Selasa, 20 Maret 2018

ISU CEKCOK DIBALIK POLITIK DINASTI KLAN LEE KUAN YEW.

NusanTaRa.Com
byBambanGBiunG, 24/12/2017


Banyak negeri-negeri di Asia yang baru merdeka pasca Perang Dunia  II,  tumbuh  Politik Dinasti  yang menjadi  satu ciri khas dalam mewujutkan pemerintahan mereka., diantaranya di Pakistan punya klan Bhutto, Korea Selatan klan Park—yang baru dilengserkan Maret 2017 lalu, dan Filipina klan Aquino.  Reputasi politik mereka bisa dilacak ke kedudukan sosial masing-masing klan sebagai bagian dari elit terdidik pada masa kolonial yang turut berperan besar dalam proses dekolonisasi atau modernisasi ekonomi (keluarga Park dan Lee Kuan Yew), kedua  peran terakhir ini  seringkali menjadi sumber dan modal popularitas yang mewujutkan dinasty.

Lee Kuan Yew berkuasa antara 1971 hingga 1990 di Singapura.  Dianggap sukses mewujutkan Singapura sebagai Negara yang maju bhkan sebagian kalangan memuji pemerintahannya yang telah menyulap Singapura dari kampung kumuh ke kota metropolis, sebagaimana judul biografinya: From Third World to First,  di sisi lain dalam mewujutkan kecemerlangan itu  tak sedikit pula yang menyoroti sikap otoriter dirinya dalam menegakkannya seperti pemberangusan kebebasan berbicara dan hak-hak sipil lainnya.

Rumor yang berkembang di masyarakat  Singapura terkait keluarga mendiang Lee Kwan Yu   dalam kesiapan  suksesi  kepemimpinan Singapura Pasca-Lee Hsien Loong, meski  cekcok rumor ini oleh kantor perdana menteri telah disangkal  bahwa Lee Hsien Loong tengah mempersiapkan putranya Lee Hongyi sebagai penerus.   Tapi mulusnya karir sang putra, dari prajurit ke GovTech, lembaga resmi pemerintah yang mengurusi pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan layanan public bagi sebagian pengamat suatu langkah menuju kearah 2021 nanti.

Hongyi  pernah bertugas sebagai kepala peleton satuan angkatan bersenjata Singapura awalnya,  kemudian ke Amerika Serikat untuk kuliah di Massachusetts Institute of Technology dan kemudian bekerja di Google.  Hongyi pernah mengirim email kepada perwira tinggi, memprotes ketiadaan tindakan yang diambil kepada seorang rekannya yang absen tanpa izin dari penugasan, yang dianggap sebagian kalangan masyarakat sebaga bentuk  privile se, ketika ia menjalani wajib militer.

Cekcok  lain Putra-putri Lee Kuan Yew  di Facebook, terkait rumah warisan sang bapak, Lee Kuan Yew, yang meninggal pada 2015 lalu. Mendiang Lee Kuan Yew  dalam wasiatnya, meminta agar rumah tersebut dihancurkan.  Lee Hsien Loong perdana menteri Singapura saat in tidak menyetujui wasiat tersebut bahkan bersikeras agar dipertahankan dan dijadikan onumen, meski   Anak tengah dan bontot Lee Kwan Yew, Lee Wei Ling dan Lee Hsien  telah mendesak sang kakak untuk melaksanakan wasiat tersebut.  

Cekcok ini merupakan yang ketiga  dalam dua tahun terakhir. Pada Maret 2016, Lee Wei Ling memprotes rencana peringatan besar-besaran atas kematian sang ayah. Melalui akun Facebook-nya, seperti dikutip Asia One, ia mengatakan perayaan itu mengingatkannya pada kunjungan sang bapak ke Tiongkok pada 1976: “Perayaan itu sangat dibikin-bikin. Ayahku tak terkesan. Kami orang Singapura, kebal emosi yang berlebihan dan tidak wajar. Papa hanya melambai ke anak-anak, seperti yang akan dia lakukan di Singapura.”

