Selasa, 17 Mei 2016

ISLAMIC CENTER HIDAYATURRAHMAN NUNUKAN, MESJID MEGAH DI KAWASAN PERBATASAN KALIMANTAN UTARA


NusanTaRa.Com

        Gubernur Kalimantan Utara  DR. Ir. Irianto Lambrie Msc, akhirnya Selasa pada 17 mei 2016 meresmikan Islamik Center Hidayaturrahman Nunukan (ICHN) yang pengerjaannya memakan waktu tiga tahun, mesjid ini terbilang sebagai yang megah  di kawasan perbatasan Kalimantan utara.   Peresmian ditandai dengan pemukulan beduk dan penanda tangan prasasti oleh Bapak Irianto Lambrie disaksikan Bupati Nunukan Drs. Basri, Pejabat Pemprov Kaltara, Pejabat Pemkab Nunukan dan Segenap tokoh masyarakat di Nunukan di ICHN,  acara ini juga disertai dengan peresmian bangunan Christian Center.

        “ Dengan terselesaikannya dua Sarana ibadah yang megah di kawasan perbatasan ini hendaklah menjadi sarana yang lebih menggalakkan pembangunan spiritual bagi masyarakat dikawasan ini sehingga warga dapat  menjadi bangsa yang tangguh “, Ujar sidin Irianto Lambrie dalam sambutannya.  Pembangunan spiritual menjadi satu sasaran  pembangunan di negara kita dalam mewujudkan masyarakat kuat, mandiri, berilmu dan beriman untuk itu pemerintah mengucurkan dana cukup besar dalam rangka menyukseskan program tersebut, seperti yang kita lihat sekarang dan harus disukuri masyarakat Nunukan karena dapat menikmati pasilitas megah yang mungkin akan sulit terpenuhi dimasa akan datang,  konsekwensinya kita harus mensukseskan fungsi-fungsi mesjid seperti pusat Kegiatan Ibadah, Pusat Kajian dan pengembangan nilai-nilaai Islam, Pembinaan Kemasyarakatan dan pusat Dakwah.
        Bupati Nunukan Drs. Basri dalam sambutannya berujar, “ Terima kasih banyak pada semua yang terkait dengan kesuksesan pembangunan Islamic Center Nunukan sehingga kita dapat meresmikannya hari ini, termasuk masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya untuk kebutuhan bangunan itu, untuk itu marihlah kita gunakan dan kembangkan fungsinya sehingga kita semua dapat menerima manfaatnya dan amal ibadah disisi Allah “.   Pada kesempatan yang sama,  bersama dengan pasangannya Wakil bupati Hj. Asmah Gani mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan mohon maaf  jika ada kekurangan selama mereka menjalankan tugas pemerintahan yang akan berakhir pada 01 Juni 2016.

        Bangunan Islamic Center Nunukan milik pemerintah Kabupaten Nunukan yang dibangun diatas lahan seluas 5 ha berada di jalur RingRoad East ditepi laut menghadap P Sebatik atau sekitar 400 meter sebelah timur dari kantor Bupati Nunukan Kecamatan Nunukan Selatan.   Bangunan utama berlantai tiga dengan ukuran 120 meter x 140 meter dapat menampung 7.500 jamaah, dimana lantai dasar buat ruangan serba guna dan lantai 1 dan 2 untuk ruangan sholat.   Gedung Islamic Center Nunukan Nantinya diharapkan jadi Pusat Kajian dan Pengembangan  nilai-nilai Islam oleh masyarakat dan pusat wisata Relijius  serta menjadi Ikon dan Kebanggaan Kabupaten Nunukan.

