Selasa, 01 Juli 2014

KEHADIRAN SYNGENTA DI PENAS BUKTI " TAKE CARE TO FARMING "



Syngenta,  Perusahaan Pertanian yang memproduksi  obat-obat pertanian khususnya tanaman Jagung dan Padi tentunya juga untuk beberapa produk tanaman pertanian lain,  baik sebagai Pupuk, Pengendalian Hama dan penyakit berbentuk cair dan padat.  Take Care SynGenta pada Petani di Tanah Air selain mencari Provit,  terlihat pada program Pendampingan gratis dari tenaga ahli mereka buat petani yang menggunakan produk SynGenta dengan sistem tersendiri dan keterlibatan demonstrasi mereka di PENAS XIV 2014 Malang serta beberapa event lain, dengan tujuan agar para petani dapat menggunakan tehnologi pertanian yang tepat,  Cara budidaya dan penggunaan obat effisien dan effektip yang berujung pada Kehidupan petani sukses dan Sejahtera.

Pada Ajang PENAS XIV 2014 Malang Jawa Timur yang berlangsung 07-12 Juni 2014, Syngenta hadir selain Pembukaan Stand di arena pameran juga membuka Demonstrasi khususnya Padi dan Jagung di Booth & SLC Syngenta atau semacam Demplot yang menempati areal seluas 4 ha di Dusun MergoSingo Desa Jatirejoyoso yang di plot dalam beberapa bagian buat tanaman Jagung dan Padi.   Pada kesempatan tersebut Pihak SynGenta mengundang Petani dari setiap Provinsi dengan jadwal tersendiri untuk memperkenalkan dan menyaksikan Produk perusahaan dan cara pertanian pendampingan mereka.  Provinsi Kalimantan Timur & Utara mendapat kesempatan pada 10 Juni 2014 Jam 09.30 Wib sebanyak 25 orang termasuk Kab. Nunukan diwakili saya, Morres, Thambrind dan  Jhony Agung.

Memasuki Area Booth & SLC SynGenta, di area tanaman Jagung dengan enam petak demonstrasi perlakuan,  beberapa tenda tempat penyajian sampel dan beberapa spanduk kecil bertuliskan petunjuk dan pengenalan.   Plot pertama kami menyaksikan bedengan tanah seluas 80 Cm dengan jarak antar bedengan 20 Cm yang telah dikelola, pembersihan rumput pertama menggunakan Gromoxon atau Roundup sekaligus menjadikan rumput tersebut sbg penyubur tanah.   Pemupukan dengan Urea, Organik, NPK, SP36, Phonska dll untuk ditanami jagung per hole 1-2 biji, dalam hal pemupukan tanah Syngenta menyarankan Petani untuk meminta petunjuk pada pihak pertanian di daerah masing-masing yang lebih mengenal tekstur dan sifat tanah setempat agar mendapat pemupukan yang sesuai.

Pihak tehnisi Syngenta mengarahkan peserta pada plot lainnya untuk menyaksikan berbagai contoh seperti perbandingan plot tanaman menggunakan produk mereka dan yang tak menggunakan produk mereka terlihat sangat menyedihkan.  Beberapa produk Syngenta   :

Cruiser 350FS :  Botol kecil berisi cairan 12,5 ml, merupakan Insektisida Sistemikbersifat Racun Kontak dan Perut berupa pekatan suspensi berwarna merah yang digunakan untuk merendam benih Jagung, Padi dan Kedelai paling lama sehari sebelum di tanam.  Meningkatkan hasil serta pengendalian gangguan hama secara sistemik yaitu penyerapan bahan aktip Tiametoksam kedalam jaringan tanaman akan memberikan perlindungan secara menyeluruh tanaman melalui kandungan zat tersebut dalam tubuh tanaman berupa Nicotinic acetyl Chlorine receptor pada sisitem sarap serangga.

Calaris 550SC  :  Sejenis Herbisida penyiangan Gulma atau rumput Sistemik selektip yang disemprotkan pada Jagung saat berumur 10-15 hari setelah tanam atau saat Gulma berdaun 2-4 lombar, penyemprotan secara merata tidak akan mematikan Jagung hanya rumput saja.  Dosis 1,5 liter/ha (75 ml/tangka + surfaktan 30 ml/tangki).

AmistarTop 325 SC  :  Merupakan Fungisida dan Zat pengatur tumbuh buat tanaman Jagung, Padi dll, penggunaannya herbisida ini dengan dosis 400 ml/ha dengan durasi pada 25 hari dan 45 hari setelah tanam, jenis penyakit yang banyak menyerang tanaman saat ini seperti :  Hawar Daun (Helmintosporium sp),  Bercak daun (Cercospora sp), Bercak Coklat (Physoderma sp), Karat Daun (Puccinia sp) dan Busuk Tongkol (Fusarium sp, Diplodia sp dan Gibarella sp).  Penggunaan AmistarTop 325SC bermanfaat Meningkatkan tinggi Tanaman, Tanaman dan daun lebih sehat, Akar panjang lebih banyak, meningkatkan diameter batang, Tongkol Jagung lebih besar dan terisi sompurna dan Meningkatkan hasil panen dan kwalitas jagung.