Channel News Asia, Senin (19/06/2017),  melaporkan Lee Hsien Loong meminta maaf kepada publik atas keributan yang  biasa terjadi dalam lingkungan keluarganya, ditenggarai bahwa  keributan tersebut  dapat menjadi bola liar yang berpotensi mendorong mosi tidak percaya di parlemen.   Lee Hsien Loong menjabat PM Singapura sejak 2004.,  dia  politikus paling populer  People Action Party  yang berkuasa selama lima decade dengan perolehan suara 70 % dalam pemilu terakhir.  Kemenangan Loong diduga akibat simpati publik atas kematian ayahnya.  Pemerintahan Loong  tengah mendapat sorotan luas dari publik terkait kinerja beberapa perusahaan publik seperti Singapore Airlines disebut-sebut keok dalam persaingannya dengan maskapai penerbangan Tiongkok dan negeri-negeri Teluk, isu imigrasi, dan transportasi publik.

Dua anak Lee Kuan Yew lainnya tak berpolitik. Lee Wei Ling, anak kedua, adalah ahli saraf yang sempat mengepalai National Neuroscience Institute dan pernah menjadi kolumnis tetap di edisi minggu harian Straits Times. Adapun Lee Hsien Yang, putra bungsu, memulai karir di militer Singapura dan menjadi perwira tinggi. Hingga 2007 ia memimpin Singapore Telecom, perusahaan telekomunikasi terbesar Singapura. Setelahnya, ia memilih tidak bekerja untuk perusahaan manapun yang terkait pemerintah—yang sebagian dikuasai iparnya melalui Temasek.


Singapura maju karena ekonominya bagus. 
Lee Kuan Yew Pemimpin Asia Tenggara yang sukses

Minggu, 18 Maret 2018

KOTA BANDA ACEH TERKENAL DENGAN RASA KOPINYA SEJAK ZAMAN DAHULU KALA

NusanTaRa.Com
byRyaNSyaHPutrA, 18,2/2018



Mengunjungi Banda Aceh tanpa  menikmati seduhan Kopi khas racikan Kedai Kopi disana rasanya kurang apdol,  karena  minum Kopi bagi masyarakat   dan budaya  Aceh   sudah sangat kental melekat dalam kehidupan sehari-hari warga  disana .  Keunggulan Seduhan Kopi Aceh bukan saja karena merupakan penghasil kopi berkwalitas unggul seperti  Arabica dan Robusta yang bercita rasa tinggi,  Racikan kopi tersendiri tersebut memberikan Aroma, rasa lebih dan cara penyajian kopi yang terkadang memberikan satu ciri khas atau hiburan tersendiri,  tentunya akan menambah kesan yang lebih baik.  
               
Kopi bagi masyarakat Aceh  adalah sesuatu  yang tidak dapat dipisahkan bagai sebuah budaya hidup sejak dahulu,  sehingga tak heran bila ke Banda Aceh  maka kedai kopi  akan banyak kita temui di berbagai pelosok negeri berjuluk Serambi Mekkah yang  dipenuhi berbagai kalangan yang berbaur jadi satu,   baik siang maupun malam.  Dan Hebatnya lagi kedai Kopi tersebut selalu dipenuhi  para pelanggannya baik kedai kopi di Pusat Perbelanjaan, Dekat Perantoran, Mall,  Pasar Rakyat dan dipersimpangan jalan untuk bersantai atau mengobrol dengan para koleganya   sebagaimana  Kedai Kopi Taufik yang saya kunjungi di jalan  Syiah Kuala Gampong Bandar Baru Banda Aceh  ketika itu.

Tidak terbatas dari yang muda hingga yang tua, pria maupun wanita, miskin maupun kaya, semua berbaur tanpa sekat-sekat pembatas menikmati Kopi,  tradisi minum kopi ini telah berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh sebagai salah satu daerah produsen kopi kelas dunia. Sejak era kolonial Belanda hingga sekarang, setidaknya ada dua daerah sentra produksi kopi di Aceh, yaitu Ulee Kareng dan Gayo. Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi Robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng  dan   Kopi Gayo yang termasuk jenis Kopi Arabika.

