Rabu, 06 Maret 2024

CAME ON MENGIKUTI TREN BARU WISATA DI BALI, BERENANG BERSAMA LUMBA-LUMBA

NusaNTaRa.Com

byIrkaBPiranhA,        R   a   b   u,    0   6     M   a   r   e   t     2   0   2   4

Para Turis bersnokling bersama Jukung menyaksikan Lumba-lumba dan karang

Habitat Lumba – lumba diperairan Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali menjadi objek wisata saat ini,  sebagaimana  dua  turis dari Perancis dan lima penimpang lain di akhir tahun 2023 lalu yang  menumpangi Perahu bermotor kesana.    Mereka mengenakan pakaian renang, alat snorkeling, kamera underwater, dan lainnya,   cakapnya mereka  tertarik atraksi  swim with dolphin atau dolphin swim. Tawaran wisata lumba-lumba di pesisir utara Bali ini  selama puluhan tahun  terakhir ini, atraksinya melihat lumba-lumba (dolphin watching) dari jukung tradisional bermotor yang dipacu mengikuti mamalia itu berenang.

Kehadiran lumba-lumba hampir di sepanjang tahun telah menjadikan perairan Lovina penuh daya tare. Bisa dipastikan, pengunjung pasti akan bersua dengan  lumba-lumba yang beraktivitas mencari makan terutama pagi hari, mulai matahari terbit sampai siang,  sering kali tak jauh dari  sokitar pantai antara 15-20 menit saat memacu perahu dari pantai.  Saat puluhan perahu sudah berkumpul di titik lumba-lumba, pengemudi perahu segera memberi isyarat turis yang ikut swim with dolphin  itu untuk bersiap turun ke gantungan tali dengan pegangan kayu di cadik bagian depan di sisi kiri dan kanan.

Kedua turis itu turun bersamaan di kedua sisi Cadik  perahu bagian depan,  mesin menderu  mengikuti alur lumba-lumba yang berenang lincah dihadapan.   Sang kapten terdengar memberi isyarat kemunculan lumba-lumba sehingga kedua turis harus bersiap dengan kameranya mengarah ke bawah laut untuk merekam gerakan lumba-lumba di bawah mereka.   “Look, in front, in front”,   seru kapten jukung yang saya tumpangi bersama turis Prancis itu menunjuk ke depan, agar mereka bersiap snorkeling lagi dengan kameranya.   Rombongan lumba-lumba nampak di permukaan, kemudian menyelam dangkal lagi. Punggungnya berkilatan, tersapu cahaya mentari yang sudah merangkak naik dari kaki langit.

Perjalanan naik jukung ini tanpa ngebut mengikuti lumba-lumba sudah menenangkan mata dimana  para turis bersiap pukul 05.30 sebelum matahari muncul. Jelang sampai titik habitat mamalia lucu itu, berkas cahaya matahari biasanya sudah memendar jingga, sampai bulat sempurna.   Keseruan menengo lumba-lumba dari Jukung dan menikmati matahari  kini jadi kurang,  seperti media sosial mendorong turis untuk membuat konten lebih heboh dari yang sudah ada,  seperti video-video di media social menjadi obrolan atraksi Dolphin watching  yang menarik seperti  gambar  menunjukkan laju lumba-lumba dan si turis di atasnya, inilah kebanggaan mereka.

Dolphin watching saja harganya kini sekitar Rp75-100 ribu untuk domestik (tergantung jumlah penumpang di jukung), maka jika ingin ditambah atraksi swim with dolphin, harus menambahkan sekitar Rp50 ribu per orang.   Antusiasme atraksi swim with dolphin ini nampaknya besar, bahkan ada turis yang membawa kamera profesional underwater layaknya pembuat film documenter,  Tarmidi banget seriusnya.

Perahu terus melaju mengikuti  dolphin swim ,  harus kuat memegang kayu atau tali tambang di penyambung cadik dan  biasane kemampuan  berpegangan paling lama 15 menit,  kemudian diminta naik ke perahu untuk istirahat, tapi bisa beberapa kali turun naik sampai mendapatkan gambar yang diidamkan.  Tak jarang ada yang melepaskan pegangan dan tertinggal, terapung di belakang. Tapi kemudian dicari oleh kapten jukung. Atraksi yang cukup berisiko terkena benturan perahu atau hempasan arus.

Zul salah siji kapten jukung mengakui belum ada panduan standar, hanya mengandalkan pengetahuan umum, jangan memotong alur berenang si lumba-lumba.   Ia mengakui  mensyaratkan jukung sangat dekat dengan lumba-lumba karena turis hendak memotret atau memvideokan dirinya seolah berenang dengan mereka di bawah laut.   “Banyak yang tidak tahu caranya. Bayangkan ada 400-500 perahu, ada yang cuma lihat uangnya, tidak punya skill  melaut, itu yang bikin runyam  ”,  Keluh SiDin Zul dengan Soppengernya (Jumawanya). 

