Senin, 06 Juli 2020

AMINATUS SADIYAH MUSLIMAH PENDAKWAH DI PEDALAMAN PAPUA (WAMENA)


NusanTaRa.Com
byMuhammaDNunukaN,                                                       12/04/2020

Aminatus Sadiyah muslimah pendakwaa di Tanah Wamena
Aminatus Sadiyah,  putri asal Lembah Baliem, Desa Wosilimo, Wamena, Papua,  memantapkan hati untuk terus berdakwah untuk ummat muslim di daerah pedalaman Papua agar perkembangan ummat Islam dapat lebih baik sesuai keadaan yang sebenarnya.  Perjuangan ini ia lakukan dengan Ikhlas meski perjuangannya itu tak mendapatkan gaji, dirinya tak pernah mengeluh, tetap semangat mengajarkan para ibu dan anak setempat untuk mengaji karena ia yakin bahwa balasan Allah lebih bermanfaat.

Semangat Muslimah yang tergabung dalam Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) di Jayawijaya, Papua, tak mengendur, sekalipun dirinya saat itu sedang hamil.   Terlebih setelah buah hatinya lahir ke dunia semangat berdakwah Sadiyah terus membara tak pernah kendor terlebih berubah, ia selalu tetap hadir berdakwh kepada sesama ummat Islam setempat.

Aminatus Sadiyah wanita asli Papua telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berdakwah dari satu tempat ketempat lainnya dalam menyebarkan cahaya Islam di bumi Cenderawasih itu.   Sebagaimana ajaran Islam dalam Al’Quran dan Sunnah bahwa adalah kewajiban bagi setiap ummatnya untuk berdakwah atau mnyampaikan risalah Allah tentang kebaikan dan kebenaran dalam menerangi cahaya Islam.

Baginya menjadi tantangan tersendiri berdakwah di tanah papua untuk lebih memajukan sesama ummat islam, namun itu baginya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus ia lalui dan tidak membuatnya mengeluh.  Setiap minggu beliau mengajari mama-mama dan anak-anak mengaji, membaca dan beliaupun masih sempat untuk kuliah ke Wamena mengupgrade diri agar lebih berdaya guna sebagai sosok perempuan tangguh Lembah Baliem Jayawijaya.

Atas segala jasa dan pengabdiannya dalam penyebaran dan peningkatan ummat Islam di Papua akhirnya berbuah manis juga baginya,  karena beliau telah terpilih untuk mengikuti Umroh menunaikan rukun Haji secara gratis yang digagas oleh lembaga BSMI bersama pihak terkait lainnya.   “  Alhamdulilah, beliau terpilih untuk umroh gratis  ”,  Ujar cuitan BSMI di akun Twitter Resmi, @BsmiJayawijaya,  Jumat (07/02/2020).

Christ Wamea,  Tokoh Papua.
Setiap pekan para ibu dan anak-anak di sana, diajarkan mengaji dan membaca dan semua itu Sadiyah lakukan  di tengah kesibukannya melanjutkan pendidikan tersebut di Wamena.  Bahkan, dalam mengajak para peserta didiknya ia tak ragu-ragu untuk mengantar jemput para ibu  dan anak-anak untuk kembali ke honai—rumah khas suku Baliem—meskipun jaraknya tak main-main jauhnya.

Cerita yang semakin hari semakin menyita perhatian publik ini, sampai di telinga Tokoh Papua, Christ Wamea dan menyebutnya sebagai sosok inspiratif, Christ mengapresiasi serta turut melayangkan doa, baik untuk Sadiyah, pun tanah Papua.   “  Semoga Aminatus Sadiyah menjadi inspirasi bagi perempuan Papua yang lain di Lembah Baliem  ”,  Ujar SiDin dalam media sosial Twitter pribadi, @ChristWamea.

“  Muslimah tangguh dari tanah Papua. Berhijab itu ibadah. Semoga menjadi pendakwah yang baik dan menjadi berkah bagi tanah Papua. Papua adalah Indonesia  ”,  Ujar SiDin Christ Wamea.

