Sabtu, 03 Agustus 2019

NURDIN ABDULLAH MENJALANI SIDANG HAK ANGKET DPRD SULSEL TERKAIT DUALISME KEPEMIMPINAN DIPEMPROV SULSEL.

NusanTaRa.Com
byLaSikUAgaY, 11/07/2019



Sidang hak Angket DPRD Sulawesi Selatan berlatar, dugaan adanya  dualisme kepemimpinan antara Gubernur Nurdin Abdullah dengan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Pemerintah Provinsi Sulsel.   Agenda itu merupakan rangkaian penyelidikan DPRD terhadap dugaan adanya dualisme dan sejumlah temuan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan di Pemerintah Provinsi Sulawesi  Selatan sebagaimana di ungkap Ketua Panitia Angket Kadir Halid .

Agenda sidang itu digelar karena dinilai terdapat lima keganjilan keganjilan dalam penyelenggaraan  pemerintahan di Pemprov Sulsel, yang dianggap dapat melanggar aturan.   Ada lima poin penting yang menjadi sorotan,  Poin pertama, terkait pelantikan 193 pejabat Sulsel yang surat keputusannya ditandatangani oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Kedua, manajemen pengangkatan PNS yang dinilai tidak profesional. Ketiga, dugaan KKN dalam penempatan pejabat tertentu. Keempat, pencopotan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dinilai tidak berdasarkan mekanisme sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, terutama tidak adanya klarifikasi terlebih dahulu.   Poin kelima ialah pelaksanaan APBD 2019 yang serapan anggarannya dianggap masih minim. 

Dualisme kepemimpinan itu terungkap saat pemeriksaan para saksi terkait diantaranya  Sekretaris Daerah Abdul Hayat oleh tim hak angket DPRD Sulsel yang digelar di lantai 8 menara DPRD Sulsel.   Dualisme kepemimpinan itu dimaksudkan dua pejabat itu sering berseteru dalam pengambilan keputusan seperti soal pelantikan 193 pejabat Sulsel yang ditanda tangani Wakil Gubernur Sulsel  Andi Sudirman Sulaiman, kemudian dibatalkan Gubernur Nurdin Abdullah karena ada yang tidak sesuai.  Menurut Hayat hal tersebut tidak adanya koordinasi dari Andi Sudirman pada Nurdin Abdullah selaku Gubernur sebelumnya.   

Terkait SK Tersebut  oleh KPK pernah disarankan untuk dicabut,  “   Gubernur dan Wagub telah dipanggil Mendagri di Jakarta.  Setelah mereka menghadap, Gubernur dan Wakil Gubernur diminta mencabut SK tersebut. Ada juga saran dari KPK untuk mencabut, maka SK itu juga akhirnya dicabut  ”, Ujar SiDin Abdul Hayat.   Sebelumnya Abdul Hayat mengaku tidak pernah melihat SK tersebut namun  disela-sela sidang hak angket baru  Abdul Hayat mendapat foto SK itu.   “ Saya baru dapat foto SK itu dari staf, memang ada beda. Ada beberapa lembaran yang tidak diketik pakai computer  ”, Ujar SiDin Abdul Hayat.

Terkait  soal kontroversi mutasi dan pelantikan pejabat ditemukan beberapa persoalan janggal menurut Kadir Halit Ketua Pansus angket DPRD SulSel.   " Dari penjelasan (Kepala BKN) tadi, bahwa ada prosedur yang salah. Prosedur yang dilanggar tentang misalnya mutasi, pencopotan, dan pemindahan aparatur sipil negara dari beberapa kabupaten dan kota ke tingkat provinsi. Itu intinya  ", Ujar SiDin Kadir Halid.

Nurdin Abdullah alumni Unhas pada Pansus Angket menyampaikan bila seluruh keluarganya tidak ikut terlibat dalam dugaan KKN tersebut.  Bahkan sejak awal dirinya menjabat sebagai Gubernur Sulsel sudah menyampaikan kepada seluruh keluarga besar agar tidak terlibat bermain proyek.  “ Saya sudah berkomitmen untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, jadi saya tegaskan kepada seluruh keluarga tidak terlibat  ”, Ujar SiDin Nurdin menjawab pertanyaan Ketua Pansus Hak Angket.

