Senin, 10 April 2017

PESONA NATURAL DANAU JEMPANG BELUM TERJAMAH PEMBANGUNAN

Nusantara.Com


Menikmati panorama perairan dengan berbagai  kondisi alamnya yang eksotik ditengah daratan yang luas,  tentunya dapat anda nikmati di Danau Jempang sebuah danau yang berada disisi hulu Sungai Mahakam Kecamatan Jempang Kab.  Kutai Barat Kalimantan Timur.   Danau yang dikelilingi beberapa kampung tradisionil etnis dayak yang masih menghiasi hidupnya dengan kebudayaan tradisi akan menjadi satu pesona tambahan yang menyenangkan buat Traveler  yang berkunjung, disamping menikmati berbagai  keindahan yang masih Natural  Danau Jempang dan hampir belum tersentuh pembangunan,   berada sekitar 370 km dari muara sungai Mahakam atau Samarinda.

Danau Jempang yang oleh warga disana disebut "  KENOHAN  " masih bagian dari Sungai Mahakam  menyajikan banyak pesona alam  yang dapat dinikmati bagi mereka yang datang kesana,  pemandangan alam dengan luas perairan mencapai 15.000 ha dilatari nun di sana berdiri Gunung Meratus,  Kampung-kampung kecil yang berdiri  disisi Danau dengan keragaman budayanya khususnya suku Dayak  Benuaq, Dayak Tunjung, Melayu Kutai, Dayak Bahau dll,  Kegiatan Para Nelayan Danau yang menetap di atas rumah terapung serta Keramba Apungnya yang khas cukup menarik untuk melepas kejenuhan hidup,   Hilir mudik berbagai perahu nelayan antara Desa dengan perahunya yang khas terlebih disore hari mungkin bisa dibilang cukup romantic,  atau menyaksikan si Ujang anak Dayak benuak sedang sibuk menarik kailnya atau jalanya ditengah danau yang tenang.

Sarana transportasi antara Kampung Kecil di pesisir danau Jempang menggunakan perahu Ketinting (seingatku model ketinting ini mirip dengan perahu yang digunakan para nelayan di Sungai-sungai Thailand),  Perahu bermesin dan kapal motor yang biasanya digunakan antara Desa atau pemukiman diluar danau.  Antara beberapa Kampung juga masih dapat diubungkan dengan jalan darat,  sehingga jika anda berada di Kampung Issuy jangan lupa menikmati pesona  “ Jembatan Cinta “  terbuat dari Kayu Ulin dan berpagar sepanjang  1 km, katanya bagi pasangan yang sempat kesini akan Langgeng.  Untuk menuju ke Samarinda harus menggunakan Mobil rental sejauh 320 km Rp 2.000.000 atau menggunakan kapal selama sehari melalui Sungai Mahakam Rp 200.000/org, tapi untuk ini harus ke Melak dahulu.

Ketika saya berada di Kampung Issuy  Sabtu, 25 Februari 2017 disatu sudut Danau Jempang (Kenohan).    Pagi itu,  melalui Jembatannya saya mencarter perahu seharian dengan maksud mengitari Danau semampu yang bisa mengingat wilayahnya yang cukup luas,  perahu sepanjang 3,5 meter dengan mesinnya menurut saya cukup unik mirip perahu di sungai-sungai Thailand.   Setelah berjalan keluar selama 15 menit kamipun telah keluar dari tanjung dan berhadapan denga Kampung Pulau  Lanting  Dengan beberapa rumah nelayan di sisi pulau,  berjalan keluar lagi karena yang kami lalui masih seperti selat yang sempit,  terpampang perairan Danau Jempang yang lebih luas dan mengagumkan meski perairannya rada tenang dengan beberapa perahu yang mengapung di atasnya baik transportasi maupun para nelayan.   Dari sini terlihat beberapa Kampung Dayak yang kecil seperti Kampung Jones, Kampung Issuy, Kampung Ohong, Kampung Jempang, Kampung Atuhai dan Kampung Pulau Lanting yang kehidupannya banyak tergantung pada Nelayan, Pertanian dan transportasi.
Penduduk kampung dipesisir Kenohan  sekitar 2.500 jiwa sebagian besar  tergantung pada hasil pertanian dan perairan Danau baik nelayan tangkap ataupun budidaya ikan.   Secara alami Danau Jempang sangat kaya akan Sumberdaya ikannya seperti Ikan Nila, Patin, Haruan, Lele,  Salap, Belut, Lais, Mujair,  Mas  dsbgnya, menurut Yabeth penduduk Kampung Jones bahwa sesekali ikan Pesut atau lumba-lumba Mahakam  ditemukan berenang dipermukaan danau ini.    Jika kita berada di Kampung Issuy, Jones dan Lanting kita akan menemukan “ RUMAH APUNG “ yaitu rumah yang dibuat diatas batang terapung atau Rakit diatas air danau serta disamping pondok tersebut terdapat 2 – 4 keramba ikan yang terbuat dari kayu Ulin seukuran 3 x 2 meter tempat budidaya ikan.    Sangat menyenangkan berjalan sambil melompat-lompat diantara  Rumah Apung yang bisa berbanjar sampai 6 buah serta memperhatikan keramba mereka atau ikan yang ada dibawah rumah atau melihat  proses pengeringan ikan yang dibuat ikan Asin, sambil membeli untuk dijadikan oleh-oleh (Rp 20.000/kb).

