Sabtu, 13 Februari 2016

SI BOCAH MALANG MELANTUNKAN INDONESIA RAYA SENDIRI DI PODIUM JUARA

NusanTaRa.Com


Mungkin diantara pembaca ada yang tidak mengenalnya, meski ia seorang bintang yang sangat membanggakan MeraH PutiH diajang yang ia ikuti dan tentu tidak mengherakan, meski olah raga ini (Formulaa 1) olah raga yang mendunia tapi di Indonesia kurang populer disamping Membutuhan biaya tinggi juga selama ini kita belum punya bintang di event ini.  Dia adalah Rio Haryanto putra kelahiran Solo-22 Januari 1993 dan pembalap pertama Indonesia di AJang Formula.

Rio Haryanto saat ini sedang menunggu bantuan dana sponsor agar bisa menembus Formula One melalui Tim Manor Racing, sebagaimana di ketahui bahwa untuk dapat masuk Manor Rio Haryanto harus membawa sponsorship sebesar 15 juta euro.   Hal ini dikatakan Rio setelah pertemuan Manor dan Menpora Iman Nahrowi Februari 2016, Pihak Pertamina telah bersedia mendukung dana sebesar 5,3 juta Euro dan akan cair setelah dana yang lainnya siap.   Tim F1 Manor Racing yang bermarkas di Inggris merupakan salah satu pengelola peserta dalam Formula 1, meski saat ini Rio mendapat saingan dari Pascal Wehrlein dari India.

Dalam tulisan ini Saya sengaja menulis dia dengan sebutan  " Bocah Malang ".   Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.  " Bocah malang "  di " NusanTaRa.Com " karna dia tidak populer sehingga banyak yang tak kenal termasuk di sirkuit Formula One,  Lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula One itu terlalu mahal untuk negara ini.


Ketidak populerannya bagi panitia di Sirkuit  Turki.   Sehingga panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia


Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris.  Ketika itu ia dengan perkasa  meninggalkan semua lawannya yang menurut para ahli, pengamat dan penonton suatu hal yang mustahil, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.


Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.  Itu satu semangat dari Haryanto yang aku banggakan meski penuh ambisi tapi ia tetap loyal dengan MeraHPutiH


Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di pastikan ditolak oleh DPR, sedangkan dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.


Bocah Malang meski kemungkinan kesertaannya sebagai Peserta Formula One pertama Indonesia akan Gagal, karena dana sponsorship yang sisanya dari pemrintah ia tunggu kemungkinan akan ditolak, mengingat dana untuk kepentingan seorang akan di tolak DPR demi kepentingan anggaran untuk kepentngan yang lebih besar dan banyak.  Tapi ia berkata tKalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri.   Biarkan dia bangun dari  bahwa ia masih tetap sabar menunggu bantuan tersebut sambil sholat tahajjut saat malam tiba.

"  Mari kita berdoa agar kemudahan akan berpihak bagi Rio Haryanto.  "
 
byDannYAsmorO 

Rio Sang Pahlawan Litar Formula dunia,
Pahlawan sejati mampu mengalahkan keserakahan Jiwanya. 


Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf
Ada yang tahu bocah malang ini ??
Saya sengaja menulis dia adalah bocah malang. Jujur, mungkin ini tulisan saya pertama tentang dia.
"Bocah malang"  di sini karna dia lahir dan besar di Indonesia, dia malang juga karna terlalu setia sama Indonesia, dan mimpinya untuk menjadi juara  Formula 1 itu terlalu mahal untuk negara ini.
Dia tidak terkenal sama sekali saat  tampil di GP Turki. Panitia mungkin hanya menganggap si bocah malang ini sebagai pelengkap, karena memang dia tidak dikenal banyak orang. Tapi semua di luar kendali. Dia keluar sebagai juara. Sementara panitia tak menyediakan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Akhirnya  bendera Polandia yang dipasang terbalik sebagai ganti Sang Saka Merah Putih. Dan  dia menyanyi sendiri lagu Indonesia Raya saat bendera itu dinaikkan, karena tak ada lagu Indonesia Raya  di daftar lagu yang disiapkan panitia
Penghinaan juga diterimanya di ajang GP3 Silverstone, Inggris. Perkasa di Ingris meninggalkan semua lawannya, membuat panitia menuduh dia bermain curang ,sampai semua motor nya di bongkar panitia. Dan ternyata  terbukti semua komponen yang dipakai tidak melanggar aturan.
Penghinaan selanjutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak kan mungkin didanai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya, dia tetap setia menjadi warga negara ini.
Beberapa hari lagi mungkin dia akan gagal ikut ke GP 1, karna dana sumbangan pemerintah sudah di astikan ditolak oleh DPR, sedang an dana dari Pertamina tidak bisa keluar kalau tak ada tambahan dari pemerintah. Kesimpulannya  begini: dana untuk Rio Haryanto ini memang akan sulit keluar karna terlalu besar dana yang dikeluarkan untuknya sendiri. Bukankah dana yg di-acc DPR itu harus bisa jadi bancakan rame-rame seperti kasus E KTP , PON Riau atau Wisma Atlet, impor sapi dll. Kalau begitu dana pasti akan mengalir deras seperti air sungai Bogowonto. Syaratnya asalkan bisa dimaling rame-rame seperti juga kasus Hambalang.
Kalau dana cuma buat seorang bocah malang seperti ini, biarlah dia meratapi nasibnya sendiri. Biarkan dia bangun dari mimpi nya, dan mulai menerima kenyataan kalau dia lahir dan berkewarganegaraan: Indonesia.
- See more at: http://www.redaksiindonesia.com/read/saat-si-bocah-malang-menyanyikan-sendiri-indonesia-raya-di-podium-juara.html#sthash.0Wc9l3T5.dpuf

Jumat, 12 Februari 2016

WORLDS BEST SNORKELING RAJA AMPAT DAN PULAU KOMODO

NusanTaRa.Com




Mungkin ini satu berita menarik diera setahun kepemimpinan Presiden Jokowi karena pengembangan kawasan pariwisata tanah air melalui Kementerian Pariwisata dan Pemerintah daerah berbuah hasil yang cukup menarik, setelah dua kawasan pariwisata nasional mendapat penghargaan Internasional berdasarkan hasil Survey CNN tahun 2015 yaitu " Words Best Snorkeling " untuk kawasan wisata Kepulauan Raja Ampat dan Kawasan wisata Pulau Komodo.

Tentunya ini satu berita gembira buat Indonesia ditengah gejolak politik tanah air yang kadang miris dimata dunia, setidaknya memberi satu kesan positip bagi para Traveler syukur-syukur dapat meningkatkan kunjungan para wisatawan untuk datang berkunjung terutama penggila Snorkeling dan Deving.

Kepulauan Raja Ampat.

Gugusan empat pulau wisata yang terletak di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat terdiri dari Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati dan Pulau Batanta, merupakan satu destinasi wisatawan khususnya pencita Deving, Snorkling, Fishing, Saeling and Culture.  Kekayaan pesona alam daerah ini tentunya akan memanjakan para wisatawan seperti gugusan pulau (lebih 600 pulau) dan perairan yang eksotik, Trumbu karang yang masih alami (540 jenis karang 75% dari total jenis karang dunia), Kekayaan sumberdaya ikan  (1.000 jenis ikan karang) dan ikan jenis langkanya Kuda Laut Katai, Webbegong, Pari Manta, Hiu Karang dan Eviota Raja, Budaya masyarakat setempat (Budaya makan Pinang dan mengukir)  dan Akomodasi yang baik.

Menurut mitos rakyat disana,  seorang wanita menemukan 7 butir telur, kemudian menetas menjadi empat orang pangeran yang kemudian menguasai P Waigeo, P Salawati, P Misool Timur dan P Misool Barat yang kemudian menjadi empat pulau tersebut hingga kini sementara yang tak menetas menjaadi setam dan batu.  Digugusan P Misool ditemukan peninggal prasejarah berpa cap tangan pada dinding batu karang diperkirakan berusia 50.000 tahun sebagai petunjuk penyebaran manusia dari bagian barat Nusantara menuju Papua, di tempat penyelaman Pulau Wai dapat menikmati pesawat karam peninggalan Perang Dunia II.

