Kamis, 19 Agustus 2021

TNI AD BERSAMA PANGDAM KASUARI TOURING “MERAHPUTIH” NAIK MOTOR TRAIL DI PAPUA SAMBUT HUT RI KE-76

NusaNTaRa.Com

byFarhaMTukirmaN,   S  e  l  a  s  a,   1  7     A  g  u  s  t  u  s     2  0  2  1

Kodam XVIII/Kasuari melakukan touring  “Merah Putih”  di Papua dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia yang  jatuh pada  Solasa 17 Agustus 2021. TNI AD bersama komunitas motor trail dipimpin Pangdam melakukan  perjalanan pulang pergi sekitar  sepuluh jam  dengan iring-iringan sepeda motor Trail  dengan menempuh jarak kurang lebih dua ratus kilometer akhir pekan kemarin yaiu Sabtu  14 Agustus 2021.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam XVIII/Ksr,  Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa memimpin langsung touring motor trail di Papua tersebut. Touring bersama komunitas motor trail Manokmari dimulai dari Makodam XVIII/Kasuari sampai ke Puncak Kobrey, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.   Di Puncak Kobrey, Pangdam beserta rombongan juga melaksanakan pembentangan dan pengibaran bendera merah putih formasi angka 76.

Pembentangan bendera merah putih  di Puncak Kobrey  yang dilaksanakan Pangdam beserta rombongan juga melaksanakan pengibaran bendera merah putih dengan membentuk   formasi angka 76.  Momen pengibaran bendera ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dari hasil perjuangan bersenjata dengan mempertaruhkan nyawa.

Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan terima kasih dan rasa kebanggan yang luar biasa kepada Bupati, para kepala suku dan para tokoh serta masyarakat Pegaf hingga saat ini dapat menjaga Bendera Merah Putih tetap berkibar di tanah Pegunungan Arfak.   "  Ke depannya, saya juga menginginkan adanya anak-anak dari Pegunungan Arfak ikut serta dalam membangun tanah Papua Barat ini, baik itu lewat pengabdian menjadi TNI, Polri, PNS dan bidang lainnya dengan bekal pendidikan dan kerja keras  ",   Ujar SiDin I Nyoman Cantiasa.

Pangdam juga menampilkan salah satu putri asal Pegaf yaitu Sersan Dua (K) Anike Warfandu berasal dari Kampung Wingoyut, Distrik Minyambouw yang menjadi prajurit TNI dan tergabung dalam Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).   Bupati Pegaf, Yosias Saroy, SH., MH.,  menyampaikan momen datangnya Pangdam tersebut sangat diinginkan oleh dirinya dan masyarakat Pegaf,   iapun  menjelaskan situasi dan kondisi di daerahnya aman dan kondusif. Gangguan-gangguan yang mengancam NKRI, merongrong Pancasila dan persatuan tidak ada, termasuk gesekan antara TNI-Polri juga dengan masyarakat pendatang.

Bupati Pegaf Yosias Saroy menyambut datangnya rombongan Kodam XVIII/Kasuari yang melakukan touring menggunakan motor trail  dalam sambutannya itu  ia menjelaskan situasi dan kondisi di daerahnya yang  masih aman dan kondusif.   "   Masyarakat suku Jawa dan seluruh suku yang ada di republik ini saat keluar masuk ke wilayah Pegaf sampai dengan malam hari untuk berjualan mereka kembali ke rumah dalam keadaan selamat   ",   Ujar  SiDin Yosias Saroy.

Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota dari komunitas trail Manokwari, Jho Ramandey merespon sangat senang ketika Pangdam dan jajaran Kodam bersama-sama melakukan touring merah putih, dan ke depannya dapat dilibatkan lebih melibatkan  instansi lain dan masyarakat  untuk memperkenalkan wisata alam yang ada di pegunungan arfak dan juga wisata-wisata Papua Barat lainnya.   “   Kami mengapresiasi kegiatan ini dan kami berharap kegiatan ini tidak putus sampai di sini saja namun ke depannya terus melakukan kegiatan bersama-sama walaupun nanti Panglima berganti   ”  Ujar SiDin Jho Ramandey  dengan bangga.

