Senin, 02 September 2019

BOS TAKSI MALAYSIA MINTA MAAF PADA RAKYAT INDONESIA AKIBAT PERNYATAANNYA TERKAIT GOJEK

NusanTaRa.Com
byFarhaMTukirmaN, 29/08/2019

Dato Shamsubahrin Pemilik " Big Blue Taxi " Malaysia

Pendiri perusahaan taksi Malaysia, Big Blue Taxi, secara terbuka meminta maaf kepada rakyat  Indonesia karena dalam satu pernyatannya tentang Gojek telah menyebut mereka miskin, serta memicu kemarahan pengemudi Gojek di Indonesia.   Komentar kontroversial itu merupakan salah satu bentuk penolakannya terhadap kehadiran perusahaan transportasi asal Tanah Air di Negeri Jiran tersebut yang dianggapnya tak sesuai dengan keadaan rakyat Malaysia.

Dalam video viral yang membuat gelombang kemarahan di Indonesia, Shamsubahrin mengatakan bahwa Malaysia adalah negara yang kaya, di mana para pemuda tidak miskin seperti rekan-rekan mereka di Indonesia. Dia menyebut Gojek sebagai layanan " hanya untuk orang-orang miskin di Jakarta, Thailand, India, dan Kamboja ".

Shamsubahrin menjustifikasi pernyataan awalnya,  bahwa ia hanya mendasarkan pernyataannya setelah membaca laporan berita tentang keadaan ekonomi Indonesia.   Namun, usai meminta maaf, Ismail mengatakan :  " Indonesia ada di hati saya, rakyat Indonesia ada di hati saya ",  demikian seperti dikutip dari Malaymail, Rabu (28/8/2019).

Pernyataan Shamsubahrin  tersebut  telah menciptakan kegemparan di kalangan orang Indonesia, serta rencana akan digelarnya protes yang direncanakan di depan kedutaan Malaysia di Jakarta oleh presiden Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono, dan pengendara Gojek lainnya.

Beliau juga mengakui kalau dirinya termasuk dalam grup pengendara Gojek Indonesia (WhatsApp) nasional. Saya berada di grup Driver Grab Indonesia (WhatsApp) nasional.   " Masalah yang muncul sekarang adalah saya mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa orang Indonesia miskin karena laporan dari Indonesia.   Saya meminta maaf atas kesalahan dalam pernyataan saya, menyebut Indonesia sebagai orang miskin, berdasarkan laporan yang saya terima ", Ujar SiDin Laji.

Dalam pernyataan tersebut Shamsubahrin pun  juga mengkritik Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dan mempertanyakan  " jenis masa depan apa yang diinginkan olehnya ketika para pemuda Malaysia diiming-imingi bekerja sebagai pengemudi transportasi online ".   " Setelah (Gojek) disetujui (oleh Kabinet), Syed Saddiq mengatakan dengan bangga bahwa lebih dari 100.000 pekerjaan akan disediakan oleh Go-Jek untuk kaum muda ".

" Pertanyaan saya sekarang adalah, apakah kita ingin saudara kita, saudari kita, atau bahkan anak-anak kita memiliki masa depan seperti itu di Malaysia? ",Ujar SiDin.   " Mengapa kita mempromosikan upah yang lebih rendah? ", Ujar SiDin Shamsubahrin mempertanyakan lebih lanjut, sembari menambahkan bahwa biaya hidup telah meningkat, tidak seperti upah orang yang tak pandai naik.

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan pemerintah akan lebih menekankan pada keselamatan jalan, menjelang debut Gojek di Malaysia,   dan  laporan studi dan mekanisme layanan akan diserahkan kepada Kabinet dalam waktu satu bulan.  Perusahaan transportasi dan jasa online Gojek yang sangat populer yang didirikan oleh Nadiem Makarim pada 2010 juga beroperasi di Thailand dan Vietnam dengan nama GET dan Go-Viet.

Pada 24 Agustus, Syed Saddiq mengatakan pemerintahan Malaysia yang dipimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) juga akan membantu mendorong layanan ojek online, Dego Ride, setelah bertemu dengan bos perusahaan Indonesia Gojek dan meminta Kabinet untuk menyetujui  " secara prinsip "  untuk memulai kembali layanan transportasi itu.    Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia mengatakan, kabinet Malaysia telah sepakat untuk memperbolehkan layanan ojek online untuk mengaspal di negaranya yang sebelumnya dilarang karena terkait kemanan.