Pulau Komodo

Merupakan satu habitat asli Hewan Komodo yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Komodo seluas 390 km2, termasuk Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Prov. Nusa Tenggara Timur.  Taman ini selain meliputi wilayah daratan dengan kekhasannya satwa Komodonya juga  memiliki kawasan lautan yang meliputi beberapa pulau serta taman laut untuk melindungi biotanya yang tentunya sangat asik untuk Deving dan Snorkeling.

Taman Nasinal Komodo juga memiliki kawasan laut yang indah seperti  Pulau Crystal Rock memiliki kawasan terumbu karang berwarna-warni yang indah hanya dengan kedalaman 5 meter sehingga para snorkeling sering bertemu beragam karang, ikan karang yang cantik seperti ikan badut (Clown fish), Penyu sedang mencari makan dan sesekali menemukan kawanan ikan Tuna,  sedang P Batu Bolong dan P Tatawa Besar merupakan daerah pavorit penyelaman dengan keragaman Ikan Pari dan Hiu Karang yang hidup disini.

Kondisi alam dan perairan kedua daerah destinasi wisata tersebut mengakibatkan dua penghargaan Internasional di raih Indonesia sebagaimana kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta Minggu 03 Januari 2016, " Indonesia sekaligus menempatkan dua destinasi yakni Raja Ampat di urutan pertama dan Taman Nasional Pulau Komodo di urutan kedua ".  Sekaligus berhasil mengalahkan destinasi wisata  Kepulauan Galapagos di Equador yang berada di urutan ketiga daari hasil survey tersebut, lanjut ujar beliau.

Survey ini diselenggarak Cable News Network (CNN) edisi Internasional pada akhir 2015 dengan melibatkan beberapa ahli maritim untuk menyebutkan beberapa tempat favorit terbaik untuk melaakukan Snorkeling, kemudian hasil jawaban mereka dirangkum dalam tulisan berjudul  "  11 of the words best snorkeling destination " atau 11 destinasi snorkeling terbaik dunia.

Rangkuman tersebut menempatkan Kepulauan Raja Ampat berada di urutan pertama dan TN Komodo di NTT diurutan kedua.  Adapun urutan selanjutnya sebagai berikut 3. Kepulauan Galapagos di Equador, 4. Coral Triangles di Asia Pasipik, 5.  Filipina, 6. Silver Bank Republik Dominika, 7. Palau di Micronesia, 8. Greet Barrier Reef di Australia, 9. Pulau Solomon, 10. Isla Holbox di Mexico dan 11. Kealakekua Bay di Big Island Hawai.

Popularitas destinasi wisata Indonesia yang semakin membaik tentunya harus selalu kita tingkatkan agar dapat lebih menarik wisman untuk datang, satu hal positip lainnya dari dunia wisata Indonesia bahwa, "  Branding Wonderful Indonesia yang tadinya tidak ada rankingnya, pada 2015 melesat 100 peringkat menjaadi ranking 47, mengalahkan  branding Amazing Thailand rangking 83 dan Branding Trully Asia Malaysia hanya pada rangking 96  ".
byDanniAsmoro.

                                         Pari Manta menari di gugusan karang Laut,
                                 Snorkeling menikmati karang mencintai dunia laut.

Sabtu, 06 Februari 2016

INDONESIA KEHILANGAN HUTAN 3 KALI LAPANGAN BOLA PER MENIT

15  Februari  2015

 NusanTaRa.Com

Untuk menjadikan Indonesia sebagai paru-paru dunia melalui  kawasan hutan tropis,  yang dianggap masih banyak menyediakan lahan tersebut, sebagai salah satu ekosistem penghasil oksigen dimuka bumi dan filter terhadap pertumbuhan Carbon DiOksida serta emisi lain yang berbahaya bagi kehidupan,  perlu di pertanyakan lagi mengingat pertumbuhan Hutan Indonesia yang mengalami deforestrasi berkurang secara drastis.  Sekitar seluas 4,6 juta hektar atau seluas Provinsi Sumatera Barat setara dengan tujuh kali luas DKI Jakarta Indonesia mengalami kehilangan hutan sejak 2009 - 2013. 

