Minggu, 23 November 2014

PETA TOL LAUT INDONESIA, PROGRAM ANDALAN BUNG JOKOWI


















     NusanTaRa.Com    Tol Laut, merupakan satu program kemaritiman dari Kabinet Kerja 2014-2019 dengan meningkatkan fungsi dan peranan pelayaran sebagai sarana pengangkutan dan pendistribusian barang keseantero Nusantara  dan Luar negeri agar dapat meningkatkan nilai ekonomis dan kemudahan ekonomis buat semua kota.  Pengembangan Program Tol Laut dalam hal ini mencakup pembenahan alur trayek pelayaran agar merata dan menyentuh bagi semua kepentingan transportasi,  Pengembangan Armada pelayaran mencapai kwalitas dan kwantitas perkapalan yang yang sesuai dalam melayari Nusantara dan Pengembangan Kapasitas Kepelabuhanan yang meliputi pelayanan transportasi lanjutan kesejumlah kota pengguna pelabuhan tersebut, Kemudahan sarana Logistik pelayaran dan Industri Kemaritiman.

      Dalam hal pembangunan sarana dan prasarana Kemaritiman berupa Pelabuhan di Era Presiden ini untuk Lima tahun kedepan akan di bangun 24 pelabuhan bertarap Internasional  dan  Penambahan kapal-kapal yang akan melayari destinasi kepelabuhan Nusantara tersebut dalam  mendukung program poros maritim sebnyak 609 kapal dalam berbagai type sehingga. Total investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 53,15 triliun.   Ini tentunya belum termasuk dengan pengembangan Industri Kemaritiman dan pengembangan penataan kawasan kepelabuhan dan masyarakat pesisir yang terkait dengan pengembangan tersebut.

     Pengembangan kapasitas kepelabuhan di Nusantara yang meliputi 24 kota kepabuhan tentunya juga akan membutuhkan biaya dan kerja keras yang tinggi terutama dalam mendukung konektipitas transportasi tersebut ke daerah sekitarnya yang menjadikannya sebagai Transportation Port Center seperti pengangkutan darat dan sarana jalan yang memadai.     Dari data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional yang dikutip Rabu (19/11/2014), dari tahun 2015 hingga tahun 2019, Jokowi bakal melakukan pengadaan kapal baik ukuran besar hingga kapal pelayaran rakyat serta penataan jalan dan kereta-api kesejumlah titik sekitar kepelabuhan tersebut.

     Untuk pengembangan tersebut pada Meeting CEO APEC  di Baijing  Nopember 2014, Pressiden Joko Widodo telah menjual program tersebut pada semua pengusaha manca negara yang hadir di pertemuan dan berhasil mendapat simpatik dan kepercayaan para pengusaha yang ditandai dengan kesedian para pengusaha untuk berinvestasi dalam program Kemaritiman Joko Widodo tersebut dan beliau pulang dengan mengantongi dana Investasi sebesar Rp 230 trilliun.

     Mencermati Alur Tol Laut tersebut terasa ada daerah yang tidak tersentuh dengan jalur pelayanan utama sementara banyak daerah diwilayah tersebut merupakan daerah pelayaran dan kawasan industri baru yaitu yang berada di wilayah pelayaran Indonesia bagian Utara seperti Batam, Balikpapan dan Manado, sehingga ada baiknya dibuat alur Tol laut khusus setidaknya ia merupakan trayek kilasa balik dari trayek Pertama.  Alternatip trayek tersebut adalah  Belawan - Batam - Pontianak - Jakarta - Surabaya - Makassar - Malaoy - Bitung - Halmahera - Jayapura.

Sumber Tabel DetikFinence.Com

 byBakriSupian



Joko Widodo prsident Indonesia yang sederhana,
Kesederhanaan akan melahirkan karya besar buat Indonesia.

Sabtu, 22 November 2014

RETNO MARSUDI MENLU WANITA PERTAMA INDONESIA





NusanTaRa.Com     Kabinet kerja 2014-2019 yang diumumkan Presiden ke – 7  Indonesia Joko Widodo dan wakil presiden Yusuf Kalla,  pada minggu 26 oktober 2014 di Istana Negara sebanyak 34 kementrian,   telah menorehkan satu nama diplomat wanita Indonesia sebagai menteri Luar Negeri RI yaitu Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi sekaligus sebagai Menteri luar negeri RI wanita yang pertama.