Salah satu anggota dari komunitas trail Manokwari, Jho Ramandey, mengaku sangat senang ketika Pangdam dan jajaran Kodam bersama-sama melakukan touring merah putih,   "  Kami mengapresiasi kegiatan ini dan kami berharap kegiatan ini tidak putus sampai di sini saja namun ke depannya terus melakukan kegiatan bersama-sama walaupun nanti Panglima berganti  ",   Ujar SiDin Jho Ramandey dengan plabomoranya (hebatnya).


Mengitari papua menguatkan kesatuan bangsa, 

TNI AD  di HUT RI  ke-76 Touring MeraHPutiH  di Papua.


Rabu, 18 Agustus 2021

GOKIL, ATLET CILIK INDONESIA JUARA UMUM PANAHAN BERKUDA DI TURKI

NusaNTaRa.Com

byMuhammaDBakkaranG,    S  e  l  a  s  a,   1  7    A  g  u  s  t  u  s    2  0  2  1

Aksi pemanah berkuda cilik Indonesia Arum Nazlus Shobah (Ist)

Pemanah Berkuda (Horseback Archery) putri Indonesia memberikan kado indah untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Untuk pertama kalinya Indonesia menjadi juara umum pada turnamen Internatinal Horseback Archery Championship 2021 yang digelar oleh Performa Horseback Archery Academy di Ankara, Turki pada 13-15 Agustus 2021.

Peraih juara umum adalah Arum Nazlus Shobah yang baru berusia 13 tahun. Yang luar biasa, Arum sukses menjadi juara umum pada pertandingan kategori umum dewasa. Arum merupakan atlet panahan berkuda dari Perkumpulan Panahan Berkuda Idonesia (KPBI). Dia mewakili Indonesia pada turnamen itu bersama empat pemanah berkuda putra yang juga sukses meraih prestasi terbaik.

Tim putra terdiri dari  Kharisma Zaky,  Najib Hardika,  Bambang Minarno  dan  Bagas Satria Prabowo. Turnamen ini diikuti 37 peserta dari 10 klub panahan berkuda dari Turki, Denmark dan Indonesia.   Sebenarnya Rusia, Ukraina, Iran dan Malaysia juga dijadwalkan mengirimkan atletnya di turnamen ini, namun, tiga hari sebelum jadwal pertandingan mereka mundur,  karena terkendala peraturan Covid-19 di negara masing-masing.

Pada kompetisi ini terdapat tiga sistem track yang dipertandingkan untuk kategori putra dan putri yakni CEMBER PARKURU (Track lingkaran), TURAN PARKURU (Track dengan target jarak jauh)  dan  SUR PARKURU (Track benteng).

Tim Putra

Pada kategori putra, Najib Hardika dari Indonesia sukses meraih juara umum putra dan Kharisma Zaky menempati peringkat dua dengan selisih tipis 2 point. Sementara posisi ketiga ditempati Bunyamin Basal dari Denmark dan Bagas Satria Prabowo menempati peringkat lima.   Ketiga sistem track itu mampu dimenangkan semua oleh Arum Nazlus Shobah dengan konsisten menempati peringkat pertama. Menyusul kesuksesan Arum, Tim Putra juga memenangi tiga sistem track yang dipertandingkan.

Dua wakil Indonesia lainnya, Bambang Minarno dan Bagas Satria meraih peringkat dua pada sistem SUR TRACK dengan jumlah point sama.

Dubes RI untuk Turki

Ketua penyelenggara turnamen, Ali Fuat Kurtulus, presiden organisasi Performa Horseback Archery Academy, mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan tehnik memanah berkuda  dan prestasi tim Indonesia  yang di wakili lima peserta.   "  Kita melihat tim Indonesia tampil sempurna dan nyaris tidak melakukan kesalahan di setiap sistem track. Mereka sangat layak menjadi juara untuk semua kategori  ",   Ujar SiDin Ali Fuat Kurtulus dalam keterangan tertulis yang diterima SIAPGRAK.COM pada 17 Agustus 2021.

Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal turut hadir langsung bersama Staf KBRI ke lokasi pertandingan guna memberikan dukungan pada tim Indonesia.   “  Selamat untuk KPBI sudah mewakili Indonesia sebagai juara umum putra dan putri sehingga merah putih berkibar dan lagu kebangsaan Indonesia Raya digemakan di Turki   ”,   Ujar SiDin Lalu Muhammad Iqbal Duta Besar bangga.

Sementara itu Ketua Umum KPBI, Alda Amtha, mengungkapkan bahwa pada masa pandemi yang berat, KPBI berusaha memperjuangkan Indonesia di pentas Panahan Berkuda dunia agar menginspirasi masyarakat Indonesia, meski pada kondisi sesulit apapun, Indonesia harus tetap tegak berwibawa.

