Sabtu, 29 Maret 2025

FERRY SONNEVILLE PEBULU TANGKIS INDONESIA YANG BERHASIL MEMBOYONG THOMAS CUP UNTUK INDONESIA

NusaNTaRa.Com           

byDannYAsmorO,        M   i   n   g   g   u,    3   0     M     a     r     e     t      2   0   2   5      

Kolase foto Ferry Sonneville dan Tim Thomas Cup Indonesia tahun  1958  
Ferdinand Alexander Sonneville   lahir pada  03  Januari  1931  dari pasangan   Dirk Jan Sonneville  seorang warga  negara  Belanda totok  dan Leoni Elizaberh  seorang Indo,   ayah juga  seorang pekerja di sebuah  perusahaan  Gas  di  Jukarta  sedangkan  ibunya  keseharian bertugas  rumah tangga.   Nama  Ferry Sonneville menjadi  ramai jadi perbincangan  khususnya di tanah air,  setelah ia  menjuarai  Selangor Open  pada  1954.   Dipartai puncak,  ia berhasil menundukkan Legenda Bulutangkis Malaya ,  Oh Poh Lim  dengan  dua  set langsung,  15 - 11  dan  15 - 08.

Sebelumnya  juga Ferry Sonneville  telah membuat kejutan   dengan  menewaskan pemain  terkuat Malaya lainnya,  Wong Peng Soon.   Setahun berselang  Ferry  Sonneville  juga  berhasil  menjadi  juara di  Malaya Open,  ia  menundukkan jagoan pebulutangkis  Denmark   Jam Skaarup  di final dengan  skor  telak  yaitu  15 - 05  dan  15 - 04.   Bersama - sama dengan Yvone  sang istri,  Ferry Sonneville  sempat menjuarai  French Open  (1960)  dan  mendadi Runner - up  di  German Open  pada  tahun  1963.    

Mengenang sekilas  suasana Guillemard Road, Singapura, begitu ramai ketika untuk pertama kalinya Indonesia menumbang Raja Bulutangkis dunia akala itu.   Singapore Badminton Hall  dipenuhi penonton  untuk menyaksikan partai final  Malaya dan Indonesia,  di luar perkiraan  Indonesia mampu melangkah sejauh ini  dan  kejuaraan Piala Thomas 1958 menjadi partisipasi pertama mereka.   Indonesia memang mampu  menyingkirkan tim unggulan Denmark dan Thailand di babak sebelumnya, masing-masing dengan skor 6-3 dan 8-1.  Namun berbagai media Malaya sesumbar, Indonesia belumlah menjadi lawan sepadan untuk Malaya.

Seluruh bursa taruhan menjagokan Malaya akan menggondol Piala Thomas untuk keempat kalinya,   Tan Liang Tie  Wartawan Star Weekly yang meliput langsung  menyebut partai ini sebagai "si tikus melawan si raksasa".  Apalagi skuad Malaya saat itu memang dihuni oleh pemain-pemain terbaik seperti Eddy Choong dan Teh Kew San. Namun di luar dugaan, Indonesia kembali membuat kejutan dan mengandaskan Malaya dengan skor akhir 6-3. Tan Liang Tie menyebut peristiwa ini sebagai momen  "si tikus menelan si raksasa".

Menjelang akhir  1955,   Ferry Sonneville  hijrah ke  negeri  Belanda untuk  melanjutkan  kuliahnya di  Erasmus University  di Rotterdam.    Selama menjalani  perkuliahan  dirinya  masih  sempat membagi waktu  dengan  bermain Bulutangkis.   Tercatat  ia berhasil menjuarai berbagai kejuaraan Bulutangkis  prestisius  di antaranya  Malaysia Open  (1955),  Dutch Open  (1956, 1958,  1960,  1961,  dan 1962),   Scotland's World  Invitation Tourney  (1957),  French Open  (1957 dan 1960),  German Open  (1958,  1960  dan  1061),  Canadian Open  (1962)  dan US Open  (1962).

Pencapaian  Ferry Sonneville  dan  kawan - kawan  yang berhasil mempertahankan Piala  THOMAS CUP  pada  dua  perhelatan  setelahnya,  membuat mereka  dianugerahi  tanda kehormatan,  di antaranya   "Satya Lencana Kebudayaan  (1961) dan  Bintang Tanda Jasa (1964) ",    Dalam pidato  penganugerahan  tersebut,  Presiden  Soekarno berkata  :   "  Inilah Penghargaan Pemerintah  kepada pahlawan  - pahlawan  nasional  yang telah berjuang  dalam bidangnya  dengan  semangat  yang terkandung  dalam  Bhinneka Tunggal Ika ".

Tunggal Putra Indonesia Ferry Sonneville menyabet gelar Malaysia Open
 tahun 1955 untuk pertama kalinya. 


Awal Bulutangkis Indonesia di era Ferry Sonneville.

Legenda dan mengharumkan Bulutangkis Indonesia  F Sonneville.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KERAJAAN PURBA ITU DIDIRIKAN PARA PENDATANG YAKNI ORANG KUTAI

NusaNTaRa.Com      byTarmidIKapundjeN,                 R   a   b   u,    0   2       A    p    r    i    l       2   0   2   5 Candi Cangkua...