Kegiatan yang cukup menarik di Danau Jempang/Kenohan tentulah menikmati kesegaran air danau dengan bercebur, tapi sebaiknya anda mencarter perahu bermesin tadi sebesar Rp 300.000  agar dapat lebih ditengah,  disamping itu buat para Pemancing Maniaker dapat meluahkan hobynya dengan lebih eksaitik karena  kondisi ikan dan perairannya yang khusus,  sembari menikmati geliat kampung dayak disisi danau.   Perahu tadipun dapat anda gunankan mengunjungi kampung-kampung Dayak tersebut untuk mengenal lebih dekat kebudayaan dan keramahan warga Benuaq dan Tunjang yang cukup melegenda akan keramahannya sehingga kata si Anton warga Issuy jika ada warga yang menawarkan sesuatu itu jangan ditolak.   Kalau ada perayaan adat tentunya upacara akan lebih meriah lagi.   Atau anda dapat mengunjungi Rumah adat menyaksikan  Karya Seni ukir, Ulop  doyo, manik-manik yang biasanya antara etnis mempunyai perbedaan tersendiri  dan membelinya sebagai oleh-oleh.   Ketika itu saya sempat membeli sebuah hasil kerajinaan Tas panggul dari ayaman Rotan bahasa dayaknya "  ANJAT  " seharga Rp 500.000 sebuah.
Di beberapa sisi Danau Kenohan ditumbuhi Gulma Air yang cukup lebat hingga sejauh 100 meter dari tepi danau  membuat  airnya  warna Coklat dan proses sedimentasi cukup tinggi terutama di daerah yang aliran airnya lemah,  pada musim hujan danau berkedalaman hingga 8-10 meter tapi musim kemarau ada yang hanya berkedalaman  2 meter atau menampakkan pasir di pinggir Danau.    Menurut Direktorat Danau dan Sungai bahwa Danau Jempang termasuk salah satu Danau yang terancam kalau saja tidak ada tindakan Conservasi Danau yang lebih baik untuk mencegah pendangkalan dan pembersihan beberapa kawasan Gulma Air.   Di Kampung Jones dan  Kampung Pulau Lantin pada musim kemarau  akan terjadi penurunan air hingga di temukan lahan sedimen sejauh 100 m.   Ketika disana saya melihat lahan ini digunakan penduduk untuk bertanam padi bahkan ada yang menanamnya hingga seluas  1.5 ha,  jenis padi yang di tanam padi Hibrida dengan hasil sekali panen untuk 1 ha mencapai 450 kg gabah.  Di beberapa titik tempat ini dijadikan tempat perkemahan oleh para pengunjung sehingga begitu pagi mereka dapat langsung nyebur ke Danau.

