Kamis, 05 Agustus 2021

BENDERA PUTIH DIKIBARKAN oleh BURUH-PKL TANDA MENYERAH ATAS KEBIJAKAN PPKM COVID-19.

NusaNTaRa.Com

byKariTaLa  LA,  M  i  n  g  g  u, 0 1   A  g  u  s  t  u  s   2  0  2  1

Pengibaran bendera putih ramai-ramai dilakukan oleh para pengusaha kecil dan menengah  bahkan  aksi ini diikuti  para buruh  melakukannya  aksi ini secara  besar-besaran dengan mengibarkan  “ Bendera putih “.   Pengibaran Bendera putih sendiri dikibarkan sebagai tanda menyerah,   ya mereka yang mengibarkan bendera putih sebagai pernyataan menyerah terhadap keadaan yang makin krisis akibat PPKM yang makin diperketat dimasa Pandemi.

PPKM dengan tingkatan level baru saja diperpanjang akhir pekan kemarin. Perpanjangan dilakukan hingga besok, namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai PPKM level 4, 3, 2, atau 1 akan diperpanjang atau tidak.   Dirangkum detikcom, mulai dari buruh hingga pengusaha pariwisata,  di bawah ini  sederet pihak yang mengibarkan bendera putih  : 

 

1. Kalangan Buruh

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi mogok kerja,   puluhan ribu buruh di 1.000 pabrik pada 24 provinsi akan mengibarkan bendera putih pada 5 Agustus selama dua jam sebagai bentuk mereka menyerah menghadapi hantaman selama pandemi COVID-19.

Ketua KSPI, Said Iqbal mengungkapkan, sederet tuntutan buruh dalam aksinya kali ini  dan   peserta aksi ini akan diikuti oleh buruh yang terdampak dari mulai buruh harian yang kehilangan penghasilan hingga buruh yang bekerja 100% selama pandemi dan lokasi aksi yaitu di halaman perusahaan.   Bendera putih dan spanduk pun digunakan sebagai alat sosialisasi aksi demo.    "  Apa simbol bendera putih? Menyerah dengan situasi yang tingkat penularan covid sudah 10%, angka kematian sudah semakin tinggi, vitamin dan obat bagi buruh yang isolasi mandiri tidak didapatkan dengan BPJS kesehatan  ",  Ujar SiDin Said Iqbal  dalam konferensi pers virtual, Rabu (28/07/2021).

Selain menyerah terhadap kondisi  pandemi COVID-19,  para buruh juga menuntut beberapa isu diantaranya selamatkan nyawa buruh dan rakyat, turunkan angka penularan COVID-19  dan cegah ledakan PHK.    Buruh juga tak henti-hentinya melakukan penolakan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja.   Tuntutan dalam aksi tersebut juga tetap meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan UU Ciptaker khususnya tentang ketenagakerjaan.

Tuntutan terakhir  agar mendapat persesuaian dengan kaedah UU Omnibus Law yaitu mengenai Upah Minimum Sektoral di Kabupaten dan Kota.   Hal tersebut, kata dia, berkenaan dengan kesesuaian upah buruh dari jenis pekerjaan dan masa bekerja yang perlu mendapat penyelarasan yang bijak dan tidak memberatkan bagi pekerja dan pemilik usaha.

 

2. PKL di Berbagai Daerah

Selama sepekan ke belakang para unsur pedagang kaki lima di beberapa daerah melakukan aksi pengibaran bendera putih.    Mulai dari Cirebon, Yogyakarta  hingga Bandung.   Di Cirebon misalnya, pengibaran bendera putih itu sebagai simbol menyerah dan pasrahnya PKL terhadap kondisi saat ini. Tak sedikit PKL menutup jualannya lantaran terdampak kebijakan PPKM,  seperti yang terjadi di pusat jajanan atau shelter Alun-alun Kejaksaan Kota Cirebon.  Hanya segelintir PKL yang masih berjualan.