Retno Marsudi  menteri luar negeri (menlu) RI  ke-17, merupakan wanita pekerja keras dan disiplin yang banyak memiliki pengalaman dalam dunia diplomasi politik luar negeri Indonesia, semua itu ia peroleh sebagai buah kerja selama  menjalankan tugas di kementerian luar negeri sejak tahun 1997, di kedutaan besar Republik Indonesia di Den Haag Belanda sejak tahun 2001 dan menjadi Duta besar RI untuk Belanda sejak tahun 2012 serta dunia pendidikan yang pernah beliau tempuh.

Kabinet Kerja bisa dibilang sebagai satu Kabinet kejayaan bagi kaum Hawa atau srikandi Kartini, karena kabinet ini memuat delapan wanita sebagai menteri dari 34 menteri,   merupakan kabinet  terbanyak wanitanya menjadi menteri selama kemerdekaan RI.   Raihan ini juga merupakan kesuksesan pemerintah selama ini dalam pemberdayaan wanita untuk mencapai  kesetaraan gender dalam keterlibatan secara aktip peranan wanita dalam bernegara diberbagai sektor yaitu 30 % meski yang baru dicapai baru 24 %.   Serta menjadi kali pertama dalam sejarah Republik Indonesia wanita dipercayakan menjadi Menteri Luar Negeri,   " Beliau (Retno Marsudi) ini dari karier. Beliau ini tegas, visioner. Beliau Menlu perempuan pertama dalam sejarah kita  ",  kata Jokowi saat membacakan profil singkat Retno dalam pembacaan nama susunan kabinet beliau.


Biodata Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi  :   Lahiran di Semarang, Jawa Tengah pada 27 November 1962.    Suami Agus Marsudi. Anak Dyota Marsudi dan Bagas Marsudi.    Hobby Mendaki Gunung.     Pendidikan, Sekolah Menengah atas di SMA Negeri 3 Semarang,   Gelar S1 Hukum Internasional Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1985 dan  Gelar S2 Hukum Uni Eropa di Haagse Hogeschool Belanda.    Jabatan,  PNS di  Kementerian Luar Negeri Indonesia  tahun 1997,   Tahun 2001   seks. I bid. ekonomi di Kedutaan Besar RI di  Belanda,    Tahun 2001 Direktur Eropa dan Amerika,  Tahun 2003  Direktur Eropa Barat,  Tahun 2005-2008 Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia,  Tahun 2012-2014 Duta Besar RI untuk Belanda dan Tahun 2014 Menteri Luar Negeri RI.    Penghargaan,  Tahun 2011 “ Order of Merit “  dari Raja Norwegia, merupakan orang Indonesia pertama penerima  penghargaan tersebut.  

Retno Marsudi tokoh sentral negosiasi RI-Belanda dalam Tim Pencari Fakta (TPF)  Penangan kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia Munir pada 2004.  Beliau juga termasuk tim perunding  yang menghasilkan keputusan diizinkannya maskapai penerbangan Indonesia terbang ke Uni Eropa dan Amerika.   Memimpin negosiasi multilateral dan konsultasi bilateral antara Indonesia dengan negara-negara mitra, termasuk Uni Eropa, ASEM (Asia-Europe Meeting) dan FEALAC (Forum for East Asia-Latin America Cooperation).  Utusan khusus presiden untuk masalah Aceh tahun 2004 dan Moratorium Utang tahun 2005.

Diplomat Retno yang selalu berpenampilan rambut pendek ala Demi Moor memiliki konsep bahwa “ diplomasi Indonesia di tingkat Internasional mengutamakan diplomasi ekonomi.  Dalam keseharian  dikenal sebagai pribadi yang energik, tegas, dan ramah terbuka dengan perubahan-perubahan baru.    Retno menampik anggapan klise bahwa berkarir sebagai diplomat membuat perempuan mengabaikan rumah tangga. 

