Minggu, 20 Agustus 2017

WARGA DESA TAU LUMBIS DI PERBATASAN RI-MALAYSIA MEMBENTANGKAN MERAHPUTIH 1 KM

NusanTaRa.Com



Desa Tau Lumbis meski merupakan ibukota Kecamatan Lumbis Ogong, tapi ia bisa dibilang  sebuah desa yang terisolir jauh berada diperbatasan dengan Malaysia yang hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu menyusuri sungai Sedalir  selama 6  jam dari Mensalong, Selain itu desa ini berbatasan langsung dengan Malaysia membuat banyak warganya yang ulang alik ke negeri jiran seperti Bantul dan Tenom untuk mencari kerja keadaan ini sering menjadi satu keraguan akan semangat Nasionalisme.  Jum’at 18 Agustus 2017,  Komunitas Perbatasan 17 yang berada di desa Tau Lumbis didukung Muspika dan seluruh masyarakat Desa Tau Lumbis Kecamatan Lumbis Ogong Kab. Nunukan menggelar Pembentangan Bendera MeraHPutiH sepanjang 1.000 meter (1 km).

Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1 kilometer ini dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan RI ke 72 serta sebagai bukti tekad warga Desa Tau Lumbis untuk menanamkan semangat Jiwa Nasionalisme masyarakat akan cinta Tanah air dan membendung  pengaruh yang non Nasionalisme dari luar daerah di Perbaatasan RI-Malaysia.  Pembentangan Bendera MeraHPutiH sepanjang 1.000 meter di sepanjang sungai Sedalir sebagai bukti bahwa masyarakat perbatasan masih memiliki semangat Nasionalisme yang tinggi yang tak luntur oleh apapun pengaruh di sana.  Antusias masyarakat dalam mengikuti acara ini terlihat dengan keterlibatan mereka dengan menggunakan pakaian adat, seragam sekolah dan seragam kerja mereka dengan mengarak dan membentangkan bendera.

Kepala Desa Tau Lumbis Panus Langkau kepada RRI mengatakan, meski berada di perbatasan yang jauh dari ibukota Kabupaten, namun jiwa Nasionalisme masyarakat perbatasan jangan di ragukan.   “  Desa kami ini pak terisolir dan sangat jauih dari ibukota kabupaten. Tapi kalau berbicara Nasionalisme dan NKRI, jangan di ragukan, kamilah yang tinggal disini menjadi ujung tombak benteng pertahanan Negara. Bapak bisa liat sendiri bagaimana antusias kami disini memperingati hari kemerdekaan  ”,  Ujar SiDin Panus Langkau.

Masyarakat Desa Tau Lumbis Kec. Lumbis Ogong Kab. Nunukan Provinsi Kalimantan Utara yang berada di perbatasan langsung dengan Malaysia dan seringnya kita mendengar eksodus masyarakat tersebut ke Negara jiran untuk mencari kerja  oleh sebagian kalangan dianggap bahwa warga desa tersebut memiliki rasa nasionalime yang rendah.   Padahal di zaman Konfrontasi RI – Malaysia ditahun 1962 – 1968 bahwa merekalah yang beerada di garda terdepan dalam mempertahankan wilayah Indonesia dan menjadi pejuang bersama tentara RI dan Sukarelawan RI.

“  Kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Tau Lumbis, Muspika Kec. Lumbis Ogong, dan Komunitas Perbatasan 17 yang telah mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 ini khususnya kegiatan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1000 meter, Kita harus bersumpah akan mencintai NKRI sampai kapanpun  ”,  Ujar SiDin  Panus Langkau.   Arif Yoga seorang pengurus Komunitas Perbatasan 17 mengatakan bahwa  tugas utama dari komonitas mereka adalah terus menjaga dan menggelorakan jiwa nasionalisme masyarakat perbatasan agar tetap cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“  Selain mendukung pelaksanaan pembentangan bendara 1 kilo meter di Kecamatan Lumbis Ogong, kami komonitas perbatasan 17 juga menggelar serangkaian kegiatan di Kecamatan Lumbis Induk, tentu hal hal seperti ini kedepanya akan kami  lakukan terus secara berkesinambungan, sehingga masyarakat akan semakin kuat dan bersatu padu dalam kerangka bingkai NKRI  ”,  Ujar SiDin Arief.   Lebih jauh masyarakat Desa Tau Lumbis sangat mengarapkan  agar Pemerintah Daerah lebih aktip mengembangkan pembangunan di daerah mereka sehingga dapat memupus ketertinggalan dan keterisolasian mereka yang bisa mengurangkan rasa Cinta Tanah Air mereka. 
byRyaNSyahputrA

Sungai Sedalir mengalir sepanjang Perbatasan,
Nasionalisme Warga PerBatasan Lumbis  menjaga kesatuan.