Mesjid Tertua di desa WERTUAR PATIMBURAK Papua
Berdakwah kewajiban untuk setiap manusia,
Aminatus Sadiyah Pejuang muslimah di puncak Wamena.

Sabtu, 04 Juli 2020

SUKU LAINONG DI MYANMAR DENGAN TRADISI BERTATO SETELAH BERHASIL MENEBAS KEPALA.


NusanTaRa.Com
byPakeLEE,  04/04/2020

Betapa riuhnya masyarakat desa ketika melihat ketibaan ayah dan kakeknya dengan membawa kepala manusia digenggaman setelah memenangkan satu pertempuran,  kenang Ngon Pok yang berusia sekitar 80 tahun.   Hal itu terjadi disebuah desa yang dihuni suku LaInong dibagian ujung utara  dari negara Myanmar dan suku LaInong merupakan satu dari 27 suku yang dikenal sebagai masyarakat Naga.

Setelah itu tubuh mereka dirajah dengan berbagai Tato sebagai bukti kemenagan mereka,   Duri digunakan untuk menusuk – nusuk tubuh mereka kemudian diberikan pewarna yang terbuat dari getah tumbuhan.   Biasanya bukan hanya prajurit saja yang akan ditato, tetapi juga keluarga mereka sebagaimana yang dirasakan Ngon Pok, karena ia mesti merasakan sendiri sakitnya ditato sejak masih sangat belia. 

Ia menjelaskan,  pada masa pentatoan itu ia berusia sekitar enam tahun,  Ngon Pok adalah salah satu anggota suku Lainong yang bermukim di zona semi-otonom, dekat perbatasan India.   "  Orang-orang harus menangkap dan menahan saya  ", Ujar SiDin  Ngon Pok sambil melepas jumpernya dan  menunjukkan dadanya yang dihiasi tato berbentuk garis-garis vertikal dan paralel, serta dua sosok prajurit.

Suku-suku dan desa-desa yang ada di kawasan tempat ia bermukim sering  berperang karena masalah wilayah,  para pejuang yang ikut berperang akan memotong kepala musuh-musuh mereka untuk mendapatkan penghargaan tersebut  dan menjadi penanda  akan kehebatan sang prajurit kala berperang dan menebas kepala musuh..   Kejadin  tersebut menjadi sebuah tradisi dan masih ditemukan berlangsung hingga akhir 1960-an.

Khamyo Pon Nyun, istri dari Ngon Pok yang berusia 75 tahun pun sama  memiliki tato berbentuk desain geometris di lengan, kaki, dan wajahnya,  Ia mendapatkan tato tersebut saat masih remaja,   "  Sakit sekali  ", Ujar SiGaluh Khamyo Pon Nyun sembari mengingat-ingat.   Tak lama kemudian, ia mengangkat sedikit roknya untuk memperlihatkan kakinya yang ditato itu.

Diera kolonial  Inggris, eksploitasi secara komersil dataran rendah masyarakat Naga yang turut memanipulasi demografi mereka seperti   pembagian  wilayah,  seperempat bagian untuk mereka menetap, dan sisanya di bawah yurisdiksi kerajaan.   Kehadiran Inggris di perbukitan tempat tinggal masyarakat Naga turut merubah kehidupan masyarakat setempat dan Inggris mengambil kedaulatan mereka dan hingga kini  tak punya negara.

Lars Krutak,  penulis Amerika  adalah salah satu orang yang telah mempelajari tato suku-suku di dunia, termasuk masyarakat Naga,   “  Keragaman pola tato Naga adalah keunikan bagi saya  ", Ujar SiDin Lars Krutak.   Ada lebih dari 20 suku bertato di kedua sisi perbatasan  dengan  identitas masing-masing, ritual peralihan kedewasaan, bahasa, hingga dialek yang berbeda. 