Para turis melihat berbagai jenis lumba-lumba di perairan Lovina,
Buleleng, Bali

Putu Liza Mustika, peneliti mamalia dan pernah melakukan serangkaian penelitian di Lovina memberi catatan berdasar referensi sejumlah jurnal terkait wisata jenis ini.   Ia merangkum dampaknya seperti kesatuan kelompok lumba-lumba bisa terganggu dan menyebabkan mereka bisa berpindah tempat,   “  Jika waktu untuk istirahat dan makan berkurang, maka hewan akan kurang fit dan mudah terkena penyakit  ”,  Ujar  SiGaluh Putu Liza Mustika menerangkam.

Dikutip dari Marine Mammal Science, 29(4): E484–E497 (October 2013) oleh the Society for Marine Mammalogy, selama dua dekade terakhir, mengamati satwa liar telah berkembang dari pengalaman langka menjadi aktivitas pariwisata arus utama.  Spesies yang menjadi sasaran berkisar dari serangga, burung, reptil, dan ikan hingga berbagai macam mamalia darat dan laut, termasuk cetacean.  Pariwisata Cetacea (seperti paus, hiu dan pesut. lumba-lumba masuk Ordo Cetacea), khususnya, telah berkembang menjadi industri global selama puluhan tahun. Diperkirakan menghasilkan pengeluaran tahunan biaya sekitar US$2,1 miliar, dengan 3.300 operator menawarkan pengalaman terkait Cetacean (O’Connor dkk. 2009).

Peningkatan ini jumlah wisata cetacea telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan dampaknya terhadap target hewan dan populasi (Spradlin et al. 2001),  seperti dampak gangguan yang dilakukan oleh kapal pengamat paus dan lumba-lumba adalah perubahan lingkungan hewan sasaran, termasuk penurunan proporsi waktu menghabiskan waktu untuk makan, istirahat, dan bersosialisasi (Lusseau 2003a dan Steckenreuter dkk. 2012).

Selain itu, hewan juga bisa mengubah kekompakan kelompok atau mengubah jangkauan mereka untuk menghindari area di mana perahu beroperasi. Lumba-lumba hidung botol di Sarasota, Florida, serta di Shark Bay, Australia Barat, menunjukkan penyebaran kelompok yang lebih ketat di sekitar kapal (Nowacek dkk. 2001, Bejder dkk. 2006b). Bejder dkk. (2006a) juga mengemukakan bahwa lumba-lumba hidung botol di Shark Bay mungkin telah mengubah wilayah jelajahnya sebagai respons terhadap paparan jangka panjang kapal wisata komersial. Kecepatan kapal, manuver, dan sudut pendekatan dengan tingkat tinggi umumnya mengakibatkan peningkatan gangguan pada hewan.

Perilaku seperti makan, istirahat dan bersosialisasi sangat penting untuk keberhasilan reproduksi suatu populasi (Bronson 1985), dan gangguan terhadap perilaku ini mungkin dapat menyebabkan tingkat reproduksi yang lebih rendah dan penurunan populasi dalam jangka menengah dan panjang. Menyusui anak lumba-lumba, misalnya, sering dilakukan terjadi ketika hewan sedang beristirahat. Lumba-lumba hidung botol tetap berdekatan satu sama lain ketika ada kapal untuk meningkatkan deteksi dan kewaspadaan predator. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang stres atau merasakan bahaya (Johnson dan Norris 1986).

Made Arnika, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng pada sebuah diskusi sebelumnya memaparan ikhwal berkembangnya kawasan wisata perairan di Buleleng termasuk dolphin watching di Lovina.    Perda RTRW Bali No.16/2009 mengamanatkan bahwa beberapa perairan Buleleng termasuk dalam rencana peruntukan kawasan konservasi (Pasal 45-Kawasan Konservasi Perairan-Tembok-Tejakula, Pejarakan-Pemuteran dan Pasal 48 Kawasan Lindung Lainnya-Kawasan Terumbu Karang Bondalem-Pacung, Patas-Celukanbawang, Kalisada Umeanyar, Kaliasem-Tukadmungga).

Kemudian Agustus 2011, Bupati Buleleng menandatangani SK Nomor 523/630/HK/2011 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Buleleng dengan luas lebih dari 14 ribu Ha. Luas wilayah perairan yang dicadangkan: Taman Wisata Perairan Buleleng Timur seluas 6.661,68 Ha (di seluruh perairan pantai Kecamatan Tejakula sampai batas sejauh 1,5 mil dari pantai), Taman Wisata Perairan Buleleng Tengah seluas 6.727,91 Ha (di sebagian perairan Kecamatan Buleleng, Banjar, Seririt tepatnya dari Desa Anturan-Sulanyah), Taman Wisata Perairan Buleleng Barat (di Desa Pemuteran) seluas 651,24 Ha.

