Selasa, 18 Oktober 2016

PENELITI INDONESIA TEMUKAN BIBIT PADI GOGO VARIETAS UNGGUL

NusanTaRa.Com


Kecendrungan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah dalam setiap tahunnya, sementara lahan pertanian kian menyempit karena pertumbuhan kota dan perubahan fungsi lahan, hal ini tentunya menjadi masalah tersendiri bagi ketersediaan pangan di Indonesia yang terkait langsung dengan luas lahan dan tingkat tehnologi yang dipergunakan saat ini.  Meski ada perbaikan dalam tehnologi pertanian seperti jenis bibit yang baik dan Penangan hasil panen tapi semua itu belum setara dengan pertumbuhan kebutuhan pangan sebagai akibat laju pertumbuhan penduduk.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif besar,  hasil sensus penduduk tahun 2010  jumlah penduduk Indonesia tercatat 237,6 juta jiwa,  jumlah ini bertambah 32,5 juta jiwa dari jumlah penduduk sebelumnya tahun 2000. Tingkat pertumbuhan penduduk yang besar ternyata tidak dibarengi dengan tingkat pendapatan yang besar pula, dan masih sangat rendahnya tingkat produksi pangan nasional.
Akibat tingkat pertumbuhan penduduk yang besar terutama tingkat kelahiran yang tidak dapat ditekan maka akan terjadi komposisi penduduk usia muda menjadi lebih besar, diprediksi pada tahun 2030 usia produktif akan lebih dari 60% sehingga mengkhawatirkan terjadinya ledakan penduduk dimasa yang akan datang. Hal ini akan berakibat pada tingginya kebutuhan akan sandang, papan dan pangan, terutama dalam pangan Indonesia saat ini konsumsi beras per kapita oleh masyarakat Indonesia mencapai 139 kilogram per kapita per tahun dan terus meningkat setiap tahunnya (PANAP Rice Sheets.). Jumlah penduduk Indonesia 237,6 juta jiwa berarti kebutuhan beras per tahun dalam hitungan kasar sebesar adalah 33.026.400.000 kilogram (33.026 juta ton) per tahun pada tahun 2010 atau pada tahun 2014 dalam survey pertanian terhitung 56 juta ton pertahun kebutuhan beras untuk masyarakat Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa produksi padi 2014 mencapai 70,83 juta ton gabah kering giling (GKG), angka ini turun 450 ribu ton atau 0,63 persen dibanding 2013. Penurunan produksi padi paling besar terjadi di Pulau Jawa hingga 830 ribu ton, sedangkan di luar Jawa mengalami penurunan 390 ribu ton. Produksi padi menyusut susut karena terjadi penurunan luas panen 41,61 ribu hektare (ha) atau 0,30 persen dan penurunan produktivitas sebesar 0,17 kuintal atau ha (0,33 persen).

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ariakesuma/pertumbuhan-penduduk-dan-tingkat-ketahanan-pangan-indonesia_55c35d6da223bdd9066c955b
Akibat tingkat pertumbuhan penduduk yang besar terutama tingkat kelahiran yang tidak dapat ditekan maka akan terjadi komposisi penduduk usia muda menjadi lebih besar, diprediksi pada tahun 2030 usia produktif akan lebih dari 60% sehingga mengkhawatirkan terjadinya ledakan penduduk dimasa yang akan datang. Hal ini akan berakibat pada tingginya kebutuhan akan sandang, papan dan pangan, terutama dalam pangan Indonesia saat ini konsumsi beras per kapita oleh masyarakat Indonesia mencapai 139 kilogram per kapita per tahun dan terus meningkat setiap tahunnya (PANAP Rice Sheets.). Jumlah penduduk Indonesia 237,6 juta jiwa berarti kebutuhan beras per tahun dalam hitungan kasar sebesar adalah 33.026.400.000 kilogram (33.026 juta ton) per tahun pada tahun 2010 atau pada tahun 2014 dalam survey pertanian terhitung 56 juta ton pertahun kebutuhan beras untuk masyarakat Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa produksi padi 2014 mencapai 70,83 juta ton gabah kering giling (GKG), angka ini turun 450 ribu ton atau 0,63 persen dibanding 2013. Penurunan produksi padi paling besar terjadi di Pulau Jawa hingga 830 ribu ton, sedangkan di luar Jawa mengalami penurunan 390 ribu ton. Produksi padi menyusut susut karena terjadi penurunan luas panen 41,61 ribu hektare (ha) atau 0,30 persen dan penurunan produktivitas sebesar 0,17 kuintal atau ha (0,33 persen).