Bagi mereka  tengkorak manusia memiliki kekuatan gaib tersendiri yang  mampu memberikan berkah bagi klan suku, tanaman, dan hewan.   Nokying Wangnao misalnya, dia bangga akan masa lalunya,  ketika para lelaki muda berpawai di sekitar desa setelah berhasil mengalahkan musuh, para warga menyembelih Kerbau untuk dimakan,  para wanita akan menawarkan minuman alkohol dari beras dan  Tengkorak hasil tebasan itu kemudian diletakkan di atas batu datar, di luar rumah kepala desa.  Besoknya, wajah dan dada Wangnao ditato sebagai penanda. 

Beda Wangnao beda pula Houn Ngo Kaw,  yang mengaku  telah berhenti melakukan tradisi berdarah di desanya setelah menerima agama Kristen pada 1978. Ia pun kini merasa jadi lebih baik.   Generasi muda masyarakat Naga juga kini jarang memakai tato tradisional yang khusus diberikan setelah memburu kepala manusia. Walau begitu, tak sedikit warga yang menyesal kalau nantinya tradisi tersebut akan hilang selamanya.   "  Saya ingin menjadi salah satu prajurit bertato terakhir  ", Ujar SiDin  Houn Ngo Kaw, sambil tersenyum lebar.

Naga terdiri dari puluhan suku di suatu daerah  terpencil dengan keragaman budaya yang banyak.  Tersebar antara India dan Myanmar yang dianggap sebagian besar orang sebagai perbatasan buatan, rasa nasionalisme menyatukan suku-suku Naga yang berbeda.   Desa  suku-suku Naga adalah salah satu contoh sudut termiskin di Myanmar, di mana orang harus berjalan berhari-hari untuk mencapai kota terdekat,  hanya sedikit  anak yang mengenyam pendidikan sekolah dasar  dan hanya 40 persen desa yang memiliki aliran listrik.


Kepala ditangan berhadiah tato,  

Suku LaInong Myanmar dengan budaya tato.

BANK DUNIA MENETAPKAN “ UPPER MIDDLE INCOME COUNTRY “ STATUS PENDAPATAN INDONESIA 2020.


NusanTaRa.Com
byBakkaranGNunukaN,                                                              05/Juli/2020.



Presiden Joko Widodo bersyukur Indonesia naik status ke kategori negara berpendapatan menengah atas  dari sebelumnya menengah bawah, sebagaimana laporan Bank Dunia pada 1 Juli 2020.   “  Kemarin, status Indonesia telah naik dari  ‘lower middle income country’  menjadi  ‘upper middle income country  ”,  Ujar SiDin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di acara Peringatan 100 Tahun ITB secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Peningkatan ini taklepas adanya peningkatan  “ gross national income ” perkapita Indonesia naik menjadi 4.050 dolar AS dari posisi sebelumnya 3.840 dolar AS.   Hingga ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersyukur atas status baru tersebut,   “  Kenaikan status ini harus kita syukuri dan kita perlakukan sebagai sebuah peluang agar negara kita Indonesia terus maju, melakukan lompatan kemajuan agar kita menjadi negara berpenghasilan tinggi dan berhasil keluar dari ‘middle income trap’  ”,  Ujar SiDin Jokowi dan mengharapkan ITB terus menciptakan SDM yang unggul dan andal serta menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi rakyat dan masyarakat.

Peningkatan ini terlihat dari Proyek strategis nasional (PSN) yang tergarap efektip yang tergarap pada Periode I Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya terealisasi 46 persen. Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utamo menyebut,  dalam daftar rencana pembangunan infrastruktur prioritas 2014 pemerintah mengagendakan ada 233 proyek yang akan rampung pada 2019.

Kementerian Keuangan mengklaim Bank Dunia menaikkan peringkat Indonesia dari negara pendapatan menengah (middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country), status itu kita raih  di tengah ancaman resesi akibat pandemi corona.   "  Sebuah prestasi membanggakan. Kenaikan status diberikan berdasarkan penilaian Bank Dunia terkini. GNI per capita Indonesia 2019 naik menjadi US$4.050 dari posisi sebelumnya, yaitu US$3.840  ", Ujar SiDin  Rahayu Puspasari Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu.