Karakter kepemimpinan sebagai wanita Indonesia berpadu dengan pengalaman menjalankan tugas selama ini tentunya akan membentuk satu karakter kepemimpinan yang luwes namun tegas, berwibawa dan berwawasan akan menjadi harapan dalam negosiasi dengan pihak luar negeri Indonesia untuk menjaring komunikasi, kerjasama danmembela kepentingan negara, bukan cuma Presiden Joko Widodo tapi kita juga rakyat indonesia akan mempercayakan tugas tersebut.  Ketegasan dan wawasan Retno Marsudi tentunya akan dapat menyamai kesuksesan Menteri Luar negeri AS seperti Madeleine Albright menlu wanita AS pertama tahun 1997 dan Condoleezza Rice, PhD Menlu AS Wanita pertama berkulit hitam keduanya bersikap tegas terhadap sangsi dan invasi pasukan AS ke Irak atau Hillary Clinton menlu wanita AS ketiga seorang Pengacara yang tegas dan Cerdas dalam mendukung diplomasi AS kenegara luar.
.
Retno Narsudi menjadi pilihan Presiden Jokowi,  karena ia yakin  diplomat Ibu Retno mampu memperkuat fungsi kerja sama ekonomi karena para dubes dan jajarannya akan di tugaskan mencari peluang pasar ekspor baru di mancanegara, sebagaimana kata beliau " Ke depan dubes kita harus diproduktifkan, mereka tidak saja ahli di bidang politik tetapi juga memasarkan produk Indonesia ". 
byBakriSupian

 Di Aceh ada Cut Nya Dien di Jepara ada RA Kartini,
Di Kementerian Luar Negerinya Joko Widodo ada Retno Marsudi.


Rabu, 19 November 2014

RATUSAN FLORA DAN FAUNA DITEMUKAN DI MALUKU

" Flora dan fauna baru tersebut ditemukan oleh tim ekspedisi NKRI yang terdiri dari 830 orang "

 

Tim Ekspedisi NKRI yang terdiri dari para peneliti, TNI, Polri serta lembaga masyarakat berhasil menemukan sebanyak 382 flora dan 341 fauna baru di Maluku dan Maluku Utara. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal M. Fuad Basya mengungkapkan, ekspedisi tersebut melibatkan 830 orang dan menjelajahi dua daerah itu sejak tanggal 6 Februari hingga 26 Juni 2014.

"Kegiatan ekspedisi meliputi penjelajahan, penelitian di bidang kehutanan, flora dan fauna, potensi bencana, sosial budaya dan komunikasi sosial," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (25/4). Tidak hanya itu, tim ekspedisi juga berhasil menemukan bidang geologi berupa 65 temuan batuan pasir mengandung besi dan sumber air panas, bidang potensi bencana berupa 50 temuan tanah longsor dan abrasi pantai.


Di bidang kehutanan, tim juga menemukan 216 temuan hutam rusak dan illegal logging. Sementara di bidang sosial budaya juga ditemukan 125 temuan suku, adat istiadat, goa, tarian, legenda dan cerita rakyat.


Total jarak penjelajahan mencapai 1.082 kilometer. Kegiatan ini, lanjut Fuad, dibagi menjadi delapan wilayah, yakni Masohi, Maluku Tengah ; Tual, Maluku Tenggara ; Namela, Buru, Saumlaki Maluku Tenggara Barat, Ternate yakni di Kota Ternate dan Halmahera Barat ; Tidore yakni di Kota Tidore dan Halmahera Tengah ; Tobelo, Morotai dan Labuha, Halmahera Selatan.


"Tujuan ekspedisi ini, membangun kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional melalui program pelestarian lingkungan dan penelitian geologi," ujarnya. Data-data tersebut, lanjut Fuad, bakal diinventarisasi. Nantinya, bakal digunakan untuk sumber referensi geologi, sejarah dan ilmu pengetahuan lainnya. Terutama sumber penentuan kebijakan di saat terjadi bencana alam.

Sekedar gambaran, ekspedisi yang sama pernah dilaksanakan di Bukit Barisan, Sumatera, yakni pada 2011 silam. Selain itu, aksi ekspedisi serupa juga pernah dilakukan pada 2012, yakni di Kalimantan dan pada 2013 di Sulawesi.

 

 

 

Ambon manise Langgam anak Maluku,

Kekayaan satwa jaminan kehidupan yang bermutu.

Sabtu, 15 November 2014

Kapal RI Bisa Kacaukan Radal Kapal Perang AS








NusanTaRa.Com     Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mempercanggih kekuatan kapal perang milik Indonesia untuk menjaga daerah perbatasan perairan dengan negara tetangga. Bahkan salah satu jenis kapal perang yang dimiliki Indonesia, dikabarkan dapat melakukan jamming atau mengacaukan radar kapal perang Amerika Serikat (AS).