TKI Den Panjul  buat roti untuk dimakan,
Bos Taksi Malaysia berujar Indonsia warga Miskin.

Minggu, 01 September 2019

SYEKH ASAL SYU’BAN AL-MAKKI AL-BANJARI PEMUDA KANDANGAN IMAM MASJID DI MEKKAH DI USIA MUDA.

NusanTaRa.Com
byMuhammaDBakrI, 14/09/2018
Syekh Asal Syu'bah bin Haji Yanto al-Makki al-Banjari (ustaz Asal), Imam mesjid Birrul Walidain (2016, 2018).

Pemuda Indonesia di usia masih muda sudah memiliki suara merdu, sempat menjadi trending youtube di usia 21 tahun yang mencuri perhatian dunia daalam kebolehannya melanunkan ayat-ayat suci al-Quran.  Kefasihannya dalam membaca Al-Qur’an membuatnya biasa tampil di Masjidil Haram Syekh Sudais, hadapan Para ulama dan tokoh-tokoh Mekkah seperti Amir kota Mekkah dn Naib Amir dan lainnya, atas kelebihan tersebutlah ia telah di daulat menjadi imam tetap disebuah masjid di Mekkah Arab Saudi di usia 15 tahun.  

Pemuda yang mulia itu bernama Syekh Asal Syu'bah bin Haji Yanto al-Makki al-Banjari akrab disapa ustaz Asal,  anak angkat  Guru Syairazi Kandangan dan anak angkat Imam Masjidil Haram Syekh Dr Hasan Bukhari.  Ustaz Asal menjadi imam salat rawatib, tarawih, dan qiyamul lail di beberapa masjid di Makkah, antara lain: Masjid Al-Bashawiri dan Masjid ‘Asyur Bukhari (2012), Masjid Ar-Ridha (2013), Masjid Syekh ibn Utsmain (2014), Masjid Bin Laden (2015), dan Masjid Birrul Walidain (2016, 2018).

Ustaz Asal lahir di Mekkah pada tahun 1997, anak pertama dari pasangan Ustaz Yanto dan Ustazah Mariyati yang berasal dari  Ambutun, Kandangan, Kalimantan Selatan.  Meski sejak lahir menetap di Mekkah, kewarganegaraan ustaz Asal tetap Indonesia.  Sempat absen jadi imam di Mekkah tahun 2017 karena pulang ke kampung halamannya di Kandangan – Kalimantan Selatan, sekaligus menemui salah seorang gurunya yang bernama Tuan Guru Haji Ahmad Syairazi.

Mastuki petugas di Kementerian Agama mengatakan komunitas Banjar memang sangat dihormati orang Mekah dan banyak anak  Banjar yang lahir dan besar di sana kemudian menjadi imam masjid, pemberi fatwa (mufti), guru-guru, dan yang lainnya.   " Kalau dari Kandangan, Kalsel, itu memang ada perkampungan sendiri dan sangat dihormati orang Mekah. Karena komunitas Banjar itu sangat dikenal. Seperti Syeh Arsyad al-Banjari, Syekh Nafis al-Banjari besar di Mekah pada saat itu ", Ujar SiDin Mastuki.

Mastuki menambahkan, di Saudi banyak komunitas suku lain dari Indonesia yang bermukim di sana, mereka datang disana bersama-sama dan menetap bersama dalam menuntut ilmu dan berdagang.  Beberapa di antaranya yakni Jawa (Al-Jawi), Banten (Al-Bantani), Mandailing (Al-Mandali), Padang (Al-Padangi), Bima (Al-Bima), dan lainnya.

Berikut cerita lengkap Nur Hidayatullah Yuzarsif   Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang salah satu pemilik akun FaceBook yang pernah mempostingnya 16 Mei 2018  :
 

“ Syekh Asal” begitu panggilan guru dan ulama Makkah kepadanya, tidak pernah mondok seperti kebanyakan ustadz pada umumnya dan hanya bermukim di rumah orang tuanya di Mekkah.  Ia telah meraih ijazah hafalan Alquran dengan predikat “ Excellent “ dari Lembaga Hapalan Alquran tingkat Kota Mekkah dan menyelesaikan hapalan Alquran di usia 12 tahun, namun ia masih  rutin mereview di bawah bimbingan Imam Masjidil Haram Syekh Dr Hasan Bukhari, bahkan sudah menamatkan Alquran riwayat Syu’bah bin ‘Ashim Al-Kufi di bawah bimbingan Imam Masjidil Haram tersebut.

