Selasa, 12 Juni 2012

Pengembangan Kelembagaan Petani dalam mendukung Petani.


NusanTaRa.Com

       Program pembangunan pemerintah sekarang yang berorientasi pada pengurangan jumlah Penduduk miskin di Indonesia yang mencapai 30 % penduduk itu telah teraplikasi kedalam berbagai Kementrian dalam bentuk kegiatan-kegiatan dengan tujuan meningkatkan  kemampuan masyarakat dalam berbagai usaha produksinya dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.  Salah satu kegiatan yang sangat khusus dalam hal ini adalah PNPM-Mandiri yang dibentuk disetiap daerah dalam rangka mendukung pemerintah mencapai tujuan tersebut serta bekerja sama dengan berbagai instansi terkait di daerah serta bantuan dana dari kementerian, kegiatan lebih difokuskan pada kegiatan yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan kemapanan masyarakat serta menjadi penguat usaha- usaha eknomi mmasyarakat di daerah.
       Kementerian   Pertanian dengan program kegiatan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Petani Indonesia tentunya bertanggung jawab memajukan  Pertanian sebagai bidang tehnis kegiatannya  dalam turut serta memajukan bangsa.  Tugas ini menjadi lebih signifikan  bila mengingat bahwa data menunjukkan sebagian besar Penduduk miskin di Indonesia berada di Masyarakat Petani dan Nelayan yang mencapai 60 %.   Sasaran Pembangunan pertanian ialah meningkatkan Produksi Pangan dalam menunjang peningkatkan ketahanan pangan Nasional, untuk mencapai program tersebut maka Peran aktip Kelembagaan Petani dalam turut  memberdayakan kemampuan petani dalam meningkatkan produksi usaha mereka  sebagai pelaku utama pertanian dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
       Pemberdayaan Kelembagaan Petani sebagai sarana dalam menunjang pembangunan pertanian khususnya dalam meningkatkan produksi usaha dan kemampuan ekonomi petani mengingat sifat dan bentuk kelembagaan petani,  seperti Kelompoktani dan Gapoktan  sebagai suatu organisasi yang pada dasarnya lahir,  tumbuh  untuk petani.  Kelembagaan petani memiliki fungsi untuk melibatkan petani, pemerintah dan para terkait agar bersama-sama memaajukan pertanian.    Hal mendasar yang perlu ditumbuhkan dalam kelembagaan ini adalah sikap ingin maju dan sikap tolong menolong terhadap sesama anggota karena kekuatan dari kelembagaan sangat ditentukan seberapa besar potensi yang dimiliki oleh para anggotanya  baik dalam menjalin kerjasama dalam kelompok tersebut maupun  dalam menjalin  kerjasama dengan para terkait diluar kelembagaan tersebut.
Kelompoktani pada dasarnya merupakan organisasi non formal di perdesaan yang ditumbuh kembangkan dari, oleh dan untuk Petani, serta memiliki cirri-ciri a.  Saling mengenal, akrab dan saling percaya sesame anggota.  b.  Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam usaha tani.   c.  Mempunyai kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekoomi maupun social, bahasa, pendidikan dan ekologi.  d.  Adanya pembagian tugas yang adil.    Fungsi Kelompoktani  1.  Kelas Belajar, Menjadi wadah belajar mengajar bagi anggota guna meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan  berkembangnya kemandirian.   2.  Wahana Kerjasama, Menjadi wahana bagi anggota bagi kelompoktani untuk memperkuat kerjasama diantara sesame petani dalam kelompoktani dan antara kelompoktani dengan pihak lain dalam mencapai suatu kemajuan dalam berusaha tani mereka.  3.  Unit Produksi, Menjadi tempat unit usaha dalam menyalurkan dan memperoleh kebutuhan mereka untuk mencapai hidup lebih sejahtera.
       Penumbuhan Kelompoktani didasari atas kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi, saling percaya dan keserasian hubungan antara petani, yang merupakan unsur  pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok sehingga setiap anggota akan dapat merasa memiliki  dan menikmati manfaat dari keberadaan kelompoktani tersebut.   Jumlah anggota kelompok tani 20 sampai 25 orang dengan kegiatan usaha yang sangat terkait dengan kepentingan anggotanya.   Prinsip penumbuhan Kelompoktani,  1. Kebebasan, setiap orang bebas untuk berkelompok menurut kepentingannya.  2.  Keterbukaan,  Penyelenggaraan kegiatan Kelompoktani dilaksanakan secara terbuka yang sama buat semua anggota.  3.  Partisipatip, Semua anggota terlibat dalam kegiatan yang ada dalam kelompok sesuai fungsinya.   4.  Keswadayaan, Pengembangan Kelompoktani berdasarkan kemanpuan sendiri dari potensi yang ada dalam kelompok.  5.  Kesetaraan, Semua anggota mempunyai peluang peluang dan kedudukan yang sama dalam beraktifitas.  6. Kemitraan, pelaksanaan kegiatan Kelompoktani berdasarkan kemitraan.
       Gapoktan merupakan Gabungan beberapa Kelompoktani merupakan suatu bentuk peningkatan Kapasitas petani dengan wilayah kerja, jumlah anggota serta aktifitas unit usaha yang lebih berorientasi pasar yang  lebih besar dari sekedar Kelompoktani  dan akan memberikan kemampuan yang lebih besar dalam menjawab tantangan dan hambatan dalam mencapai kemajuan pertanian.   Penggabungan kelompoktani kedalam Gapoktan dilakukan agar kelompoktani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam penyedian sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan atau perluasan usaha tani ke sektor hulu dan hilir, pemasaran serta kerja sama dalam meningkatkan posisi tawar.   Diharapkan dengan pembentukan Gapoktan agar aktifitas lebih tertuju  pada kegiatan usaha yang berbasis pasar yang mampu sarana pemasaran dan pengadaan kegiatan pertanian dengan tingkat pengelolaan permodalan yang kuat dan serta pola kemitraan yang berakar.
       Proses pembentukan Gapoktan, dilakukan dalam suatu musyawarah yang dihadiri minimal oleh para Kontak tani/ ketua kelompoktani yang akan bergabung, Dalam rapat pembentukan Gapoktan sekaligus disepakati bentuk, susunan dan jangka waktu  kepengurusannya  dan ketentuan-ketentuan yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing kelompok,  Ketua Gapoktan dipilih secara musyawarah  dan demokrasi oleh anggota selanjutnya ketua memilih kepengurusan Gapoktan dan untuk mendapat legitimasi kepengurusan Gapoktan dilakukan oleh pejabat setempat.
       Uraian diatas merupakan beberapa poin utama dalam  kebijakan Pengembangan Kelembagaan Petani khususnya untuk kelompoktani dan Gapoktan yang saya sampaikan dalam Pelatihan Petani Kakao di P4S Lembah Hijau Desa Lapri P Sebatik Kabupaten Nunukan yang dilaksanakan oleh UPTB Balai Pelatihan Sempaja Samarinda Kalimantan Timur Yang berlangsung  pada 04 – 08 Juni 2012 di Padepokan P4S Lembah Hijau, mewakili Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah Kabupaten Nunukan.   Pelatihan ini dilaksanakan oleh 6 instruktur dari Bapetaltan dan beberapa PPL Kabupaten Nunukan.
 By.Bakri Supian.












