Kamis, 15 Oktober 2015

RIZMAN ADHI NUGRAHA, ASTRONOUT PERTAMA INDONESIA


NusanTaRa.Com



     Kalau tidak ada aral melintang maka khir tahun ini atau selambat-lambatnya awal tahun 2016 Indonesia akan mencatatkan diri sebagai salah satu negara yang memiliki Astronout sekaligus sebagai  astronout pertama Indonesia adalah Rizman Adhi Nugraha bakal menjadi kebanggan Indonesia.    Semoga kegagalan Indonesia  tahun sebelumnya, ketika Dr. Pratiwi Sudarmono akan diberangkatkan ke ruang angkasa  pada tahun 1985 namun pesawat ruang angkasa yang akan  membawanya mengalami kecelakaan atau meledak di angkasa pada misi sebelumnya.



    Astronout atau Antariksawan  sebutan yang diberikan bagi orang-orang yang telah menjalani program manusia keluar Angkasa atau ke benda angkasa di luar Bumi baik sebagai pemimpin,  menerbangkan pesawat dan peserta lain.   Istilah “ Astronout “ lebih ditujukan buat antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat atau negara sahabatnya, Kasmonout yang berasal dari Rusia dan sejak tahun 2003 dikenal Taikonaut untuk antariksawan Tionkok.    Astronout pertama Alan Shepart 05 mei 1961, Kasmonout pertama  Yuri Gagarin 12 April 1961 dan Taikonaut pertama Yang Liwei tahun 2003, sedang wanita pertama terbang keluar angkasa adalah Valentine Tereshkova Juni 1963.



     Menjelang keberangkatan Rizman ia mengatakan, hingga saat ini persiapan  yang ia lakukan tak banyak selain menjaga kesehatan serta mempersiapkan pisik.   Karena perjalanan ke luar angkasa tidak sama dengan perjalanan pesawat dipermukaan Bumi.    Terlebih penerbangan nanti akan menggunakan pesawat khusus.   Selain itu per telepon kepada Babel Pos Rizman membuka pembicaraan  bahwa :  “  Maunya sih selfie dan bikin video di sana  “ selorohnya sambil berkolakar.



     Rizman Adhi Nugraha terpilih menjaadi salah satu dari 24 peserta pada kompetisi AXE Apollo Space Academy di Florida Amerika Serikat.    Kini ia sedang menyelesaikan kursusnya di Florida dan berhak untuk diberangkatkan ke antariksa dengan XCOR Aerospace Lynx sebuah pesawat luar angkasa komersil.   Awal ketertarikan Rizman untk mengikuti program astronout tersebut karena melihat iklan disalah satu televisi swasta, saat itu putra Usmann Idris dan Ramayana hanya terpikir untuk dapat bertemu dengan artis ayang ad di iklan.



     Rizman kelahiran Tanjungpandang 02 April 1989, kemudian besar di Belitung serta menuntaskan pendidikan dasar di SD 45 Tanjungpandang, SMPN 1 Tanjungpandang kemudian SMA Negeri 1 Tanjungpandang tahun 2006 dan melanjutkan ke Universitas Bina Nusantara Jakarta prograam IT,  saat ini sedang bekerja di perusahaan IT.   Ia mengatakan bahwa ketika para juri salah satunya astronout legendaris Amerika Buzz Aldrin, mengumumkan kemenangannya di Kennedy Space Center Florida, ia sama sekali tak percaya bahwa ia terpilih  saat itu, “ Ngak nyangka mas “ kata singkat.



     Tes seleksi Astronout tersebut meliputi Fisik, Psikologi, Bahasa Inggeris dan beberapa kegiatan menguji keberanian, hasilnya ia terpilih dengan dua finalis asal Indonesia lainnya Abraham Vigrana mahasiswa asal Bandung dan Muhammad Sidharta Krisna dokter asal Jogjakarta.    Kemudian dikutkan pada kompetisi tingkat Internasional yang dilaksanakan di Orlando Florida, Amerika.   “  Situasi kompetisi sangat terasa  dengan peserta lain yang memiliki berbagai kelebihan, tapi tetap positip Thingking karena saya yakin tidak akan kalah dari peserta berbagai negara tersebut  “ ujar Rizman.