Pemuda yang suka mendendangkan nasyid  pernah meraih juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kota Makkah, dan peringkat utama Predikat Exelent pada Musabaqah Hifzhil Qur’an di Masjid al-Kuwaiti.  Sering tampil di stasiun tv di Kota Makkah, diundang membacakan ayat suci Alquran pada acara-acara khusus yang dihadiri oleh para syekh, ulama, dan tokoh di Kota Makkah.

Selain menjadi Imam Masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi Makkah, saat ini Ustadz Asal juga sibuk mengajar hafalan, tahsin dan tilawah alquran, di beberapa tempat ; antara lain di Masjid ‘Asyur Bukhari Makkah, di bawah binaan Syekh Hasan Bukhari, mengajar mahasiswa luar negeri di Masjid Fakultas Dakwah di bawah binaan Universitas Ummul Qura.   Pada penutupan Tahfizh di bulan Sya’ban untuk kepulangan mahasiswanya ke negerinya,  Ustadz Asal kembali tampil bersama tokoh dan ulama Makkah seperti Imam Masjidil Haram Syekh Dr. Hasan Bukhari dan Khatibnya Imam Saleh al-Thalib yang juga tercatat sebagai Hakim Agung di Kota Makkah.

Syekh Asal Syu'bah  ini berpesan kepada umat Islam khususnya para pelajar dan generasi muda agar menyibukkan diri dengan Alquran.   Baginya Alquran kitab yang paling mulia, diwahyukan kepada nabi yang paling mulia  Nabi Muhammad SAW, melalui malaikat yang paling mulia  Jibril AS, diturunkan di dataran bumi yang paling mulia  Mekkah, pada bulan yang paling mulia Ramadhan, dan di malam yang paling mulia  malam lailatul qadar, yang lebih baik dari seribu bulan.

  
Baca Al-Qur’an senandung indah,
Syekh Asal Syu’ban masih muda imam masjid Mekkah.

KEMAH MERAH PUTIH PARA LOYALIS DANNY POMANTO DI HUT KEMERDEKAAN RI 74 DI MONCONGLOE MAROS.

NusanTaRa.Com
byLaSikUAgaY, 19/08/2019


Bendera Merah Putih sepanjang 400 meter dibentangkan oleh 1500 warga Makassar yang tergabung dalam komunitas loyalis Danny Pomanto bersama Mohammad Ramdhan ‘ Danny ‘ Pomanto,  dalam  memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus, di puncak bukit Tokka Tena Rata, Desa Tompobulu Kecamatan Moncongloe Maros, Sabtu, (17/8/2019).

Pengibaran bendera panjang ini merupakan rangkaian dari kegiatan “ Kemah Merah Putih ” yang digagas oleh para loyalis Danny Pomanto, sebelumnya telah dilaksanakan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Danny Pomanto.  “ Dengan semangat persatuan. Kali ini pengibaran bendera panjang sangat khas, karena pengibaran bendera merah putih dilakukan dari atas bukit yang tinggi lalu diluncurkan kebawah, ini akan jadi moment bersejarah bagi generasi kita ”, Ujar SiDin Danny.

Diprosesi pembentangan bendera panjang tersebut tampak ribuan warga tersebut berpakaian hitam putih, lalu berbondong-bondong naik ke puncak bukit dengan membawa  bendera merah putih dan  ratusan orang juga terlihat menarik bendera berukuran panjang tersebut dari atas bukit sambil bernyanyi laju indonesia raya.   Danny Pomanto mengatakan dalam memaknai hari kemerdekaan RI kali ini, semangat persatuan dan kekompakan warga yang tergabung dalam komunitas sangat tinggi dalam pembentangan bendera merah putih berukuran panjang.

Dikesempatan itu mantan Walikota Makassar ini mengaku bahwa semangat dari para loyalis yang berjumlah ribuan tersebut membuatnya juga bertambah semangat untuk maju kembali bertarung di Pemilihan Wali Kota Makassar 2020-2025. “ Kenapa saya mau maju di 2020 karena adaki semua bikin semangat “, Ujar SiDin Danny didepan ribuan  simpatisannya.