Jika ke Tawau P Sebatik harus di singgahi,
Petani Maju karna adanya kekuatan dalam kelompoktani.

Sabtu, 09 Juni 2012

Pakar: Lima Persen Pulau di Kepri Hilang 2022




Metrotvnews.com, Batam: Lima persen dari 2.408 pulau di Provinsi Kepulauan Riau akan hilang pada 2022 sebagai dampak perubahan iklim. "Estimasi para ahli, dalam 10 tahun ke depan lima persen dari 2.408 pulau di Kepri akan hilang," kata pakar ilmu kelautan Eddywan di Batam, Kepri, Sabtu (9/6).

Ia mengatakan perubahan iklim yang dipicu pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair, sehingga volume air laut bertambah dan menenggelamkan sebagian pulau di Kepri. Untuk mencegah hilangnya pulau, menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meredam arus laut.

Satu di antaranya adalah melakukan penghijauan di pantai. Pohon dapat menahan gelombang air laut dan mencegah abrasi yang menyebabkan pulau terkikis dan lama-lama hilang. Pohon juga dapat mengurangi pergerakan angin agar tidak berhembus terlalu kencang ke daratan. "Harus ada pengelolaan pulau yang bagus," kata dia.

Masyarakat juga harus menjaga sumber daya dan tidak mengeksploitasinya terlalu drastis yang dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaga budaya berbasis konservasi yang tidak merusak lingkungan. Selain itu, reklamasi yang dilakukan tanpa mempertimbangan aspek lingkungan juga akan memicu abrasi.

Ia mengatakan pulau-pulau di Kepri terdiri dari batu karang. Batu karang, bisa berdiri kokoh bila didukung hewan-hewan karang. Sedangkan reklamasi pantai bisa menghilangkan ekosistem dari hewan karang, karena pantai ditimbun bahan berat lain.