PUTRA  :

Juara I  : Najib Hardika (Indonesia) dengan total point 257.

Juara II  : Kharisma Zaky (Indonesia) dengan total point 255.

Juara III  : Bunyamin Basal (Denmark) dengan total point 247.

PUTRI

Juara I  : Arum Nazlus Shobah (Indonesia) dengan total point 176.

Juara II  : Ayse Sude Nemli (dengan total point 128.

Juara III  : Feyza Alptekin (Turki) dengan total point 60.

dr. SIAPGRAK.COM,17/08/2021

Atlet Cilik Indonesia Juara Umum Panahan Berkuda di Turki (Ist)

Ketangkasan melepaskan panah sambil berkuda,   

Atlit Cilik Horseback Archery Indonesia juara umum di Angkara.



GUBERNUR KALTARA ZAINAL ARIFIN PALIWANG PIMPIN UPACARA HUT RI KE-76 DI MERCUSUAR KARANG UNARANG

NusaNTaRa.Com

byIrkaBPiranhA,   S  e  l  a  s  a,  1 7    A  g  u  s  t  u  s    2  0  2  1

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 Tahun 2021, yang mengangkat tema  “Indonesia Tangguh,  Indonesia Tumbuh”,  TNI AL melalui Lantamal XIII  dan Lanal Nunukan  yang merupakan  Lanal jajaran Lantamal XIII menggelar upacara  di atas perairan  tapal batas negeri dengan Inspektur Upacara Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum  dan Bertindak sebagai Perwira Upacara Kapten Laut (PM) Danang Setiaji yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Datasemen Polisi Militer Lanal Nunukan. Adapun kesatuan upacara dibawah satu komando ,  tepatnya di Perairan Ambalat (Ambang Batas Laut) Indonesia–Malaysia 9 mil  di sebelah tenggara Pulau Sebatik,  Kab. Nunukan,  Selasa (17/08/21).

Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara),  Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum bertindak sebagai Inspektur Upacara di atas kapal KRI I Gusti Ngurahrai-332 Satkor Koarmada II,   upacara dilaksanakan di wilayah perairan Ambang Batas Laut (Ambalat) tepatnya di mercusuar Karang Unarang perbatasan  dengan  negara tetangga Malaysia, 9 mil di sebelah tenggara Pulau Sebatik.   “  Kalimantan Utara ini merupakan etalase Indonesia paling utara, punya batas laut dan darat   ”,   Ujar SiDin Zainal Arifin Paliwang,  Selasa (17/08/2021).

Gubernur pun menyampaikan rasa bangganya karena dapat merayakan hari kemerdekaan RI di Karang Unarang dengan lancar dan khidmat,   “  Alhamdulillah semua unsur maritim yang ada di Kaltara. Kami sampaikan rasa terima kasih serta apresiasi kepada panglima TNI, Kasal, Guspurla  ”,  Ujar SiDin Zainal Paliwang dengan Plabomoranya (hebatnya).

Sementara itu, Danlantamal XIII Tarakan,   Laksamana TNI Edi Krisna Murti mengatakan Suar Karang Unarang merupakan titik dasar penarikan garis batas zona laut NKRI.    "  Jadi disini kami hanya ingin mengingatkan bahwa suar karang unarang ini bukan hanya sebatas suar, tapi merupakan titik dasar dari garis pangkal untuk penarikan garis batas zona laut kita, ini adalah titik dasar nomor 37 yang berada di provinsi kaltara   ",  Ujar SiDin Zainal Paliwang Laji. 

MercuSuar  berdiri di Karang Unarang  saat air surut terlihat setinggi  30 Cm, merupakan  satu Titik Dasar (TD)  acuan Indonesia menentukan batas Laut Teritorial, Landas Kontinen  dan  Zona  Ekonomi  Ekslusif.   Penetapan Suar Karang Unarang sebagai Basepoint atau TD ditetapkan di dalam PP  RI Nomor 37 Tahun 2008 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia.   Karang Unarang  terletak di Laut Sulawesi dan Propinsi Kaltara  diberi nomor TD 037 dengan koordinat geografis 04°00′38″LU-118°04′58″BT sebelumnya TD 037 berada di Tanjung Arang (Pulau Bunyu) dan sebagai penanda kawasan Ambalat Indonesia.  Keberadaan Suar Karang Unarang sebagai TD  dicantumkan  dalam Peta Laut Indonesia Nomor 489 dan Nomor 59   skala 1 : 200.000.