Kamis, 17 Agustus 2017

NEW YORK TIMES MEMUAT KARIKATUR JOKOWI ATAS SIKAPNYA PADA ISLAM RADIKAL

NusanTaRa.Com

Meski Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembubaran Organisasi Masyarakat (Ormas) baru dalam tahap pengusulan ke DPR untuk mendapatkan pengesahan, namun usaha serius Presiden Jokowi untuk memberantas organisasi masyarakat yang radikal dan tidak sesuai dengan Pancasila mendapat perhatian dari Media Massa Luar negeri di Amerika.   New York Times Minggu 16 Juli 2017 memuat karikatur yang menggambarkan bagaimana Presiden Jokowi melakukan perlawanan terhadap Kelompok Islam Radikal di negara yang berlandaskan Pancasila. 

Pemerintah Jokowi resmi menerbitkan Perppu 2/2017 tentang Pembubaran Ormas dan telah mengirimkannya ke DPR pada senin 10/7/2017 sebagaimana diumumkan Menko Polhukam Wiranto sebagai pengganti UU Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.  Sejak awal isue pembentukan UU Ormas ini menimbulkan banyak prokontra di masyarakat termasuk satu partai pendukung pemerintah Partai PPP,  mengkritik kebijakan pemerintah dalam merilis Perppu 2/2017 untuk menghapuskan organisasi yang menentang Pancasila.

New York Times terbitan Minggu 16 Juli 2017 menerbitkan karikatur Jokowi  tersebut bertajok  "  Heng on Indonesia's Decree to Ban Radical Groups  ", karikatur ini muncul dalam rubrik opini. Karikatur yang digambarkan oleh kartunis "  Heng Kim Song  " dari Singapura.  Karikatur tersebut menggambarkan Jokowi membawa cairan dalam sebuah wadah derejen bergambar Tengkorak dan Tulang sebagai racun yang disemprotkan pada tanaman liar yang akan menyerangnya  dan tanaman itu dinamakan " Radical Islamist ".
 
"  Presiden Joko Widodo menandatangani sebuah keputusan yang mengizinkan pihak berwenang untuk membubarkan kelompok agama dan masyarakat sipil.  Hal tersebut dalam upaya melawan kelompok Islam garis keras yang menentang pemerintahan yang pluralis  ",   Tulis The New York Times dalam keterangan karikatur, sebagaimana dikutip NusanTaRa.Com.   "  Negara tidak bisa dirong-rong masa depannya, dirongrong kewibawaannya. Kita tidak ingin ada yang  merongrong NKRI kita  ",  Ujar SiDin Jokowi. 

Penerbitan Perppu 2/17 menjadi perdebatan hangat karena di dalamnya memuat tentang pembubaran Ormas yang dapat langsung dilakukan Pemerintah sedang peraturann sebelumnya harus terlebih dahulu melalui Pengadilan.   "  Perppu belum menjadi solusi terhadap ormas yang dianggap pemerintah saat ini bemasalah.   Mereka (pemerintah) pembina, masak pembubar ? Kalau ormas dianggap menyimpang   keluar rel , tugas pemerintah melakukan pembinaan  ", Kritik Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Kamis (13/7/2017).

