Selasa, 16 April 2013

JAMBU AIR POHON PEKARANGAN YANG EKSOTIK





          Buah Jambu Air sering  dijadikan pohon pekarangan selain pohonnya  tidak terlalu besar  (3-8 m), baik buat peneduh karna rindang, buahnya sangat baik buat keluarga dan buahnya  yang berwarna keputihan, hijau dan kemerahan menambah keindahan pekarangan saat berbuah serta sering dihinggapi burung-burung berukuran kecil membuat suasana asri pekarangan semakin sempurna.  Buah khas Asia Tenggara  ini dahulu banyak dibudidayakan masyarakat sebagai pohon pekarangan sehingga buahnya masih  sering ditemukan dipasar lokal hingga pasar besar  namun seiring zaman tanaman ini kurang dikembangkan terkecuali dibeberapa kebun kecil masyarakat sehingga mulai sulit untuk menemukannya, pada hal buah berbentuk seksi dan warna yang indah ini mempunyai rasa yang manis dan asam kemanisan yang sedap.

          Di pohon,  buah ini terdapat dalam bentuk berenteng berarti dalam satu tangkai terdapat beberapa buah dengan ukuran yang hampir sama.    Bunga merupakan kumpulan bungan yang terdapat di ujung ranting (terminal) atau muncul di ketiak daun yang telah gugur (aksial), berisi 3-7 kuntum. Bunga kuning keputihan berupa tabung kelopak, daun mahkota,  benang sari dan tangkai putik. 


Buah merupakan perkembangan pangkalnya atau tabung kelopak membengkak membentuk buah dibelakang bunga yang terlihat serupa daun mahkota yang berbentuk agak tebal dan ditengahnya masih terlihat ujung putik.  Buah Jambu air menyerupai Gasing atau hidung sehingga bagian ujung seperti bunga lebih besar dari pangkal.  Daging buah putih meski kulitnya yang tipis berwarna Putih, Hijau dan merah, mengandung banyak air mencapai 93 %, berasa manis, asam manis hingga sepat dan hamper tidak memiliki aroma.  Memiliki biji buah kecil 1 – 2 (-6) butir.

Kebanyakan anggota marga Syzygium merupakan pohon dengan ukuran relatip kecil batang yang tidak beraturan/berlekuk, ditumbuhi percabangan yang beranting yang memiliki buku-buku agak membengkak.  memiliki banir atau akar  tunjang.   Daun-daun terletak berhadapan dengan bentuk lonjong lancip atau tajam didepan berwarna hijau, jarang tersebar atau berkarang. Tulang daun utama tenggelam atau beralur, dibagian bawah sering ditemukan gelembung kecil.

Mengandung vitamin C yang baik untuk keremajaan kulit alias kocantikan dan  Vitamin A untuk meningkatkan daya tahan tubuh, ternyata jambu air juga mengandung serat pangan yang lumayan tinggi. Selain itu, buah yang mudah busuk ini juga memiliki kandungan mineral besi, kalsium, magnesium, tembaga, mangan, kalium serta fosfor  meski kandungannya tidak setinggi pada buah lainnya namun sangat bermanfaat jika dikonsumsi secara tertatur.  Selain dimakan langsung Jambu Air sangat baik dibuat Rujak, Juss dan Sambal Jambu.

Jambu air termasuk tumbuhan suku jambu-jambuan atau Myrtaceae memiliki sekitar 540 spesies, yang berasal dari Asia Tenggara dengan bahasa latinnya  Syzygium aqueum. Jambu air memiliki kemiripan dengan beberapa kultivarnya dan beberapa jambu yang masih satu spesies sehingga sulit dibedakan. Nama lainnya  jambu ayer mawar (Malaysia), machom phupa (Thailand), Tambis (Filippina), Water apple (Inggris) jambu aie (Minangkabau), jambu cai (Sunda), jambu wer (Jawa), jhambhu wir (Madura),  kumpas,  kombas, kembes (Sulut), jambu jene, jambu salo (Sulsel), jambu waelo, kuputol waelo, lutune waele, kopo olo (di Seram dan sekitarnya)  Juga jambu kancing (Ind.), untuk kultivar yang buahnya kecil-kecil.

Klasifikasi Ilmiah,
Kerajaan : Plantae,  Devisi :  Magnoliophyta, Kelas : Magnoliopsida, Ordo : Myrtales, Family : Myrtaceae, Genus : Syzygium dan Spesies : Syzygium  aqueum  (Burm.f.) Alston 1929.
 by.  Bakri Supian





Buah Jambu sibuah manis dimakan saat bergurau,
Sesuatu baru Jangan membanggakan  jika belum teruji mutu.