Dilaksanakannya prosesi upacara di tapal batas negeri Perairan Ambalat  Indonesia–Malaysia tersebut merupakan inisiasi dari Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Edi Krisna Murti dengan harapan dapat meneguhkan kembali bahwa Karang Unarang sebagai tapal batas Negara Indonesia-Malaysia sekaligus dapat dijadikan sebagai mercusuar dunia yang harus dijaga oleh seluruh komponen bangsa. Saat pelaksaan pengibaran Bendera Merah Putih, dilaksanakan pula prosesi penutupan Suar Karang Unarang dengan Bendera Merah Putih berukuran lebar 2 meter dan panjang 15 meter.

Pada pelaksanaan perayaan detik-detik proklamasi di Karang Unarang kali ini bertindak selaku Inspektur Upacara di atas Geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Satkor Koarmada II, Gubernur Prov. Kaltara Bapak Drs. H. Zaenal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum. Bertindak sebagai Perwira Upacara Kapten Laut (PM) Danang Setiaji yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Datasemen Polisi Militer Lanal Nunukan. Adapun kesatuan upacara dibawah satu komando, Komandan Upacara Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto, S.E., CTMP. yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan yang berada di atas Patkamla Sei Ular Lanal Nunukan.

Selain KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang dijadikan sebagai sentral pelaksanaan upacara, KRI Singa-651 Satkat Koarmada II, KAL dan Patkamla dari Lantamal XIII dan Lanal Nunukan serta juga melibatkan unsur dari instansi kemaritiman dan puluhan nelayan rumput laut dari Kampung Mamolo Nunukan. Adapun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, unsur Forkopimda Prov. Kaltara, para Pejabat Utama Lantamal XIII, FKPD Kab. Nunukan dan instansi terkait lainnya.

" Sesuai dengan tugas kita dalam mengamankan perbatasan laut, kita berharap masyarakat kita juga dapat mengamankan wilayah ini. Perlu disampaikan pula bahwa untuk saat ini Ambalat masih dalam keadaan aman, masing-masing negara masih tetap menjaga wilayahnya sesuai tugas pokoknya masing-masing  ",  Ujar SiDin Laksma TNI Hersan, S.H,  M.Si. Danguspurla Koarmada II.

HUT RI persatuan bangsa lebih kita galang,

Zainal  Paliwang pimpin  HUT RI ke-76 di Karang Unarang.



Selasa, 17 Agustus 2021

PESONA BATU GRANIT DAN HAMPARAN LAUT LEPAS DI PANTAI JELITA SEJUBA NATUNA NAN ELOK

NusaNTaRa.Com

byBambanGBiunG,      S   e   n   i   n,    3  1       M    e    i       2  0  2  1

Jika Anda sedang berpelesir ke Kabupaten Natuna, sempatkan main ke ‎Pantai Jelita Sejuba yang elok kali,   merupakan salah satu dari ratusan tempat wisata pantai berbebatuan indah yang berada di Natuna.  Jelita Sejuba berhiaskan batu – batu granit yang bertaburan di sepanjang pantai berlokasi di RT Sejuba, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

Destinasi ini berupa pantai yang didominasi bebatuan granit,  di area ini anda juga mengambil klik foto yang Aduhaiiii  Capottanya  karena Pengelolanya menyediakan beragam spot foto yang pastinya instagramable dan fantastis.  Sepanjang perjalanan, wisatawan akan menikmati lautan luas yang biru serta semilir angin.‎ Posisi Jelita Sejuba yang berada di pinggir jalan besar sangat mudah ditemui, yang jaraknya hanya 25-30 menit dengan berkendara dari Kota Ranai.  

Begitu masuk, kita akan meniti jembatan kayu menuju deretan batu granit di pantai,  pengelola Jelita Sejuba sengaja membuat jembatan-jembatan kecil dari kayu agar wisatawan bisa berpindah dari batu granit yang satu ke batu lainnya sembari menatap air laut nan biru disela-sela bebatuan granit tersebut yang terkadang dihiasi ikan dan kerang.