Danau Jepang Menurut Legenda Masyarakat Dayak Benuaq dan Tunjung, bahwa danau ini terbentuk sebagai  penggabungan beberapa gunung yang dulu  bertaburan disitu seperti Gunung Jempang, Gunung Nungan, Gunung Konyut, Gunung Pamungkas  dan Gunung Meratus.  Suatu ketika Ayus Datang atas perintah Lintang Olo untuk menggabungkan semua gunung tersebut  agar  banyak warga yang datang karena kalau bergunung sulit orang datang,  setelah disepakati Ayus pun berkata bahawa dalam 8 hari  semua gunung tersebut akan melebur menjadi air yang besar.  Namun saat mereka melebur jadi air Gunung Meratus dan Gunung Konyut  tidak melebur membuat Danau Jempang Marah dan bersumpah bahwa  nanti bila ada penduduk bumi melintasi Danau Jempang menyebut Gunung Meratus akan datang angin  badai besar di atas Danau tersebut.
byKariTaLa LA
Putri Dayak merajut tenunan,
Danau Jempang satu pesona yang belum Bangun.

Sabtu, 08 April 2017

TOP CSR 2017, MEMPOSISIKAN CSR DALAM STRATEGI BISNIS KEDEPAN

NusanTaRa.Com



Berasaskan untuk  mendorong  pertumbuhan Perusahaan yang sehat di tanah air dan turut peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,  maka pada 5 April 2017 di Jakarta diselenggarakan “  TOP CSR  2017 yang diselenggarakan Majalah BusinessNews Indonesia  bekerja sama dengan sejumlah lembaga kredibel.   Dengan Thema “  Aligning CSR to Business strategy  “  sebanyak 117 perusahaan terkemuka tanah air menghadiri  acara ini, untuk menerima penghargaan  dari berbagai kategori.

Acara yang berlangsung sangat meriah dan sukses  dihadiri sekitar 500 audience dari kalangan Direksi, Komisaris dan staf CSR.   Perusahaan yang menerima pada acara penghargaan tersebut tercatat antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI);  Pertamina;  Astra International;  Unilever Indonesia;  Holcim Indonesia;  Kalbe Farma,  MNC Group;  Pan Brothers,  Japfa Comfeed Indonesia,  FIFGroup,  Indosat,  Sinarmas Land,  United Tractors,  Sepatu Bata,  Bank CIMB Niaga;  Gajah Tunggal;  Indocement;  HM Sampoerna,  Bank Danamon,  Levis, dan perusahaan besar lainnya.

PT.  Sucofindo (Persero) perusahaan yang bergerak dibidang pemasaran Agribisnis dalam ajang “  TOP CSR (Corporate Social Responsibility)  meraih dua penghargaan, yaitu kategori Top CSR 2017 on Business Service Sector  dan Top Leader on CSR Commitment untuk Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin.    PT Semen Tonasa berhasil meraih  kategori Top CSR 2017 on SDGs : Environment Impact Reduction dan Ir. Andi Unggul Attas, MBA sebagai Top Leader on CSR Commitment, keberhasilan ini tentunya kedepan diharapkan dapat lebih meningkatkan perusahaan dan kepedulian terhadap Lingkungan suistenable dan Masyarakat lebih sejahtera, setidaknya demikian sari ungkapan bupati Pangkep H Syamsuddin A Hamid SE.   PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) berhasil mendapatkan dua penghargaan sebagai TOP CSR 2017 on Agribisnis Sektor untuk program kegiatan investasi sosial perusahaan dan TOP Leader on CSR Commitment untuk CEO JAPFA, Handojo Santosa.