Tidak hanya itu, Danny yang sangat familier dengan warga Makassar diera kepemimpinannya,  juga menyampaikan rasa terimah kasih yang mendalam kepada warga di sekitar Bukit Tokka Moncongloe. “ Saya juga berterimah kasih kepada saudaraku di tokka maros ini, kegiatan ini juga tidak lepas dari bantuan saudaraku disini  “, Ujar SiDin Danny.  

Ketua Panitia Kemah Merah Putih, Benny Iskandar mengatakan dengan semangat kebersamaan dan kekompakan sehingga semua bisa berkumpul pada kegiatan Kemah Merah Putih dengan beberapa hiburan dan permainan diikuti peserta kemah dan warga disekitar bukit Tokka.  ” Kami siap dan pasang badan untuk bapak Danny Pomanto untuk maju di 2020 2025, beliau sudah teruji kemampuannya dalam memimpin kota Makassar “,  Ujar SiDin Benny disertai teriakan Oppoki dan Tungguma.

Kemah Merah Putih menyambut hari kemerdekaan RI tersebut bertemakan “ Merdeka atau Mundur Lagi! ” akan digelar selama dua hari berturut-turut, 16 hingga 17 Agustus 2019. Danny Pomanto akan hadir bersama 1.000 anggota komunitas yang mewakili 179 komunitas di Kota Makassar   ”.  Ini buktinya kalau beliau (Danny Pomanto) masih diidolakan sama masyarakat, kami pun sangat berharap beliau maju di 2020 nanti, banyak harapan yang kami titip untuk kemajuan Makassar kedepan,” pungkas Wahab Tahir Anggota DPRD Makassar dari fraksi Golkar. 

  
KEMAH MERAH PUTIH DI PUNCAK BUKIT TOKKA
DANNY POMANTO OPPOKI DAN TUNGGUMA DI 2020.

KISAH PARA NELAYAN MANGIHANG (PEMBURU IKAN HIU) DI PULAU AMBO SELAT MAKASSAR.

NusanTaRa.Com
byLaSikUAgaY, 02/08/2019


Penangkapan Hiu di Pulau Ambo, sudah ada sejak lama dan sudah generasi kedua sekarang ini,  seiring waktu, jumlah generasi pertama tinggal sedikit. Kini, mereka berusia lanjut dan tak lagi menangkap hiu secara aktip.   Kisah Linus, 42 seorang pelintas dua generasi pemancing hiu di Pulau Ambo,  mulanya ia hanya  nebeng dan sekarang ia  beroperasi mandiri bersama anggotanya.  Pulau Ambo, masuk di kecamatan Balabalakang, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat—sebelumnya Sulawesi Selatan. Umumnya  pria di sini berprofesi nelayan mulai penangkap ikan kerapu hingga ikan Hiu,  berkapal kecil atau besar.


Nelayan di Pulau Ambo terkenal sebagai pemburu Hiu  selain ikan tongkol dan kerapu di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 sejak tahun 1970 saat ini masuk pada generasi kedua.  Berbagai jenis hiu yang ditangkap seperti Hiu batu atau hiu karang black tip (Carcharhinus melanopterus),  hiu tinumbu (Carcharhinus amblyrhynchoides) atau graceful shark, hiu mangali (Galeocerdo cuvier) adalah hiu macan, dan hiu pari (Rhynchobatus australiae).   Hiu marak ditangkap  sejak permintaan pasar terutaman ekspor ke Cina meningkat  untuk bahan pembuatan sup, sirip, daging, hati dan minyak hiu. BPSPL Makassar mencatat, 2.020 hiu—tanpa perlindungan—didaratkan sepanjang tahun 2018.

Siapa generasi pertama ?,  Mereka adalah pengguna alat pancing dangkal (kedalaman 150 meter). Kelompok ini beroperasi sejak tahun 1970-an hingga 2004. Alat itu, oleh warga Ambo disebut ‘ rawe tombak ’ (Rawai dangkal). mereka menekuni profesi ini secara otodidak tanpa ada yang mengajarkan, prinsipnya bahwa mereka butuh uang dan memancing tersebut dapat memenuhinya.

