Minggu, 15 Maret 2015

PERAYAAN NAIK DANGO SEBAGAI HARI GAWAI DAYAK


NusanTaRa.Com.

Hari Gawai merupakan satu prosesi adat masyarakat Dayak Kalimantan yang dipersembahkan pada penguasa alam dan arwah leluhur sebagai rasa syukur atas apa yang mereka peroleh atau kebaikan yang telah melimpahi kehidupan mereka atau satu permohonan masyarakt pada penguasa alam untuk memperoleh keberhasil atau hasil yang baik atas usaha mereka.  Pesta ini tentunya mempunyai keragaman yang banyak tergantung daerah dan jenis Gawai yang mereka laksanakan seperti Naik Dango untuk perayaan Panen Padi.   Saat ini Pelaksanaan Gawai telah dikemas dengan berbagai aktipitas yang dapat menyemarakkan perayaan dan mempersatukan kehidupan masyarakat dayak. 

Pesta Gawai saat ini dikemas dalam satu bentuk yang sangat  menarik selain dengan acara ritual pormal terkait dengan acara tersebut,  juga diisi dengan perbagai kegiatan yang dapat meningkatkan persatuan masyarakat, pentas kesenian, perlombaan dan sebagainya bahkan kegiatan ini menjadi satu paket Wisata daerah sehingga dalam pelaksanaan ini banyak atribut dan umbul-umbul yang menghiasi daerah peryaan dengan berbagai kalimat sambutan seperti dibawah ini.

“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata”
Kalimat tersebut bermakna, “Adil dan toleran terhadap sesama, bercermin ke surge dan setiap tarikan napas harus patuh terhadap Tuhan. Setiap ada yang mengucapkan salam tersebut, orang harus menjawab, arus, arus, arus yang berarti mengiyakan dan mengharapkan salam itu akan terpenuhi dalam kehidupan semua orang."

Salam tersebut kerap dijumpai dalam setiap upacara adat Naik Dango yang merupakan sebuah upacara Gawai untuk menghaturkan rasa syukur terhadap Nek Jubata atau Sang Pencipta atas berkah yang diberikannya berupa hasil panen (padi) yang berlimpah. Tidak hanya itu, upacara yang biasa dilakukan oleh masyarakat adat Dayak Kanayatn yang mendiami Kabupaten Landak, Kabupaten Pontianak, hingga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat tersebut diselengarakan secara rutin setiap tahun.

Upacara Naik Dango memiliki empat kegiatan utama.
Yang pertama berjuluk Batutuk atau kegiatan menumbuk padi dalam lesung untuk mendapatkan beras, tepung beras (sunguh) atau beras ketan (poe’) untuk persiapan ritual makan bersama atau sesaji.
Kemudian disusul dengan acara Matik alias mengucapkan doa untuk menyampaikan maksud dan niatan kepada Nek Jubata agar member restu pada pelaksanaan upacara Naik Dango. Di sini disajikan juga perangkat adat berupa Tumpi Sunguh (cucur putih), Solekng Poe” (ruas bambu berisikan ketan masak), hingga Sirih Masak (daun sirih, pinang siap kunyah dan gulungan rokok daun nipah). 

Perhelatan Naik Dango memiliki inti upacara berupa Nyangahathn alias melantunkan doa dan mantra-mantra oleh Panyangahatn (imam adat) untuk memanggil semangat padi, mengucapkan syukur kepada Tuhan atas anugerah yang diberikannya berupa panen padi sampai memohon ampun kepada Nek Jubata atas dosa dan kesalahan dan meminta agar diberikan kesejahteraan pada tahun yang akan datang.

Selanjutnya para peserta upacara akan saling mengunjungi rumah kerabat dan tetangga dan disajikan kudapan atau penganan berupa poe atau salikat (lemang atau pulut yang terbuat dari beras ketan yang ditanak di dalam batang bambu), tumpi cucur (campuran tepung terigu dan tepung beras yang diaduk dengan gula merah dan digoreng), Bontonkng (berbahan baku beras sunguh/beras lading-Bontonkng Sumuh dan yang berbahan dasar beras pulut ladang alias Bontonkng Poe’). 