KKP Buleleng Timur di perairan se-Kecamatan Tejakula ini awalnya merupakan Daerah Perlindungan Berbasis Masyarakat (Pacung, Julah, Bondalem, Tejakula, Penuktukan dan Sambirenteng). Terkenal dengan nelayan pencari ikan hias dan aktivitas transplantasi karang.   Sementara itu bentuk pengelolaan wisata lumba-lumba di Lovina masih berbasis kelompok jukung. Dengan pendampingan sejumlah peneliti, para kapten kapal minta melakukan empat hal: 1) matikan mesin (atau jika tidak praktis, angkat baling baling), 2) jaga jarak dari lumba-lumba, dan 3) jangan potong jalan lumba-lumba, dan 4) jangan memberi makan.

Para Turis diantar Jukung mengikuti Gerombolan Lumba-lumba


Wisata Berenang bersama-sama Lumba-lumba, asik.

Di perairan Lovina Bali keberadaan Lumba-lumba terusik.

 


Selasa, 05 Maret 2024

KISAH PEMBUNUHAN OLEH SEJOLI KARENA DILATARI CINTA SEGI TIGA

NusaNTaRa.Com 

byFarhaMTukirmaN,      S  e  l  a  s   a,     0   5     M   a   r   e   t     2   0   2    4   

Tiga pelaku pembunuhan atas Indriana Dewi Eka Saputri di Babakanmadang,  yaitu
Devara Putri, Didot Alfiansyah dan Muhammad Reza

Indriana Dewi Eka Saputri (24) tewas dibunuh di Babakanmadang, Kabupaten Bogor oleh sejoli gara-gara cinta segitiga maut, lalu jasadnya dibuang di Banjar, Jawa Barat.   Pembunuhan ini diotaki pasangan sejoli Devara Putri (DP) dan Didot Alfiansyah (DA)   dengan   menyewa pembunuh bayaran Muhammad Reza (MR) untuk mengeksekusi korban.   Korban dibunuh di Jalan Bukit Pelangi, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (20/2).   Jasad Indriana Dewi Eka S ditemukan terbungkus selimut  di pinggir jurang, tepatnya di belakang Tugu Patung Gajah di Dusun Cilengkong RT 17 RW 9, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, pada Minggu (25/2).

Kombes Surawan,  Dikrimum  Polda Jawa Barat  menjelaskan para pelaku sempat membawa jasad korban selama 4 hari berkeliling kota,  mereka berkeliling untuk mencari tempat membuang mayat Indriana,   "  Dibawa oleh pelaku kurang lebih selama 4 hari.  Mereka ingin membuang mayat itu di tempat yang aman, sehingga dibawa keliling sampai dengan cirebon dan Kuningan  ",  Cakap Besar Surawan menjelaskan.

Pembunuhan ini ternyata dilatari cinta segitiga,   "  Kira-kira seperti itu (cinta segitiga).  Jadi karena cemburu kemudian melakukan ini  ",   Ujar Cakap Besar Surawan dengan Ahmadernya  (Manisnya)  Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat  usai olah TKP di  Jln Bukit Pelangi, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jumat (1/3/2024).

Kanit 1 Ranmor pada Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar AKP Luhut Sitorus mengatakan mulanya DA berpacaran dengan DP. Namun, rupanya DA juga menjalin hubungan dengan korban.   "  Awal pacaran dengan DP, kemudian 7 bulan terakhir pacaran sama korban. Karena korban sering dugem, pelaku DA mau kembali lagi ke pacarnya yang ini (tersangka DP), tapi perempuan ini bilang 'saya nggak mau kalau dia masih ada di dunia ini'  ",  Cakap SiDin   Luhut  Sitorus dengan Plabomoranya  (Hebatnya).

Saat di Kuningan, mobil mereka sempat mogok,  kemudian  mereka  menyewa towing membawa mobil tersebut ke Banjar,  "  Di Kuningan mobilnya sempat mogok, sehingga kemudian di-towing sampai Banjar dan mobil ditaruh di sana di bengkel  ",  Cakap SiDin Surawan dengan Plabomoranya (Hebatnya).   Untuk menutupi kecurigaan, para pelaku mendudukkan korban di jok belakang  dengan  wajah korban ditutup dengan masker.   "  Selama di mobil korban didudukkan di jok belakang ditutup dengan masker, kemudian seolah-olah dia tidur. Di tengah jalan korban didudukkan di jok belakang karena jok belakang bisa dihidupkan. Ketika di towing mayat juga ada di dalam mobil  ",  Cakapnya Laji dengan lebih Plabomoranya (Hebatnya).

