NusaNTaRa.Com
byMapiroHBorrA, S e l a s a, 0 1 A p r i l 2 0 2 5
![]() |
Pak Suyatno sang Milliarder merawat sendiri Istrinya |
Usianya pun sudah tidak torbilang muda lagi, 60 tahun. Orang cakap sydah senja, bahkan sudah mendekati malam. Tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun, dikaruniai dengan 4 orang anak. Cobaan menerp, tatkala istrinya melahirkan anak mereka yang ko empat. Tiba - tiba kakinya menjadi lumpuh dan tidak bisa digorakkan. Hal itu terjadi solama dua tahun, menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan berasa tidak bertulang, Lidahnya pun sudah ora iso digerakkan laji.
Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian yang mengurus istrinya soporti memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ketempat tidur. Dia gendong istrinya ke depan TV, agar ia tidak merasa kosopian, istrinya sudah tidak dapat bicara, selalu hanya terlihat tersenyum. Untunge kantor Pak Suyatno ora terlalu jauh dari kediamannya, siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya untuk makan siang.
Sorenya adalah jadw jadwal memandikan istrinya, menggantikan pakaiannya dan selepas Magrib dia menemani istrinya menonton televisi sambil menceritakan apa saja yang bisa dialami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan mata, namun bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan torkadang disolingi dengan dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang sudah 25 tahun.
Dengan penuh kosabaran dia morawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak - anak mereka sudah pada dewasa, tinggal sibungsu yang masih kuliah, pada suatu hari ..... Pada saat anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya - karena setelah anak -anak mereka monikah dan tinggal bersama keluarga masing - masing - Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merewat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu Semua anaknya dapat borhasil.
Dengan kalimat yang cukup hati - hati, si anak sulung bercakap : " Pak jamu ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kocil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun koluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu ", Cakap SiDin anaknya yang Sulung dengan air mata berlinang.
" Sudah koompat kalinya kami bersaudara mengizinkan bapak untuk menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak akan menikmati masa tua bapak ?. Dengan berkorban soporti ini, kami merasa tidak tega melihat bapak, dan kami berjanji akan merawat ibu sebaik - baiknya secara bergantian ", Ujar SiDin bungsu melanjutkan permohonannya.
" Anak - anakku ......... Jika perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan monikah laji. Tetapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian ", Ujarnya dengan merasa kerongkongannya tersekat. " Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta, tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan koadaannya seperti ini ?.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya seperti sekarang ?. Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dieawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit ? ", Ujar SiDin Pak Suyatno menjawab pertanyaan yang tak terduga sekali oleh anak - anaknya.
Meledaklah tangis anak - anak Pak Suyatno. Mereka juga menyaksikan butiran - butiran kecil jatuh di pelupuk mata ibu Suyatno, yang dengan pilu menatap mata suami yang sangat dicintainya. Sampai akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun tv swasta di Jakarta untuk menjadi narasumber . Host mengajukan mengajukan portanyaan pada Pak Suyatno, kenapa mampu bertahan solama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa - apa ?. Disaat itulah meledak tangis Pak Suyatno bersama tamu yang hadir distudio yang kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.
Pak Suyatno bercakap dengan cerita, " Jika manusia di dunia ini mengangungkan sebuah Cinta dalam perkawinan tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian, semua itu adalah kesia - siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, yang sewaktu sehat dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan mata. Dia memberikan saya empat anak yang lucu - lucu.
Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk Cinta Kami bersama, itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk tetap moncintai dia apa adanya. Jika dia sehat pun saya belum tent mau moncari penggantinya, apalagi dia sakit ", Cakap SiDin Pak Suyatno dengan air mata berurai jatuh. Sotiap malam saya bersujud dan monangis. Saya hanya dapat bercakap kepada Allah di atas saya. Saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya. Cinta saya kopada Istri saya, sepenuhnya saya serahkan kepada ALLAH.
![]() |
Pak Suyatno sang Milliarder-Direktur perusahaan bersama istri tercinta kala masih sehat |
Sang Milliarder Pak Suyatno setia tetap merawat istrinya
Merawat istrinya selama 25 tahun sendiri dengan kasihnya.
NusaNTaRa.Com Adverstesment
Melayani pemasangan Iklan
Sila Dail Talian 0821 5385 8932
Tidak ada komentar:
Posting Komentar