"Setahu saya kapal kita yang baru, Sigma, mampu menge-jam radar kapal perangnya Amerika (AS)," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Hayono Isman yang ditemui usai acara diskusi di Sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Jakarta, Ahad (20/5).



Hayono menambahkan informasi tersebut ia dapatkan dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL). Menurut KASAL TNI, tambahnya, kapal perang jenis korvet kelas Sigma sudah mampu mengacak atau mengacaukan sistem radar kapal perang milik AS yang sedang berdekatan.



Ia pun meminta agar TNI AL dapat mengecek kembali kemampuan kapal perang tersebut sejauh mana kebenarannya. Kalau pun benar, ia pun menyatakan kebanggaannya jika kapal perang milik Indonesia dapat mengacaukan sistem radar kapal perang milik AS.



"Ini menunjukkan kemampuan alutsista (alat utama sistem senjata) TNI kita. Kalau teknologinya kelas 2 dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, bagaimana negara kita bisa berdaulat di perbatasan," tegasnya.






Anak Bugis putra Bahari,
Bahari aman akan menguatkan ketahanan suatu negeri.

Rabu, 12 November 2014

BI DAN IPKANI MEMBINA NELAYAN PERBATASAN DI SEIMENGGARIS



 


NusanTaRa.Com        Kecamatan SeiMenggaris merupakan daerah perbatasan, yang berbatasan langsung dengan Sabah Malaysia termasuk Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.  Kecamatan Perbatasan ini terdiri dari 4 Desa, Desa Srinanti, Desa Tabur Lestari, Desa Semaja dan Desa Kanduangan dengan populasi penduduki  lima ribu jiwa, sebagian besar diantaranya 40 % petani kelapa sawit (kecamatan penghasil Kelapa sawit terbesar di Kab. Nunukan), Petani dan Nelayan.   Nelayan Kecamatan Seimenggaris merupakan Nelayan tangkap, Budidaya Tambak dan Nelayan Rumput Laut dengan populasi delapan ratus Jiwa.

Pembinaan nelayan perbatasan di Kecamatan SeiMenggaris yang dilaksanakan Bank Indonesia,   IPKANI Nunukan dan Pemda Nunukan (Rabu, 12 Nopember 2014)  merupakan Pelatihan  “ Pengolahan hasil Produksi Perikanan “,  bagi ibu-ibu nelayan yang berada di tiga desa,  desa Srinanti dan desa Tabur Lestari dan Desa Semaja yang berjumlah 35 peserta.  Pelatihan  dibuka Kabid Kelembagaan dan Usahatani Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh daerah Kab. Nunukan serta dihadiri Dinas Kelautan dan perikanan, Kecamatan SeiMenggaris dan Kepala Desa Srinanti.

“  Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan khusus bagi ibu-ibu Nelayan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan Keluarga nelayan di daerah perbatasan Nunukan  “ Ujar Kabid Kelembagaan dan Usahatani,  selanjutnya,  “ Pelatihan Pengolahan Hasil Produksi Perikanan ,  diharapkan menjadi suatu media untuk dapat memberikan nilai tambah hasil produksi perikanan, Membuka usaha baru bagi petani, Meningkatkan ketahanan pangan daerah, Memberikan satu diversifikasi pangan baru dan  Membuka lapangan kerja “.

Dinas Kelautan dan Perikanan yang di wakili Kasubid Pengolahan Ibu Fatriani SPi, pada kesempatan ini menyampaikan “ Pada dasarnya pihak DISKANLA sangat mengafresiasikan kegiatan IPKANI tersebut dalam rangka mendukung peningkatan Sumberdaya Masyarakat nelayan dan menghimbau pada ibu-ibu nelayan untuk lebih aktip dalam meningkatkan keterampilan terutama dalam pengolahan hasil laut untuk mendukung kesejahteran Keluarga Nelayan “. 

Materi Pelatihan  Pengolahan Hasil Produksi Perikanan yang disajikan berupa, Pembuatan mie Rumput laut, Pembuatan Bakso Rumput Laut dan Udang, Es buah Rumput Laut, Brownies dan Stieck Rumput Laut dan Udang.   Semua demo dan praktik pembuatan materi tersebut dibimbing langsung anggota IPKANI Kabupaten Nunukan.