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ariakesuma/pertumbuhan-penduduk-dan-tingkat-ketahanan-pangan-indonesia_55c35d6da223bdd9066c955b 
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif besar. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia tercatat 237,6 juta jiwa. Jumlah ini bertambah sekitar 32,5 juta jiwa dari jumlah penduduk sebelumnya yang tercatat di tahun 2000. Tingkat pertumbuhan penduduk yang besar ternyata tidak dibarengi dengan tingkat pendapatan yang besar pula, dan masih sangat rendahnya tingkat

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ariakesuma/pertumbuhan-penduduk-dan-tingkat-ketahanan-pangan-indonesia_55c35d6da223bdd9066c955b
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif besar. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia tercatat 237,6 juta jiwa. Jumlah ini bertambah sekitar 32,5 juta jiwa dari jumlah penduduk sebelumnya yang tercatat di tahun 2000. Tingkat pertumbuhan penduduk yang besar ternyata tidak dibarengi dengan tingkat pendapatan yang besar pula,

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ariakesuma/pertumbuhan-penduduk-dan-tingkat-ketahanan-pangan-indonesia_55c35d6da223bdd9066c955b
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif besar. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia tercatat 237,6 juta jiwa. Jumlah ini bertambah sekitar 32,5 juta jiwa dari jumlah penduduk sebelumnya yang tercatat di tahun 2000. Tingkat pertumbuhan penduduk yang besar ternyata tidak dibarengi dengan tingkat pendapatan yang besar pula,

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ariakesuma/pertumbuhan-penduduk-dan-tingkat-ketahanan-pangan-indonesia_55c35d6da223bdd9066c955b
Jika laju pertumbuhan ini tak dapat diatasi maka masalah kependudukan bakal makin terasa pada 2020, yakni jumlah penduduk Indonesia diprediksi mencapai 288 juta.   Hal ini akan berdampak pada tingginya laju kebutuhan akan sandang, papan dan pangan, terutama dalam pangan Indonesia saat ini konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia mencapai 139 kilogram per kapita per tahun.  Tahun 2010 dengan jumlah penduduk 237,6 juta jiwa dengan hitngan kasar kebutuhan beras per tahun sebessar 33.026  juta kg sedang Survey tahun 2014 kebutuhan beras Indonesia sebesar 56 juta ton.   Karenanya, penyediaan pangan menjadi satu hal penting untuk diatasi.

Turunnya produksi Padi nasional dikarena tidak maksimalnya penerpan tehnologi pertanian, tapi penurunan tersebut lebih besar disebabkan karena menurunnya lahan pertanian yang mencapai 157.150 ha dari tahun 1999-2004.   Mengatasi persoalan tersebut dengan memanfaatkan Lahan kering yaitu areal pertanian yang rendah perolehan airnya yang saat ini luasnya 60,7 juta ha.  Pengembangan lahan kering khususnya padi maka selama ini yang jadi solusi adalah bibit Padi Gogoh yang tahan akan kekurangan air namun hingga kini produksi padi sangat rendah 3 ton/ha.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan produksi padi 2014 mencapai 70,83 juta ton gabah kering giling (GKG), angka ini turun 450 ribu ton atau 0,63 persen dibanding 2013  dengan penurunan produksi padi paling besar terjadi di Pulau Jawa hingga 830 ribu ton, sedangkan di luar Jawa mengalami penurunan 390 ribu ton.   Indikator menyusutnya Produksi padi  karena terjadi penurunan luas panen 41,61 ribu hektare (ha) atau 0,30 persen dan penurunan produktivitas sebesar 0,17 kuintal atau ha (0,33 persen).  Karenanya penyedian pangan menjadi sesuatu banget yang harus ditangani guna mengantisipasi ledakan kebutuhan tersebut.

Melihat keadaan ini masih ada saja warga Indonesia yang prihatin diantaranya Totok Agung Dwi Haryanto beliau seorang peneliti sekaligus Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (Unsoed).  Melihat permasalahan ini beliau terpanggil untuk menjawab tantangan ini tentunya dengan seganap kemampuan dan disiplin ilmu yang dia miliki yang kebetulan sangat terkait dengan penanganan peningkatan produksi pertanian.

Untuk menindaki permasalahan ini, Totok kemudian membentuk tim risetnya guna menghasilkan satu varietas dengan produksi dan kwalitas tinggi,  hasil riset tim ini menciptakan tim  tiga varietas padi gogo dengaan tingkat produksi banyak serta memiliki ciri khasnya aroma dan rasa yang enak, serta dibarengi dengan kualitas tinggi.   Hasil temuan varietas tersebut dberi nama Inbrida Padi Gogo (Inpago) Unsoed 1, Unsoed 9, dan Unsoed 136 yang saat ini telah mendapatkan hak paten.  Padi pertama yang dilepas ke publik adalah varian Unsoed 1, dilanjutkan oleh Unsoed 9, dan Unsoed 136.

Totok mengatakan, untuk menghasilkan tiga varietas padi gogo tersebut, memerlukan riset dan penelitian  selama 7 tahun,  bermula tim peneliti melakukan seleksi terhadap 288 varietas padi unggul nasional sebagai indukan varietas yang akan dihasilkan.    Padi yang lolos seleksi menjadi genotipe unggul bermutu tinggi dari segi aroma dipilihlah varietas Pandan Wangi, Rojolele, dan Mentik Wangi. Sedangkan untuk persilangannya dipilih varietas Poso lantaran memiliki hasil produksi yang tinggi, toleran terhadap kekeringan, serta tahan penyakit blast.   Selain itu, dipilih juga varietas padi Danau Tempe lantaran memiliki kultivar hasil tinggi dan tahan terhadap kekeringan.

