Jumat, 22 Februari 2019

ANDREY DOLGOV 10 TAHUN JADI BURUAN NEGARA PERIKANAN AKHIRNYA HARUS BERTEKUK DI PERAIRAN SUSI PUJIASTUTI

NusanTaRa.Com
byBambanGBiunG, 22/02/2019


Andrey Dolgov hanyalah sebuah kapal ikan yang  sudah berkarat, memiliki beberapa nama lain sebagai bentuk penyamaran dalam operasionalnya seperti  Ayda dan Sea Breeze 1 serta memiliki nomor lambung FN STS-50, namun kapal ini telah menjadi buruan beberapa Negara dunia akibat illegal fishingnya.  Tak dinyana kapal ini justru bertukuk lutut di pengejaran TNI AL Perairan Selat Malaka Indonesia sekitar perairan Aceh ketika dalam usaha pelayaran pelariannya di sana, April 2018.

Ketika berlayar dalam pelarian dari pengepungan TNI AL di selata Malaka, Andrey Dolgov sebuah kapal yang rada berkarat menerjang ombak sedang dibuntuti kapal bersenjata  TNI Angkatan laut,  baginya sulit untuk lepas karena iapun dalam intaian Drone yang selalu berada di atasnya.   Pengejaran selama tiga pekan ini termasuk dalam satu operasi gabungan Interpol dan Fish-I Africa  karena sering melakukan illegal fishing di berbagai Negara baik afrika, Asia atau seputar Samudera Indonesia.   Selain itu ditemukan penggunaan sertifikat palsu yang menyatakan kapal itu berasal dari Republik Togo di Afrika dan  ditemukan 600 jala sepanjang hampir 30 kilometer sebuah Peralatan perangkat yang dilarang Komisi Konservasi Sumber Daya Laut Antartika (CCAMLR).

Kapal ini sebelumnya pernah ditangkap di Mozambik,  pernah ditahan di China sebelum lolos dan hebatnya  kapal ini dapat juga lolos dari jerat hukum di Mozambik.   Sehingga pemerintah Mozambik meminta bantuan dari negara Afrika anggota Fish-i Afrika untuk mengejar kapal ini,  Fish-i Africa adalah kerja sama delapan negara Afrika Timur, yaitu Kepulauan Komoro, Kenya, Madagaskar, Mauritius, Mozambik, Seychelles, Tanzania, dan Somalia  dalam hal berbagi informasi dan bekerja sama memerangi illegal fishing.   CCAMLR sudah memasukkan kapal ini dalam daftar hitam pada 2016 dan masuk daftar Interpol dalam kasus penangkapan ikan ilegal.  

Kapal Andrey Dolgov  buronan Interpol berbendera Togo, Afrika, yang berhasil ditangkap TNI AL Lanal Sabang di perairan laut Aceh,  Sabtu (7/4/2018).   Dalam kapal STS-50 itu TNI AL Lanal Sabang juga mengamankan 30 orang anak buah kapal (ABK) di antaranya 2 warga negara Australia, 8 warga Rusia dan 20 warga Indonesia. Kapal ini sudah lama mengeruk sumberdaya kelautan yang utama yaitu Ikan dan kapal ini masuk dalam jaringan organisasi kriminal  Internasional yang beroperasi dengan mencari celah diantara undang-undang kelautan dan pejabat penegak hukum yang korup sebagaimana kata pengamat Vietnam.

"  Kapten dan kru kapal ini amat terkejut karena tertangkap  ", Ujar SiDin Andrea Aditya Salim, anggota gugus tugas kepresidenan Indonesia untuk mengejar Andrey Dolgov.  Dan "  Awak kapal berusaha mengatakan mereka tidak mencuri ikan karena mesin pendingan dan peralatan lain kapal itu sudah rusak  ", Ujar SiDin Salim laji.

Operasional pemasaran kapal ini, dengan membawa hasil tangkapannya kepesisir dan menjualnya kepasar gelap atau dengan mencampurkannya dengan ikan tangkapan lain yang legal kemudian masuk pasaran resmi.   Dalam satu kali operasi, jaring yang dimilikinya sekitar 30 km ini bisa menangkap ikan bernilai hingga 6 juta dollar AS atau sekitar Rp 84 miliar.   Selama sekitar 10 tahun, Andrey Dolgov beroperasi secara ilegal dan diperkirakan sudah mencuri ikan bernilai setidaknya 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 702 miliar.