"  Semuanya ada 42 lapak (PKL).   Tapi sekarang cuma tinggal tujuh atau delapan pedagang yang masih berjualan. Banyak berhenti mulai PPKM, sebelum PPKM aktif semua  ",  Ujar SiDin Joko Santoso  Koordinator PKL Shelter Alun-alun Kejaksaan, Jumat (30/07/2021).   Penaikan Bendera Putih ini juga telah dilakukan Pedagang asongan dan kaki lima di Jogtakarta khusnya di Jalan Malaiboro sebagai tanda mereka menyerah menghadapi PPKM di era Covid-19.  drDetiKFinance-Minggu-01/08/2021.

Regulasi mendukung kelancaran berusaha,

PKL kibarkan bendera Putih menyerah pada  Covid-19.




NusaNTaRa.Com     Advertisessment

Melayani  Pemasangan  Iklan

Sila  Dail  Talian   0812 5856 599


Rabu, 04 Agustus 2021

DIAM-DIAM MUHAMMADIYAH SUDAH MENYALURKAN Rp 1 TRILLIUN LEBIH DALAM PENANGANAN PANDEMI COVID-19

NusaNTaRa.Com

byMuhammaDBakrI,    S  e  l  a  s  a,    0  3     A  g  u  s  t  u  s     2  0  2  1

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah Jamaluddin Ahmad menyebutkan bahwa gerakan akar rumput Muhammadiyah membangun solidaritas dan kepedulian kepada sesama anggota Muhammadiyah dan masyarakat pada umumnya dengan menghimpun berbagai donasi baik berbentuk uang maupun barang, Sejak awal pandemi tahun lalu.

Berbagai bentuk solidaritas dilakukan Cabang dan Ranting Muhammadiyah agar terus menjadi teladan dalam menghadapi pandemi Covid-19 beserta turunannya. Jika dihitung Muhammadiyah telah menyalurkan 1 triliun rupiah lebih dalam penanganan Pandemi Covid-19.

“Itu terbuktikan bagaimana Muhammadiyah habis-habisan mengeluarkan dana untuk pandemi Covid-19, dari perguruan tinggi hingga rumah sakit Muhammadiyah sebanyak 400 miliar. Belum jika dijumlah dengan Cabang dan Ranting Muhammadiyah bisa lebih dari 1 Triliun rupiah,” ungkap Jamaluddin Ahmad dalam Covid-Talk Solidaritas Sosial di Masa Pandemi Berbasis Cabang dan Ranting, Selasa (29/6/2021) lalu.

Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) memiliki struktur mulai dari pusat hingga tingkat ranting terus berikhtiar membantu masyarakat. Bagaimana kondisi Cabang dan Ranting sama-sama sedang menghadapi Covid-19 tetapi masih bisa berinfaq. “Itulah salah satu DNA dan karakter Muhammadiyah ketika sudah dipanggil untuk berinfaq baik dalam keadaan lapang maupun sempit kita peduli kepada orang lain,” tambahnya.

LPCR PP Muhammadiyah selama pandemi membentuk program Cabang dan Ranting Muhammadiyah Teguh dan Tangguh.   Selain menyalurkan bantuan, untuk menjadi tangguh Cabang dan Ranting membentuk Satgas atau Tim Covid untuk melayani dan mendampingi anggota, Muhammadiyah dan warga masyarakat yang terpapar Covid-19 dan juga mengatasi berbagai dampak yang terjadi.

Tetap berjamaah (bersama) dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampaknya, khususnya masalah kesehatan, ekonomi, dan sosial.   Sementara itu, ggar cabang dan ranting teguh dalam menghadapi pandemi Covid-19, maka yang harus diikhtiarkan para pengurus – aktivis memahami dan istiqomah melaksanakan fatwa Majelis Tarjih dan keputusan persyarikatan Muhammadiyah.

Keputusan-keputusan itu bisa didiskusikan dan dimusyawarahkan dalam pelaksanaannya, tapi bukan didebatkan sekadar berdebat adu wacana.   “  Kepatuhan adalah salah satu indikator kunci dalam teguh. Semua dilakukan dengan ikhtiar sekuat tenaga dan jangan membuang energi untuk berdebat yang tidak ada gunanya sehingga melupakan masalah yang sedang di ditangani  ”,  Ujar SiDin  Jamaluddin Ahmad.

