Minggu, 17 Juni 2012

Menhut Menolak Dana Asing untuk Konservasi Badak




Jakarta, Senin 04 Juni 2012 : Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan menolak kucuran dana asing untuk membiayai upaya konservasi badak bercula satu. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) satwa itu terancam punah  dan menurut CITES  Sejak 2001 badak masuk dalam Appendix I.



"Kita peduli pada kelangkaan badak, karenanya kita berupaya menjaga sekaligus menambah populasi satwa ini di alam dengan biaya sendiri, tak usahlah minta bantuan asing." katanya usai Pencanangan Tahun Badak Internasional 2012 di Jakarta, Senin (4/6).  Beliau menambahkan butuh komitmen dan upaya bersama dalam mengkonservasi dan meningkatkan populasi Badak bercula satu. "Sudah menjadi tanggung jawab kita semua agar secara bersama-sama mendukung konservasi Badak Jawa," ujarnya dan  sekitar Rp3 triliun dana disiapkan untuk menanam atau merehabilitasi hutan dan lahan serta sisanya untuk kegiatan lain termasuk konservasi.

Menurut dia  jumlah badak di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tinggal 35 ekor sehingga manajemen TNUK dan kelompok kerja penyelamatan badak terus berupaya meningkatkan kualitas habitat serta populasinya.  Kemenhut dengan  Rencana Aksi Penyelamatan Badak Jawa sampai 2017. "Kami targetkan penambahan populasi badak lewat penangkaran dari 35 menjadi 70 ekor pada 2015," kata Darori.

Konservasi Badak Sumatera yang populasinya sekarang diperkirakan 200 ekor, Kemenhut juga miliki program Suaka Rhino Sumatera yang terletak di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.   Bantuan Asia Pulp and Paper (APP) dalam program Aksi Konservasi Badak Indonesia mencakup berbagai kegiatan rehabilitasi dan konservasi yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, melindungi populasi yang ada serta memberikan program pemberdayaan, kesadaran dan edukasi bagi masyarakat untuk membantu melindungi badak Jawa dan habitatnya.


Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota famili  Rhinocerotidae   dan satu dari lima badak  yang masih ada. Badak ini memiliki panjang 3,1–3,2 m, tinggi 1,4–1,7 m dan Ukuran cula biasanya lebih sedikit dari pada 20 cm  lebih kecil dari cula spesies badak lainnya.  Terdapat di Ujung Kulon Pulau Jawa tempat lain terdapat di Taman Nasional Cat Tien Vietnam,   populasi badak berkurang disebabkan perburuan untuk perdagangan Culanya dan semakin berkurangnya  habitat tempat hidupnya. Badak jawa dapat hidup selama 30-45 tahun di alam bebas,  hidup di hutan hujan dataran rendah, padang rumput basah dan daerah daratan banjir besar.   Perbandingan DNA   mitokondria   memberikan kesan bahwa leluhur badak modern terbagi dari leluhur Equidae   sekitar 50 juta tahun yang lalu. Famili yang masih ada  Rhinocerotidae,  pertama kali muncul pada Eosen akhir di Eurasia dan leluhur spesies badak modern terbagi dari Asia pada awal Miosen.  

Badak Sumatra  Badak bercula dua (Dicerorhinus Sumatrensis) Cula depan lebih besar dari cula belakang, tinggi 120 - 135 Cm panjng 240 - 270 Cm  Berat 909 kg  kulit tidak berlipat , Suka berjalan sehari dapat menempuh 12 km selama 20 jam  sebagian malam hari untuk makan yang mencapai 50 kg.  Populasi diperkirakan mencapai 300 ekor yaitu 250 di Sumatra dan 50 di Borneo.  Badak Sumatra merupakan turunan dari Badak Asia lainnya pada 15 juta tahun lalu tapi yang memiliki kemiripan ldekat dengan dua spesies badak di Afrika (Badak Hitam dan Putih). 
By Bakri Supian














Ramadansyah Badak Sahabat sejati,                                                                             Meski Cula Mahal  hidupnya lebih berarti.

Selasa, 12 Juni 2012

Pengembangan Kelembagaan Petani dalam mendukung Petani.