        Mesjid Hidayaturahman  (ICHN)  memiliki 4 menara dengan ketinggian 23 meter yang menyimbolkan 4 khalifah Islam yaitu Abu Bakar As-shidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abutholib, dari sisi arsitektur bangunan menyerupai desain masjid-masjid di timur tengah.  Bangunan luar mesjid berwarna putih abu-abu dari pasangan Batu Alam Granit dan Ornamen GRC Warna Emas.  Untuk Pintu Masuk ruangan sholat Islamic Center Nunukan mempunyai desain pintu Mesjid Nabawi  dengan warna Hijau dan Keemasan.  Koridor  ICHN lebar 3 meter yang mengitari dari sisi kiri, depan dan Kanan mesjid berupa tiang dan lengkungan serta ornament Islamic berwarna keemasan diatas.  Area Landscap persis dibagian depan pintu masuk terdapat enam Air mancur yang berfilosopi Rukun iman, sisi kiri depan dan kanan tertata apik area parki kendaraan  yang ditumbuhi pohon hias yang teduh serta didepannya terdapat Water pound.

        Pengerjaan Islamic Center Hidayaturahman Nunukan dimulai tahun 2013 yang merupakan proyek tahun jamak dengan total anggaran Rp 250 milyar dengan Instansi pelaksana Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan serta pelaksana PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Samarinda.   Keunikan lain mesjid megah ini jika malam hari kita dapat melihat cahaya lampu yang menyoroti 4 menara dan 6 kubah Satu besar (ditengah) 4 kecil (mengitari) dan 1 lagi bukan urusannu  dengan 6 warna cahaya, Lampu taman dan Lampu Ikonic tulisan Islamic Center Nunukan.

      Bangunan Christian Center Nunukan yang terletak di jalan Mensapa Kecamatan Nunukan Selatan berjarak 1 km dari Kantor Bupati Nunukan, merupakan bangunan dua Lantai berbentuk   Segi tiga karena atapnya cukup tinggi berwarna hitam.  Bangunan berwarna putih bagian depan hingga atas tertutup Kaca serta dua ukiran dayak dikiri kanan pintu masuk.

        Acara peresmian ini ditutup dengan Khutbah oleh Ustad Lukman Djumiat, S.Ag. MA dari Makassar pengisi acara Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad 1437 H yaitu satu sejarah manusia dimana Nabi Muhammad Saw telah melakukan satu perjalanan besar dari mekkah ke Masjidil Aqsha terus ke Sidratul Muntaha dan kembali hanya dalam satu malam, untuk menerima perintah dari Allah agar manusia melaksanakan Sholat lima kali dalam sehari.   “  Sebelum Nabi Muhammad menerima perintah solat dari Allah ia diteguhkan dulu jiwanya dengan menghadapi cobaan-cobaan besar seperti Meninggalnya Paman beliau Abu Thalib ra, Meninggalnya Istri tercintanya Khadijah setelah itu ia menjalani proses penyucian kalbu  untuk membersihkan Jiwa,  baru ia melaksanakan perjalanan besar menemui Allah untuk menerima perintah Sholat.   Semua itu menyiratkan bahwa dalam islam relasi hidup terpaut pada Habblum minallah dan Habblum minannas harus berjalan dengan baik.  Karna tidak aku turunkan Agama Islam ini kemuka bumi selain untuk memperbaiki Akhlak “ Ujar sidin Ustad Lukman Djumiat, S.Sag. MA.
byBambanGBiunG

Laut Ambalat tempat nelayan mencari Ikan,
Islamic Center Nunukan Sarana ummat menguatkan Iman.

Kamis, 12 Mei 2016

" DIPLOMASI TOTAL " SUKSES MEMBEBASKAN SANDERA ABU SAYYAF

NusanTaRa.Com
Ke 10 ABK Tugboat Brahma yang dibebaskan dari penyanderaan Kel. Abu Sayyaf, berphoto di Gedung Kemenlu-Retno M

Ungkapan selamat mengalir dari beberapa kepala Negara sahabat kepada Presiden Jokowi sehubungan keberhasilan Diplomasi Indonesia membebaskan 10 WNI yang disandera Kelompok Militan Abu Sayyaf di Filipina selatan tanpa ada yang mati, tanpa ada pembayaran tebusan, Tanpa ada operasional militer dan dalam waktu relatip singkat.  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut terlibat dalam operasi pembebsan ini mengatakan usaha ini sebagai “  Diplomasi Total  “  yaitu mengerahkan segala daya upaya untuk dapat mengembalikan para Sandera WNI tersebut dalam keadaan selamat.