     Calon astronout ini juga merasakan sensasi gravitasi nol ketika diangkut dalam pesawat Boeing  727 yang melakukan gerakan parabola dan mengikuti simulasi gaya gravitasi ekstrim dalam  G Force Training.   “  Ketika mengikuti prograam Air Combat Mission, saya menjadi co-pilot pesawat tempur dengan gerakan akrobatik di udara, anehnya saya sama sekali tidak merasa takut malah tertawa karena senang seperti naik  Jet Coaster saja,  malah di pesawat saya foto-foto “ kenang Rizman yang sempat membuat seorang juri heran ketika melihat ekspresi wajahnya  sangat ceria ketika turun dari pesawat.



     Sambil menunggu keberangkatannya ke luar angkasa akhir tahun 2015, Rizman yang bercita-cita menjadi pengusaha ini belum tahu misi special apa yang akan dibawakannya keluar angkasa.   “  Saya ingin mengharumkan nama bangsa Indonesia  daan membanggakan orng tua, serta tanah kelahiran saya Belitung “  ujar Rizman dan ia berusaha dapat mendokumentasikan semua kegiatannya untuk dibagi-bagikan pada masyarakat Indonesia.



     Indonesia tahun 1985 pernah memiliki Astronout pertama hingga tingkat Asia lho, mau tahu siapa dia ?  Tak  disangka astronout tersebut seorang perempuan Prof Dr. Pratiwi Sudarmono kelahiran Bandung  31 Juli 1952 dengan rencana pemberangkatan misinya Oktober tahun 1985 sebagai spesialis muatan dalam misi Wahana Antariksa NASA STS-616-H.  Sayang sekali misi tesebut hanyalah sebuah mimpi manakala pesawat yang akan digunakan Challenger meledak pada misi sebelumnya.








     Kegagalan Prof. Dr. Pratiwi Sudarmono menjadi astronout pertama Indonesia  dan sebagai astronout ilmuwan pertama Asia menjadikan Mamoru Mohri menggantikannya sebagai astronout wanita Asia pertama yang berhasil menjalankan misinya.



     Kegagalan  Dr. Pratiwi tersebut juga bermakna sebagai kegagalan Indonesia mencatatkan diri sebagai astronout pertama di Asia Tenggara yang  kemudian menempatkan  Astronout Malaysia Sheikh Muszhaphar Shukor al Masrie sebagai astronout Asia tenggara pertama setelah sukses melakoni misi ruang angkasa bersama program Rusia ke Stasiun Angkasa Internasional (ISS) pada 10 oktober 2007.






     Selain Rizman, Tahun 2015 ini ada dua calon Astronout wanita Asia yang akan menunggu giliran untuk diterbangkan keluaar angkasa setelah lolos mengikuti tes, mereka adalah Pirada Techavijit seorang PNS Thailland yang akan diterbangkan keruang angkasa selama 6 menit dan Vinay Singh seorang Astronout wanita asal  India.



     Rizman satu harapan bangsa untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia Antariksawan untuk mengangkat harkat bangsa dan mendorong pertumbuhan tehnologi angkasa tanah air,  terlebih beliau telah mendaapatkan restu dari sang istri Natasha yang telah memberikannya seorang putri Qisya Qanita.





“  Saya ingin mengharumkan nama bangsa Indonesia dan membanggakan orang tua, serta tanah kelahiran saya Belitung  “, Ujar Rizman 
ByMcDonalDBiunG.





Tinggi gunung seribu janji,

Meski bintang tak terjamah tapi bulan bukanlah mimpi.