Naik Dango sendiri bermula dari mitos asal mula padi mashyur di antara orang Dayak Kalimantan Barat lewat kisah Ne Baruankng Kulup. Cerita tersebut diawali dengan asal mula padi milik Jubata di Gunung Bawang yang dicuri oleh burung pipit. Padi tersebut kemudian jatuh ke tangan Ne Jaek yang sedang mengayau alias memenggal. Akibat hanya membawa setangkai padi dan bukan kepala, maka Ne Jaek pun menuai ejekan.

Keteguhan Ne Jaek yang ingin membudidayakan padi tersebut menyebabkan pertentangan di sukunya yang berimbas pada diusirnya Nenek Jaek dari kampungnya. Dalam pengembaraannya, dia bertemu dengan Jubata dan lalu menikah. Perkawinan tersebut menghasilkan Ne Baruankng Kulup yang akhirnya membawa padi kepada “Talino” (manusia) akibat senang turun ke dunia untuk bermain Gasing. Hal tersebut membuat Ne Baruankng Kulup diusir dari Gunung Bawang dan kemudian menikah dengan manusia. Dial ah yang mengenalkan padi (beras) untuk menjadi makanan utama manusia menggantikan Kulat (jamur).

Pada hakekatnya, upacara Naik Dango memiliki tiga aspek. Aspek tersebut antara lain aspek kehidupan masyarakat agraris di mana masyarakat Dayak mengungkapkan tradisi bercocok tanam dengan padi sebagai panen utamanya. Aspek kedua adalah aspek kehidupan religious. Lewat Naik Dango, masyarakat Dayak mengekspresikan rasa syukur, terima kasih dan hormat kepada Tuhan atas panen yang mereka peroleh. Aspek yang terakhir adalah aspek kekeluargaan, solidaritas dan persatuan.

Penyelenggaraan Naik Dango secara serentak dalam wilayah kesatuan hukum adat (binua) merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar keluarga khususnya dan masyarakat Dayak umumnya.

Pesta Gawai yang umumnya diselengarakan masyarakat suku dayak Kalimantan beragam jenisnya tergantung suku dayak dan kediamannya,  seperti Pesta gawai di Pontianak yang dilaksanakan setiap 20 mei itu, pada dasarnya upcara ritual yang meliputi,   Upacara dimulai dengan upacara adat bapipis, prosesi ini seperti sebuah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu upacara dipantak atau panyugu, di saat inilah para pemimpin upacara adat akan memanjatkan doa kepada Tuhan dan para leluhur supaya segala acara berjalan dengan lancar. Yang ketiga adalah upacara adat nyahaten masak yang merupakan acara memasak ayam yang akan dimasak ramai-ramai dan dinikmati beramai-ramai, bagian ini seperti puncak pada upacara Ngampar Bide.  Dan masih banyak jenis lainnya.

byIanApokayan(FB)






Pesta Gawai dirayakan masyarakat pedalaman,
Agar Arwah leluhur selalu melimpahkan rahmat dan keselamatan.


Selasa, 10 Maret 2015

DUILAT LEBIH MATRE KATENYE PEREMPUAN INDONESIA


Aktris esek-esek tajir © Aktris esek-esek tajir Aktris esek-esek tajir 

NusanTaRa.Com.
 
Dari hasil riset yang dilakukan perusahan biro jodoh profesional asal Singapura, Lunch Actually, menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia pantas bila disebut matre atau matrealistis.      Alasannya, ketika riset itu dilakukan, perempuan di Indonesia cenderung menilai sosok pria dari sisi materi. Mereka menyebut kalau kebanyakan perempuan Indonesia memiliki pria dengan karir gemilang dan penghasilan yang mapan. Hasil ini sangatlah berbeda dari perempuan di negara lain yang tertarik kepada pria yang memiliki kepercayaan diri tinggi.

Lunch Actually melakukan penelitian terhadap 1.658 responden dengan komposisi 49,01 persen adalah perempuan dan 50,99 persen adalah pria dari empat negara; Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Indonesia. Di mana 74,08 persen pendidikan para responden adalah sarjana ke atas. 