"  Saya sampaikan, tidak. Tidak boleh kita biarkan, mereka yang terang terangan ingin mengganti Pancasila, ingin merongrong NKRI, meruntuhkan demokrasi negara ini. Tidak  ", Ujar SiDin  Jokowi saat memberi sambutan pada peresmian Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7).   Sikap politik Jokowi yang melakukan perlawanan terhadap organisasi anti Pancasila yang oleh New York Times sebagai Islami Radikal menjadi berita menarik dunia tentunya khususnya Amerika Serikat yang juga sedang melakukan perlawanan terhadap tindakan radikal.

byKariTaLa LA/23Juli2017


Pohon Kamboja tumbuh indah berbaris,
Jokowi membuat Perppu 2/17 anti organisasi non-Pancasilais

Sabtu, 12 Agustus 2017

PEREDARAN SATU TON SABU DARI CHINA BERHASIL DIGAGALKAN PIHAK KEPOLISIAN

NusanTaRa.Com
byFarhaMTukirmaN, 08/8/2017



Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengaku kasus penyelundupan sabu sebanyak 1 ton dari China merupakan tangkapan terbesar selama dia menjabat sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya,   "  Tangkapan terbesar, Alhamdulillah  ",  Ujar SiDin Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7/2017).  Penyelundupan sabu sebanyak 1 ton dari China digagalkan oleh Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok dini hari tadi  di dermaga eks Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis dinihari.

Pengungkapan kasus ini bermula saat polisi mendapat informasi dari kepolisian Taiwan bahwa akan ada sabu dengan jumlah besar dari China yang akan masuk ke Indonesia.  Sabu tersebut masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur laut dengan menggunakan kapal besar kemudian dillanjutkan dengan kapal kecil saat pendaratan agar tidak mudah terlacak,   Baru kemudian dari Anyer dibawa ke Jakarta menggunakan jalur darat.   "  Ini kan hampir 51 kilo kali 20 kiloan hampir 1 ton lebih dengan dikemas yang luar biasa, itu dicemplungkan ke laut dulu, disimpan dulu, dibuang dulu, turun dulu menunggu situasi aman baru ditarik  ", Ujar SiDin Iriawan.

Dalam kasus ini polisi menangkap empat orang warga negara Taiwan, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li mereka semua termasuk dalam satu jaringan pengedar Narkoba Internasional,   adapun Lin Ming Hui tewas saat akan ditangkap karna akan melakukan perlawanan dan tertembak , sedangkan Hsu Yung Li lolos dari penyergapan dan kini berstatus buron.

 Dari hasil pemeriksaan para tersangka, diketahui bahwa sabu tersebut akan diedarkan ke seluruh wilayah di Pulau Jawa,   "  Diedarkan di Jawa, terutama kawasan Jabodetabek  ",  Ujar SiDin Faizal Ramadhani Wakapolres Kota Depok.    Pihak kepolisian memperkirakan, sabu sebanyak 1 ton dari China yang diamankan dari Anyer itu setara dengan sekitar Rp 1,5 - Rp 2 triliun,    Selain itu penggagalan penyelundupan ini sama dengan telah menyelamatkan 2 juta manusia, terutama generasi muda Indonesia khususnya di P Jawa.

Pria yang juga mantan Kapolda Jawa Barat ini mengakui, wilayah laut mejadi potensi dan titik kelemahan penyelundupan narkoba di Indonesia,  lokasinya penyelundupan kerap berpindah-pindah lokasi  yaitu Marunda, Dadak, Tanjung Genteng, Pantai Mutiara, sekarang ada di Anyer sehingga sulit dalam penangkapan.   “  Mungkin nanti pindah lagi ke tempat lain. Langkah polisi, kami patroli pol air dengan angkatan lain juga dengan teritorial lainnya. Jadi memang sedemikian panjang garis pantai kami  ”, Ujar SiDin Iriawan lagi, serta akan tetap pokus dalam menggagalkan penyelundupan dengan memperketat penjagaan di sejumlah titik pelabuhan yang dicurigai menjadi pintu keluar masuk sabu atau narkotika jenis lainnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kinerja Polri, Bea Cukai, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang membongkar penyelundupan sabu satu ton di kawasan Anyer, Banten pada 13 Juli 2017,  menurutnya tak mudah menangkap kapal bernama Wanderlust itu yang juga saat itu di incer empat negara lain.  "  Kapal Wanderlust telah menjadi target operasi di empat negara selama dua bulan  ",  Ujar SiGaluh Sri Mulyani di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Melalui radar dari dua kapal milik Bea Cukai BC 7005 dan BC 8006, diketahui bahwa kapal  Wanderlust yang dicurigai tersebut dalam pelayarannya di perairan Indonesia mula ditemukan  bergerak dari perairan Bangka Belitung menuju perairan Tanjung Rakit, Kepulauan Riau.   Setelah penemuan kapal tersebut pihak penyidik Bea Cukai langsung melakukan pengecekan dan mengamankan kapal tersebut ke KPU Bea dan Cukai Batam, yang kemudian diketahui sebagai pembawa satu ton sabu.



