak kepolisian. Kami dipertemukan, maksudnya polisi dipertemukannya kami dengan pihak pelaku di Subdit Gakkum Pancoran  ",   Ungkap perempuan yang  disapa Ira ini saat ditemui di Sekretariat ILUNI UI, Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat,  Jumat    (27/01/2023).  D  Syafiera didampingi Kuasa Hukum Keluarga HAS, Gita Paulina bersama lima orang lainnya saat itu  kemudian  D Syafiera  mengatakan polisi memisahkannya dengan pihak kuasa hukum.

Selama proses mediasi berlangsung,  D Syafiera  merasa seperti disidang oleh pihak kepolisian,   "  Jadi kami di dalam ruangan itu, menurut kami ya, menurut saya yang memang merasakan kejadian itu, kami serasa di sidang   ",  Ujar SiGaluH  D Syafiera dengan Soppengernya (Jumawanya).

 

Ditawari damai

Initial  HAS  Mahasiswa  UI

Dalam proses mediasi antara pihak polisi dan keluarga, D Syafiera  menjelaskan mediasi turut dihadiri beberapa petinggi kepolisian  dan iapun  mengaku polisi sempat memintanya untuk berdamai dengan dalih posisi sang anak yang lemah.   "  Ada beberapa petinggi polisi, mohon maaf saya harus menyebutkan itu, meminta kami untuk berdamai. 'Udah Bu damai aja, karena posisi anak ibu sangat lemah'. Saya bilang kenapa? Saya bilang itu posisi anak saya meninggal dunia, kenapa jadi yang lemah, gimana dengan si pelaku yang nabrak ini ?  ",   Ujar SiGaluH  D Syafiera  dengan  Plabomoranya (hebatnya).

Mendengar permintaan damai,  ia merasa rapuh   sambil   menahan air matanya selama berhadapan dengan para petinggi polisi yang hadir, . karena ingin  bertemu  kuasa hukumnya ia  ingin keluar dari ruangan tempat mediasi tersebut.  "  Saya mau keluar, saya udah enggak melihat bahwa bapak-bapak itu adalah berpangkat, mohon maaf sekali  ",  Ucap D Syafiera,  setelah keluar  dia  bertemu dengan tim kuasa hukumnya dan menangis di hadapan Gita.   D Syafiera  menegaskan pihaknya tidak akan mau diajak berdamai dan bakal menolak apabila kembali dibujuk untuk mediasi,   "  Dari kami, kami adalah orang tuanya. Apapun mediasi yang mereka usulkan akan kami tolak. Berapapun peluang yang dia usulkan akan kami tolak. Kami tetap akan maju  ",  Ujar SiGaluH  D Syafiera  Laji.

 

Polisi sebut keluarga dapat ajukan praperadilan

Polda Metro Jaya mempersilakan keluarga HAS mengajukan praperadilan apabila tak puas dengan hasil penyelidikan kasus ini,   "  Dalam proses ini kalau pihak sana (keluarga HAS) belum puas bisa mengajukan praperadilan  ",  Ujar Latief Usman.     Upaya praperadilan, jelas Latif, dapat dilakukan jika pihak keluarga HAS menemukan bukti baru terkait kasus kecelakaan tersebut.

 

Keluarga akan lakukan upaya hukum

D Syafiera mengaku kecewa almarhum anaknya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian,   makanya  pihak keluarga memastikan bakal melakukan upaya hukum terkait kecelakaan yang merenggut nyawa HAS itu.   "  Kecewa, udah pasti. Marah, mau marah sama siapa ?   Kami cuma ingin prosesnya berjalan transparan. Jikalau proses itu harus dimulai dari awal lagi, kami siap. Asal transparan dan semuanya terlihat jelas. Jadi kami tahu siapa sih sebenarnya tersangka itu   ",  Cakap SiGaluH  D Syafiera dengan Ahmadernya (Manisnya)  dam   menginginkan perkara ini dapat sampai di tahap pengadilan,   "  Kalau harus dibuktikan di pengadilan, ayo kita maju di pengadilan. Apapun keputusannya di pengadilan  ",  Cakap D Syafiera  Jelas..

