Sabtu, 18 Februari 2017

SITI AISYAH DIDUGA TERLIBAT KEMATIAN KIM JOM NAM, ALA SPIONASE

NusanTaRa.Com    

 
Pasca pembunuhan  Kim Jong Nam yang merupakan kakak tiri Presiden  Korea Utara  Kim Jong Un di Bandara udara Subang Kuala Lumpur (Senin,  13/2/2017),  seorang wanita Warga Negara Indonesia Siti Aisyah kelahiran 11 Februari 1992 (25) berpaspor Indonesia diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.   Siti Aisyah diduga melakukan pembunuhan tersebut  bekerjasama dengan  seorang  wanita lain yang menggunakan pastport Vietnam, demikian laporan sementara pihak kepolisian Malaysia.


Kalau ini benar maka satu lagi WNI bakal terancam hukuman mati,   beberapa anggapan mengatakan bahwa kemungkinan Siti  Aisyah melakukan itu hanya karena rekayasa atau penipuan yang dilakukan pihak tertentu,   "  Apa yang terjadi di Kuala Lumpur itu korban dari korban. Jadi ,Kim itu ya korban dari korban karena ini Aisyah korban juga.  Korban dari semacam rekayasa atau penipuan  "   Ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla,  Jumat (17/2/2017).    Menurut M Iqbal dari Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI,  Pihaknya tetap mengupayakan bantuan hukumterhadap Siti tanpa memandang status  dan Timnya juga  di KBRI Kuala Lumpur  telah menyampaikan nota diplomatic ke pemerintah Malaysia guna mendapatkan akses kekonsuleran terkait kasus itu.    "  Tapi terlepas dari itu, dari apa pun statusnya, bagi kami, Kemlu dan perwakilan, selama dia WNI, dia menghadapi masalah hukum di luar negeri, maka kami akan memberikan bantuan kekonsuleran  ", Ujar SiDin Iqbal. (CNN/AFP/The StarThe Guardian/Reuters).


Kejadian penyerangan tersebut menurut Lee Byung-ho Kepala Dinas Rahasia Korea Selatan,  bermula ketika Kim Jong Nam yang diperkirakan berusia  45 tahun sedang berjalan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA)  untuk berangkat menuju Makau,  "  Dia (kurban) mengatakan kepada resepsionis bahwa seseorang memegang wajahnya dari belakang dan menyemprotkan cairan kepadanya  ",  Ujar SiDin Fadzil Ahmat  komandan badan reserse Selangor, Fadzil Ahmat/The Star.   "  Dia meminta tolong dan langsung dikirim ke klinik bandara.  Di sana, dia mengalami pusing dan hampir pingsan. Di klinik, korban merasa tidak enak badan. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Putrajaya, tetapi nyawanya tak tertolong  ",  Ujar SiDin  Fadzil  lagi.



Menurut Inspektur Kepolisian Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar , Siti Aisyah (25) memiliki paspor Indonesia yang beralamat Serang  Provinsi Banten Indonesia,  ditangkap kepolisian Kuala Lumpur, Malaysia  Kamis (16/2/2017) dini hari pasca-tewasnya kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-Un, Kim Jong Nam.  "  Berdasarkan paspornya, dia berasal dari Serang, Indonesia. Dia ditangkap  setelah sosoknya muncul dalam rekaman CCTV  ",  Ujar SiDin  Abu Bakar.   Doan Thi Huong wanita berpaspor  Vietnam diciduk polisi Rabu (15/2/2017).   Kepala Kepolisian Selangor Abdul Samah mengatakan pengadilan setempat mengajukan perintah penahanan selama tujuh hari atas Siti Aishah termasuk Doan Thi Huong.

