Rabu, 23 Agustus 2017

PANGERAN " ABDUL MATEEN ", PANGERAN TAMPAN DARI BRUNEI DARUSSALAM

NusanTaRa.Com


Hampir semua putra putri pemimpin Negara menjadi sorotan publik tentang kehidupannya entah gaya hidupnya, kariernya ataupun pasangannya, terlebih bila ia dari anak raja yang secara otomatis mempunyai hirarkie pemerintahan bahwa anaknya akan mempunyai peluang untuk melanjutkan pemerintahan ayahnya lebih besar.   Pangeraan Abdul Mateen dari Kerajaan Brunei Darussalam mungkin salah satu diantaranya yang tak lepas dari sorotan publik atas semua perjalanan kehidupannya sehingga ia harus mempunyai sikap  tersendiri dalam menghadapi media public tersebut untuk dapat memberikan imaj yang positip.
   
Pangeran Abdul Mateen kelahiran 10 Agustus 1991 yang masih lajang dengan postur tinggi  Pria yang tampak GooD LookinG ini dengan garsi rahang kuat,  sering disebut sebagai Pangeran Harry versi Asia yang penuh prestasi dan idola wanita.  Terlahir dari Ayah Raja Brunei Sultan Hassanal Bolkiah dari istri kedua Puan Mariam dan ia tercatat sebagai putra ke sepuluh dari Sultan Bolkiah memiliki kecemerlangan karier dan pendidikan membuat ia semakin digandrungi kalangan hawa.
 
Sebagian besar kaum Hawa terpesona setiap Ia memposting berbagai aktipitasnya di Instagram dengan nama akun @tmski dengan berbagai aktipitas seperti bermain Polo, Berkuda, Naik Jet pribadi, Menyumpit dan berbagai kegiatan di akademiknya.   Pangeran Mateen lulus dari Royal Military Academy Sandhurst pada 2011 sebagai Letnan Dua,  ia juga memiliki gelar  Master of Arts dari School of Oriental and African Studies, University of London pada tahun 2014.  

Pangeran tampan ini sangat gemar berolahraga, sebagaimana terlihat dari banyaknya jenis olahraga yang Pangeran geluti  bahkan ia  pernah tergabung dalam Bruneian football tim, AM Gunners. Pangeran Mateen dikenal sebagai pangeran yang paling ramah di antara keluarga kerajaan yang lainnya dan  aktif dalam kegiatan amal.  Setelah menyelesaikan pendidikan  militer di Commissioning Course for Regular Army Officers, Pangeran Mateen yang saat ini berusia 25 tahun  langsung melanjutkan pendidikan di Universitas London  tercatat sebagai mahasiswa di jurusan International Diplomacy.   Dengan kepribadiannya yang ramah tersebut membuatnya sangat mudah menemukan sahabta-sahabat terbaiknya selama di London. 

Kepribadian kesehariannya ia megungkapkan, "  Saya memiliki keluarga yang sangat besar, tapi saya paling dekat dengan kakak laki-laki dan dua saudara perempuan saya. Kami melakukan semuanya bersama-sama  ",  Ujar SiDin Pangeran Mateen sebagai mana kutipan NusanTaRa.Com.   Sebagai lekaki yang tampan dengan latar belakang yang sangat mapan seyogyanyalah ia dalam keseharian menjadi perhatian dan pujaan kalangan hawa sebagaimana terbaca pada komentar – komentar di Instagramnya dalam hal ini ia berkomentar bahwa,   "  Seseorang yang genuine dan tak berpura-pura. Seseorang yang sangat sederhana, itu yang saya suka  ",  Ujar SiDin Pangeran Mateen. 