Jumat, 05 April 2013

KAJIAN PENANGKAPAN BENUR UDANG TERHADAP SUMBERDAYA PERAIRAN

Tulisan ini merupakan sinopsis dari skripsi yang dapat memberikan satu gambaran bahwa penangkapan di perairan utamanya dengan alat tangkap  berdaya selektipitas rendah akan berdampak hasil sampingan yang cukup besar, sehingga menurut saya hal ini cukup menarik perhatian untuk dijadikan satu referensi dalam menangani Lingkungan Hidup yang Biru.

 

TELAAH HASIL SAMPINGAN PENANGKAPAN BENUR UDANG WINDU DI PANTAI LANGNGA  PINRANG  SULSEL



RINGKASAN


TELAAH HASIL SAMPINGAN PENANGKAPAN BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon Fabricius) DI PERAIRAN PANTAI LANGNGA KAB. PINRANG SULSEL.  Oleh, Bakri No. Pokok 81 05 157  di bawah bimbingan Dr. Ir. M NATSIR NESSA, MS,  IR. ARSYUDDIN SALAM, M.Agr.Fish dan IR. MUH. ARIFIN DAHLAN.

Penangkapan benur di perairan pantai membawa suatu persoalan baru, karena penangkapan benur menggunakan alat tangkap dengan daya selektifitas yang kecil, sehingga penangkapan benur ini juga mendapatkan organism lain.  Jika penangkapan ini berjalan tanpa control dapat merusak kelestarian sumberdaya hayati perairan,

Tujuan penelitian ini menelaah jumlah, jenis dan nilai hasil sampingan penangkapan benur, serta mengetahui besarnya tangkapan hasil sampingan benur berdasarkan alat tangkap, waktu penangkapan, lokasi penangkapan dan jenis pasang.

Penelitian berlangsung di Perairan Pantai Langnga Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, selama 45 hari mulai dari  tanggal 01-12-1985 sampai tanggal 15-01-1986, menggunakan alat tangkap Jaring Porok dan Seser Tancap.

Hasil sampingan yang diperoleh selama penelitian sebesar 99,01 persen sedang benur hanya 0,99.   Komposisi golongan hasil sampingan yang tertangkap adalah Udang Ekonomis (55,4 persen) didominasi Acetes spp (43,04 persen), Udang tidak Ekonomis (15,5 persen) didominasi Lucifer spp  (11,79 persen), Kepiting (2,78 persen) didominasi Portunnus spp  (1,79 persen), Ikan Ekonomis (21,37 persen) didominasi Elops machnata (3,72 persen) dan Ikan tidak Ekonomis (4,95 persen) didominasi Diodon hystrix L (0,86 persen).

Hasil tangkapan bulan Desember 1985 untuk hasil sampingan sebesar 50,87 persen sedang bulan Januari 1986 sebesar 48,14.   Hasil sampingan yang tertangkap menggunakan Jaring Porok sebesar 56,38 persen dan Seser Tancap mendapatkan 42,63 persen.   Berdasarkan lokasi didapatkan hasil sampingan yaitu, lokasi I sebesar 34,8persen, lokasi II sebesar 30,85 persen dan lokasi  III sebesar 33,26 persen, ketiga parameter ini  parameter ini mendapatkan hasil sampingan yang tidak berbeda nyata.   Sedang berdasarkan pasang hasil sampingan berbeda nyata yaitu Pasang rendah sebesar 51,33 persen, Pasang sedang sebesar 31,61 persen dan Pasang tertinggi sebesar 16,07 persen.

Perkiraan kerugian penangkapan benur berupa hasil sampingan, selama setahun di Kecamatan  Mattirosompe dengan tingkat mortalitas 98 persen, adalah sebanyak 32.841.315,- ekor, berat 359.007 kg dan nilai Rp 602.215.000,-.

 














Manusia berusaha biar hidup berkelanjutan,
Usaha yang berkepanjangan sangat memperhatikan Lingkungan.

Selasa, 02 April 2013

MESJID ISLAMIK CENTER SAMARINDA, ARSITEK ISLAM YANG MEGAH.

NusanTaRa.Com


Ketika tepat berada diatas Jembatan Sungai Mahakam saat hendak memasuki Kota Samarinda betapa tertegunnya saya melihat dikejauhan di sebelah kanan, sebuah Panorama Mesjid yang mengingatkan mesjid termegah di Istambul Turki berwarna biru sebagai mesjid terbesar ketujuh di dunia  mesjid Sultan ahmed yang dibangun tahun 1609 peninggalan zaman kejayaan kesultanan Ottoman  yang biasa kita lihat di berbagai media, Ternyata itu sebuah Mesjid Islamik Center Samarinda namun terkesan lebih modern dengan dinding yang dilapisi ubin berwarna krem dan kubah berwarna hijau  bermotip yang berkilau indah dengan tujuh buah menara, dan lebih jauh kehilir lagi akan terlihat mesjid raya Samarinda di sekitar Pasar Citra Niaga. 