Terkait Pencopotan pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Alumni Fakultas Kehutan UNHAS ini menyampaikan secara tegas dan tepat bila pencopotan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel memiliki dasar yang kuat.   “  Kami lakukan pencopotan sudah ada LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan)  ”,  Ujar SiDin Nurdin Abdullah singkat dan berwibawa.   Terkait penyelenggaraan anggaran Daerah, Nurdin Abdullah mengaku, penyerapan anggaran sudah berjalan dan sejumlah proyek sudah progres berjalan dengan lancar sesuai harapan bersama.

Sidang paripurna DPRD Sulawesi Selatan yang digelar di ruang paripurna kantor DPRD Sulsel,  Penggunaan Hak Angket untuk Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah  serta wakilnya Andi Sudirman Sulaiman,  Senin (24/6/2019).  Sidang paripurna ini diikuti 64 dari 85 anggota DPRD Sulsel.   Hanya Fraksi PDI-P yang tidak muncul dalam forum sidang paripurna ini dari 10 fraksi yang ada di DPRD Sulsel.


Lies sebutan dara manis Sunda,

Nurdin Abdullah menjalani Pansus Angket DPRD Sulsel.


Jumat, 02 Agustus 2019

SULTAN ABDULLAH DILANTIK SEBAGAI YANG DIPERTUAN AGONG MALAYSIA KE – XVI.

NusanTaRa.Com
byBakuINunukaN, 05/02/2019



Sultan  Pahang Abdullah Sultan Ahmad Shah (59) rasmi menjadi Yang di-Pertuan Agong Malaysia XVI pada Kamis (31/1/2019),  pelantikan tersebut telah menjadikannya sebagai Raja Malaysia ke-16 menggantikan Sultan Muhammad V dari Kelantan yang mundur pada 08 Januari lalu.   Sultan Abdullah yang merupakan raja dari negeri bagian Pahang ditetapkan sebagai Yang Mulia Raja Malaysia  berdasarkan keputusan konferensi  Penguasa Malaysia yang saat ini dipimpin Sultan Terengganu Sultan Mizan Zainal Abidin.

Alasan pengunduran diri dari Sultan Muhammad V tersebut tidak dijelaskan, tetapi sebelumnya tersiar kabar bahwa Muhammad V telah menikah dengan mantan ratu kecantikan Rusia, Oksana Vaevodina (25).   Pernikahan itu dikabarkan berlangsung saat Muhammad V mengambil cuti untuk perawatan kesehatan selama dua bulan.

Sultan Pahang Abdullah Sultan Ahmad Shah resmi dilantik sebagai raja Malaysia, Kamis (31/1/2019), menandakan awal masa jabatannya selama lima tahun hingga 2024.    Sultan Abdullah didampingi istrinya, Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah, tiba di Lapangan Parlemen dan disambut Perdana Menteri Mahathir Mohammad bersama Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail.

 Kedatangan Sultan Abdullah disambut iringan lagu kebangsaan yang dimainkan oleh Resimen Band Kerajaan dan hormat senjata menggunakan 21 senapan.   Sultan Abdullah kemudian menginspeksi pasukan penjaga kehormatan utama dari Resimen Kerajaan Melayu Batalion 1, sebelum masuk ke Istana Kerajaan untuk mengambil sumpah jabatan.  Sultan Abdullah selanjutnya akan menyandang gelar Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong XVI. Sementara pada kesempatan upacara yang sama, sekaligus diambil sumpah jabatan wakil raja oleh Sultan Perak, Nazrin Shah. 

Kelembagaan Konferensi Penguasa Malaysia terdiri dari sembilan sultan dan empat gubernur dari negara bagian yang bukan kesultanan yaitu Sabah, P Pineng, Melaka dan Serawak,  namun dalam pengambilan suara penetapan raja hanya dapat dilakukan oleh Sembilan Sultan saja yaitu dari Kedah, Negeri Sembilan, Perlis, Terengganu, Kelantan, Johor, Perak, Pahang dan Selangor.   Saat penetapan keputusan tersebut dilaporkan oleh The Straits Times  bahwa hanya  sultan Muhammad V dari Kelantan yang tak hadir dalam pemungutan suara itu.