Kedai Kopi  Menawarkan  berbagai kopi mulai dari kopi hitam, kopi susu hingga kopi sanger yakni kopi campur susu, meski demikian anda juga dapat menemukan seperti espresso, kopi luwak, kopi sanger, kopi telur.  Ada menu yang ditawarkan sesuai jenis biji kopi dan pemrosesannya seperti gayo, peaberry (kopi jantan), honey, natural dan sebagainya.    Uniknya,  kebanyakan kedai kopi  menyuguhkan kopi  dengan proses seduhan  manual,  bukan memakai mesin kopi seperti halnya di waralaba kedai kopi internasional,  Barista di kedai kopi itu menyeduh dengan teknik V60, siphon atau french press.   Harganya sangat bersahabat di kantong   sekitar  Rp 5.000 sampai Rp 30.000. 
                                                  
Kopi Ulee Kareng, menjadi Kopi khusus di Banda Aceh  sehingga tidak heran bila hampir semua kedai Kopi disana menyajikan kopi  poduksi daerah ini.   Proses pengolahan bubuk kopi  Ulee-Kareng di kedai-kedai kopi  menyimpan keunikan tersendiri,    bubuk kopi tidak sekedar diseduh dengan air panas tetapi dimasak  sehingga aroma dan citarasa kopi yang keluar benar-benar kuat,   kopi yang telah dimasak ini kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan menggunakan saringan berbentuk kerucut terbuat dari kain saringan khusus.

Warkop (Warung Kopi) JASA AYAH, yang beralamat di Jalan Tengku Iskandar  Nomor 13 -14 Banda Aceh, merupakan salah satu kedai kopi yang cukkup familiar dikalangan masyarakat Aceh dan sering menjadi tempat nangkring para wisatawan yang datang kesana.  Warkop yang telah berdiri sejak 1974 ini  menyajikan kopi yang diproses  sendiri sehingga menghasilkan cita rasa Kopi tersendiri yang menyenangkan.   Selain Kopi produksi tersebut disajikan untuk para pengunjung di Warkop Jasa Ayah,  juga menyajikan Kopi  dalam bentuk kemasan yang cukup menarik dengan lebel  “  Coffee  Solong  “ , ada empat bentu kemasan  yang  sangat menarik untuk dijadikan oleh-oleh.  

Kedai Kopi  Menawarkan  berbagai kopi mulai dari kopi hitam, kopi susu hingga kopi sanger yakni kopi campur susu, meski demikian anda juga dapat menemukan seperti espresso, kopi luwak, kopi sanger, kopi telur.  Ada menu yang ditawarkan sesuai jenis biji kopi dan pemrosesannya seperti gayo, peaberry (kopi jantan), honey, natural dan sebagainya.    Uniknya,  kebanyakan kedai kopi  menyuguhkan kopi  dengan proses seduhan  manual,  bukan memakai mesin kopi seperti halnya di waralaba kedai kopi internasional,  Barista di kedai kopi itu menyeduh dengan teknik V60, siphon atau french press.   Harganya sangat bersahabat di kantong   sekitar  Rp 5.000 sampai Rp 30.000.

Budaya minum kopi  di tengah masyarakat Aceh hingga kini masih  tetap terjaga meski  zaman  telah  silih berganti,  Suatu tradisi  yang turun temenurun hingga ke generasi muda mereka saat ini.    Perbedaannya mungkin hanya sekedar pasilitas untuk menikmati  sajian tersebut, kalau dulu  cukup dengan sebuah  kedai Kopi biasa  namun sekarang kenikmatan tersebut bertambah dengan  adanya tambahan kenyamanan fasilitas  yang ditawarkan pengelola ikut menentukan ramai tidaknya suatu kedai kopi di Banda Aceh.    Tata ruang yang nyaman, tambahan sajian kuliner lainnya dan fasilitas internet hotspot (wifi) gratis umumnya menarik lebih banyak kalangan muda untuk betah berlama-lama di kedai kopi.    Namun bagi mereka yang benar-benar penikmat kopi tulen, warung yang sederhana namun menyajikan salah satu racikan kopi terbaik di Aceh seperti  Kedai  Solong di Ulee Kareng,  tetap menjadi tujuan nomor satu untuk menikmati  kelezatan racikan KOPI ACEH.