NusanTaRa.Com

       Program pembangunan pemerintah sekarang yang berorientasi pada pengurangan jumlah Penduduk miskin di Indonesia yang mencapai 30 % penduduk itu telah teraplikasi kedalam berbagai Kementrian dalam bentuk kegiatan-kegiatan dengan tujuan meningkatkan  kemampuan masyarakat dalam berbagai usaha produksinya dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.  Salah satu kegiatan yang sangat khusus dalam hal ini adalah PNPM-Mandiri yang dibentuk disetiap daerah dalam rangka mendukung pemerintah mencapai tujuan tersebut serta bekerja sama dengan berbagai instansi terkait di daerah serta bantuan dana dari kementerian, kegiatan lebih difokuskan pada kegiatan yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan kemapanan masyarakat serta menjadi penguat usaha- usaha eknomi mmasyarakat di daerah.
       Kementerian   Pertanian dengan program kegiatan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Petani Indonesia tentunya bertanggung jawab memajukan  Pertanian sebagai bidang tehnis kegiatannya  dalam turut serta memajukan bangsa.  Tugas ini menjadi lebih signifikan  bila mengingat bahwa data menunjukkan sebagian besar Penduduk miskin di Indonesia berada di Masyarakat Petani dan Nelayan yang mencapai 60 %.   Sasaran Pembangunan pertanian ialah meningkatkan Produksi Pangan dalam menunjang peningkatkan ketahanan pangan Nasional, untuk mencapai program tersebut maka Peran aktip Kelembagaan Petani dalam turut  memberdayakan kemampuan petani dalam meningkatkan produksi usaha mereka  sebagai pelaku utama pertanian dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
       Pemberdayaan Kelembagaan Petani sebagai sarana dalam menunjang pembangunan pertanian khususnya dalam meningkatkan produksi usaha dan kemampuan ekonomi petani mengingat sifat dan bentuk kelembagaan petani,  seperti Kelompoktani dan Gapoktan  sebagai suatu organisasi yang pada dasarnya lahir,  tumbuh  untuk petani.  Kelembagaan petani memiliki fungsi untuk melibatkan petani, pemerintah dan para terkait agar bersama-sama memaajukan pertanian.    Hal mendasar yang perlu ditumbuhkan dalam kelembagaan ini adalah sikap ingin maju dan sikap tolong menolong terhadap sesama anggota karena kekuatan dari kelembagaan sangat ditentukan seberapa besar potensi yang dimiliki oleh para anggotanya  baik dalam menjalin kerjasama dalam kelompok tersebut maupun  dalam menjalin  kerjasama dengan para terkait diluar kelembagaan tersebut.
Kelompoktani pada dasarnya merupakan organisasi non formal di perdesaan yang ditumbuh kembangkan dari, oleh dan untuk Petani, serta memiliki cirri-ciri a.  Saling mengenal, akrab dan saling percaya sesame anggota.  b.  Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam usaha tani.   c.  Mempunyai kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekoomi maupun social, bahasa, pendidikan dan ekologi.  d.  Adanya pembagian tugas yang adil.    Fungsi Kelompoktani  1.  Kelas Belajar, Menjadi wadah belajar mengajar bagi anggota guna meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan  berkembangnya kemandirian.   2.  Wahana Kerjasama, Menjadi wahana bagi anggota bagi kelompoktani untuk memperkuat kerjasama diantara sesame petani dalam kelompoktani dan antara kelompoktani dengan pihak lain dalam mencapai suatu kemajuan dalam berusaha tani mereka.  3.  Unit Produksi, Menjadi tempat unit usaha dalam menyalurkan dan memperoleh kebutuhan mereka untuk mencapai hidup lebih sejahtera.
       Penumbuhan Kelompoktani didasari atas kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi, saling percaya dan keserasian hubungan antara petani, yang merupakan unsur  pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok sehingga setiap anggota akan dapat merasa memiliki  dan menikmati manfaat dari keberadaan kelompoktani tersebut.   Jumlah anggota kelompok tani 20 sampai 25 orang dengan kegiatan usaha yang sangat terkait dengan kepentingan anggotanya.   Prinsip penumbuhan Kelompoktani,  1. Kebebasan, setiap orang bebas untuk berkelompok menurut kepentingannya.  2.  Keterbukaan,  Penyelenggaraan kegiatan Kelompoktani dilaksanakan secara terbuka yang sama buat semua anggota.  3.  Partisipatip, Semua anggota terlibat dalam kegiatan yang ada dalam kelompok sesuai fungsinya.   4.  Keswadayaan, Pengembangan Kelompoktani berdasarkan kemanpuan sendiri dari potensi yang ada dalam kelompok.  5.  Kesetaraan, Semua anggota mempunyai peluang peluang dan kedudukan yang sama dalam beraktifitas.  6. Kemitraan, pelaksanaan kegiatan Kelompoktani berdasarkan kemitraan.
       Gapoktan merupakan Gabungan beberapa Kelompoktani merupakan suatu bentuk peningkatan Kapasitas petani dengan wilayah kerja, jumlah anggota serta aktifitas unit usaha yang lebih berorientasi pasar yang  lebih besar dari sekedar Kelompoktani  dan akan memberikan kemampuan yang lebih besar dalam menjawab tantangan dan hambatan dalam mencapai kemajuan pertanian.   Penggabungan kelompoktani kedalam Gapoktan dilakukan agar kelompoktani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam penyedian sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan atau perluasan usaha tani ke sektor hulu dan hilir, pemasaran serta kerja sama dalam meningkatkan posisi tawar.   Diharapkan dengan pembentukan Gapoktan agar aktifitas lebih tertuju  pada kegiatan usaha yang berbasis pasar yang mampu sarana pemasaran dan pengadaan kegiatan pertanian dengan tingkat pengelolaan permodalan yang kuat dan serta pola kemitraan yang berakar.
       Proses pembentukan Gapoktan, dilakukan dalam suatu musyawarah yang dihadiri minimal oleh para Kontak tani/ ketua kelompoktani yang akan bergabung, Dalam rapat pembentukan Gapoktan sekaligus disepakati bentuk, susunan dan jangka waktu  kepengurusannya  dan ketentuan-ketentuan yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing kelompok,  Ketua Gapoktan dipilih secara musyawarah  dan demokrasi oleh anggota selanjutnya ketua memilih kepengurusan Gapoktan dan untuk mendapat legitimasi kepengurusan Gapoktan dilakukan oleh pejabat setempat.
       Uraian diatas merupakan beberapa poin utama dalam  kebijakan Pengembangan Kelembagaan Petani khususnya untuk kelompoktani dan Gapoktan yang saya sampaikan dalam Pelatihan Petani Kakao di P4S Lembah Hijau Desa Lapri P Sebatik Kabupaten Nunukan yang dilaksanakan oleh UPTB Balai Pelatihan Sempaja Samarinda Kalimantan Timur Yang berlangsung  pada 04 – 08 Juni 2012 di Padepokan P4S Lembah Hijau, mewakili Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah Kabupaten Nunukan.   Pelatihan ini dilaksanakan oleh 6 instruktur dari Bapetaltan dan beberapa PPL Kabupaten Nunukan.
 By.Bakri Supian.