Jika hewan karang mati, karang yang membentuk pulau bisa rusak dan rapuh. "Bagaikan keong, kalau sudah tidak ada hewannya lagi, menjadi rapuh," kata dia.

Tanpa hewan karang seperti ikan dan keriting, daerah menjadi tandus dan daya dukung lemah. Kondisi karang yang lemah, kata dia, menyimpan potensi amblas. Dan bila angin laut kencang dan gelombang pasang kuat, pulau akan hancur. Abrasi akan terjadi besar-besaran.(Ant/BEY)
Posting  by  Bakri Supian


Gunung Sungai Laut Pesona Alam,
Keabadian alam jaminan Hidup Tentram.

Minggu, 03 Juni 2012

Ibrahim Penakluk Pertama Perairan Ambalat Sebatik



      
     Ibrahim Rusli pada Rabu 12 Januari 2011 akhirnya berhasil menjadi manusia pertama yang menaklukkan Perairan Ambalat sebuah selat yang menghubungkan antara P Sebatik Indonesia dengan Tawau Sabah Malaysia setelah merenangi perairan tersebut sejauh 10 km selama 4 jam.   Keberhasilannya tersebut sekaligus mencatatkan namanya sebagai perenang pertama di dunia yang berhasil melintasi selat Ambalat karena sebelumnya belum pernah ada yang berhasil.

      Keberhasilan Ibrahim Rusli berenang melintasi Selat Ambalat antara P Sebatik Indonesia dan Tawau Malaysia baru dapat ia raih di usaha kedua kalinya, karena sebelumnya setahun yang lalu ia gagal memenuhi target tersebut.    Kegagalan tersebut dikarenakan perencanaan awal sebelum melakoni sensasi tersebut belum matang seperti kuatnya arus yang membuatnya harus tergeser dari arah cukup jauh, Suhu yang membuatnya saat itu kedinginan dan hampir membeku,  serangan ubur-ubur yang cukup banyak disini dan belum adanya organisasi pencipta alam yang mendukung petualangan beliau saat itu.   Setelah mematangkan semua kekurangan yang lalu itu beliau menguji untuk kedua kalinya dengan berpakaian renang all Body dan alhamdulillah ia berhasil.

     Dengan misi renang mempererat persahabatan Indonesia Malaysia,  Ibrahim yang akrab disapa AIM didukung  Yayasan Garuda Nusantara yang dipimpin oleh  seorang Pengamat Lingkungan dan artis popular Indonesia  Uly Sigar Rusady yang selalu mendampingi selama misi dan memberikan dukungan moral dan Grup Renang Julung-julung.   Selama renang Aim dikawal  dua boat milik Syahbandar dan milik Marinir sebatik serta boat yang membawa tim Julung-Julung,  setibanya disana yaitu daerah Pasar Sabindo Tawau disambut meriah oleh warga Indonesia dan Malaysia serta sebagai turut memeriahkan misi tersebut speedboad Marine Malaysia mengawalnya ketika melewati garis perbatasan dan di daratan di sambut oleh Tim Medis Malaysia serta Kepala KJRI Widoretno Rahendra Jaya dan staf Majelis Perbandaran Tawau  (MPT).

      Kegembiraan terlihat di wajah Ibrahim meski masih dalam keadaan lesu karena dapat mentuntaskan misi menyeberangi selat Ambalat, hal ini nampak saat ini mendarat di pantai pasar Sabindo Tawau, hal ini pun terlihat diraut wajah para warga yang menanti di pantai maklum dikawasan ini banyak Warga Indonesia baik yang tinggal maupun bekerja sembari bertepuk tangan dan berteriak hore.  LaDollaH warga yang turut dala penyambutan tersebut berkata, "  Jarang - jarang kita disini dapat menengok hal sebesar ini satu lakonan sejaraah yang besar, apalagi dilakukan oleh orang Indonesia  ".

     Renang dimulai dari Pos Marinir sungai Pancang Sebatik pukul 06.30 dan tiba di Sabindo Tawau 10.24 perjalanan ini terasa tidak mudah bagi AIM karena arus dan angin yang kuat serta banyak Ubur-ubur yang berseliweran sepanjang perjalanan yang dilaluinya, namun dengan menggunakan Baju Renang dan berenang dengan Gaya Dada yang dilakukan dengan rileks selama renang akhirnya jarak yang ditempuhnya dapat terselesaikan.   Keberhasilan ini sekaligus membayar janji AIM atas kegagalan sebelumnya  pada 23 Agustus 2010 karena saat itu kondisi Arus yang kuat hingga ia tersesar sejauh beberapa meter dari garis normal serta  tersengat dua kali oleh Ubur-ubur yang membuatnya gatal karena tidak menggunakan pakaian pelindung, semuanya ini disebabkan  kurangnya kesiapan akan pengenalan medan sebelumnya.