‎Ditengah-tengah, disediakan space untuk swafoto dengan latar belakang laut lepas dan tulisan  “ Jelita Sejuba ”.   Semilir angin laut dan deburan ombak membuat wisatawan betah berlama-lama santai di sana.   Komplitnya lokasi ini ‎dilengkapi dengan toilet, tempat parkir, arena main anak, hingga restoran untuk menikmati kuliner khas Natuna ditemani kesegaran air kelapa muda.

‎Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Natuna, Hardinansyah saat di temui awak media di sela-sela waktu rapatnya di kantor Bupati Natuna Bukit Arai,  Kamis 27/05/2021.   Ia menjelaskan, “    Tempat wisata Jelita Sejuba itu dikembangkan oleh pihak swasta pada 2018 lalu, saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan sesuai dengan kita ketahui setiap pengunjung yang masuk ke area wisata tersebut dikenakan tarif Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.  Jelita Sejuba dikelola oleh pihak perusahaan swasta, tempat ini makin hits setelah jadi lokasi syuting film Jelita Sejuba dan rekaman soundtrack grup band Anji  ”,   Ujar SiDin  Hardinansyah.

“  Film Jelita Sejuba, mencintai kesatria negara ini telah tayang di sejumlah biskop di Indonesia. Film bercerita tentang penantian istri tentara yang menunggu kepulangan sang suami.‎  Tokoh istri diperankan oleh Putri Marino, sang suami diperankan oleh Wafda Saifan Lubis   ”,   Ujar SiDin Hardiansyah Laji.

Wakil Bupati Natuna, Rodial Huda, membenarkan hal yang di sampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata tersebut, Dulu lahan jelita Sejuba itu milik bapak Sabli namun telah di jualnya ke pihak perusahaan swasta lalu di bangun tempa wisata yang di beri nama Jelita Sejuba karena letaknya berada di daerah Sejuba.

“  Kita selaku Pemerintah senang ada pihak yang membangun tempat wisata di daerah kita dengan di bangunnya tempat wisata tersebut akan menarik menat masyarakat juga penggemar wisatawan luar untuk berkunjung diaerea tersebut dan juga bisa menunjang perekonomian daerah kita  ”,  Ujar SiDin Rodian Huda dengan Soppengernya (Jumawanya).

Berlibur kepantai sembari istirahat,

Pantai Julita Sejuba Natuna  indah berhias batu Granit. 

DESA TUTUL DESA PRODUKTIP, PENGHASIL KERAJINAN YANG TENAR DI MANCANEGARA.

NusaNTaRa.Com

ByBambanGNunukaN,  R  a  b  u,   1   2      M    e    i      2  0  2   1 

Indonesia terkenal sebagai negara dengan ragam hasil produksi yang berkualitas dan   beberapa barang ini pun telah diekspor dan dipasarkan ke luar negeri.   Salah satu daerah yang cukup banyak mengekspor produk adalah Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember,  daerah ini banyak dihuni para  pengerajin aksesoris  dari 9.989 warga di Desa Tutul  1.000 orang lebih berprofesi sebagai perajin.  Umumnya  pengrajin  memproduksi beragam aksesoris, terutama kayu yang diolah menjadi tasbih,  gelang,  kalung,  cangklong rokok   dan  kolainan.

Mantan  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar pada tahun 2013 , berkunjung ke Desa Tutul, Jember  dan  saat itu Cak Imin panggilan akrabnya menetapkan desa ini sebagai yang paling produktif di Indonesia.   Pemerintah menetapkan desa tersebut bukan tanpa alasan,  hal ini karena minimnya angka pengangguran di desa tersebut  serta   mampu  menyedot  tenaga  kerja dengan 1.057 home industry   bahkan penghasilan warganya cukup tinggi  yaitu Rp5,6 juta per bulan.

"  Desa Tutul merupakan sebagai desa paling produktif tingkat nasional. Penetapan desa produktif adalah awalan agar semua program pembangunan akan diarahkan ke desa  ",   Ujar SiDin  Cak Imin,  Sabtu (19/01/2013).   Desa Tutul sendiri merupakan desa yang sudah lama dikenal dengan produktifitasnya dalam membuat kerajinan manik-manik.   Pasar kerajinan tangan ini bahkan sudah bisa memiliki jaringan mulai dari Arab Saudi hingga negeri Eropa dan Amerika.