Generasi kedua ?, Generasi ini dikenal sebagai pemakai ‘ rawe butung ’ atau long lines, Generasi kedua inilah yang hingga hari ini terus beroperasi di wilayah Pulau Ambo Kabupaten Mamuju.  Wilayah tangkap generasi pertama, hanya di sekitar pulau, di perairan dangkal, yang berjarak 14 mil. Sementara sekarang Generasi kedua mereka mengarungi laut lebih jauh dengan hasil lebih menjanjikan bagi kehidupan, mereka  mengarungi Selat Makassar dengan jarak tempuh 41 mil, sebelum membentangkan rawai dan genersi  pelopor inilah yang  mengajarkan penerusnya, macam Linus.

Penggunaan Rawai Dangkal sejak tahun  2004 mulai berkurang atau ditinggalkan seiring semakin berkuragnya Generasi pertama.   Karna saat itu mereka mulai kedatangan tamu  istimewa lebih berhasil dalam penangkapan dan dialah yang telah mengajarkan mereka dalam penerapan penggunaan Rawai Panjang.   “ Orang ini dulu menangkap (hiu) juga di sekitar Pulau Ambo. Karena sukses kita lihat, kita minta ajar di mereka ”, Ujar SiDin Linus.

Tamu itu datang dari daratan tenggara, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara,  orang-orang di Pulau Ambo  memanggil mereka orang ‘ Butung ’ sehingga Linus mengatkan bahwa Rawai yang dia gunakan sekarang dibori nama ” rawe butung “, bertahun kemudian Nelayan Mangihang (nama local Ikan Hiu) menghilang ketempat yang lebih menghasilkan dan kurang porsaingannya.

Perburuan Hiu menjadi komoditas utama di Pulau Ambo, mengalahkan ikan tongkol dan kerapu merah bahkan tangkapan Udang Lobster.   Berkat hiu pula, puluhan keluarga nelayan Pulau Ambo kodong dapat hidupkan anak-anaknya, melanjutkan sekolah, rumah terisi perabot, naik haji dan remaja tidak jadi pengangguran.  Jangan heran bila di Pulau Ambo banyak ditemukan meja terbuat dari bamboo di depan rumah karena digunakan istri dan anak nelayan untuk menjemur  Sirip Hiu.

Kisah sejarah Pulau Ambo, menurut satu kisah nelayan bahwa pulau ini awalnya ditemukan para pencari suaka dari P Sulawesi yang kabur dari pencarian para penjajah Belanda dan Nippon (Jopang) yang bersembunyi disini.   Pulau seluas 10,6 hektare ini, dulunya sempat direbut suku Bajau, tetapi dihalang para nenek (To matua) yang juga turut menetap disini dan semakin hari populasi semakin bertambah.

Di sini pangan utama sulit karena harus dipasok dari daratan Sulawesi yang melintasi Selat Makassar selama 6-8 jam.  Hasil laut jadi sendi utama kehidupan di Pulau Ambo seperti Sirip Ikan Hiu atau ikan lain yang kemudian di jual di Daratan Sulawesi yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  “ Orang di sini tidak makan (hiu). Tapi kalau ada pembeli, ya otomatis kita tangkap ”, Ujar SiDin Saiful Nelayan Hiu generasi ko dua.

Suku-suku di Nusantara  seperti Bajau, Buton, Mandar, Bugis Makassar dan Madura menjadi pemangku kebudayaan maritim. Namun, belum ada bukti pasti, kapan awal mula orang-orang nusantara mulai memancing hiu.  “ Menurut saya, penangkapan hiu (di Indonesia) karena pengaruh pasar dan konsumsi global dari Cina, yang suka mengonsumsi sup-sup, yang bahannya dari sirip hiu. Kemudian berkembang pada pamanfaatan minyak dan hati ”, Ujar SiDin Tasrifin Tarahan antropolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (24/7/2019).

Rustan mantan nelayan Mangihang (Hiu) Generasi portama, kini tinggal bersama lima anaknya dan sang isteri. Ia lupa usianya apakah 60 tahun atau mungkin saja 70 tahun di masa tuanya hari ini, ia tak lagi melaut seperti saat dia masih berusia 20 tahun. “ Dulu itu saya pernah keliling ke Palu, terus ke Makassar, pakai kapal sendiri ”, dan  “ Kalau pancing mangihang itu, butuh tenaga. Saya tidak sanggup lagi. Sudah tua ”, Ujar SiDin dengan gaya Plabomoranya (hebat).   Tahun 1970, Rustam mulai mancing mangihang  bersama kawannya (alm.) Subaer dan berganti dengan Linus sampai tahun 2000-an.