     Adventure lokal dari Tarakan ini selain dapat mentuntaskan misi ini, sebelumnya iapun  berhasil menaklukkan Gunung Kinabalu Juli 2006, Menyeberangi Sungai Kayan Bulungan dari Tanjung Selor ke Tanjung Palas sejauh 10 km dan Tanjung Palas ke Salim batu 12 km.  Kesenangan beliau tersebut telah ia lakoni sejak masih berada di bangku kuliah dengan mengikut kelompok pencinta alam dan setelah kerja di PNS ia lakukan saat ada masa kosong atau libur.  
by.BakriSupian          

                                                                            

   Anak Tidung anak Bajau main di Laut,                           
              Hidup di laut bukan sekedar aktifitas tapi Adat.

Jumat, 01 Juni 2012

KEBANGKITAN PENYULUH MELALUI TEKAD DAN KEBERANIAN


NusaNTaRa.Com   
   
(FORUM  PENYULUH KABUPATEN NUNUKAN) 




       Judul tersebut merupakan inti dari tema Forum Penyuluh yang dilaksanakan 14-16 mei  2012  diikuti seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kabupaten Nunukan sebanyak 107 PPL, bertempat dikantor Bupati Nunukan dengan inti kegiatan adalah melahirkan Rekomendasi Forum Penyuluh yang disusun oleh Tim perumus dari kalangan PPL, Perkembangan dalam pelaksanaan tugas dan pembangunan Pertanian dengan produksi yang meningkat dan meningkatkan ketahanan Pangan Nasional serta pembekalan –pembekalan dari beberapa Narasumber.
       Muhammad Wekas Hudoyo. API, MPs dari Pusat Penyuluh Departemen Kelautan dan Perikanan Jakarta.  Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan mengisyaratkan bahwa pekerjaan Penyuluh Perikanan  merupakan profesi.   Selanjutnya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2009  tentang Pembiayaan, Pembinaan, dan Pengawasan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menyatakan bahwa setiap Penyuluh PNS yang telah mendapat sertifikat profesi sesuai dengan standar kompetensi kerja dan jenjang jabatan profesinya, diberikan tunjangan profesi penyuluh. Kebijakan ini menjadi penopang dalam mendukung fungsi dan peran penyuluh perikanan dalam sistem penyuluhan perikanan  saat ini, yaitu: (1) memfasilitasi proses pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha, (2) mengupayakan kemudahan akses pelaku utama danpelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan  sumberdaya lainnya agar  mereka dapat mengembangkan usahanya, (3) meningkatkan kemampuan  kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha perikanan,  (4) membantu pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dalam menumbuh kembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan, (5) membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta  merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha  dalam mengelola usaha, (6) menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku  usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan, dan (7) melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan perikanan yang maju dan modern bagi pelaku utama dan pelaku usaha secara berkelanjutan. 