Menghadapi pandemi covid-19 dan dampaknya tetap mengedepankan hati nurani dan akal sehat bukan dengan sikap emosional.    “  Kedepankan cara berpikir rasional, karena bukan watak Muhammadiyah menanggapi sesuatu dengan sikap-sikap emosional  ”,   Ujar SiDin Jamaluddin Ahmad Laji.

Sementara itu, Jamaluddin Ahmad memaparkan bagaimana Cabang – Ranting yang tangguh yaitu cepat memberi respon terhadap pandemi covid-19 dan dampaknya.   Memiliki program dan kegiatan mengatasi dampak pandemi covid-19 (jangka pendek, menengah, panjang) di segala aspek kehidupan.   Jamaah dan masyarakat yang terdampak Covid-19 merasa dipedulikan dan dibantu oleh Cabang dan Ranting Muhammadiyah atau Masjid dan Mushalla Muhammadiyah.

Program dan kegiatan menghadapi dampak pandemi Covid-19 melibatkan seluruh unsur yang ada dalam Muhammadiyah terutama AMM. Serta mampu memanfaatkan media informasi dan program untuk menyapa dan melindungi jamaah dan warga Muhammadiyah agar tidak terpapar Covid-19 dan tetap produktif.

Jika perlu Cabang dan Ranting membuat shelter sendiri untuk isolasi yang tidak aman di rumahnya.  Bisa dengan menggunakan sekolah/madrasah, kantor Cabang – Ranting, gedung dakwah yang bisa dilakukan dengan berkonsultasi bersama MPKU dan MCCC maupun dengan Puskesmas dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.   “  Kita buat shelter sendiri agar terlindungi dan ada gerakan bersama menolong warga yang menjalani isolasi mandiri. Semangat terus untuk merawat umat melalu Cabang dan Ranting dan insyaAllah itu menjadi jalan tol kita meraih surga dan Ridho Allah SwT  ”,  Ujar SiDin Jamaludin Ahmad. 

Ketua MCCC PP Muhammadiyah Dr Agus Samsudin menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang belum berhenti memberikan efek panjang. Diperlukan inovasi baru terutama dari Cabang dan Ranting serta memupuk rasa solidaritas bersama yang akan berdampak sangat luar biasa.   “  Bagaimana ranting dan cabang Muhammadiyah dapat memberikan solidaritas sosial dari sisi ekonomi yang betul-betul menjadi bagian kita dalam gerakan Al-Ma’un  ”,  Ujar SiDin Agus Samsudin.  dr.LegionNews03/08/2021.

Wabah dunia Pandemi Covid-19,

Muhammadiyah menyalurkan Rp1 Trilliun Penanganan Covid-19.



NASIHAT PROF. QURAISH SHIHAB PADA ANAKNYA NAJWA SHIHAB KETIKA DIPECAT DARI "ACARA MATA NAJWA"

NusaNTaRa.Com

byQuraisHShihaB, J u m ' a t, 0 8 O k t o b e r 2 0 2 0

" Keberuntungan " kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal. Karena itulah takdir mereka.
Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu. Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan. Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat. Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu. Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui, sedangkan engkau tidak mengetahui.
Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah. Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan. Perbanyaklah bersyukur, Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan. Terus ucap Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.
Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.
Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu. Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah. Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.
Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol. Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu. Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka.
Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada disekelilingmu, akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada disekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka. Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah ; yaitu kebosanan, kehinaan dan kemiskinan. Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa " rumus kegagalan adalah sikap asal semua orang ".
Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.
Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali. Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya.
Jangan tinggalkan sholatmu sekalipun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud. Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi. Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi. Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala nya
Berdakwa mengajak manusia ke kebenaran,
Najwa Shihab mendapar nasehat Ayah tentang kebesaran Tuhan.

Senin, 02 Agustus 2021

DI OLIMPIADE BIOLOGI INTERNASIONAL II 2021 LISBON, 4 SISWA INDONESIA RAIH MEDALI

NusaNTaRa.Com

byMuhammaDNunukaN,   M i  n  g  g  u,  2 5   J   u   l   i    2  0  2  1

 

Empat siswa Indonesia yang tergabung dalam Tim Olimpiade Biologi Indonesia meraih prestasi  terbaik  di  International Biology Olympiad (IBO) Challenge II di Lisbon, Portugal apada  18-23 Juli 2021.  Medali emas diraih Nathanael Tjandra dari kelas XI SMAK Calvin DKI Jakarta  dan medali perak diraih  Farrel Alfaza Marsetyo  dari kelas  XII MAN  Insan Cendekia Serpong dan Leonard Hartanto Jososudarmo dari kelas XII SMAK  Penabur Cirebon.   Medali perunggu diraih  Nathaniel Teopilus dari Kelas XI SMA Kristen Imanuel Pontianak.