“Riset kami menemukan tiga alasan besar apa yang menjadi daya tarik dari seorang pria atau wanita. Pria akan tertarik pada wanita karena faktor kecantikan sebesar 44,7 %, daya tarik fisik sebesar 36,2 % serta humoris atau baik sebanyak 31,9 %. Tidak ada perbedaan signifikan antara pria di Singapura, Hong Kong dan Malaysia. Sementara wanita Indonesia tertarik pada pria yang memiliki karir dan penghasilan yang mapan di banding wanita di negara lain yang memilih pria karena rasa percaya dirinya,” kata Violet Lim, CEO Lunch Actually seperti dikutip dari keterangan pers yang diterimaHealth-Liputan6.com pada Senin (23/2/2015)

Violet melanjutkan, para responden itu snagat yakin bahwa setiap orang memiliki pasangan hidupnya masing-masing. Sayang, mereka masih meragukan apakah mereka itu masih bisa menemukan jodohnya atau tidak.
Dilihat dari presenstasenya, perempuan lebih banyak memiliki keraguan (43,90 persen) dibandingkan pria (39,72 persen). Kondisi ini disebabkan karena secara psikologis, perempuan yang ragu tersebut beranggapan bahwa mereka tidak seagresif perempuan lain dalam mengejar jodoh.
"Di samping itu pula, keraguan timbul karena memiliki standart yang tinggi dalam memilih calon suami, dan tidak ada pria yang memenuhi standart itu," kata dia menekankan
byLiputan6.23/2/2015








 Hidup Indah karena ada hati yang baik,
Hati yang baik akan membuat hubungan dengan sesama menjadi asik
 

Sabtu, 07 Maret 2015

ANEH JUGA AUSTRALIA NEGARA HUKUM MENAWARKAN PERTUKARAN TAHANAN


NusanTaRa.Com.

Pemerintah Australia jelang eksekusi mati duo bali nine,  terus melakukan manuver demi menyelamatkan nyawa dari Myuran Sukumaran dan Andrew Chan sehingga terkesan tidak mengerti akan kebijakan negara tetangganya sendiri. Usaha yang diupayakan Australia melalui Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop sangat  terkesan sebagai suatu langkah ekstrem yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Bishop menawarkan pertukaran tahanan dengan Pemerintah Indonesia.

Satu sikap yang lucu dari sebuah negara maju bahkan dianggap sebagai salah satu negara pilar hukum dunia, mengambil sikap yang tidak sesuai dengan kaedah hukum di Indonesia dan mungkin krama hukum di dunia demi suatu keegoan kuasa dengan lebih mengedepankan tindakan politik, sehingga nilai hukum menjadi lebih rendah, setidaknya demikianlah satu kebijakan yang diambil Pemerintah Australia melalui Kemenlu Australia dalam membebaskan warga negaranya yang terkait narkoba dalam kasus Bali Nine.

Kebijakan Australia dalam membebaskan dua warga negaranya yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran  dari hukuman eksekusi mati tersebut adalah dengan menawarkan pertukaran tahanan, yaitu pemerintah Indonesia membebaskan terpidana mati warga Australia dan Australia akan membebaskan terpidana Narkoba Indonesia yang saat ini ada di tahanan Australia saat ini.  

Australia merupakan salah satu negara yang tidak menerapkan hukuman mati dan sangat menentang kebijakan hukum  tersebut, Sehingga pemerintah Australia di bawah perdana menteri Tony Abbott sangat serius membela warganya tersebut untuk terbebas dari hukuman tersebut dan sebelumnya dalam rangka mendapat simpati dari RI pemerintah Australia melalui kementerian Luar Negerinya secara tidak etis harus mengungkit bantuan kemanusian mereka terhadap tragedi Tsunami agar dapat membebaskan kedua warganya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Melalui Juru Bicaranya  Arrmanatha Nasir menanggapi tawaran tersebut di kantor Kemlu Jakarta, Kamis 5/3/2015 menyatakan, pertukaran tahanan tak ada dalam UU resmi Indonesia.   "Indonesia tidak punya hukum atau instrumen hukum mengenai pelaksaan pertukaran tahanan," tandas beliau.

Julie Bishop di Canberra mengatakan bahwa, "Apa yang kita ingin lakukan adalah memiliki kesempatan untuk berbicara tentang pilihan yang mungkin tersedia pada ranah pertukaran tahanan,"  Pada pagi ini Bishop memberikan penawaran pertukaran tahanan dalam upaya terakhir menyelamatkan duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dan hal tersebut telah beliau ungkapkan pada rekannya Menlu RI Retno Marsudi pada selasa malam 3 maret 2015 melalui sambungan telepon meski beliau enggan mengungkapkan secara deteil pembicaraan mereka.

Juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir
Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir
Hikmahanto Juwana Guru besar hukum internasional dari UI  melihat tawaran pemerintah Australia untuk menukar terpidana mati duo Bali Nine dengan WNI yang ditahan di Negeri Kanguru itu sebagai sesuatu yang janggal  dan beranggapan bahwa  tawaran Australia itu cenderung membodohi pemerintah Indonesia karena Pertama : " Pertukaran tahanan atau tawanan (exchange of prisoners) hanya dikenal ketika dua negara berperang dan masing-masing menawan tentara yang tertangkap," Kedua : "  Kalaupun  yang dimaksud  Menlu Australia  Julia Bishop adalah pemindahan terpidana (transfer of sentenced person) maka antara Indonesia dengan Australia belum ada perjanjian pemindahan terpidana,"  Ketiga : " Kalaupun ada perjanjian pemindahan terpidana maka ini tidak berlaku bagi terpidana mati,", dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Julie  Bishop mengatakan "Benar-benar tidak ada rincian dibahas tapi kami mencari kesempatan untuk menjelajahi setiap pilihan yang mungkin tersedia, setiap jalan yang mungkin tersedia untuk menyelamatkan nyawa kedua orang ini,".

Di penjara Australia saat ini ada 3 WNI menjadi tahanan yang terkait kasus narkoba. Ketiganya adalah Kristito Mandagi, Saud Siregar, dan Ismunandar. Mereka kedapatan membawa 390 kilogram narkoba di dekat Port Macquarie Australia.suatu jumlah yang sangat besar jumlahnya bahkan 47 kali lebih besar dari  Chan dan Sukumaran.  Ketiganya ditangkap pada 1998 dalam sebuah operasi besar yang melibatkan 76 federal, NSW, Bea Cukai, helikopter Polair, dua kapal polisi, kapal fregat, angkatan laut HMAS Bendigo, dan dua kapal Bea Cukai. 

Dalam kasus ini Lembaga pegiat hak asasi manusia Amnesty International mengatakan Indonesia seharusnya memilah permohonan grasi terpidana mati berdasarkan kasus per kasus. "Kegagalan Indonesia untuk mempertimbangkan permohonan grasi atas dasar kasus per kasus untuk mereka yang dihukum mati karena kejahatan narkoba, bertentangan dengan Konstitusi Indonesia dan hukum internasional sekaligus memunculkan pertanyaan serius tentang peraturan hukum di Indonesia," tambah Rupert Abbott Directur Riset Amnesty Internasional di Asia Kamis 5/3/2015.
byMcDonaldBiunG.

Kamis, 05 Maret 2015

MENGUNJUNGI CAMP SEJARAH MANUSIA PERAHU DI PULAU GALANG BATAM, KEPRI




NusanTaRa.Com.
Keberadaan “ Manusia Perahu “ sebagai satu potret sejarah kemanusia terbesar di tanah air telah saya ketahui sejak masih SMA yang berada di Pulau Galang Provinsi Kep. Riau.   Atas daya tarik tersebutlah maka ketika saya berkunjung ke Pulau Batam pada 29 Desember 2014 saya menyempatkan diri untuk melihat secara langsung situs sejarah Kemanusia Manusia Perahu di Pulau Galang yang berjarak sekitar 70 km dari bandara Hang Nadiem Kota Batam dengan menggunakan mobil rental.
Memasuki kawasan situs Kemanusian manusia perahu dengan melewati sebuah Gate serta membayar Rp 20.000 per orang, saya disambut monyet  berkeliaran yang  terlihat tidak terlalu kaget dengan keberadaan manusia, suasana Camp bisa dikatakan sangat teduh dengan jalan beraspal semuanya baik dan pohon yang tertata dan terawat disepanjang jalan.  Di Camp pengungsi tersebut terlihat  peninggalan pasca penanganan Manusia Perahu yang berlangsung sejak tahun 1979 hingga  tahun 1996 yang berbaris teratur di sepanjang jalan meski banyak juga bangunan yang terkesan tak dipugar, Seperti Humanity statu, Monumen perahu yang digunakan para pengungsi, Rumah pengungsi yang dibangun UNHCR, Rumah sakit, Kantor UNHCR saat menangani tragedy tersebut, Kuburan yang menampung sekitar 500 orang meninggal selama tragedy tersebut, Gereja baik protestan maupun Katolik, Pagoda, Pusat pendidikan dan gedung remaja dan pembinaan.