Alika 247 ZC  :  Insektisida pengendali hama dengan penyemprotan larutan tersebut pada tanaman atau Jagung Pertama 20 hari dan kedua 35 hari setelah tanam dengan dosis sekali semprot 400 cc/ha, jenis hama yang menyerang tanaman Jagung diusia demikian seperti Ulat Penggerek Batang (Ostrium sp), Ulat Penggerek Tongkol (Helicoverpa sp) dan Ulat Grayak Pemakan Daun (Spodotera sp).

Pada Saung terakhir Plot Jagung disuguhkan berbagai visual produk SynGenta termasuk Jenis Jagung Hibrida produk SynGenta seperti ;
Jagung Hibrida Super NK 33 unggul tahan penyakit Bulai (Downy Mildew) dengan hasil melimpah 10,2-12,1 ton/ha rata-rata hasil 8,1 ton/ha selama 98 hari.   Hibrida NK 22 Super keunggulan Varietas dengan hasil tinggi 8,7 – 10,5 ton/ha umur 95 hari di dataran rondah, bentuk tongkol silindris besar tahan busuk, berisi penuh,  tahan hawar daun dan kerebahan.  Hibrida NK 212, Tahan kekeringan, warna biji Orange cerah, Tongkol berisi penuh dan klobot menutup sempurna dengan hasil panen maksimal 9,2-12,5 ton/ha umur panen 101 hari di dataran rendah.  Benih Jagung Hibrida NK 99S, Tahan penyakit Karat Daun, Busuk Tongkol, Hawar Daun dan Busuk Pelepah.  Rata-rata produksi 9,5 ton/ha potensi mencapai 12,5 ton/ha umur panen 96 hari.   Hibrida NK 6326  Tongkol terisi penuh hingga hasil tinggi rata-rata 9,4 ton/ha dan potensi hasil 13,4 ton/ha lama pamen 102 hari Tahan penyakit Bulai, Sistem perakaran baik dan Busuk tongkol terhindar.

ANALISA USAHA TANI NK 6326
AWALI DENGAN BENAR (STARTRIGHT)
Item
Awali dengan Benar (StartRight)/Format SynGenta          IDR
Pengelolaan Petani biasa
                                     IDR
Benih
1.200.000,-
1.200.000,-
Olah tanah
750.000,-
750,000,-
Pupuk
2.010.000,-
2.010.000,-
Pestisida
1.516.600,-
513.000,-
Tenaga Kerja
2.480.000,-
3.100.000,-
Biaya Panen
1.584.705,-
1.489.900,-
Total Cost/ha
9.541.305,-
9.062.900,-
Produksi/ha (kg)
11.202,-
9.114,-
Harga Jagung / kg
2.900,-
2.900,-
Pendapatan Kotor
32.485.800,-
26.430.600,-
Pendapatan Bersih
22.944.495,-
17.367.700,-
Pendapatan Tambahan
5.576.795,-
-
Prosentase
240 %
192 %

Selanjutnya semua peserta di arahkan untuk menyaksikan Demonstrasi Tanaman Padi yang berada di Plot sebelah dengan didampingi tehnisi SynGenta Syamsul Bahri, pada dasarnya hampir sama dengan plot sebelumnya menyaksikan perbandingan plot Padi yang mengikuti sistem pendampingan SynGenta dengan hasil yang besar, rumpun yang padat, sehat dan rendemen yang tinggi dengan perlakuan biasa hasil rendah, rendeman rendah, kurang sehat, penyakit dan bulir kurus.

SynGenta dalam pengembangan Padi menggunakan empat tahapan perawatan yang disebut  “ GroMore “ yaitu  :

“ GroMore “  TAHAPAN PEMBIBITAN  :  Pondasi bibit yang kuat dan sehat sebagai awal usaha yang sukses dengan pengolahan persawahan yang baik dengan pengairan cukup dan pengolahan tanahnya serta peningkatan kesuburan tanah dengan menganjurkan mengikuti petunjuk ahli pertanian setempat.   Padi yang di sampel  Jenis Towuti adapun tehnis penanaman bisa mengikuti Sistem Jajar Legowo atau jarak tanam 20 cm secara biasa dan perawatan hingga 15 hari setelah tanam.  Penggunaan Cruiser 350FS sebagaimana petunjuk diatas akan menghasil tanaman akar putih, lebat dan Panjang.   Di Tambah :










Virtako 300SC  :  Penyemprotan pada saat padi berumur 15 hari dan diulang setiap 15 hari dengan dosis 200 ml/ha, memperbanyak malai padi per rumpun 25-30  dari 17-20 malai/rumpun dan hasil meningkat.
FILIA 525SE  :  Fungisida untuk mencegah penyakit Blas/Pyricularia oryzae seperti Hawar pelepah, Gosong Palsu, Busuk bulir padi, Blas daun, Blas Ligula dan Blas leher. Dengan konsentrasi 1-1,5 ml/l dalam satu musim tanam empat kali aplikasi 20, 30, 40 dan 60 hari setelah tanam sehingga Padi menjadi Batang Padi jadi kokoh, menghentikan penyakit dgn copat utamanya Blas dan penularannya.