Polri belum akan mengambil langkah mengingat belum ada konfirmasi dari KBRI di Malaysia maupun permintaan bantuan investigasi dari pemerintah negara tetangga tersebut melalui Kementerian Luar Negeri,   "  Jadi, proses investigasi yang dilakukan sebuah negara apabila melibatkan warga negara asing, itu pasti akan menghubungi KBRI kita yang ada di sana. Di kedutaan kita juga ada LO (liaison officer; penghubung).  Di sana ada atase kepolisian dan kami belum menerima infonya seperti itu  ",  Ujar SiDin  Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar.   Terkait pembunuhan tersebut  turut tertangkap seorang  Pria berusia 26 tahun berkewargaan Negara Malaysia bernama  Muhammad Farid bin Jalaluddin yang juga diyakini kekasih dari Siti Aisyah.


Sumber dari harian lokal  Malaysia mengatakan  Polisi Malaysia sedang mengejar empat agen Korea Utara  yang kemungkinan terlibat pembunuhan dengan memperalat  pembunuh serta  beberapa orang lain yang terlibat,   Wakil Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Andreano Erwin tidak tahu-menahu keterkaitan terduga pembunuh Kim Jong-Nam, Siti Aishah   dengan empat  agen Korea Utara, jadi informasih yang mengatakan kalau Siti Aisyah adalah agen spionase perlu dipertanyakan lagi.

Andreano belum bisa memastikan kapan bisa bertemu dengan Siti Aishah. "Informasi ke kami belum ada tetapi kami sudah mengajukan surat resmi baik melalui telepon maupun jalur lain yang kita miliki untuk membuktikan bahwa kita serius meminta akses konsuler untuk bisa bertemu Siti Aishah," katanya.    Dia menegaskan, kalau akses konsuler sudah diberikan Tim Satgas Perlindungan WNI akan mendatangi dimana Siti Aishah berada sekarang.   "  Kita akan menanyakan sejauh mana Malaysia telah memenuhi hak-hak dia dan kita akan menanyakan kepada dia, motif apa dan kenapa tentang tuduhan pada dirinya  "  Ujar SiDin Andreano lagi, Kalau nanti dia akan menjalani proses hukum  baru Siti berhak mendapatkan pendampingan Pengacara.
byRaisaLembudut  

 Si Kartini melakoni dunia Spion,
Siti Aisyah dalam kematian anak mantan Perdana Menteri Korut.

Jumat, 17 Februari 2017

PEMINDAHAN IBUKOTA NEGARA RI KE KALIMANTAN TENGAH

NusanTaRa.Com


Menjadikan Indonesia sebagai salah satu the emerging countries, maka kota Jakarta yang sudah overload harus dibenahi terlebih dahulu, demikian ungkapan Presiden SBY saat memberikan kuliah tamu dalam rangka Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (14/12/2010).   Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menyiapkan lahan seluas 500.000 hektare (ha) untuk memfasilitasi wacana pemindahan Ibu Kota Pusat Pemerintahan Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalteng. Hal itu dikemukakan langsung oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.    Berdasarkan sebuah studi untuk menyelesaikan masalah Jakarta dibutuhkan 1,4 Jakarta lagi.  Jika itu ada, maka masalah Jakarta bisa diselesaikan.    “  Dan itu tidak mungkin. Kita harus memikirkan solusi untuk transportasinya, mungkin ide membangun pusat pemerintahan yang baru mari kita lanjutan. Sehingga Jakarta bisa  lebih besar, lebih baik dan semua bisa happy  ”,  ujar SiDin SBY.

"  Kita sedang mengidentifikas lokasi, mengkaji status lahan dan letak kawasan, serta menyinkronkan dengan tiga wilayah tersebut, dan pada dasarnya kepala daerah di tiga wilayah itu telah bersedia untuk menyiapkannya  ",   Ujar SiDin Sugianto Sabran di Palangka Raya, seperti dikutip Antara, Jumat (30/12/2016).   Lahan 500.000 ha itu, menurut dia, tersebar di tiga wilayah meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas. 