Warga Desa Tutul  sudah mendarah daging  dengan kegiatan pengrajin  dan  beberapa studi menyebut  pembuatan kerajinan di desa ini sudah berlangsung sejak 1970-an,  ketikaa itu warga desa banyak menemukan tumpukan-tumpukan kayu yang hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar.   Dalam perjalanannya   tumpukan kayu itu begitu banyak  oleh beberapa orang,  kemudian diolah dan dimanfaatkan untuk menjadi produk kreatif.   Awalnya mereka membuat gelang dan tasbih  setelah  dipasarkan  sambutan pasar bagus,   kemudian warga lain ikut memanfaatkan sisa-sisa kayu itu untuk dibuat aksesoris.

Tak hanya aksesoris, dalam perkembangannya, mereka juga membuat kerajinan berbahan kayu seperti sendok, garpu, piring, nampan, mangkuk, cangkir  dan suthil (spatula).   Biasanya pengrajin kebanjiran pesanan pada saat musim haji, karena digunakan sebagai oleh-oleh untuk sanak saudara  dengan  harga tasbih kayu tergolong murah  mulai Rp 50.000 per kodi sampai Rp60 ribu untuk bahan kayu kukun, untuk tasbih termahal  terbuat  dari kayu Gaharu  Rp 300.000 sebuah  ukuran besar dan perkilogram mencapai Rp 1 juta per kg.

Menurut  Tarmidi Sukidi,  Proses mulai kayu digergaji sampai dihaluskan berbentuk bulatan tasbih dan diberi pewarna kemudian menjadi untaian tasbih membutuhkan waktu sekitar satu minggu.    Masing-masing warga punya kesibukannya sendiri, ada yang mengoperasikan mesin, ada pula yang sedang memotong kayu.    Sehingga ketika memasuki  desa  tersebut suara bising dan gemuruh mesin itu terdengar hingga ke jalan utama  desa, didepan saaat memasuki  Desa Tutul  terdapat plang besar bertuliskan,  “ Selamat Datang di Sentra Industri Kecil (Handicraft)  ".   

Keberhasilan hasil produksi Desa Tutul yang menembus pangsa luar negeri memberikan berkah tersendiri   diantaranya  adalah warga memiliki penghasilan yang menggiurkan,   Seperti  pengerajin  bernama Ida Giawati berhasil meraih omset hingga Rp150 juta.   Ia memulai  usaha kerajinan sejak 2001 dengan  memproduksi  aneka aksesoris berbahan kayu berbentuk tasbih, kalung, cincin, slongsong kris, pipa rokok, hingga peralatan dapur  dan saat itu hanya  memiliki tiga pekerja  tapi  sekarang  ia memiliki 20 pekerja dan target pemasaraan mencapai  ke Pakistan, Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Korea.

Dengan banyaknya yang menjadi pengrajin, maka pengangguran yang selama ini menjadi momok pun bisa diminimalisir. Bahkan, tingkat migrasi warga di desa itu pun minim karena banyak pekerjaan yang tersedia di desa tersebut.   Seperti halnya Nur Bahagio, warga Desa Tutul yang sempat diwawancarai menceritakan bahwa dia sudah mulai menggeluti di bidang kerajinan tangan ini, sejak duduk di bangku SMP pada 2015 hingga saat ini.

Sohibur Rohman pria kelahiran 1986  pemilik usaha JBC Craft,    telah  melakoni  usaha ini   selama 3 tahun belakangan ini menyebut usahanya mulai bangkit setelah ditempa pandemi.    “  Sempat terkendala pada bulan  April 2020  karena pandemi Covid-19,  saat lockdown awal,  pengiriman kerajinan  melalui  jasa  pengiriman  barang  ditutup  di  Kota  Jember Jawa Timur   dan  sekarang  sudah mulai normal kembali   ”.

Cak Imin (Muhaimin Iskandar) Menteri Tenaga Korja & Transmigrasi 2013

Barang rongsokan digunakan saja,

Tutul desa pengrajin yang tenar di mancaNegara.

Senin, 16 Agustus 2021

MEREKA YANG DISEBALIK PERAIH MEDALI DAN EMAS PERTAMA INDONESIA DI OLIMPIADE

NusaNTaRa.Com

byRyaNSyaHPutrA,     S   e   n   i   n,    1   9      J    u    l    i       2  0  2  1

Donald Pandiangan dan 3 Srikandi Pemanah Indonesia Peraih medali Perak di Olimpiade  SOUL 1988 Korsel (Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani dam Kusuma Wardhani).