Gita  Paulina  selaku pengacara pihak keluarga HAS memastikan pihaknya akan mengambil upaya hukum dalam kasus ini,   "  Ya, praperadilan itu kan salah satu komponen yang bisa dilakukan. Tadi saya sempat state (pernyataan) bahwa kita nanti akan ada tindakan upaya hukum   ",  Ujar SiDin  Gita  Paulina.   Kendati demikian, Gita Paulina  mengaku masih belum bisa merinci upaya hukum apa yang akan dilakukan pihaknya, sebab masih menggali sejumlah temuan terkait kasus ini.

Motor HAS yang tertabrak Mobil

 

Hukum merentasi kasus Kecelakaan jalan yang terjadi.

Sang Ibu HAS mahasiswa UI sedih kasus  anaknya diajak damai.

 

 

 

HASIL MUKTAMAR INTERNASIONAL FIQIH PERADABAN I REKOMENDASI 1 ABAD NU : MENOLAK KHILAFAH DAN MENDUKUNG PBB

NusaNTaRa.Com

byMuhammaDBakrI,  S e l a s a,  0 7   F e b r u a r i   2 0 2 3   

KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan Yenny Wahid membacakan piagam rekomendasi Muktamar Fiqih Peradaban di acara Puncak Resepsi Harlah 1 Abad NU yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (07/02/2023).

NU Online Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I yang dilaksanakan di Hotel Shangri-La yang dibuka  socara rosmi oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, di Surabaya pada Senin   (06/02/2023) kemarin membuahkan sejumlah butir rekomendasi.    Forum yang diperkirakan dihadiri  sekitar dua ratus  ulama dari berbagai negara ini mengundang sedikitnya 15 pakar sebagai pembicara kunci,  baik dari dalam nogeri maupun luar nogeri dalam forum ini diharapkan peran besar  Ulama dalam menggaungkan narasi pembangunan kemaslahatan umat manusia.

Piagam rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I ini tersedia dalam 2 versi bahasa, yaitu Bahasa Arab dan Indonesia.   Piagam ini dibacakan oleh KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan Yenny Wahid di acara Puncak Resepsi Harlah 1 Abad NU yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo,  Selasa   (07/02/2023).   Berikut ini adalah rekomendasi Muktamar Internasional Fiqih Peradaban  I   : 

Nahdlatul Ulama berpandangan bahwa pandangan lama yang berakar pada tradisi fiqih klasik,  yaitu adanya cita-cita untuk menyatukan umat Islam di bawah naungan tunggal sedunia atau negara Khilafah harus digantikan dengan visi baru demi mewujudkan kemaslahatan umat.   Cita-cita mendirikan kembali negara Khilafah yang dianggap bisa menyatukan umat Islam sedunia, namun dalam hubungan berhadap-hadapan dengan non-Muslim bukanlah hal yang pantas diusahakan dan dijadikan sebagai sebuah aspirasi kedepan pada saat ini.

Akhir – akhir ini banyak bukti dimana melalui upaya  untuk mendirikan negara ISIS.  Di mana berbagai upaya ini terlihat semakin akan berakhir dalam kekacauan dan justru berlawanan dengan tujuan-tujuan pokok agama atau maqashidu syariah yang tergambar dalam lima prinsip; menjaga nyawa, menjaga agama, menjaga akal, menjaga keluarga, dan menjaga harta.   Yang semakin sulit kita tegakkan karena semakin apresiatipnya kondisi masyarakat sekarang dan ketidak mapanan kita hingga hari ini baik dalam kemapanan ukhuwa maupun kesadaran ummat akan tantangan hidup lebih matang.

Dalam kenyataannya, usaha-usaha untuk mendirikan kembali negara Khilafah, nyata-nyata bertabrakan dengan tujuan-tujuan pokok agama tersebut. Ini dikarenakan usaha semacam ini akan menimbulkan ketidakstabilan dan merusak keteraturan sosial politik. Lebih dari itu, jika pun akhirnya berhasil, usaha-usaha ini juga akan menyebabkan runtuhnya sistem negara-bangsa serta menyebabkan konflik berbau kekerasan yang akan menimpa sebagian besar wilayah di dunia. Sejarah menunjukkan, kekacauan karena perang pada akhirnya akan selalu didampingi dengan penghancuran yang luas atas rumah ibadah, hilangnya nyawa manusia, hancurnya akhlak, keluarga, dan harta benda.