Beli tuak minum bersama-sama,
Sabu - sabu merusak kehidupan generasi muda.

Jumat, 11 Agustus 2017

NAJWA SHIHAB PEMANDU “ MATA NAJWA “ MENGUNDURKAN DIRI DARI METRO TV.

NusanTaRa.Com              

Najwa Shihab Pemandu acara  “ Mata Najwa “ sebagai satu acara yang eksklusip di Metro TV dan Reporter Metro  TV yang sangat popular  secara mengejutkan menyatakan pengunduran dirinya dari Media Metro TV tersebut secara langsung, melalui akun Instagram pribadinya @najwashihab, selasa 8 Agustus 2017.  Pernyataan sikap ini tentunya menjadi pertanyaan bagi banyak kalangan mengingat karier beliau yang semakin membaik dan program acara yang dipandunya masih menjadi satu acara yang banyak diminati para pemirsa TV.

Berita ini sangat mengejutkan bagi pemirsa TV Tanah air mengingat acara yang dipandunya “ Mata Najwa “  sangat eksklusip dengan penyajian materi yang sangat popular, pembahasan yang terbuka,  menghadirkan para pembahas yang sangat relepan dan menghadirkan orang ternama dan kupasan-kupasannya yang berani dan real.    Adalah puteri kedua Quraisy Shihab mantan Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII,  siapa lagi kalau bukan Najwa Shihab, yang  sangat popular di semua lapisan masyarakat sebab kiprahnya sebagai wartawan atau reporter populer Metro TV yang kemudian menjadi presenter  acara Metro TV.
Pengunduran diri Najwa Shihab tersebut dari Media Metro TV benar-benar sangat mengejutkan bagi kalangan media Televisi  termasuk Pimpinan Metro TV, Bak istilah engga ada air, ngga ada hujan tapi tiba-tiba becek.   Semula ada selentingan anggapan yang mengatakan bahwa beliau kecewa karena tidak diposisikan disalah satu Jabatan di Media Metro TV  dan mungkin ia akan mencari suasana baru di media TV lain tapi hal tersebut juga terbantahkan.    Dia masih sangat mencintai dunia jurnaslis yang telah memberikannya  satu kehidupan meski keputusan selanjutnya masih belum jelas,  “   Najwa keluar lantaran ingin mewujudkan visi pribadinya  “, Ujar SiDin Suryopratomo.

Bersama Metro TV Najwa atau yang akrabnya disapa Nana mendapatkan  pengakuan terhadap profesionalisme yang tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga manca negara. Najwa beberapa kali masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards, bahkan Istri dari Ibrahim Assegaf ini juga masuk nominasi (5 besar) ajang yang lebih bergengsi di tingkat Asia, yaitu Asian Television Awards untuk kategori Talkshow presenter. Dikalangan awak Metro TV dikesehariannya ia sering disapa sebagai orang nomor satu.

" Eksklusif Bersama Novel Baswedan " menjadi episode live terakhir Nana bersama acara yang telah dipandunya selama 7 tahun “ Mata Najwa “ sejak penayangan episodenya perdanya  “ Dunia yang Hilang “.  Mata Najwa sebagai satu acara Metro TV yang eksklusip selama ini telah  mengudara sebanyak 511 episode sejak penayangan pedananya 25 November 2009 hingga wawancara eksklusif dengan Novel Baswedan pada 26 Juli 2017.  Salah satu prestasi yang cukup mengagumkan dari Najwa Shihab ketika ia terpilih sebagai pemandu acara  debat kandidat Gubernur DKI Jakarta 2007  menyisihkan sejumlah pembawa acara yang diseleksi KPUD DKI Jakarta,  beliau sangat sukses dalam memandu debat yang mempertemukan Fauzi Bowo-Priyanto dan Adang Daradjatun-Dani Anwar disiarkan secara langsung oleh Metro TV dan Jak TV.