Penyelenggaraan olimpiade  IBO  ini di Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek),  IBO 2021 diselenggarakan  secara daring dari negara masing-masing  mengikuti kondisi pandemi COVID-19 global,  seperti dikutip dari laman resmi Tim Olimpiade Biologi Indonesia Pusat Prestasi Nasional (TOBI Pusprenas).   International Biology Olympiad merupakan olimpiade berjenjang dari tingkat madrasah/sekolah,  kabupaten/kota,  provinsi, nasional sampai internasional. 

IBO Challenge II 2021 ini  diikuti oleh 76 negara, setiap  negara berhak mengirimkan maksimal 4 siswa untuk mengikuti ajang ini.   Para siswa peserta olimpiade biologi internasional  dari Indonesia  ini menjadi perwakilan Tim Olimpiade Biologi Indonesia untuk IBO 2021 Portugal dengan melalui sejumlah pembinaan dan seleksi.

Pelaksanaan tes dibagi menjadi dua bagian yang terdiri dari tes praktikum-teori dan tes teori,   tes praktikum-teori dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2021 selama 3 jam.   Soal-soal tes praktikum ini didasarkan pada tipe ekosistem pada lokasi yang disinggahi selama ekspedisi oleh Fernão de Magalhães (1519-1522),  sebagai peringatan 500 tahun ekspedisi pelaut Portugal  bernama Magalhaes tersebut mengelilingi dunia hingga meninggal di Filipina.

Sementara itu, Tes Teori IBO dilaksanakan pada 21 Juli 2021 selama 3 jam  dan  Pelaksanaan tes praktikum dan teori dilakukan secara asinkron berdasarkan waktu lokal dari masing-masing negara peserta.  Sistem penilaian berdasarkan pada bobot yang sama antara tes praktikum dan tes teori.

Selama IBO Challenge II 2021 Portugal,  tim Indonesia didampingi 6 pendamping sekaligus juri internasional   di antaranya Agus Dana Permana,  Ahmad Faizal,  Staf Pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB Jayen Aris Kriswantoro,  Ida Bagus Made Artadana dari Universitas Surabaya, dan Titis Setiyobudi dan Fauzi Nasution dari TOBI.   Para juri  internasional  tersebut  juga  bertugas menerjemahkan  soal  dan  menelaah  soal-soal tes untuk meningkatkan kualitas soal sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi  bidang  biologi  modern.

Karena situasi pandemi COVID-19 di Indonesia dan penerapan PPKM  darura t Jawa-Bali,  4 siswa berprestasi ini melakukan tes di kediaman masing-masing di Jakarta, Cirebon, Solo   dan Pontianak dengan pengawasan secara daring.   Farrel, satu-satunya siswa madrasah perwakilan Indonesia di IBO 2021 Challenge II Portugal menuturkan rasa harunya bersanding sebagai peraih medali perak dengan peserta dari Jerman, Mongolia, Slovenia, Belarusia, Korea Selatan, India, Armenia, Hungaria, Swiss, dan Ceko. Menurutnya, belajar adalah ibadah dan prestasi adalah jalan dakwah.

"  Yang pasti saya sangat senang bisa berhasil mewakili Indonesia di ajang internasional, sekaligus bisa mendakwahkan Islam melalui prestasi  ",   Ujar SiDin Farrel yang diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada UGM jalur SNMPTN tersebut dalam keterangan tertulis,  Minggu (25/07/2021).    Saat ini, Nathaniel Tjandra dan Nathaniel Teopilus meneruskan pendidikan di SMA masing-masing, sementara Leonard akan melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) dan Farrel akan berkuliah di Fakultas Kedokteran UGM.