Dalam pandangan Nahdlatul Ulama, cara yang paling tepat dan manjur untuk mewujudkan kemaslahatan umat Islam sedunia (al-ummah al-islamiyyah) adalah dengan memperkuat kesejahteraan dan kemaslahatan seluruh umat manusia, baik muslim atau non-Muslim serta mengakui adanya persaudaraan seluruh manusia, anak cucu Adam (ukhuwah basyariyyah).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikut piagamnya memanglah tidak sempurna dan harus diakui masih mengandung masalah hingga saat ini. Namun demikian piagam PBB itu dimaksudkan sejak awal sebagai upaya untuk mengakhiri perang yang amat merusak dan praktik-praktik biadab yang mencirikan hubungan internasional sepanjang sejarah manusia. Karena itu, Piagam PBB dan PBB itu sendiri bisa menjadi dasar yang paling kokoh dan yang tersedia untuk mengembangkan fiqih baru guna menegakkan masa depan peradaban manusia yang damai dan harmonis.

Dari pada bercita-cita dan berusaha untuk menyatupadukan seluruh umat Islam dalam negara tunggal sedunia, yaitu negara khilafah, Nahdlatul Ulama memilih jalan lain, mengajak umat Islam untuk menempuh visi baru, mengembangkan wacana baru tentang fiqih, yaitu fiqih yang akan dapat mencegah eksploitasi atas identitas, menangkal penyebaran kebencian antargolongan, mendukung solidaritas, dan saling menghargai perbedaan di antara manusia, budaya, dan bangsa-bangsa di dunia, serta mendukung lahirnya tatanan dunia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis, tatanan yang didasarkan pada penghargaan atas hak-hak yang setara serta martabat setiap umat manusia. Visi yang seperti inilah yang justru akan mampu mewujudkan tujuan-tujuan pokok syariah.

Disisi lain, Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani menilai Nahdlatul Ulama berperan besar dalam menggaungkan narasi pembangunan kemaslahatan umat manusia  dan  salut dengan upaya NU sebagai fasilitator melalui kegiatan Muktamar Internasional Fiqih Peradaban ke-1 tersebut.   “  Ini akan sangat berpengaruh besar terhadap dunia dan ini sudah menjadi berita besar bahwa ada ulama dunia berkumpul di sini  ”,   Ujarnya kepada NU Online di sela-sela pembukaan acara Muktamar Internasional Fiqih Peradaban ke-1.

Cucu ke-25 Syekh Abdul Qadir al-Jailani ini juga melihat gelaran tersebut menggambarkan peran NU dalam menjembatani dialog peradaban Islam Timur dan Barat,   “  Agar saling mengenal antara ulama Timur dan Barat dengan wasilah Nahdlatul Ulama, antara orang Arab dan non-Arab. Ini sangat bagus sekali jadi membuat jembatan timur dan barat ini sangat bagus sekali  ”,  Cakap,Syekh Abd, Qadir al-Jailani dengan Soppengernya (Jumawanya).   Ia bahkan berharap, kegiatan akbar yang mengundang ratusan ulama dalam dan luar negeri itu berkelanjutan sehingga bisa digelar secara kontinu,   “  Ini harusnya diselenggarakan bukan cuma pada satu abad, tapi lima tahun sekali   “,  Cakapnya.

NU Gelar Fikih Peradaban

 


Beriman berkehidupan Damai dan Sejahtere.

Muktamar Internasional Fiqih Surabaya, Khilafah No PBB Oke

 

 

 

PROYEK NORMALISASI SUNGAI DI IKN NUSANTARA, SUKU ASLI BALIK DAN WARGA DI KAWASAN IKN AKAN KE MANA ?