"  Terserah mau kau bunuh, mau apa, saya nggak mau dia ada di dunia ini  ",  Cakap SiDin Luhut Sitorus  menirukan ucapan cakap DP.   DA dan DP pun menyewa MR. MR dijanjikan dihadiahi Rp 50 juta untuk menghabisi nyawa Indriana meski kemudian ia hanya menerima bayaran sebesr Rp 15 juta doang.   Surawan mengungkap alasan para tersangka memilih Bogor sebagai tempat eksekusi. Para tersangka menghindari CCTV agar jejaknya tidak terendus,  "  Mereka sengaja menghindari CCTV dan sebagainya. Jadi cari tempat aman di sini (Bogor) untuk melakukan pembunuhan  ",   Cakap SiDin Surawan Laji.

Uang dengan jumlah besar ini didapat para pelaku dari hasil menjual barang-barang mewah milik Indriana. Indriana diketahui memiliki barang-barang mewah itu dari hasil bekerja sebagai broker.  "  Pelaku MR memang sempat dijanjikan dibayar.   Kesepakatan dibayar ada, dijanjikan Rp 50 juta. Sudah diberikan bayarannya, mungkin dari penjualan barang-barang milik korban. Barangnya itu jam Rolex, tas merek LV, kemudian handphone  ",  Cakap Besar SiDin Surawan dengan Boneer (Rasa Takut Didada).

Aksi pembunuhan itu berlangsung pada Rabu (20/02/2024). Korban dibunuh di dalam mobil dengan cara dijerat lehernya menggunakan ikat pinggang oleh eksekutor berinisial MR.   Oleh para pelaku, jasad korban sempat dibawa keliling menggunakan mobil selama empat hari dari Bogor, Jakarta, Cirebon, hingga Kuningan, dan Banjar, Jawa Barat. Jasad korban lalu dibungkus selimut dan dibuang di Banjar, Jawa Barat, Minggu (24/02/2024),  "  Kalau mobil yang mereka gunakan mobil rental  ",   Imbuh Surawan Laji.

Ketika Muhammad Reza sang pembunuh di jiduk 


Kisah pembunuhan sejoli dalam kasus Cinta segi Tiga.

Lakonan pembunuhan terjadi di dalam mobil kereta.

 

 

Senin, 04 Maret 2024

6 POTRET MAYANGSARI SAAT KUMPUL BARENG KELUARGA CENDANA DI ULTAH KE-75 TUTUT SOEHARTO

NusaNTaRa.Com    

byRaisALembuduT,        R   a   b   u,    3   1     J  a  n  u  a  r  i     2   0   2   4       

MayangSari bersama suami Bambang Trihatmodjo.

Siti Hardijanti Hastuti Rukmana  lebih  dikenal dengan nama Tutut Soeharto baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-75 pada 23 Januari 2024 kemarin,  perayaan digelar sederhana di rumah, dengan pemotongan tumpeng yang disaksikan oleh keluarga dan  diantaranya yang hadir  terlihat kehadiran Mayangsari di tengah mereka.   Kehadiran Mayangsari  bersama Bambang Trihatmodjo, yang merupakan adik dari Tutut Soeharto.  Dalam unggahan terbaru, Mayangsari membagikan momennya di acara ultah kakak iparnya tersebut,  terlihat  Mayangsari  menggandeng mesra sang suami sembari berkumpul dengan keluarga Cendana yang lain.

Polantun lagu  “Tiada Lagi”  dalam momen sposial  itu tampil elegan dengan dress navy dan tas batik, serasi dengan Bambang yang memakai kemeja batik,  selain berfoto bersama dengan Tutut, Mayangsari juga tampak akrab dengan suami Tutut, Indra Rukmana.   Kebersamaan tersebut pun menjadi jawaban atas pertanyaan netizen bahwa kehadiran Mayang telah diterima dengan hangat oleh Tutut dan juga keluarga Cendana  sebagaimana  yang telah dirangkum beberapa pemberitaan sebelumnya.


Berikut di bawah ini terpampang enam buah Photo Siroker cuantik asal Kubumen yang begitu populer di tahun 1980an-2000an dengan tembang-tembangnya selalu mencapai hitnya di musik tanah air   :

 1. Mayangsari tampil elegan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-75 Tutut Soeharto, kakak dari Bambang Trihatmodjo.

2. Dalam acara spesial itu, Mayang juga tampak berfoto bersama dengan Indra Rukmana, suami Tutut Soeharto.

3. Menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar, Mayangsari pun tampak akrab dengan anggota keluarga Cendana lainnya.


