Jumat, 24 Juni 2016

ROY MARTEN MEMBINTANGI TIGA PILIHAN HIDUP SEBAGAI PECANDU NARKOBA

NusanTaRa.Com

Pepatah orang melayu,  "  Manis jangan cepat di telan Pahit jangan cepat di muntahkan  ",  mungkin pepatah ini ada benarnya bagi perjalanan hidup Roy Marten,  seorang aktor film Indonesia tahun 1970an dan 1980an yang telah membintangi puluhan Film Indonesia dan Sinetron.   Roy Marten juga salah satu aktor Indonesia yang telah dua kali kesandung kasus Narkoba tahun 2006 dan 2007 sehingga dari kasus ini ia banyak mengenal hitam putihnya dann beratnya hidup sebagai pecandu Narkoba.   Tak lama lagi kita dapat menyaksikan peran beliau di Film  "  TIGA PILIHAN HIDUP  " berkisah tentang betapa besarnya bahaya yang akan diakibatkan zat haram tersebut bagi kehidupan manusia.


Didaulat menjadi salah satu pemeran karakter pecandu narkoba dalam film garapan sutradara  Irawan Tanu dan Lukman Hakim, Roy Marten mengaku tidak menemukan kendala yang berarti saat mendalami peran dalam film garapan sutradar.     " Saya nggak menemukan kesulitan yang berat dalam memerani tokoh di film tersebut. Soalnya, peran saya disini tak terlampau banyak, paling ada tiga atau empat scene. Saya juga kan mantan pemakai narkoba sekitar sepuluh tahun yang lalu. Jadi saya sudah paham betul seperti kehidupan orang seperti itu dan tahu bagaimana gerak geriknya saat memakai dan memesan barang haram tersebut," ujar sidin Roy Marten di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu 26 Juni 2016.

Roy Marten salah satu aktor film Indonesia di tahun 1970an – 1980an yang cukup populer dengan  telah membintangi puluhan film,   1977 tahun terbanyak bagi Roy membintangi film dan termasuk dalam kelompok “  The Big Five  “ yang terdiri dari Yati Octavia, Robby Sugara, Dores Callebaute, Yenny Rachman dan Roy Marten karena mereka mendapat honor untuk sekali main paling Rendah Rp 5.000.000.  Setelah dunia perfilman lesu Roy banyak berkiprah di layar kaca dalam berbagai acara dan Sinetron seperti Bella Vista, Kupu-kupu Kertas, Hanya Kamu dan lainnya.

Berawal sebagai Peragawan di kota kelahirannya (01 Maret 1952)  Salatiga,   anak dari Abdul Salam dan Johanna Nora Van Daatselaar pernah memenangkan “  King Boutique  “  Jawa Tengah kemudian ia merambah karier Ke Jakarta dengan debut pertamany tahun 1974 lewat Bobby.  Adik dari Rudy Salam yang juga aktor ini sangat populer lewat perannya di film Rahasia Gadis dan Cintaku di Kampus Biru (1975), Badai Pasti Berlalu dan Kembang-Kembang Plastik (1977), Roda-Roda Gila (1978), Kabut Sutra Ungu (1979) dan Tapak-tapak Kaki Wolter Monginsidi (1983) dan lainnya, lewat Tapak-tapak Kaki Wolter menginsidi  1983 Roy menjadi nominasi FFI dan  1977 menerima Pilaa Djamaludin Malik FFI 1977 sebagai Pemain Muda Penuh Harapan.
Kasus Narkoba I mulai menimpa Roy Marten pada 02 Februari 2006, karena tertangkap membawa Sabu-sabu seberat 3 gram di Jaksel.  Setelah melalui sidang yang rada pelik dengan dugaan ia dijebak, akhir pengadilan menjatuhkan vonis 9 tahun penjara dengan mendapat remisi Roy Marten keluar penjara 1 oktober 2006.    Pengalaman selama dibuih sebagai Narkoba, agar tidak  terulang lagi dan agar orang lain tidak merasakan penderitaan seperti itu maka ia mengaktipkan diri dalam penyuluhan Narkoba bersama BNN.    Ternyata kisah Narkoba dalam kehidupan Roy Marten belum berakhir malah berlanjut ke jilid II,   13 Nopember 2007 ia  tertangkap di Hotel Novotel Surabaya bersama ketiga temannya sedang mengkonsumsi Shabu dengan barang bukti shabu-shabu dan alat isap, sehingga ia harus mendekam lagi di buih selama tiga tahun dan denda Rp 10 juta meski ia menolak tuduhan tersebut. 

Saya Pikir Cukup sudah pengalaman dan cerita Roy Marten  hidup bersama narkoba.   Saat ini, Ayah  Gading Martin  pun telah  hidupnya secara normal dan siap kembali beraksi di film baru besutan Plus Picture Production, "  TIGA PILIHAN HIDUP  ".  Kebetulan ia diajak bermain dalam film tentang Narkoba  dan bicara soal narkoba Roy  menganjurkan agar film  “  TIGA PILIHAN HIDUP  “  dapat ditonton semua masyarakat,  karena  semacam penjelasan kepada masyarakat agar tahu seperti apa bahaya narkoba,  banyak pelajaran yang didapat di film ini.  Pesan moral film “  TIGA PILIHAN HIDUP  “  hindari dan jangan mencoba (narkoba)," ujar  Sidin Roy Marten.