Kemudian semuanya diseleksi dan dikumpulkan, setelah itu dibentuklah populasi dasar untuk seleksi pedigree pada tahun 2000, serta  saat itu dilakukan pula studi genetik mulai dari aromatik, berdaya hasil tinggi, dan rasa nasi pulen.    "  Dari hasil seleksi ini diperoleh 50 galur yang diuji di lapangan. Dari sana, ada 19 galur yang memiliki hasil tinggi dan aromatik  ",  kata Totok sebagaimana dikutip dari buku Sumber Inspirasi Indonesia: 20 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa terbitan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.  Selanjutnya menghasilkan 19 galur yang kembali di uji untuk lebih mendapatkan galur-galur yang lebih bermutu dan memunculkan sembilan galur potensial.

"  Sembilan galur potensial ini merupakan keturunan persilangan padi Mentik Wangi dengan Poso yang ditanam di Cirebon, Purworejo, Tegal, Kebumen, Banyumas, Batang, Kudus dan Banjarnegara dengan kemampuan produksi 4 ton per hektar dilahan tegakan cengkeh  ",  ujar Totok.   Penelitian ini selain meneliti kualitas baik  juga secara khusus melakukan analisis kandungan protein terhadap sembilan galur aromatik di Coastal Bioenvironmental Centre Saga University Jepang dengan hasil temuan bahwa  kandungan proteinnya antara 11,4 hingga 13,6 persen.

Akhirnya Tim riset ini  menetapkan hasil riset menjadi tiga varian Inpago Unsoed 1, Unsoed 9, dan Unsoed 136 yang memiliki kualitas dan hasil yang cukup tinggi. Mulai dari aroma, rasa, serta tahan terhadap kondisi kering.   Pada April 2015, petani di Cilacap, Jawa Tengah berhasil memanen padi gogo aromatik Unsoed 1 dengan hasil 10,4 ton per hektare. Unsoed 1 juga ditanam di hasil tegakan cengkeh dengan hasil mencapai 5,4 ton.

"  Berdasarkan pengalaman petani, hasil Unsoed 1 lebih tinggi dibandingkan varietas lainnya  ", terang Totok Agung Dwi Haryanto.   Dengan hasil produksi yang tinggi, Totok memprediksi bahwa lahan kering seluas 50 hektare bisa dijadikan area penanaman. Jika hal itu dilakukan, penanaman padi gogo bisa menambah produksi padi.
byBambanGBiunG


Padi ditanam di galur lereng kering,
Varietas Padi Gogo  mampu produksi pada lahan kering.

Sabtu, 15 Oktober 2016

RAJA BHUMIBOL ADULYADEJ RAJA TERLAMA DI DUNIA TELAH PERGI DAN VAJIRALONGKORN PENGGANTI YANG KONTROPERSI

NusanTaRa.Com
Raja Thailand " Bhumibol Adulyadej " raja ke-9 dari dinasti Chakri bergelar " Raja Rama IX ".


Bumi Nusantara kehilangan seorang negarawan dan Raja sejati Thailand “ Bhumibol Adulyadej “  yang tentunya sangat dicintai Rakyatnya dan banyak memberikan sumbangsih bagi kedamaian negaranya dan Asia tenggara pada kamis 13 oktober 2016 setelah sepekan mendapat rawatan sakit Gagal Ginjal di Rumah sakit Siriraj Hospital Bangkok.   Koran setempat The Nation, melukiskannya sebagai sosok Raja yang penuh cinta dan bakti mendalam terhadap rakyat Thailand, seorang juru penerang yang berulang kali memandu kerajaannya keluar dari pekatnya krisis.


Raja Bhumibol yang dilahirkan di Massachusetts tersebut dari ayah Pangeran Mahidol Adulyadey dan ibu Putri Srinagarindra, tercatat sebagai Raja satu-satunya yang dilahirkan di luar negeri dan sebagai raja yang  terlama menduduki tahta di dunia selama 70 tahun sejak pelantikannya tahun 1948 pada usia 18 tahun.     Raja yang awalnya tidak pernah berpikir untuk menjadi raja karena abangnya  Ananda Mahidol  telah ditetapkan sebagai putra mahkota calon pewaris tahta utama, namun tragedi  9 Juni 1946 telah merubah segalanya  karena kakaknya tersebut tewas tertembak di kepalanya.    "  Tak pernah terlintas keinginan pada diri saya untuk menjadi seorang raja. Saya hanya ingin menjadi adik saja  ",  ujar sidin Bhumibol pascakematian Ananda.


Kematiannya menjadi tangisan rakyat Thailand karena beliau sangat  popular kedekatannya pada rakyat serta beliau sebagai raja pemersatu,  karena saat pelantikannya Thailand  mengalami krisis kembali kebentuk pemerintahan monarkhi konstitusional yang telah ditinggalkan.     Pelantikan sebagai Raja bermakna bagi Konstitusi Thailand,  raja adalah kepala negara dan panglima angkatan bersenjata, namun ia juga memiliki sedikit kekuasaan di ranah politik.   Faktanya pada hari ini, sosok Bhumibol adalah salah satu tokoh terkuat Negara itu dan  ia merupakan pilar stabilitas utama yang terbukti mampu  " menenangkan " krisis politik berdarah di Thailand tahun 1973 dan 1992.