Junaidi pemilik warung Coffe Aceh di Simpang Lima Aceh mengatakan, ia mulai membuka kedai kopinya pukul 09.00  - 24.00 dan sehari bisa sampai 150 orang nangkring disini.    "  Orang sini suka nongkrong di kedai kopi, dari dulunya begitu, membahas politik, ekonomi, Silaturrahminya disitu orang Aceh.  Ada tamu ya kita tawarkan kopi  ", Ujar SiDin Junaidi (54 tahun). 

Peracik Kopi
Bunga Putih Bunga Buah Kopi.
Belum ke  Aceh bila belum menyedu Kopi.

Sabtu, 17 Maret 2018

PEMIINDAHAN HIU PAUS DARI PERAIRAN BERAU KE ANCOL TERGANTUNG HASIL RISET.

NusanTaRa.Com
byBakuINunukaN, 18/3/2018

Mappasikra Mappaseleng Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Berau, menanggapi seputar polemik yang  terus bergulirnya  sebagai suatu yang wajar karena jadi atau tidaknya hiu paus ditempatkan di wahana akuarium terbesar di dunia tersebut, tergantung hasil penelitian yang dilakukan PT Taman Impian Jaya Ancol. Pemindahan Hiu Paus tersebut sebagai salah satu satwa langka sangat berpedoman pada keberadaan Hiu tersebut dalam arti apakah ia dapat berkembang dengan baik di Aquarium Ancol dan apakah hal tersebut tidak berdampak  buruk bagi habitat dan keberadaan Hiu Paus tersebut di Perairan berau.

"  Pelaksanaan Riset tersebut sebelum pemindahan untuk memastikan apakah dengan memindahkan seekor hiu paus ke Ancol tidak akan mengancam populasi hiu paus di Berau. Termasuk hiu paus yang akan dipindahkan, apa bisa bertahan hidup layaknya di laut lepas, bagaimana ketersediaan makanannya, serta hal lainnya yang mendukung keberlangsungan hiu paus di Ancol  ", Ujar SiDin Mappasikra diruang kerjanya (16/3/2018) dan menambahkan  Masih sangat panjang prosesnya ini.

Dikatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pmekab Berau dan PT Taman Impian Jaya Ancol, ada waktu selama tiga tahun bagi pihak Ancol untuk melakukan penelitian tersebut. Karena pihak Ancol yang menjadi salah satu lembaga konservasi yang sangat dipercaya pemerintah, sangat mengedepankan kepentingan keberlangsungan hidup seluruh satwa yang jadi penghuni Seaworld Ancol. “  Kalau hasil risetnya tidak memungkinkan untuk dipindah, tidak akan dipindah  ”, Ujar SiDin lagi.    Bukan sekadar bergantung hasil riset, pemindahan hiu paus tersebut juga akan bergantung perizinan yang menjadi kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

“  Kita tunggu saja hasil risetnya seperti apa, serta proses perizinannya nanti bagaimana. Karena jadi tidaknya itu berpindah, tergantung riset dan perizinannya  ”,  Ujar SiDin  Mappasikra menambahi.   Sebelumnya diberitakan, Bupati Berau Muharram tidak mempersoalkan penolakan tersebut karena itu merupakan hak masyarakat.  “ Tapi bupati juga punya hak untuk berkreasi  ”,  Ujar SiDin  Muharram sambil memastikan bahwa MoU semacam itu merupakan yang pertama di Indonesia.   Mantan anggota DPRD Provinsi Kaltim ini juga menjelaskan, bahwa hal lain yang mendorong pihaknya membuat kesepahaman dengan PT Taman Impian Jaya Ancol tersebut untuk memberikan dorongan agar daerah bisa mendapatkan tambahan pendapatan.

“  Muncullah pemikiran bagaimana caranya agar biota laut di Berau ini tetap bisa eksis, tapi juga bisa mendatangkan pendapatan. Makanya kita melakukan penandatanganan MoU itu  ”, tambah SiDin.   Tapi ditegaskannya, pemanfaatan hiu paus yang ada di perairan Berau, tidak bisa diklaim milik Berau  karena keberadaan hiu paus di Berau  semata-mata karena ketersediaan makanan yang mereka butuhkan, dan itu disebutnya baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir.   “  Di mana ada makanan, dia (hiu paus) datang. Puluhan tahun lalu tidak ada, jadi tidak boleh diklaim itu milik Talisayan, milik Berau, Kaltim, itu semua milik negara  ”, Lanjut SiDin dengan mantap.  