Jika ke Tawau P Sebatik harus di singgahi,
Petani Maju karna adanya kekuatan dalam kelompoktani.

Sabtu, 09 Juni 2012

Pakar: Lima Persen Pulau di Kepri Hilang 2022




Metrotvnews.com, Batam: Lima persen dari 2.408 pulau di Provinsi Kepulauan Riau akan hilang pada 2022 sebagai dampak perubahan iklim. "Estimasi para ahli, dalam 10 tahun ke depan lima persen dari 2.408 pulau di Kepri akan hilang," kata pakar ilmu kelautan Eddywan di Batam, Kepri, Sabtu (9/6).

Ia mengatakan perubahan iklim yang dipicu pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair, sehingga volume air laut bertambah dan menenggelamkan sebagian pulau di Kepri. Untuk mencegah hilangnya pulau, menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meredam arus laut.

Satu di antaranya adalah melakukan penghijauan di pantai. Pohon dapat menahan gelombang air laut dan mencegah abrasi yang menyebabkan pulau terkikis dan lama-lama hilang. Pohon juga dapat mengurangi pergerakan angin agar tidak berhembus terlalu kencang ke daratan. "Harus ada pengelolaan pulau yang bagus," kata dia.

Masyarakat juga harus menjaga sumber daya dan tidak mengeksploitasinya terlalu drastis yang dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaga budaya berbasis konservasi yang tidak merusak lingkungan. Selain itu, reklamasi yang dilakukan tanpa mempertimbangan aspek lingkungan juga akan memicu abrasi.