Rabu, 14 Oktober 2015

BELA NEGARA PROGRAM REVOLUSI MENTAL MEWUJUDKAN INDONESIA KUAT


NusanTaRa.Com

Bela Negara yang diikuti guru-guru Al-Azhar Syifa Budi

Wacana pemerintah yang akan menggulirkan program Bela Negara dengan target 100 juta orng kaader Bela Negara dalam sepuluh tahun yang akan dilaksanakan Kementrian Pertahanan dan Keamanan melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kemenhan dengan pembentukan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara.  Bahkan pelaksanaan atau penerimaan pesertanya akan dimulai pada 19 oktober 2015 ini.

Sontak program ini menarik perhatian publik mulai dari kalangan awam hingga ke kalangan elit baik politisi maupun pemerintahan dengan berbagai tanggapan yang bernada miris hingga berargumen setuju akan program tersebut.   Hal ini dapat di maklumi, mengingat sebutan program tersebut terkesan hampir berbau militer seakan mengingatkan zaman dimasa kejayaan milliter dimana militer/ABRI dapat berperan disemua sektor dengan kebijakan Dwi Fungsi ABRI nya.   Program ini bagi kalangan tertentu akan meliriknya sebagai suatu program yang bertentangan dengan napas perjuangan Semangat Reformasi yang digaungkan sejak 1998 dimana rakyat menghendaki bahwa asas Demokrasi dengan suara rakyat dikedepankan dan peran sipil sebagai pelaksana pembangunan lebih berfungsi.

Menurut anggota DPR TB Hasanuddin dari PDIP, " Program ini sulit kita laksanakan karena sampai sekarang kita belum memiliki UU Bela Negara, selanjutnya peraturan-peraturan pendukungnya, seperti Perpres atau Keppres juga belum jelas ".   Sebagian masyarakat awam melihat program ini sebagai kegiatan kemiliteran atau pendidikan menjadi kombatan selama dua tahun di barak militer, padahal Bela Negara adalah bagaimana menumbuhkan kecintaan kepada NKRI, Rasa Nasionalisme, Semangat Berbangsa dan Bernegara.   JK wakil presiden Indonesia meski beliau belum melihat konsep dasarnya, beranggapan bahwa Bela Negara lebih pada pengisian Jiwa ke Indonesian serta Wajib Militer resmi pada aktipitas kemiliteran.

Laksamana Pertama TNI M Faisal selaku Direktur Bela Negara Kementerian Petahanan mengatakan, Bela Negara bukanlah kegiatan kemiliteran melainkan untuk menumbuhkan kecintaan kepada NKRI yang dilaksanakan secara nasional.  Pemerintah menilai Bela Negara ini sebagai dukungan atas program Revolusi Mental Pemerintah Kabinet Kerja Jokowi-JK yang di implentasikan oleh Kemenhamkam.   "  Pengertian Bela Negara bukan pada memegang senjata, tapi lebih pada bagaimana membangun jiwa, sehingga punya rasa memiliki negara, disiplin, dan tanggung jawab terhadap negara itu, yang sebaiknya dari awal telah diberikan kepada anak-anak itu ", kata Moeldoko.

Program ini merupakan nawacita dari program Revolusi Mental dari sikap, pola pikir dan Jiwa telah jauh dari kepribadian bangsa untuk kembali ke kepribadian Indonesia yang lebih positip dan peduli pada bangsa dan menghindari segala sesuatu yang membawa kerusakan.    Menurut Jokowi Revolusi Mental berarti warga Indonesia harus mengenal karakter orisinil bangsa.    Indonesia merupakan bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, Ramah dan Gotong Royong.   Dia mengatakan, karakter tersebut merupakan modal yang seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera.   " Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembalii kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan Cinta tanah air, semangat bela negara dan budipekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia ".  Mungkin inilah yang melandasi konsep Bela Negara tersebut.  

Rencana Bela Negara Indonesia akan dimulai bulan ini dengan target membentuk 4.500 kkader Pembina Bela Negara di 45 kabupaten/kota seluruh Indonesia.   Pembentukan kader pembina ini akan dibuka secara serentak Senin, 19 oktober 2015, dan berkelanjutan hingga 2025.  Ditargetkan 100 juta rakyat yang wajib ikut dalam program ini dalam kurun waktu 10 tahun.