4. Mayang yang memakai dress navy sembari menenteng tas batik tampil begitu serasi dengan Bambang yang gagah dengan balutan kemeja batik.

5. Mayangsari juga mengabadikan momen kakak iparnya yang sedang memotong tumpeng, simbol perayaan bertambahnya usia.


6. Tak hanya menunjukkan kedekatan dengan keluarga sang suami, Mayang juga membagikan potret menawannya dengan tatanan rambut kepang yang elegan.



Sekarang istri dari Bambang Trihatmodjo sejak pernikahannya sudah mulai jarang manggung dari dunia intertatmen atau mengundurkan diri serta sibuk dengan urusan rumah tangganya.



Kini tiada lagi rindu dihatiku .......  senandung Mayangsari.

MayangSari penyanyi yang melejit tahun 1990 an.




 

Jumat, 01 Maret 2024

MENIKMATI WISATA KAPAL PINISI PERTAMA DI BATAM BERSAMA MENTERI SANDIAGO UNO

NusaNTaRa.Com  

byBakrIRoYMarteN,         S  a  b  t  u,    1   3     J  a  n  u  a  r  i     2   0   2   4

KLM Dragon Net 01,  Kapal Wisata Phinisi di Batam mengitari perairan Riau

Kehadiran kapal Phinisi KLM Dragon Net 01  yang beroperasi sebagai sarana wisata baru di Kota Batam menambah semakin semaraknya sarana di kota di perairan Riau itu,  diketahui  layanan wisata phinisi ini mirip dengan yang ada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.   Phinisi adalah sebutan untuk kapal tradisional yang digunakan oleh pelaut dari Suku Bugis, Konjo  dan Mandar di Sulawesi Selatan, namun kapal ini dimodifikasi untuk kenyamanan wisata seperti dimodifikasi menjadi tempat penginapan dan layanan wisata lainnya.

Kapal pinisi di Batam berlabuh di depan Restoran Kopak Jaya 007 Seafood, tidak jauh dari Jembatan Barelang Batam  sehingga jika anda berada di  jembatan ini,  akan mudah  melihat dengan jelas kapal pinisi berlayar, memberikan pengalaman menarik bagi para pengunjung.   Kapal pinisi memiliki bentuk mirip kapal pesiar kecil  dengan ciri khas layar yang terkembang. Pada masa lalu untuk pelayaran  kapal ini para pelaut Bugis ini mengandalkan layar terkembang yang terhembus angina karena belum menggunakan mesin.

Tempo berkesempatan menikmati senja di atas kapal pinisi bernama KLM Dragon Net 01, bersamaan dengan kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, awal Januari 2024 lalu.   Seperti di hotel atau resor, pengunjung disuguhi minuman pembuka saat pertama kali menapakkan kaki di Kapal Pinisi Dragon Net,  para Petugas kapal yang  berseragam akan  menyambut tamu dengan ramah.  Kapal pinisi memang terlihat unik, dengan desain yang berbeda dari kapal-kapal biasa.  Bahkan, beberapa kapal kecil warga Batam berhenti hanya untuk berswafoto dengan kapal ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan menikmati pengalaman berlayar sambil menikmati sunset dengan latar belakang jembatan Barelang yang menjadi ikon Batam.    "  Sunset-nya indah sekali, view nya keren, dan makanannya super enak dari Kopak 007 seafood. Saya merekomendasikan wisatawan untuk menjajal  ",  Ujar SiDin  Sandiaga dari atas Kapal Phinisi Dragon Net yang dioperasikan Batam Island Getaway, kemarin.

Sandiago Uno dalam pelayaran KLM Dragon Net01, Phinisi

Pada hari tersebut,  kapal phinisi tidak berlayar jauh, hanya melintasi sekitar Jembatan Barelang. Para tamu kapal tidak hanya menikmati pemandangan Jembatan Barelang, tetapi juga menyaksikan senja yang memukau.    Kapal phinisi memiliki setidaknya tiga dek. Dek paling atas menjadi tempat favorit karena menyajikan pemandangan 360 derajat laut dan pulau-pulau kecil di sepanjang perairan  dan  juga dilengkapi dengan tempat duduk dan meja melingkar. Di meja ini, pengunjung dapat menikmati hidangan, termasuk hidangan seafood khas Batam. Menteri Sandiaga Uno pun turut menikmati hidangan di sini.