TOP CSR adalah kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan (award) tertinggi kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang dinilai telah menjalankan program CSR/PKBL/Community Development terbaik.   Sementara CSR Sendiri merupakan suatu aktipitas perusahaan terhadap Kepedulian  Lingkungan  dan Masyarakat  sekitar untuk dapat meningkatkan Lingkungan Lestari dan Masyarakat Sejahtera yang di danai perusahan dari 5 % Laba bersih pertahun sesuai Undang-undang.   Penilaian CSR didasarkan pada kesuksesan dan  keterkaitan CSR terhadap 3 hal yakni: 1.  ISO 26000, 2.   Strategi Bisnis, dan 3.   Praktek GCG.
Bachder Djohan Pudding Directur Utama  Sucofindo
"  Program CSR yang efektif-berkualitas, sudah seharusnya merupakan pendekatan strategis dan inovatif untuk memerkuat daya saing dan kinerja perusahaan. Juga, merupakan upaya kolektif perusahaan untuk memerbaiki kondisi lingkungan bisnis dan sosial-ekonomi, yang memungkinkan semua pihak berkembang optimal  ",  Ujar SiDin M Lutfi Handayani Ketua Penyelenggara TOP CSR 2017.  TOP CSR sangat berbeda dengan penghargaan sejenis yang dislenggarakan sebelumnya ;  -Fakus penilaian dan pemenuhan ISO 26000 –Penilaian khusus keterkaitan CSR Perusahaan dengan Nawacita  -Pengutamaan penilaian GCG (Good Coorporate Governance/Tata Kelola Perusahaan) dan –Penilaian melibatkan Asosiasi Bisnis dan Konsultan, tambah beliau. 

Dalam TOP CSR Award 2017, Hary Tanoesoedibjo Chairman & CEO MNC Group mendapat penghargaan  TOP Leader on CSR Commitment dan  MNC Group meraih TOP CSR 2017 on SDGs: Community Services for Education & Health.   Fokus kegiatan CSR MNC Group,  Renovasi jembatan masyarakat pedesaan penghubung antar desa,  sehingga membuka akses pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan akses sosial lainnya,   yang  terkait erat dengan SDGs No 1 (Pengentasan kemiskinan), No 3 (Kesehatan), dan No 4 (Pendidikan).   Rehabilitasi sekolah untuk mendukung terciptanya lingkungan Pendidikan yang lebih nyaman  memacu motivasi belajar para guru dan siswa.  Dan Layanan kesehatan masyarakat kelas bawah  sesuai dengan SDGs No 3  sehingga  kualitas hidup masyarakat akan meningkat. 

Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Puddin  mengatakan,   “  Sucofindo melaksanakan program CSR,   Pelatihan kepada para IKM/UKM untuk mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib produk pakaian bayi dan mainan anak di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur serta sertifikat Good Manufacturing Process  “.   Program penghijauan  mengurangi erosi melalui pemberian bantuan dan penanaman bibit pohon di Kab.  Kuningan dan Cikelet, Garut, Jawa Barat,  Program kebersihan lingkungan dengan membangun prasarana air bersih dan MCK di  Jeneponto, Deli Serdang, Sumatera Utara, Tuban, Jawa Timur; Pontianak, KalBar; dan Ende, NTT,  ”  Kami juga memberikan santunan kepada anak yatim  ” dan beberapa kegiatan lainnya, Tambah Bachder,  NusanTaRa.Com.

Integrasi antara kegiatan CSR dengan strategi bisnis perusahaan menjadi aspek mendasar dalam melaksanakan sustainable business practices,  karena  perusahaan  tidak hanya berorientasi mencari profit semata tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan dampak positif kepada masyarat di sekitar lokasi perusahaan.   “ Membangun Bisnis yang berkesinambungan merupakan komitmen mendasar JAPFA,  Komitmen tersebut mendorong JAPFA untuk menyeimbangkan pencapaian profit dengan upaya mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat  ”,  Ujar SiDin Rachmat Indrajaya  Corporate Affair Director JAPFA.

Kegiatan TOP CSR ini tergolong Award CSR paling kredibel di Indonesia. Selain mendapatkan Nilai Tambah dalam presentasi dan Wawancara Penjurian, setiap peserta juga mendapatkan Feedback tertulis untuk pengembangan CSR perusahaan di masa mendatang sehingga tak heran jika kegiatan TOP CSR ini diikuti oleh banyak perusahaan.    “  Kegiatan TOP CSR ini dapat disinergikan dengan program pemerintah, khususnya program pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan,  untuk lebih mendukung pembangunan bidang social, Ekonomi dan Lingkungan Hidup  “,  Ujar SiGaluh  Khofifah Indar Parawangsa Menteri Sosial RI.
byBakkaranGNunukaN

Kita Bisa karena orang disekitar kita,
CSR Program integratip Bisnis dan Lingkungan dunia usaha.