Pesertanya akan diikuti dari Warga negara Indonesia yang berusia di bawah 50 tahun dari berbagai profesi, pria-wanita selama satu bulan, program ini juga akan meliputi pendidikan TK hingga Perguruan Tinggi (PT) dengan prrogram tersendiri yang disesuaikan.    Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, nantinya pemerintah akan mewajibkan seluruh warga untuk mengikuti Bela Negara.    "  Kalau tak suka Bela Negara di sini, tidak Cinta tanah Air  ya angkat kaki saja dari sini, Kita bangkit dan hancur harus bersama ".

" Ini sebagian dari Revolusi Mental.   Orang salahnya, menganggap Bela Negara itu dianggap kegiatan seperti Militer.   Pada Hal bela negara adalah bagaimana menumbuhkan kecintaan kepada NKRI, semangat berbangsa dan Cinta tanah air, materi bela negara meliputi pemahaman empat pilar negara, sistem pertahan semesta, dan pengenalan alutista,  Ditambah lima nilai cinta tanah air, sadar bangsa, rela berkorban dan Pancasila sebagai dasar negara, semua ini diharapkan akan menjadi landasan moral, berpikir, sikap bangsa Indonesia untuk menjadi manusia pembanguna yang positip secara halostik.

Bela Negara tentunya sangat beda denga Wajib Militer atau disebut Wamil yang merupakan suatu kewajiban bagi seseorang waarga negara berusia muda terutamma pria, biasanya antara 18-27 tahun untuk menyandangsenjata dan menjadi anggota tentara serta mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan orang itu sendiri dalam turut menjaga keamanan dan ketahanan negara.    UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1.  Bunyinya  " Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan Negara.   Ayat 5 pasal 30 tersebut juga meenjelaskan syarat-syarat keikut sertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan kemaanan  yang diatur dengann undang-undang."   Undang-undang Nomor 3 Tahun 2001 tentang Pertahanan Negara,  Pasal 9 Ayat 3 disebutkan, "  Ketentuan mengenai  pendidikan kewarganegaraan, Pelatihan dasar kemilitern secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi diatur dengan UU ".  

Hal ini sesuai dengan undang-undang negara tetapi tentunya keberadan wajib militer sangat terkait dengan kondisi keamanan Negara RI yang menganut Hankanrata yaitu Pertahanan keamanan rakyat semesta, seluruh rakyaat Indonesia bersama-sama ABRI wajib membela dari ancaman keamana baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri.   Dalam keadaan aman kebijkan ini tentunya akan banyak mengalami penolakan seperti yang juga terjadi di luar negeri. 

Beberap negara lain juga melaksanakan program Bela Negara meski dengan sedikit perbedaan konsep dan nama seperti Malaysia dengan sebutan National Service, Singapore telah menerapkan sejak tahun 1976 dan Amerika Serikat,  yang pada dasarnya meningkatkan kesadaran dalam bernegara dan turut serta bersama pemerintah menjaga keamanan melalui kemampuan sikap, wawasan dan moral yang dimiliki setiap warga bangsa.
byBakriSupian






Rakyat dan ABRI saling membahu,
 Bela Negara semangat yang melatari kemerdekaan RI.

Minggu, 11 Oktober 2015

AYAHKU SEORANG PENEBUS BLOKADE PERAIRAN MALAYSIA


(Kisah ini merupakan kumpulan Tajuk  " Anak-anak PerBatasan " khususnya di kawasan Nunukan yang berbatasan dengan Sabah Malaysia tahun 1964-1968 yang saat itu bersitegang dalam konfrontasi Dwi Kora.  Tulisan ini buat Ultah Kab. Nunukan yang ke 16, pada 12 September 2015)



NusanTaRa.Com


Perseteruan Indonesia dan Malaysia tahun 1962 – 1968 yangg lebih dikenal dengan Dwikora atau konfrontasi,  berakibat terjadinya ketegangan politik dan militer yang tentunya sangat terasa bagi masyarakat yang berada diperbatasan kedua negara tersebut.   Sebagaimana  dengan desa tempat saya menetap di kala masa kecilku tahun 1966 yaitu di Pulau Nunukan Prov. Kalimantan Utara (Timur dulu) yang berbatasan dengan Sabah Malaysia yaitu kota Tawau dan Walacebay.