Kunjungan kenegaraan Presiden  RI,  Joko Widodo  ke provinsi Kalimatan Tengah beberapa waktu  lalu merencanakan  Kota Palangkaraya ibukota Provinsi Kalimantan Tengah  sebagai sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia  yang disambut positif oleh masyarakat Kalimantan Tengah.  Pernyataan ini diungkapkan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto  Sabran  saat Rapat  Paripurna  ke 19  Masa Persidangan III 2016 belum lama ini di Palangkaraya.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" itu mengatakan disiapkannya lahan tersebut sebagai upaya menindaklanjuti penegasan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait  wacana memindahkan Ibu Kota Pemerintahan RI ke Palangka Raya.   Ia mengemukakan, langkah lain yang disiapkan Kalteng terkait wacana perpindahan Ibu Kota Pemerintahan RI ke Palangka Raya adalah mengembangkan potensi wilayah berkomoditas unggulan baru di wilayah sekitar.

Sejarah negeri ini juga mencatat bahwa Presiden RI periode 1945–1966 Soekarno (Bung Karno) pada 1950-an mewacanakan pemindahan kegiatan Pemerintahan RI ke Palangka Raya.  Bung Karno kala itu memperhitungkan jumlah penduduk Jakarta akan tumbuh tak terkendali, sehingga perlu alternatif pemindahan kegiatan pemerintahan pusat.   Pemindahan pusat pemerintahan RI ke daerah bukan hal baru karena sebelumnya pernah di ungkapkan bahwa daerah Jonggol Jawa barat juga dicanangkan sebagai pusat pemerintahan mengingat padatnya kota Jakarta sekarang yang sulit mengatasi hal tersebut.

Pengembangan Palangkaraya  sebagai ibukota Negara,  jauh sebelumnya pernah di ungkapkan Soekarno kemudian akhir tahun 2013 pernah juga di ungkapkan presiden ke 6 RI Pak Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata juga menjadi satu agenda kerja bagi Presiden Jokowi dalam masa pemerintahannya kedepan khususnya dalam lebih meningkatkan kapasitas Ibukota negara sebagai pusat pemerintahan.   " Penegasan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan di Palangka Raya, Selasa [20/12/2016]. Jadi, kita mulai mempersiapkannya dari sekarang  ",  Ujar SiDin Sugianto.

Selain mempersiapkan lokasi, Pemprov Kalteng juga berupaya mengoptimalkan pemeliharaan jalan. Langkah yang akan dilakukan adalah membuka akses jalan ke berbagai daerah, dan peningkatan tonase jalan dari 8 ton menjadi 12 ton.   Mantan Anggota DPR RI periode 2009-2014 itu menyebutkan bahwa sebelum terealisasinya peningkatan tonase jalan tersebut, maka terlebih dahulu dilakukan pembatasan muatan terhadap kemampuan jalan untuk mengurangi kerusakan.

"  Kita juga tetap akan menganggarkan kegiatan pemeliharaan rutin jalan pada APBD tahun 2017. Harapannya DPRD Kalteng dan semua pihak mendukung rencana yang telah disusun Pemprov demi Kalteng BERKAH  ",  Ujar SiDin Sugianto Sabran, merujuk semboyan Pemprov Kalteng yang Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis (BERKAH).
byFarhaDTukirmaN
Ibukota pusat penyelenggaraan pemerintahan,
Kalimantan Tengah akan jadi pusat pemerintahan.

Selasa, 07 Februari 2017

I GEDE NGURAH BAGUS ANAK BALI JUARA OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL

NusanTaRa.Com      



I Gede Ngurah Bagus Arthayasa, Putra daerah asal Bali yang bersahaja tapi mampu meraih prestasi tingkat daerah dan Internasional.   Arthayasa,  Siswa kelas lima SDK Mardusurini, Kabupaten Jembrana Bali, berhasil menjadi Juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 khususnya dalam bidang study Matematika.   Peringatan Hari Pendidikan Nasional  )Hardiknas)  Senin (04/05) lalu, Arthayasa mendapat undangan khusus dari Pemkab Jembrana untuk menerima piagam Penghargaan Bupati Jembrana.

Keberhasilannya tersebut menjadi kebanggan kampung halamannya, sekolahnya, keluarganya serta kerabatnya.   Kesuksesan ini tentunya akan menjadi pendorong semangat bagi siswa dan kalangan pendidik di Bali untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan demi masa depan bali yang berkualitas, setidaknya demikian kata seorang pendidik di Bali.