Pecandu dan bandar  yang terus ketangkep maka mereka itu memiliki 3 pilihan yaitu dipenjara, mati atau direhabilitasi.   Roy  sudah 10 tahun yang lalu menjalani peristiwa itu dan  sudah ia melupakan semuanya, dalam melakoni peran ini ia mengakui tidak mengalami trauma dalam kesehariannya,  malah ia berhasil lepas dari narkoba dan menjalani hidup yang jauh lebih baik.   Roy Marten pun menambahkan  kalau narkoba bisa menjalar bukan cuma di kalangan artis, tapi bahkan kalangan pejabat.


Kini Roy Marten sudah kembali sebagai mana watak film-filmnya  dahulu yang Periang, Berani,  positip dan bebas serta jauh dari kehidupan Narkoba yang menyesatkan.   Saya teringat kala masih Kuliah di Makassar  tahun 1983 ketika pembuatan Film Tapak Tapak Kaki Wolter Monginsidi pada Scane ia akan diadili, berlokasi di Kantor pengadilan Karabosi Sulsel Jalan Kartini,  Roy Berbaju Kaos Oblong Cap Kodok Putih serta celana Pendek tangan terikat dikepala, ditendang pasukan Belanda terjatuh dari mobil dan merangkak ke kantor pengadilan.  Ketika itu kami sebagai  piguran yang di pagari pasukan Belanda ramai-ramai berteriak bebaskan Wolter  merdeka merdeka !!. 


Roy mengatakan, "  Film ini tidak ada kaitannya dengan masa lalu saya yang terjadi sepuluh tahun yang lalu. Hal itu hanya sebuah peran saja di film tersebut. Jadi nggak ada maksud lain. Ya, kalau trauma yang teringat kembali sih jujur nggak ada. Karena itu udah kejadian lama sekali dan hingga sepuluh tahun saya nggak nyentuh barang haram tersebut  ".    Kakek Gempita Nora Marten berharap agar semua kalangan masyarakat menyempatkan diri untuk menyaksikan film 3 Pilihan Hidup.  Pasalnya, film ini mempunyai pesan moral yang baik untuk masyarakat.    " Jujur film ini banyak pembelajaran buat kita semua. Ia akan menunjukkan betapa mengerikannya narkoba. Dan kita diberikan nasehat agar jangan coba-coba menggunakan barang haram itu.  Kalau tidak kita akan berakhir dalam tiga pilihan (penjara, rehabilitasi, dan kematian) yang disajikan film tersebut. Jadi intinya hindari, jangan mendekati dan mencoba," tutup Roy Marten.

byBakriSupian


















Roy Marten dalam Cintaku di Kampus Biru,

Film akan terasa hidup bila dilakoni Aktor yang bermutu.

Sabtu, 18 Juni 2016

MARIA NATALIA LONDA, GO TO OLYMPIADE RIO DE JENERIO 2016 BRASIL

NusanTaRa.Com
(Live Your Passion(Rasakan semangatmu) Olimpiade Rio De Jenerio 2016)




Berlari dengan kecepatan tinggi kemudian pada balok tumpuan kaki menekan kuat hingga tubuh melayang kedepan dan kaki kemudian membuat gerakan diangkasa untuk mendarat di pasir hingga membuat jarak lompatan sejauh 6,70 meter atau Berlari lurus cepat kemudian membuat langkah lompatan yang besar agak melayang tiga kali di balok tumpuan kaki menekan sekuat tenaga hingga tubuh melayang kedepan hingga mendarat  sejauh 13,39 meter, begitulah sekilas prestasi yang di ukir atlit berbakat tanah air yang saat ini bersiap-siap untuk berlaga di Olimpiade 2016 di Rio De Jenerio Brasil,  Maria Natalia Londa.


Maria Natalia Londa merupakan kebanggaan Indonesia saat ini, adalah seorang PNS kelahiran Denpasar Bali 29 oktober 1990 dari seorang ayah Pamilus dan Ibu Anastasia Ari Ningsih.  Dengan nomor favorit Lompat Jauh rekor 6,70 meter yang ditorehkannya di South East Asia (SEA) Games 2015 Singapura sekaligus meraih Medali Emas dan mencatatkan diri sebagai pemegang Rekor Nasional dan Lompat Jangkit  Rekor 14,17 meter di SEA GAMES 2013 Myanmar serta meraih Medali Emas.  Prestasi yang pernah di ukir Rekor SEA Games 2013 : 14,17 meter (lompat jangkit) dan 13,39 meter di Asian Games 2014 Incheon Korsel peringkat sepuluh,  Dua perunggu SEA Games 2009 Laos,  Dua perak SEA Games 2011 Palembang,  Dua emas SEA Games 2013 Myanmar,  Satu Emas Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan (lompat jauh),   Dua emas SEA Games 2015 Singapura.