Selama tiga pekan ke depan, Mata Najwa hanya akan menghadirkan kolase berbagai episode lama yang di  anggap penting dan berharga untuk meengisi acara yang kosong tersebut.  Pada penghujung Agustus, Mata Najwa akan tiba pada episode final,  “ Catatan Tanpa Titik ”.   Bulan Agustus bukan hanya menjadi yang terakhir bagi Mata Najwa saja tapi juga sebagai reporter Metro TV yang ia telah mulai sejak Agustus 2000,  perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama.    “  Keberadaan Najwa sangat memberikan warna tersendiri bagi dunia perteleviisian tanah air,  sebagai jurnalis TV yang professional tentu akan tetap mempertahankannya  “, Ujar SiDin LaiGo Pengamat Legendaris Media.

Dalam satu tulisannya ia sempat mengatakan ; “ Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur.    Rangkaian perjalanan saya sebagai reporter sebuah TV berita pertama di tanah air terekam dalam,  akan membuat kehidupan jauh lebih kaya serta menjadi bekal berharga untuk terus berkarya sebagai jurnalis.  Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV “.

" Kami sangat berterima kasih kepada Najwa Shihab atas kontribusi yang telah diberikan selama 17 tahun berkarya di Metro TV.  Kami akan merasa kehilangan Najwa Shihab sebagai jurnalis dan tuan rumah Mata Najwa  ", Ujar SiDin  Suryopratomo President Director Metro TV di social media, Selasa (8/8/2017) malam.    Masyarakat Televisi Indonesia sangat berharap kontribusinya yang lebih besar dalam d media Informasi terlepas apapun dan dimanapun kiprahnya nanti, karena pengalamannya selama ini sangat dibutuhkan.  
byMcDonalDBiunG, 11/8/2017
Mengupas masalah sampai Jelas,
Najwa Shihab presenter " Mata Najwa " yang berkelas.


Rabu, 09 Agustus 2017

SEBUAH UTOPIA WARGA MALUKU BELANDA KE REALITA EROPAH YANG INDAH

NusanTaRa.Com

Warga Maluku Belanda di Amsterdam

Warga Maluku di Belanda mencakup semua etnik yang berasal dari kepulauan Maluku dan sekarang telah mmenjadi warganegara Belanda, Sebagian besar warga Maluku tersebut tiba di negeri Belanda tahun 1951 pasca meletusnya pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS),  kemudian beranak cucu hingga sekarang sudah turunan ke tiga dan ke empat meski banyak juga dikalangan mereka sekarang yang tiba setelah tragedi tersebut.   Mereka yang Migrasi dahulu karena keterlibatan sebagai pengabdi pada kerajaan Belanda dengan menjadi tentara KNIL Belanda dan kemudian banyak diantaranya menjadi pendukung  pergolakan RMS, setelah RMS dinyatakan sebagai gerakan pemberontakan oleh RIS dan harus dihapuskan,  banyak diantara mereka kemudian migrasi ke Belanda demi keamanan.  

Ketika Belanda tidak mengakui pernyataan Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945  berakibat perselisihan pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA), Memuncak dengan  dua “ Aksi Polisional “ yang lebih popular dengan sebutan “ Agresi Militer “.  Perseteruan ini berdampak banyak warga Maluku terlibat pertempuran sebagai tentara NICA juga harus angkat kaki dari Indonesia setelah pengakuan Belanda pada 27 Desember 1949.,  namun banyak orang Maluku pro-Belanda  enggan meninggalkan tanah leluhurnya  seperti Chris Soumokil, Jaksa Agung Negara Indonesia Timur (NIT) yang  kemudian  mendirikan  Republik Maluku Selatan (RMS) pada 25 April 1950 atas ketidak setujuanya NIT (Negara Indonesia Timur/termasuk Maluku) masuk ke dalam Republik Indonesia  pertengahan April.