       H  Slamet Widodo MSc Departemen Pertaanian Jakarta,  Indikator keberhasilan Penyuluh Pertanian  1) Tersusunya data peta wilayah  2) Tersusunnya program penyuluh pertanian  3) Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian   4)  Terdesimnasinya Informasi teknologi pertanian kepada pelaku utama   5)  Tumbuh Kembangnya Kelembagaan Petani    6) Meningkatnya Kapasitas Pelaku Utama   7)  Meningkatnya akses Pelaku utama  terhadap informasi pasar, Teknologi, sarana prasarana, dan pembiayaan.  8)  Meningkatnya produktifitas dan Skala usaha Pelaku utama   9)  Meningkatnya pendapatan Pelaku utama.
       Hani  Hariyanto dari Departemen Kehutanan Jakarta.  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Merupakan Rumusan kemampuan kerja mencakup Aspek :  Pengetahuan, Keterampilan,  Keahlian, sikap kerja yang relevan  dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan sesuai dengan Peraturan Perundangan, manfaat bagi Penyuluh untuk mendapat Pengakuan/legalitas kemampuan individual keahlian tertentu.    Klaster kompetensi Penyuluh kehutanan :  1. Penyuluh Kehutanan Pasilitator   2. Penyuluh Kehutanan Suverpisor dan   3.  Penyuluh Kehutanan Advisor.
Pada sesi tanya jawab ada PPL yang mempertanyakan perlakuan yang berbeda antara Profesi Penyuluh bersertifikasi di ketiga bidang tersebut, Seperti masa berlaku sertifikasi, Tunjangan Profesi, Sarana dan prasaran,  Nama Tingkat Penyuluh dan sistem penilaian kredit kerja pada hal kinerja Penyuluh di ketiga departemen itu menurut mereka sama saja.
       Forum Penyuluh Kabupaten Nunukan dengan  Tema  “Kebangkitan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Melalui tekad dan Keja Keras dalam mendukung Gebang  Emas Kabupaten Nunukan” ini dibuka oleh Bupati Nunukan Pak. Basri yang pada kesempatan ini menyampaikan bahwa Peran PPL dalam mendukung suksesnya pembangunan sangat penting mengingat sebagian besar penduduk Kab. Nunukan berusaha di bidang Agribisnis  kesuksesan pembangunan pertanian  berarti meningkatkan kesejahteraan petani dan mempercepat laju pengurangan penduduk miskin.  Untuk itu PPL harus selalu meningkatkan kemampuannya agar sesuai dengan tuntutan kebutuhan kemajuan dan mereka harus selalu berada di Desa binaannya agar pendampingan petani dapat berjalan baik.
       Pada hari Kedua, Sekda Nunukan Bapak Drs. Zainuddin HZ MSi yang menyampaikan materi  "Dukungan Pemerintah Kabupaten Nunukan Terhadap Penyelenggaraan Penyuluhan ".  Permasalahan Pangan yang dominan adalah kualitas produk pangan yang rendah dikarenakan Pola Budidaya dan Paska panen yang masih tradisional untuk itu PPL harus mampu mensinergikan tehnologi budidaya yang ada dengan perkembangan sekarang yang mengacu pada produk lebih bermutu.   Pemaparan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Daerah Kab. Nunukan Bapak Ir. Jabbar MSib tentang kebijakan badan dalam memberdayakan PPL bagi kemajuan Pertanian.  Dan Pemaparan dari anggota DPRD Kab. Nunukan dibawakan oleh Bapak Drs. Ngatijan MSi dan Ibu Sa'diah yang banyak menyoroti kerja PPL yang menurut beliau masih banyak yang tidak optimal karena tidak mengamalkan fungsi dan tugas PPL untuk itu beliau mengharap agar semua itu bisa menjadi satu perbaikan untuk kerja yang akan datang.
       Setelah Isoma acara dilanjutkan dengan Pemaparan oleh Dinas Pertanian Kab. Nunukan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Nunukan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Nunukan yang menyampaikan berbagai program dan kebijakan masing-masing SKPD untuk itu kepada setiap PPL diamanahkan untuk dapat mendukung semua kgiatan tersebut.
       Pada hari Terakhir (ke tiga) Pembentukan Tim Forum Penyuluh yang diketua oleh Bapak  Heru Wihartopo SP. Dan Sekretaris Ibu Agustina Rante Manik SP.  Hasil musyawarah  Tim yang dilaksanakan hampir seharian ini menghasilkan sebuah Dokumen Rekomendasi Forum Penyuluh yang berisi usulan program kerja PPL dan pandangan tentang berbagai kebijakan dan kendala dalam pelaksanaan Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di daerah,  hasil rumusan di sampaikan pada Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Daerah Kab. Nunukan, dengan tembusan Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Kaltim dan Ke Kementrian Pertanian Indonesia di Jakarta.



By Bakri Supian.

Cantik Guru Pandai Mengajar,
Penyuluh menyingsingkan lengan Baju Petani pasti Tegar.

Selasa, 15 Mei 2012

KEINDAHAN NEGERI DEWA DI PULAU BALI


NusanTaRa.Com
byBakriSupian -17April2010

      Journey ini berawal dari Kab. Blora setelah tugas di perusahaan oil, kemudian saya yang lanjutkan berlibur ke Bali untuk mengenal daerah wisata negeri Dewata Indonesia,  tanggal 13-4-2010 membeli tiket mobil Travel di Alun-alun kota Blora seharga Rp 65.000 tujuan Surabaya.   Pagi jam 0945 setelah berputar-putar dua jam menjemput penumpang baru kami meninggalkan kota Blora, 1,5 jam kemudian melewati kawasan Jawa tengah yaitu kota Cepu sebagai kota minyak tertua di Indonesia dan memasuki  Kab. Bojonegoro Jawa Timur dengan keindahan alun-alun kota dan beberapa pertokoan.  Sepanjang jalan berikutnya tersaji  panorama kawasan pertanian, di luar Kab. Lamongan  dan Kab. Gersik melewti kawasan tambak rakyat. 
 