Sebagai putra mahkota dari Kesultanan Brunei tentulah ia mempunyai tanggung jawab atas kehidupan yang ia lakoni demi menjaga status yang ia sandang terlebih ia tercatat sebagai pewaris tahta urutan ke Sepuluh yang berhak menggantikan ayahnya dalam menarujui kepemimpinan di Brunei, sehingga ia juga dibekali dengan berbagai pengalaman dan pedidikan sebagai bekal memimpin negaranya.  Beliau seorang yang tampan, berpengetahuan dan sopan dalam kehidupan sehari-hari setidaknya demikian pandangan salah seorang warga Brunei atas pangeran yang mereka cintai,  “  Beliau seorang Pangiran yang tampan, berpengetahuan dan sangat taat menjalankan perintah Agama  “,  Ujar Sidin Charles warga Brunei yang ditemuai NusanTaRa. Com.
byBakuINunukaN

Kekasih hati jauh di Langit,
Pangeran Mateen dalam pergaulan sangat bersahabat.


Selasa, 22 Agustus 2017

POTENSI EKOWISATA PESUT DI SEPANJANG SUNGAI MAHAKAM

NusanTaRa.Com
byEsPernyatA, 22Agustus2016
Pesut Mahakam (Orcaella  brevirostris sp)
Sungai Mahakam bagiku bukan saja sarana transportasi yang dapat menghubungkan daerah di Kalimantan Timur, bahkan dahulu kala hanya melalui media ini saja masyarakat dapat berkomunikasi antar desa dengan baik, mulai dari Paling Hulu seperti Tiong Hang, Long Pahangai, Long Apari, Melak  hingga Tenggarong, Samarinda hingga Anggana dapat terhubungkan dengan media ini.  Tapi sekarang masaalahnya bukan hanya sebatas itu tapi bagaimana satu bentangan alam yang panjang ini dapat memberikan banyak kehidupan bagi masyarakaat Kalimantan Timur bahkan Indonesia baik dari sisi Perekonomian, Pariwisata, dan Perikanan.

Pariwisata sesuatu banget bagiku jika dihubungkan dengan pengembangan potensi DAS Mahakam yang memiliki berbagai hal yang cukup menarik untuk dinikmati atau disajikan.    Beberapa hal yang cukup menarik bagiku seperti menikmati pelayaran sepanjang sungai Mahakam untuk Kota Samarinda pihak Pemprov telah meresmikan dua kapal wisata satu untuk berlayar sehari diseputar kota sejarah Samarinda dan yang satu lagi menikmati pelayaran  Samarinda – Tenggarong dan masih banyak trayek lain yang cukup menarik.  Jika ingin menikmati perjalanan panjang anda bisa sehari semalam menyusurinya dari Samarinda ke  Melak-Long Apari dan ini satu-satunya rute perjalanan sejak dahulu kala,  selain menikmati perjalanan sungai anda bisa menikmati Giram, tebing-tebing batu cadas atau keindahan perkampungan Dayak di siring sungai.

Mahakam sebagai pusat Pariwisata Pesut (Orcaella  brevirostris  sp), bagiku suatu yang cukup menarik untuk dikembangkan mengingat mamalia air tawar serupa  Lumba-lumba dan Paus ini termasuk langka di muka bumi selain di Sungai Mahakam hanya terdapat di Sungai Mekong dan Sungai Irawadi dan di Mahakam spesies ini terbilang sangat terancam keberdaannya menurut data 2007 diperkirakan populasi yang tersisa hanya 85 ekor.   Pengembangan Pariwisata Pesut tentunya akan mendorong Conservasi Pesut untuk melindungi dan mengembangkan keberadaan spesies ini agar tetap eksis dan memberikan satu tujuan kunjungan Mahakam yang potensial.

Dari dahulu keberadaan Pesut hanya ditemukan di muara – muara sungai Mahakam tapi sekarang habitatnya telah mencapai ratusan km kehulu seperti Wilayah Kecamatan Kota Bangun, Danau Jempang (15.000),  Danau Semayang (13.000 ha) dan Danau Melintang (11.000 ha).  Pesut (Orcaella  brevirostris sp) dengan kepala agak membulat dan mata agak kecil adalah spesies pemangsa Ikan, Udang dan kepiting kecil air tawar sebagai makanannya, ancamannya jaring-jaring yang dipasang disepanjang sungai serta sikapnya yang agak jinak dengan manusia hingga mudah diajak bermain.