Dampak dari penangkapan ilegal ini amat luas dan menghancurkan persediaan alami ikan, pencaharaian nelayan dunia, industri perikanan, dan kepercayaan konsumen.   "  Sekitar 20 persen dari seluruh tangkapan ikan global adalah illegal  ", Ujar SiGaluh Kate St John Glew, seorang pakar biologi kelautan di Pusat Oseanografi Nasional di Universitas Southampton, Inggris.   "  Penangkapan ilegal ikan adalah salah satu ancaman bagi perikanan berkelanjutan  ", Ujar SiDin Matthew Camilleri, kepala bagian perikanan di Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Kapal sepanjang 54 meter ini dibangun pada 1985   di galangan kapal Kananashi Zosen di Jepang sebagai kapal penangkap tuna.    Seusai dibangun, kapal ini berlayar dengan nama Shinsei Maru No 2. Kapal berbobot 570 ton itu selama bertahun-tahun beroperasi secara legal di bawah bendera Jepang di Samudra Hindia dan Pasifik untuk perusahaan makanan laut Jepang  Maruha Nichiro Corporation.  Kapal yang sering ditemukan diberbagai Negara, beberapa kali berpindah kepemilikan sejak tahun 1995 dan tahun 2008 bergabung dengan armada pencari ikan Korea Selatan,    Antara 2008 dan 2015, kapal ini dibangun ulang menjadi penangkap ikan di Antartika yang mampu beroperasi di lautan wilayah selatan yang ganas dan mampu menyimpan ikan dalam waktu lama.

Pada 2017  bernama Sea Breeze 1 berbendera Togo namun di coret dari daftar registrasinya. Namun, dengan cerdik kapal tersebut berganti nama Ayda sehingga bisa merapat dari pelabuhan satu ke pelabuhan lain.   Saat tiba di pelabuhan tertentu, kru kapal menyerahkan dokumen palsu yang menjelaskan identitasnya. Di dalam dokumen itu dijelaskan kapal ini pernah menjadi "milik" setidaknya delapan negara, termasuk Togo, Nigeria, dan Bolivia.   "  Ini adalah taktik biasa  ", Ujar SiDin McDonnell dari Interpol.

Akhir Februari 2018, Andrey Dolgov kembali terlihat di sebuah pelabuhan di Madagaskar.    Saat itu, kapten kapal tersebut mengaku kapal itu bernama STS-50 dan memberikan nomor Organisasi Maritim Internasional palsu, sebuah nomor yang harus dimiliki kapal dengan ukuran tertentu, dan sejumlah dokumen aspal lainnya.  Ketika pemerintah Madagaskar memperingatkan CCAMLR, yang mengatur penangkapan ikan di lautan wilayah selatan sekitar Antartika namun kapal tersebut lolos tanpa jejak.

Penggunaan Sistem identifikasi otomatis atau AIS ini memunculkan sinyal lokasi kapal yang bisa ditangkap peralatan radio atau satelit,  namun jejak AIS kapal Andrey Dolgov ini  dapat muncul  secara berbarengan terlihat berada di lepas pantai Kepulauan Falkland, Fiji, atau Norwegia dan bahkan bisa terlihat di 100 lokasi secara bersamaan.   "  Mereka mengacaukan identitas dengan cara menipu sistem AIS  ", Ujar SiDin Charles Kilgour, analis OceanMind, organisasi nirlaba yang menganalisis data kapal di lautan.

“ Sea Shepherd “  kapal milik organisasi konservasi laut yang  ikut bergabung dalam operasi gabungan di Tanzania dengan negara lain di Afrika  untuk melakukan pengejaran kapal Andrey Dolgov di bawah komando AL Tanzania, Sea Shepherd mengejar Andrey Dolgov selama beberapa hari ke arah Seychelles.   Kapal Asing Buronan Interpol Ditangkap  "  Kapal itu meninggalkan perairan Mozambik untuk bersembunyi di laut lepas  ",  Ujar SiDin Peter Hammarstedt, direktur kampanye Sea Shepherd.   "  Hal yang luar biasa adalah pemerintah Tanzania memutuskan untuk meninggalkan perairannya untuk mengejar kapal ini meski tidak melakukan kejahatan di perairan Tanzania  ", Ujar SiDin  Peter.  Sayangnya, tanpa otoritas tidak bisa menaiki kapal itu di luar perairan Tanzania, pengejaran terpaksa dihentikan.

