NusaNTaRa.Com
byDannYAsmorO, M i n g g u, 3 0 M a r e t 2 0 2 5
![]() |
Kolase foto Ferry Sonneville dan Tim Thomas Cup Indonesia tahun 1958 |
Sebelumnya juga Ferry Sonneville telah membuat kejutan dengan menewaskan pemain terkuat Malaya lainnya, Wong Peng Soon. Setahun berselang Ferry Sonneville juga berhasil menjadi juara di Malaya Open, ia menundukkan jagoan pebulutangkis Denmark Jam Skaarup di final dengan skor telak yaitu 15 - 05 dan 15 - 04. Bersama - sama dengan Yvone sang istri, Ferry Sonneville sempat menjuarai French Open (1960) dan mendadi Runner - up di German Open pada tahun 1963.
Mengenang
sekilas suasana Guillemard Road,
Singapura, begitu ramai ketika untuk pertama kalinya Indonesia menumbang Raja
Bulutangkis dunia akala itu. Singapore
Badminton Hall dipenuhi penonton untuk menyaksikan partai final Malaya dan Indonesia, di luar perkiraan Indonesia mampu melangkah sejauh ini dan kejuaraan
Piala Thomas 1958 menjadi partisipasi pertama mereka. Indonesia memang mampu menyingkirkan tim unggulan Denmark dan
Thailand di babak sebelumnya, masing-masing dengan skor 6-3 dan 8-1. Namun berbagai media Malaya sesumbar, Indonesia
belumlah menjadi lawan sepadan untuk Malaya.
Seluruh bursa taruhan menjagokan Malaya akan menggondol Piala Thomas untuk keempat kalinya, Tan Liang Tie Wartawan Star Weekly yang meliput langsung menyebut partai ini sebagai "si tikus melawan si raksasa". Apalagi skuad Malaya saat itu memang dihuni oleh pemain-pemain terbaik seperti Eddy Choong dan Teh Kew San. Namun di luar dugaan, Indonesia kembali membuat kejutan dan mengandaskan Malaya dengan skor akhir 6-3. Tan Liang Tie menyebut peristiwa ini sebagai momen "si tikus menelan si raksasa".
Menjelang akhir 1955, Ferry Sonneville hijrah ke negeri Belanda untuk melanjutkan kuliahnya di Erasmus University di Rotterdam. Selama menjalani perkuliahan dirinya masih sempat membagi waktu dengan bermain Bulutangkis. Tercatat ia berhasil menjuarai berbagai kejuaraan Bulutangkis prestisius di antaranya Malaysia Open (1955), Dutch Open (1956, 1958, 1960, 1961, dan 1962), Scotland's World Invitation Tourney (1957), French Open (1957 dan 1960), German Open (1958, 1960 dan 1061), Canadian Open (1962) dan US Open (1962).
Pencapaian Ferry Sonneville dan kawan - kawan yang berhasil mempertahankan Piala THOMAS CUP pada dua perhelatan setelahnya, membuat mereka dianugerahi tanda kehormatan, di antaranya "Satya Lencana Kebudayaan (1961) dan Bintang Tanda Jasa (1964) ", Dalam pidato penganugerahan tersebut, Presiden Soekarno berkata : " Inilah Penghargaan Pemerintah kepada pahlawan - pahlawan nasional yang telah berjuang dalam bidangnya dengan semangat yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika ".
![]() |
Tunggal Putra Indonesia Ferry Sonneville menyabet gelar Malaysia Open tahun 1955 untuk pertama kalinya. |
Awal Bulutangkis Indonesia di era Ferry Sonneville.
Legenda dan mengharumkan Bulutangkis Indonesia F Sonneville.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar