Selasa, 09 Mei 2017

TIGA BERITA KEMATIAN KARENA ULAR DI INDONESIA YANG MENDUNIA

NusanTaRa.Com


Ular merupakan mahluk unik diantara golongan hewan dimuka bumi karena dapat berjalan meski tak memiliki kaki dan dapat menelan mangsa yang jauh lebih besar dari tubuhnya meski ia hanya memiliki mulut yang kecil.    Mengapa demikian ?  meski  tak memiliki kaki tapi dengan pergerakan tulang rusuknya ia dapat bergerak cepat dan meski mulutnya kecil tapi dengan tulang rahang bawah dan atas yang dapat dilepaskan membuat ia dapat menelan mangsa yang Ganal pang ai !!!.  Ular termasuk binatang reptile tak berkaki, bertubuh panjang dan bersisik termasuk dalam SubOrdo Serpentes, yang diperkirakan merupakan hasil Evolusi dari kadal terestial sejak zaman Jurassic (174,4 juta tahun yang lalu).

Kemampuannya dalam mematikan manusia yang cukup akurat baik karena sengatan racunnya yang tersalur dari mulutnya maupun dengan kemampuannya menelan mangsa yang berukuran lebih besar dari tubuhnya seperti manusia membuat ular begitu ditakuti.   Indonesia termasuk salah satu habitat kehidupan berbagai jenis ular termasuk Piton yang mampu menelan manusia,  kemampuan ular memangsa dengan cara diam – diam dan termasuk pemkan Carnivora membuat mahluk unik ini sangat di segani manusia dan membuat bulu jadi bergidik ketika bertemu dengannya. 

Sebagai salah satu wilayah habitat kehidupan ular di muka bumi, maka masyarakat Indonesia tidak terlalu asing dengannya dan tidak jarang menjadi satu perbincangan karena ulahnya seperti memangsa, menakutkan serta keajaibannya.  Sebaran ular hewan beradarh dingin ini  hampir ada diseluruh permukaan bumi baik Gunung, hutan, Gurun, dataran Rendah, lingkungan pemukiman hingga sampai ke laut terutama daerah Tropis.  

Di Indonesia berita tentang ular sempat  menjadi popular di dunia karena ulah ular yang mampu mematikan manusia seperti kejadian di Mamuju Sulawesi Barat berakibat meninggalnya Petani bernama Akbar.    Di bawah ini kami rangkumkan sebanyak 3 berita tentang ular yang berujung pada kematian manusia dari beberapa sumber  : 

1. Di Mamuju Seekor Piton Menelan Petani.

Awal tahun 2017 terjadi sebuah Insiden tewasnya seorang petani bernama Akbar yang kemudian ditemukan oleh masyarakat berada di dalam perut ular piton sepanjang 7 meter di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar),  Sempat menjadi perhatian publik dunia.    Sehari sebelumnya ia minta izin untuk memanen  hasil  kebun Sawitnya namun ia tak pulang hingga sore keesokannya,  membuat keluarganya menyusul mencarinya.

Hampir seharian warga mencari tapi tak menemukan Akbar.     Ketika seorang menemukan seekor ular yang besar dan tak dapat berjalan iapun memanggil rekan-rekannya dan mengataka, “  Mungkin Akbar ada di dalam Perut Ular Piton ini, coba lihat perutnya yang besar sehingga ia tak bisa berjalan  !!!  “.    Setelah menemukan mayat Akbar dalam perut Ular Piton tersebut bukan Cuma masyarakat Mamuju yang kaget tapi juga hampir semua masyarakat Nusantara khususnya lewat media Cetak, TV dan Sosmed.

Satriawan  seorang warga yang menyaksikan langsung proses pembelahan perut ular tersebut,  menjelaskan bahwa Akbar pergi ke kebun kelapa sawit miliknya sejak Minggu, 26 Maret 2017 pukul 09.00 Wita, namun ia tak kunjung pulang hingga keesokan harinya.    ”  Sekitar pukul 22.00 malam warga menemukan ular piton yang terlihat kekenyangan setelah menelan benda besar, yang diduga telah menelan Akbar “,  Ujar SiDin Satriawan pada media NusaanTaRa.Com.

"  Kemungkinan ular tersebut menyerang Akbar dari belakang  ",  lanjutnya singkat.
Akhirnya warga sepakat untuk membelah perut ular tersebut dengan menggunakan peralatan seadanya. Video berdurasi 5 menit 43 detik yang menampilkan detik-detik evakuasi korban langsung viral di media sosial.   “  Indonesian man’s body found inside Python – Police “ menjadi satu thema ulasan dalam berita BBC, ulasan tersebut melaporkan sebenarnya piton jarang membunuh dan memangsa manusia meski dalam beberapa laporan ia memangsa anak-anak.

2. Penyanyi DangDut mati di patuk Ular. 

 Seharusnya Seekor ular menjadi pelengkap sempurnanya tampilan seorang penyanyi dangsut saat manggung, tapi naas di luar kehendak manusia malah yang terjadi adalah sebaliknya menjadi babak akhir hidup dari seorang penyanyi dangdut  “’  Irma Bule  “. 
 
Ular yang dipakai bukan ular yang biasa ia pakai saat tampil dan sang pawang ular baru tiba saat penyanyi telah di rumah sakit, kata seorang keluarga Irma Bule “ Ferlando “.  Kemudian ia menambahkan bahwa, “  Irma Bule mati setelah pertunjukkannya itu dan ia telah terpatuk ular yang dibawanya saat tampil  ”.

"  Saat pertengahan lagu tanpa sengaja dia nginjek ekor ular kobra yang dibawanya. Seketika itu, ular langsung matok dia  ",  Ujar SiDin Ferlando.  Tapi seperti tak ada kejadian yang serius, Irma tetap melanjutkan penampilannya sampai selesai lagu kedua sebagaimana yang ia rencanakan.   Sang Pawang ular menanyakan keadaannya dan menawarkan bantuan ketika ia turun panggung, karena saat itu belum ada tanda-tanda sakit ia belum diobati.

Satu jam setelah kejadian dipatok ular, Irma merasakan mual-mual dan tiba-tiba sekarat,  langsung dibawa ke rumah sakit diKarawang sekitar pukul 23.00 WIB,  Dua jam setelah dirawat di rumah sakit, ternyata nyawanya tak tertolong.

3. Satpam Tewas Dililit Ular

Mungkin hari Jumat hari yang punya pamali khusus, anggapan ini mungkin ada benar setidaknya buat Ambar Arianto Mulyo, satpam sebuah hotel mewah di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, tewas dengan mengenaskan pada hari itu.   Pria berusia 59 tahun itu meregang nyawa setelah lehernya dililit seekor ular -- ada yang menyebut jenisnya sanca atau piton.

Awalnya Arianto akan menangkap ular sepanjang empat meter yang melintas jalan akan menuju kawasan Hotel.   "  Mereka berusaha menangkap ular tersebut  ",  Ujar SiDin AKP Gusti Ngurah Yudistira Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Denpasar Selatan,  Jumat 27 Desember 2013.   "  Korban sempat berusaha melepaskan lilitan ular. Tapi tenaganya kalah besar dengan ular  ",  Ujar SiDin lagi maai.

Tragodi nahas satpam tersebut juga mengundang perhatian beberapa media asing untuk mempublikasikannya.  Media Amerika Serikat, CNN, menuliskannya dalam “  Python kills security guard in Bali  “.   Disebutkan, seorang penjaga keamanan tewas dililit ular besar saat ia mencoba menangkapnya.

Ular seharus tidak kita takuti sebagaimana gambaran sekarang dengan membunuhnya, karena ular pada dasarnya tidak terlalu agresip terhadap manusia sebagaimana yang dikatakan orang ia hanya menyerang karena terpaksa seperti bertemu secara mendadak,  dalam keadaan terancam atau  dalam keadaan lapar.   Tapi mengapa banyak Ular saat ini memasuki Desa atau pemukiman petani dan membaham warganya, "  Sekarang banyak ular masuk ke Pemukiman petani dan mengancam warganya karena habitat ular seperti hutan sudah tidak ada,  sehingga ia berkeliaran ke desa untuk mendapatkan makanan  ", Ujar SiDin SiKancil pengamat Lingkungan satwa pada NusanTaRa.Com.   
Awas karena Piton kini masih berkeliaran, terutama di daerah semak belukar dan sepi.

byDannYAsmorO.
 

Hutan Rimba sangkar satwa,
Ular jadi Ganas karena habitatnya rusak

Sabtu, 06 Mei 2017

EKSTRIM, MARATHON RINJANI 100 2017 AJANG PETUALANGAN PRESTESIUS DUNIA

NusanTaRa.Com
byFarhaDTukirmaN

Marathon Rinjani 100 2017 di Sembalun Kab. Lombok Timur Sabtu, 6 mei 2017  petang tadi hampir tuntas dengan berakhirnya semua nomor yang dipertandingkan 100 km, 60 km, 36 km dan 27 km putra dan putri, perlombaan ini dimulai malam hari tadi sekitar jam 23.30 WITA FINISH DI Hotel Nusantara Sembalun.    Hasil perlombaan untuk saat ini dikuasai pelari luar negeri 3 juara (Thailand, Austria, Francis), 2 juara dari Indonesia dan 1 juara untuk 100 km belum ditetapkan karena sampai limit waktu yang ditetapkan belum ada yang berhasil sehingga panitia memberi tenggang waktu selama 36 jam.

Sebanyak 502 orang pelari dari 28 negara mengikuti Marathon Rinjani 100 2017 sebagian besar datang dari luar negeri,  karena larian yang tergolong ekstrim ini banyak memberikan tantangan dan tingkat kesulitan tersendiri.   Selain jaraknya yang cukup ekstrim,   jalur yang ditempuh  untuk setiap nomor sangat menantang dengan melewati pendakian dan lereng Gunung Rinjani untuk setiap kategori diberikan batasan ketinggian yang harus di lalui yang tentunya memiliki kesulitan tersendiri serta panitia memberikan Limit waktu yang harus ditempuh untuk setiap jarak.   Pakelii  pelari dari Malaysia juga merasakan serunya tantangan tersebut  tapi itu yang membuat ia mengulangi ikut tahun ini,  “  Selain jalur yang dilalui mendaki ditebing gunung, saat star malam suhu terasa sangat dingin sepanjang laluan  “, Ujar SiDin Pakelii.
Rinjani 100 tahun 2017 mempertandingkan empat kategori yaitu 27 kilometer, 36 kilometer, 60 kilometer dan 100 kilometer,   Larian  36 km menjadi nomor yang paling diminati diikuti 271 peserta,  60 km dikuti 110 peserta, 27 km 82 peserta dan 100 km 39 peserta.     Marathon Rinjani 100  memberikan   tantangan tersendiri yang berbeda-beda di setiap kategori.,  untuk 27 km  pelari harus melewati total ketinggian 1,7 km dengan batas waktu (COT)  9  jam,  untuk  36 km  peserta  akan melewati ketinggian 2,76 kilometer dengan COT 15 jam,  kategori 60 km total 5,32 km  ketinggian yang mesti ditaklukkan dalam waktu maksimal 20 jam termasuk melintasi puncak Rinjani dan  nomor paling ekstrem 100 km peserta lari menanjak setinggi 9,16 km batas waktu 36 jam meliputi puncak Rinjani dan lereng Senaru.   "  Kalau waktu finish lebih dari COT dianggap tidak menyelesaikan lomba  ", Ujar SiDin Rudi Rohmansyah Race Director Rinjani 100  2017.

Rudi Rohmansyah mengatakan,  para pemenang kompetisi Rinjani 100 tidak menerima hadiah dalam bentuk uang tunai yang besar,  namun menurutnya  para peserta Rinjani 100  2017 tentunya akan memperoleh kebangaan bisa mengikuti lomba dengan keindahan alam yang mempesona.   Keunggulan lain yang disajikan bagi para peserta  dalam Marathon ekstrim ini, peserta yang berhasil  menyelesaikan tantangan (finisher) berhak atas poin yang dapat digunakan untuk mengikuti Ultra-Trail du Mont-Blanc di Eropa.  Muhammad Ridwan peserta Marathon Rinjani 100 untuk kategori 60 km sangat antusia mengikuti kejohanan ini,  "  Saya rutin berlatih di Gunung Bawakaraeng dan yakin bisa finish,   Sebelumnya saya juga ikut di Bromo Tengger Semeru Ultra 100, bisa finish di kategori 70 kilometer  ", Ujar SiDin Muhammad Ridwan pada NusanTaRa.Com.
Hasil Marathon Rinjani 100   2017 yang bermula Jum’at 5 mei 2017 jam 23.30 WITA STAR di Pintu pendakian Senaru dan Sembalun,  Kategori 60 km ; Chatchai Ananpattarachai dari Thailand juara pertama  catatan waktu 14 jam 53 mnt 55 dtk, disusul Renaldy Firdaus dan Azis Dermawan dari Indonesia.  Kategori 36 km Putra ;   Alexander Stock dari Austria sebagai juara pertama dengan catatan waktu 6 Jam 31 mnt 33 dtk disusul Bruno Serny (Francis) dan Christovik Simatupang (Indonesia) dan Putri ;  Melissa Grayel dari Francis sebagai juara pertama dengan catatan waktu 8 Jam 5 menit 53 detik disusul Septiana Nia (Indonesia) dan Kirsty Aplin (Inggris).  Kategori  27 km Putra ; Akhmad Nizar dari Indonesia sebagai juara pertama dengan catatan waktu 4 Jam 5 mnt 56 dtk  disusul Paulius (Lithuania) dan Ardi Eka Karya (Indonesia) dan Putri ; Sri Wahyuni  dari Indonesia sebagai juara pertama dengan catatan waktu 5 Jam 6 mnt 10 dtk  disusul Lina Ali dan Margaretha Engraini (keduanya Indonesia)  dan Kategori 100 km tidak ada yang dapat karena waktu yang ditetapkan 36 jam tak terpenuhi.

Marathon Rinjani 100 2017  sukses dalam penyelenggaraan selain jumlah peserta lebih banyak, jumlah Negara yang ikut juga lebih banyak yaitu 28 negara,  peserta Indonesia yang menjadi juara dua orang dan  pemecahan rekor sebayak 3 rekor di banding tahun 2016.   1.  Peserta  36 km Putra, Alexander Stock (33) dari Francis dengan waktu 6 jam 31 mnt 33 dtk memecahkan rekor lama tahun 2016 atas nama Carlos Pez (Spanyol) dengan waktu 7 Jam 4 mnt 58 dtk,  2.  Peserta 27 km Putri, Sri Wahyuni dengan catatan waktu 5 jam 24 mnt 33 dtk lebih cepat dari rekor 2016 yang buat Amanda Edyana dengan waktu 7 jam 24 mnt  33 dtk dan 3.  Chatchai Ananpattarochai dari Thailand peserta putra 60 km juga berhasil memecahkan rekor waktu tahun 2016.

Alexander Stock yang menjuarai kategori 36 km putra mengaku rutin berlatih naik turun bukit di Austria dekat rumahnya yang bersalju,  "  Saya sangat baru di dunia lari. Tahun depan sepertinya saya akan ikut lagi pada Rinjani 100, tetapi mengambil yang 60 km  ",  Ujar SiDin  Alexander Stock.     "  Target saya memang pecahkan rekor, tetapi catatan ini di luar perkiraan. Sebelumnya, saya proyeksikan bisa finis dalam 6,5 jam, ternyata Tuhan berikan saya kekuatan untuk bisa menyelesaikan lomba lebih cepat  ",  Ujar SiGaluh Sri Wahyuni  di Sembalun,  Untuk mengikuti perlombaan ini  ia  hanya rutin melakukan latihan seminggu sekali biasanya di Gunung Liliran dan Gunung Penanggungan Jawa Timur.   "  Saya tidak menyangka bisa membuat rekor.  Ini kompetisi terbaik yang pernah saya ikuti dan saya sangat menikmatinya  ",  Ujar SiGaluh Melissa Grave dari Francis usai finish di Sembalun, Iapun mengungkapkan akan mengikuti kembali kejohanan ini tahun akan datang.

Untuk kebencanaan mereka dibantu  Korps Sukarela PMI yang berjaga di titik-titik rawan,  empat  dokter pengawas di Sembalun dan pusat lomba,   ada tim SAR,   Panitia dari masyarakat lokal yang  membantu untuk evakuasi disokong oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyediakan tenda dan fasilitas lengkap.    Ada pula pihak kepolisian yang melakukan pengamanan di titik-titik rawan persinggungan dengan masyarakat.  "  Total ada 50 personel polisi, 14 korps sukarela, lima tim expert di puncak gunung, dokter dua orang dan sisanya 50 orang adalah pemuda dari masyarakat setempat  ",  Ujar SiDin Rudi.

Gunung Rinjani Indah Danaunya,
Marathon Rinjani 100 2017 penuh tantangan bagi peserta.

Rabu, 03 Mei 2017

TURNAMEN POLO GAJAH DI THAILAND TONTONAN UNIK YANG SERU

NusanTaRa.Com






 G a j a h  dengan nama latinnya Elephas  maximus sp binatang yang berbelalai  di Indonesia hanya di temukan di Sumatera Gajah Way Kambas dan Kalimantan Gajah Pigmi Sebuku serta beberapa kebun binatang.  Ternyata satwa ini bila dilatih dapat menjadi hiburan yang sangat menarik bahkan potensial untuk menarik wisatawan Luar negeri seperti yang dikembangkan di Thailand, yang mana tahun 2016 di anggap lebih sukses dalam mendapatkan wisatawan.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan di sebuah resort ditepi sungai Bangkok yaitu Turnamen Polo Gajah Raja yang ramai diikuti para peserta dari dalam negeri, sedikit berbeda dengan Polo BerKuda yang setiap tim terdiri dari empat ekor kuda dan setiap kuda ditunggangi satu orang maka pada Polo Gaja Setiap Tim hanya terdiri dari dua ekor Gajah dan setiap Gajah di tunggangi dua orang pemain.
   
Thailand yang biasa disebut dengan Negeri Gajah Putih, tak lepas dari keyakinan masyarakatnya yang menganut agama Budha mereka sangat mengsakralkan keberadaan Gajah sebagai satu tetesan Dewa yang harus di hormati bila ingin hidup damai sejahtera di bumi dan alam nirwana sana.   Sejarah kerajaan Thailand juga mencatat bahwa dalam pasukan kerajaan mereka terdapat pasukan Gajah yang terkenal tangguh dalam mendukung pertempuran mereka memporak porandakan lawan.
 
Saat mendengar namanya kita akan menduga bahwa seekor gajah akan menggunakan stick polo kemudian memukul  bola hingga ke gawang lawan sebagai tanda menang !!!,    hwaaahahahaaaaa  ....   tentunya tidak demikian melainkan Seekor Gajah akan ditunggangi dua orang pemain yang seorang bertugas untuk mengendalikan Gajah dalam bermain, sedang yang seorang memegang stick untuk berebut, memukul, menggiring bola dan memasukkan bola kedalam gawang sebagai tanda Goal  win  win  win  win.

Selasa, 02 Mei 2017

DILEMA KARTU IDENTITAS GANDA DI DAERAH PERBATASAN KAB. NUNUKAN

NusanTaRa.Com


Kabupaten Nunukan yang berada di kawasan perbatasan negara NKRI dengan Malaysia memiliki sejumlah permasalahan klasik sebagaimana daerah perbatasan lainnya diantaranya didaerah ini umumnya beredar dua mata uang selain Rupiah sebagai mataa uang resmi, disini beredar juga mata uang Ringgit Malaysia.   Permasalahan lain yang cukup menarik dan hal penting untuk ditangani pemerintah bahwa di kawasan ini banyak ditemukan penduduk  memiliki double kewarganegaraan sehingga kita sering menemukan seorang penduduk yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) RI dan juga memiliki Identity Card (IC) sebagai tanda warga negara Malaysia.

Daerah dengan posisi geografi yang sangat berdekatan bahkan di daerah Aji Kuning Kec. Sebatik Tengah ditemukan sebuah rumah yang bagian depannya wilayah Indonesia sedang ruang dapur masuk daerah malaysia, membuat banyak komunikasi dan interaksi antar penduduk mudah terjalin termasuk dalam kemudahan hidup.  Contoh yang mudah diketemukan bahwa dibeberapa kota Malaysia yang berbatasan dengan Indonesia memiliki berbagai pasilitas pelayanan umum yang lebih baik dengan daerah Indonesia  terlebih sekitar tahun 1962 an - 1990 an seperti Pelayanan Kesehatan, Pekerjaan, Perekonomian dsb. yang berdampak warga perbatasan Indonesia banyak menuju kesana untuk mendapat kemudahan tersebut.

LaDollaH seorang warga Indonesia asal P Sebatik yang memiliki status kewarganegaraan Ganda ketika secara tak sengaja bertemu dengan awak media NusanTaRa.Com mengatakan, "  Ketika saya lahir tahun 1970 an pasilitas hospital di Tawau lebih baik sehingga banyak yang melahirkan di sana, kemudian setelah keluar mendapatkan surat kelahiran dari Hospital yang menjadi dasar kami membuat Identity Card (IC/Warga Malaysia) di sana ".   Kemudahan memperoleh pekerjaan di sana yang tentunya menjadi satu daya tarik warga negara kita untuk sedaya upaya memperoleh IC, karena dengan identitas tersebut akan lebih memudahkan mendapat pekerjaan saat mengisi waktu tak ada kerja di Indonesia.

Mantan anggota DPRD Nunukan asal Krayan, Kornalius Tadem mengatakan, sebagian besar warga Krayan terpaksa menggunakan IC untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di Malaysia.  ”  Kalau mereka menggunakan IC, mereka tidak akan mendapat pekerjaan seperti bersih-bersih rumput atau mengupas kulit kayu, atau bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan sawit. Dengan mengguakan IC, mereka bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik  ”, Ujar SiDin Kornalius (14/05/2015).   Untuk mendapatkan IC, warga Krayan menggunakan warga mereka yang banyak sekali sudah menjadi warga negara Malaysia yang siap membantu.

Kecamatan lain di Kabupaten Nunukan yang mempunyai perbatasan langsung dengan Malaysia (Sabah) adalah Kec. Lumbis Ogong, memiliki tiga Desa yang sebagian besar warganya memiliki Identitas Card Malaysia karena wilayah ini dari Indonesia jauh dipedalaman hanya dapat ditempuh dengan Perahu melewati sungai yang berjeram besar sehingga kurang mendapat pelayanan pembangunan, sementara dari Malaysia mereka hanya berjalan kaki atau menggunakan kendaraan sudah dapat dicapai bahkan sebagian warga desa Malaysia yang berdekatan Desa mereka masih keluarga.  Kurangnya layanan pembangunan yang dirasakan warga di sekitar desa Sumantupal, Ds Tinapat dan Ds Tau Lumbis ini sempat menimbulkan problem, ketika tahun 2014 sempat menyatakan akan menggabungkan diri ke negara Malaysia jika daerah mereka masih kurang perhatian dari pemerintah.

Tahun 2014 aparat TNI  menemukan eksodus warga di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan ke Negeri Jiran Malaysia,  Anggapan mereka bahwa eksodus mereka bukan semata karena desakan ekonomi tapi mengolah lahan mereka yang menjadi lahan Adat mereka meski berada di bawah kekuasaan keraajaan Malaysia.  “  Bukan eksodus jadi warga negara Malaysia. Tapi, eksodus non-permanen karena kebutuhan ekonomi dan mengolah lahan adat yang mereka miliki  ”, Ujar SiDin Brigjen TNI Nono Suharsono Komandan Korem 091/Aji Suryanata Kesuma.