Dinamika yang tampak di daerah Perbatasan dengan ketegangan militer tentunya akan dihiasa dengan berbagai aktipitas militer atau pertahanan dan keamanan seperti aktifitas kesiagaan tentara dan masyarakat dalam  pertempuran, perlindungan,  patroli dan pengintaian.  Gejolak lain yang juga terasa di perbatasan Nunukan saat itu selain keamanan yang  selalu terancam,  masyarakat perbatasan didesa kami juga saat itu mengalami kekurangan bahan pangan khususnya beras yang sebagian besar masih didatangkan dari Jawa.   Gejolak ini seiring dengan keadaan politik di Pusat  Jakarta yang mengalami krisis pergerakan politik partai PKI  yang gagal ingin menguasai Indonesia serta konplik Trikora perebutan kembali Irian Jaya dari Kolonialis Belanda yang berdampak pada krisis ekonomi serta  pangan nasional berupa kurangnya produksi pangan dan harga pangan yang tinggi, sehingga lahir Tritura yang diserukan kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan diikuti kesatuan ormas lain,  yang memuat 1. Bubarkan PKI  2. Bersihkan kabinet dari antek PKI dan  3. Turunkan harga Sembako.

Gejolak pangan/sembako nasional tersebut ternyata merembes juga kedaerah terpencil dan perbatasan tempat saya tinggal, sehingga terlihat banyak masyarakat hanya memakan Jagung dan Ubi sebagai menu keseharian yang tentunya akan menjadi  kegelisahan masyarakat.   Sehingga tak heran bila Pak camat Nunukan yang saat itu dijabat Datuk Langkat,  hampir setiap hari ada saja masyarakat yang mengeluhkan keadaan ini pada beliau serta kepada komandan satuan TNI atau KKO yang banyak  bermarkas disana  dalam menjaga keamanan dan konplik perbatasan tersebut.

Untuk mengatasinya suatu saat ayahku dan beberapa masyarakat diajak berembuk mengatasi  kemelut pangan tersebut bersama Datu Langkat dan para komandan KKO.   Menurut Lamuka tokoh masyarakat dan anggota Sukarelawan bahwa : “  untuk memenuhi kebutuhan beras salah satu jalan adalah kita mendatangkannya dari Kota Tawau yang sedang konplik dengan kita “.   Maka diputuskanlah untuk mendatangkan beras dari Tawau dengan cara penyeludupan atau menerobos blokade laut dan ditetapkan peserta yang akan berangkat diantaranya Pak Barkat  penduduk asli suku tidung yang juga mempunyai banyak kekerabatan di sebelah,  La Muka seorang Sukarelawan sekaligus sebagai ketua,  LaOlo seorang Penambang (mengantarkan orang dengan perahu) ke Tawau dan Ayahku yang pernah bekerja di Tawau sebelum konfrontasi tersebut meletus, dengan menggunakan perahu kayu sepanjang 12 meter.

Setelah mahgrib aku dan ibuku menuju ke pantai yang berbakau terletak didepan Pos Intai KKO (sekarang=Pasar Tanah Merah) saat itu usiaku sekitar 5 tahun, aku melihat ayahku dan ketiga temannya sedang mempersiapkan pelayaran mereka menuju Tawau dengann perahunya.   Disaksikan  Bapak Camat dan para Komando KKO yang akan melepaskan keberangatan tersebut,  setelah semua peserta naik perahu aku melihat Bapak Camat mengucapkan kata-kata :  “  Hati-hati semua semoga selamat “, tak lama perahupun meluncur meninggalkan pantai dan tak lama hilang ditelan  pekatnya kegelapan malam serta deru ombak ditengah laut dan kamipun satu persatu meninggalkan tempat pemberangkatan menuju rumah masing-masing.