Sultan Muhammad V seharusnya menduduki tahta Kerajaan Malaysia hingga 2021,  akan tetapi pada 6 Januari 2019  penguasa Kelantan yang berusia 49 tahun itu mendadak mengundurkan diri dan ini mencatitkan satu sejarah Malaysia bahwa beliau menjadi Raja Malaysia pertama yang mengundurkan diri  di tengah masa jabatan masih gemilang.   Adapun Sultan Abdullah pelantikannya pada 31 Januari 2019 sebagai pelantikan yang  kedua sedang Pelantikan pertamanya pada 15 Januari 2019 ia baru sahaja dinobatkan sebagai Raja keenam Kesultanan Pahang.

Kesepakatan para penguasa di Malaysia tentang pentakbiran Raja beraja di Malaysia termasuk penetapan yang Dipertuan Agong yang berlaku  sejak 31 Agustus 1957, bahwa tahta raja Yang Dipertuang Agong Malaysia diduduki secara bergantian oleh mereka yang masuk dalam Sembilan Raja di negeri bagian Malaysia yang juga punya hak dalam penetapan Raja Malaysia tadi selama 5 tahun untuk satu masa berkuasa.

Abdullah, yang lahir 30 Juli 1959, adalah anak keempat dari delapan bersaudara, tetapi merupakan anak lelaki tertua.  Abdullah pernah mengetuai Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) periode 2014-17.   Saat ini dia adalah anggota Dewan Pengawas non-Eksekutif FIFA (badan sepak bola dunia), anggota Dewan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Selain itu, Abdullah juga menjabat sebagai presiden Asosiasi Hoki Asia.

  
SiDin berdendang dengan Irama Tempoyak,
Sultan Abdullah dilantik sebagai YDA Malaysia ke-XVI.


Kamis, 01 Agustus 2019

SEMESTER PERTAMA 2019, BANK MANDIRI RAIH LABA Rp 13,5 Trilliun BERSIH.

NusanTaRa.Com
byRyaNSyaHPutrA, 30/07/2019



Sepanjnag semester pertama 2019 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menunjukkan kinerja keuangan cukup positif.  Hal tersebut terlihat dari laporan keuangan yang telah dipaparkan,  hasil program yang dijalankan, serta kualitas layanan.   Dalam jumpa pers yang diadakan pada Rabu (17/7) di Plaza Mandiri, Jakarta, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih hingga Rp 13,5 Triliun di paruh pertama tahun ini, meningkat 11,1 persen dibandingkan semester I 2018.


Menurut Hery Gunardi, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, pencapaian laba tersebut dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 14,85 persen year-on-year (YOY) menjadi Rp 44,5 triliun, penurunan biaya CKPN sebesar 21,28 persen, serta perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional yang berhasil ditekan dengan baik.   “  Kami berupaya terus memperkuat pendanaan untuk menjaga kesehatan likuiditas perusahaan agar dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan berkualitas  ”,  Ujar SiDin  Hery.

Sementara Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan (Rabu, 17/07/2019), menjelaskan, laba bersih Bank Mandiri juga dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 14,85 persen year on year menjadi Rp 44,5 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatatkan penurunan biaya CKPN sebesar 21,28 persen yoy.    Panji menjelaskan, di tengah ketatnya likuiditas akibat persaingan suku bunga perbankan, pada semester I 2019, total Dana Pihak Ketiga (bank only) secara rata-rata tumbuh 6,8 persen yoy atau secara konsolidasi mencapai ending balance Rp 843,2 triliun.   Angka ini didorong oleh pertumbuhan tabungan bank only secara rata-rata 5,1 persen yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 342,6 triliun.

Saat ini, strategi pertumbuhan Bank Mandiri difokuskan untuk stabilitas jangka panjang. Karenanya, pengukuran kinerja dilakukan dengan melihat saldo rata-rata (average balance), alih-alih dengan angka akhir periode (ending balance) yang lebih menunjukkan kinerja jangka pendek.   Kredit rata-rata perseroan secara bank only mengalami pertumbuhan cukup baik, yakni 12,1 persen YOY.