Penyanderaan terjadi saat ke 10 WNI tersebut dalam perjalanan dari Sungai Putin (Banjarmasin/Kalsel) 15/3/2016 menuju Batangas Filipina selatan bersama kapal Tugboat Brahma 12 dan Tongkang Anand 12 yang memuat 7.000 ton coal in bulk.   “ Kapal yang masih berada diperairan Malaysia dekat Kep. Tawi-tawi Filippina 25 maret 2016  kedatangan  8 orang speed boat dikira petugas pengawas karena berseragam petugas Filippina tapi setelah diatas kapal mereka mengeluarkan Senjata seperti M14 dan M16 double body “, Ujar sidin Julian Philips Chief Officer  Tugboat Brahma.

Menlu Retno L Marsudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyelesaikan tugas ini, termasuk jaringan informal, yang diduga jaringan informal tersebut kalangan kelompok MNLF yang dulu berjuang untuk kemerdekaan Filipina Selatan sebagai Negara Islam dan sekarang telah menjadik daerah otonomi khusus, seperti Gubernur mindanao saat ini masih merupakan kemanakan dari Nur Misauri.  “  Perlu disampaikan ini diplomasi total, bukan hanya Government to Government, tapi juga melibatkan jaringan-jaringan informal “ Ujar sidin  Retno Marsudi.

“  Pihak pemilik kapal mengetahui terjadi pembajakan pada 26 Maret 2016, melalui telepon dari seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf  “ keterangan dari Kemenlu.    Reza atasan PT. Patria Maritime Line cabang Banjarmasin telah menerima telopon dua kali yang mengatakaan bahwa anakbuah mereka di tawan dan meminta tebusan untuk pembebasan 10 ABK sebesar 50 juta Peso atau Rp 14,2 milliar.   Meski perusahaan telah menyediakan tebusan tapi pemerintah melalui Kemenlu sebelumnya mengungkapkan bahwa dalam pembebasan ini diusahakan tidak menggunakan uang, tapi mengutamakan diplomasi dengan pemerintah Filippina, jaringan Informal atau militer.
 
Presiden Joko Widodo memastikan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf telah dibebaskan menurutnya semua itu hasil kerja sama dengan berbagai pihak terutama pemerintah Filipina,  “ Banyak pihak telah bekerja sama membantu, baik formal maupun non formal.  Ucap terima kasih juga saya sampaikan kepada pemerintah Filipina “, Ujar sidin Jokowi di Istana Bogor minggu 1 Mei 2016.
 
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan, “ Jokowi menegaskan masih tetap mengupayakan pembebasan empat WNI lain yang disandera serta keamanan di perbatasan laut dan sekitarnya penting sehingga 5 Mei 2016 ada pertemuan Indonesia, Malaysia dan Filipina “.
Pengamat Mat Jais mengatakan perairan di antara Indonesia, Malaysia dan Filipina kedepan ada kecenderungan akan menjadi seperti perairan Somalia dengan tingkat Perampok laut yang tinggi sehingga perlu kerja sama yang lebih baik untuk menangani kawasan tersebut, ini termasuk hal yang akan dibahas ketiga kepala Negara pada 05 Mei 2016.    Tugboat Henry dan tongkang Christy dengan 10 ABK milik PT. Global Trabs Energy Tarakan Kalimantan Utara menjadi korban pembajakan jilid II pada 12 April 2016 sekitar 15 mil dari kota Tawau Malaysia, ketika dalam perjalanan dari Cebu, Filipina Selatan ke Tarakan.   Ketika Pembajakan Patroli perairan Malaysia mengetahui kemudian mendekat, pihak pembajak lari kearah Timur dengan membawa 4 sandera,  kapal bersama 6 ABK lainnya digiring Keamanan Malaysia kemudian di pulangkan ke Tarakan.
 