Pertumbuhan luas lahan reboisasi yang dilaksanakan segenap pengusaha dibidang Hak Pengusha Hutan (HPH),   pada areal yang dapat direboisasi HPH sebagai kewajiban perusahaan yang diberi waktu untuk mengeksploitasi hasil hutan atau penebangan selama 20 tahun seluas rata-rata 240.000 pertahun terbilang sejak 2004 - 2013.   Serta kesuksesan program Kementerian Kehutanan LH melalui " Penanaman sejuta Pohon "  sejak tahun 2009 - 2014 yang berhasil mengsukseskan program tersebut dengan purata penanaman setiap tahunnya sekitar 1,9 juta pohon yang diperuntukkan dikawasan perkotaan, taman kota, hutan kota dan hutan kebun rakyat.

Namun kegemilangan tersebut tidaklah dengan mudah dijadikan satu gambaran bahwa pertumbuhan Indonesia Hijau yang baik atau Kerawanan hutan alam Indonesia terhindar, karena gambaran tersebut banyak bersifat analisa angka semata berdasarkan perkiraan program yang banyak mengabaikan realita lapangan yang ditunggangi kepentingan politik.   Seperti pertumbuhan HPH yang stagnan saat ini meski banyak yang beralasan bahwa pertumbuhan ekonomi bidang kehutanan yang melemah dan kurangnya tenaga kerja sebagai faktor utama, tapi apakah demikian ?  Apakah bukan karena semakin sulitnya menemukan lahan penebangan hutan dengan kondisi hutan yang kaya akan produksi kayunya karena semua lahan hutan telah menjadi perkebunan atau yang ada cuma lahan kecil yang tersebar secara parsial yng tentunya secara operasioanl kurang ekonomis.

Realita tersebut tentunya oleh Ketua Perkumpulan FWI, EG Togu Manurung mengungkapkan,  bahwa dalam kurun waktu tersebut mereka mendapatkan  kecepatan hilangnya hutan sangat mengejutkan. " Setiap menit, hutan seluas tiga lapangan bola hilang, ".   Hutan Indonesia yang tersisa kini 82 juta hektar.  Masing-masing 19,4 juta hektar di Papua, 26,6 juta hektar di Kalimantan, 11,4 juta hektar di Sumatera, 8,9 juta hektar di Sulawesi, 4,3 juta hektar di Maluku, serta 1,1 juta hektar di Bali dan Nusa Tenggara.

Gambaran Hutan yang memprihatinkan tersebut terungkap lewat buku " Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009 - 2013 ", karya yang mengejutkan tersebut merupakan buah karya pengamatan satu Lembaga Sosial Masyarakat bidang Kehutanan Forest Watch Indonesia (FWI).

Bila praktik tata kelola lahan hutan tak berubah dan pembukaan hutan terus dibiarkan, jumlah hutan akan terus menyusut. " Kami memprediksi 10 tahun ke depan hutan di Riau akan hilang diikuti dengan Kalimantan Tengah dan Jambi," kata Christian Purba, Direktur FWI.    Togu menerangkan, kondisi perusakan hutan terparah terdapat di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Perkebunan kepala sawit serta sektor tambang berkontribusi besar pada kerusakan tersebut.    Meski demikian, hutan di wilayah lain pun mengalami ancaman. Beberapa hutan di wilayah Papua sudah mengalami kerusakan. "Ini harus dicegah supaya pola yang terjadi di Indonesia barat tidak terjadi lagi di timur. Papua benteng terakhir hutan Indonesia," ungkap Togu.

Keberadaan hutan-hutan di pulau-pulau kecil dan pulau terluar juga harus terus dijaga dari kerusakan sebagaimana kelayakan keberadaan hutan untuk setiap pulau atau kota memenuhi ruang 30 persen dari luas lahan pulau tersebut.  Ketersedian luas hutan di pulau kecil berfungsi penting bagi ekologi dan ekosistem daratan kecil yang terisolasi untuk menjadi bumi yang mampu memberi berbagai makna kehidupan di sanan, seperti berperan mempertahankan ketersediaan air tawar,  benteng dari dampak perubahan iklim dan penyedia biota yang menjadi mata rantai kehidupan di pulau tersebut.  Untuk mempertahankan hutan Indonesia, Christian menuturkan, yang diperlukan adalah perbaikan tata kelola, perbaikan izin kehutanan, dan pengawasan. Selain itu, juga leadership dari pemerintah.