Tiga srikandi Indonesia  yang berhasil mengharumkan nama bangsa  di Olimpiade SOUL Korsel 1988 dengan menjadi peraih  medali pertama Indonesia diajang dunia itu  yaitu    Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani.  Mereka berhasil meraih medali Perak saat itu dicabang olah raga panahan untuk Tim beregu putri.     Di  edisi Olimpiade berikutnya, Barcelona 1992, prestasi Indonesia di ajang empat tahunan itu makin meningkat  manakala Sang LeGend  Susy Susanti menjadi atlet pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade dari cabor bulutangkis tunggal putri.

Tapi, apa kita semua telah  mengetahui  siapa sosok penting dibalik prestasi mereka  ?,    berikut disajikan sosok pelatih yang berhasil mengantarkan ketiganya mengukir sejarah bagi olahraga Tanah Air.   Keberhasilan Nurfitriyana, Lilies Handayani  dan Kusuma Wardhani  tak lepas dari tangan dingin pelatih mereka, Donald Pandiangan.   Sebelum menjadi pelatih, Donald adalah atlet panahan top Indonesia,  saking  hebatnya   ia bahkan dijuluki  sebagai Robin Hood Indonesia.   Donald Pandiangan pun mencatatkan rekor dalam Guinness Book Of World Record sebagai  atlet yang  dapat  menancapkan  panah  di ujung  ekor panah sebelumnya.

Ia pun banyak menyumbangkan banyak medali emas SEA Games untuk Indonesia  yaitu pada edisi 1977, 1979, 1981  dan 1983.  Sebelum  membawa  nama  Indonesia,  ia  lebih  dulu  berjaya  di level  Pekan Olahraga Nasional (PON) 1973 meski  dia  yang banyak dipuja  bangsa ini telat memulai karier atletnya.

Liang Chiu Sia  (pelatih Bulutangkis)

Sementara itu, tekad kuatnya menjadikan tiga Srikandi Indonesia sebagai atlet tangguh di Olimpiade 1988 tak lepas dari memori pahitnya delapan tahun silam. Saat itu sebenarnya ia percaya diri dapat berprestasi dalam Olimpiade 1980 di Uni Soviet. Tapi karena negara Indonesia memboikot Olimpiade (Uni Soviet menyerang Afghanistan),  asa Donald  untuk meraih  medali Olimpiade  pun pupus.    Alhasil, satu-satunya jalan untuk meraih medali Olimpiade adalah  lewat anak didiknya yang tak lain adalah Nurfitriyana,  Lilies  dan Kusuma.

Liang Chiu Sia merupakan pelatih dari Susy  Susanti  yang  lahir dan besar di Cirebon pada 9 September 1950 dan berada di Cirebon hingga menginjak bangku SMP,  setelah itu ia akhirnya pindah ke Hongkong lalu menikah dengan pria Hongkong hingga akhirnya menjadi warga negara sana.   Darah Bulutangkis Liang Chiu Sia mengalir dari ayahnya yang merupakan ganda putra legendari Indonesia, Tjun Tjun  dan  pernah menjadi juara All England sebanyak enam kali di era 70-an. Kala itu Tjun Tjun berpasangan dengan Johan Wahyudi.

Singkat cerita Liang akhirnya menjadi pelatih tunggal putri di PBSI pada 1980-an.  Hasilnya sangat fantastis, Selain Susy, ia berhasil membina tunggal-tunggal putri Indonesia lainnya  seperti Sarwendah Kusumawardhani   dan Elizabeth Latief menjadi pemain yang disegani di ajang internasional.

Susy Susanti

Indonesia mulai berpartisipasi di posta olahraga terbesar bangsa-bangsa dunia pada tahun 1952 atau ketika Olimpiade ke-15 digelar di Helsingki, Finlandia dengan mengirimkan tiga atlet putranya di cabang angkat bosi Thio Ging Wie, renang Habib Soeharko dan dicabang atletik Soedarmodjo.   Sejak saat itu,Indonesia hamper tidak pernah absen dalam mengirimkan atlet terbaiknya di ajang olahraga multicabang terbesar di dunia ini.