Tugboat Henry yang dibajak pada 12 April bersandar di Lantamal XIII Tarakan pada 23 April 2016 bersama 5 ABKnya, kedatangan Tugboat tersebut disambut KRI-Badau dan KRI-Slamet Riyadi 352 yang telah stand by diperairan perbatasan.  Ke lima ABK turut kembali Yohanis Serang, Sembara Oktavian, Rohaidi, Royke Frans Montolalu dan Rumawi.   Lambas Simanungkalit ABK Henry yang mengalami luka tembak di bagian ketiak tembus dada masih dalam perawatan intensif dirumah sakit Tawau, menunggu pemulihan untuk segera kembali ko Tarakan.   Ke 4 BK yang masih disandera M Ariyantto Misnan nahkoda, Loren MP Rumawi, Dede Irfan Hilmi dan Syamsir.

Syahrul manajer PT. Global Trans Energi, saat ini belum mengetahui nasib ke 4 ABK nya yang masih tersandera karena belum dapat info terbaru dari Kementerian Luar Negeri serta pihak Kelompok Abu Sayyaf sebagai pembajak juga belum menghubungi untuk memberitahu apa keinginan mereka.  Pihak keluarga yang tersandera mencemaskan keadaan mereka seperti keluarga Syamsir di Tarakan "  Kami sekeluarga mencemaskan keadaannya semoga cepat kembali dan Kamipun telah mengabarkan Keluarga di Palopo Sulsel ".
byBakriSupian
 
TugBoat  Brahma 12
Hang Tuah pemberani pembasmi bajak laut, 
Diplomasi Total membebaskan sandera tanpa maut. 

Senin, 02 Mei 2016

JOKOWI : PENDIDIKAN BERMUTU MEMASTIKAN KEJAYAAN DAN KEBERLANGSUNGAN BANGSA

NusanTaRa.Com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI 
Pada Hari Pendidikan Nasional,  2 Mei 2016
   


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,  

Salam sejahtera untuk kita semua,  

Hari ini kita kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Mari kita panjatkan puji dan puja ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita dapat kembali berkumpul merayakan semangat, capaian dan cita-cita pendidikan dan kebudayaan bangsa.  

Kepada para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa. Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam.   

Ibu, Bapak dan Hadirin yang mulia,  

Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.  

Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja, 
 
dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.  

Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.  

Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.  

Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.  

Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi.  

Ibu, Bapak, dan Hadirin yang mulia,  

Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajarnya.  
 
Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara.  

Ibu, Bapak dan Hadirin yang berbahagia,  

Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu. Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita- cita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benar- benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.  

Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.   

Kepada semua yang telah merasakan manfaat pendidikan dan di bulan pendidikan ini, sapalah para pendidik kita dulu.  Tanyakan kabarnya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan apreasiasi pada mereka, para pendidik dan pejuang pendidikan. Lalu mari sama-sama kita tetapkan bahwa ikhtiar memajukan pendidikan akan kita lanjutkan dan kembangkan.  

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Melapangkan dan Maha Meninggikan, selalu meridhai ikhtiar kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita tercinta. 

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Selamat merayakan dan memeriahkan bulan pendidikan dan kebudayaan.  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.   

                                                                                                           Jakarta, 2 Mei 2016   




                                                                                                          Anies Baswedan, Ph.D. 

byAsnISamandaK
drKementerianPendidikanRI         




Pendidikan Tutwuri Handayani,
Memeberikan dorongan dari belakang. 