IPKANI Sebagai organisasi profesi yang beranggotakan para penyuluh perikanan Nunukan terbilang cukup aktip dalam menyumbangkan pengetahuan mereka pada Nelayan dalam menciptakan Masyarakat nelayan yang mandiri  dan pengenalan dunia perikanan setiap tahunnya.  Inisiatip IPKANI Nunukan yang di Ketua Muh. Yukub, SPi dalam pelatihan ini tentunya mendapat dukungan dari pihak Bank Indonesia Samarinda melalui dana CSR,  BI merupakan satu BUMN yang dalam tiga tahun terakhir ini sangat dekat dengan pembinaan masyarakat nelayan di Perbatasan Nunukan khususnya Petani Rumput Laut di Nunukan hingga menajdi salah satu Kabupaten penghasil Rumput laut tertinggi di Indonesia.

Pelatihan Pengolahaan Hasil Produksi Perikanan, dilaksanakan di Aula Pusat Kegiatan Bersama Masyarakat di Desa Srinanti diikuti 35 peserta dari 3 desa, yang dimulai jam 08.00 Wit  sampai dengan jam 15.20 Wit, dengan methode Pelatihan semua peserta di bagi 7 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari lima orang peserta dengan masing-masing Pembina.   Acara ini ditutup manakala setiap kelompok  menyajikan menu pelatihan mereka masing-masing dan semua merasa gembira atas kreasi yang mereka buat.  Setelah acara penutupan  oleh Kabid Kelembagaan dan Usahatani, semua peserta  diberikan Sertifikat pelatihan.

Tim Pelaksana pelatihan ini berasal dari ibukota Kabupaten Nunukan seluruhnya berjumlah 16 orang, yang berlepas dari Dermaga Liem Hie Jung jam 06.30 Wit menuju SeiMenggaris menggunakan Speed yang melintasi Selat Nunukan dan sepanjang Sungai Semenggaris selama 1,20 jam.   
byBakriSupian






Rumput Laut ditanam si Kacung di siring Laut,
Pengolahan  Hasil perikanan membuat hasil lebih meningkat.

Selasa, 11 November 2014

IKAN LANGKA DITEMUKAN DI HUTAN HARAPAN

Sejumlah spesies ikan langka ditemukan di aliran sungai Hutan Harapan.

 

 

Hutan Harapan merupakan kawasan restorasi ekosistem pada wilayah hutan hujan tropis dataran rendah pertama dan terbesar di Indonesia yang terletak di perbatasan Jambi dan Sumatra Selatan. Arealnya merupakan bekas wilayah hak pengelolaan hutan (HPH), dengan luas sekitar 100.000 ha.

Selain daratan yang terdiri dari hutan sekunder yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi kawasan ini juga memiliki berbagai tipe ekosistem perairan seperti sungai besar yang berarus lemah, danau ataupun rawa banjiran yang tidak kalah kaya dengan daratannya.

Pada penelitian yang dilakukan di 8 badan aliran sungai dalam kawasan Hutan Harapan selama kurang lebih dari satu tahun ini berhasil mengidentifikasi 123 jenis ikan air tawar. “Berdasarkan kategori daftar merah IUCN dari 123 jenis ikan yang kami temukan  74 jenis belum dievaluasi, 4 jenis informasi kurang, 41 jenis berisiko rendah, 3 jenis hampir terancam dan 1 jenis genting atau terancam” ujar Tedjo Sukmono, pemimpin penelitian yang juga pengajar Jurusan Biologi di Universitas Jambi.

Ridiangus (Balantiocheilos melanopterus) atau juga sering disebut balashark, adalah jenis ikan terancam punah yang berhasil ditemukan di aliran sungai Hutan Harapan.    Ikan berwarna perak dengan pinggiran sirip berwarna hitam dan kuning yang dapat mencapai panjang 150 cm ini cukup populer di kalangan pecinta ikan hias air tawar tapi sayangnya untuk memenuhi kebutuhan ikan hias jenis ini masih mengambil dari alam sehingga spesies ini sudah tidak dapat ditemukan lagi di beberapa sungai yang dulu menjadi habitatnya.