Korupsi Lingkungan merupakan bagian dari masalah kehutanan yaitu suatu pemanfaatan lahan kehutanan yang bukan pada tempatnya dan penetapan lahan tersebut dengan sengaja tidak berdasarkan pertimbangan kehutanan yang layak.  Pihak berwenang menerima uang untuk memudahkan perizinan. Korupsi memicu masalah tumpang tindih perizinan dan pembukaan hutan untuk kepentingan komersial.   Senada dengan Christian, ahli kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Hariardi Kartodihardjo, juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola. Undang-undang serta sejumlah rencana dari moratorium hingga program REDD+ sudah cukup baik. Namun, masalahnya adalah pada tata kelola di lapangan.  Ia menilai, selama ini, karena kemampuan tata kelola pemerintah yang buruk, program seperti moratorium tak berhasil melindungi hutan Indonesia. Data justru menunjukkan, kerusakan terbesar justru terjadi di area yang dilindungi.

Sistem pengawasan pengembangan kehutanan kita selama ini mungkin perlu dikembangkan dan ditingkatkan agar keberadaan hutan tersebut dapat terjaga dan Istilah " Inonesia Paru-Paru Dunia " bukanlah suatu istilah konyol yang berada di daerah tandus,  Pengawasan yang lemah tentunya akan memberikan ruang yang baik buat pengejar ekonomi untuk memasukinya.  Sekarang ini banyak hutan yag berstatus Hutan lindung ternyata jika kita amati telah menjadi kebun rakyat bahkan ada yang mencapai  30 persen luas lahan tersebut.  Disamping itu tentunya kesadaran akan setiap warga terkait dengan Hutan harus terus ditingkatkan dan terlibat langsung dalam menjaga kekayaam bumi kita.

"Luas hutan yang rusak dalam area yang dimoratorium 500.000 hektar per tahun, hutan alam 200.000 hektar, hutan tanaman 400.000 hektar. Dari angka itu saja secara kasar bisa dilihat bahwa kerusakan di wilayah yang dimoratorium justru lebih tinggi," katanya.
byMcDonaldBiung, sumber : EcoYouth



SamanDak anak Gadis Dayak Lundayeh,
Hidup ditengah belantara alami akan mengurangi rasa resah. 


Selasa, 02 Februari 2016

DUA JAM MENIKMATI SKOUW DI PERBATASAN RI - PNG

NusanTaRa.Com



Berada di area Perbatasan Skouw,  berpagar besi setinggi 180 Cm sepanjang 100 m yang membatasi antara wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Wilayah Negara Papua New Guinea (PNG) selama dua jam punya kesan tersendiri,   menyaksikan kesibukan pelintas batas dari kedua Negara yang melewati kantor imigrasi PNG yang menempati satu bangunan permanen disudut kanan area,  seluas 4 x 6 meter dengan dua loket pelayanan masing-masing berisi dua petugas.  Daerah ini bisa dibilang sepi berada di tengah hutan lembah dan pegunungan yang ditumbuhi hutan lebat serta jauh dari pemukiman yang ramai, akan sedikit meriah manakala kesibukan pelintas batas dan deru mobil yang membawa penumpang dari dan ke kawasan tersebut yang berjarak 1 km di pasar Skouw atau 4 km dari Pasar wutung yang lebih ramai.

Kantor imigrasi tersebut saat itu di jaga dua petugas keamanan PNG yang berpakaian biasa membantu petugas mengatur kegiatan dan keamanan.   Durasi perlintasan warga baik dari RI ke PNG maupun sebaliknya dalam sehari dapat mencapai 200 orang dengan berbagai kepentingan seperti kunjungan keluarga, berbelanja untuk keperluan hidup, membawa hasil usaha mereka atau sekedar berjalan-jalan.    Noah seorang pelintas dari PNG berkata bahwa untuk melewati pagar besi tersebut ke PNG dari Indonesia dan sebaliknya seseorang harus menggunakan Pasport dan melewati pemeriksaan petugas perbatasan.


Untuk mencapai Skouw dari Jayapura yang berjarak 40 km selama dua jam sebelumnya kita akan melewati Distrik Wutung, di ujung perjalanan pertama kita akan melewati dua Pos SatPamtas (satuan pengaman perbatasan) yang saat saya lewat di jaga dari satuan Pangdam TanjungPura Kalimantan (aplousan setiap  6 bulan).   Dari Pasar Skouw berjarak 1 km ditapal batas tadi kita melewati 2 pos Satpamtas lagi dan akan memeriksa identitas.