Arthayasa kelahiran 28 maret 2005 ini sukses meraih prestasi gemilang sebagai juara pertama OSN Bidang Matematika mulai penyelenggaran tingkat Kabupaten hingga Provinsi.   Di tingkat Kabupaten ia berhasil menyisihkan 25 peserta  dan di tingkat Provinsi putra ke empat dari pasngan Made Agus Supriatmaja dan Ni Ketut Sri Suka Ningsih ini berhasi dengan gemilang menyisihkan 63 siswa se - Bali.   Kemudian Arthayasa secara otomatis akan mewakili bali pada kejohanan OSN tingkat Nasional di Yogyakarta pada pertengahan Mei..   

Arthayasa bukanlah tipe siswa yang hanya mempelototin buku sekolah saja tapi ia memiliki beberapa kegemaran lain yang cukup menarik, ia memiliki hobby salah satu diantaranya bermain Bola.   Untuk menghadapi kejuaran tingkat Nasional ia telah mempersipkan diri dengan belajar lebih baik serta tak lupa berdoa sebagai satu kekuatan spiritual untuk memudahkan dirinya.  Baginya yang berkepribadian sederhana dan sering mengikuti demikian,  keberhasil maju ketingkat Nasional adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, karena ia sudah memiliki pengalaman sederhana sebelumnya.   Banyak kompetisi yang pernah ia ikuti sebelumnya seperti " Finalis Kompetisi Matematika Nalaria Realistik tingkat Nasinal 2013 di Bogor ia memperoleh medali Perungu Olimpiade Matematika Kelas IV Tingkat Internasional 2014 dan kompetisi laimnya tontunya.

Arthayasa yang mempunyai cita-cita mengikuti jejak ayahnya sebagai Dokter ini, dalam meraih prestasi tersebut ia memiliki kiat-kiat khusus.   Secara rutin selain belajar di kelas  setiap hari ia mengerjaan sepuluh soal-soal matematika,  tigaa kali sepekan ia mengikuti kursus bimbingan belajar Matematika di Jembrana dan dua kalai dalam sebulan ia mengikutii bimbiingan belajar di Dompasar.

Selain berpestasi dalam mata pelajaran Matematika, Arthayasa juga berprestasi di bidang lain yaitu Olah raga,  bersama timnya mereka berhasil menjuarai Kompetisi sepak bola antar SSB se-Jembrana dan ia bergabung dengan Timsepak bola Kecamatan Jembrana meraih medali perungu dalam PORSINEJAR 2015.  Sukses untuk Arthayasa dan terus berjuang.
byDannyAsmoro


Tuntut ilmu hingga akhir hayat,
Ilmu pedoman manusia hingga hari kiamat.

Kamis, 02 Februari 2017

PENEMBAK MISTERIUS ( PETRUS ), BAGAI SEBUAH LEGENDA ZORO DI BUMI NUSANTARA

NusanTaRa.Com
 


Hampir setiap hari di Kota besar Indonesia seperti Jukarta, Bandung Surabaya, Medan,  Joyakarta, Semarang, Makassar dan kota lainnya ditemui  mayat ditepi  jalan atau pinggiran kota yang tak diketahui identitasnya ini terjadi awal tahun 1980-an.   Setelah di amati ternyata kebanyakan mayat yang bergelimpangan ditempat umum itu adalah seorang residipis atau preman   yang telah berulang kali masuk buih dengan luka bekas tembakan dibagian kepala atau leher  terjerat  Laso.    Keadaan yang mengerikaan ini  sering terjadi setiap harinya,  tentunya sangat menakutkan masyarakat dan menyebut pelakunya sebagai Penembak Misterius,   namun ini menjadi tanda Tanya besar mengapa hal ini bisa terjadi ?.