“Selama penelitian ini kami hanya berhasil menemukan satu ekor ikan Ridiangus,” kata Sukmono pula. Sungai-sungai atau danau di kawasan Asia seperti Thailand, Myanmar dan Malaysia adalah habitat asli Ridiangus. Di Indonesia ikan jenis ini dapat ditemui di sungai-sungai Sumatra dan Kalimantan.

Sukmono juga menemukan beberapa jenis ikan langka  yang perlu di lindungi di provinsi Jambi berdasarkan pada endemisitas, populasi terancam punah, dan kondisi habitat. Beberapa jenis ikan langka yang ditemukan: ridiangus (Balantiocheilos melanopterus), gurami coklat (Sphaerichtys osphromenoides), sebarau (Hampala ampalong), sebarau (Hampala microlepidota), gurami (Osphronemus goramy), dan kepras (Cylocheicltys enoplos).

Menurut Sukmono, dari 123 jenis ikan yang berhasil ditemukan di Hutan Harapan 23 jenis di antaranya merupakan catatan baru bagi Jambi.Bahkan diduga ikan ini pun ikan jenis baru karena belum terdapat di dalam beberapa buku identifikasi ikan yang digunakan sebagai rujukan dalam penelitian ikan air tawar.

Kondisi perairan hutan harapan terdiri dari sungai yang kering ketika kemarau tiba namun disepanjang sungai banyak ditemukan rawa-rawa dan putusan sungai yang berfungsi sebagai tempat pengungsian bagi ikan-ikan ketika sungai mengalami kekeringan. Dengan habitat yang beragam ini diyakini bahwa potensi keanekaragaman ikan air tawar di kawasan ini sangat tinggi karena habitatnya yang berbeda.

Tingginya tingkat keaslian ikan di Hutan Harapan menunjukkan bahwa tingkat penurunan populasi  dan penyebaran penyakit akibat introduksi masih kecil dan sebaliknya daya dukung habitat perairan Hutan Harapan terhadap keanekaragaman jenis ikan masih tinggi.

Tak bebas ancaman 

Penelitian ini menunjukkan kondisi perairan di Hutan Harapan masih bagus. Namun tidak berarti perairan di kawasan ini bebas ancaman. Selama melakukan penelitian ini terutama pada saat musim kemarau kerap kali Sukmono bertemu dengan perambah dan masyarakat masuk kedalam kawasan Hutan Harapan untuk meracun dan menyetrum ikan.

“Cara menangkap ikan seperti ini sangat tidak ramah lingkungan yang menyebabkan pencemaran dan terjadinya penangkapan ikan secara berlebihan,” ujar Sukmono. Jika cara ini terus dilakukan makan perairan yang menjadi habitat ikan akan mengalami kerusakan dan menurunkan populasi ikan di kawasan tersebut.
biologis dalam air, misalnya akan mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme dan tumbuhan air yang menjadi pakan ikan,” jelas Sukmono. Menurutnya jika hal ini terjadi maka ikan pun akan terancam kelestariannya.
 Tidak hanya perairan saja yang mendapat ancaman. Di daratan, rencana pinjam pakai kawasan untuk dijadikan jalan angkut batubara juga masih membayangi kelestarian kawasan Hutan Harapan. Jalan angkut batubara yang diusulkan oleh PT Musi Mitra Jaya rencananya akan membelah Hutan Harapan sepanjang 18,35 kilometer dengan lebar 12 meter.

Pada tahun 2013 lalu Kementrian Kehutanan telah dua kali mengadakan pertemuan dengan PT REKI, pengelola Hutan Harapan untuk membicarakan soal pinjam pakai kawasan untuk dijadikan jalan angkut batubara ini. Namun PT REKI telah menyatakan penolakan atas usulan jalan ini.

Surya Kusuma, Manajer Komunikasi PT REKI mengatakan jika rencana ini terealisasi maka akses pergerakan satwa liar penghuni Hutan Harapan akan tertutup dan juga akan meningkatkan stres yang dapat berakibat pada punahnya satwa tersebut. Adanya jalan batubara ini akan menyebabkan terbukanya akses ke Hutan Harapan yang berpotensi mendorong meningkatnya perambah dan pembalak liar baru yang akan memperburuk dan mengancam keberlangsungan.
(Lili Rambe, Mongabay Indonesia)

 

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...