Ia mengatakan pulau-pulau di Kepri terdiri dari batu karang. Batu karang, bisa berdiri kokoh bila didukung hewan-hewan karang. Sedangkan reklamasi pantai bisa menghilangkan ekosistem dari hewan karang, karena pantai ditimbun bahan berat lain.

Jika hewan karang mati, karang yang membentuk pulau bisa rusak dan rapuh. "Bagaikan keong, kalau sudah tidak ada hewannya lagi, menjadi rapuh," kata dia.

Tanpa hewan karang seperti ikan dan keriting, daerah menjadi tandus dan daya dukung lemah. Kondisi karang yang lemah, kata dia, menyimpan potensi amblas. Dan bila angin laut kencang dan gelombang pasang kuat, pulau akan hancur. Abrasi akan terjadi besar-besaran.(Ant/BEY)
Posting  by  Bakri Supian


Gunung Sungai Laut Pesona Alam,
Keabadian alam jaminan Hidup Tentram.

Minggu, 03 Juni 2012

Ibrahim Penakluk Pertama Perairan Ambalat Sebatik



      
     Ibrahim Rusli pada Rabu 12 Januari 2011 akhirnya berhasil menjadi manusia pertama yang menaklukkan Perairan Ambalat sebuah selat yang menghubungkan antara P Sebatik Indonesia dengan Tawau Sabah Malaysia setelah merenangi perairan tersebut sejauh 10 km selama 4 jam.   Keberhasilannya tersebut sekaligus mencatatkan namanya sebagai perenang pertama di dunia yang berhasil melintasi selat Ambalat karena sebelumnya belum pernah ada yang berhasil.

      Keberhasilan Ibrahim Rusli berenang melintasi Selat Ambalat antara P Sebatik Indonesia dan Tawau Malaysia baru dapat ia raih di usaha kedua kalinya, karena sebelumnya setahun yang lalu ia gagal memenuhi target tersebut.    Kegagalan tersebut dikarenakan perencanaan awal sebelum melakoni sensasi tersebut belum matang seperti kuatnya arus yang membuatnya harus tergeser dari arah cukup jauh, Suhu yang membuatnya saat itu kedinginan dan hampir membeku,  serangan ubur-ubur yang cukup banyak disini dan belum adanya organisasi pencipta alam yang mendukung petualangan beliau saat itu.   Setelah mematangkan semua kekurangan yang lalu itu beliau menguji untuk kedua kalinya dengan berpakaian renang all Body dan alhamdulillah ia berhasil.

     Dengan misi renang mempererat persahabatan Indonesia Malaysia,  Ibrahim yang akrab disapa AIM didukung  Yayasan Garuda Nusantara yang dipimpin oleh  seorang Pengamat Lingkungan dan artis popular Indonesia  Uly Sigar Rusady yang selalu mendampingi selama misi dan memberikan dukungan moral dan Grup Renang Julung-julung.   Selama renang Aim dikawal  dua boat milik Syahbandar dan milik Marinir sebatik serta boat yang membawa tim Julung-Julung,  setibanya disana yaitu daerah Pasar Sabindo Tawau disambut meriah oleh warga Indonesia dan Malaysia serta sebagai turut memeriahkan misi tersebut speedboad Marine Malaysia mengawalnya ketika melewati garis perbatasan dan di daratan di sambut oleh Tim Medis Malaysia serta Kepala KJRI Widoretno Rahendra Jaya dan staf Majelis Perbandaran Tawau  (MPT).

      Kegembiraan terlihat di wajah Ibrahim meski masih dalam keadaan lesu karena dapat mentuntaskan misi menyeberangi selat Ambalat, hal ini nampak saat ini mendarat di pantai pasar Sabindo Tawau, hal ini pun terlihat diraut wajah para warga yang menanti di pantai maklum dikawasan ini banyak Warga Indonesia baik yang tinggal maupun bekerja sembari bertepuk tangan dan berteriak hore.  LaDollaH warga yang turut dala penyambutan tersebut berkata, "  Jarang - jarang kita disini dapat menengok hal sebesar ini satu lakonan sejaraah yang besar, apalagi dilakukan oleh orang Indonesia  ".