“ GroMore “ TAHAPAN ANAKAN :  Masa pertumbuhan tanaman meliputi bertambahnya tinggi tanaman, Jumlah anakan dan terbentuknya anakan produktip.  Menggunakan Virtako 300SC sebagaimana diatas  memperbanyak malai padi dan hasil meningkat dan Filia 525SE Mencegah Blas Daun dan batang jadi kokoh sebagaimana diatas serta :

Logran 75WG  : Merupakan Herbisida Biji yang digunakan setelah 1-7 hari setelah perataan tanah terakhir dengan dosis penyemprotan 25 gram/ha.

Plenum 50WG  :  Pencegah berbagai Wereng Padi, Bahan aktip Pymetrozin dalam tubuh wereng akan mengikat syarap wereng dan mematikan sehingga mencegah werang mulai dari telur, Nimfa dan Wereng Dewasa.  Penyemprotan Volume tinggi  250-400 gram/ha.

“ GroMore “ TAHAPAN BUNTING  :  Masa tanaman padi mulai terbentuknya Primordia (bakal malai) sampai berbunga sekitar 60 – 75 hari setelah tanam.   Periode ini masih dapat menggunakan Filia 525SE  pencegah Blas dan pengokohan batang dan Plenum 50WG Pencegah Hama Berbagai Wereng ditambah  :

Score 250EC  :  Meningkatkan prosentase gabah berisi lebih banyak dan batang malai lebih kuat dan segar.  Penyemprotan dilakukan dengan dosis 240 ml/l  dapat diberikan pada tanaman padi Bunting 43 hari dan 60 hari setelah tanam.

“ GroMore “  TAHAPAN PEMASAKAN  :  Memaksimalkan hasil dan kualitas.    Perawatan Padi pada masa keluar bunga, pengisian bulir padi dan Pemasakan Bulir Padi.  Penggunaan AmistarTop 325S Menjadikan Padi dengan Gabah lebih Bernas, warna gabah lebih mengkilap, bobot bulir menjadi 1.000 bulir, kualita gabah meningkat dan demikian juga hasil panen.    Penggunaannya dengan penyemprotan Padi dosis 300 ml/ha/sekali semprot, waktu penyemprotan umur padi 60-80 hari sebanyak 1 sd 2 kali masa pematangan.

                              10                  20                    30                     40                      50
  Uritan
Anakan
Bunting
Analisa              

Uritan
Anakan
Bunting
Pengisian
Total  Biaya
GroMore
128.000
1.020.000
520.000
150.000
1.818.000
20 kg
42/rumpun
38/rumpun
5,3 gr/malai

Konvensional

314.000
202.000
140.000
656.000
40 kg
28/rumpun
26/rumpun
4,5 gr/malai

Selisih

706.000
318.000
10.000
1.162.000
20 kg
14/rumpun
12/rumpun
0,8 gr/malai



 60                                70                                  80                 90   100  HST
Pengisian
Panen
  Usaha   Tani
Panen / kg
Hasil  ( Rp )
Keuntungan
10.400
34.480.000
36.662.000
178 blr/malai


8.200
30.340.000
29.284.000
142 blr/malai


2.200
8.140.000
6.978.000
36 blr/malai


     Asumsi harga/kg : Rp 3.700.

Dalam kunjungan tersebut peserta selain mendapat penjelasan dari staff ahli SynGenta tentang semua prosedur di Plot Jagung dan Padi, kami juga diperkenalkan dengan Petani yang mendapat Pendampingan dari SynGenta Bapak Sunaryo untuk berbagi pengalamannya mulai dari Petani biasa yang hampir putus asa dengan lahan yang sedang namun penghasilan rendah sementara kebutuhan rumah tangga terus menuntut hingga ia sempat menjadi warga Transmigrasi.  Tapi setelah ia mendapat Pendampingan dari SynGenta gairah Petaninya kembali baik dengan rajin menggarap sawah yang ada serta menggunakan produk hasil dan unggulan SynGenta hingga ia dapat mencapai hasil Alhamdulillah 10 ton/ha kata beliau.

PT. SYNGENTA INDONESIA
PERKANTORAN HIJAU ARKADIA
Tower C, lt9 Jln. TB Simatupang Kav. 88
Telp. 21-3042-1000
Jakarta 12520. Indonesia

Staff SynGenta : Alvi Winata/Bogor (081221000210), Suhada/Tasikmalaya (08122190293), Arif Abdullah/Semarang (08123432297), Halomoan Manurung/P Siantar (081362216907),   Irhamsyah/Pekanbaru (08126497212), A Muchtar Makkuasa/Balikpapan (082187516666), Multaha/Gorontalo (08114322737) dan Ansar Messa/Sidrap (081288844961)

Akhir pembelajaran singkat tersebut Makan siang yang disajikan panitia, Perkenalan dan berphoto bareng dengan seluruh staff, menerima berbagai brosur dan bingkisan cendera mata.
By BakriSupian.