Tapi, dengan keberadaan sekitar 51-52 ekor hiu paus di perairan Berau, menjadi peluang bagi pemerintah untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Karena, dengan memindahkan satu ekor ke wahana akuarium terbesar di dunia nantinya, akan memancing wisatawan untuk datang ke Bumi Batiwakkal.  “  Nanti ada penjelasan yang ingin menyaksikan aslinya, silakan berkunjung ke Berau. Yang pasti, target kami (dari penandatanganan MoU itu) adalah PAD  ”, Ujar SiDin  Muharram.   Ia juga mengutarakan, seluruh hewan yang ditempatkan di Ancol mendapatkan perawatan yang sangat prima,  malah mereka  bisa lebih sehat dibandingkan yang hidup di alam lepas.

Pendapatan yang dihasilkan dari rencana kerja sama tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan program-program bidak kesehatan dan kesejahteraan yang sangat dibutuhkan masyarakat,   tapi (masyarakat yang menolak) ini, perikehewanannya lebih besar daripada perikemanusiaannya  ”, tambahnya sambil terkekeh tertawa.  Rencana kerja sama tersebut baru sebatas MoU yang menjadi dasar untuk mengurus perizinan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.  “  Tentu semua pendapat saya terima. Masalah jadi atau tidaknya, saya tidak akan memaksakan kehendak. Kalau kementerian menilai tidak layak, ya tidak bisa dilakukan, karena kewenangan persoalan ini ada di kementerian  ”, Ujar SiDin Mappasikra mengakhiri.  
drProKal.Co Berau
Hiu Paus Pindah ke Akuarium,
Biar manusia  lebih  banyak mengenal satwa alam.   

Rabu, 14 Maret 2018

TAMAN KOTA SABANG TITIK TERINDAH UNTUK MENGAMATI KOTA SABANG DI TEPI TELUK

NusanTaRa.Com
byBambanGNunukaN, 16/2/2018



Ketika  mengunjungi suatu kota untuk menikmati keindahannya secara keseluruhan,  biasanya tempat yang  kita  cari adalah  lokasi diana dari tempat tersebut kita dapat melihat secara keseluruhan Landscap kota tersebut  dan biasanya berada diketinggian tertentu entah alami, buatan, bangunan bahkan suatu Tower.   Taman Kota Sabang  terletak di taman  puncak gunung pada ketinggian sekitar 300 meter dpl  sebelah Utara  kota, di taman tersebut terdapat tugu bertuliskan  “ I LOVE SABANG “  berwarna biru, Lovenya berupa daun Love berwarna Pink beralaskan tembok hitam dari sini para pengunjung hampir dapat menikmati semua  sudut keindahan kota Sabang dengan jelas. 

Kota Sabang  dengan keluasaann 153 km2  pada koordinat 5o 50’ LU  95o 18’ BT dengan jumlah penduduk sekitar 40.000 jiwa, berada di utara pulau We sebuah pulau vulkani dan Atol yang terangkat keatas permukaan.   Berbentuk Kota Madya dengan walikotanya saat ini bapak Nazaruddin, terdiri dri dua kecamatan yaitu Kecamatan  Sukajaya dengan 10 Gampong dan Kecamatan   Sukakarya dengan 8 Gampong,  sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai Nelayan dan Petani  yang banyak tersebar di sepanjang jalan dan pantai.  

Dari Taman Kota  “  I LOVE SABANG  “  kita dapat melihat keindahan kota Sabang secara keseluruhan yang memanjang disepanjang pantai yang berbentuk teluk, di hiasi bangunan Pelabuhan, pertokoan, Kapal berlabuh, lokasi rekreasi  dsb  dan ditengahnya terlihat beberapa kapal sedang berlabuh atau kapal nelayan yang sedang menuju laut.    Nun jauh diseberang Teluk depan Taman Kota Sabang  terdapat satu lokasi titik pantau yang menarik untuk mengamati Kota Sabang, tapi biasanya lokasi ini digunakan para Turis setelah pulang dari mengunjungi  beberapa objek wisata lain di Pualau We  seperti Kilometer Nol, Pantai Iboih, Pantai Rubiah, Gua Jepang dan lainnya.