Anak perusahaan Bank Mandiri juga terus bertumbuh dan memberikan keuntungan bagi perusahaan induk.   Total aset dari anak perusahaan tumbuh hingga 16,4 persen YOY, dengan pertumbuhan income 12,8 persen, serta peningkatan net profit sebesar 29,6 persen. Beberapa anak perusahaan tersebut di antaranya Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, AXA-Mandiri Financial Services, dan Mandiri InHealth.

Salah satu rencana Bank Mandiri untuk ke depannya adalah menerbitkan obligasi valas senilai USD 2 miliar.   Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Mandiri juga telah menerbitkan surat utang melalui program Euro Medium Term Notes (EMTN) dalam denominasi dolar AS senilai USD 750 juta di semester I 2019.    “  Saat ini, permodalan dan likuiditas kami berada pada situasi yang sangat baik dengan rasio CAR di level 21,01 persen dan rasio RIM di level 96,94 persen  ”, Ujar SiDin Hery.

Selain menjaga kondisi keuangan agar tetap stabil bahkan bertumbuh, Bank Mandiri juga terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. Porsi yang paling besar diberikan untuk pembangunan infrastruktur, di mana hingga Juni 2019 penyaluran kredit ke sektor tersebut mencapai Rp 203,4 triliun.     Bank Mandiri juga telah menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor utama seperti transportasi, tenaga listrik, migas & energi terbarukan, konstruksi, jalan tol, telematika, perumahan rakyat & fasilitas kota, dan lain-lain.

Bank Mandiri juga tidak setengah-setengah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.   Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), misalnya, telah disalurkan ke berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa produksi yang tersebar di seluruh Indonesia. Sepanjang Januari-Juni 2019, total KUR yang disalurkan tercatat mencapai Rp 10,54 triliun dengan pertumbuhan mencapai 27,4 persen YOY.

Selain itu, Bank Mandiri pun tidak mau ketinggalan dalam perkembangan teknologi digital di sektor keuangan. Bank Mandiri mendukung terciptanya cashless society, salah satunya dengan pengoptimalan penggunaan kartu debit dan kredit serta LinkAja!.   Layanan pembayaran elektronik LinkAja! juga diharapkan menjadi national champion untuk e-money di Indonesia.    Masyarakat sendiri semakin berminat dengan hadirnya layanan digital yang dihadirkan Bank Mandiri. Hal itu dibuktikan dari nilai transaksi lewat jaringan online yang mencapai Rp 552 triliun atau tumbuh 8,8 persen YOY, didorong oleh transaksi mobile banking yang mencapai Rp 202 triliun.

Kini, Bank Mandiri memiliki 2,52 juta pengguna aktif layanan Mandiri Online dengan nilai transaksi mencapai Rp 317,9 triliun, atau tumbuh 123 persen year-on-year.   Dengan adanya angin segar di paruh tahun pertama ini, Hery berharap Bank Mandiri bisa terus tumbuh secara berkelanjutan.
 drKumparan, 18 Juli 2019



Mudah tersenyum Mudah Reseki,

Bank Mandiri diparuh I 2019 meraih laba tinggi.

HUTAN MANGROVE LANGSA ACEH TEMPAT MENIKMATI WISATA MANGROVE BERSKALA DUNIA.

NusanTaRa.Com
byMuhammaDBakkaranG, 31/07/2019


Negeri Serambi  Mekkah  punya  satu wisata alam   “  Hutan Mangrove Langsa Aceh “ yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi ketika disana selain tempat menarik lain seperti Titik Nol P We dan Mesjid Baiturrahman Aceh yang sangat menarik .  Hutan Mangrove Langsa Aceh seluas delapan ribu hektar terletak lima kilo meter dari Kuala Langsa arah pelabuhan,  taman ini disebut-sebut sudah berskala Internasional dan bahkan sudah sering dilirik wisatawan asing dan sering menjadi rujukan para peneliti Internasional, dengan koleksi spesies Mangrove terlengkap di Asia dengan 42 jenis mangrove penghuninya.