Menanam padi di hamparan sawah yang indah,
Pertanian Padi yang moderen akan menghasilkan beras yang berlimpah.





Jumat, 20 Juni 2014

PENAS XIV 2014 MALANG SUKSES DALAM MENGEMBAN MISI PEMBERDAYAAN PETANI-NELAYAN

" Memantapkan Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak tani-nelayan dalam rangka Pengembangan Kemitraan  dan Jejaring Usahatani guna mewujudkan Kesejahteraan Petani-Nelayan "
Thema Penas XIV 2014 Malang.
Presisen Susilo Bambang Yudoyono,  Kata Sambutan dan membuka PENAS ke -XIV

Meski Pekan Nasional Kontak Tani-Nelayan  (PENAS-KTNA) ke XIV tahun 2014 di Malang Prov. Jawa Timur yang berlangsung tanggal 07 s/d 13 Juni 2014 telah berakhir, Namun semangat dan tekad para peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut tetap membara membawa segala Pengetahuan, Tehnologi dan Pengalaman yang mereka terima selama penyelenggaraan tersebut untuk diterapkan dan dikembangkan di dalam usaha Tani, Nelayan dan Hutan baik buat diri sendiri maupun masyarakat sekitarnya dalam mewujutkan peratanian yang maju, moderen, sejahtera dan mandiri.



 Penas XIV yang ditutup pada tanggal 13 Juni 2014 oleh Menteri Pertanian Ir. H  Suswono mengatakan bahwa pelaksanaan Penas XIV dianggap sukses dalam menyampaikan tujuan yaitu sebagai sarana “ Meningkatkan motivasi, kegairahan dan kemandirian petani nelayan dan petani hutan maupun masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan. “.  Pencapaian ini tentunya melalui Wadah yang ada dalam Penas yaitu Belajar, Mengajar, bertukar informasi, menjalin kem itraan dan menyerap berbagai tehnologi yang lebih baik serta berbagai aktipitas yang tersaji dalam Pekan Nasional tersebut. 



Pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian Ir. H Suswono dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo menyampaikan  terima kasih atas kehadiran semua peserta dalam mensukseskan pesta yang sekali dalam tiga tahun tersebut yang dihadiri 47.000 orang dan berharap menggunakan segala pasilitas yang tersedia dalam penyelenggaraan tersebut sebagai sarana pemantapan  kemampuan dan kemajuan usaha  Tani-Nelayan  sebaik mungkin sehingga dana yang dikeluarkan Pemerintah, Swasta dan Petani-Nelayan selama penyelenggaraan dapat bermanfaat.  Dalam kesempatan tersebut beliau berpesan bahwa agar semua pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama penyelenggaraan dapat segera diterapkan dalam dunia usahanya dan menyebarkan informasi tersebut buat Petani-Nelayan dan Petani Hutan agar mereka dapat  menerapkan segala sesuatu metode tehnologi yang baik,  Karena keberhasilan bukanlah ditentukan oleh begitu besarnya pegetahuan yang kita peroleh tapi sejauh mana usaha Tani-Nelayan mencapai produksi hasilnya setelah diamalkan.



Penas yang berlangsung selama  7 hari di Stadion Kanjuruhan Malang berisikan kegiatan berupa 1. Upacara : Pembukaan dan Penutupan,  2. Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani-Nelayan : Rembug Madya dan Utama, Temu Profesi, Petani Asean dan Mitra Asean dan Temu sukses Petani dan Penyuluh,  3. Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis  :  Expo Aquaculture, Agroforestry, Kontes Peternakan Nasional, Pengembangan Pasar Lelang Hasil Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Pameran Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Nasional, Temu Usaha Agribisnis dan Pengembangan Jaringan Informasi Agribisnis,  4.  Pengembangan Teknologi dan Kualitas  Produksi  Agribisnis  :   Gelar dan Temu Teknologi, Temu Karya, Magang, Study Bandim dan Widyawisata dan Peragaan, Unjuk Tangkas dan Asah terampil  5.  Pengembangan Kewirausahaan  Petani Nelayan dan Kesadaran Lingkungan  :  Karya Wirausaha Petani-Nelayan, Karya Agroforestry Lestari, Olah Raga dan Keakraban dan Vestifal dan Kesenian Daerah  6.  Sinkronisasi Program Pembangunan Pertanian Pusat dan Daerah  :  Berupa berbagai  Temu Teknis dan Rapat  dari berbagai kalangann terkait.  Semua kegiatan tersebut dilaksanakan di Stadion Kanjuran Malang, Ruang Pertemuan di kantor sekitar stadion dan Lahan kosong sekitar stadion seperti untuk Ekspo dan Pameran.