Farrel mengatakan, kendati dilaksanakan daring, olimpiade internasional tahun ini tidak menyurutkan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,   "  Luruskan niat, kuatkan tekad, dan berikhtiar dengan doa dan usaha. Lalu juga minta ridho dari guru dan orang tua  ",   Ujar SiDin  Farrel.     Alfaza mengatakan,  siswa Indonesia, khususnya siswa madrasah seperti dirinya,  mampu  berprestasi  internasional di situasi apapun.

Kepala MAN Insan Cendekia Serpong Abdul Basit menyampaikan rasa haru dan bangganya atas capaian siswanya.   "  Menyampaikan rasa haru dan bangga atas capaian ananda Farrel. Apalagi di situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini, prestasi ini menjadikan motivasi untuk adik kelasnya di MAN IC Serpong maupun untuk siswa siswi madrasah lainnya  ",   Ujar SiDin Abdul Basit  dalam keterangan tertulis.

Mengasah ilmu meningkatkan pengetahuan,

4 siswa Meraih medali di IBO II  2021 di Lisbon.



“MATI ALA MADURA” HEBOH DI MEDSOS, KEMENKES RI MINTA SATGAS EDUKASI WARGA.

NusaNTaRa.Com

byLaSikUAgaY,   S e n i n,  0 2    A  g  u  s  t  u  s   2  0  2  1

Sebuah cuitan  Viral di akun twitter @Antonius061 milik Firman Syah Ali tentang   “Mati Corona Ala Madura”,   Firman S Ali dalam cuitannya  menceritakan kondisi Pamekasan tampak normal dalam status PPKM level 3, padahal pandemi COVID-19 saat ini masih meningkat.   Cuitan itu pun ditanggapi oleh Satgas COVID-19 Jatim. Menurut satgas, cuitan yang ditulis Firman itu menggambarkan jika edukasi COVID-19 terhadap warga di Madura sangat diperlukan.

Kemenkes  menilai   Cuitan   “Mati Corona ala Madura”  viral di jagat maya,  sudah sepatutnya menjadi tugas   satgas COVID-19 daerah untuk mengedukasi warga Madura.   "  Tentunya menjadi tugas satgas provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi termasuk penerapan prokes yang ketat, 3T dan vaksinasi sebagai bagian upaya bersama dalam penanganan pandemi COVID-19  ",  Ujar SiGaluH  Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI,  Minggu  (01/08/2021).

Menurutnya, sebagian besar masyarakat perlu diedukasi karena masih menganggap COVID-19 sebagai hoax.   "  Kita ketahui masyarakat masih ada yang tidak percaya adanya COVID-19 dikarenakan berita hoax ataupun tidak mendapatkan informasi yang benar  ",  Ujar SiGaluH Siti Nadia Tarmizi, dan  "  Ini penting jangan kita menjadi bahaya sebagai sumber penularan untuk org lain/warga lainnya yang sudah berusaha mencegah tertular dari COVID-19  ",   Ujarnya mengakhiri dengan Soppenger (Jumawa). 

Siti Nadia Tarmizi  dari Kemenkes RI

"  Benar saya yang menulis, saat saya isoman beberapa waktu lalu di Pamekasan  ",   Ujar SiDin  Firman Syah Ali, Minggu  (01/08/2021).  Firman menjelaskan warga di Pamekasan tetap menjalankan aktivitas normal selama PPKM level 3-4.  Menurut Firman, banyak hajatan yang digelar warga di Pamekasan,  "  Paling banyak itu hajatan luar biasa, ndak ada itu prokes juga, dan ya herannya gak ditegur.  Meski begitu, warga itu sebenarnya percaya Corona, tapi gak mau sampai selalu dipikir   ",  Ujar SiDin Firman Syah Ali Laji.  

Firman S Ali  yang juga keponakan Mahfud Md  ini menyebut akhir-akhir ini ada imbauan dari Ketua DPRD Pamekasan agar tidak mengumumkan kematian warga melalui Toa masjid,   hal ini untuk menjaga kondisi psikis warga.   Iapun  menambahkan warga Madura juga belakangan ini teringat thaun,  yakni sebuah kepercayaan warga lokal, jika ada seseorang yang mengetuk pintu tengah malam  dan warga itu menjawab maka  ajal akan menjemput.