Terjadinya pengungsian besar-besaran bangsa Vietnam ke daerah sekitar Laut Cina Selatan hingga ke P Galang Riau bermula sejak meletusnya perang saudara di Vietnam pada 19 April 1975,  perang saudara tersebut terjadi karena adanya  perbedaan ideology antara Republik Vietnam selatan dan Demokratik Vietnam Utara yang dimenangkan Vietnam Utara.    Dampak pergolakan tersebut terjadinya penekanan pihak Vietkong yang membuat ribuan warga Vietnam harus meninggalkan tanah airnya untuk mendapatkan keamanan,   sebagai Negara yang sekawasan maka Negara Asean yang berada di perairan Laut China Selatan  menerima akibat pengungsian  tersebut yang popular dengan istilah “ MANUSIA PERAHU “ seperti Negara Indonesia, Thailand, Malaysia dan Pilippina.


Keberadaan Manusia Perahu mulai terdeteksi ketika ditemukan sebanyak 75 jiwa  di Pulau Natuna tahun 1976 dan beberapa kepulauan di laut Cina Selatan.  Tahun 1977 Indonesia memprakarsai penanganan manusia perahu tersebut dengan melaporkan keadaan tersebut pada UNHACR (United Nations High Commissioner For Refugees) salah satu badan Organisasi yang bernaung di Bawah UNO bidang kemanusian dan pengungsi.  Pertemuan UNHCR di Bangkok 1978 yang menetapkan bahwa semua Manusia perahu tersebut akan ditangani oleh UNHCR, sementara pihak Indonesia membuat keputusan bahwa bersedia menangani kasus pengungsi, Menyediakan lokasi pemukiman, Biaya ditanggung badan dunia dan pengungsian bersifat sementara. 

Museum yang saya kunjungi merupakan eks Kantor pelayanan Administrasi kaum pengungsi yang ditata secara sederha untuk memudahkan pemahaman akan kondisi sejarah tersebut serta dipandu seorang pemandu badan pengelola sejarah tersebut yang disebut “ B3V DAERAH KOMANDO SATUAN PENGAMAN DAN PERAWATAN SINAN P  GALANG “.    Gambaran yang ada menunjukkan bagaimana pedihnya perjalanan Bangsa  Perahu tersebut berjuang menantang maut meninggalkan kampung dari tekanan kaum komunis Vietkong yang sangat kejam hanya dengan menumpang sebuah perahu kecil yang dapat menampung 40 – 100  orang dan terkadang mereka harus terapung di lautan selama dua bulan baru sampai daratan, kondisi tersebut membuat banyak pengungsi harus menghembuskan napas terakhirnya di perahu sebelum mencapai daerah tujuan.

Sejarah Camp kemanusian manusia perahu mencatat selama penampungan sejak tahun 1979 hingga 1996,  banyak diantara mereka yang berhasil di tampung Negara lain seperti Amerika Serikat, Inggeris, Prancis, Jepang, Australia dan Kanada sementara sisanya harus di pulangkan  ke Vietnam.   Menurut petugas waktu pemulangan banyak pengungsi yang merasa keberatan bagi mereka kalaupun tak mendapat suaka dari Negara ketiga  menetap di P Galang lebih baik dari pada pulang mendapatkan tekanan dari pihak Vietkong.  Sehingga tak jarang ditemukan perahu yang akan dipakai pulang di karaman bahkan ada yang sampai bunuh diri, meski akhirnya mereka berhasil dipulangkan.

Camp pengungsian yang disediakan pihak RI menempati areal seluas 80 ha di P Galang dan selama itu juga telah menampung sebanyak 250.000 jiwa manusia Perahu yang menempati barak  kecil dengan kapasitas  8 orang per rumah dan Rumah sakit sebanyak 30 kamar.   Selama dalam penampungan Migran Manusia Perahu tersebut mendapat pembinaan dari para sukarelawan semua itu terabadikan dalam museum tersebut seperti Pendidikan bagi remaja usia pelajar,  Pelatihan keterampilan, Pembinaan keremajaan, pembinaan kerohanian dari jemaat Gereja Katolik, Protestan dan Pagoda dan Kesehatan.