Selama penyelenggaraan kesibukan terlihat baik di stadion maupun di tempat kegiatan yang berada di seputar Stadion, sehingga jln utama depan stadion diberlakukan satu jalur bahkan inipun masih macet oleh kesibukan peserta penas.    Expo Pertanian dengan peragaan beberapa tehnologi Pertanian dan parietas pertanian merupakan areal yang cukup ramai di padati pengunjung seperti Padi, Jagung, Berbagai Melon, Sorgum, Bunga Matahari dan berbagai hortikultura lainnya.    Di sini pak SBY setelah pembukaan menyaksikan demonstrasi  mesin traktor penanam Padi dan Pemotong Padi serta bersua dengan Petani dan Pengunjung yang ada.   Kegiatan lain yang cukup ramai dikunjungi baik Peserta maupun Masyarakat umum adalah Stand Pameran Pembangunan sebnayak 250 stand yang berada di Depan Stadion Kanjuruhan yang diisi peserta Pemda Daerah dan Provinsi, KTNA, Kementrian, Lembaga Swadaya dan Pengusaha Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Salah satu Kegiatan yang sempat saya ikuti sebagai Kontingan dari Kabupaten Nunukan, Menyaksikan demonstrasi  Budidaya Padi dan Jagung dan Program  pendampingan petani Jagung dan Padi yang di selenggarakan PT. SYNGENTA pada sebuah Demplot seluas 3 ha di  Dusun Margo Singo  Desa Jatirejoyoso.   Pada Demplot ini PT. Syngenta baik untuk tanaman Padi maupun Jagung membagi proses pembudidayaan dalam empat tahapan dengan perlakuan tersendiri baik perawatan maupun penggunaan obat produksi mereka.     Perawatan padi Syngenta menggunakan prinsip GroMore yaitu suatu tahapan  perawatan dalam penanaman Padi,  1.  Tahapan Pembibitan Padi  2.  Tahapan Anakan  3. Tahapan Bunting dan 4. Tahapan Pemasakan dalam setiap tahapan tentunya mempunyai perawatan tersendiri dengan penggunaan obat produksi mereka. 

 GroMore merupakan satu sistem perawatan Padi yang di terapkan Syngenta pada Petani yang menjadi binaan mereka.  Pada Kesempatan ini selain staff Syngenta yang memberikan penjelasan pada peserta tentang aktipitas Syngenta juga memperkenalkan seorang petani sukses binaan Syngenta Bapak Syamsul Bahri, yang berhasil meningkatkan prosuksi Padinya menjadi 10 ton/ha untuk menceritakan pengalamannya sebagai petani dan keberhasilan beliau setelah mendapat binaan dari Syngenta.    Selain Syngenta masih banyak lagi perusahan Pertanian yang berpartisipasi aktip dalam event ini seperti  PT. Petro Kimia Gersik, PT. Agro Tunas Inti, Phonska, Agro Inovasi dan masih banyak yang lainnya.

Anwar Petani asal PerBatasan Sebatik Kalimantan Utara, mengutarakan dengan semangat  atas keikut sertanya selama tiga Hari di Desa Blunder Malang dalam mengikuti  kegiatan Magang Pengenalan Buah-buah Eksotis nusantara dengan kegiatan Pengenalan, Perawatan, Okulasi, Pemangkasan, Pembuatan medium pembibitan dan sebagainya,  " Pengalaman ini akan lebih memotipasi saya dalam mengembangkan kebun buah yang ada di daerah " kata Pak Anwar.   Adzmil petani dari Aceh lain lagi kisahnya ia mengikuti Salah satu paket Penas XIV yaitu Widya Wisata pertanian dan  kegiatan ini telah memberikan dirinya akan pengertiann yang lebih luas dan berarti dalam mengembangkan usaha taninya.  Sementara ibu Barisi seorang Wanita tani merasa memiliki bekal baru dalam mengembangkan usaha taninya setelah mengikuti selama dua hari kegiatan magang pengolahan hasil pertanian yang menurutnya akan ia kembangkan setiba di Kampungnya.



Seorang Petani  Riau saat mengunjungi arena Ekspo Pertanian merasa gembira dengan kehadirannya di Pentas PENAS XIV ini, karenanya ia melihat berbagai jenis tanaman dan Tehnologi budidaya yang menurutnya belum ada didaerahnya dan perlu dikembangkan di sana serta keikut sertaannya memberikan satu napas dan semangat baru dalam menjalani usahataninya kedepan, ia juga merasa bahwa Ekspo Pertanian-Perikanan kali ini sangat baik dan Positip.

Presiden RI  DR. Susilo Bambang Yudoyono di dampingi Menteri Pertanian Ir. H Suswono, Menteri Perikanan Sutarjo C Syarif, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Ketua KTNA Nasional Ir. Winarno Tohir, Gubernur Jawa Timur  Sukarwo, dan Bupati Kab. Malang Rendra Kreshna pada pukul 15,15 Wib 07 Juni 2014 membuka acara Penas XIV dengan mengucapkan “ Bismillahirrahmanirrahim” dan Pemukulan Gong.  Presiden juga mengamanatkan tentang ketahanan dan kemandirian pangan Nasional dengan tiga sasaran,  1. Ketersedian Pangan yang Cukup swasembada pangan  2.  Pendapatan Petani, Nelayan dan Hutan yang membaik Peningkatan Kesejahteraan Petani-Nelayan dan  3. Rakyat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.