Tiba di Terminal Bungorasih Surabaya Jam 12.10 yang sangat besar dan sibuk, kemudian membeli tiket Bus Pariwisata  AKAS Rp 150.000 untuk perjalanan menuju Denpasar.    Selang beberapa jam  (17.10) bas telah berada di luar kota Sidoarjo sepanjang perjalanan dihiasi deretan perumahan, pertokoan dan Pabrik, di Porong terlihat tanggul tanah yang tinggi pencegah rembesan lumpur kedaerah pemukiman sebagai ulah Aburizal Bakrie bos PT. Lapindo dan terlihat beberapa rumah yang dirusakkan dan dikosongkan penghuninya karena amaran pemerintah.   
   
       Tengah malam (jam 01.00)  tiba di  Dermaga  Pery Ketapang yang dipenuhi berbagai kendaraan yang akan menyeberang ke dermaga Gilimanuk Bali mulai dari motor, mobil pribadi sampai  truk logistic, butuh waktu 45 menit untuk mendapat giliran pemberangkatan dengan pery jenis roro.   Disinipun tak dapat memejamkan mata meski  berada ditempat duduk yang selesa  sehingga   waktu tersebut saya gunakan memesan  mee instan dan teh botol Sosro sambil menikmati pemandangan Selat Bali yang gelap namun di beberapa titik terlihat lokasi kumpulan Bagan Penangkap Ikan yang sangat terang dan dari jauh terlihat cahaya kota di pesisir Jawa dan Gilimanuk Bali.   

      Kurang lebih satu jam perjalanan tiba di dermaga Gilimanuk Bali dan langsung menuju Denpasar,   sepanjang  jalan ke Denpasar banyak dihiasi ornamen khas Bali berupa patung batu,  ukiran, candi kecil dan tempat persembahyangan  serupa Pancang setinggi  2 meter tersususn dari bata semen diatasnya ada rumah kecil tempat patung dewa dan sesajian persembahyangan dan sesekali terlihat orang-orang berdiri didepan menyembah dengan dua tangan rapat di muka.    Tak kalah indahnya sepanjang jalan dihiasi kawasan pertanian hortikultur maupun sawah bersusun indah di keseluruhan bukit-bukit dan tak jauh dari  laut yang memanjang di sebelh kanan  jalan sehingga kita masih mendengar hempasan ombak di karang pantai.

      15 April 2010 Jam 07.25.   Terminal bus kota Dempasar  dengan Gapura tinggi dipintu masuk  dan beberapa bagian terminal  tersusun dari batu ukiran sehingga memberi kesan sebagai  kota Dewa.   Turun dari bas langsung naik  Taksi yang selalu siap  dengan tarip Rp 30.000 untuk mengantar ke kota  plus mencarikan Hotel dengan tarip yang kita butuhkan, alhasil selama di Bali nginap di Hotel Dewi Jalan. P Diponegoro, tarip Rp 270.000,-,  hotel ini memiliki 4 unit bangunan dengan model Bali. 

        Jam 10.15 setelah  mandi untuk menghemat waktu agar dpt berjalan sepuasnya di daerah wisata Bali dengan waktu tiga hari, langsung menuju jalanan mencari kendaraan untuk ke Tanah Lot meski angkot banyak dan tarip murah tapi Taksi tetap jadi pilihan agar lebih praktis dengan tarip PP Rp 150.000 dengan sopir Nyoman seorang ayah muda katanya istrinya baru melahirkan.  Sepanjang jalan seperti biasanya dihiasi aktipitas kedewaan dengan Kuil  dan beberapa orang berjalan memakai pakaian adat  di tengah kota terlihat bangunan megah, Patung modern menghias taman dan pusat perbelanjaan.    45 menit perjalanan tiba di bagian area parkir Tanah Lot.  Tak jauh dari parkir terdapat pusat perbelanjaan cinderamata dan sempat membeli 1 lusin baju kaus bertuliskan berbagai slogan Bali Rp 250.000 dan 1 celana pendek sampai lutut untuk mandi Rp 50.000,  melewati Gapura Bali 6 meter memasuki Tanah lot Park,   meski masih begitu jauh dari pantai sudah terdengar deru ombak laut bermain disepanjang tebing batu Tanah Lot.  Langkah selanjutnya belok kanan menelusuri jalan semenisasi selebar  1.7 m diapit bunga perdu seolah pagar dan mengikuti liuk tebing  sesekali kita menemui sesajen di Patok peribadatan dan taman Tanah lot yang cukup indah dan luas,  dari tempat ini juga pengunjung dapat menikmati Samudra Hindia hingga kebatas Cakrawala dan didepan kita tebing curam yang eksotik sepanjang Pantai melengkapi situasi ini  di sini terdapat beberapa tempat duduk, meja dan cafe2. 
      Tanah Lot sebenarnya sebuah tebing batu terjal  ketinggian 6 m menjorok  kelaut sejauh 35 m kelaut dengan kelebaran 4-5 meter, di ujungnnya terdapat bangunan  Kuil kecil dengan arca tempat pemujaan dibalut kain kotak hitam putih, hal cukup mengesankan ditempat ini adalah hembusan angin laut yang kuat, Deru ombak dari bawah, Percikan hempas ombak yang terbawa angin dan sensasi bediri dipinggir tebing pesan,  saya bila berada di daerah ini jangan berdiri  terlalu di pinggir dan jangan lama.    Tak jauh dari situ terdapat kediaman pribadi Konglomerat Indonesia Aburizal Bakrie yang terlihat sibuk kata sopir persiapan pernikahan anak lelaki beliau dengan Artis  Nia RamaDhani.