M N Londa berhasil Meraih Emas di Asian Games Incheon Korsel 2014 pada cabang lompat Jauh ketika itu ia mencecar pada jarak lompatan sejauh 6,55 meter.   Kegembiraan sangat terasa bagi Maria Tatalia Londa ketika ia mengikuti SEA Games Juni 2015 dengan perolehan dua Emas di cabang Lompat Jauh dan Lompat Jangkit  serta pelatihnya I Ketut Pageh yang memberi tahukan bahwa rekornya 6,70 meter tersebut membuatnya memperoleh tiket Wild Card  ke Olimpiade Rio De Jenerio Brasil 2016,  ia meraasa diberi kesempatan oleh yang kuasa untuk berlaga di even besar Dunia dan berkompetisi dengan Atlit Lompat jauh dunia yang terpilih.




Ketika sang pelatih memberikan penjelasan tentang Kesiapan Atlit binaannya Maria N Londa untuk mengikuti Olimpiade Rio De Jenerio 2016 Brasil, ia hanya menjawab kesiapan baru 85 % untuk dua bulan yang tersisa.    " Program latihan seharusnya masuk ke 95 persen. Ini harus berhati-hati mengejar 15 persen lagi untuk kondisinya (Maria), kalau sudah kelelahan ya selesai,"   Ujar Sidin I Ketut Pageh padda Nusantara usai mendampingi Maria latihan di Lapangan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu 25 Mei 2016.

" Hasil dari Sea Games 2015 Singapura sudah  menggembirakan dengan kondisi dan persiapan yang sempat hilang sudah bisa begini. Cuma dari hasil sekarang untuk mencari 6,70 meter lagi, bisa iya bisa tidak," Ujarnya lagi .  " Semangat juara harus dibangkitkan, dan  kondisi fisiknya ditingkatkan lagi “.     Saat ini,  ujar I Ketut Pageh  yang menjadi fokus latihan Maria N Londa adalah latihan drill dan pliometrik. Maria akan berlatih untuk melewati lima gawang pembatas dengan ketinggian 140 sentimeter.   Dalam latihan siang tadi beberapa kali kaki Maria membentur gawang. Maria beberapa kali gagal melompati papan kelima.    Setelah lolos ketinggian 140 Centimeter tanpa nyangkut, nani akan dipasang yang lebih tinggi, Ujar Sidin Pageh.      "  Latihan ini tugas utama Maria untuk menemukan titik ketinggian, tapi belum memuaskan.   Menurut dia, walaupun belum puas dengan hasil latihan yang diterapkannya karena mengkhawatirkan kondisi fisik Maria pasca cedera lutut. Namun, ia menuturkan dirinya bangga terhadap Maria ketika bisa mencapai lompatan 6, 34 meter di Singapura Terbuka pada April lalu.

Maria juga merasa belum puas dari hasil latihannya hingga hari ini, menurut atlet kelahiran Denpasar   saat ini yang menjadi salah satu evaluasi latihan adalah lima langkah step jump.  " Dari dulu itu kekurangan saya. Jadi, saya harus lebih hafal di luar kepala, Tiga langkah Take off menjelang papan tumpu saya masih lambat sehingga kurang greget untuk naik “, Ujar Galuh Maria N Londa.
    Keberhasilan Maria Natalia Londa di SEA Games 2015 Singapore dengan menyabet dua Emas di nomor handalannya yaitu Lompat Jauh dan Lompat Jangkit tentunya menyempurnakan prestasinya setelah di   Asian Games Incheon Korsel 2014 hanya meraih satu Emas di Nomor Lompat Jauh sementara di Lompat Jangkit hanya menduduki  peringkat 10.

Maria N Londa terbilang atlit dari Denpasar yang lain karena banyaknya pemuda di sana yang menggemari olah raga lain seperti Surfing dan olah raga air lainnya, ia malah memilih jalur atlit Lompat Jauh dan Lompat Jangkit.  Saat ini ia bersiap untuk membangun sebuah rumah kediamannya terutama setelah selesai Olimpiade Rio De Jenerio Brasil 2016 hasil dari Bonus yang diperolehnya dari menjadi Atlit Lompat tersebut.

Olimpiade Rio De Jenerio Brasil 2018 tak lama lagi akan berlangsung  05 sampai 21 Agustus 2016 di ikuti 11.400 atlit dari 206 Komite Olah Olimpiade International (KOI), mempertandingkan 28 Cabang Olah Raga Olimpiade dengan 306 keping medali.   Marilah kita berdoa agar Atlit Indonesia dapat pulang dengan medali  yang membanggakan teristimewa buat " Maria Natalia Londa ".
byMcDonaldBiunG

Berlari cepat melayang di Udara mengukir Jarak,
Maria N Londa berlatih untuk Rio De Jenerio 2016 agar tercipta rekor Jarak.