 










Tiga sasaran tantangan ketahanan dan kemandirian Pangan Nasional  kedepan tersebut oleh Pak Susilo Bambang Yudono bisa terpenuhi bila adanya keterlibatan secara serius dan benar para pihak terkait di bidang tersebut seperti,  1.  Komunitas Petani, adanya keseriusan para Petani-Nelayan untuk selalu meningkatkan usahanya dengan berbagai tehnologi yang tepat dan selalu memiliki Inovasi untuk mencari informasi yang lebih baik tentang usaha Tani-Nelayan,  2.  Ilmuan dan Tehnokrat, Keseriusan dalam mencari tehnologi yang lebih produktip dan memecahkan permasalahan Petani-Nelayan yang ada.  3.  Pemerintah, Menyusun Kebijakan yang tepat yaitu kebijakan diera globalisasi yang melindungi petani, nelayan dan masyarakat Hutan.  4.  Dunia Usaha,  Yang membutuhkan keuntungan dalam usahanya hendaklah tidak mengabaikan kepentingan Petani, Nelayan dan Masyarakat Hutan yang membutuhkan kesejahteraan dan keadilan dalam usahanya  dan  5.  Masyarakat Indonesia dan Dunia untuk dapat menggunakan Pangan seperlunya jangan rakus dan boros hingga ketersedian pangan dapat terjamin dan Masyarakat Indonesia harus Memegang prinsip selogam “ AKU CINTA PRODUK INDONESIA “.



Pembukaan PENAS XIV Malang  dilakukan pemberian  44 penghargaan, di antaranya oleh  presiden  berupa  Penghargaan Satya Lencana Wirakarya yang diberikan pada mereka yang berjasa dalam meningkatkan Pertanian diantaranya kepada Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, ST Msi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Malang Rendra Kreshna, Bupati Minahasa Selatan dan Bupati Sorong Barat, Penghargaan ini merupakan pertama kali diberikan sejak PENAS digelar.   Penghargaan Satya Lencana Pembangunan diberikan antara lain pada Gubernur Bali Made Mangku Pasika, Bupati Pangkep H. Syamsuddin, Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza SZP, Petani Asal Garut Jawa Barat M Dimyati.  Sementara Ketua Umum KTNA Nasional Ir. Winarno Tohir memberikan Lencana ADI BAKTI Nelayan dan Petani pada Presiden Susilo Bambang Yudoyono  atas jasa beliau dalam pengembangan pertanian dan teladan buat Presiden masa depan.     Sementara Ir. H  Suswono mengucapkan rasa terima kasih pada bapak Presiden RI selama tugasnya telah mencurahkan bakti  buat Kemajuan Pertanian dan Peluncuran buku “ DATA STRATEGIS, INDUK PEMBANGUNAN PERTANIAN 2015-2045 “ yang akan menjadi buku pokok dalam melaksanakan pembangunan Pertanian di Indonesia.


Selama penyelenggaraan tersebut semua peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah di inapkan di Rumah masyarakat yang ada disekitar Stadion Kanjuruhan agar lebih dekat dan kenal warga yang umumnya merupakan Petani Malang.  Kontingen KTNA Kabupaten Nunukan menempati pemondokan di RT 13 Jalan Mangga Desa Kedung Pedaringan Kec. Kepunjen Malang demikian juga peserta dari Prov. Kalimantan Timur lainnya berada di sekitar tempat tersebut. 

Kegiatan sepekan tersebut diliput secara langsung oleh Radio Pertanian Wonocolo milik Balitbangtan Jatim, berupa sebuah mobil dilengkapi sarana siaran yang parkir di Depan stadiun.

Menteri Pertanian RI Ir. Suswono, sebelum menutup Acara para Petani-Nelayan Nasional yang berlangsung selama 7 hari mengumumkan bahwa Juara Umum kegiatan PENAS XIV adalah kontingen Jawa Timur dan PENAS XV berikutnya TAHUN 2017 akan dilangsungkan di Provinsi DAERAH ISTIMEWA ACEH, sesuai hasil rembug utama KTNA Nasional sebelumnya di Pendopo Kabupaten Malang.
by BakriSupian

  
“    SELAMAT TINGGAL PENAS XIV 2014 MALANG DAN SAMPAI JUMPA PENAS XV TAHUN 2017 ACEH DARUSSALAM.   “


Kota Malang legenda Kerajaan Singosari,
Kegiatan Penas telah berakhir namun misinya tetap dilanjutkan Petani.

Senin, 16 Juni 2014

TRADISI BERBURU PAUS DI LAMALERA






Mungkin ada baiknya anda menyisihkan sedikit waktu untuk datang mengunjungi daerah Flores pada bulan Mei bertepatan dengan penyelenggaraan tahunan " Festival BALEO " tepatnya ke desa  Lamalera di Kabupaten Lambata, NTT,   di sana anda  akan dapat  menyaksikan tradisi berburu paus yang melintas di Laut Sawu oleh warga Lamalera,  yang merupakan tradisi turun temurun sejak abad ke-16 sesuai dengan manuskrip Portugis, saat itu di P Lembata ada 15 keluarga Lamalera yang melakukan tradisi ini lengkap dengan Rumah Adat, Rumah Perahu (Najeng) dan tali penangkap Paus (Tale leo).