Minggu, 01 Mei 2016

KAHAR MUZAKKAR DALAM SEJARAH PERJUANGAN DI DAN RPII DI SULAWESI SELATAN

NusanTaRa.Com

     Republik Persatuan Islam Indonesia (RPII) Satu gerakan perjuangan kemerdekaan rakyat Sulawesi yang berdasarkan Agama Islam berpusat di Tanah Luwu Palopo dan terpisah dari DI/TII Pimpinan Kartosuwiryo yang berpusat di Jawa Barat, sementara di Sulawesi selatan di pimpin Abdul Kahar Muzakkar seorang mantan Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII.  Beliau juga sebagai pendiri Tentara Islam Indonesia (TII) yang dipimpinnya untuk menentang pemerintahan pusat di Sulawesi Selatan dan Tenggara, meski ia sejati dibesarkan sebagai Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) terakhir berpangkat Letnan Kolonel atau Overste pada masa itu.

     Abdul Kahar Muzakkar dengan nama kecilnya Ahmad Nur Fatoni lahir 24 Maret 1921 di desa Lanipa Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ayahnya bernama Malinrang.   Semasa kecil Kahar sangat gemar bermain perang-perangan dan pandai bermain domino, karena itu ia dijuluki dengan  “La Domeng” dari bahasa Bugis yang artinya :  tukang main domino.    Tahun 1938 menamatkan sekolah rakyat kemudian orang tuanya mengirimnya sekolah ke Solo dan masuk Sekolah Kweekschool (Mualimin) Muhammadiyah. Namun, Kahar tak berhasil menamatkan sekolahnya di Solo.   Setelah memperistrikan Siti Walinah seorang gadis Solo tahun 1941 ia kembali ke kampung halamannya.

     Sepulang ke tanah Luwu, Kahar sempat bekerja di sebuah instansi Jepang Nippon Dahopo.  Sikapnya yang bukan hanya anti penjajahan tapi juga anti feodalisme yang kuat, berakibat ia tidak hanya dibenci kalangan penjajah Jepang tapi iapun tidak disukai dari Kerajaan Luwu.   Sehingga suatu hari ia difitnah  mencuri, sehingga Kerajaan pun menghukumnya dengan hukum adat :   diusir dari Luwu.   Mei 1943 Kahar harus meninggalkan kampung halamannya untuk kedua kalinya kembali ke Solo, tak beberapa lamanya ia menceraikan istrinya Siti Walimah kemudian mempersunting Noni Belanda Corry Van Stenus dari kalangan keluarga yang cukup terkemuka, Ayahnya seorang Indo-Belanda Adnan Bernard Van Stenus dengan ibu Supinah dari Solo.   Selama hidupnya Kahar tercatat beberapa kali menikah yang tercatat memiliki sembilan Istri dengan Lima Belas anak.

     Setelah proklamasi 17 Agustus 1945 ia memutuskan hijrah ke Jakarta dan mendirikan Gerakan Pemuda Indonesia Sulawesi  kemudian berubah menjadi Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi.   Di Jakarta pula Kahar membuktikan keberaniannya, ketika digelar rapat raksasa di Ikada, 19 September 1945 ia ikut mengawal Soekarno, karna dikabarkan bahwa Presiden Soekarno tidak dapat merasa tenang jika Kahar Muzakkar tidak ada berdiri di sampingnya.    Konon, beberapa kali Kahar terlibat perang melawan tentara Jepang, termasuk ikut menyelamatkan Bung Karno dan Bung Hatta dari bayonet-bayonet pasukan Jepang ketika mengepung kedua proklamator itu.     Desember 1945 Kahar membebaskan 800 tahanan di Nusakambangan dan membentuknya menjadi laskar andalan di bawah Badan Intelijen  dipimpin Kolonel Zulkifli Lubis. Kahar juga mengikuti berbagai pertempuran penting untuk mempertahankan kemerdekaan.