Selang  tujuh hari kemudian, disubuh hari saat aku masih enak tertidur  ibuku mendengar ketokan pintu dan iapun bergegas pergi membuka pintu tersebut, setelah dibuka ayahku masuk dengan memikul sekarung beras dengan kegembiraan ibuku memanggilku dan berkata :  “ Bapakmu datang cepat kesini “ mendengar tersebut aku dan adikku tersentak bangun dan datang memeluk ayahku yang baru tiba dan masih terlihat letih karena seharian harus berdayung selama kurang lebih 8-10 jam.

Menurut kisah ayahku, Pemberangkatan malam hari tersebut membuat mereka tidak terlihat oleh sebuah kapal patroli kecil Malaysia yang sering kami sebut Pos Apung yang selalu berlabuh didepan Nunukan yaitu Pos Kayu Mati,  kemudian perahu mereka mengambil jalur muara selat yang kecil sekitar 1,5 mil dari Pos Apung tersebut.  Perjalanan selanjutnya dari muara selat menuju Walacebay kota kecil Malaysia yang berada di P Sebatik yang ditempuh sekitar 5 jam setiba di sana mereka menginap salah satu rumah keluarga Pak Barkat yang banyak menetap disana.

Pagi hari sekitar jam 08.30 pagi keempat penebus blokade Malaysia tersebut turun keperahu untuk melanjutkan perjalanan menuju Tawau yang telah setengah perjalanan mereka lewati,  Sejam setelah meninggalkan pantai tadi mereka harus melalui penjagaan Pos Apung yang berlabuh tak jauh dari pantai,   mereka ditanya oleh seorang polisi Melayu sambil menelunjuk ke Pak Barkat :  “ Mau Kemana kamu ? “, Pak Barkat menjawab : “ Kami warga Walacebay mau ke Tawau membeli kebutuhan sehari-hari, mohon izin tuan ? “.   Perjalanan kali ini cukup berat karena perairan yang akan dilalui merupakan selat yang agak luas dengan arus yang besar  sehingga untuk sampai Di Tawau dibutuhkan waktu sekitar 8 jam.   Sesampai di Tawau mereka  masih harus melewati Pemeriksaan dari Pos Apung Malaysia, dengan alasan sebagai warga Walacebay ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka agar diizinkan mendarat, dan mereka pun mendarat di Pasar Ikan (sekarang menjadi Kawasan Sabindo).

Setiba di Tawau Pak LaMuka ketua rombangan  berkata  :  “ Kita harus menginap disini tiga hari sambil mencari keperluan, kita akan istirahat untuk memulihkan tenaga “.  Setelah perahu ditambatkan pas di belakang pasar ikan yang berada di pinggir laut dekat pusat perbelanjaan, mereka semua istrahat di warung Kopi milik Cina yang berada di salah satu blok perbelanjaan menikmati seduhan kopi dan makan dengan lahapnya, melepas kebosanan setelah dua hari lelah dengan mendayung seharian.   Selama di Tawau ayahku mengajak mereka menginap  dirumah rekannya yang ia kenal  saat ia masih bekerja disini dulu yaitu di kampung  “ Esbok ujung “ dan menjadi penunjuk jalan dalam mencari keperluan di Bandar Tanjung  (pusat keramaian/kota).

“ Pak semua barang Beras, Gula dan barang lainnya sudah siap diatas perahu “, ujar Pak LaOlo menjatuhkan karung beras terakhir  diatas perahu,  perahupun meluncur kelaut yang tentunya akan melalui Pos Apung yang selalu mangkal tidak jauh dari situ.  “ Hati-hati semoga selamat sampai ke Waylesbay  “ kata polisi melayu yang menyandang senjata di Kapal kecil itu, kemudian dijawab pak LaMuka terimakasih mister, dan perahupun malaju membelah selat dengan harapan segenap awak perahu yang masing-masing memegang dayung untuk segera tiba di Nunukan namun sebelumnya harus singgah bermalam dulu di Walacebay.
byBakriSupian


Naik sampan sendiri di Hutan Bakau,
Dengan hati yang baik kita dapat menghindari hidup galau.  

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...