Minggu, 12 Juni 2016

POSONAN DENGAN " AYO MONDOK " DI BULAN RAMADHAN PERDALAM ISLAM


NusanTaRa.Com
IMG_0947

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai tanggal 01 Juni 2015, meluncurkan Gerakan Nasional  “ Ayo Mondok ”,  sebuah gerakan kembali ke pesantren yang berada di bawah koordinasi Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI).   Setahun kemudian, tepatnya tangal 13-15 Mei 2016, Silatnas pertama “ Ayo Mondok ” digelar di Pasuruhan, Jawa Timur.   Menurut koordinator  “ Ayo Mondok ”,  KH Luqman HD Attarmasi, Silatnas ini mengusung agenda ingin menunjukkan kepada masyarakat dunia secara luas bahwa pesantren merupakan lembaga yang masih relevan, imun, dan berkemajuan. Lembaga pendidikan yang bersih, sehat dan ingin mencetak generasi umat manusia menjadi umat yang benar, pintar, dan menjadi harapan bagi bangsa dan negara.

Posonan istilah yang diambil dari bahasa Jawa “poso” yang berarti puasa. Posonan berarti beraktipitas belajar dibulan puasa dengan mondok alias nyantri di suatu pesantren sambil menimba ilmu dan beribadah, istilah populernya  lebih sering kita  disebut pesantren Ramadhan atau pesantren kilat.   Dalam nyantri ini tentunya para peserta akan mendapatkan berbagai amal ibadah yang tepat dan benar  dalam sebulan dan tak jarang  kitab yang dikaji selama posonan biasanya selalu khatam sebelum ramadhan pamit. 

Ayo Mondok  merupakan satu kegiatan bagi ummat Islam terlebih kalangan muda yang jauh dari aktipitas Islam secara formal untuk berkesempatan belajar sambil menghayati program beriman dengan menjalankan berbagai aktipitas ibadah yang dikelola dan diprogramkan pihak pasantren.   Sehingga Para santri bulanan tersebut begitu keluar mendapat pengetahuan yang mendalam tentang Islam, Penyegaran Iman dan meluruskan syariat beribadah yang tepat serta tentunya meningkatkan amal ibadah para santriawan di bulan Ramadhan.
Ramadhan tahun ini menjadi momentum bagi gerakan  “ Ayo Mondok ” untuk lebih intensif menjaring santri baru, mengenalkan dunia pesantren beserta tradisi yang ada di dalamnya sehingga melahirkan ummat Islam dengan tradisinya yang benar di Bumi Nusantara.  Terlebih, Ramadhan 1437 H ini bertepatan dengan masa libur panjang sekolah, sehingga bisa dimanfaatkan pelajar untuk mondok singkat atau posonan.

Posonan yang diselenggarakan pasantren yaitu Ayo Mondok sebenarnya bukan suatu yang baru melainkan sejak dulu telah berkembang di Indonesia meski  tidak dalam bentu yang formal, tapi intinya bahwa Pasantren sebagai penyaji pendidikan atau pelatihan memberikan pengajaran bagi para peserta santriawan akan berbagai tata tertib beribadah yang benar baik teoritis maupun praktek dan baik amal lahiriah maupun amal bathin, Pelaksanaan dalam waktu yang terbatas serta berbagai materi ibadah yang penting seperti Mengaji, Ilmu-ilmu Agama (Tauhid, Fiqih, Ma'arifat, Tasawuf dll)  Sholat, Puasa, Haji, Cara Bergaul, Berbusana dll.

Posonan banyak di selenggarakan pasantren-pasantren di Jawa Tengah ,  bahkan hampir setiap pesantren selalu ada posonan di setiap tahunnya.   Pasantren Al-Anwar Sarang, Rembang  asuhan KH Maimoen Zubair tahun ini mengkaji kitab Syajaratul-Ma’arif-wal-Achwaal wa Sholichul Aqwal wal A’mal karya Syaikh Izzuddin bin Abdissalam.    Sementara  Ramadlan tahun lalu   mengkaji kitab Irsyadul Ibad karya Syeikh Izzuddin bin Abdil Aziz Al-Malibari. Kajian kitab ini khatam dalam jangka waktu lima belas hari, Santri yang telah mengikuti acara Possonan ini juga biasanya mendapatkan ijazah sanad keilmuannya.

Dalam Ramadhan juga dianjurkan, perbanyak sedekah dan membaca Al-Qur’an.  Dalam hal membaca Al-Qur’an diutamakan waktu-waktunya adalah antara sholat Maghrib dan Isya’, kemudian di waktu sahur, dan selepas Subuh. Kedua, perbanyak i’tikaf. Lebih bagus lagi kalau membaca Al-Qur’annya di masjid. Sebagaimana yang tertera dalam kitab At Tibyan fii Adabi Chamalatil Qur’an, bahwasanya sebagian ulama mensunahkan membaca Al-Qur’an di masjid dikarenakan bisa sekalian memperoleh keutamaan beri’itikaf,  tentunya dengan catatan harus niat i’tikaf.

Bagi yang tidak dapat ikut Posonan karena waktu yang tak mengijinkan, tentunyya kita dapat mengikuti Tholabul ilmi atau dapat berupa Mengikuti pengajian-pengajian di mesjid atau musholla sekitar yang penting kita menaambah ilmu dibulan Ramadhan sambil menghidupkan amal ibadah di bbulan tersebut.  Bagi yang minat Posonan  segera daftar di pasantren penyelenggara sebelum Puasa berlalu. 
byLasikUAgAy
Reffren.NUOnLine
                                   
Menuntut ilmu agar jadi orang Pintar yang Beriman,
Posonan Ramadhan menimbah Ilmu Agama di Pasantren.