Tokoh masyarakat Lumbis Lewi mengatakan 60 persen warganya di desa yang berbatasan dekat dengan Malaysia sejak tahun 1965 memiliki IC dan memilih tinggal di Malaysia karena masalah perekonomian dan keberadaan keluaga mereka yang masih serumpun disana, Sementara Gat Kaleb tokoh Persatuan Adat Dayak Kalimantan mengatakan bahwa banyak warga Krayan yang memiliki Identity Card sebagai satu kemudahan bagi mereka untuk mencari pekerjan disana.  LaDollah warga Sebatik bahkan mengatakan kalau warga Sebatik dan Nunukan sejak tahun 1962 hingga 2010 masih banyak yang memiiliki kedua Identitas tersebut, namun saat ini terutama setelah perkembangan Otonomi daerah dengan semakin terjamahnya daerah pedalaman dan terpencil akan pembangunan membuat sedikit demi sedikit kehidupan semakin membaik maka dampaknya bahwa keinginan warga di daerah ini memiliki dua Identitas tersebut semakin tidak ada dan jiwa nasional warga perbatasan yang menguat. 

Untuk mendapatkan Identity Card Malaysia menurut seorang warga saat ini tidak semudah dahulu, karena selain di lahirkan di Sabah Malaysia ia harus mempunyai Orang tua yang berwarga negara Malaysia sekurangnya ayah, kemudian surat Lahir (Malaysia : Surat Beranak) dan Identity Card (minimal ayah) dimasukkan ke Jabatan Pendaftaran kalau disetujui menunggu pengesahan dari Kerajaan Pusat Kuala Lumpur untuk mendapatkan Card tersebut.   Bagi warga Luar Malaysia minimal ia telah menetap di sana selama 10 tahun secarah syah baru mengajukan pengusulan disertai Rekomendasi dari pihak tertentu setelah disetujui baru mendapat pengesahan itupun masih berstatus Warga Malaysia sementara (bhs Malaysia :  Card Nitip) untuk jangka tertentu baru bisa mengusulkan yang berstatus 100 % Malaysia.  
byBambanGBiunG
Kertas putih bertulis Emas,
Warga yang baik memiliki Kartu Identitas.

Senin, 01 Mei 2017

EUPORIA PENYELENGGARAAN SEA GAMES 29 DAN PARA GAMES 19 2017 DI KUALA LUMPUR

NusanTaRa.Com 
byRyanSyahputra



Kota Kuala Lumpur Malaysia akan menggelar dua ajang Pesta Olah raga antar Negara Asia Tenggara atau Nusantara  tahun 2017, yaitu SEA GAMES 2017 yang akan diselenggarakan pada 19 sampai 31 Agustus 2017 dan Para ASEAN akan digelar 17 sampaii 23 September 2017 dengan menguusung thema “  BANGKIT BERSAMA  “ yang berarti Era dimana Negara – Negara Asia Tenggara perlu bersatu sebagai satu komuniti, hal ini dikemukakan Menteri Pemuda dan Olah Raga Malaysia Datu Khairy Jamaluddin Abu Bakar.  Penyelenggaraan Sea Games 2017 di Kuala lumpur ini adalah yang ke - 29   sedang Asean Paragames kali ini yang ke – 9 kegiatan ini akan disokong kurang lebih 20.000 oraang relawan dan dipusatkan di stadion Bukit Jalil.

SEA GAMES (Pesta Olahraga Asia Tenggara) adalah ajang pesta Olahraga yang diadakan dua tahun sekali bagi Negara yang berada diserantau Asia Tenggara (11 negara) dan berada di bawah kontrol Komite Olimpiade Internasional (IOC) dengan mempertandingkan beberapa cabang olahraga, pertama kali dicetuskan Laung Sukhumnaipradit dan penyelenggaraan pertamanya di Bangkok tahun 1959.  Sedangkan  ASEAN PARAGAMES (Pesta olahraga Difabel Asia Tenggara) adalah Ajang olahraga dua tahunan diselenggarakan setelah Sea Games yang diikuti para atlit yang mengalami cacat fisik (difabel) dari seluruh Negara Asia tenggara  di bawah pengawasan ASEAN Para Sports Federation (APSF). 