Isak tangis Rakyat Thailand
Channel News Asia, Kamis (13/10/2016) Raja Bhumibol meninggalkan seorang istri  Ratu Sirikit dan empat orang anak,  Putra mahkota Pangeran Maha Vajiralongkorn, Putri Ubol Ratana, Putri Maha Chakri Sirindhorn, dan Putri Chulabhorn Walailak.  Bhumibol tercatat sebagai Raja ke-9 dari Dinasty Chakri dengan julukan “ Raja Rama IX “, Lulusan Universitas Laussane Prancis, menyenangi alat musik saxaphon dan penulis buku diantaranya “ The Golden Jubilee 1946 – 1996 “.     Raja Bhumibol tak hanya dikenal dengan kata-katanya yang memiliki pengaruh besar, namun kebijakan-kebijakannya juga sangat dihormati serta memiliki gagasannya yang sangat mempengaruhi program pembangunan dan kehidupan rakyat Thailand.

Kepergian Raja Bhumibol Adulyadaj bukan saja satu berita duka yang dalam bagi Thailand karena kehilangan seorang yang mampu mempersatukan dan mendamaikan selama ini,  di sisi lain rakyat Thailand mengalami keraguan akan pelanjut  tahta kerajaan negeri Gajah Putih tersebut.    Keraguan muncul akan kepemimpin Raja Thailand pelanjut berikutnya  yang akan di terokai Putra Mahkota mendiang yaitu  “ Maha Vajiralongkorn “ yang memiliki banyak skandal dalam perjalanan hidupnya sebagaimana termuat dimedia maasa,     Citra ini tentunya  dapat mempengaruhi  kepemimpinannya dalam kerajaan monarkhi konstitusional tersebut.    Seperti beliau sangat dekat dengan Mantan Perdana Menteri Thaksin Sinawatra yang pernah terlibat Korupsi serta dalam hidupnya  banyak dekat dengan wanita dan meski  tiga diantaranya telah ia  nikahi elahirkan tujuh anak  dan kasus lainnya.


Meski memiliki catatan yang kurang baik  Pangeran  Vajiralongkorn yang lahir di Istana Royal Dusit Bangkok 28 Juli 1952,  banyak menghabiskan waktu kuliahnya dan Jadi penerbang di Inggeris dan Australia.   Beliau dianggap memiliki kedekatan dengan Kelompok Muslim pattani di wilayah Selatan Thailand,    "  Beliau banyak memberi perhatian pada masyarakat Islam, mengenai banyak hal dan memberi perhatian dan sokongan.   Sebagai contoh, kampus Universitas Fatoni diresmikan (sekitar 10 tahun lalu) oleh beliau, hubungan kita dengan putra mahkota sudah lama  ",  ucap Ahmad Umar, wakil rektor Universitas Fatoni, Patani, Thailand Selatan.


Raja Bhumibol Adulyadej memberikan gelar  pada Vajiralangkorn tahun 1972,  dengan gelar "  Somdech Phra Boroma Orasadhiraj Chao Fah Maha Vajiralongkorn Sayam Makutrajakuman  ", yang membuatnya menjadi seorang putra mahkota Thailand.  Keabsahan pergantian kepemimpinan Raja tersebut diumumkan langsung Junta Militer, Prayuth Chan-ocha tak lama setelah kematian Bhumibol tersiar. 


Untuk penghormatan atas Raja Bhumibol Adulyadej Thailand memberikan waktu satu tahun untuk berduka, selama 30 hari  siaran televisi di Thailand akan ditampilkan hitam dan putih sebagai tanda penghormatan,  Raja akan disemayamkan selama 100 hari dan setelah itu akan digelar upacara kremasi.    
"  SELAMAT  JALAN RAJA BHUMIBOL ADULYADEJ YANG AGUNG  "
byKariTaLa LA
Raja Thailand baru " Maha Vajiralongkorn "
Raja titisan dewa dari Langit,
Bhumibol Adulyadei dihormati laksana dewa karena dekat pada Rakyat.

Minggu, 09 Oktober 2016

TAFISA GAMES 2016 DIBUKA WAPRES KALLA GEMAKAN BUDAYA INDONESIA KE DUNIA

NusanTaRa.Com

Wapres J Kalla membuka Tafisa Games ke 6 2016 di Ancol Minggu 8/10/2016
TAFISA GAMES merupakan ajang olimpidenya olah raga rekreasi dan tradisonil dunia yang diselenggarakan dalam bentuk eksebisi, pertunjukan dan perlombaan diikuti seluruh negara anggota Tafisa.  Dalam perhelatan dunia ini para peserta memperkenalkan budayanya dalam bentuk olah raga tradusionil dan rekreasi disana,  untuk dapat saling membina pergaulan budaya yang lebih mesra.   TAFISA Games 2016 akan berlangsung 6 - 12 Oktober 2016 diikuti 4.600 peserta dari 74 negara.  Ada 86 pertandingan dengan rincian 17 cabang olahraga pertandingan dan 69 pertandingan eksibisi atau festival. "Kegiatan akan berlangsung di Ancol, Sunter, dan Kemayoran," kata Puan Maharani.