Penembak  Misterius yang  disingkat Petrus saat itu,  melaksanakan eksekusi mati terhadap para pelaku kejahatan profesional di kota – kota dan preman yang sering keluar masuk penjara  seakan  kebal akan  hukum atau hukuman dianggap seakan tidak mampu  mempengaruhi sikap para preman.   Petrus  kala itu benar dianggap eksekutor yang ajaib yang datang mengeksekusi para penjahat  secara tiba-tiba layaknya peran jagoan dalam Film ZORO,  hingga kini pelaku petrus itu belum jelas bahkan ada isu yang mengatakan bahwa   operasi  itu didukung  pemerintah  dari  kalangan militer,  tahun 2012  telah ada praktisi hukum yang melakukan penelusuran atas kejadian tersebut sebagai satu Pelanggaran Ham dan kedaulatan Hukum Negara.

Diakui bahwa kebanyakan yang menjadi korban Petrus tersebut oleh penduduk setempat dikenal sebagai penjahat besar yang sering melakukan kejahatan,   perampokan dan pemerkosaan yang sulit diatasi, bahkan masuk penjara  sudah menjadi biasa.    Djuma seorang  tokoh saat itu mengatakan bahwa,  “  Kebanyakan penjahat yang menjadi  korban Petrus adalah langganan penjara yang tak pernah jera bahkan mereka diperkirakan punya backing yang kuat sehingga jika ada kesalahan paling 4 hari udah bebas lagi !! “.   Di Jakarta kematian para preman sudah menjadi berita harian dan konsumsi  berita  dengan  tewasnya mereka oleh pasukan yang tak dikenal meski terkesan sadis tapi ulah itu dirasakan masyarakat membawa kesuasana lebih damai.

Baharuddin Noer sahabat kuliahku  ketik itu beranggapan bahwa Kemungkinan Penembak  misterius ini di dukung   Pemerintah Orde Baru atau satuan militer tertentu ini terlihat cara  kerja  yang luar biasa telah berapa kali kejadian tapi tak  ada yang tahu,  semua yang mati adalah penjahat besar seolah mereka punya data yang lengkap  dan kebanyakan korban  mati dengan peluru dikepala  atau  leher tercekik  tali Laso di tubuh korban.    Tujuannya untuk menurunkan tingkat kejahatan yang sulit  dikendalikan pemerintah,   serta preman saat itu suliit diatasi selain keahliannya,    jaringan keanggotaannya  yang rapi,  mereka juga  diperkirakan memiliki  Backing dari kalangan pemerintah yang kuat sehinggaa sulit ditangani secara tuntas.

Kejadian  Mati misterius (Matius) hampir setiap hari ditemukan dalam  berita baik media tulis maupun TVRI kala itu,  keadaan ini banyak  menimbulkan  opini di kalangan masyarakat tentang keberadaan Petrus ada yang menyetujui ada yang tidak setuju jika hal tersebut benar – benar dilakukan pemerintah dengan dalih apapun.    Seorang masyarakat dalam siaran TVRI mengatakan bahwa,  “   Operasi  ini sangat baik karena   sangat mengurangi  tingkat kejahatan  ditengah  masyarakat,  kalaupun mereka di tangkap paling juga 5 hari udah lepas lagi karena mereka punya Backing atau mereka sogok  dengan duit akan bebas lagi  “.    Namun ada juga diantara yang tidak setuju utamanya praktisi hukum yang melihat semua ini sebagai Pelanggaran HAM dan menodai kedaulatan hukum Pancasila di Negara Republik Indonesia,  sebaiknya pemerintah lebih merevitalisasi segala perangkat dan kebijakan hukum yang terkait sehingga akan menjadi satu kebijakan hukum yang  adil dan  berdampak  positip bagi tindak kejahatan.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adnan Buyung Nasution SH berujar,    jika usaha pemberantasan kejahatan dilakukan hanya dengan main tembak tanpa melalui proses pengadilan maka hal itu tidak menjamin adanya kepastian hukum dan keadilan.   Padahal kedua masalah tersebut merupakan tuntutan hakiki yang diperjuangkan orang sejak zaman Romawi Kuno.     Jika cara-cara seperti itu terus dilakukan maka lebih baik lembaga pengadilan dibubarkan saja.  "  Jika ada pejabat apapun pangkatnya dan kedudukannya,  mengatakan tindakan main dor-doran itu benar,  saya tetap mengatakan hal itu adalah salah  ",    Ujar Sidin  Buyung. (Sinar Harapan, 6 Mei 1983).