Salah satu kegiatan penyelenggaraan  Sea Games ke-29 dan  Pelaksanaan Para Games Kuala Lumpur 2017  adalah mempromosikan dan meningkatkan euporia semangat ajang tersebut  dengan penyelenggaraan  Baton Run yaitu larian membawa obor atau tongkat secara bergilir oleh para atlit atau tokoh di setiap negara pesertanya, termasuk Indonesia.    " Mumpung (tongkat estafet Baton Sea Games) ada di Indonesia, kita sampaikan bahwa Indonesia bersemangat (mengikuti Sea Games)  ",  Ujar SiDin Raden Isnanta Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat, Ahad, 30 April 2017.

Di Brunai Darussalam
Kegiatan Promosi Ajang SEA Games dan PARA Games Kuala Lumpur,  pertama kali di laksanakan di Brunei Darussalam pada 05 maret 2017 menyusul negara Filipina, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Timor Leste dan sebelum di Indonesia pada 30 April terlebih dahulu di Kamboja 22 April 2017, lalu Singapura dan akan berakhir tiba di Malaysia pada 14 mei 2017 mendatang.  Penyelenggaraan  Baton Run di Jakarta dengan Penerimaan tongkat Baton Run  SeaGames 2017 secara simbolis oleh Pak Isnanta mewakili Menpora dari Datuk M Saravanan mewakili Kementerian Olahraga Malaysia.  

Kemudian tongkat tersebut dibawa secara estapet oleh atlit veteran Suryo Agung Wibowo (sprinter Asia tenggara) dan Luluk Hadiyanto (Atlit BuluTangkis) menempu jarak 9,8 km mulai dari Kantor Kemenpora, Gelora Bung Karno, Jembatan Semanggi, Patung Sudirman, Bundaran HI, Balaikota DKI Jakarta, dan finish di Museum Nasional.   "  Kita memang sengaja didampingi atlit masa lalu. Ada sprinter Suryo Agung Wibowo dan atlit bulu tangkis Luluk Hadiyanto  " Ujar SiDin Isnanta.

Indonesia sudah memastikan akan mengirimkan atlitnya ke Ajang dua tahunan Sea Games dan Para Games 2017 meski sampai saat ini belum menentukan secara pasti daftar atlit yang akan dikirim sehubungan tuntutan untuk menurunkan anggaran mengikuti Ajang tersebut oleh pemerintah sehingga yang dipilih hanya yang diperkirakan akan menerima medali,  serta sampai saat ini Kemenpora masih mencari siap yang akan menjadi Chef de Mission (CdM).  Sehubungan permintaan pemerintah untuk mengurangi biaya anggaran di ajang tersebut Sea Games 2017 diperkirakan ikut 250 atlit (2015 sebanyak 547 atlit) untuk 32 cabang olahraga namun semua ini yang diperkirakan kuat akan menyabet medali.   

Menurut data penyelengara Para Games 2017 Kuala Lumpur bahwa penyelenggaraan kali ini di ikuti sekitar 1.447 atlit lebih banyak 212 atli di banding 2015 di Singapura, Malaysia akan mengikutkan atlitnya sebanyak 376 atlit di 16 Laga dan tercatat sebagai terbanyak Thailand 272 atlit dan Timor Leste 36 atlit.  Semula ada dua nama yang bakal menajdi CdM Indonesia ke Kuala Lumpur 2017 yaitu Yayuk Basuki daan Susy Susanti.   "  Semalam saya meminta Yayuk Basuki. Dia tidak bersedia karena posisinya sekarang sebagai pengawas pemerintah  ",  Ujar SiDin Imam Nahrowi Menteri Pemuda dan Olahraga dikutip secara profesional NusanTaRa.Com.

"  Saya juga sudah berkomunikasi dengan Susy Susanti. Dia masih meminta izin kepada atasannya di PBSI sebelum menerima tawaran saya  ",  Ujar SiDin Imam Nahrowi, disamping itu Susy Susanti juga akan mendampingi atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang akan berlaga dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara ke-29 itu.  "  Target keseluruhan realistis, jika Sea Games sebelumnya kita peringkat 5, kita targetkan naik ke posisi 4 atau 3. Kita fokus untuk penyiapan atlit menuju 2018 untuk meraih 10 besar se-Asia  ",  Lanjut Ujar SiDin.   
  

MatJaiS Striker Legenda tak berbanding,
Sea Games dan Para Games bina keakrapan dengan bertanding. 

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...