     Renang dimulai dari Pos Marinir sungai Pancang Sebatik pukul 06.30 dan tiba di Sabindo Tawau 10.24 perjalanan ini terasa tidak mudah bagi AIM karena arus dan angin yang kuat serta banyak Ubur-ubur yang berseliweran sepanjang perjalanan yang dilaluinya, namun dengan menggunakan Baju Renang dan berenang dengan Gaya Dada yang dilakukan dengan rileks selama renang akhirnya jarak yang ditempuhnya dapat terselesaikan.   Keberhasilan ini sekaligus membayar janji AIM atas kegagalan sebelumnya  pada 23 Agustus 2010 karena saat itu kondisi Arus yang kuat hingga ia tersesar sejauh beberapa meter dari garis normal serta  tersengat dua kali oleh Ubur-ubur yang membuatnya gatal karena tidak menggunakan pakaian pelindung, semuanya ini disebabkan  kurangnya kesiapan akan pengenalan medan sebelumnya.

     Adventure lokal dari Tarakan ini selain dapat mentuntaskan misi ini, sebelumnya iapun  berhasil menaklukkan Gunung Kinabalu Juli 2006, Menyeberangi Sungai Kayan Bulungan dari Tanjung Selor ke Tanjung Palas sejauh 10 km dan Tanjung Palas ke Salim batu 12 km.  Kesenangan beliau tersebut telah ia lakoni sejak masih berada di bangku kuliah dengan mengikut kelompok pencinta alam dan setelah kerja di PNS ia lakukan saat ada masa kosong atau libur.  
by.BakriSupian          

                                                                            

   Anak Tidung anak Bajau main di Laut,                           
              Hidup di laut bukan sekedar aktifitas tapi Adat.

Jumat, 01 Juni 2012

KEBANGKITAN PENYULUH MELALUI TEKAD DAN KEBERANIAN


NusaNTaRa.Com   
   
(FORUM  PENYULUH KABUPATEN NUNUKAN) 




       Judul tersebut merupakan inti dari tema Forum Penyuluh yang dilaksanakan 14-16 mei  2012  diikuti seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kabupaten Nunukan sebanyak 107 PPL, bertempat dikantor Bupati Nunukan dengan inti kegiatan adalah melahirkan Rekomendasi Forum Penyuluh yang disusun oleh Tim perumus dari kalangan PPL, Perkembangan dalam pelaksanaan tugas dan pembangunan Pertanian dengan produksi yang meningkat dan meningkatkan ketahanan Pangan Nasional serta pembekalan –pembekalan dari beberapa Narasumber.
       Muhammad Wekas Hudoyo. API, MPs dari Pusat Penyuluh Departemen Kelautan dan Perikanan Jakarta.  Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan mengisyaratkan bahwa pekerjaan Penyuluh Perikanan  merupakan profesi.   Selanjutnya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2009  tentang Pembiayaan, Pembinaan, dan Pengawasan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menyatakan bahwa setiap Penyuluh PNS yang telah mendapat sertifikat profesi sesuai dengan standar kompetensi kerja dan jenjang jabatan profesinya, diberikan tunjangan profesi penyuluh. Kebijakan ini menjadi penopang dalam mendukung fungsi dan peran penyuluh perikanan dalam sistem penyuluhan perikanan  saat ini, yaitu: (1) memfasilitasi proses pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha, (2) mengupayakan kemudahan akses pelaku utama danpelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan  sumberdaya lainnya agar  mereka dapat mengembangkan usahanya, (3) meningkatkan kemampuan  kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha perikanan,  (4) membantu pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dalam menumbuh kembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan, (5) membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta  merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha  dalam mengelola usaha, (6) menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku  usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan, dan (7) melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan perikanan yang maju dan modern bagi pelaku utama dan pelaku usaha secara berkelanjutan. 