TAFISA merupakan organisasi Internasional nonprofit yang mengurusi olah raga permainan, rekreasi dan tradisionil yang berkedudukan di Frankfurt, Jerman, dan dibentuk di Bordeaux, Prancis, pada September 1991.  Anggotanya berasal dari 157 negara dan membawahi lebih 310 organisasi seperti , terdiri atas organisasi pemerintah, nonpemerintah, federasi olahraga lokal, nasional, regional, Kementerian Olahraga dan lain-lain.    Saat ini, TAFISA dipimpin  Ju-Ho Chang  sebagai presiden organisasi hingga masa jabatan 2017.   TAFISA juga menjadi penyelenggara pesta olahraga dan rekreasi dunia  TAFISA World Sport for All Games yang dihelat setiap 4 tahun sekali.

TAFISA World Games ke-6 tahun 2016  dibuka di Ancol merupakan satu kehormatan bagi Indonesia untuk  menyelenggarakannya sebagai tuan rumah dan menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia untuk mengenalkan keragaman budaya yang ada ke dunia.   Tafisa kali ini akan menyelenggarakan lima jenis olahraga yang akan dipertandingkan meliputi olahraga tradisional, petualangan, tantangan, kesehatan, dan kebugaran,  serta akan dimeriahkan dengan pemecahan rekor dunia (Guinness Book Record) untuk kegiatan egrang yang diikuti oleh 2.600 peserta.

 " Salah satu harapan kita bagaimana manusia Indonesia melihat ke depan adalah dengan bergerak, bergerak, bergerak  " Ujar sidin Kalla saat membuka The Association for International Sport for All (TAFISA) Games 2016 Sabtu, 8 Oktober 2016, di Ancol, Jakarta.   Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya masyarakat untuk beraktivitas fisik dan bergerak yang dapat dilakukan  dengan olahraga maupun permainan olahraga tradisional yang ada di masyarakat.   Acara inii juga dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

J Kalla mengatakan,  bergerak adalah bagian dari olahraga. Aktivitas apapun dengan bergerak dan bisa dinikmati, kata dia, adalah bagian dari upaya meningkatkan mutu masyarakat melalui olahraga dan bergerak.  " Karena itu kami ingin beri penghargaan karena TAFISA Games membuat kita bergerak, berolahraga tradisional yang menggembirakan " kata Kalla.   Kegiatan olah raga tidak hanya untuk prestasi tapi juga dapat untuk meningkatkan persaudaraan dan kegembiraan seperti melalui TAFISA Games, Kalla berharap akan muncul kegembiraan, persaudaraan, dan prestasi dari peserta yang datang dari seluruh dunia.  Melalui Games ini Jokowi menyampaian pesannya Mengajak generasi muda kembali ke Lapangan dan ke Alam.

Indonesia bertekad mempromosikan berbagai macam olahraga rekreasi tradisional yang sudah mengakar di tengah masyarakat, misalnya permainan egrang, terompah panjang, layang-layang, gulat tradisional, sepeda tua (ontel) dan lain sebagainya. Kesempatan ini juga untuk memperkenalkan budaya, etnis, suku, agama  dan pariwisata Indonesia yang sangat beragam, sehingga akan makin dikenal di mancanegara.

Pembukaan acara yang digelar outdoor dan dibarengi hujan rintik-rintik namun penyelenggraan dapat berlangsung meriah,  Aneka tari-tarian tradisional daerah dan semi-kolosal ditampilkan dalam pembukaan.  Seperti tarian dan nyanyian Sajojo dari Papua yang membuat para hadirin ikut berjoged.   Serta tari senam Poco-Poco dari Ambon, Saman Gayo dari Aceh, atraksi Bambu Gila khas Maluku, serta tari Paraga dari Sulawesi Selatan. Semua tarian ini diiringi musik klasik yang dipadukan dengan musik modern yang unik.


Kontingen Indonesia juga menampilkan olahraga bela diri pencak silat yang merupakan turunan khas nenek moyang Indonesia di iringi musik Sunda dan Gong Bali  para pesilat menunjukkan keindahan gerakan bela diri berpadu dengan tarian daerah.  Ajang Tafisa Words Games 2016 akan memperkaya saling pemahaman dan pengalaman berbagai olahraga dan permainan tradisional dari beragam masyarakat dunia dari berbagai belahan dunia yang hadir yaitu sebanyak 87 negara.
byRyaNSyahputra

Main Engrang berkaki tinggi,
Tafisa Games Berekreasi dan berolah raga tradisi.

Minggu, 02 Oktober 2016

NARA MASISTA RAKHMATIA DIPLOMAT MUDA DAN CANTIK YANG MEMBUNGKAM LAWAN

NusanTaRa.Com


Mungkin Nara Masista Rakhmatia bisa dikatakan satu diplomat ulung dan termuda yang dimiliki Indonesia saat ini, kecemerlangannya terlihat bagaimana ia dengan cerdik dan tegas menanggapi dan membungkam pidato enam kepala Negara di kawasan pasipik selatan dan barat yang menghendaki agar  memasukkan Kasus Pelanggaran HAM, Penentuan nasib sendiri bagi Papua dan Papua Barat dalam satu agenda kerja PBB,  Pernyataan ini disampaikan keenam kepala Negara tersebut yaitu Presiden Nauru dan Kepulauan Marshall serta empat perdana menteri PM Vanuatu, Kep. Solomon, Tuvalu dan Tonga dalam acara KTT PBB 13 – 26 September 2016.