Di bibir teluk sebelah utara bagian ujung  terdapat Taman Wisata Kota Sabang yang ramai dikunjungi pada saat malam terlebih dihari libur untuk menyantap sajian khas Aceh dan Sabang sambil menikmati keindahan laut dan anginnya yang bertiup kedarat.  Tak jauh dari lokasi ini terdapat  Pantai Paradiso yang posisinya lebih menghadap kelaut  lepas dan  Pantai Weh Island, kedua pantai ini dikunjungi para keluarga untuk mandi-mandi.   Dari jalan ini membelok kekiri akan menuju ke Taman Kota Sabang dan terus ke Balohan Jembatan kapal Very menuju ke Kota Banda Aceh.

Dari Taman Wisata Kota Sabang kea rah masuk teluk kita akan temukan gudang minyak kemudian pelabuhan bebas yang akan disinggahi kapal luar negeri.    Pemerintah Provinsi Aceh sejak tahun 2002 telah menetapkan Kota sebagai kota perdagangan bebas berarti bahwa barang yang masuk kepelabuhan ini menggunakan kapal asing tidak akan dikenakan biaya masuk atau cukai sehingga harga barang relatip lebih murah dibanding bila masuk dipelabuhan lain di Indonesia yang harus membayar biaya masuk barang.  Lebih kedalam lagi akan kita temukan pelabuhan rakyat yang banyak disandari perahu dan kapal intersulair yang sibuk membongkar barang.

Sebelah selatan teluk dari Taman kota Sabang akan terlihat semacam anjungan ditepi pantai yang biasa digunakan untuk Pameran, setiap tahun pemerintah kota Sabang menyelenggarakan tahun kunjungan wisata “  SAIL SABANG  “  yang diikuti beberapa daerah dan Negara asing.   Penyelenggaraan tersebut di lokasi anjungan ini dengan  membuka stand yang berisi berbagai  peragaan kebaharian atau daerah untuk disaksikan para pengunjung.    Untuk mengunjungi acara “ Sail Sabang  “ yang termasuk program meningkatkan devisa negara melalui peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Sabang,  biasanya diselenggarakan pada akhir-akhir tahun.

Sepanjang pantai Teluk ini juga terdapat kampung Pelangi dimana semua rumah-rumah dikawasan tersebut dicet dengan berbagai  warna-warni yang mencolok,  jika diteruskan kearah utara akan ditemukan sederet pertokoan yang menjadi area berbelanja masyarakat  terdiri dari beberapa Blok dan sebuah masjid  tempat beribadah ummat Islam.  Secara keseluruhan Kota Sabang yang terlihat dari Taman Kota Sabang hanya berbaris di sepanjang tepi Teluk dengan ketebalan dari pantai sebagai daerah pemukiman  sangat tipis sekitar 600 meter.

Sebelum anda meninggalkan Kota Sabang sebaiknya  anda mengunjungi  Danau Anaek Laut yang berupa danau kembar  sedikit diatas perbukitan, danau inii meski tak jauh dari laut tapi berair tawar  munkin karena posisinya pada ketinggian tertentu sehingga tidak terintrusi oleh air laut.   Danau yang dikitari pemukiman petani tersebut dihubungkan dengann sungai Anek laut untu menuju kelaut yang lapas di Pantai kota sabang.    Untuk menikmati kondisi Kota Sabang seperti itu juga dapat di nikmati dengan mengamatinya dari Anjungan Walikota Sabang  meski lebih rendah,   yang masih satu jalur dengan Taman Kota Sabang yaitu jalan P Diponegoro disebelah bawah.    Jalan Penegoro  ini disisi dalamnya banyak bangunan  kawasan perkantoran Kota Madya Sabang  sementara sebelah luar  jurang   yang menghadap ke Kota Sabang lama.

Anjungan di depan Kantor Walikota Sabang

Menikmati tenggelamnya matahari, 
Kota Sabang Batas terbarat dari NKRI.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...