Sabtu, 11 Juni 2016

MUSA La ODE ABU HANAFI, HAFIZS CILIK INDONESIA JUARA TIGA DUNIA

NusanTaRa.Com


Subhanallah,  Musa La Ode Abu Hanafi nama bocah Indonesia berusia tujuh tahun adalah hafiz (penghafal Alquran) yang memukau dunia setelah menjadi juara ke-3 dalam Musabaqah Hifzil Quran (MHQI) Internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir.       Hebatnya, Musa merupakan kontestan termuda dalam Musabaqah Hifzil Quran Internasional kategori 30 juz untuk anak-anak sementara peserta  lainnya  berusia lebih dari 10 tahun.

Selama kompetisi, Musa menjawab enam pertanyaan dengan sempurna. Dengan tenang, dia lancar melafalkan ayat-ayat Alquran yang diminta Grand Juri, Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Mesir Quraa Union. Beberapa penonton menangis karena takjub dengan kemampuan hafiz cilik Indonesia ini.

 
Prestasi yang dibuat oleh hafiz cilik inipun mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), melalui akun Facebook Presiden Joko Widodo, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Musa. “Prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, Hafidz cilik usia 7 tahun, membuat kita bangga. Musa yang merupakan peserta termuda, berhasil meraih peringkat tiga kompetisi hafalan Al Quran pada Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional Sharm El Sheikh, Mesir. Apa yang diraih Musa mengharumkan nama Indonesia di dunia Islam. Selamat, Musa.”Tak hanya juri dan penonton, para pesaingnya juga kagum padanya. Mereka ramai-ramai mencium kepalanya sembari berfoto. Meski dia juara tiga, tapi Musa telah memenangkan hati juri dan penonton.

Seorang Menteri Mesir, Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa, mengatakan Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi secara khusus memberikan pujian kepada Musa. Goma menyatakan keheranannya dengan Musa, peserta termuda dari negara non-Arab yang bahkan tidak berbicara bahasa Arab tetapi sempurna membacakan Alquran.

Prestasi yang dicapai  Hafiz cilik inipun mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), melalui akun Facebook Presiden Joko Widodo, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Musa.  “ Prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, Hafidz cilik usia 7 tahun, membuat kita bangga.   Musa yang merupakan peserta termuda, berhasil meraih peringkat tiga kompetisi hafalan Al Quran pada Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional Sharm El Sheikh, Mesir. Apa yang diraih Musa mengharumkan nama Indonesia di dunia Islam. Selamat, Musa. ”.

Musabaqah Hifzil Quran International (MHQI) diselenggarakan oleh Departemen Endowment Mesir dari 10 -14 April 2016.     Diikuti  peserta kompetisi sebanyak 80 orang dari 60 negara yang berbeda termasuk Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Turki, Tunisia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina dan Indonesia.

Musa adalah satu-satunya peserta dari Indonesia, yang dikirim oleh Departemen Agama Indonesia berasal dari Bangka Barat.

Lauti Nia Sutedja, Koordinator Media dan Sosial Budaya Kedutaan Besar Indonesia di Kairo mengatakan, Musa telah berhasil meningkatkan cinta bangsa lain pada Indonesia. Banyak peserta yang menyebut Musa sebagai keajaiban. 

” Kita sudah memiliki resital lengkap Musa selama kompetisi dan akan meng-upload melalui halaman resmi kami di Facebook dan YouTube sehingga semua orang di Indonesia dapat menyaksikan pertunjukan ajaib ”,   ujar sidin.
byMuhaimin.
Main Bola Tendang ke Gawang,
Musa La Ode AH Penghafiz Al-Quran yang Menyenangkan.

Rabu, 08 Juni 2016

" THE SEA GREAT JOURNEY ", ONE MISION CRAZY OF SANDEK BOAT

NusanTaRa.Com


          "  Kisah ini merupakan satu kisah kesuksesan Pelayaran antropologi dari suku Mandar yang berlayar dari Tanah Mandar ke  Okinawa Jepang tahun 2009 hingga tahun 2011  selama 2 tahun 2 bulan menggunakan SANDEK Perahu kecil bercadik dengan thema “ The Sea Great Journey “,  sekaligus sebagai bentuk Napak Tilas pelayaran bangsa Nusantara mengarungi samudera Pasipik hingga Jepang sekitar 3.500 tahun yang lalu.  Dan kala itu saya hanya sempat menyaksikan pelaut-pelaut handal ini ketika menyinggahi Pantai Iching P Nunukan selama 4 hari dari Kota Tarakan dan yang akan melanjutkan pelayarannya ke Kota Tawau Malaysia  ".



Sebagai Negara Archipilago Indonesia sejak dahulu terkenal dengan masyarakat baharinya yang gagah berani mengarungi lautan luas hingga kesamudera dengan perahu layar baik untuk kepentingan perdagangan maupun kepentingan transportasi kedaerah seberang.    Seperti kejayaan Perahu Phinisi yang mampu mengarungi Samudera hingga ke China dan Afrika Selatan dan sebagaimana anggapan beberapa pakar antropologi  bahwa 3.500 tahun yang lalu  pelaut – pelaut Nusantara Indonesia pernah mengarungi samudera pasipik hingga ke daerah Austronesia pasipik selatan (sebelah timur Papua New Guenea) hingga ke kawasan pulau-pulau Jepang (Barat  Pasipik) seperti Okinawa.  Bahkan  masyarat dikawasan tersebut dianggap  memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Nusantara karena aktipitas tersebut.    