EsPernyata dan Lima Tokoh WWF
Pengembangan potensi Mahakam sebagai area pusat perikanan perairan umum adalah sesuatu banget selain luasnya habitat ini sangat cucok dengan berbagai jenis ikan mulai dari Ikan Lais, Ikan Haruan, Ikan Patin, Ikan Salap, Ikan Mas, Ikan Lele, Ikan Mujair, Ikan Sidat dan lainnya.   Salah satu bentuk Fishery yang baik dikembangkan Budidaya Keramba dengan menata keramba disepanjang sisi sungai atau sisi Danau akan memberikan satu situasi yang menyenangkan bahkan kita bisa menikmatinya ditempat atau dapat membelinya sebagai satu cideramata bagi keluarga di rumah.

Pada Senin, 21 Agustus 2016 aku kedatangan tamu yang dikenalkan sahabatku Innal Rahman beliaulah yang telah mengajak aku dahulu datang menyaksikan kehidupan Pesut Mahakam di Kota Bangun - muntai, katanya tamu tersebut ingin mengutarakan berbagai hal seputar Pengembangan Sungaai Mahakam sebagai pusaat Wisata Pesut, tentunya hal ini sangat menyenangkanku.  Mereka yang datang  Ery panca, Ary, Sugeng Hendratno, Nano dan Arbie Jueng,   kelima pria gagah ini bertemu dalam kerangka menjelaskan kepadaku akan potensi ekowisata di sepanjang sungai Mahakam  sangat unik dan pemandangannya pun eksotik.

Kemudian mereka memberi masukkan berupa potensi, Identifikasi, penyusunan, penataan, pemilahan berbagai hal dan telahaan yang disarankan pada pemerintah, pelaku Usaha jasa wisata serta masyarakat terkait dalam satu bentuk dokumen yang minta disampaikan pada terkait.  Aku jar senang mendengar tuturanya  “  jika ingin jualan , termasuk jualan pariwisata, kita harus selalu mencari unsur pembeda. Jika kita berjualan ' komiditas ' yang sama dengan orang lain, mungkin pilihan kunjungan tidak dijatuhkan kepada kita, karena kita harus jujur, waktu dan biaya yang dibutuhkan kurang kompetitif dibanding daerah lain  “.  Kegiatan mereka didukung oleh WWF Indonesia dan Proyek SIDA HoB Civil Society Cy2017 dan tentunya akan sangat bermanfaat bagi kepariwisataan Kalimantan Timur, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan rakyat Bumi Etam juga.

I belive theirs fives plus Innal Rahman yang juga dikenal sebagai Pramuwisata Pesut akan melahirkan keluaran positip bagi pengembangan “  Ekowisata Pesut Mahakam “.    Selain itu Mahakam memiliki Potensi seperti memiliki lebih dari 170-an macam ikan sungai, lebih dari 70-an burung khas yang ada di bantaran sungai ini, bahkan  kalau tak salah ada 5 burung yang tidak ditemukan di belahan bumi manapun. Dan jangan lupa, hanya di sungai ini saja bisa kita temukan pesut, si lumba-lumba air tawar.


Kepala Pesut Nyembul di pagi hari,
Ekowisata Pesut  menumbuhkan geliat ekonomi. 

Minggu, 20 Agustus 2017

WARGA DESA TAU LUMBIS DI PERBATASAN RI-MALAYSIA MEMBENTANGKAN MERAHPUTIH 1 KM

NusanTaRa.Com



Desa Tau Lumbis meski merupakan ibukota Kecamatan Lumbis Ogong, tapi ia bisa dibilang  sebuah desa yang terisolir jauh berada diperbatasan dengan Malaysia yang hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu menyusuri sungai Sedalir  selama 6  jam dari Mensalong, Selain itu desa ini berbatasan langsung dengan Malaysia membuat banyak warganya yang ulang alik ke negeri jiran seperti Bantul dan Tenom untuk mencari kerja keadaan ini sering menjadi satu keraguan akan semangat Nasionalisme.  Jum’at 18 Agustus 2017,  Komunitas Perbatasan 17 yang berada di desa Tau Lumbis didukung Muspika dan seluruh masyarakat Desa Tau Lumbis Kecamatan Lumbis Ogong Kab. Nunukan menggelar Pembentangan Bendera MeraHPutiH sepanjang 1.000 meter (1 km).

Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1 kilometer ini dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan RI ke 72 serta sebagai bukti tekad warga Desa Tau Lumbis untuk menanamkan semangat Jiwa Nasionalisme masyarakat akan cinta Tanah air dan membendung  pengaruh yang non Nasionalisme dari luar daerah di Perbaatasan RI-Malaysia.  Pembentangan Bendera MeraHPutiH sepanjang 1.000 meter di sepanjang sungai Sedalir sebagai bukti bahwa masyarakat perbatasan masih memiliki semangat Nasionalisme yang tinggi yang tak luntur oleh apapun pengaruh di sana.  Antusias masyarakat dalam mengikuti acara ini terlihat dengan keterlibatan mereka dengan menggunakan pakaian adat, seragam sekolah dan seragam kerja mereka dengan mengarak dan membentangkan bendera.

Kepala Desa Tau Lumbis Panus Langkau kepada RRI mengatakan, meski berada di perbatasan yang jauh dari ibukota Kabupaten, namun jiwa Nasionalisme masyarakat perbatasan jangan di ragukan.   “  Desa kami ini pak terisolir dan sangat jauih dari ibukota kabupaten. Tapi kalau berbicara Nasionalisme dan NKRI, jangan di ragukan, kamilah yang tinggal disini menjadi ujung tombak benteng pertahanan Negara. Bapak bisa liat sendiri bagaimana antusias kami disini memperingati hari kemerdekaan  ”,  Ujar SiDin Panus Langkau.

Masyarakat Desa Tau Lumbis Kec. Lumbis Ogong Kab. Nunukan Provinsi Kalimantan Utara yang berada di perbatasan langsung dengan Malaysia dan seringnya kita mendengar eksodus masyarakat tersebut ke Negara jiran untuk mencari kerja  oleh sebagian kalangan dianggap bahwa warga desa tersebut memiliki rasa nasionalime yang rendah.   Padahal di zaman Konfrontasi RI – Malaysia ditahun 1962 – 1968 bahwa merekalah yang beerada di garda terdepan dalam mempertahankan wilayah Indonesia dan menjadi pejuang bersama tentara RI dan Sukarelawan RI.

“  Kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Tau Lumbis, Muspika Kec. Lumbis Ogong, dan Komunitas Perbatasan 17 yang telah mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 ini khususnya kegiatan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1000 meter, Kita harus bersumpah akan mencintai NKRI sampai kapanpun  ”,  Ujar SiDin  Panus Langkau.   Arif Yoga seorang pengurus Komunitas Perbatasan 17 mengatakan bahwa  tugas utama dari komonitas mereka adalah terus menjaga dan menggelorakan jiwa nasionalisme masyarakat perbatasan agar tetap cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“  Selain mendukung pelaksanaan pembentangan bendara 1 kilo meter di Kecamatan Lumbis Ogong, kami komonitas perbatasan 17 juga menggelar serangkaian kegiatan di Kecamatan Lumbis Induk, tentu hal hal seperti ini kedepanya akan kami  lakukan terus secara berkesinambungan, sehingga masyarakat akan semakin kuat dan bersatu padu dalam kerangka bingkai NKRI  ”,  Ujar SiDin Arief.   Lebih jauh masyarakat Desa Tau Lumbis sangat mengarapkan  agar Pemerintah Daerah lebih aktip mengembangkan pembangunan di daerah mereka sehingga dapat memupus ketertinggalan dan keterisolasian mereka yang bisa mengurangkan rasa Cinta Tanah Air mereka. 
byRyaNSyahputrA

Sungai Sedalir mengalir sepanjang Perbatasan,
Nasionalisme Warga PerBatasan Lumbis  menjaga kesatuan.