Senin, 03 April 2017

IORA 2017 JAKARTA, MENGHASILKAN JAKARTA CONCORD DAN PENGUATAN INDONESIA POROS MARITIM, SUKSES JOKOWI

NusanTaRa.Com


Disepakatinya Jakarta Concord yang berisi 19 point kesepahaman  dalam  Konferensi Tingkat Tinggi I  IORA, Selasa  07  Maret 2017 di Jakarta oleh ke 21 kepala Negara peserta,  menjadi satu indikator kuat setiap Negara IORA untuk sungguh-sungguh  ingin mengelola kawasan Asosiasi Kerja Sama Lingkar Samudera Hindia (IORA)  sebagai satu wilayah yang stabil, damai,  dan aman.  Kondisi tersebut sangat penting  sebagai satu persyaratan utama dalam menjalankan pembangunan dan mngembangkan kerjasama  meliputi sector Ekonomi, Kebudayaan, Sosial dan Politik antar Negara anggota. 

Jakarta Concord juga meneguhkan komitmen IORA untuk bekerjasama di enam sector handal Pertama  Memajukan keamanan dan Keselamatan Maritim,  Kedua  Memajukan kerjasama perdagangan dan Investasi, Ketiga Memajukan Pengembangan Perikanan yang berkesinambungan dan bertanggungjawab,  Keempat Memperkuat Pengelolaan Risiko Bencana,  Kelima Memperkuat kerjasama Akademis dan Ilmu Pengetahuan, Keenam Memajukan kerjasama Pariwisata dan Kebudayaan.    "  Ini merupakan satu rangkaian leadership yang ingin dimainkan Indonesia dan akan ditunjukkan pada KTT ini  ",  Ujar SiGaluh Retno Marsudi, Kamis (2/3/2017).     Keputusan ini juga menegaskan komitmen ke 21 negara anggota untuk mematuhi Konvensi PBB tentang Hukum LAUT (UNCLOS) tahun 1982, penghormatan pada setiap integritas nasional setiap Negara dan kesetaraan serta satu penegasan deklarasi tentang Samudera Hindia  sebagai Zona Damai.   

Deklarasi Pencegahan Terorisme dan Kejahatan Ekstrim menjadi satu produk KTT IORA 2017 menjadi satu barometer bagi kesuksesan Indonesia menjadi penyelenggara IORA 2017 dan kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua IORA periode 2015-2017.  Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull memuji keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah pertama Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA).    "  Deklarasi melawan terorisme sangat penting.  Kami mengutuk aksi teroris dan menyadari adanya ancaman ekstremis terhadap kawasan (negara anggota IORA) dan dunia  ", Ujar SiDin  Malcolm  Turnbull  Perdana Menteri Australia yang hadir di KTT, Selasa, 7 Maret 2017.  


Deklarasi melawan Terorisme serta kekerasan ekstrim yang dihasilkan KTT ini bahwa setiap anggpta IORA bersepakat melawan setiap jenis terorisme dan kekerasan ekstrim.  Kerjasam untuk melawan ancaman Terorisme dan Kekerasan ekstrim  antara lain diperkuat melaalui dialog dan berbagai informasi, keahlian, pengalaman  dan pemantauan pembiayaan terorisme,  perlawanan ini juga dilakukan melalui pesan-pesan yang mengutamakan penghargaan toleransi, inklusivitas, keberagaman dan kohesi social serta promosi melalui pendidikan, penguatan masyarakat dann pemberdayaan wanita.  

Acara yang digelar 5-7 Maret 2017  bertepatan dengan ulang tahun ke 20 sejak berdirinya tahun 1997, dihadiri seluruh anggota IORA yang berjumlah 21 negara sedang kepla Negara yang hadir diantaranya  Jokowi (Presiden Indonesia), Malcolm Turnbull (Perdana Menteri Australia),  Jacob Zuma (Presiden Afrika Selatan), Filipe Nyusi (Presiden Mozambik),  Maithripala Sirisena (Presiden SriLangka),  Dato Nazib Rajak (Perdana Menteri Malaysia), Mohammad Hamid Ansari (Wakil Presiden India) dan Teo Chee Hean (Wakil Perdana Menteri Singapora).      IORA merupakan forum kerja sama antarnegara terbesar di Samudra Hindia yang berdiri 7 maret tahun 1997 di Mauritus sekaligus menjadi kantor pusat dan tetap  beranggotakan 21 negara,   Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Adapun tujuh negara mitra dialognya adalah Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Tiongkok, dan Prancis. 