Sejak berita itu ditayangkan Nama Nara Masista menjadi viral diberbagai medsos dengan berbagai tanggapan positip dan dukungan atas semua pernyataan yang beliau keluarkan dalam menanggapi persoalan di Papua oleh negara-negara di Kawasan Pasipik.   Semua pernyataannya menanggapi secara tepat setiap persoalan yang dikemukakan pihak lawan serta dengan sopan dan jitu ia memberikan keyakinan bagaimana situasi Indonesia yang sebenarnya tidak seperti yang mereka ungkapkan yang terkesan dibuat-buat untuk konsumsi politik semata.  Bagaimana ia yang duduk dimeja utusan sendiri mampu meyakinkan dengan penuh percaya diri memberikan jawaban yang sewajarnya bak srikandi  tanpa ada kesan keraguan. 


Nara Masista yang cantik dan cerdik tersebut diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan atas pidato keenam kepala Negara di Pasipik tersebut sebagai berikut  :   Indonesia terkejut mendengar di sidang yang penting ini, di mana para pemimpin bertemu di sini untuk membahas implementasi awal SDGs (The Sustainable Development Goals).   Transformasi dari tindakan kolektif kita, dan tantangan global lainnya seperti perubahan iklim, di mana negara Pasifik yang akan paling terdampak.  Dimana poin diatas menjadi Agenda kerja yang akan dibahas saat itu, namun pemimpin tersebut malah membahas diluar persoalan tersebut dengan mengintervensi kedaulatan Negara lain dan melanggar integritas territorial.


Selanjutnya ia mengatakan, Kami menolak mentah-mentah sindiran terus menerus dalam pernyataan mereka,  karena  itu jelas mencerminkan ketidak pahaman mereka terhadap sejarah situasi saat ini dan perkembangan progresif di indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat, serta manuver politik yang tidak bersahabat dan retoris.    Pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi-provinsi tersebut, yang begitu bersemangat mengganggu ketertiban umum dan melakukan serangan teroris bersenjata terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan.    Pernyataan negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan dari piagam HAM PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi persahabatan antar negara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu negara.


Pada kesempatan tersebut Nara Masista  juga menganggap bahwa Negara-negara ini sudah menggunakan Majelis Umum PBB untuk mengajukan agenda domestik mereka,  menggunakan informasi yang salah dan mengada-ada, dan membahayakan kredibilitas forum ini.     Komitmen Indonesia terhadap HAM tak perlu dipertanyakan lagi sebagai pendiri Dewan HAM PBB.

Indonesia adalah penggagas komisi HAM antar pemerintah ASEAN dan Indonesia sudah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama HAM, semuanya terintegrasi dalam sistem hukum nasional kami dibanding hanya empat oleh negara Kepulauan Solomon, dan lima oleh negara Vanuatu.


Kemudian ia memberikan penjelasan terkait aksi HAM di Indonesia sebagai jawaban bahwa adanya pelanggaran HAM, Indonesia ada di antaranya segelintir negara yang memiliki Rencana Aksi Nasional HAM dan  Indonesia memiliki Komnas HAM yang aktif dan kuat sejak tahun 1993, masyarakat sipil yang aktif dan bebas.    Dengan cerdik Nara memberikan pembelaan terhadap mekanisme dan pelaksaan HAM di Indonesia bahwa sebagai Negara demokrasi yang dewasa dalam pelaksaaan,  fungsinya, komitmen sangat tinggi disemua level  sehingga  mustahil  ada pelanggaran HAM tanpa diketahui dan diperiksa.   Bapak Presiden, kami tegaskan kembali ada mekanisme domestik di tingkat nasional di Indonesia, pada pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kepiawaian Nara Masista Rakhmatia dalam melakukan pembelaan terhadap pidata Negara Pasifik tersebut,  menjadi viral diberbagai medsos bagaimana tidak seorang Wanita muda dan Cantik dengan pantas memberikan jawaban yang menggunakan logika mematikan serta ucapan dan ungkapan yang pantas.     Dalam medsos Alina memuji strategi diplomasi pemerintah Indonesia, dengan mengirim seorang diplomat junior untuk menjawab kritik dari enam kepala pemerintahan.   Alin pun menyebut penampilan Nara bak angin segar, yang menunjukkan kaderisasi diplomat di Kemlu berjalan baik, status inipun menjadi Viral dengan mendapat 1.500 Like.   Meski demikian ada beberapa yang menanggapi jawaban sebagai sombong dan tidak menghargai kepala Negara tersebut, namun ini tidak banyak.
 


Nara Masista Rakhmatia, diplomat muda dan cantik ini kelahiran Jakarta dan  akan genap berusia 34 tahun bulan Desember 2016.  Tammatan SMA 70 Jakarta, Lulusan FISIP UI  Jurusan HI Lulus tahun 2002.    Sempat menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies. Dua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI.   Ketika  menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri, Nara Masista ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan kemudian dikirim ke New York sebagai jurubicara Indonesia di PBB.