Mendegar kabar bahwa  ada  kapal pencuri ikan (Andrey Dolgov) menuju perairan Indonesia, Susi memberi lampu hijau kepada AL Indonesia untuk mengejar dan menangkap kapal tersebut.   Namun, saat kapal itu memasuki Selat Malaka yang sibuk, sinyal AIS Andrey Dolgov menghilang  tercampur aduk dengan sinyal lain di kawasan itu sehingga   AL Indonesia hanya mengandalkan kalkulasi berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kilgour dan timnya untuk memperkirakan lokasi kapal itu.

AL Indonesia kemudian mengirim KRI Simeulue 2, sebuah kapal patroli pantai, untuk mengejar dan menghentikan Andrey Dolgov.   "  Selama 72 jam terakhir semua orang terlibat dan nyaris tidak tidur  ", Ujar SiDin McDonnell dari Interpol.    Setelah berhasil memastikan identitasnya, KRI Simeulue 2 langsung mengejar hingga jarak 60 mil dari Sabang, sebelah tenggara Pulau We dan memerintahkan untuk berhenti serta menahannya berdasarkan data yang ada.

Kapten kapal, pria Rusia bernama Aleksandr Matveev, kemudian dijatuhi hukuman penjara empat bulan dan denda Rp 200 juta setelah dinyatakan bersalah melakukan pencurian ikan.    "  Setelah pemeriksaan, kami menemukan bahwa F/V STS-50 melanggar undang-undang perikanan Indonesia  " dan  "  Pencurian ikan adalah musuh bersama dan semua negara harus membantu untuk memerangi dan menghapuskannya  ", Ujar SiGaluh Susi Pujiastuti menteri Kelautan dan Perikanan RI  dan   "  Negara hukum Indonesia sangat tegas dan tidak ada kompromi terhadap kejahatan ilegal apalagi illegal fishing  ", Ujar SiGaluh Susi dalam video conference di kantor KKP, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Saat investigasi Andrey Dolgov terdaftar sebagai milik Red Star Company LTD di Belize, Amerika Tengah, diduga pemiliknya  seorang warga Rusia yang memiliki kantor di Korea Selatan dan telah melakukan sejumlah transaksi bank di New York.   "  Kami sedang mencari bagaimana mereka merancang bisnis ini, bagaimana mereka menghasilkan uang dari ikan. Hingga saat ini mereka bisa beroperasi nyaris tak tersentuh. Kini semua berubah  ", Ujar  McDonnell betagas. 

Ikan terbang melompati Jaring,
Ketemu bu Susi Andrey Dolgov harus di ledakkan bung.

Kamis, 14 Februari 2019

UNTUK MELINDUNGI KOLONINYA SEMUT HEROIK INI MELEDAKAN DIRINYA

NusanTaRa.Com
byMuhammaDBakkaranG, 26/4/2018


Meledakkan diri mungkin akan mengingatkan kita pada peperangan terutama yang dilakoni para Teroris untuk memperjuangkan tuntutannya,  Mngkin hal ini menjadi lain jika aksi meledakkan diri itu dilakoni oleh sekumpulan semut di kehidupannya untuk membela diri !!!.  Fenomena ini  akan kita temukan pada dunia  semut jenis Colobopsis explodens yang rela meledakkan tubuhnya sendiri ketika melihat predator atau musuhnya akan menyerang atau membahayakan koloninya.