Mesjid Islamic Center Samarinda terletak di jalan Slamet Riyadi kelurahan Teluk Lerong Ulu Kota Samarinda, Kalimantan Timur Indonesia, merupakan mesjid terbesar ke 2 di Asia Tenggara dengan latar  bagian depan bangunan tepian sungai Mahakam.  Dengan keluasan areal bangunan 43.500 meter persegi mampu memuat 20.000 jamaah, bangunan ini dihiasi 7 buah menara dengn menara utama di depan  setinggi 99 meter bermankna Asmaul Husna (nama-nama Allah sejumlah 99),   menara utama 15 lantai setiap lantai setinggi 6 meter,  selain menara utama tadi terdapat 6 menara lainnya yang melambangkan 6 rukun Iman yaitu  4 menara masing-masing satu disetiap sudut bangunan utama mesjid setinggi 70 meter dan 2 menara dibagian pintu gerbang setinggi 57 meter.   Jumlah anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama mesjid sebanyak 33 anak tangga yang melambangkan jumlah biji anak tasbih.  

Memasuki mesjid dari depan akan melewati pintu utama berupa Gapura yang ditopang beberapa pilar yang tinggi dan kokoh  dan bagian atasnya terdapat dua kubah kecil berwarna emas, disudut kiri terdapat menara utama dengan ketinggian 99 meter.   Pintu Gerbang samping dapat dilewati kendaraan serta melewati area parkir yang cukup luas dan taman mesjid.   Setelah melewati Gerbang pintu utama kita akan memasuki plataran terbuka yang cukup luas berhiaskan beberapa lampu tiang yang indah, dari sini terlihat bahwa bagian depan mesjid dikelilingi ratusan pilar yang tersusun sebagai shelter beratap tempat berjalan dibawahnya namun banyak juga jemaahnya yang menggunakannya sebagai tempat sholat seperti sholat tahyatul masjid. 

Melewati plataran depan kita akan memasuki lantai dasar bangunan utama dari ruang Gapura kedua yang bagian atasnya terdapat 17 kubah kecil berwarna keemasan dan dua buah menara mesjid setinggi 57 meter, di ruangan ini tedapat maket mesjid dalam kaca, Beduk bulat dari kayu bolong dan tangga menuju lantai kedua dan lantai ke tiga.  Bagian dalam lantai dasar tersekat-sekat dari dinding kayu  dan kaca (breakdown tipe) menjadi beberapa ruangan untuk berbagai keperluan islamik seperti Pengajian, Ceramah dan kegiatan islamic lainnya.   Menuju lantai kedua dan lantai ke tiga melalui tangga beton yang terbagi dua, lantai kedua ini berfungsi sebagai tempat sholat utama yang memiliki tempat iman dan mimbar khatib dibagian depan.   Lantai terbuat dari ubin berwarna putih dan petak-petak coklat dengan dinding depan berwarna Hijau berhiaskan ukiran islam yang melingkari tempat imam.

Bangunan mesjid yang peresmiannya dilakukan oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudoyono pada 16 Juni 2008, selain terdiri dari bangunan utama mesjid dibagian belakang atau sebelah barat terdapat beberapa bangunan penunjang seperti Gedung Kantor Mesjid, Gedung Serbaguna buat pertemuan, Gedung Perpustakaan, Bangunan Asrama, Gedung Sekolah, Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rumah pengurus mesjid.   Sebelum saya meninggalkan mesjid setelah mengitari beberapa bagian mesjid,  saya menyempatkan diri untuk sholat sunnat dan sholat tahyatul mesjid, sebelumnya telah mengambil wudhu diruangan wudhu yang terdapat dikaki menara utama terdepan bangunan utama, sholat terasa nyaman dan khusu dengan suhu yang sejuk dan suasana yang tenang.   " Ya Allah maafkanlah kami dan Janganlah engkau bosan memaafkan kami ummat Islam hambamu yang selalu berserah diri padamu dan Ya Allah berikanlah kami kekuatan agar kami dapat menegakkan kebaikan dimuka bumi ini sesuai perintahmu, amiinn. "   
by. Bakri Supian




Mesjid dekat Sungai biar sholat lebih khusu,
Tegakkan sholat agar  punya kekuatan  untuk  hidup maju.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...