Pidato balasan Nara Masista Rakhmatia di PBB tersebut di tutup dengan manis dengan mengatakan,  Ada pepatah di kawasan Negara kami  yang mengatakan, “ Ketika seseorang menunjukkan jari terlunjuknya pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri.  Terima Kasih  ”.
byBakuiNunukan




Darah mendidih ketika negeri terhina,
Nara Masista membela negeri dengan  diplomasinya.

SYEIKH YUSUF AL-MAKASSARI ULAMA BESAR DAN PAHLAWAN.

NusanTaRa.Com
Menyambut 1 Muharram 1438 H


     Bagi masyarakat Indonesia khususnya Bugis-Makassar kebesaran Syeikh Yusuf Al-Makassari  tak dapat dipungkiri, beliaulah tokoh agama yang mengembangkan ajaran Islam  di kerajaan Gowa  dan sekaligus sebagai tokoh pejuang dalam menegakkan  dauliah  Kerajaan Makassar.     Ketokohan beliau tidak saja sebagai  pengembang   Islam tetapi juga sebagai  tokoh dalam perjuangan melawan kolonialisme penjajah yang berlaku  seenaknya saja,  Ketokohannya juga berlaku dimanapun ia berada seperti kala berada di Banten  bahkan ketika beliau berad di Sailan dan Durban Afrika Selatan.



     Syeikh Yusuf  lahir pada 3 Juli 1628 M, tepat pada 8 Syawal 1036 H yang bermakna beliau dilahirkan setelah dua dekade pengislaman kerajaan kembar Gowa-Tallo oleh  ulama Minangkabau  Syeikh Abdul Makmur  yang  disebut Datuk Ri Bandang.    Kedekatan beliau dengan rakyat yang akrab, alim, bijak dan arif  melahirkan kekaguman dan penghargaan  sebagai waliyullah besar buatnya hingga  melahirkan beberapa kisah yang  kuat  tentang dirinya.



     Tuanta Salamaka ri Gowa,  berdasarkan lontara  bahwa ayah Syeikh Yusuf  bernama Gallarang Moncongloe,  yang merupakan saudara dari Raja Gowa Sultan Alauddin Imang'rang' Daeng Marabbia, Raja Gowa yang beragama Islam.   Sultan Alauddin menetapkan Islam sebagai agama resmi kerajaan pada 1603 M   Ibu kandung Syaikh Yusuf, tak lain adalah Aminah binti Dampang Ko'mara, keturunan bangsawan kerajaan Tallo,  kerajaan kembar yang berdampingan dengan kerajaan Tallo.


Makam Syeikh Yusuf di Durban, Capetown  Afrika Selatan
       Kisah perjuangan Syeikh Yusuf dalam mempertahankan kedaulatan di bumi Nusantara menjadikan dirinya diasingkan di Ceylon (Srilangka) dan Afrika Selatan.   Syeikh Yusuf tidak hanya milik masyarakat Bugis, namun juga warga muslim Nusantara dimana beliau terlibat dalam pengembangan Islam  dan perjuanagn melawan Belanda di Banten,  dan  Ceylon dan Afrika   ketika beliau mengalami pengasingan disana  ia mengembangkan Islam  yang hingga kini keberadaan ummat Islam tersebut masih dapat terlacak.     Presiden Afrika Selatan, pada 1994, menetapkan Syaikh Yusuf sebagai pejuang kemanusiaan dan tahun 2009 dianugerahi penghargaan OLIVER THAMBO sebagai Pahlawan Nasional Afrika Selatan, penghargaan ini diserahkan langsung  kepada tiga ahli warisnya  Andi Makmur  dan  Syachib  Sulton disaksikan Wapres Yusup Kalla di Uniion Building Pretoriaa Afrika Selatan.  


     Lahir di tanah Bugis, Syaikh Yusuf menjadikannya banyak mendapat  tempaan pendidikan Islam dari keluarga dan ulama di kampungnya  seperti  dari  Daeng ri Tamassang,  Syed Ba’alawi bin Abdulah asal Yaman di Pesantren Bontoala, Syekh Jalaluddin Aidit asal Aceh yang mengembara ke Tanah Bugis di Pasantren Cikoang kemudian menuju Hijaz.    Dalam perjalanan ke Hijaz 22 September 1644 singgah di Banten berkenalan dengan putra mahkota Banten Abdul Fattah putra Sultan Abu al-Mafakhir Abdul Kadir (1598-1650), selama disini ia terlibat perlawanan terhadap penjajah Belanda, Singgah di negeri Serambi Mekkah  Aceh selama lima tahun berkomunikasi dengan pimpinan Thariqah al-Qadiriyah Muhammad Jilani bin Hasan bin Muhammad Hamid  al-raniry,  atas saran dari Ulama Aceh  syeikh Yusuf singgah di Yaman berguru pada Syaikh Abu Abdillah Muhammad Abdul Baqqi (w.1664) dari tarekat an-Naqsyabandiyah,  berguru pada Syed Ali  al-Zubaidy (w.1084) seorang muhaddits dan Sufi,  Menunaikan Haji di Mekkah , menjiarahi Kuburan Nabi di Madinah dan berguru kepada Syaikh Ahmad al-Qusysyi (w.1661), Mullah Ibrahim al-Kawrany (1690) dan Hassan al-Ajamy (1701).     