Di lokasi ini juga sederetan pemukiman masyarakat adat sebagai satu kampung adat, los penjaja souvenir dan beberapa café yang terletak ditempat strategis hingga kita dapat menghirup kopi sambil memandang pantai,  sepanjang jalan ini terdapat banyak bunga serta aromanya karena bunga tersebut sebagai sarana peribadatan pada arca disepanjang jalan,  tak jauh dari sini yaitu diatas pantai terdapat kuil pantai yang temboknya terhempas ombak.   Akhir di Tanah Lot mengunjungi Pulau Kuil yang terpisah dari daratan tapi saat surut kita dapat berjalan kesana, dari seberang pulau ini terlihat sebuah Kuil kecil dengan atap bertingkat empat terbuat dari ijuk dengan  arca yang dibalut kain kotak-kotak hitam putih, Payung-payung dewa berwarna putih kuning dan sesajen,  tempat ini sangat menarik tempat  berphoto.

      Selesai di Tanah Lot menuju Pantai Nusa Bali dua sebuah tempat rekreasi Pantai  berpasir putih dan halus serta dikelilingi hotel mewah dan berbagai pasilitas sport pantai seperti Ski air, Sailing, Diving, Jet sky, Banana Boad, Payung dan boad terbang yang di tarik speedboad yang dipersewakan, kesempatan ini saya gunakan untuk bermain JetSky selama 20 menit dengan tarip  Rp 300.000 sambil balapan dengan para bule dan Buli yang putih-putih itu.    Berhubung hari masih terang saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta pantai yang namanya dah kesohor di Indonesia hingga ke Manca Negara tapi terlebih dahulu harus menambah biaya transpor termasuk ke Nusa bali Dua Rp 100.000, Dipantai ini lebih ramai wisatawan berbaring sepanjang pantai berpasir putih dan halus dan berfoto-foto,  disini juga berderet Hotel mewah dan pusat perbelanjaan dan sarana hiburan lainnya seperti  tukang pijat pantai bila anda penat dan café-café kecil tersedia juga penyewaan Selancar air Rp 150.000 per 20 menit plass pelatihan dasar.   Kesempatan ini saya sempat menyaksikan upacara adat Bali berupa pelarungan   abu jenazah bangsawan  tertentu dengan pakaian khas bali dan alat musik  tradisi, sesajian, dan pembakaran ogoh kecil di laut.

        Hari kedua di Bali (16April2010) pagi jam 08.00 si Nyoman telah berdiri di Parkir karena janjian kemarin untuk mengantar ke Bukit Kintamani, Pasar butik, galeri Lukisan dan Pusat pengrajin Perak dengan biaya Rp 350.000.   20 menit setelah perjalanan keadaan mulai terlihat sibuk karena tidak jauh dari Pasar Rakyat dengan berbagai Los jualan dan harga miring bangunan disinipun tak jauh dari bangunan sebelumnya yang bergaya Bali.   Dari Pasar menuju dua Galery Pelukis, kedua – dua bangunannya memiliki Gapura dipintu masuk  dan didalam terpajang berbagai lukisan diruangan tertutup dengan harga sesuai dengan kwalitas  gambar maklum saya ini kurang memahami yang namanya nilai seni lukisan, setelah melihat-lihat pada Galeri Semar saya pun turun dari mobil dan langsung menatap Lusikan penari Bali dan Lukisan laut koral setelah tawar menawar akhirnya lukisan koral dengan harga Rp 2.500.000  menjadi pilihan.         Persinggahan berikutnya adalah  Galery pengrajin Perak dalam sebuah bangunan berpagar tembok tinggi, barang di pajang di etalase dalam berbagai karya ada perahu layar, Gadis penari, Barong, Kuil, Gadis menjunjung sesajen dll dengan harga yang berpatotan ada yang mencapai  Rp 75.000.000 dan kesempatan ini hanya membeli kerajinan perak Perahu layar seharga Rp 5.000.000 maklum kocek lagi menipis.