Meski banyak dugaan dan opini yang menganggap bahwa operasi Petrus itu digagas rezim pemerintah Orde Baru sebagai bentuk keprustasian mengatasi tingkat kejahatan yang semakin meningkat,   namun belum ada pernyataan yang menguatkan bahwa  pemerintah  sebagai penanggung jawab atas jalannya operasi  Petrus tersebut,  bahkan dalam berbagai kesempatan banyak menolak anggapan tersebut  dengan dalih bahwa sikap itu tidak sesuai Hukun  di Indonesia.   Benny Moerdani sebagai Panglima Kopkamtib pernah memberikan pernyataan kepada pers bahwa penembakan gelap yang terjadi mungkin akibat dari perkelahian antar geng bandit,  sehingga wartawanpun tidak  berani melanjutkan pertanyaan kepada jenderal yang  tegas dan galak.

Meski kejadian Petrus ini tejadi tahun 1982 – 1985 tapi tahun 2012 Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manuisa) menemukan adanya pelanggaran HAM Berat dalam pembunuhan sistematis atas para preman dan orang yang dituduh melakukan kejahatan berat.   Komnas HAM tahun 2012 mencatat hasil penelusurannya  ada sekitar 2.000 korban Petrus meski ada sumber lain mengatakan sekitar 5.000 orang dan telah menyimpulkan bahwa Petrus adalah suatu bentuk pelanggaran HAM berat.  Kala itu temuan tersebut telah masuk ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti, dan Penyelidikan Komnas HAM menemukan bahwa ada indikasi kuat pemerintah Orde Baru sengaja merestui sebuah program pembunuhan massal untuk mengatasi gangguan keamanan kala itu.

"   Aku salah satu korban operasi Petrus itu.  Ayahku hilang dalam tragedi berdarah yang sampai sekarang tak pernah terungkap itu  ",   Ujar SiGaluh Lita BM.  Lita BM adalah wanita asal Semarang putri dari Bathi Mulyono seorang preman dan pimpinan para Bromocorah dalam organisasi Fajar Menyingsing yang sempat lolos  dari incaran Petrus dan menghilang beberapa tahun tapi Ayahnya Bathi Mulyono tak dapat meloloskan diri dan hingga kini menghilang.    Di daerah Pammolongan Makassar yaitu maccini yang terkenal sebagai daerah kampung preman,  pagi itu masyarakat tersebut dikagetkan dengan ditemukannya mayat preman terkenal di daerah itu dengan  leher  terjerat  tanpa ada yang mengetahui siapa pelakunya,   kejadian ini membuat banyak pejahat dikawasan tersebut terpaksa ambil cuti sementara pulang kampung.    Akibat operasi Petrus ini masyarakat Bandung merasakan perubahan drastic  yang biasanya penuh dengan penodongan dan pembunuhan dipusat keramaian,  setelah  kejadian itu menjadi aman dan tentram bahkan manusia yang bertatopun sudah tidak ada.

Gambaran khas kala itu tentang Petrus, Para petrus tidak dikenal mengambil sasarannya yang terdiri dari para penjahat kakap atau preman secara diam-diam atau didepan umum kemudian memasukkan korbannya kedalam kendaraan, keesokan para preman yang diciduk biasanya bertato ditemukan tewas dipinggir jalan atau dipusat keramain dengan kepala tertembak peluru atau leher terjerat tali dan biasnya dimasukkan dalam karung.   Ada kesan bahwa mayat para preman itu dibuang ditempat umum atau tertentu  untuk memberi kesan takut pada para pelaku kejahatan atau preman di daerah tersebut atau tanah air.
byBambanGBiunG
Operasi Clurit mengurangi gangguan preman,
Penembak Misterius sangat bertentangan dengan kemanusian.
                                                             This Writing Presented by :
                                                                 Cost Rp 150 billion for Duration 6 month

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...