NusaNTaRa.Com

byMapiroHBorrA,     R  a  b  u,   2   8    F  e  b  r  u  a  r  i    2  0  2  3  

PANDI, Warga asli RT3 Kel, Sepaku  IKN Suku Balik resah akan penggusuran

Suasana sepi menyelimuti pemukiman RT 3, Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim,   di  pemukiman yang menjadi kawasan pembangunan IKN  ini hanya terdengar suara jangkrik dan binatang lain sepanjang malam.   Salah satu warganya, Pandi sedang duduk di teras rumahnya yang berjarak kurang lebih satu kilometer dengan titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara saat  kami menemuinya pada Jumat (23/02/2023) malam,   “  Beginilah suasana hidup di kampung, saya dari kecil hidup di kampung.  Ini peninggalan nenek moyang kami, suku asli Balik.  Sepi, terdengar suara jangkrik, bikin suasana hati tenang  ”,  Cakap SiDin Pandi sambil meneguk sisa kopinya.

Konon kisah masyarakat  di sisni,   jauh sebelum menjadi wilayah administrasi Kelurahan Sepaku  terutama wilayah RT 3,   lokasi  ini  telah  banyak dihuni dari  nenek moyang suku Balik setelah  migrasi dari Balikpapan.    Kini  pemukiman tempat tinggal Pandi  rencananya akan dinormalisasi untuk program pengendalian banjir di wilayah IKN,   di kedua sisi rumah Pandi  tampak  berjejeran rumah panggung dari kayu dengan corak kuno  dengan  teras depan menghadap jalan, sementara belakang rumah adalah Sungai  Sepaku yang  kadang meluap  saat  musim hujan.

Sambil meneguk kopinya,   dahi Pandi  terlihat  berkerut  memikirkan proyek normalisasi yang sebentar lagi akan digarap pemerintah dan berdampak  Rumah warga yang berdekatan dengan sungai, akan dibebaskan untuk program pengendalian banjir di wilayah sekitar IKN.    Rencananya, proyek bernilai Rp 242 miliar itu digunakan untuk menormalisasi sungai Sepaku sepanjang 8 kilometer,    “  Warga di sini sepakat menolak ganti rugi dan memilih bertahan di sini.  Ini kampung kami, kalau digusur kami mau ke mana  ?  ”,   Keluh SiDin  Pandi  dengan Plabomoranya  (hebatnya).

Proyek normalisasi sungai Sepaku ini  meliputi  memperlebar badan sungai.  Jika melihat peta desain rencana,  alur normalisasi akan mengikuti aliran sungai yang nyaris melingkari dataran yang merupakan kampung warga.   Padahal, kampung yang dihuni keturunan suku Balik ini merupakan cikal bakal wilayah administrasi Kecamatan Sepaku. Setidaknya, kampung itu merupakan kampung pertama di wilayah Sepaku,    “  Kami hidup turun temurun di kampung ini. Ya, kami ingin tetap di sini, karena kami punya ikatan emosional dengan tanah ini, termasuk di dalamnya situs-situs sejarah, dan makam leluhur kami  ”,   Ujar SiDin Pandi  menjelaskan.

Proyek Normalisasi sungai di Kawasan IKN

Pandi  sangat berharap dan meminta  pemerintah mempertimbangkan ulang rencana ganti rugi rumah dan lahan warga RT 3 Kelurahan Sepaku,  karena  baginya dan warga lain, ganti rugi sama saja mengusir masyarakat adat pergi dari kampung dan menghilangkan kampungnya.   “  Ini kampung wilayah adat kampung kami, kami tetap mempertahankan  ”,   Bertegas Pandi berujar.    Marjani yang merupakan tokoh adat Suku Balik dan tetangga Pandi mengatakan, merelokasi warga di wilayah tersebut artinya ingin menghilangkan sejarah leluhur,   “  Dulu saat nenek moyang kami, suku asli Balik tempati kampung ini, orang luar mau masuk kampung ini harus izin dulu  ”,  Cakap SiDin Marjani dengan Boneer (Rasa merinding).

Lalu, mengapa sekarang masyarakat suku Balik yang mendiami tanah warisan leluhur, justru mau diusir dengan dalih pembangunan IKN,    “  Kami setuju IKN pindah ke sini. Tapi, jangan sampai pembangunannya singkirkan masyarakat asli di sini  ”,  Ujar Marjani Laji.