Bank Dunia membuat klasifikasi negara tersebut berdasarkan GNI per capita dalam empat kategori. Yakni, low income (US$1.035), lower middle income (US$1.036-US$4.045), upper middle income (US$4.046-US$12.535), serta high income (di atas US$12.535).   Menurut Rahayu, klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia dan dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional.

Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat menggunakan fasilitas dan produk, termasuk loan pricing (harga pinjaman).   Ia menilai kenaikan status Indonesia merupakan bukti atas ketahanan ekonomi dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir.

Peningkatan status RI sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas akan lebih memperkuat kepercayaan dan persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral, dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia.   Diharapkan, kenaikan status ini juga dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja neraca transaksi, mendorong daya saing ekonomi, dan memperkuat dukungan pembiayaan dan   "  Kenaikan status merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia maju 2045 untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia  ", Ujar SiGaluh Rahayu Puspasari.

Selain Indonesia, Bank Dunia juga menaikkan peringkat enam negara. Yakni, Rumania, Nauru, Mauritius, Benin, Nepal, dan Tanzania, Kamis (2/7/2020), Rumania, Nauru, dan Mauritius adalah tiga dari tujuh negara yang berhasil naik peringkat,  ketiganya masuk sebagai negara dengan pendapatan tinggi atau high income, yang akan memberikan mereka kemudahan dalam pembangunan nasionalnya.

Rumania mencatat kenaikan GNI per capita pada 2019,  dari  US$ 11.290 ke  US$12.630,  Nauru, Negara kepulauan di Mikronesia di Pasifik Tengah ini mencatat kenaikan  GNI per capitanya  dari US$11.240 menjadi US$14.230 per 2019  dan Mauritius  GNI per capita naik dari US$12.050 menjadi US$12.740 pada 2019.    Tiga negara lainnya Benin, Nepal, dan Tanzania, juga naik peringkatnya dari negara berpendapatan rendah menjadi negara kelas menengah ke bawah dengan  masing-masing GNI per capita,  Benin atau Dahomey  mencatat GNI per capita  US$ 870,  Nepal  di bawah US$ 1.000 dan Tanzania US$ 976.  

    
Mengalami kenaikan Status pendapatan Indonesia,
Upper middle income country  Status Pendapatan Indonesia. 

Kamis, 02 Juli 2020

PENYELENGGARAAN “KONGRES KEBUDAYAAN DESA” DI BANTUL DIANGGAP ACUHKAN “DESA ADAT”.


NusanTaRa.COM
byBambanGBiunG,                                          20/06/2020


Pagelaran Kongres Kebudayaan Desa di Bantul, Daerah ismimewa Yogyakarta,  mendapat tantangan keras dari para Pegiat desa adat karena tak membahas soal desa adat  dan  dianggap pengabaian isu desa adat menjadi cermin Undang-undang Desa belum dipahami secara utuh.   Sebagaimana disampaikan  antropolog sekaligus peneliti Pusat Kajian Etnografi Komunitas Adat, Yogyakarta, Yando Zakaria,    “  Saya menolak untuk hadir dan menyampaikan protes karena tidak disertakannya soal desa adat sebagai sebuah nomenklatur  ”,   Ujar  SiDin Yando, Kamis (18/6/2020).

Kongres Kebudayaan Adat digelar secara daring 1 Juni -15 Agustus 2020. Kongres ini digelar Sanggar Inovasi Desa dari Desa Panggungharjo, Bantul, menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.    Ryan menjelaskan, Kongres Kebudayaan Desa membahas berbagai topik tentang desa,  mulai dari aspek ekonomi desa, pendidikan, kebudayaan, reformasi birokrasi, informasi,  datakrasi hingga soal tata kelola pemerintahan hingga kondisi normal baru karena Covid-19.