    Memasuki kawasan Bukit Kintami mulai terasa alam pedesaan, pertama suhu mulai sejuk, kabut makin tinggi makin tampak,  kedua perjalanan semakin mengarah kependakian yang memanjang, ketiga suasana perkampungan semakin padat dengan aktipitas pertanian seperti  Buah-buahan, sayur-sayuran yang dipajang didepan rumah kecil mereka.   Kawasan Wisata Bukit Kintamani yang dihimpit bukit dihiasi  bangunan Hotel dan Pertokoan disisi sepanjang lereng jalan sangat mempesona.
      Mobil berhenti ditepi kanan jalan yang bershelter sepanjang lereng untuk berehat sambil menikmati  keindahan Gunung Kintamani yang agung berselimut awan yang sesekali menyembul manakala sang awan meninggalkannya terbawa angin dan bagian  bawah tersusun dengan indah kebesaran   lukisan alam sebuah panorama desa dengan gugusan pertanian dan rumah penduduk yang terapit berbagai bukit kecil dan dibagian depannya terbentang luas Keindahan Danau Kintamani yang tenang dan sekali nelayan bermain diatasnya,  dari arah bawah juga terlihat sebaris garis putih yang meliuk-liuk menuju arah tempat peristirahatan  adalah jalan-jalan yang telah beraspal.   Di Shelter banyak touris baik para bule maupun domestik dengan menyandang kamera dan kesibukan penjaja cinderamatan.    Setelah puas menuju ke Kuil yang terletak di ujung Jalan dan dipuncak gunung sebuah komplek bangunan Peribadatan ummat  Hindu  yang terdiri dari beberapa candi beratap empat tingkat dari ijuk dan patung, untuk memasukinya kita harus membeli tiket dan memakai kain batik dibalutkan dipinggang.   Pulangnya singgah di BATUR SARI RETOURANT Bangli  yang terletak dilereng gunung maklum sekarang telah jam 14.20 perut menuntut hak,  Sambil menikmati kuliner khas Bali pengunjung asik melepaskan pandangan menuju sekitar membuat pengunjung seolah dewa yang berada di suatu ketinggian menyaksikan keindahan alam di bawah sana.  
                                                        
       Hari terakhir  di Dempasar 17 April 2010, karena akan kembali kekampung bertemu dengan keluarga setelah terpisah 8 hari dan tiket penerbangan Lion Air seharga Rp  850.000,- dari Travel samping Hotel.  Chek out dari hotel setelah breakfast di café samping Hotel,   meski penerbangan Jam 13.15 tapi kami berangkat lebih awal  untuk menyaksikan Monumen Tragedi Bom Bali 2002,  Ketika berada di simpang Tiga legian saya termangu membaca didinding batu hitam monument sederet nama-nama yang gugur dalam tragedi Bom Bali 2002,  berjumlah sekitar 202 orang dari 21 negara dan warga Australia terbanyak 88 orang, Indonesia 38 orang, Inggris 23 orang dan seterusnya  menurut orang disekitar bahwa monument itu dulunya adalah Paddy’s Pub  tempat ledakan pertama bom, terdapat karangan bunga di depan pagar monument dan beberapa orang khusus berdoa, berjalan sepanjang Jalan Legian yang sangat ramai  yang dipenuhi kendaraan dan pejalan kaki dari berbagai Bangsa disisi jalan dipenuhi berbagai toko penjual barang, Restoran dan hotel.    Jam 1210 menit tiba di bandara International Ngurah Rai meski tidak semewah bandara lain di Indonesia di luar Jakarta tapi kondisi cukup menyenangkan dan Tertib, akhir saya harus berpisah dengan Nyoman supir setia selama 3 hari di Bali karna pesawat akan Take Up. 


                                               Jauh berjalan kaya Jiwa,
                                               Pulau Bali berhias Alam Dewata.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...