 

Berikut isi lengkap cuitan tersebut  :

Akhir-akhir ini banyak sekali orang meninggal dunia di Madura, diantara mereka ada saudara, tetangga, teman sekolah bahkan mantan saya. Berita-berita kematian itu sebagian saya dengar sendiri secara langsung melalui pengeras suara Masjid, sebagian melalui cerita tamu selama saya menjalani Isolasi Mandiri, namun sebagian besar saya baca di media sosial.

Selama saya menjalani isolasi mandiri, saya sama sekali tidak keluar rumah, saya berada di kompleks tanean lanjang Bani Hasyim Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kab Pamekasan. Begitu saya selesai Isolasi Mandiri barulah saya keluar rumah.

Firman Syah Ali

Begitu keluar rumah saya kaget melihat aktivitas warga normal seperti biasa, padahal berita duka terus bertalu-talu dari ujung ke ujung. Pasar Blumbungan tetap ramai bahkan macet, orang-orang santai ceria tanpa masker, tukang amal masjid teriak-teriak dengan kalimat-kalimat yang lucu.

Belok kiri ke arah Aeng Pennay saya jumpai banyak rombongan mantenan tanpa masker, sebagian diantaranya naik pick up bak terbuka penuh sesak juga tanpa masker, bergembira ria dalam rombongan mantenan sanak saudaranya itu. Saya main ke rumah sepupu, dia baru datang dari tahlilan.

Saya bertanya  "sakit apa yang kamu tahlili itu ? ",  dengan santai dia jawab  "yaa sakit yang sekarang ini".  Buahahaha istilahnya bukan corona kalau di Madura,  tapi "penyakit yang sekarang ini".

Mereka ya tidak dilaporkan ke puskesmas,  dimandikan biasa, disholati dan ditahlili biasa,  sehingga tidak masuk data resmi korban Corona di Kabupaten setempat. Begitu usai tahlilan biasanya beberapa tetangga dan keluarga almarhum menyusul meninggal dunia,  namun tetap saja tidak disebut corona, mereka disebut mati kena penyakit yang sekarang ini.

Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi, disebut mati sesak nafas,  mati capo' cap (influenza)  dan  banyak lagi istilah lainnya,  yang intinya orang madura menghindari istilah Corona yang dengan sendirinya menghindari protokol Covid-19 terhadap jenazah keluarga/tetangganya.

Bahkan yang terbaru di Pamekasan muncul tradisi baru, yaitu menghentikan siaran berita duka melalui pengeras suara.   Bahkan di beberapa grup WA masyarakat Madura saya dimusuhi dan dimarahi ramai-ramai gara-gara selalu posting berita duka,  padahal orang yang saya posting berita dukanya itu merupakan orang-orang yang mereka kenal juga.

Akhirnya saya berpikiran jangan-jangan ini cara orang madura untuk melindungi dirinya dari serangan pembunuh imun.  Mereka tidak mau imun mereka runtuh terkapar gara-gara dengar nama corona, protokol kesehatan dan berita duka.  Mereka ingin anggap itu semua tidak ada. Atau ini mungkin cara mencapai Herd Immunity alami ala Madura ?  Wallahu a'lam.

Ya seperti dalam semua peristiwa lainnya,  orang madura selalu punya cara sendiri.   Saat saya menulis artikel ini, saya sedang duduk santai di rumah sepupu sambil mendengarkan musik dangdut dari tetangganya yang sedang hajatan mantenan.

Undangannya banyak sekali, satupun tidak ada yang mengenakan masker dan jaga jarak. Padahal baru saja tetangga shohibul hajat meninggal dunia akibat  "penyakit sesak nafas"  atau  "panyaket se sateyah”.  Dan itu terjadi dimana-mana bukan hanya di dekat rumah sepupu saya ini.

Covid-19  kematian  bagi  masyarakat,

MATI ALA MADURA karna kurangnya edukasi masyarakat.



WALAU MACET OLEH KANDASNYA KAPAL “EVER GREEN” TERUSAN SUES UNTUNG Rp 85 TRILIUN, REKOR BARU.