Diantara pelintas batas dari PNG yang sempat saya perhatikan, sebagian besar merupakan suku papua yang berkulit hitam dan rambut keribo umumnya kepasar Wutung, namun diantaranya ada juga yang berkulit sawo matang seperti melayu  mereka berada  disana untuk bekerja dan berniaga.   Pada hari pasar di  Wutung yang berjarak  4 km jumlah pelintas akan semakin banyak bisa mencapai 400 orang untuk berbelanja dan menjual hasil usaha mereka.   Dalam kegiatan ekonomi tersebut masyarakat dikedua Negara masih menggunakan  dua mata uang sebagaimana daerah perbatasan lain di Indonesia,  namun di Skouw  penggunakan mata uang Rupiah lebih dominan mengingat lebih besarnya akses ekonomi yang disumbangkan Indonesia di perbatasan berbanding dari PNG serta lebih dekatnya Kawasan PNG tersebut dari pusat keramaian ke Indonesia berbanding ke PNG.

Selain Imigrasi  dibagian tengah pagar perbatasan terdapat pintu gerbang yang bertuliskan  “ Welcome to Papua New Guinea “ dibagian tengah atas berkibar bendera PNG berwarna merah, hitam dan kuning yang dijaga beberapa petugas kemanan PNG berpakaian biasa.  Dibagian dalam terdapat beberapa  bangunan besar berwarna abu-abu putih sebagai pasilitas  border, Pasar, Rumah petugas dan pos jaga, pintu ini selalu tertutup.   Ketika saya memasuki area ini karena pintu agak terbuka sejauh 12 meter, tiba-tiba petugas PNG datang menghampiri  mengatakan bahwa daerah ini dilarang masuk dalam bahasa Indonesia yang pasih.   Diluar pagar terdapat jalan semen selebar 6 meter sepertinya kawasan netral dan disudut kiri ada menara beton setinggi 30 meter dengan merah putih dipuncaknya.

Keluar dari Kawasan netral menuju area Indonesia melewati sebuah Gapura Indonesia yang masih dalam tahap pengerjaan,  sebuah Pos Jaga RI berwarna Hijau dengan 4 petugas militer Satpamtas dan sebuah area parkir kendaraan dengan 4 Gazebo serta penjual jajanan.     Dari titik ini ke  Post perbatasan Indonesia di Skouw dihubungkan jalan beraspal dua jalur selebar 18 meter sejauh  400 meter dan sebuah Gapura beton putih berdiri ditengah bertuliskan selamat jalan dan selamat datang.

Di Pos Perbatasan Indonesia Skouw terdapat bangunan putih beratap merah terdiri dari beberapa ruang untuk Pos kedatangan dan Pos kepergian,  merupakan kantor imigrasi,   pos Polisi serta sebuah tempat parkir kendaraan dan kantin.   Dari Pos perbatasan Skouw sejauh 0,7 km terdapat pasar perbatasan Skouw yang buka setiap hari dan untuk menuju kesana harus melewati dua Pos SatPamTas.   Jika anda hendak kembali  ke Jayapura berjarak 40 km di depan pasar Skouw selalu tersedia  mobil DAMRI dengan rute  Jayapura – Terminal Mesran – Entroup – Youtabe – Abe – Wutung - Skouw (Perbatasan) dan untuk mobil rental jenis Avansa biaya Rp 500.000 pp.

Menurut Gilbert seorang warga PNG yang sedang berbelanja di pasar Wutung mengatakan, : “ Bahwa daerah pasar Skouw ini sampai di sebelah timur yaitu sungai Tami  masuk tanah adat suku kami yang mendiami PNG, jadi kami bisa menggarap lahan tersebut “.   Sebelum mencapai daerah Skouw pengunjung akan melewati daerah transmigrasi di Youteba, Abe dan Wutung yang warganya baik dari luar daerah maupun Lokal  dengan kegiatan pertanian, kolam perikanan, dan peternakan disepanjang  jalan.
byBakriSupian.


Gilber pemuda papua berambut kribo berkulit hitam,
Pintu Perbatasan menjalin kekeluargaan persahabatan lebih intim.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...