Desa Lamalera sebuah desa nelayan  kecil yang terletak di pesisir pantai selatan Pulau Lembata, Nusa Tenggata Timur.   Selain sebagai nelayan yang bergantung pada usaha penangkapan ikan di laut sebagai mata pencaharian, penduduk di desa ini  juga  memiliki tradisi  unik yang membutuhkan keberanian mencabar maut dan hanya dilaksanakan pada bulan tertentu, yaitu berburu Paus mahluk mamalia air (cetacean) terbesar dilautan.   Jenis paus yang diburu pun bukan sembarang  hanya Sperm Whales  (Physeter  macrocephalus)  dan Pilot Whales ( Globicephala  macrorhynchus  dan  Globicephala males ),  khusus untuk Paus Biru,  Blue Whales (Balaenoptera  musculus)  nelayan Lamalera tidak memburunya,  karena masuk dalam manuskrip adat yang melarang penangkapan jenis  Paus Biru yang dianggap sebagai penyelamat leluhur warga Lamalera. Selain itu, Paus Biru juga merupakan paus langka dan dilindungi telah masuk dalam kawasan Conservasi taman laut Lamalera.


Penasaran dengan tradisi ini? Anda bisa datang saat musim perburuan Paus (kotoklema bhs lamalera)  yang biasanya jatuh antara bulan Mei-Oktober. Saat itu, laut sangat tenang dan gerombolan paus banyak yang melintasi peran mereka sebagai salah satu destinasi lingkaran habitat hidupnya, sehingga saat itu  akan sangat memudahkan bagi warga untuk berburu Paus.

Mungkin anda membayangkan perburuan ini menggunakan kapal besar dan senapan Paus yang moderen sebagai mana perburuan Paus di Laut Bering " Ituloh dekat negara Alaska USA ",  anda salah perkiraan karena perburuan ini sangat tradisional jadi bergantung pada keberanian dan penguasaan alam disekitar.  Karena hanya bermodalkan perahu kayu yang kecil (Paledang bhs Lamalera)  dengan seorang didepan perahu yang gagah pemberani memegang Tombak Bambu (tempuling bhs lamalera) yang berujung besi Tajam yang akan melompat kearah Paus dilaut,  bila sang juru mudi yang lihai berhasil mendekatkan perahunya ke Paus dan  lalu ia menghunjamkan tombaknya ke tubuh Paus,  ini bisa terjadi 3 - 6 kali.


Sebagai suatu kegiatan tradisional sebagai mana di daerah lain di Indonesia yang mempunyai makna transendental dengan kekuatan mistik atau yang kuasa, maka kegiatan ini sebelumnya dimulai dengan kegiatan ritual, yang pada dasarnya untuk memohon berkah, keselamatan dan kemudahan dari yang menguasai laut.    Pada tanggal 28 atau 29 April, biasanya Suku Wujon di Lamalera yang tinggal di atas gunung akan turun ke pantai dan berdoa memanggil Paus sebelum perburuan di mulai.

Ritual tidak sampai di situ, pada tanggal 30 dan 31 April semua masyarakat Lamalera akan berdoa untuk keselamatan nelayan yang akan berangkat ke laut.   Karena kebanyakan masyarakat Lamalera menganut agaman Kristenn doa pun dilakukan sesuai agama Kristen,  seorang pemimpin adat atau agma akan berdiri di depan mimbar yang telah disediakan di pantai untuk memimpin acara ritual berdoa tersebut.


Keesokan harinya pada 1 Mei  akan  banyak perahu yang berbaris dipantai untu berburu Paus biasanya sebanyak  20 kapal atau perahu,  jumlah 20 perahu tersebut menandakan jumlah suku yang ada di Lamalera, tapi dari 20 perahu  hanya satu yang diperbolehkan untuk berlayar pada hari pertama. Perahu tersebut adalah perahu Paraso Sapang yang menandakan suku tertua di Lamalera.

Apabila Paraso Sapang berhasil menemukan paus, 19 kapal yang lain baru diperbolehkan keluar dan membantu Paraso Sapang untuk berburu paus. Namun apabila Paraso Sapang tidak berhasil menemukan paus, maka pencaharian dilanjutkan pada keesokan harinya bersama 19 perahu lainnya.

Perahu atau Paledang pemburu Paus biasanya akan memuat krue sebanyak 9 orang dengan 3 pembagian tugas penting yaitu, Lamuri sebagai pemegang kendali perahu atau juru mudi dan biasa merangkap pimpinan 1 orang, Matros krue paledang yang akan mendayung dan kegiatan pendukung lain sebanyak 7 orang dan Lamafa adalah jabatan terpenting di dalam perburuan Paus seorang yang berdiri di ujung kapal dan akan menombak Paus 1 orang.