NusaNTaRa.Com

byMcDonalDBiunG,     S   e   n   i   n,     1   2      J    u    l    i     2  0  2  1

 


 

JanggOLatieFLegendS@  Terusan Suez mencetak rekor pendapatan di tahun fiskal terbarunya, dengan meraup  5,84 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 85 triliun, meski dihantam pandemi virus corona dan sempat macet enam hari.     Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Terusan Suez (SCA) Osama Rabie  pada  Minggu (11/7/2021),    "  Meski  ada  berbagai tantangan,  pendapatan  dari  terusan meningkat  tajam  pada  tahun fiskal  yang  berakhir 30 Juni  2021  “,   Ujar  SiDin  Osama Rabie dikutip dari AFP.

"  Pendapatan tertinggi dalam sejarah kanal, mencapai 5,84 miliar dollar AS  ", lebih banyak dua persen dari tahun sebelumnya, lanjutnya.   Rabie juga menerangkan,   Kebijakan pemasaran dan penetapan harga yang fleksibel  turut membantu mempertahankan trafik yang baik melalui kanal dan mendapatkan kepercayaan dari para mitra kami.

"  Pernyataan itu dilontarkan empat hari setelah kapal Ever Given yang memblokade jalur Terusan Suez selama enam hari pada Maret, akhirnya berlayar lagi setelah pemiliknya di Jepang sepakat atas biaya kompensasi dengan Kairo.

Kapal berbobot hampir 200.000 ton itu kandas dan terjepit melintang di Terusan Suez saat badai pasir menerjang pada 23 Maret 2021,  akibatnya jalur air vital dari Asia ke Eropa yang membawa 10 persen perdagangan maritim global ini harus ditutup untuk evakuasi Ever Given.   Kapal itu akhirnya bisa bebas enam hari kemudian, setelah operasi penyelamatan besar-besaran yang mengakibatkan satu karyawan SCA tewas.

Mesir, yang menagih ongkos dari kapal-kapal yang melintasi Terusan Suez, mengatakan evakuasi itu menelan biaya hingga 15 juta dollar AS (Rp 218,23 miliar) per hari  dan  perusahaan asuransi maritim memperkirakan, kerugian perdagangan dunia mencapai miliaran  akibat trajodi Kandasnya Kapal Ever Given di Kanal Suez.   SCA mengatakan sekitar 9.763 kapal melewati Terusan Suez itu dalam enam bulan pertama tahun 2021, naik dua persen dari periode yang sama tahun lalu  yaitu  sekitar 19.000 kapal melewati Terusan Suez pada 2020, kata SCA, dengan rata-rata lebih dari 50 per hari.

AFP melaporkan pada Rabu (14/4/2021), pihak berwenang Mesir menuntut perusahaan Jepang pemilik kapal membayar 900 juta dollar AS (Rp 13,13 triliun) jika kapal ingin kembali berlayar.   "  Kapal itu akan tetap di sini sampai penyelidikan selesai dan kompensasi dibayarkan  ",  Ujar SiDin LetJen Osama Rabie  kata kepala Otoritas Terusan Suez (SCA).

Meski Osama Robie belum memberikan kejelasan terkait perkiraan ganti rugi dan data rincian biaya dari insiden tersebut,  namun  menurut Business Insider biaya kompensasi yang dituntut kemungkinan akan mencakup diantaranya, biaya transit  dan biaya pembebasan kapal.   Refinitiv, sebuah perusahaan keuangan yang berbasis di London, memperkirakan bahwa Mesir kehilangan 95 juta dollar AS (Rp 1,4 triliun), saat biaya transit sementara Ever Given memblokir Suez.

Sementara proses pembebasan kapal memerlukan dua kapal keruk, 11 kapal tunda dengan berbagai ukuran,  ada juga gaji untuk 800 pekerja Mesir yang beroperasi sepanjang waktu untuk membebaskan kapal.  Biaya lainnya bisa termasuk ganti rugi perbaikan kerusakan kanal dan perlengkapan lain-lain yang digunakan untuk membebaskan kapal  seperti  ekskavator.