Pajangan yang ada di museum memperlihatkan  bagaimana gambaran perahu yang mereka gunakan, proses pembangunan Kamp. Pengungsi, Gambaran pengungsi dibarak  dan kunjungan pembesar baik dari pihak UNHCR maupun pemerintah seperti Menristek BJ H Bibie, dan aktipitas keseharian lainnya.   Serta sebuah potret  kegiatan reuni mantan pengungsi  P  Galang dari berbagai Negara yang telah sukses di Negara tempatnya menetap pada 24 maret  2005. 

Dalam kunjungan ini saya menyempatkan berpotret di beberapa situs Humanity Statue seperti berlatar Perahu pengungsi, Rumah sakit, kuburan umum yang disebut “ NGHA TRANG “, Pagoda, dan poto-poto pengungsi.   Sejak tahun 1996 penanganan manusia perahu ditutup dan pengelolaannya diserahkan ke pihak Otorita Batam dan resmi dijadikan Kawasan Wisata Camp pengungsi Galang tahun 2000,   keseluruhan kawasan wisata masih baik terutama jalan-jalan masih menghubungkan semua daerah kegiatan pemukiman namun beberapa bangunan tidak direhab bahkan menurut saya ada beberapa bangunan yang telah hilang, sehingga bila ditangani dengan baik maka tak ayal daerah ini dapat menarik wisata sebagai mana daerah tetangganya Singapore.
ByBakriSupian



Manusia perahu terdampar di Pulau Galang,
Camp. Galang bukti  peperangan sumber penderitaan panjang.

Sabtu, 28 Februari 2015

TNI AD, JUARA TEMBAK INTERNASIONAL KALAHKAN USA DAN INGGRIS



NusanTaRa.Com.

Capaian Prestasi TNI AD di lomba tembak internasional benar-benar sangat membanggakan bahkan bisa dibilang lebih sukses dibanding tim olah raga tanah air. Prestasi ini diraih setelah Pasukan petembak Indonesia kembali menjadi juara umum lomba tembak internasional di Brunei. Kali ini mereka nyaris menyabet semua medali di Lomba Tembak BISAM (Brunei International Skill Arms Meet) ke-11 yang digelar tanggal 15 Januari hingga 2 Februari 2015 lalu.

Kejohanan BISAM Lomba tembak Internasional diikuti oleh 16 negara peserta terdiri selain dari Brunei Darussalam sebagai tuan rumah juga di ikuti  tim dari Indonesia, Malaysia, China, Oman, Singapura, Australia, United Kingdom, Vietnam, New Zaeland, United States Of America, Philipina, Laos, Pakistan, Thailand dan Kamboja.

Kontingen TNI yang dipimpin oleh Komandan Kontingen Kolonel Arm Budi Suwanto dengan Ketua Petembak TNI-AD Mayor Inf. Warto, berjumlah 35 orang, meliputi 13 official, 10 atlet petembak senapan, 6 atlet petembak SO/GPMG dan 6 atlet petembak pistol. Dalam turnament ini mereka menggunakan senapan produksi dalam negeri dari PT Pindad

Keberhasilan Tim Petembak TNI-AD di kejuaran ini tak lepas dari seorang Mayor  Inf Warto yang lahir tahun 1962, adalah beliau yang dipercaya menjadi Pemimpin Tim Petembak TNI-AD yang berlaga Lombak Tembak BISAM ke - 11 di Brunei.  Warto seorang militer sederhana berperawakan pendiam tersebut dengan tekun telah berhasil membina para petembak TNI untuk meraih prestasi pada hal dia cuma seorang anak Petani yang ketika lulus militer ditempatkan di Batalyon Infanteri 328/Kostrad Cilodong.

Mayor Warto seorang militer dengan berbagai keahlian seperti Atletik (lari jarak menengah dan Estafet), Olah raga Militer, Beladiri (Karate Dan II/Sabuk Hitam) pernah meraih medali perungu komite kelas bebas di event turnament Angkatan, Menembak dan Terjun Bebas.   Beliau pernah mengemban tugas operasi di Timor-Timur tahun 1988 dan tahun 1991 memperdalam ilmu Terjun Bebas di Perth Australia.   Tahun 2005 Mayor Warto dipercaya memimpin Tim Penembak TNI-AD dan sejak saat itu hingga sekarang Tim Penembak TNI-AD selalu menjadi Juara Umum dan Lomba Tembak  AASAM di Australia yang dilaksanakan sejak tahun 2008 dan sekarang Petembak TNI-AD selalu meraih predikat Juara Umum.