KTT IORA yang berlangsung tanggal 5-7 Maret 2017 di Jakarta dengan tema “  Strengthening Maritime Cooperation for a Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean  ”.   Menurut Retno L Marsudi Menteri Luar Negeri Indonesia dalam KTT ini akan dibahas tiga dokumen penting yaitu IORA Concord, Plan of Action IORA Concord, dan kerjasama Counter Terrorism dan Extremism.  Disamping hal tersebut KTT ini juga berhasil mengangkat tiga isu penting lainnya  Blue Economy (Ekonomi lIngkungan Laut), Pemberdayaan Perempuan dan Promosi Demokrasi atau Kepemimpinan. 

Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) merupakan kegiatan organisasi internasional yang menghimpun negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dengan  maksud untuk mempererat kerja sama di antara 21 negara anggotanya.   Dengan thema Strengthening Maritime Cooperation in a Peaceful and Stable Indian Ocean   Hal Sejalan dengan gagasan strategis pemerintahan Jokowi – JK untuk menguatkan Indonesia sebagai poros maritim mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan.   “   mencatat bahwa setengah dari perjalanan kontainer adalah lewat Samudra Hindia. Yang kedua, dua pertiga pengapalan tanker energi itu lewat Samudra Hindia. Yang ketiga, 2,7 miliar orang itu tinggal di kawasan IORA. Oleh sebab itu, Samudra Hindia adalah samudra masa depan. Masa depan ekonomi dunia ada di kawasan ini  ”, Ujar SiDin  Jokowi.  
byLasikUAgaY
Poros Maritim di Samudera Hindia,
IORA 2017, Jakarta Concord warga maritim sejahtera.

Sabtu, 01 April 2017

KASAD JENDERAL MULYONO MERESMIKAN DUA KODAM DI INDONESIA TIMUR.

NusanTaRa.Com


Kepala Staff  Angkatan Darat  TNI (Kasad)  Jenderal Mulyono yang dilantik  pada  15 Juli 2015 oleh Presiden  Joko Widodo di Istana Negara di damping Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti,  di ikuti pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 54 TNI tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat dan Sumpah Jabatan.   Kasad yang baru menjabat selama dua tahun ini baru saja meresmikan dua  Kodam  untuk lebih meningkatkan kerja TNI menjaga kemanan tanah air, Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari sebagai pengembangan Kodam XVII/Cenderawasih Jayapura dan Kodam XIII/Merdeka di Manado sebagai pengembangan dari Kodam VII/Wirabuana Makassar.

“  Peresmian Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XVIII Kasuari Papua Barat oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono tersebut diikuti dengan alih Kodal Korem 171/PVT dan Denzipur-13/PPA dari Kodam XVII Cenderawasih kepada Kodam yang baru  “, Ujar SiDin Mayjen TNI Hinsa Siburian Pangdam XVII Cenderawasih.   Peresmian Kodam XVIII tersebut  diikuti pelantikan Mayjen TNI Joppie Onesimus Wayangkau sebagai Pangdam Kasuari dengan semboyan  “ Patriot Pembela Rakyat “ yang beralamat di Jalan Arfai Manokwari Prov. Papau Barat, senin 19 Desember 2016.    “   Upacara peresmian Makodam sekaligus dengan pelantikan Mayjen TNI Joppie Onesimus Wayangkau sebagai Pangdam XVIII Kasuasi pertama untuk selanjutnya melakukan tugas dari Mabes AD di wilayah terotorial Papua Barat  ”,  Ujar SiDin Mayjen Hinsa Siburian pada awak media NusanTaRa.Com. 