 

 


“  Terusan Suez jalur pelayaran dunia yang mempersingkat antara Eropa Barat,   Asia Selatan  dan  dunia  “,

S    a    i    d     b   y      JanggOLatieFLegendS@



Minggu, 01 Agustus 2021

WILAYAH CIANJUR DENGAN TEGAS MELARANG KAWIN KONTRAK, TERMASUK BAGI WISATAWAN ARAB

NusaNTaRa.Com

byBakrIRoYMarteN,   M   i   n   g   g   u,    0  6       J    u    n    i      2  0  2  1

Sudah menjadi  satu rahasia umum jika praktik kawin kontrak di Cianjur diminati banyak warga, termasuk warga yang berasal dari luar kota atau bahkan luar negeri  dan ini ditempat ini telah berlangsung  lama.   Namun kini, siapapun termasuk wisatawan asing bakal tak bisa lagi melakukan kawin kontrak di wilayah Cianjur dan mereka yang melakukan akan ditindak yang berwajib.

Bupati Cianjur, Herman Suherman melarang tegas adanya praktik kawin kontrak di Cianjur yang marak dilakukan wisatawan asing, khususnya dari negara Timur Tengah.  Pasalnya, praktik kawin kontrak dinilai sangat merugikan dan merendahkan kaum perempuan Cianjur,  kawin kontrak  disini menjadi semarak karena dalam ikatan perkawinan ini dapat dibuat batasan waktu untuk hidup bersama dan jika telah habis atau jaminan kehidupan habis maka oerkawinan dianggap berakhir.

“  Kita merasa berdosa jika praktik kawin kontrak ini dibiarkan, fatwa dari ulama juga memang tidak diperbolehkan.   Maka dari itu kita buat kebijakan larangannya melalui Perbup  ”,   Ujar SiDin Herman kepada Cianjur Today - NusaNTaRa.Com, saat ditemui di Pendopo Cianjur belum lama ini.  Persoalan kawin kontrak ini muncul karena banyaknya penafsiran perkawinan yang dapat dilaksanakan dengan syariat dan cara mahar yang mudah, yang disalah tapsirkan dari ajaran Islam.

Kawasan Cianjur yang tak jauh Jukarta menjadi tujuan peristirahatan  atau wisata warga kota, sehingga beberapa orang yang memeiliki  kemampuan akan memanfaatkan ada jasa kawin kontrak tersebut sebagai sarana berliburnya di sana.   Menurutnya lagi, larangan tersebut akan berlaku secara umum, baik untuk warga Cianjur, luar kota, hingga wisatawan asing yang ada di wilayah Cianjur.   “  Jadi tidak hanya untuk wisatawan asing, tapi juga berlaku untuk semua warga Cianjur juga  ”,   Ujar SiDin Herman dengan  tegas.

Sementara itu, menurut Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indiyani Umar mengungkapkan, praktik kawin kontrak di Cianjur masih tetap ada,  ikatan perkawinan yang mudah dan longgar ini tentunya memudahkan pendatang  yang tak menetap untuk melakukannya.   Bahkan, hingga saat ini sudah ada tiga laporan yang masuk,   “  Kalau laporan tertulis belum ada, tapi yang konsul terkait anggota keluarganya yang bermasalah usai kawin kontrak ada tiga kasus  ”,  Ujar SiGaluH Lidya I Umar.

Menurut Lidya, rata-rata kasus yang muncul dari kawin kontrak ialah pihak perempuan yang hamil, kemudian ditinggalkan pasangannya lantaran sudah habis masa kawin kontraknya.   “   Ini yang jadi masalah utama, ada hak yang nantinya terabaikan. Apalagi jika pihak laki-lakinya merupakan warga negara asing. Ketika pulang ke negaranya, akan sulit untuk mencarinya  ”,   Ujar SiGaluH Lidya I Umar  Laji.

Lebih jauh, Lidya pun mendukung penuh langkah Pemkab Cianjur yang akan membuat Perbup larangan kawin kontrak sehingga  perbuatan yang terlarang badi ummat Islam dapat di hilangkan, lebih dari itu pengawasan  harus dikuatkan.   “  Makanya saya mendukung kebijakan larangan kawin kontrak ini, supaya tidak ada lagi praktik yang dapat merugikan dan merendahkan kaum perempuan   ”,  Ujar SiGaluH Lidya I Umar  menutupnya.

Pria sejati mencari wanita sebagai pendamping,

Kawin kontrak warga  Arab di Cianjur  dilarang.



SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...