Keberadaan  semut yang memiliki kemampuan untuk   meledakkan dirinya sendiri telah ditemukan bahkan telah ditulis dalam literatur penelitian di awal 1900-an, namun sejak  tahun1935 para imuwan tidak pernah lagi menemukan spesies baru tersebut.  Untuk meyakinkan para ahli tentang spesies tersebut serta memberikan info terkininya, para  tim peneliti dari berbagai bidang keahlian, seperti ahli serangga, ahli botani, ahli mikrobilogi dan ahli kimia yang berasal dari Austria, Thailand, dan Indonesia tergerak untuk meneliti ulang keberadaan spesies tersebut dan mereka memutuskan  menjelajahi hutan di Asia Tenggara.  Selama penelitian tersebut mereka melakukan lima perjalanan terpisah selama 30 hari antara tahun 2014 hingga 2016.

Ternyata perjalanan panjang dan memakan waktu tersebut bagi para peneliti tidak sia-sia, karena dibeberapa lokasi observasi mereka menemukan si Semut pemberani dan mulia itu sebagai bukti baru untuk menguatkan tentang gambaran lalu mengenai semut tersebut yang disebut  semut Colobpsis explodens, ini tentunya akan memberikan tambahan baru tentang kehidupannya.

Selama observasi itu mereka mengamati dengan seksama tentang kehidupannya dan habitatnya dialam yang sangat menyenangi lingkungan yang bertumbuhan seperti hutan dan semak karena  mudah  mendapatkan  makanan dan kehidupan sehari-hari.   Apa yang lebih menarik bahwa para peneliti tersebut mengamati sikapnya yang sangat heroik bahwa ia berani meledakkan dirinya untuk melindungi koloninya.   Mereka menemukan bagaimana semut  Heroik yang kecil ini yang bertebaran dari lantai hutan hingga kanopi dengan spontan meledakkan dengan  mencabik-cabik dirinya ketika menemukan Predator atau musuh yang ditemui akan merusak dan mengganggu rekannya dalam satu koloni. 

Para ahli mengungkapkan, saat koloni terancam maka semut pekerja kecil akan mencabik tubuh mereka sendiri,  sehingga hal tersebut  membuat semut pekerja tewas dan meledak hingga mengeluarkan cairan khusus yang dapat membahayakan bagi predator.    Cairan yang keluar dari tubuh mereka itu ternyata lengket dan beracun yang mampu membunuh atau mengusir predator dari sarang,  dilansir dari New Atlas, Senin (23/04/2018). Dengan kata lain, semut ini meledakkan dirinya sendiri agar koloninya selamat dari pemangsa yang akan mengancam. 

Observasi ini tidak  hanya menemukan semut pekerja yang meledakkan diri tapi anggota semut lainnya juga menunjukkan perilaku aneh ketika berhadapan dengan predator.   Saat para semut pekerja berkorban, semut pekerja yang lebih besar membentuk barikade dengan kepala mereka yang lebih besar dan berbentuk bilah-bilah. Ini mungkin bertujuan agar agar predator tidak masuk ke sarang.   Seperti diketahui, semut memang merupakan salah satu hewan berkoloni dengan kemampuan kerjasama yang luar biasa kompak dan disiplinya.

 Penelitian tersebut sudah terbit di Jurnal Zookeys, dan penelitian tersebut membuat Colobpsis explodens menjadi dasar pengamatan para ahli untuk meneliti tentang semut dan keunikan koloni mereka.   Harapan lain para  ahli  bahwa mereka masih berharap akan segera dapat  menemukan sejumlah lain semut yang memiliki kemampuan rela meledakkan dirinya tersebut.
dr,KompasCom25/4/2018, MichaelHangga Wismabrata


Enjit - enjit Semut,
Kelompok yang kompak akan tenang dan Selamat. 

Rabu, 13 Februari 2019

SELAYANG PANDANG RADIO DALAM PERJALANAN PANJANG SEJARAH INDONESIA DAN DARI JAKARTA HINGGA PERBATASAN.

NusanTaRa.Com
byBakuINunukaN, 10/02/2019



“  Selamat hari Radio Dunia ke-8 “  tahun 2019, 13 Februari 2019,  dengan thema  “ Dialogg, Toleransi dan Perdamian “, semoga radio menjadi satu media informasi rakyat dapat tumbuh selaras dalam dunia informasi yang semakin maju.   Hari radio pertama diusulkan Spanyol tahun 2010 pada UNESCO untuk mendapat pengesahan setelah melalui konsultasi dengan PBB,  3 Nopember 2011 di konferensi umum ke-36 UNESCO akhirnya usulan tersebut disetujui.   Bagi bangsa Indonesia  “ Hari Radio Nasional “ ditetapkan  “ 11 September “ sebagai hari lahirnya Radio Republik Indonesia 11 September 1945.  