Dek tengah adalah ruang kendali kapten.  Kapal Pinisi Dragon Net memiliki kecepatan maksimal 7 knot. Di belakang ruang kapten, terdapat dua kamar untuk tamu dengan balkon yang menghadap ke laut. Kapal ini memiliki total 7 kamar, termasuk dua kamar suite, dua kamar deluxe, dua kamar standar, serta family room dan ruang karaoke di atas kapal.  Sebelum mencoba sensasi liburan di kapal ini, wisatawan dapat membeli tiket masuk sesuai paket melalui batamislandgetaway.com. Tarifnya bervariasi sesuai dengan paket yang dipilih dan lamanya kita bermalam di atas pinisi tersebut.

Ada paket Shared Jumbo Kabin dibandrol dengan 95 dollar AS atau sekitar Rp1,4 juta. Standard cabin 149 dollar AS atau sekitar Rp2,3 juta  dan Deluxe with Sea View 199 dollar AS atau sekitar Rp4 juta.  Dari atas kapal kita tidak hanya untuk menikmati senja, tapi juga ada paket untuk melakukan kegiatan selam dan snorkeling.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno  yang turut dalam pelayaran Phinisi itu  mengaku terkesan dengan pemandangan senja dari kapal pinisi.    "  Momen paling berkesan adalah senja yang indah, apalagi saat menjalankan salat magrib dan jamak takdim isya di atas pinisi  ",   Ujar SiDin Sandiago Uno dengan Soppengernya (Jumawanya) usai mengunjungi kapal tersebut.   Menurut Sandiaga, kapal pinisi ini dapat menjadi tambahan layanan wisata untuk turis mancanegara, terutama dari Malaysia dan Singapura, yang memiliki minat khusus pada wisata berbasis sejarah.   "  Kapal ini memiliki nilai sejarah, dan diharapkan menjadi pilihan bagi wisatawan, terutama dari Malaysia dan Singapura  ",  Ujar SiDin Sandago Uno Laji.

Selain itu, penambahan destinasi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, mendukung target 4,4 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2024.   "  Saya sangat merekomendasikan wisatawan untuk mencoba wisata kapal pinisi di Batam ini, apalagi makanan seafoodnya lezat  ",   Ujar SiDin  Sandiaga Uno dengan Ahmadernya (Manisnya).

KLM Dragon  Net01 dengan latar Jembatan Barelang Batam


 

Phinisi perahu layar pelaut Bugis.

KLM Dragon Net 01, kapal wisata berbentuk Phinis.

 

 

 

JADIKAN KUA TEMPAT NIKAH SEMUA AGAMA KERJA BESAR BAGI KEMENAG RI

NusaNTaRa.Com   

byMuhammaDBakkaranG,    K  a  m  i  s,   2  9    F  e  b  r  u  a  r  i    2  0  2  4  

Kementerian Agama berencana menjadikan KUA sebagai tempat pernikahan bagi semua pemeluk agama.
Selama ini, KUA hanya memfasilitasi pernikahan bagi warga beragama Islam.

Rencana Kementerian Agama (Kemenag) mengubah Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi tempat pernikahan semua pemeluk agama menuai beragam respons,   guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie menilai rencana Kemenag dimaksud merupakan sebuah terobosan..    Sebagaimana diketahui KUA sebelumnya hanya diperuntukkan  untuk urusan menikah umat Islam,  sementara  agama lainnya dilaksanakan  khususnya pencatatan pernikahan, dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Ahmad Tholabi Kharlie berpendapat hal tersebut sebagai bentuk kepedulian negara dalam memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh warganya,  "  Saya kira ini bukan hambatan tapi terobosan yang memang patut diapresiasi  ",  Ujar SiDin  Ahmad Tholabi K dalam pesan tertulisna,  Selasa   (27/02/2024).   Ia menyambut baik  atas ide rencana tersebut karena esensi Kemenag sebagai organisasi negara yang melayani kepentingan semua umat beragama di Indonesia dapat direalisasikan dengan bait.

Menurut Ahmad Tholabi K Laji, rencana membuat KUA sebagai tempat pernikahan dan pencatatan pernikahan semua pemeluk agama di Indonesia merupakan gagasan out of the box dan rasional.   "  Dari sisi administrasi negara misalnya, ini akan sangat bermanfaat dalam konteks integrasi data perkawinan masyarakat. Selama ini masih terbelah data perkawinan muslim ada di Kementerian Agama, yang nonmuslim ada di kementerian lain  ",  Ujar SiDin Ahmad Tholabi K menambahkan ponjolasannya.  

Namun Ahmad Tholabi K menambahkan rencana tersebut harus dikonsolidasikan melalui berbagai aspek, baik regulasi yang ada, organisasi, maupun kemampuan sumber daya manusia (SDM),  berbagai aspek tersebut penting dikonsolidasi guna memastikan rencana dapat berjalan dengan baik dan sejalan.   "  Untuk merealisasikan gagasan tersebut, tentu sejumlah aspek seperti regulasi, organisasi, hingga SDM harus dibereskan terlebih dahulu  ",  Imbuh Ah,ad Tholabi K dengan Plabomoranya (Hebatnya).