Belasan rumah dibebaskan

Menurut pendataan tim, ada 27 bidang tanah dan 18 bangunan rumah warga di RT 3 Sepaku yang harus dibebaskan,    “  Tapi karena warga menolak, saya sampaikan ke tim jangan sampai kita paksakan situasi, ini sangat sentitif   ”,  Ungkap Sekretaris Camat Sepaku, Hendro Susilo.    Akhirnya, Hendro meminta tim membuka kembali ruang diskusi dan sosialisasi, khusus warga RT 3 Sepaku,   dua opsi yang disodorkan yakni relokasi  dan  pelebaran badan sungai tanpa harus memakan lahan rumah warga.

Soal relokasi, Hendro S mengusulkan lahan HGU milik PT IHM berbatasan dengan Kelurahan Sepaku, bisa dipakai mengingat berdekatan dengan pemukiman sebelumnya  sementara  Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Harya Muldianto menyebut kebutuhan pembebasan lahan itu proyek itu kurang lebihnya sekitar 200 hektar   mencakup tiga wilayah yakni Kelurahan Sepaku,  Desa Bukit Raya dan Desa Suka Raja.   Hanya saja, warga di dua desa terakhir cenderung setuju untuk proses ganti rugi,   “  Karena tidak ada riak-riak dibawah.  Hanya warga di RT 3 saja yang sampai saat menolak  ”,  Ungkap Harya Muldianto.

Tawaran relokasi untuk RT 3 yang ditawarkan Hendro  S, sebelumnya sudah ditolak Kepala BWS Kalimantan IV, Harya Muldianto,  dengan  menyebutkan pihaknya hanya mengganti rugi bangunan atau tegakan sesuai ketentuan UU Nomor 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum.   "  Kami tidak merelokasi. Tapi kami ganti lahan dan bangunan atau tegakan yang dimiliki warga. Kami harap ada win-win solution biar masyarakat pun enggak rugi, kami juga bisa kerjakan proyek dengan lancar  ",   Ungkap Harya Muldianto,   Sabtu   (11/02/2023).

Sebelumnya ada  warga yang memiliki lahan terdampak patok Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di Sepaku, Kalimantan Timur, bermaksud menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi),  Teguh Prasetyo, warga Desa Bumi Harapan, saat ditemui  Jumat (24/02/2023) mengungkapkan ingin menyampaikan keluh kesahnya kepada Jokowi langsung.    Ditemui bersama dua warga lainnya, Ronggo Warsito dan Edy,  Teguh menuturkan mereka ingin mengeluhkan taksiran harga yang diberikan tak sesuai lonjakan saat ini.    Kepala Negara sendiri melakukan kunjungan ke ibu kota Nusantara   dan sempat menginap pada Kamis (23/02/2023).

Berdasarkan taksiran yang disodorkan tim penilai, warga yang lahannya terdampak KIPP IKN hanya dihargai Rp 115.000 sampai Rp 300.000 permeter ,   sementara   mereka mengetahui bahwa harga tanah di kawasan yang masuk IKN melonjak sampai  Rp 2-3 juta permeter.    Keluhan tersebut sempat mereka utarakan melalui spanduk  cuman  jelang kunjungan Kepala Negara, spanduk itu harus dicopot,   "  Warga mau pasang spanduk aja enggak bisa, dilarang petugas   ",   Ungkap Ronggo Warsito dengan Boneernya (Rasa merinding).

Ronggo Warsito  melanjutkan, warga di desa sebelah, tepatnya Kelurahan Pemaluan, juga sempat membentangkan spanduk berisi penolakan harga ganti rugi yang ditawarkan,   tapi sama seperti di Desa Bumi Harapan, spanduk itu diminta untuk dicopot.

Kawasan IKN Nusantara Panajam Kalimantan Timur


 

Pembangunan kota kadang  manusia  terkorbankan.

Suku Balik akan ke mana ? jika IKN dikombangkan.

 


 NusaNTaRa.Com  Adverstesment 

                   Melayani pemasangan Iklan 

                                            Sila Dail Talian  0821 5385 8932 

 Kisaran harga  50 juta -   300 juta / tahun.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...