Masa remaja Kemal dihabiskan di sekolah internasional yang terletak di Genewa, Swiss. Sekembalinya ke tanah air, Alumni Universitas Trisakti ini dihadapkan dengan berbagai demontrasi diera reformasi. Maklum, era reformasi menuntut mahasiswa untuk melakukan perubahan di luar batas keluar dari linkar Orba.  Berakibat,  “  Akhirnya sering bolos tuh. Gue bingung, ngapain ya. Eh datanglah teman yang nawarin untuk jadi penyiar radio. Nah, di situlah gue pertama kali siaran, radionya itu MTV On Sky 101.6 FM. Kemudian bertransformasi dan sekarang jadi 101.4 Trax FM  ”, Ujar SiDin Kemal. 

Beliau mengutarakan perjalanan panjangnya yang bermula dari upah Rp 5.000 untuk setiap jam siarannya.   “ Terus naik jadi Rp 7.500  ”,  Ujarnya lagi.   Lambat laun, kecintaannya terhadap radio berhasil mengantarkan Kemal beserta keluarganya untuk keliling Eropa dan sampai punya rumah.   “  Kalau gue ditanya, bisa gak hidup dari radio ?  Nyatanya gue hidup. Lu bayangin, gue bisa nonton konser Westlife empat kali, Fat Boy Slim, ngeliput MTV Awards, sampai liputan bola dan itu semua gratis. Itu semua karena gue yakin sama passion gue  ”, Ujar SiDin Kemal.

Hiburan merakyat,  dapat dinikmati secara massal,  dimana saja selama sinyal sampai serta hanya menggunakan satu kotak radio dan mungkin ini yang termudah dan menyenangkan,  terlebih hingga tahun 1990 kebawah sebelum Televisi tumbuh secara pesat di tanah air Indonesia.    Bagi bangsa Indonesia Radio menjadi satu saran a perlawanan terhadap penjajahan dalam mempersatukan bangsa menyampaikan perkembangan bangsa dan memajukan semangat nasional ditegah tekanan penjajah.

Sejarah Radio di Indonesia mencatatkan,  bahwa  Belanda menggunakan radio untuk menyampaikan pesan seputar perdagangan, Perintah-perintah umum dan peraturan pada seluruh warga Nusantara bahkan dunia sebagaimana  diberitakan   Menterian Penerangan RI pada 1953.   Melihat keunggulan tersebut  segelintir masyarakat Indonesia bercita-cita untuk memiliki saluran radio sendiri, dalam mengokohkan perjuangan bangsa melawan penjajah.  Masyarakat Indonesia mendirikan Bataviase Radio Vereniging (BRV) pada 16 Juni 1925, sekaligus menjadikan  BRV menjadi radio pertama yang digunakan masyarakat Indonesia untuk melawan propaganda Belanda.

BRV menjadi inspirasi bagi sejumlah daerah untuk melahirkan radio-radio local dalam memenuhi kebutuhan hburan dan informasi bagi daerah yang tentunya saat itu radio masih menggunakan gelombang Short Wave (SW).    SRV  (Solose Radio Vereniging) menjadi satu radio daerah yang paling berpengaruh  kala itu yang berdiri di Surakarta pada 1 April 1933.  Kala itu, radio hanya bisa dinikmati oleh kalangan elite. Hanya 20 bangsawan yang diketahui mendengarkan radio.

NIROM yang merupakan radio milik Belanda merasa khawatir dengan tumbuh suburnya radio local, ini berdampak  NIROM mengurangi subsidi yang sebelumnya diberikan kepada radio daerah dan beban lannya yang membuat radio loal gulung tikar.  .    Subsidi akan diberikan lebih apabila pengurus radionya bertambah dan   pengurus struktural harus memiliki radio  yang  akan dibebankan pajak pada pemiliknya dan ini berakibat banyak radio local gulung tikar.    Radio local tersebut membentuk perserikatan radio ketimuran (istilah lain dari Indonesia). Perwakilan dari VORO (Jakarta), VORL (Bandung), MAVRO (Yogyakarta), SRV (Surakarta), dan CIVRO (Surabaya) dan mengangkat  M. Sutardjo Kartohadikusumo sebagai ketua Perserikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK) pada 28 Maret 1937.