Kasad  Jenderal Mulyono pada kesempatan tersebut menjelaskan,  ”   Sifat Burung Kasuari  Burung khas dari Papua Barat yang memiliki pesona keindahan luar biasa namun dibalik keindahannya dia akan bersikap agresif menyerang siapapun lawan yang mengganggunya.  Sifat inilah yang mengilhami Kodam XVIII/Kasuari untuk mempertahankan wilayah Papua Barat dari segala ancaman yang coba mengganggu dan memisahkan dari NKRI  ”.  “  Langkah TNI Membentuk Kodam  XVIII  Kasuari di Manokwari  suatu kebijakan yang tepat untuk lebih memberikan satu akurasi yang lebih baik bagi militer mengamankan daerah NKRI, terlebih daerah Papua terbilang aktip gerakan perlawanan militernya, memiliki wilayah yang cukup luas dan Papua berada di wilayah perbatasan yang terbilang rawan  “, Ujar SiDin Dominikus Duran Pengamat  keamanan di Papua.

Sementara Jenderal TNI Mulyono mengatakan,   “  Pembentukan Kodam XVIII/Kasuari merupakan bagian dari program Pembangunan kekuatan dan Gelar TNI AD yang diproyeksikan agar lebih adaptif terhadap setiap perkembangan lingkungan yang strategis yang sangat dinamis di tingkat regional maupun internasional.   Serta semakin mampu menghadapi ancaman dan tantangan masa depan yang semakin kompleks    ”.
Selang sehari kemudian Kasad TNI  Jenderal TNI Mulyono meresmikan Kodam XIII Merdeka, di Manado Sulawesi Utara, Selasa 20 Desember 2016.   "  Kodam XIII Merdeka saya nyatakan diresmikan  ",  Ujar SiDin Jenderal  Mulyono, pada upacara peresmian dan pelantikan Pangdam XIII Merdeka serta alih Kodal Satuan dari Kodam VII Wirabuana kepada Kodam XIII Merdeka.     Dihadapkan pada perkembangan dengan lingkungan strategis serta ancaman aktual maupun potensial terhadap kedaulatan NKRI, tidak diragukan lagi eksistensi komando kewilayahan masih sangat relevan dan dibutuhkan dalam mengatasi  keamanan.

Terbentuknya Kodam XIII Merdeka tidak lepas dari kerja keras dan kerja sama semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Utara yang secara historis pernah memiliki Kodam XIII Merdeka.   "  Memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semua pihak yang telah membantu, memberikan kontribusi dalam merencanakan dan mempersiapkan pembentukan Kodam XIII Merdeka  ",  Ujar SiDin Mulyono.   TNI AD secara terus menerus menata organisasi di jajaranya dan salah satu diantaranya pembentukan Kodam XIII Merdeka dengan wilayah pembinaan meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo,  sebagai bentuk  gelar kekuatan TNI AD yang menjadi bagian pembangunan postur TNI AD.

Secara geografis Pulau Sulawesi yang selama ini menjadi wilayah binaan Kodam VII Wirabuana sangat luas dengan kondisi medan bervariasi dengan  permasaalahan sosial  yang komplek di sulut,   berakibat pada panjangnya rentan komando dan pengendalian oleh Kodam yang berkedudukan di Makassar.   "  Dengan pertimbangan tersebut pembentukan Kodam XIII Merdeka ini, merupakan salah satu solusi untuk mengefektifkan komando dan pengendalian pengendalian satuan-satuan TNI AD di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, untuk mengatasi persoalan-persoaln yang terjadi  ",  tegasnya lagi Jar.

Upacara itu ditandai pembukaan selubung pataka Kodam XIII Merdeka Jaya Sakti oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono,   Penyerahan pataka Kodam XIII Merdeka dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada Pangdam XIII Merdeka Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito.   Serta  Alih Kodal satuan dari Pangdam VII Wirabauna Mayjen TNI Agus Surya Bakti kepada Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito.   Dengan semboyan "  Torang Samua Ciptaan Tuhan  ", lanjut Warsito,  telah memberi motivasi dan inspirasi seluruh warga sehingga kegiatan apapun yang digelar di daerah ini berjalan aman dan damai.   "  Saya melihat masyarakat hidup dalam persaudaraan yang rukun, damai, saling menghargai dan menghormati perbedaan. Saya berharap kerukunan ini terus dijaga dan dikembangkan  ", Ujar SiDin Ganip Warsito, lulusan Akmil 1986.
byBambanGBiunG


Medan Laga Medan Perjuangan,
Jenderal Mulyono Kasad yang penuh disiplin.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...