     Kahar Muzakkar menjadi orang Bugis-Makassar pertama yang berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) dan dipercaya menjadi Komandan Persiapan Tentara Republik Indonesia-Sulawesi.   Karier Kahar ternyata tidak selamanya mulus, ketika pasukan dari luar Jawa di Reorganisasi menjadi satuu Brigade ia tak dilantik sebagai pemimpin tapi  Letkol J.F. Warouw melainkan hanya mendampingi sebagai Wakil Komandan.   Pada 1952 tugas yang diembankan padanya untuk menumpas pemberontakan  Andi Aziz di Sulawesi Selatan berhasil ia tuntaskan dengan cemerlang, kemudian ia  menuntut Kesatoean Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yang terdiri dari 10 batalyon, secara otomatis dimasukkan ke dalam APRI dan menjadi Brigade Hasanuddin dibawah kepemimpinannya.

     Atas permintaannya tersebut Kolonel Kawilarang selaku Panglima Wirabuana menolak, kepusan tersebut membuat Kahar menjadi sangat kecewa iapun  meletakkan pangkat letkolnya di depan Kawilarang.   Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakkar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap,   ternyata momen tersebut digunakan Kahar untuk menegakkan Siri Pesse (harga diri)-nya sebagai orang Bugis-Makassar atas beberapa kali kekecewaan yang ia alami sebelumnya

     Pada 3 Agustus 1953, Kahar dan KGSS-nya menyatakan bergabung dengan gerakan DI/TII Kartosoewirjo. Belakangan, pada 1962, Kahar membentuk Republik Persatuan Islam Indonesia (RPII), yang terpisah dari DI/TII Kartosoewirjo,   untuk melengkapi perjuangannya Kahar membentuk kesatuan militer masyarakat Sulsel,  putusan tersebut disusul maraknya bergabung satuan militer didaerah lainnya seperti Andi Sose (pemilik Universitas 45 Makassar),  Andi Selle dan Makatang Dg Sibali.

     Sejarawan beranggapan sebab praktis yang turut mendorong pemberontakan DI/TII yang secara bersamaan terjadi di tiga propinsi,  Aceh, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.   Pertama berkaitan dengan rasionalisasi tentara, banyak tentara dan laskar rakyat yang ikut berjuang dalam perang revolusi tidak dapat diakomodasi sebagai tentara reguler.   Kedua, pemberontakan ini juga merupakan ekspresi kekecewaan terhadap hubungan pemerintahan Sukarno yang ketika itu dianggap sangat dekat dengan kubu komunis.

     Karena perlawanan Kahar sudah dianggap sebagai separatis melawan negara RI terlebih setelah beberapa petinggi Sulawesi Selatan seperti Andi Sose mengajak berdamai ditolaknya, akhirnya TNI  diperintahkan untuk menumpas pemberontakan KaharMuzakkar di Sulawesi Selatan.     Akhirnya di hutan Lasolo Sulawesi Tenggara tanggal 3 Februari 1965 di wilayah hutan Lasolo,   melalui Operasi Tumpas, Kahar Muzakkar dinyatakan tertembak mati dalam pertempuran antara pasukan TNI satuan Siliwangi 330 dari Jawa Barat yang merupakan regu Umar Sumarna. Konon, dalam penyergapan itu, tiga peluru terlontar dari moncong senjata Thomson milik Koptu Ili Sadeli menembus dada Kahar hingga tewas tepat pukul 06.05 WIB.

     Kematian Kahar Muzakkar bagi masyarakat Bugis-Makassar lantas menjadi polemik yang berkepanjangan, bahwa ada yang beranggapan beliau belum mati, melainkan hilang menyemmbunyikan diri sedang yang mati itu bukan aslinya meski ditemukan dokumen DI/TII dalam rangselnya.  M. Jusuf yang bertanggung jawab atas jenazah Kahar sangat ketat menjaganya sehingga tak semua dapat menjenguknya, alkisah bahwa istri Kahar Corry van Stenus dan anak sulung Hasan Kamal Muzakkar 52 tahun menanyakan kuburannya tapi tidak mendapat jawaban.