     Belum puas dengan   pengetahuan  yang ada  beliau melanjutkan perjalanannya ke  Syam (Damaskus) dan Turki.   Di Syam, Syaikh Yusuf memperdalam pengetahuan   dan mengasah kepekaan bathin   kepada   Syaikh Abu al-Barakat Ayyub bin Ahmad al-Khalwaty al-Quraishi.   Ketika musim haji tiba, Syaikh Yusuf mengajar santri-santri Nusantara   terutama yang berasal dari kawasan Bugis  diantaranya Syaikh Abu al-Fath Abdul Basir al-Darir (Tuan Rappang), Abdul Hamid Karaeng Karunrung dan Abdul Kadir Majeneng, merekalah yang kemudian meneruskan ajaran tarekat Khalwatiyyah Syaikh Yusuf di tanah Bugis.



Sufisme Syekh Yusuf,  mewariskan kepada keturunan dan pengikutnya,  Bahwa  Allah tidak ada yang menyerupainya  dan tidak ada yang menandinginya.



“ Sesungguhnya, Allah Ta'ala disifati dengan ayat al-Qur'an al-Shura ayat II, yang bermaksud: Tiada Tuhan apapun yang menyerupai-Nya.  “



     Konsep tauhid Syeikh Yusuf tidak lepas dari konsep tauhid ahl as-sunnah wal-jama'ah yang menetapkan zat dan sifat bagi Allah, sebagaimana  dalam al-Qur'an dan  menyebutnya sebagai  um al-i'tiqad  induk dari keimanan yang mesti pegangi dan diyakini.   Unsur   ketauhidan yang mesti diyakini dalam menjalani suluk (pendekatan)  :  (1) Tauhid al-Ahad, meyakini bahwa sesungguhnya Allah adalah wujud Qadim (tidak berpemulaan), qadim bi-nafsih (berdiri sendiri), muqawwim lighairih (mengadakan selain-Nya).   (2) Tauhid al-Af'al, meyakini bahwa sesungguhnya Allah,  pencipta segala sesuatu, Allah berkehendak, dan semua kehendak manusia berada dalam kehendak Allah.   (3) Tauhid al-Ma'iyyah, meyakini bahwa sesungguhnya Allah bersama hamba-Nya, di manapun berada.  (4) Tauhid al-Ihatah, meyakini bahwa sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu.



     Dimensi tassawuf Syaikh Yusuf bergerak dalam konsep keyakinan terhadap Allah, mengelaborasi konsep tauhid sebagai pintu masuk untuk mengenal dzat yang Maha Besar, Allah Maha Agung. Inilah jalan pembuka, yang disadari Syaikh Yusuf sebagai pelajaran awal bagi pengikutnya untuk mengenal Allah, mengenal Sang Pencipta.



     Pengembang Islam Syaikh Yusuf  menghasilkan risalah al-Futuhah al-Ilahiyyah sebuah karya  rincian rukun tasawuf  ke dalam sepuluh perkara,  yang  menurut beliau  sangat penting bagi salik untuk berada dalam garis perjalanan mendekat menuju-Nya.   1. Tahrid al-Tauhid memurnikan ketauhidan kepada Allah yang disarikan dalam surat al-Ikklas,  2. Faham al-Sima’I memahami tata cara menjalani  pendekatan  diri kepada Allah (Syekh Mursyid),  3.  Husn al-Ishra  memperbaiki hubungan silaturahmi  dan pergaulan,   5.  Tark al-Ikhtiyar Berserah diri kepada  Allah tanpa I’timad kepada ikhtiar sendiri,  6. Surat al-Wujd memahami secara murni  hati nurani seiring kehndak al-Hag,  7. Al-Kahf an al-khawatir membedakan yang benar dan yang salah,  8.  Khatrat al-Safar melakukan perjalanan untuk mengambil I’tibar dan melatih ketahanan Jiwa,  9. Tark al-Iktisab mengandalkan usaha sendiri dengan berlatar Twakkal kepada Allah  dan  10. Tahrim al-Iddihar tidak mengandalkan pada amal yang telah dilakukan melainkan tuumpuan pada Allah.



     Bagi Syaikh Yusuf, manusia yang sempurna (al-insan al-kamil) merupakan manusia yang sampai ke makam ma'rifat,  bukan hanya manusia biasa yang berislam secara dangkal,  dengan memberi penekanan tentang hakikat ma'rifat dalam kekhususan tingkatan manusia sebagai al-insan al-kamil dan  Manusia sempurna akan ingat Allah dalam segala urusan, kapanpun dan di manapun berada.     Syaikh Yusuf lahir  3 Juli 1628 M, di Gowa Sulawesi Selatan  dan wafat   23 Mei 1699 di Capetown, Afrika Selatan. 
byMuhammaDBakkaranG


“   Beliau sebagai pejuang, jembatan Ulama Nusantara dan Timur Tengah dan  sufi yang mengajarkan lautan ilmu kepada murid-muridnya.  “

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...