Kebijakan Indonesia yang menghapuskan RMS membuat banyak orang Maluku pro-Belanda dan RMS mengajukan permohonan mengungsi sementara ke Belanda karena merasa terancam keselamatannya. Kerajaan Belanda menyanggupi permohonan tersebut dengan mengirim  13 armada kapal laut yang kemudian mendarat di Rotterdam dengan mengangkut 12.500 orang   anggota KNIL  membawa Istri dan satu anak saja. Seiring perjalanan waktu hingga pertengahan 50 an keinginan Warga Maluku untuk kembali kekampung semakin pupus seiring perjuangan RMS yang berhasil diredam Pemerintahan RI dan semakin melunakknya kebijakan Belanda atas Migran Maluku untuk dapat menetap di sana.
Keseluruhan  imigran Maluku eks KNIL meski tidak semuanya sekitar 80 % sebagian darinya  Minahasa, Madura, Batak, Sulawesi Selatan, dll akhirnya menetap di Belanda sebagian besar di Kota Huizen.   Semakin hari impian untuk kembali ke Maluku hidup bersama family semakin hilang karena RMS tak kunjung berhasil dan kebijakan Kerajaan Belanda yang semakin melunak terhadap mereka dengan memberikan fasilitas social, menetap, pekerjaan dan warga Negara yang sama dengan warga migran lain seperti Maroko, Libya dan lainnya membuat semakin merasa betah.  

Ke frustasian warga Maluku di Belanda terjadi  terutama dilevel  di generasi kedua yang masih sempat mendengar cerita dan harapan tentang Maluku negeri leluhur dari orang  tuanya, gambaran tersebut semakin buram tak kunjung tiba bahkan Belanda sendiri  tidak berusaha untuk mewujutkan kemerdekaan bagi negeri leluhurnya sebagai balas jasa pengabdian orang tuanya.   Sebagian dari mereka bahkan menyalakan sikap orang tua mereka dalam pengabdian tersebut dan sikap pasif dalam mewujutkannya dan Kerajaan Belanda yang ingkar janji sehingga terdorong untuk buat mereka memperjuangkannya,  di tahun 70 an Utopia yang ada dibenak mulai mereka perjuangkan dengan berbagai tindak kekerasan seperti tahun 1970 penyerangan aktivis Maluku terhadap Wisma Duta Besar RI di Wassenaar, Pembajakan dan penyanderaan Kantor Konsulat RI di Amsterdam tahun 1975,   pembajakan kereta di De Punt  tahun 1977  enam dari sembilan pembajak Maluku ditembak mati oleh aparat Belanda,   Penyerangan kantor Gubernur di Assen tahun 1978 dan lainnya.

Helena Mparityenan (80) generasi pertama Maluku yang datang ke Belanda tahun 1951 yang  merasakan penderitaan dalam perjalanan dengan kapal dari Surabaya menuju Belanda dan hidup bertahun-tahun di dalam barak tampungan sementara.  Kehidupan yang pahit selama pengungsian mulai dari pemberangkatan dengan kapal, ditampung di barak-barak yang serba terbatas, Suhu dingin yang tinggi membuat beberapa diantaranya harus menghembuskan napas terakhirnya.  Barak – barak yang disediakan untuk sementara seperti di Van Het Rijk, Provinsi Noord Brabant sangat menyedihkan,   “  Waktu baru datang kami sangat menderita  “, Ujar SiGaluh Helena Mparityenan sambil memperlihatkan foto-foto tahun 1958 an.

Masyarakat Maluku Belanda  saat ini generasi ketiga dan keempat  mereka telah mengalami transformasi besar baik dari sisi gaya hidup dan fisik seperti  kulit dan rambut  yang tidak sehitam dan sekeriting  orang tua mereka  dulu.   Perkawinan silang juga telah dilakukan oleh orang-orang Maluku dengan orang-orang Swedia, Cheko, Rumania dan Belanda sendiri. Sehingga mengalami Bartels sebaai “ Etiolasi “  “  pemucatan kulit dan lebih tinggi  ” akibat beranak-pinak secara campur dengan ras lainnya.  Generasi  Warga Maluku sekarang juga tidak dibesarkan oleh orang tua seperti dulu sehingga mereka dapat lebih menyesuaikan dengan kehidupan negeri Belanda yang telah mengangkat status mereka sebagai Warga Imigran yang dapat mencari kerja, memiliki statuts warga Negara Belanda, menjadi pegawai pemerintahan serta mereka sudah dapat mensejajarkan diri  dengan waga Jerman, Italia Swedia, Belgia dll.
byMuhammaDBakkaranG.

Nyong Ambon main cukulele,
Jauh tinggal di Belanda Gadis Ambon so Manise.  

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...