     Setiba M Yusuf di rumah sakit Palamonia Makassar, ia memanggil anaknya Kahar,  Abdul Ashal dan Farida ditemani suaminya Andi Sumange menyaksikan jenazahnya.   Berdasarkan cerita anaknya itulah Corry van Stenus mempercayai kematian suaminya.  Hingga kini makam Kahar Muzakkar masih terasa misterius, sebagian mengatakan berada di Taman Makam Pahlawan Panaikang didepan pintu Gorbang masuk sebuah makam tanpa nama dan sebagian lagi beranggapan berada di Kilometer 1 jalan raya Kendari.   Wallahu Salam Bis' Sawab. 
byBakkaranGNunukaN

  
Achmad Nur Fatoni putra Lanipa pemberani,
Siri-pesse semangat Bugis-Makassar  menegakkan harga diri.

Selasa, 26 April 2016

ENREKANG MEMILIKI DESA BEBAS ASAP ROKOK PERTAMA DI DUNIA


NusanTaRa.Com



Muhammad Idris, merupakan salah satu pelopor anti rokok di Desa Bonoe-Bone yang telah memiliki sertifikat atas usahanya menjadikan Desa  Bone-Bone, Sulawesi Selatan sebagai desa  bebas asap rokok bahkan Desa bebas asap rokok pertama di dunia.  Dengan membuat aturan lisan bersama masyarakat desa,  bagi  yang melanggar aturan larangan merokok, akan diberikan sanksi kerja sosial,   aturan sederhana  dan kesadaran masyarakat tentang apa itu merokok ?  membuat  rencana desa bebas rokok menjadi lebih sukses diraih. 

 Desa Bone – Bone Kabupaten Enrekang  Sulawesi  Selatan merupakan  satu kebanggaan masyarakat Nusantara atas prestasinya sebagai Desa Bebas Asap Rokok pertama di Dunia yang telah diperolehnya sejak tahun 2001,  semua ini tentunya tidak lepas dari kesadaran para pemimpin desa dan segenap masyarakat Desa yang menyadari apa itu merokok bagi kesehatan dan ekonomi sehingga sejak awal penerapan  “ Desa Bone  Bpne Besas Asap Rokok “ mendapat dukungan yang baik dan sukses.   Berkah lain yang diperoleh desa Bone bone dengan  pencapaian tersebut menurut Kepala Desa yang diwawancara di metro TV dalam acara MataNajwa bahwa " Prestasi  belajar anak-anak desa semakin meningkat,  produksi pertanian desa meningkat,  Indek kesehatan masyarakat membaik dan Kebersihan semakin terjamin ".




Terletak dilereng Gunung Latimojong yaitu gunung tertinggi di Sulawesi Selatan,  Desa  Bone Bone terbilang  area yang cukup jauh dari kota besar seperti Kota Makassar  yaitu sekitar 350 km sebelah utara yang dihuni masyarakat kurang lebih 600 jiwa dengan  95 kepala keluarga.   Desa  Bone Bone masuk dalam  Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan,  dari Kecamatan Baraka untuk menuju kesana dapat dengan kendaraan Roda dua atau Roda empat sejauh  50 km (Dari jalan poros Provinsi) .    Mata pencaharian Masyarakat sebagian besar sebagai petani yaitu bersawah, sayur-sayuran  dan Kopi dengan kehidupan sederhana yang menempati rumah adat  berupa rumah panggung yang berjejer disepanjang jalan dilereng- lereng bukit kecil menjadikan desa yang berhawa sejuk dan sering tertutup kabut  ini menjadi lebih indah. 