Adalah Prof. Yosiharu Senko seorang antropologi Jepang yang tertarik akan kisah tersebut, kemudian membuat suatu proyek yang cukup menantang untuk menapak tilas kembali sejarah nenek moyang bangsa Indonesia dengan melakukan pelayaran dari Indonesia ke Okinawa Jepang menggunakan Perahu dengan Tajuk “ The Sea Great Journey “ dari Polewali Mandar Sulawesi Barat menuju Okinawa Jepang, serta disukung pelaut tradisonil mandar yang ulung.


Bertepatan tanggal 14 April 2009 yang lalu dari Dusun Lambe, Kabupaten Polewali Mandar , Sulawesi Barat, dimulailah Proyek petualangan besar tersebut yang berakhir di Naha City, Okinawa, Jepang pada tanggal  15 Juni 2011 bertepatan hari laut Jepang.  Pelayaran ini merupakan replay dari suatu pelayaran antropologi budaya yang bertajuk “The Black Current Route Towards Japanese Archipelago by the Early Humankind Dispersion (Penyebaran awal manusia melalui rute arus hitam menuju kepulauan Jepang)” yang merupakan napak tilas penyebaran manusia purba dari Paparan Sunda menuju Kepulauan Jepang kira-kira 3.000 sampai dengan 10.000 tahun silam.


 Petualanagn The Sea Great Journey lima tahun lalu ini di Pimpin Prof. Yosiharu Senko serta 10 orang lainnya Dr. Aziz Salam Dosen Teknologi Perikanan Univ. Gorontalo, 2 orang kamerawan,   2 orang koordinator dan 4 krue dari pelaut Mandar dengan melibatkan 3 perahu Jomon, Pakur dan perahu pendamping.   Selain Prof. Yosiharu Senko misi ini juga menyertakan 2 mahasiswa  jepang lainnya sebagai peserta Sato Yohei (26) dan Meida Jiro (26), Sedang dari Indonesia/Mandar  Dr. Azis Salam (Gorontalo)/Ridwan (kedua bergantian, Gusman Haris (1971), Danial Cadang (1972), Abdul Latief (1976), Zainuddin (1958), Jabir Yongnge (1967)  dan  Irsan  Tari  (1975) semuanya dari Mandar.

Sebenarnya proyek ini telah berjalan sejak tahun 2008 meliputi observasi berbagai type perahu bercadik ukuran kecil di berbagai daerah pantai Nusantara yang di kira sesuai untuk misi ini, sehingga ditetapkanlah Sandek Mandar sebagai pilihan, sekaligus tempat pembuatan perahu dan penglibatan masyarakat baharinya dalam misi ini.     Ridwan yang juga peneliti maritim Mandar menjelaskan, Pakur memiliki panjang sekitar 9 meter dinakhodai Gusman seorang nelayan Mandar bersama krue.  Sedangkan perahu Jomon yang panjangnya sekitar 7 meter dinakhodai Hasanuddin bersama krue. 

Sebagai peneliti, Ridwan mengaku hanya terlibat di proses awal, khususnya riset tentang pembuatan perahu ini. Ridwan membantu mencari lokasi pembuatan, merekrut tukang, pelaut, dan dokumen perjalanan enam pelaut Mandar.  Dalam misi pelayaran ini dibuat sealami betul baik dalam pembuatan perahu tidak menggunakan alat moderen seperti  mesin gergaji hanya kampak dan tidak ada GPS dan Kompas dalam pelayaran.  Ridwan ketika di Nunukan menjelaskan, “ Perahu ini dibuat seasli mungkin sehingga Batang yang di buat lunas perahu, Kulit Kayu yang dibuat Layar dan bambu sebagai Cadik hanya ditemukan di daerah mandar saja demikian juga pembuatnya hanya orang mandar di sana ".

Pelayaran spektakuler Sandek melalui rute pelayaran tradisionil yang melewati jalur sebagai berikut star dari Dusun Lambe Mandar terus menyusuri pantai Barat Sulawesi Barat dan Sulawesi tengah dengan menyinggahi beberapa kota kecil disepanjang pesisir Pasang Kayu-Donggala dan Toli-toli,   menyeberangi Selat Makassar melewati Tanjung Mangkaliat-Tarakan-Nunukan dan Sebatik,  Menuju Malaysia yaitu Pantai Timur Sabah dengan menyinggahi beberapa Kota seperti Tawau, Sampurna, Lahad Datu dan Sandakan, Melayari Laut Pilippina Laut sulu - P Palawan- Menyusuri Pantai barat P Luzon (menyinggahi beberapa Kota),  Setelah istirahat di Basco Pulau Batanes pelayaran dilanjutkan menyeberang kearah Utara yaitu bagian Timut Taiwan dan terakhir menyeberang laut Jepang dan berakhir di Naha City P Okinawa Jepang.  Dalam pelayaran ini tidak semua pelaut ikut melayari seluruh rute seperti Ridwan yang hanya melayari rute Tarakan – Malaysia yang selanjutnya digantikan Aziz  Salam.