Di era penjajahann Jepang,  siaran – siaran radio kembali dihidupkan sepanjang 1942 – 1945,   Jepang menyita perangkat penyiaran di daerah-daerah,   memutus sambungan ke luar negeri dan Masyarakat hanya boleh mendengarkan radio Hoso Kanri Kyoku.   Meski demikiaan  Jepang  tetap mengapresiasikan kesenian tanah air dengan tetap mengumandangkan  musik dan kesenian Indonesia untuk “ menghibur ”  pendengar radio,  sehingga kesenian Indonesia tidak punah walau dijajah lebih dari tiga abad.

Satu kisah Radio Republik Indonesia (RRI) yang cukup heroik ketika Radio ini berhasil membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI keseluruh tanah Air bahkan mencapai Australia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada pukul 19.00 WIB.   Ketika Jepang 14 Agustus 1945 menyerah pada Sekutu dan Golongan muda yang mendorong kemerdekaan ini di umumkan, mereka mengalami kendala karena pihak tentara Jepang  15/8/1945 menjaga ketat Gedung Siaran Radio di jalan Merdeka Barat.    

Namun Sjachrudin, wartawan kantor berita Domei  berhasil melompati pagar sehingga bisa menyampaikan teks proklamasi kepada Ronodipuro, penyiar yang kelak memimpin Radio Republik Indonesia (RRI) Biro Jakarta, sehingga  Proklamasi akhirnya dibacakan dan disiarkan keseluruh tanah air.    Pemerintah Indonesia mengambil alih stasiun radio Jepang yang tersebar di berbagai daerah berlanjut berdirinya RRI pada 11 September 1945 di kediaman Adang Kadarusman, di Gang Menteng Kecil.

Radio menjadi instrumen pemerintah untuk menyebarkan propaganda pembangunan di Era Orrde Baru (Orba), “  RRI menjadi satu-satunya radio yang boleh menyiarkan berita,  Radio swasta hanya diizinkan memutar musik dan menyajikan kesenian lainnya serta memiliki kewajiban untuk memutar siaran dari pusat  “, Ujar SiGaluh Rosarita Niken Widiastuti.   “  Pada Orba, radio betul-betul digunakan untuk kepentingan pemerintah. Sekitar tahun 70an, radio swasta ada wajib relay dari jam 5 hingga 11, ada sekitar 7 atau 8 siaran dari Jakarta  ”, Ujar SiGaluh lagi.

Di era Reformasi jatuhnya Soeharto membebaskan radio dari segala tuntutan pemerintah yang sangat mengikat sehingga  konten-konten kreatif mulai lahir. Radio swasta tak lagi diwajibkan relay dan dibebaskan dari berita berbau propaganda.  Diera ini pertumbuhan Radio diberbagai daerah menebarkan prinsip pemberitaan Pendidikan, kebudayaan dan hiburan, sehingga banyak radio berdiri di daerah hingga ke Pedalaman dan wilayah perbatasan dalam mengukukan dan menguatkan NKRI.

“  Pertumbuhan Radio paska 1998 di Kalimantan Timur khususnya Samarinda cukup subur bahkan hingga ke pedalaman dalam arti hingga radio perseorang yang membawakan berbagai gaya kedaerahannya  “, Ujar SiDin Bakrie mantan penyiar Radio Gema Nirwana Samarinda.    Sementara Norma Penyiar di Radio Devia FM Nunukan mengatakan, “  Radio di perbatasan saat ini sangat penting dalam membendung idiaalisme asing, mengokohkan Nasionalisme dan kesatuan bangsa.   Saat ini tahun 2000 an Radio tumbuh di perbatasan pedalaman untuk memecah keterasingan warga   “. 

Mahluk besi dapat bercanda,
Radio Republik Indonesia bagian dari perjuangan Indonesia.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...