 Awalnya tahun 2000 Desa  Bone Bone menerapkan  “ PERDUS “  ( Peraturan Dusun ) Anti-Rokok , tapi bukan merupakan aturan tertulis melainkan satu aturan Lisan yang disampaikan secara lisan dari masyarakat ke masyarakat  serta dukungan kuat daari para tokoh desa yang menguatkan pentingnya gagasan ini bagi masyarakat  untuk sehat, pintar, kuat dan sejahtera.    Sehingga tak heran sejak  tahun 2001 menjadi Desa pertama di dunia bebas asap Rokok,  kalau kita simak sekarang  terutama di perkotaan  mungkin kita akan menyamakannya dengan Program “ K T R “ ( Kawasan Tanpa Rokok ), yaitu suatu kawasan dilarang merokok yang biasanya ditempeli stiker atau tulisan KTR seperti di ruang umum, kantor, di Kendaraan umum dsbgnya. 

 Nuansa antirokok sangat terasa saat memasuki desa Bone Bone yang berada di ketinggian 2500 meter dpl.  Baliho besar tepat di gerbang masuk Desa Bone Bone  bertuliskan  tanda larangan merokok bagi siapa saja yang akan mengunjungi Desa  ini termasuk bagi warga pengunjung dan turis,   selain itu  sejumlah imbauan untuk menjaga kesehatan dan papan berisi larangan merokok juga menghiasi sudut-sudut desa di kaki gunung terlebih ditempat yang bersipat umum seperti mesjid, pasar, sekolah dsbgnya.     Apabila ada  warga yang kedapatan melanggar aturan  akan  diberikan sanksi kerja sosial antara lain membersihkan rumah ibadah (masjid), sekolah, membersihkan lingkungan desa seperti irigasi, lapangan dan lainnya.  Inovasi bebas asap rokok ini tentunya  menjadi sebuah contoh yang baik bagi  desa-desa lain, bahkan kota-kota besar di Indonesia untuk mewujutkan “ Hidup lebih Sehat tanpa Rokok “.


Muhammad Idris, KepDes menerima penghargaan
Prestasi ini juga yang mendorong 9 orang Junior Expert Japan International Cooperation Agency (JICA) melaksanakan study banding kesini sejak 10-13 April 2013.   Mereka akan melihat dan belajar  dari pengalamn dan success story dari masyarakat  Bone Bone yang mampu menjadikan Desa mereka sebagai Desa Bebas Asap Rokok Pertma di Dunia.   Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Enrekang Bapak Haji Nurhasan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Jica menjadikan salah satu desanya sebagai daerah study banding yang juga menjadi bukti mendunianya desa Bone Bone atas prestasinya.     Pada kesempatan itu Pak H Nurhasan juga menyampaikan tentang berbagai keunikan Dusun tersebut  :  “   Seperti  kewajiban bagi setiap warga yang akan menikah untuk menanam sepuluh pohon sebagai bukti untuk menjaga Lingkungan sehat ,  Desa ini juga tidak memperkenankan  buatan jajanan yang menggunakan zat pewarna dan pengawet yang tidak diperkenankan dll  “ dan aturan lisan yang lainnya.  

 Usaha keras para pemuka Desa Bone Bone dalam mengajak masyaarakat untuk hidup Bebas dari Rokok dengan memberikan pandangan akan berbagai keburukan yang akan ditimbulkan rokok seperti penyakit serta berbagai keunggulan hidup dengn Bebas rokok disetiaap pertemun dengan warganya,  membuat desa ini mempu mewujudkan Hidup Bebas dari Asap Rokok,   serta kesadaran beberapa masyarakat yang lebih awal mengenal akan rokok membuat program yang banyak dikembangkan secara lisan ini berhasil.     Pada hal sebagaimana masyarakat Petani lainnya di Indonesia yang sangat dekat dengan kebiasaan rokok maka bukanlah muda bagi mereka meninggalkan kebiasaan yang telah ada sejak leluhur mereka, tapi kata pepatah “ Dimana ada kemauan di situ ada Jalan “  serta kemauan kuat akan hidup lebih baik maka semua terasa lebih mudah diraih.  
byMuhammaDBakkaranG

Hidup tanpa rokok menghindarkan diri dari ponyakit,
Tanpa merokok kehidupan akan lebih ekonomis dan sehat.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...