Selama menyinggahi P. Nunukan, Tiem ekspedisi Sandek  ini mendarat di Pantai Iching atau Dermaga Lanal AL Nunukan selama empat hari.   Rombongan disambut Pejabat Pemkab Nunukan dan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi ( KKMS) Kabupaten Nunukan dengan pimpinannya Ilham Zain S.Sos di isi dengan berbagai acara seperti mengunjungi Bupati, Sajian tari-tarian dari KKMS serta penjelasan Ekspedisi Natural ini kepada masyarakat pengunjung oleh tim ekspedisi.


Dibawah ini Ringkasan pesan Azis Salam.



Yth. Sdr. Ridwan

Jomon dan Pakur sudah mencapai finish di Pelabuhan Naha, P Ishigaki, Okinawa.

Setelah berlayar selama 36 jam dari Pelabuhan Chenggong, pantai timur Taiwan bagian selatan, Jomon dan Pakur mencapai pantai barat Pulau Iriomote - Okinawa dan berlabuh semalam di tempat itu.


Jomon dan Pakur meninggalkan Taiwan 10 Juni 2011 pkl 09.00 pagi dengan angin selatan yang baik selama pelayaran.   Sebelumnya team " The Great Journey " sempat khawatir dengan kemunculan Taipun (topan puting beliung) No.3, tapi karena taipun mengarah  ke sebelah selatan pulau Taiwan dan akan berakhir di darata Cina makanya tidak mengganggu pelayaran hari itu, namun sebelumnya para kru sempat  menyaksikan keganasan angin topan Taipu No.2 di di Basco, Pulau Batanes Filipina, sehingga harus menunggu sekitar seminggu.

Dengan arus Kuro Shio kecapatan  3 knot (mil/jam)  arah utara, tinggi gelombang 2,5 – 4 meter dan  Angin Selatan 10-12 m/dtk Jomon dan Pakur memutuskan  berlayar menyeberangi Laut Cina dengan arah  Timur sedikit ke utara (arah 80 derajat) dan dengan dorongan arus  akan membawanya mencapai pulau-pulau bagian selatan Okinawa.    Tepat 09.00 malam 11 Juni 2011 Team Sandek bersauh di Pulau Iriomoto untuk  beristirahat, keesokannya jam 06.00 perjalanan dilanjutkan ke P Ishigaki.   Jomon dengan bodi yang  pendek dan perut membulat mengalami kesulitan karena arus yang kuat hingga terseret ke utara dan mencapai P Ishigaki pukul 11.00 12 Juni 2011, Jomon kondisi demikian dan kondisi penyangga kemudi tidak prima diputuskan tidak melakukan pelayaran Karakkaji (Zig-zag) kemudian berlabuh  sekitar 20 km dari kota pelabuhan Ishigaki

Jomon dan Pakur kembali berlayar  jam 03.00 dini hari 13 Juni 2016, Jomon dengan pelayaran Kakkaji yang sulit terpaksa dibantu dengan berdayung dan akhirnya diputuskan berlayar tandem dengan Pakur dengan mengikat tali dibelakang Pakur sekitar pukul 06.00 mencapai Naha,  P  Ishigaki, Okinawa yaitu jarak 20 km dalam waktu 15 jam.


Pakar kemaritiman berkeyakinan bahwa Sandek merupakan satu Karya maritim masyarakat bahari Nusantara ini diyakini dengan ditemukan beberapa pulau di daerah tersebut ditemukan masyarakat Mandar serta beberapa Perahu Cadik jenis Sandek, seperti Perairan Laut Sulawesi, Laut Jawa, Selat Flores dan Bali diyakini beberapa pembuat perahu tersebut masih dari warga Mandar.  

Mudah-mudahan petualangan Prof. Yoshiharu-Sanko dan rekan bersama perahuu Sandek ini dapat menginspirasi pegiat-pegiat bahari Indonesia untuk lebih menghargai warisan budaya dan sejarah maritim bangsa agar dapat lebih membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa maritim profesional, kuat dan sejati.
byDannyAsmoro

The Great Sea Journey singgah di Nunukan
Angin buritan melajukan bahtera,
The Great Sea Journay kebesaran pelaut Nusantara.

Rabu, 01 Juni 2016

AZIZUL HAKIM JADI IMAM MESJID BESAR NEW YORK SELAMA BULAN RAMADHAN 1437 H (2016 M)


NusanTaRa.Com
Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu dan Azizul Hakim Mansyur
Menjadi impian dan kebanggaan setiap insan Indonesia terlebih dikalangan Pemuda untuk dapat  membawa dan mengharumkan nama bangsa di merata dunia terlebih jika itu ke Amerika sebagai pusat peradaban bumi saat ini.  Azizul  Hakim Mansyur Semma mahasiswa Fisipol Unhas salah satu putra bangsa mendapat kepercayaan tersebut, dengan bidang yang cukup langkah bahkan mungkin baru kali ini yaitu di undang untuk menjadi Imam Masdjid di New York selama bulan ramadhan 2016.