Kamis, 17 Agustus 2017

NEW YORK TIMES MEMUAT KARIKATUR JOKOWI ATAS SIKAPNYA PADA ISLAM RADIKAL

NusanTaRa.Com

Meski Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembubaran Organisasi Masyarakat (Ormas) baru dalam tahap pengusulan ke DPR untuk mendapatkan pengesahan, namun usaha serius Presiden Jokowi untuk memberantas organisasi masyarakat yang radikal dan tidak sesuai dengan Pancasila mendapat perhatian dari Media Massa Luar negeri di Amerika.   New York Times Minggu 16 Juli 2017 memuat karikatur yang menggambarkan bagaimana Presiden Jokowi melakukan perlawanan terhadap Kelompok Islam Radikal di negara yang berlandaskan Pancasila. 

Pemerintah Jokowi resmi menerbitkan Perppu 2/2017 tentang Pembubaran Ormas dan telah mengirimkannya ke DPR pada senin 10/7/2017 sebagaimana diumumkan Menko Polhukam Wiranto sebagai pengganti UU Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.  Sejak awal isue pembentukan UU Ormas ini menimbulkan banyak prokontra di masyarakat termasuk satu partai pendukung pemerintah Partai PPP,  mengkritik kebijakan pemerintah dalam merilis Perppu 2/2017 untuk menghapuskan organisasi yang menentang Pancasila.

New York Times terbitan Minggu 16 Juli 2017 menerbitkan karikatur Jokowi  tersebut bertajok  "  Heng on Indonesia's Decree to Ban Radical Groups  ", karikatur ini muncul dalam rubrik opini. Karikatur yang digambarkan oleh kartunis "  Heng Kim Song  " dari Singapura.  Karikatur tersebut menggambarkan Jokowi membawa cairan dalam sebuah wadah derejen bergambar Tengkorak dan Tulang sebagai racun yang disemprotkan pada tanaman liar yang akan menyerangnya  dan tanaman itu dinamakan " Radical Islamist ".
 
"  Presiden Joko Widodo menandatangani sebuah keputusan yang mengizinkan pihak berwenang untuk membubarkan kelompok agama dan masyarakat sipil.  Hal tersebut dalam upaya melawan kelompok Islam garis keras yang menentang pemerintahan yang pluralis  ",   Tulis The New York Times dalam keterangan karikatur, sebagaimana dikutip NusanTaRa.Com.   "  Negara tidak bisa dirong-rong masa depannya, dirongrong kewibawaannya. Kita tidak ingin ada yang  merongrong NKRI kita  ",  Ujar SiDin Jokowi. 

Penerbitan Perppu 2/17 menjadi perdebatan hangat karena di dalamnya memuat tentang pembubaran Ormas yang dapat langsung dilakukan Pemerintah sedang peraturann sebelumnya harus terlebih dahulu melalui Pengadilan.   "  Perppu belum menjadi solusi terhadap ormas yang dianggap pemerintah saat ini bemasalah.   Mereka (pemerintah) pembina, masak pembubar ? Kalau ormas dianggap menyimpang   keluar rel , tugas pemerintah melakukan pembinaan  ", Kritik Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Kamis (13/7/2017).

"  Saya sampaikan, tidak. Tidak boleh kita biarkan, mereka yang terang terangan ingin mengganti Pancasila, ingin merongrong NKRI, meruntuhkan demokrasi negara ini. Tidak  ", Ujar SiDin  Jokowi saat memberi sambutan pada peresmian Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7).   Sikap politik Jokowi yang melakukan perlawanan terhadap organisasi anti Pancasila yang oleh New York Times sebagai Islami Radikal menjadi berita menarik dunia tentunya khususnya Amerika Serikat yang juga sedang melakukan perlawanan terhadap tindakan radikal.

byKariTaLa LA/23Juli2017


Pohon Kamboja tumbuh indah berbaris,
Jokowi membuat Perppu 2/17 anti organisasi non-Pancasilais

Sabtu, 12 Agustus 2017

PEREDARAN SATU TON SABU DARI CHINA BERHASIL DIGAGALKAN PIHAK KEPOLISIAN

NusanTaRa.Com
byFarhaMTukirmaN, 08/8/2017



Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengaku kasus penyelundupan sabu sebanyak 1 ton dari China merupakan tangkapan terbesar selama dia menjabat sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya,   "  Tangkapan terbesar, Alhamdulillah  ",  Ujar SiDin Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7/2017).  Penyelundupan sabu sebanyak 1 ton dari China digagalkan oleh Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok dini hari tadi  di dermaga eks Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis dinihari.