Dari sisi regulasi, terang Ahmad Tholabi K, secara eksplisit maupun implisit masih menempatkan pencatatan perkawinan di dua klaster, yakni pencatatan perkawinan untuk muslim dan pencatatan perkawinan bagi nonmuslim.  Rencana Kemenag di atas bersinggungan dengan sejumlah aturan yang ada seperti UU 32/1954 tentang Penetapan UU 22/1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk, UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, PP 9/1975 tentang Pelaksanaan UU 1/1974 tentang Perkawinan, Peraturan Menteri Agama (PMA) 20/2019 tentang Pencatatan Pernikahan, dan PMA 34/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.

"  Harus ada penyesuaian peraturan perundang-undangan, terutama UU Adminduk yang mengatur administrasi perkawinan warga. Muslim di KUA dan nonmuslim di KCS.  Prosesnya tentu memakan waktu yang tidak sebentar. Belum lagi menyesuaikan aturan-aturan di bawahnya  ",  Cakap SiDin Ahmad Tholabi K.   "  Tapi prinsipnya memungkinkan, hanya saja perlu proses panjang karena cukup fundamental   ",   Lanjut Cakap SiDin Laji.

Ia turut mengingatkan rencana Kemenag tersebut akan berdampak pada persinggungan lain seperti dalam urusan koordinasi dan harmonisasi baik dari sisi regulasi maupun pemindahan beban kerja antarinstansi,  "  Jadi, tidak sekadar urusan regulasi tapi harus melakukan penyamaan persepsi antarkementerian dan pelaksana teknis di lapangan  ",  Cakap Ahmad Tholabi K pula.

Tanggapan positif dari Guru Besar UIN ini bertolak belakang dengan sikap Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI),  PGI meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta jajarannya mempertimbangkan rencana tersebut dan terlebih dahulu mendiskusikannya dengan semua pemuka agama.   Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI Henrek Lokra mengatakan di agama Kristen, pernikahan adalah urusan privat dan tugas gereja adalah memberkati pernikahan seseorang.

Henrek Lokra  berpendapat negara sudah benar mengurus administrasi kependudukan,  di sisi lain, gereja bertugas memberkati pernikahan,  "  Sebaiknya dipertimbangkan dengan matang. Sebab di Kristen, pernikahan itu urusan privat  dan tempatnya di catatan sipil.  Gereja bertugas memberkati sebuah pernikahan yang adalah wilayah privat seseorang  ",  Ujar SiDin Henrek Lokra,  Senin   (26/02/2024).   Kekhawatiran PGI ini ditangkap Syafaul Mudawam, Dosen Hukum Islam Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga.

Secara umum dia menyambut baik ide perihal pencatatan pernikahan semua agama dilakukan di KUA. Namun, ia menyoroti pelaksanaan pernikahan di masing-masing agama yang sudah mempunyai aturan internal sesuai ajarannya. Hal itu yang menurut dia menjadi kendala merealisasikan rencana Kemenag dalam waktu dekat,  "  Untuk birokrasi atau pencatatan pernikahan itu bisa dilakukan di semua KUA, cuma permasalahannya, ada permasalahannya, itu adalah bahwa persoalan pernikahan menyangkut persoalan spiritual atau ritual. Itu jadi masalah  ",  Ujar SiDin Syafaul Mudawan.

"  Apakah masing-masing agama menempatkan prosesi pernikahan sebagai upacara ritual atau bukan. Seperti dalam Islam itu sebagai prosesi upacara ritual, dan sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat muslim.  Begitu juga di agama non-muslim seperti Katolik maupun Kristen itu sendiri sebagai ritual yang dilaksanakan pemberkatan bahasanya itu di gereja  ",  Ujar SiDin Syafaul Mudawan menambahkan.

Atas permasalahan tersebut, Syafaul Mudawan menyatakan Kemenag harus melakukan diskusi ataupun koordinasi lebih lanjut dengan para pihak terkait yaitu semua pemuka agama,  "  Iya, karena ini menyangkut upacara ritualnya  ",  Ujar SiDin Syafaul Mudawan menjelaskan pekerjaan rumah Kemenag berkoordinasi dengan pihak terkait.

PGI meminta Kemenag menimbang ulang rencana menjadikan KUA
sebagai tempat pernikahan bagi semua agama



 

Pernikahan semua Agama akan dilaksanakan di KUA .

Perlu kehatian Lagi jika Rencana tempat pernikahan di KUA. 