Indonesia hanya dua kali absen yakni pada Olimpiade 1964 di Tokyo Jepang karena kontroversi menyangkut  keikutan Indonesia dalam The Games of the New Emerging Forces (GANEFO) yang di gagas Soekarno  dan Olimpiade 1980 di Moskowa, Rusia karena turut serta dalam boikot terkait perang Soviet-Afganistgan.   Sepanjang keikutsertaan di Olimpiade hingga tahun 2016, Indonesia mendapatkan 32 medali  yakni 7 emas,  13 perak dan 12 perungu.  Bulutantis menjadi cabang olahraga andalan dan penyumbang terbesar medali bagi Indonesia.  Bahkan semua medali Emas Indonesia berasal dari cabang tersebut.

3 Srikandi Pemanah Indonesia 1988 (Nurfitriyana Saiman, Lilies Hanadayani dan Kusuma Wardani)

Adu ketangkasan  dalam olah raga Badmintone,

Susy Susanti atlit pertama Indonesia peraih Emas di Olimpiade.




Minggu, 15 Agustus 2021

BENDERA MERAH PUTIH WARGA LUMBIS DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA BERUSIA 76 TAHUN

 NusaNTaRa.Com                                                                                 byBakuINunukaN,             Jum'at    19     M  a  r  e  t     2021

Masyarakat Perbatasan RI - Malaysia di Kecamatan Lumbis Hulu Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menyimpan sebuah bendera Merah Putih  berusia 86 tahun.  Keberadaan bendera tersebut bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 1945 Silam.

"  Bendera tersebut menjadi hal sakral bagi Suku Dayak Tahol, karena bendera itupula yang menjadi saksi sejarah kemerdekaan RI 1945  ",  Ujar SiDin Justinus Camat Lumbis Hulu dengan Soppenger (Jumawa), Kamis (18/03/2021). Tidak sekedar bersejarah, bendera itu bahkan sangat sakral dan menjadi bukti warga perbatasan RI - Malaysia tetap berpegang teguh dengan NKRI.  

Bendera bersejarah ini pertama kalinya dikibarkan diperbatasan Lumbis bersamaan  dengan Proklamasi kemerdekaan RI oleh Penghulu Kepala Adat Besar Lumbis Udan Sokon atas pemberian Wedana.  "  Bendera berusia 76 tahun sangat Sakral, warga sangat menghormatinya karena berusia tua dan menjadi bukti sejarag kesetiaan pada NKRI  "   Ujar SiDin Justinus.

Justinus menuturkan, bendera Merah Putih berukuran  2 x 3 meter tersebut merupakan pemberian seorang Wedana saat Nunukan masih menjadi wilayah administrasi Kabupaten Bulungan.  "  Wedana menyerahkan bendera tersebut kepada kepala adat besar Lumbis Hulu  saat itu bernama Udan Sokon  ",  Ujar SiDin Justinus Laji.

Saat ini, keberadaan bendera merah putih yang berusia sama dengan Bendera Pusaka RI tersebut masih tersimpan rapi di rumah Bulang yang merupakan cucu Kepala Adat Besar  Lumbis Hulu Udan Sokon.  "  Bahannya bagus, agak tebal tapi sekarang sudah rapuh.  Sudah usang karena termakan usia karena mulai tetsimpan sejak Indonesia Merdeka  ",  Ujar SiDin Justinus.

Dalam penyimpanan Bendera ini tidak ada cara penyimpanan Istimewa namun seperti biasa saja.  "  Teralhir kali bendera pemberian Wedana tersebut dikibarkan adalah saat peristiwa konfrontasi Indonesia - Malaysia  di kampung Sililiran.

Sebuah Ritual Adat Tahol untuk menghormati keberanian dan perjuangan warga adat yang terlibat dalan peristiwa bersejarah konfrontasi RI - Malaysia.   "  Itulah kami sakralkan sekali benderanya, kami berencana membuat duplikatnya supaya benda keramat tersebut tidak rusak dan menjadi peninggalan untuk generasi  kami  ",   Ujar Justinus menambahkan.

Di Kecamatan Lumbis Hulu Kab. Nunukan prov. Kaltara, masih terdapat 3 desa yang berstatus Outstanding Boundary Problems (OBP).  Luasan OBP keseluruhab sekitar 4.809 Ha berada disekitar Sungai Sinapat Lumbis hulu yaitu dari Patok  B 2700 sampai patok B 3100 meliputi Desa  Lipaga 62 KK,  Desa KabungOlor 57 KK dan Desa Tetagas 55 KK.



Long Bawan jauh di hulu sungai,

MeraHPutiH di Lumbis berkibar sejak Proklamasi RI.


SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...