Senin, 19 Juli 2021

BETTY ANG MILIARDER BARU FILIPINA, ISTRI TAIPAN PENGUSAHA INDONESIA

NusaNTaRa.Com

byIndaHPalloranG,    K   a   m   i   s,    0  6        M     e     i         2  0  2  1

Betty Ang  pebisnis   berusia 66 tahun,  meski demikian   tidak menyurutkan semangatnya  untuk membawa bisnisnya terus tumbuh.    Berkat produk mie instannya  yang laris manis di Filipina  membawa perusahaannya,  Monde Nissin melantai di bursa saham dan mencatat rekor IPO terbesar sepanjang sejarah,   menargetkan IPO pada bulan Juni mendatang, setelah beberapa hari lalu otoritas bursa saham Filipina memberi izin perusahaan untuk go-public dengan menerbitkan 3,6 miliar lembar saham, dikutip  dari Forbes, Rabu (5/5/2021).

IPO merupakan  saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat / public sehingga perusahaan yang melakukan IPO sering disebut sedang "Go Public",  Tujuan dari perusahaan  mau melepas atau menjual sahamnya ke publik/masyarakat  ?, tentunya ada berbagai alasan :  - Mendapatkan dana murah.  Perusahaan bisa mendapatkan dana dari berbagai sumber misalnya mengeluarkan obligasi, meminjam uang dari bank.  - Potensi pertumbuhan usaha lebih cepat.  - Meningkatkan citra perusahaan  dam  Meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

Perusahaan menargetkan dana segar 63 miliar Peso atau sekitar Rp 18,7 triliun  (Kurs 1 Peso = Rp 289). Ini akan menjadikan IPO Monde Nissin sebagai yang terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan publik di Filipina.   Dengan nilai tersebut, valuasi Monde Nissin diprediksi akan mencapai USD 6,4 miliar atau sekitar Rp 92 triliun,  Ini juga diperkirakan akan membuat status  Betty  Ang sebagai Presedir sekaligus pemegang saham terbesar kedua, terdongkrak dari jutawan menjadi miliarder.

Betty Ang diprediksi akan memiliki total kekayaan USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,9 triliun berkat IPO jumbo tersebut dan menjadi miliarder baru  dan  perusahaan berencana menggunakan dana hasil IPO tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksinnya.   Salah satunya dalam pengembangan inovasi pangan pengganti daging, di tengah tren permintaan produk makanan yang sehat dan meningkatnya jumlah konsumen kelas menengah,  produk usaha ini sebenarnya telah ia mulai sejak 2015 silam setelah berhasil mengakuisi produsen pangan pengganti daging asal Inggris Quom tahun 2015 senilai USD 831 juta.

Produsen mie instan legendari berusia empat dekade ini juga telah mencatatkan kinerja memuaskan, dengan penjualan bersih USD 1,4 miliar tahun lalu. Ini berkat beberapa merek mie instannya yang populer di dalam negeri  seperti  'Lucky Me!'  dan biscuit  'Sky Flakes'. Termasuk mengekspornya ke lebih dari 50 negara di dunia.   Di dalam negeri, bisnis Monde Nissin ialah Biskuit Monde, yang terkenal dengan kaleng bulat dengan gambar tentara Inggris. Pesaingnya, Khong Guan rupanya juga masih terkait erat dengan bisnis Ang.

Monde Nissin merupakan perusaahaan pemimpin pasar dalam pembuatan mi instan, kerupuk  dan kue kering di Filipina milik Betty Ang.   Mereka menargetkan akan mengumpulkan 63 miliar peso (Rp18,8 triliun) melalui penjualan 3,6 miliar saham biasa dengan harga maksimum 17,50 peso per lembar saham. IPO Monde Nissin akan menjadi IPO terbesar yang pernah ada di negara itu,   penawaran dengan opsi keseluruhan hingga 540 juta saham.  

MyBe tidak banyak yang tahu kalau  Betty  Ang  memiliki suami seorang  Indonesia bernama  Hoediono Kweefanus  yang  merupakan anggota keluarga dari produsen biskuit legendaris Khong Guan di Indoneia.  Keluarga  Hoediono  diketahui  merupakan pemegang saham terbesar di Monde Nissin.   Dalam artikel yang dirilis Forbes 2017 silam mencatat, Hoediono bersama sejumlah keluarganya menguasai sekitar  70 persen saham Monde Nissin.