       H  Slamet Widodo MSc Departemen Pertaanian Jakarta,  Indikator keberhasilan Penyuluh Pertanian  1) Tersusunya data peta wilayah  2) Tersusunnya program penyuluh pertanian  3) Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian   4)  Terdesimnasinya Informasi teknologi pertanian kepada pelaku utama   5)  Tumbuh Kembangnya Kelembagaan Petani    6) Meningkatnya Kapasitas Pelaku Utama   7)  Meningkatnya akses Pelaku utama  terhadap informasi pasar, Teknologi, sarana prasarana, dan pembiayaan.  8)  Meningkatnya produktifitas dan Skala usaha Pelaku utama   9)  Meningkatnya pendapatan Pelaku utama.
       Hani  Hariyanto dari Departemen Kehutanan Jakarta.  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Merupakan Rumusan kemampuan kerja mencakup Aspek :  Pengetahuan, Keterampilan,  Keahlian, sikap kerja yang relevan  dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan sesuai dengan Peraturan Perundangan, manfaat bagi Penyuluh untuk mendapat Pengakuan/legalitas kemampuan individual keahlian tertentu.    Klaster kompetensi Penyuluh kehutanan :  1. Penyuluh Kehutanan Pasilitator   2. Penyuluh Kehutanan Suverpisor dan   3.  Penyuluh Kehutanan Advisor.
Pada sesi tanya jawab ada PPL yang mempertanyakan perlakuan yang berbeda antara Profesi Penyuluh bersertifikasi di ketiga bidang tersebut, Seperti masa berlaku sertifikasi, Tunjangan Profesi, Sarana dan prasaran,  Nama Tingkat Penyuluh dan sistem penilaian kredit kerja pada hal kinerja Penyuluh di ketiga departemen itu menurut mereka sama saja.
       Forum Penyuluh Kabupaten Nunukan dengan  Tema  “Kebangkitan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Melalui tekad dan Keja Keras dalam mendukung Gebang  Emas Kabupaten Nunukan” ini dibuka oleh Bupati Nunukan Pak. Basri yang pada kesempatan ini menyampaikan bahwa Peran PPL dalam mendukung suksesnya pembangunan sangat penting mengingat sebagian besar penduduk Kab. Nunukan berusaha di bidang Agribisnis  kesuksesan pembangunan pertanian  berarti meningkatkan kesejahteraan petani dan mempercepat laju pengurangan penduduk miskin.  Untuk itu PPL harus selalu meningkatkan kemampuannya agar sesuai dengan tuntutan kebutuhan kemajuan dan mereka harus selalu berada di Desa binaannya agar pendampingan petani dapat berjalan baik.
       Pada hari Kedua, Sekda Nunukan Bapak Drs. Zainuddin HZ MSi yang menyampaikan materi  "Dukungan Pemerintah Kabupaten Nunukan Terhadap Penyelenggaraan Penyuluhan ".  Permasalahan Pangan yang dominan adalah kualitas produk pangan yang rendah dikarenakan Pola Budidaya dan Paska panen yang masih tradisional untuk itu PPL harus mampu mensinergikan tehnologi budidaya yang ada dengan perkembangan sekarang yang mengacu pada produk lebih bermutu.   Pemaparan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Daerah Kab. Nunukan Bapak Ir. Jabbar MSib tentang kebijakan badan dalam memberdayakan PPL bagi kemajuan Pertanian.  Dan Pemaparan dari anggota DPRD Kab. Nunukan dibawakan oleh Bapak Drs. Ngatijan MSi dan Ibu Sa'diah yang banyak menyoroti kerja PPL yang menurut beliau masih banyak yang tidak optimal karena tidak mengamalkan fungsi dan tugas PPL untuk itu beliau mengharap agar semua itu bisa menjadi satu perbaikan untuk kerja yang akan datang.
       Setelah Isoma acara dilanjutkan dengan Pemaparan oleh Dinas Pertanian Kab. Nunukan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Nunukan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Nunukan yang menyampaikan berbagai program dan kebijakan masing-masing SKPD untuk itu kepada setiap PPL diamanahkan untuk dapat mendukung semua kgiatan tersebut.
       Pada hari Terakhir (ke tiga) Pembentukan Tim Forum Penyuluh yang diketua oleh Bapak  Heru Wihartopo SP. Dan Sekretaris Ibu Agustina Rante Manik SP.  Hasil musyawarah  Tim yang dilaksanakan hampir seharian ini menghasilkan sebuah Dokumen Rekomendasi Forum Penyuluh yang berisi usulan program kerja PPL dan pandangan tentang berbagai kebijakan dan kendala dalam pelaksanaan Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di daerah,  hasil rumusan di sampaikan pada Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Daerah Kab. Nunukan, dengan tembusan Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Kaltim dan Ke Kementrian Pertanian Indonesia di Jakarta.



By Bakri Supian.

Cantik Guru Pandai Mengajar,
Penyuluh menyingsingkan lengan Baju Petani pasti Tegar.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...