Dalam turnamnet tersebut kontingen TNI menjadi juara umum dengan torehan prestasi memperoleh 34 medali, terdiri dari: Individu meraih 6 emas, 6 perak, dan 4 perunggu, sedangkan tim/ kelompok meraih 14 emas, 3 perak dan 1 perunggu dan status juara umum ini merupakan yang kesekian kalinya dalam kejuaran tersebut.

Mewakili seluruh prajurit TNI, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan rasa hormat serta penghargaan atas prestasi sebagai juara umum. "Posisi juara umum ini semakin menambah profil dan performance TNI di kawasan Asia, apa yang telah kalian lakukan memberikan kontribusi yang sangat positif atas eksistensi TNI di dunia Internasional," ujar Jenderal TNI Moeldoko.
 
Jenderal Moeldoko dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa, kecenderungan seseorang setelah mendapatkan sesuatu itu tidak waspada, lengah dan mengangggap orang lain kecil. Jangan sampai kemenangan beruntun ini membuat TNI AD lengah.    Sehingga "Kemampuan menembak ini supaya tetap terpelihara dengan baik dan lakukan regenerasi dari waktu ke waktu dengan baik, agar kita tidak kehilangan atlet-atlet yang handal di masa depan," tegas Panglima TNI tersebut.
byMcDonaldBiunG

Mayor Inf. Warto


TNI Profesional mahir dalam kemiliteran,
Senjata alat untuk mejalankan tugas bagi yang tak turut aturan.

Selasa, 24 Februari 2015

DI CLOUD FOREST AND FLOWER DOME BAGAI BERADA DI DUNIA ALAMI.



NusanTaRa.Com.
BOTANIC  GARDEN MARINA BAY SAND.   Merupakan taman terbuka kota singapura  yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman mulai dari tanaman perdu yang kecil hingga tanaman pohon besar (mengkoleksi 250.000 spesies tanaman) yang ditata sedemikian rupa sehingga tanpil sangat menarik buat para pengunjung.  Taman ini memanjang  disebelah selatan sungai Singapore yang mulai digagas tahun 2003 oleh NParks dan diresmikan pada 29 Juni 2012 dengan luas 100 ha,  selain sebagai tempat hiburan taman ini berpungsi sebagai area Conservasi, Education, Penelitian dan Kawasan Hijau kota.   Sebagai Taman hutan kota dalam area ini diterdapat  SkyWay, Kolam buatan, Cloud Forest, Flower Dome, Taman Kaktus, Children Park, Taman berbagai jenis tanaman  dan Jalan taman dan tempat istirahat yang menarik tentunya dengan berbagai tanaman yang menghiasi kawasan itu.

Ketika mengunjungi kawasan Botanic Garden pada 01 Januari 2015 saya menyempatkan diri mengunjungi  Cloud Forest dan Flower Dome selain hiburan lain yang ada di Botanic Garden Singapore.  Perjalanan ke area Dome atau bangunan dari kaca dimulai dari Marina bay sand menuju jalan di bawah jembatan FrontBay Bridge selanjutnya menyusuri  jalan  sepanjang tepi sungai   sekitar 300 meter  kita akan menemukan  2 Gedung atau  Dome  oval putih yang terbuat dari Kaca setinggi 80 meter lebar 50 meter,   kedua dome tersebut dihubungkan suatu bangunan yang berlantai dua yang juga berfungsi untuk pelayanan para pengunjung seperti Restoran,  stand penjualan cinderamata, tempat istirahat dan loket penjualan tiket yang berada di lantai dua.   Harga tiket di sini ditentukan kategori - Warga Singapore atau turis -  Anak-anak atau Dewasa – Masuk satu Dome atau Dua Dome, karna saya seorang Turis Indonesia dewasa ingin masuk dua Dome sekaligus maka saat itu saya membayar DS $ 28 setara dengan Rp 300.000.

Pintu masuk Ruangan Dome Cloud Forest berada di lantai dasar,  begitu kita masuk hawa sejuk sangat terasa sekitar 20 oC,  keadaan ini dikondisikan agar sesuai dengan suhu yang ada di Rain Forest tropic dialam  sehingga tampilan  dan kehidupan tanaman yang ada di dalam dapat sesuai.   Pertama masuk kita akan dijamu  air tejun 3 tingkat  dari sebuah gunung batu buatan dengan diameter 20 meter setinggi 50 meter dan sisi-sisi gunung ini ditumbuhi berbagai  tumbuhan epipit diantaranya terlihat pandan kecil, Kantong Semar, Pakis,  Anggrek, perdu kecil, tanaman merambat,  berbagai jenis bunga epipit lainnya serta dua buah pohon kayu tinggi tumbuh disamping.   Di depan air terjun banyak pengunjung yang berphoto sambil menikmati diterpaan percikan air terjun yang dingin.