Nusantara Foundation sebuah yayasan bergerak dibidang dakwa Islam agar bisa memberikan warna yang sebenarnya seiring dengan kemajuan zaman yang berdampak banyaknya perubahan dan pergeseran nilai hidup  tentunya juga dapat merembes  Nilai-nilai Islam.    Foundation ini didirikan di New York oleh Imam besar mesjid New York Bapak Shamsi Ali tahun 2013,   Salah satu focus dari Foundation ini pengkajian kebudayaan Islam Amerika dan Luar negeri, mencari bantuan untuk mengintegrasikan komunitas Muslim Amerika melalui hubungan kemitraan dan persahabatan antar-Agama  serta pengenalan Islam sebenarnya dikalangan Muallaf dan penganut lain di Amerika melalui Diskusi-diskusi.


Ustad Shamsi Ali di acara Nusantara Foundation
Prof. Dr.  Dwia Aries Tina Pulubuhu Rektor Unhas senin 2 mei 2016 menerima  Azizul Hakim Mansyur Semma mahasiswa Fisipol Unhas sehubungan keberangkatannya ke Amerika selama bulan Ramadhan 2016, didampingi Prof. dr. Veny Hadju Ph.D.  Pembina Pasantren Darul Istiqomah Maros, pada kesempatan ini Ibu Rektor meberikan pesan :  “  Perbaiki bahasa Inggrismu biar komunikasimu bisa lancer di sana “ di lantai 8 kantor Rektorat Unhas  Tamalanrea.   Pertemuan ini bukan kali pertamanya karena sebelumnya tahun 2014 saat Azizul Hakim masuk sebagai mahasiswa Unhas dan Ibu Dwia Aries TP  empat bulan setelah menjabat sebagaI rektor,  Azizul Hakim termasuk mahasiswa  yang menerima pemasangan jaket Merah Unhas oleh ibu Rektor di acara penerimaan mahasiswa baru.


Azizul Hakim Mansyur Semma merupakan mahasiswa Fakultas Sospol tahun 2014, yang lolos masuk Unhas melalui jalur prestasi yaitu sebagai penghapal al-Quran bersama yang lain Prestasi Olahraga, Seni dan Keilmuan (POSK).    Setelah diterima sebagai mahasiswa Unhas, Azizul didapuk menjadi Ketua Komunitas Penghafal Alquran (Kompaq) dan pengurus Ikatan Keluarga Bidikmisi Unhas. Azizul Hakim yang dilahirkan di Jakarta 9 April 1986 menerima surat tertanggal 14 Maret 2016 yang dikirim Imam Shamsi Ali yang memimpin sebuah yayasan nonprofit yang berdiri sejak tahun 2013. Yayasan ini memfokuskan diri pada kajian kebudayaan Islam di Amerika dan luar negeri. Yayasan bekerja mencari bantuan untuk mengintegrasikan komunitas muslim ke dalam komunitas Amerika melalui hubungan kemitraan dan persahabatan antar-agama. Relevansi dari kebudayaan dan keberagaman antar-agama merupakan pendidikan yang terpenting dari misi Nusantara Foundation yang dipimpin Imam Shamsi Ali.  Nusantara Foundation dalam suratnya selain mengundang Azizul Hakim Mansyur  Samma  juga mengundang  Bahar Ruma Hakma dari Pesantren Darul Istiqamah Maros.


Pesantren Darul Istiqomah Maros, beralamat di Jalan Poros Makassar km 25 Sulawesi Selatan sebagai asal nyantri Azizul Hakim awal sejarahnya berdiri tahun 1971 baik untuk pura maupun putrid dengan jenjang  Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, selanjutnya mengalami banyak perubahan sesuai  tuntutan islamiyah hingga tahun 2011 menjadi jenjang SMP-IT dan SMA-IT di atas lahan 5 hektar  yng berkonsep Go Green Campus.   Nusantara Foundation sebuah lembaga Nonprofit  dibidang Dakwah Islam di New York yang didirikan oleh Bapak Shamsi Ali tahun 2013 beralamat  4 W 43RD St# New York, NY 10036 Amerika Serikat, beliau juga sebagai Imam besar mesdjid New York dan pengurus ICMI NY.    Keberadaan dua Lembaga ini tentunya sangat berarti bagi sosok Azizul Hakim yang mengantarny untuk menjadi Imam Mesdjid selama  Ramadhan tahun 2016.


Kesempatan Emas yang langka ini tentunya akan menjadi peluang bagi Azizul untuk lebih mengepresikan  ilmu yang ia miliki baik sebagai misi terlebih sebagai Ibadah, disisi lain kita berharap bahwa kesempatan tersebut akan memberikan satu gambaran Fenomena Islam yang baik di bumi Paman Sam dan pengenalan akan muslim di Indonesia sebagai Negara penganut Islam terbanyak di dunia serta lebih meramaikan nuansa muslim di sana.
byRyanSyahputra.
Mesjid Besar New York
Melayang Jauh si burung Besi,
Iman juga perlu pembinaan kala di  luar negeri.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...