"  Di hutan mangrove Kuala Langsa ada 42 jenis mangrove dan ini terlengkap di Asia Tenggara  ", Ujar SiDin Umar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Langsa.   Pihak Pomda bertekad memanfaatkan hutan mangrove ini untuk menjadi salah satu ekowisata terfavorit di daerah itu guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Hutan Mangrove Langsa Aceh termasuk wisata yang diminati para kawula muda, sehingga menjelang akhir pekan banyak remaja dan anak muda berkunjung ke sini  serta harga  tiket masuknya murah meriah  Rp 2.500.   Keunggulan lain,  semua pengunjung yang datang  diwanti-wanti tidak senonoh terlebih jika daatang dengan pasangan, sehingga pengelola membuat papan peingatan dan ingat Hukum Kanun Islam berlaku di Aceh.


Mengitari Hutan Mangrove Langsa Aceh cukup aman,  dengan menikmati perjalanan di atas jembatan kayu sembari menyaksikan rimbunnya penghijauan.   Ada banyak spot keren untuk sekedar ber-selfie dengan latar hutan Mangrove seperti di Jembatan melengkung  warna Coklat, tempst ini sering dijadikan lokasi Pre-Wedding.   Keaamanan tak usah khawatir karena di sini terdapat menara pengawas berisi petugas yang siap memantau keadaan dari ketinggian 10 meter.   Spot favorit berikutnya menara pengawas,  di tengah perjalanan menyusuri Hutan Mangrove Langsa Aceh,  dengan menaiki tangga vertikal kita dapaat menyaksikan suguhan pemandangan hutan mangrove dari ketinggian – indah dan menawan.

Hutan Mangrove Langsa Aceh juga menjadi habitat bagi beberapa satwa lokal, seperti monyet, ular, biawak, ikan, udang, dan kepiting. Khusus untuk gerombolan monyet, mereka sesekali menampakkan diri pada pengunjung baik dipohon maupun dijeramba menyapa pengunjung. Oleh karena itu pengunjun disarankan tidak membawa makanan, barang berkilauan, atau benda lain yang bisa menarik perhatian monyet.

Sebagai salah satu destinasi ekowisata populer, Hutan Mangrove Langsa Aceh sebagai satu destinasi ekowisata hebat, mempunya fasilitas lain cukup mendukung untuk memanjakan wisatawan.  Di bagian terluar hutan, terdapat berbagai macam warung makan bagi yang ingin mengistirahatkan kaki sembari mengisi perut dengan beragam penganan  mulai dari mie aceh hingga beragam seafood.

Perwakilan WWF Belanda, Hans Beukeboom menyampaikan dukungannya terhadap kerja Pemkot Langsa serta LSM lokal dan masyarakat dalam upaya pelestarian hutan mangrove.  “  Masyarakat adalah penjaga garis depan, memastikan bahwa hutan mangrove tidak dihancurkan. Terus melakukan upaya pelestariannya  ", Ujar SiDin Hans Beukeboom.  Ia mengaku bangga menyaksikan beberapa kelompok masyarakat yang telah mulai memanfaatkan hutan mangrove secara berkelanjutan, sebagai sumber bahan baku alami untuk produk makanan.

Pemko Langsa bersama WWF serta sejumlah Lembaga peduli lingkungan hidup pada Sabtu (27/7) telah menggelar Seminar Internasional dengan tema  "  Bersama dalam konservasi mangrove untuk kehidupan pembangunan lestari dan berkelanjutan  ", dan menjadikan potensi ini sebagai sumber daya ekonomi yang ramah lingkungan.   Seminar tersebut merupakan puncak pekan mangrove dengan menghadirkan pembicara dari KPH III, Akademisi Iswayudi, Aktivis Perempuan Rasyidah, dan perwakilan masyarakat seperti dari kelompok perempuan Kuala Langsa hampir 450 peserta yang menghadiri.



Banyak satwa laut memijah ke Mangrove,
Hutan Mangrove Langsa Aceh wisata berskala Internasionale.


SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...