Melewati jalan setapak seluas dua meter yang sedikit demi sedikit  mendaki mengitari gunung batu buatan yang dikiri kanan dipenuhi aneka ragam tumbuhan bunga yang indah mengantar pengunjung keruang Lift menuju puncak Gunung buatan.   Di ruang ini terdapat beberapa bagian seperti terdapat ruang Lift, ruang pemantauan keluar (menyaksikan bangunan singapore), ruang peragaan, Ruang pemutaran film, dan Ruang Cinderamata.   Ketika keluar dari lift  pengunjung telah berada di puncak Gunung Batu tersebut dengan diameter 4 meter serta sebuah telaga yang dihiasi ikannya,  beberapa ukiran kayu berupa manusia, puncak ini juga ditumbuhi berbagai tanaman dan bunga daerah ketinggian seperti berbagai Anggrek, palm, eceng gondok tanaman merambat dan sebagainya.



Melewati jembatan besi putih selebar 1,5 meter yang melingkari Gunung Batu tersebut cukup seru karena sangat tinggi dan setengah mengitari bukit buatan tersebut mirip gunung batu asli, dari jembatan tersebut pengunjung dapat menyaksikan tumbuhan yang menempel di Gunung Batu tersebut berjarak hingga 6 meter, dapat menyaksikan Bangunan Marina Bay Sand yang berada diluar Dome dan  uap air serupa awan yang dikeluarkan pipa pengatur suhu.  Setelah jalan atas awan tersebut kita memasuki ruangan yang memamerkan berbagai macam batu stalaktit yang biasa kita temukan di atap-atap  gua  dengan bentuk meruncing dan mengkilat dan dibagian dinding dipajang batu besar seperti sarang semut tanah, bagian tengahnya terlihat seperti kaca berkilau berwarna ungu Hijau dll ternyata semua itu adalah Intan dalam bentuk asli di alam,  semua itu akan menambah kekaguman kita akan eksotika dialam sana.   Di  area ini juga terlihat para pengunjung sibuk silih berganti berphoto-photo.

Sekali lagi para pengunjung harus melewati Jembatan besi melingkari gunung buatan tadi bak sebuah jalan di angkasa  meski ini tidak lebih tinggi dari yang pertama tadi tapi memiliki jarak yang lebih jauh dari posisi gunung batu tersebut serta jarak yang lebih panjang,  sepanjang pagar jalan dipenuhi tanaman  menjalar dengan bunga berwarna Ungu disamping bunga yang tertata indah di tepi gunung batu tersebut.   Selanjutnya pengunjung memasuki ruangan theatre yang memutarkan film dokumenter gunung berapi dan ilmu pengetahuan, ruangan berikutnya dipenuhi stand penjaja berbagai jenis Cinderamata mulai dari kerajinan, baju, buku, penganan dan hiasan lainnya.   Pada kesempatan ini saya membeli enam baju bermotipkan Skytree seharga DS $ 90.  Jalan selanjutnya mengantar pengunjung kepintu keluar dengan melewati jalan gua serta air tejun kecil kemudian danau kecil dan aliran sungai kecil tentunya dihiasi satwa dan flora yang indah.

Memasuki Flower Dome meski tidak seunik Cloud Forest yang tertata dalam berbagai tingkat, karena arena bunga ini hanya tertata dalam beberapa petakan yang ditanami dengan tumbuhan berbagai spesies bunga dan tanaman dari daerah mediterania dan Eropa tentunya akan sangat mengagumkan.   Pengaturan suhu yang dingin sangat diutamakan di daerah ini agar sesuai dengan suhu daerah tanaman tersebut, hiasan warna warni bunga dan berbagai palm tentunya akan sangat mempesona.   Saran saya bila anda ke Singapore utamakan mengunjungi daerah Dome ini karna akan lebih menghibur perjalanan anda.
byBakriSupian




Alam Hutan suatu bagian dunia yang sunyi,
Menjaga keseimbangan alam  perhatian orang berhati.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...