Sebelumnya menggunakan rawai dangkal, Rustam awalnya pemancing ikan tongkol dan sunu gunting  hasil tangkapnya termasuk sirip Hiu  ia jual ke Makassar secara langsung atau via pedagang perantara.  “ Saya biasanya bawa (sirip hiu) di Pulau Barrang Lompo (Kepulauan Sangkarrang, Makassar)  ada orang Cina itu langgananku ”, Ujarnya laji dengan semangat dengan mata berbinar-binar.

Permintaan pasar awalnya di Pulau Ambo hanya sebatas sirip,  belasan tahun kemudian pesanan bertambah perasan minyak, daging dan hati hiu.  Rustam dan kawannya hanya dapat melaut tak melebihi 41 mil  yaitu  di laut dangkal menanti hiu yang hidup di perairan dangkal menggasak umpannya berukuran 3 hingga 7 meter.  “ Kayak begitu perutnya, ada lebih besar lagi ”,  sahutnya sambil menunjuk drum besi,  “ Wededeh, besar sekali. Siripnya saja digantung di bawah (tiang kolong, tinggi sekitar 130 cm) rumah sampai ke tanah ”, Ujar SiDin.
Begitu besarnya sehingga merepotkan membawanya, jadi  “ Aih, tidak dibawa kita. Jadi kalau sudah kita patto’ (jerat) kepalanya, langsung dipotong siripnya. Terus dibuang badannya. Maka itu mi juga dimakan sama teman-temannya. Tidak lama itu, pasti banyak mi mangihang ”, Ujarnya menerangkan.  Alat pancing yang digunakan Rustam terbuat dari tali tambang dan memiliki satu mata pancing yang cukup besar  dengan  Panjang talinya bisa capai 100 meter ke bawah laut dengan jerigen yang dipasang di permukaan serta  Umpan yang ia gunakan ikan tongkol.  Kala nasib baik Pak Rustam dapat membawa sampai 35 ekor ikan Hiu seperti Hiu batu, hiu tinumbu, hiu mangali, kadang juga hiu pari dan kala sial tak seekorpun didapat.    Hiu batu (Carcharhinus melanopterus) lebih populer bernama hiu karang black tip. Sedang hiu tinumbu (Carcharhinus amblyrhynchoides) atau graceful shark merupakan predator yang dikenal lemah gemulai. Hiu mangali (Galeocerdo cuvier) adalah hiu macan. Dan hiu pari (Rhynchobatus australiae), ikan pari yang mirip hiu.

Di masa tuanya,  Rustam masih memancing ikan dalam skala kecil borsama  Sang putra, Wandi (18), tak perlu jauh kata Rustam  paling sekitar 7 mil dari pulau Ambo.  Sebelum ayam berkokok mereka keluar dari rumah menuju kapalnya yang ia sandarkan dekat pelabuhan Pulau Ambo,  menjelang Maghrib, Rustam baru kembali ke darat. Membawa beragam jenis ikan, “ Ikan batu seperti sunu gunting, kadang juga tongkol  ”, Ujarnya terkekeh. Sambil menimpali Toa mi Ramangnga.
ReffMongabay5/8/19

Linus Nelayan HIU di Pulau Ambo Mandar
Biru laut karena Biru Langit,
Warga Pulau Ambo pemburu Hiu yang ulung di laut.

PERJALANAN KISAH ES KERIM DAN KEBERADAANNYA DI JUKARTA.

NusanTaRa.Com
byPaKeLEE, 02/08/2019



Es Kerim sebuah makanan beku dari produk susu seperti krim (atau sejenisnya), digabungkan dengan perasa dan pemanis kemudian campuran ini didinginkan dengan mengaduk sambil mengurangi suhunya untuk mencegah pembentukan kristal es besar.  Makanan ini ditaruh disebuah wadah mangkuk-mangkuk kecil kemudian diseduh dengan sendok kecil atau langsung dijilat, menjadi penganan yang menyenangkan terlebih di siang yang panas atau sebagai sajian penutup sebuah makanan, penganan ini juga telah masuk Indonesia sejak jaman Bolanda.