Hasil buruan Paus tersebut setiap tahunnya sangat tidak menentu atau fluktuatip, menurut sebagian pakar ikan Paus di daerah itu sangat dipengaruhi Meteorologis seperti cuaca dan kondisi perairan dan Peta Populasi Paus itu sendiri yang melewati perairan Laut Sawu, fluktuasi hasil tangkapan tersebut berkisar 4 - 56 ekor menurut informasi masyarakat di daerah itu hasil terbesar tersebut di capa pada tahun 1969.

Hasil buruan tersebut akan ditarik kepantai untuk di potong menjadi Daging, Tulang, Kulit dan Darah/minyaknya yang pertama mendapat bagian adalah para pemburu tersebut, Kepala suku dan tetua adat dan seluruh masyarakat yang ada dipantai saat itu, aturan pembagian semua telah ditentukan secara adat.  Ikan tersebut dimakan, diawetkan,  diasapkan dan dikeringkan dapat bertahan hingga satu tahun atau dibarter dengan kebutuhan lain.




Kegiatan tahunan masyarakat Lamalera inipun telah dijadikan satu kalender wisata daerah dengan nama Festival " BALEO "  yang secara rutin diselenggarakan oleh daerah dengan pestifal berburu Paus disertai kegiatan lain yang terkait dengan masyarakat Lamalera dilaksnakan dengan meriah dengan harapan dapat melestarikan budaya dan Cinta akan adat daerah serta menarik wisatawan manca negara untuk datang berkunjung.
by BakriSupian
Refrensi dr berbagai tulisan



Paus melintasi samudera untuk sampai di Laut Sawu,
Kehidupan merenangi berbagai ragam pase bak sebuah Menu.  

Minggu, 01 Juni 2014

DHARMA SAMUDERA MARATHON 10 K DI PERBATASAN




Di ikuti sekitar 450 pelari dari  warga PerBatasan seperti dari Nunukan, Sebatik, Tarakan, dan Malinau serta peserta dari kalangan TNI,  DHARMA SAMUDERA MARATHON 10 K ke-1 digelar pagi tadi Minggu, 01 Juni 2014.    Star dari Jalan Arif Rahman Hakim  menyusuri  jln Angkasapura, Jln P Antasari, Jln RA Bessing, Kamp. Selisun, Jln Membunut,  Jln Ujang Dewan Kantor DPRD dan Finish di Dermaga Lanal Nunukan Pantai Ichim.   Finish di Lanal Nunukan peserta disambut Dan Lanal Nunukan, Assisten II Pemda Nunukan,  beberapa kepala SKPD, instansi lain dan ratusan penonton.
 
Jefri k(003) Juara 1 Putra
Perombaan ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Lanal Nunukan ke-13 sekaligus Hari Dharma Samudera Indonesia.  Setelah perlombaan para penonton disajikan  pentas hiburan dengan Artis dan Band Nunukan, Pasar bazar menyajikan makan lezat dengan paket murah dan Opening Ship, menyaksikan kapal  KRI Karel  Satsuitubun-356, semuanya berada dalam areal Lanal Nunukan.

Merliana Juara 1 putri

 HARI DHARMA SAMUDERA, Merupakan suatu hari untuk mengenang Jasa pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan di Perairan Arapura,  yaitu Komodor Muda Youdarso dengan Kapal  KRI Macan Tutul bersama KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau Namun beliau gugur bersama dengan Tenggelamnya KRI Macan Tutul saat perjuangan membebaskan Irian Barat dari Belanda pada 15 Januari 1962.   Kegiatan ini merupakan  kegiatan utama TNI Angkatan Laut bersama instansi lain,  penyelenggaraannya berupa apel  di atas laut menggunakan kapal perang yang relatip besar, melarungkan rangkaian bunga, tabur bunga, memberikan santunan buat keluarga pahlawan, berbagai olah raga dan berbagai kegiatan yang dpt lebih memotipasi semangat kejuangan dan bela neara putra-putri Indonesia..

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono mengemukakan bahwa makna peringatan Hari Dharma Samudera untuk mengingatkan kembali jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan, termasuk pahlawan Komodor Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran di Laut Aru.  



Dharma Samudera Marathon 10 K ke-1 diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan Kaula muda dan Atlit PerBatasan  untuk membentuk atlit-atlit berprestasi disamping sebagai perayaan hari Jadi Lanal Nunukan ke-13 dan mengenang jasa para pahlawan yang gugur di pertempuran perairan dalam membela bangsa.  

Lomba Marathon yang diikuti sekitar 450 pelari akhirnya menetapkan tiga pemenang putra putri, masing – masing Putra juara 1. Jepri Kamuba 34 menit  2. Vidian Toro dan 3. Perseroan Samosir  sedangkan untuk Putri Juara 1. Merliana  47 menit  2.  Widi 3. Hermin.   Jepri sejak star  selalu memimpin didepan di ikuti peserta lain hingga memasuki pinish ia tak terkalahkan bahkan meninggalkan  Vidian T sekitar 245 meter.

by BakriSupian






 La Dollah Marathon dengan Wear Sprot Cakar,
Marathon itu murah, sehat dan Bebas Polusi di sekitar.



SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...