Menurut Yando, dirinya diundang untuk menjadi salah satu pembicara di forum itu. Namun, bukannya soal desa adat seperti kepeduliannya saat ini, melainkan tema-tema umum.   “  Saya tidak habis pikir bagaimana acara sepenting ini mengabaikan keberadaan desa adat baik dalam kebijakan maupun sebagai realitas  ”,  Ujar  SiDin  Yando dalam pesan singkatnya ke penyelenggara kongres.   Pengabaian desa adat di kongres soal desa menjadi cermin kondisi para pegiat desa,   “  Aktivis desa ternyata enggak paham UU Desa dan melihat desa dari satu sisi saja, yakni desa dinas, dan mengabaikan desa adat  ”,  Ujar Yanda  dan  pembahasan desa adat di UU Desa mangkrak selama lima tahun ini.

Beragam aspek tersebut akan digali dari nilai-nilai Nusantara dan melibatkan para pemangku kepentingan desa dengan beragam latar belakang,   "  Harapannya, kongres ini menjadi forum bersama untuk merumuskan tatanan arah Indonesia baru  ",  Ujar Ryan Laji .

Yando, peneliti Pusat Kajian Etnografi Komunitas Adat, Yogyakarta, sebelumnya menolak menjadi pembicara kongres itu lantaran tak melibatkan pembahasan seputar desa adat.  Menurut Yando, dirinya diundang untuk menjadi salah satu pembicara  untuk mengisi di forum itu.  Namun, bukannya soal desa adat seperti kepeduliannya saat ini, melainkan tema-tema umum yang dianggapnya kurang menyentuh esensi dari Desa Adat sebagai ruang pengembangan kebudayaan desa.

Penyelenggara Kongres Kebudayaan Desa 2020 membantah bahwa kongres tersebut mengabaikan desa adat,  merespons pernyataan pegiat desa adat Yando Zakaria yang memprotes acara tersebut.   Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Desa 2020 Ryan Sugiarto menjelaskan kongres ini membuka partisipasi semua pihak untuk ikut andil merumuskan berbagai aspek desa.   "  Tidak hanya melibatkan desa-desa pinggiran kota atau desa-desa modern, tapi juga desa-desa yang selama ini dikenal sebagai desa adat  ”,   Ujar SiDin Ryan  dalam pernyataan tertulis di Gatra.com, Sabtu (20/6/2020).

Ryan  menepis anggapan Yando bahwa kongres ini mengabaikan isu desa adat,   "  Tudingan tersebut tidak berdasar. Karena beragam topik yang dibahas dalam rangkaian KKD berusaha mengakomodir berbagai kepentingan lintas kebijakan  ",   Ujar SiDin Ryan.  Lebih jauh  acara ini diharapkan akan menghasilkan rancangan strategis yang diharapkan bisa menjadi acuan desa-desa di Indonesia untuk menyusun kebijakan di era normal baru. "  Tentu dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing desa  ",  Ujarnya Laji.

Kongres digelar oleh Sanggar Inovasi Desa, Desa Panggungharjo, DIY, diharapkan menjadi salah satu inisiatif untuk mengajak desa-desa di Nusantara bersiap dengan tatanan dunia baru saat ini karena wabah Covid-19.Selain diskusi daring, acara ini menggelar riset, Festival Kebudayaan Desa Adat, hingga puncaknya Deklarasi Tatanan Indonesia  Baru. Ryan berkata, kongres ini menjadi ruang bagi desa, termasuk desa adat, untuk menyajikan gagasannya.

"  Mulai Papua hingga Aceh terbuka untuk turut memproyeksikan tatanan Indonesia baru. Tidak ada istilah Kongres Kebudayaan Desa mengabaikan pihak tertentu karena kongres ini disemangati salah satu nilai luhur desa, yaitu gotong-royong  ",  Ujar SiDin Ryan. 


Dari desa berkembang Budaya Nusantara.
 Pegiat desa hadapi dunia baru di Kongres Kebudayaan Desa.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...