Para sejarawan mengatakan kalau Es lembut ini atau Es Krim Konon  berasal dari Cina yang tercipta  pada 3000 SM, bahkan sang petualang dari Italia (pendeta) yang kesana mencari resep Es Kerim ini dan memperkenalkannya ke Italia.  Es Keri mini mulai dikenal dimasyarakat dunia pada abad ke – 17, ketika penganan ini menyebar dari Italia ke utara Eropah,  Perancis dan Amerika hingga keseluruh dunia kemudian mencapai Indonesia yang dibawakan kolonial Bolanda. Kala itu Es Kerim sangat sederhana berbanding sekarang, hanya terbuat daarri Es dan Kerim dengan perisa sederhana seperti Vanila dan chocolate, Es Kerim dari Prancis adalah “ Perancis-style ” ice cream (dibuat dengan kuning telur) dan mitranya dari Amerika membuat, “ Philadelphia style ”(tidak menggunakan kuning telur melainkan putih telur). 

Di Jakarta hingga tahun 1950-an masih ditemukan penjaja es krim  yang menggunakan gerobak ditarik  kuda hias, model sirkus Gipsy yang penjualnya mengenakan jas panjang (tuxedo) dan topi tinggi,  juga masih terdapat penjaja es krim menggunakan pikulan dan  Es Krim merk Baltik pernah menjadi nama yang dikenal oleh anak-anak.  Namun sekarang di Jukarta es krim dengan berbagai merknya telah masuk ke berbagai gang dan kampung dengan menggunakan sepeda dan bebunyian elektronik dan telah menghiasi berbagai pusat perbelanjaan.

Di Jakarta dulu ada tiga toko es krim yang dapat bertahan cukup  lama yaitu pertama toko es krim Sweet Corner yang terletak di Jalan Pintu Air, berhadapan dengan Bioskop Satria dan Sekolah Kristen (sekarang sekolah Penabur),   Kedua, es krim Italy yang terletak di bilangan Pintu Air (jalan Veteran I) dan ketiga, es krim Ragusa yang berada di Pasar Baru, sekarang yang tinggal hanya dua yang pertama udah tidak ada.   Es lain yang juga hampir punah adalah es lilin celup atau es lilin goyang, sebab membuatnya harus dicelup dulu dan di goyang-goyang dalam gerobak. Selain itu, pada 1970-an pernah menjamur orang membuat dan menjual es mambo. Es yang dibungkus plastik dengan berbagai rasa. Pada waktu itu, setiap orang yang mempunyai kulkas berkesempatan untuk membuatnya. 

Walaupun beberapa perusahaan es krim Amerika dan Australia telah hadir di Jakarta dengan teknologi modern dang menghiasi lantai-lantai Mall dan pusat perbelanja dengan sitem pelayanan yang sangat menyenangkan dan menghibur, tetapi tetap saja ada penjual es krim model dikerok atau krim mong-mong sehingga pembeli masih mendengar suara, srek…kreok…., sewaktu es krim diambil dari tempatnya untuk diletakan di gelas plastik model lama, es kerimini masih eksis mengitari kampung-kampung hingga kini.

Dulu di belakang Pasar Baru, beberapa rumah makan Cina menyediakan es campur yang mereka namakan Es Shanghai (mungkin mengambil nama dari asal wilayah penjualnya di Cina). Merk ini kemudian menyebar ke berbagai rumah makan lain. Sebagian diubah namanya menjadi Es Apollo karena dipengaruhi peluncuran pesawat angkasa Apollo Amerika, Es Fujiyma berbentuk seperti gunung Fujiyama di Jopang dan  terakhir dikenal dengan nama Es Teler, suatu istilah yang diambil dari bahasa jalanan yang berarti mabuk.   Padahal Es Teler maksudnya es campur yang berisi kolang-kaling, kelapa muda, cendol, potongan buah alpukat, gula, dan santan berwarna ternyata Es menghebohkan ini  ternyata tidak ada bedanya dengan Es Shanghai yang dulu itu.

Penjual Es Teler yang pertama dan terkenal di Jakarta pada 1970-an ada di perdagangan di trotoar pertigan jalan Cilacap, Menteng.  Pada waktu itu  banyak orang sampai ngantri untuk membelinya, khususnya anak muda. Keberhasilannya itu kemudian banyak ditiru oleh pedagang lain, termasuk pedagang makanan dan minuman yang besar juga menggunakan istilah kepunyaan pedagang kaki lima itu untuk merek dagangnya.

Langgo Pintar jual Es Kerim,

Menikmati Es Kerim menggembiran dan jadi tentram.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...