 

 


NusaNTaRa.Com  Adverstesment 

                              Melayani pemasangan Iklan 

                                                     Sila Dail Talian  0821 5385 8932 


PEGAWAI KPK SEBANYAK 78 ORANG TERTANGKAP TERIMA PUNGLI, DIHUKUM MINTA MAAF

 NusaNTaRa.Com

byBambanGBiunG,      K a m i s,   2  9    F  e  b  r  u  a  r  i    2  0  2  4  

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi putusan etik Dewan Pengawas (Dewas) terkait pelanggaran di Rumah Tahanan (Rutan) KPK pada 78 pegawai terperiksa,
di Gedung Juang KPK, Senin (26/02/2024).
 

Sebanyak 78 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dihukum melakukan permintaan maaf secara terbuka karena menerima pungutan liar. Mereka adalah pegawai di bagian rumah tahanan KPK yang terbukti menarik pungli dari para tahanan KPK.   Pelaksanaan hukuman tersebut dilakukan di aula Gedung Penunjang Merah Putih KPK pada Senin, (26/02/2024). Para pegawai yang bersalah berbaris dengan memakai kemeja putih dan celana hitam,  mereka kemudian menyatakan permintaan maaf, mengakui telah melanggar etik dan berjanji tidak akan mengulanginya.

"  Dengan ini saya menyampaikan permintaan maaf kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dan/atau Insan KPK atas pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku yang telah saya lakukan, berupa menyalahgunakan jabatan dan/atau kewenangan yang dimiliki termasuk menyalahgunakan pengaruh sebagai Insan Komisi baik dalam pelaksanaan tugas, maupun kepentingan Pribadi dan/atau golongan  ",  Ujar isi pernyataan yang dibacakan oleh para pegawai yang bersalah.

Pelaksanaan Putusan Majelis Etik Dewas KPK sendiri dipimpin oleh Sekertaris Jenderal KPK Cahya H Harefa  dam  disaksikan langsung oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Anggota Dewas, serta jajaran struktural KPK.   Nantinya, KPK juga akan mengunggah rekaman permintaan maaf ini pada media komunikasi internal,  "  Saya selaku Insan KPK, merasa prihatin dan berduka karena sebagai dari insan dijatuhi hukuman etik sebagai akibat dari perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai, yaitu integritas, sinergi, keadilan, profesionalisme, serta kepemimpinan  ",  Cakap SiDin Cahya H Harefa dengan Boneernya  (Manisnya).

Selain itu, eksekusi putusan etik tersebut juga direkam untuk disiarkan di media internal lembaga antirasuah.  Berkaca dari kasus itu, Cahya  H Harefa mengingatkan agar pegawai KPK melaksanakan tugas dan jabatannya sesuai dengan nilai dasar KPK yang  berlaku.   Cahya H Harefa  juga berpesan   kepada pegawai KPK  agar bisa menghindari penyimpangan dan menjaga lembaga  selain mengeksekusi putusan etik, KPK menegakkan dugaan pelanggaran yang terjadi di disiplin para pegawainya.

Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa mengatakan hukuman meminta maaf secara terbuka itu merupakan pelaksanaan dari putusan yang dibuat oleh Dewan Pengawas KPK.   Sebelumnya, Dewas telah menggelar sidang etik dengan 90 pegawai yang menjadi terperiksa atas dugaan menarik pungli dari tahanan  dan  putusan dibacakan pada 15 Februari 2024.   Dari 90 orang, sebanyak 78 dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman meminta maaf secara langsung dan terbuka.

Sementara 12 pegawai lainnya diserahkan kepada Sekjen KPK karena pelanggaran mereka dilakukan sebelum Dewas terbentuk pada 2019.   Sekjen yang kemudian akan menentukan hukuman untuk 12 pegawai.   "  Saya selaku Insan KPK, merasa prihatin dan berduka karena sebagai dari insan KPK dijatuhi hukuman etik sebagai akibat dari perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai  ",   Ujar SiDin  Cahya H. Rerefa dengan Plabomoranya  (Hrbatnya).

KPK menyatakan pengusutan kasus pungli rutan KPK ini belum berhenti,  sekretariat Jenderal sudah membentuk Tim Pemeriksa yang terdiri dari unsur Inspektorat, Biro SDM, Biro Umum, dan atasan para pegawai.   Tim dibentuk untuk menindaklanjuti kasus rutan dan penerapan sanksi kepada para pegawai  dan socara paralel KPK juga sedang menangani dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para pegawai.   KPK menyebut sudah menyepakati menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan.

78 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan bersalah melakukan pungutan liar (pungli) menyampaikan permintaan maaf terbuka secara langsung, Senin (26/02/2024).

 

Pegawai  KPK dihukum minya maaf karena terima pungli.

Cahya H Harefa agar pegawai KPK benar2 dalam  tugas fungsi.

 

 

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...