Pengungkapan kasus ini bermula saat polisi mendapat informasi dari kepolisian Taiwan bahwa akan ada sabu dengan jumlah besar dari China yang akan masuk ke Indonesia.  Sabu tersebut masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur laut dengan menggunakan kapal besar kemudian dillanjutkan dengan kapal kecil saat pendaratan agar tidak mudah terlacak,   Baru kemudian dari Anyer dibawa ke Jakarta menggunakan jalur darat.   "  Ini kan hampir 51 kilo kali 20 kiloan hampir 1 ton lebih dengan dikemas yang luar biasa, itu dicemplungkan ke laut dulu, disimpan dulu, dibuang dulu, turun dulu menunggu situasi aman baru ditarik  ", Ujar SiDin Iriawan.

Dalam kasus ini polisi menangkap empat orang warga negara Taiwan, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li mereka semua termasuk dalam satu jaringan pengedar Narkoba Internasional,   adapun Lin Ming Hui tewas saat akan ditangkap karna akan melakukan perlawanan dan tertembak , sedangkan Hsu Yung Li lolos dari penyergapan dan kini berstatus buron.

 Dari hasil pemeriksaan para tersangka, diketahui bahwa sabu tersebut akan diedarkan ke seluruh wilayah di Pulau Jawa,   "  Diedarkan di Jawa, terutama kawasan Jabodetabek  ",  Ujar SiDin Faizal Ramadhani Wakapolres Kota Depok.    Pihak kepolisian memperkirakan, sabu sebanyak 1 ton dari China yang diamankan dari Anyer itu setara dengan sekitar Rp 1,5 - Rp 2 triliun,    Selain itu penggagalan penyelundupan ini sama dengan telah menyelamatkan 2 juta manusia, terutama generasi muda Indonesia khususnya di P Jawa.

Pria yang juga mantan Kapolda Jawa Barat ini mengakui, wilayah laut mejadi potensi dan titik kelemahan penyelundupan narkoba di Indonesia,  lokasinya penyelundupan kerap berpindah-pindah lokasi  yaitu Marunda, Dadak, Tanjung Genteng, Pantai Mutiara, sekarang ada di Anyer sehingga sulit dalam penangkapan.   “  Mungkin nanti pindah lagi ke tempat lain. Langkah polisi, kami patroli pol air dengan angkatan lain juga dengan teritorial lainnya. Jadi memang sedemikian panjang garis pantai kami  ”, Ujar SiDin Iriawan lagi, serta akan tetap pokus dalam menggagalkan penyelundupan dengan memperketat penjagaan di sejumlah titik pelabuhan yang dicurigai menjadi pintu keluar masuk sabu atau narkotika jenis lainnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kinerja Polri, Bea Cukai, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang membongkar penyelundupan sabu satu ton di kawasan Anyer, Banten pada 13 Juli 2017,  menurutnya tak mudah menangkap kapal bernama Wanderlust itu yang juga saat itu di incer empat negara lain.  "  Kapal Wanderlust telah menjadi target operasi di empat negara selama dua bulan  ",  Ujar SiGaluh Sri Mulyani di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Melalui radar dari dua kapal milik Bea Cukai BC 7005 dan BC 8006, diketahui bahwa kapal  Wanderlust yang dicurigai tersebut dalam pelayarannya di perairan Indonesia mula ditemukan  bergerak dari perairan Bangka Belitung menuju perairan Tanjung Rakit, Kepulauan Riau.   Setelah penemuan kapal tersebut pihak penyidik Bea Cukai langsung melakukan pengecekan dan mengamankan kapal tersebut ke KPU Bea dan Cukai Batam, yang kemudian diketahui sebagai pembawa satu ton sabu.



Beli tuak minum bersama-sama,
Sabu - sabu merusak kehidupan generasi muda.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...