Betty  Ang  tahun  2016 diketahui  membawa Monde Nissin bermitra dengan produsen makanan dalam negeri, lewat kemitraan dengan Nippon Indosari Corpindo,  produsen roti ternama Sari Roti,   kemudian  Keduanya meluncurkan Sarimonde Food, meski belakangan Nippon Indosari sedang dalam proses divestasi sahamnya kepada Monde Nissin.


Penganan Mie sangat sederhana,

Betty  Ang miliarder baru dari Filipina.

IKA PERMATASARI WANITA SURABAYA HIDUP DIATAS YACHT DAN BERSIHKAN SAMPAH PLASTIK DI NORWEGIA

NusaNTaRa.Com

byRyaNSyaHPutrA,    K   a   m ‘ i   s,   0  8      J    u    l    i     2  0  2  1

Kehidupan perempuan asal Surabaya Ika Permatasari-Olsen selama 2,5 tahun terakhir penuh petualangan,   bagaimana tidak  bersama pasangannya  Øyvind Olsen, hidup di atas yacht dan berlayar dari lautan satu ke lautan lainnya,  bahkan dalam pelayaran  tersebut  mereka  turut CARE membersihkan pantai di Norwegia Utara dan  mengumpulkan lebih  7,5 ton sampah plastic.  Kepedulian mereka bermula sekitar  Agustus 2020,  ketika mereka  berlayar dari Malaga Spanyol ke  Norwegia , kemudian  mereka bertemu Rolf Høgset, founder In The Same Boat, lembaga swadaya masyarakat yang punya inisiatif membersihkan pantai dari sampah.

Hidup nomaden di atas kapal dijalaninya Ika Permatasari sejak 2018 bersama suami Oyvind Olsen  (warga Norwegia) yang ketika itu masih bekerja kantoran dalam bidang IT di Surabaya, tadinya enggan meninggalkan kehidupannya di darat, namun suaminya  berusaha meyakinkannya berkali-kali untuk mencoba.    “  Pak Olsen sudah lama tinggal di yacht dan dia sudah keliling-keliling, terus dia bilang kenapa kita ngga liburan ke yacht aja, kan gantian, gitu.  Akhirnya oke-oke, let me try  ”,   Ujar  SiGaluH Ika  kepada VOA  wawancara  jarak jauh.

"  Kami tertarik ikut (aksi bersih pantai) karena someone have to do it.  Kami mungkin tidak bisa memberikan banyak hal kepada society maupun lingkungan. Setidaknya kami membantu agar makhluk hidup lain bisa hidup tenang dan tidak terjebak jaring ikan yang ada di pantai misalnya.   Apalagi jika sampah tersebut mulai jadi mikroplastik yang kemudian masuk ke laut yang pada akhirnya dimakan oleh ikan. Tentunya kami tidak mau makan ikan yang ada mikroplastiknya  ",   Ujar SiGaluh Ika (07/07/2021).    Sejak Agustus tahun lalu sampai saat ini Ika, Olsen  dan teman-temannya sudah membersihkan pantai di utara Norwegia yang meliputi Nordland, Troms dan Finnmark.

"  Pernah bersih-bersih di Vega Archipelago yang termasuk dalam UNESCO World Heritage Site, serta beberapa area di Bodø, Harstad, pulau Senja, kemudian di Tromsø. Jumlah sampah yang dibersihkan bervariasi. Seperti di Harstad kami mengumpulkan 5,8 ton sampah selama 3 minggu kerja dengan 4 orang tim. Di salah satu fjord di pulau Senja kami mengumpulkan 1,7 ton sampah hanya dalam 3 hari. Semua tergantung topografi area, jumlah tim, dan cuaca. Namun, rata-rata setiap anggota tim bisa mengumpulkan 100 kg - 250 kg per hari  ",   Ujar SiGaluH Ika Permatasari  yang akan berusia 29 tahun pada September nanti.

Ika Permatasari  bersama teman-teman dari  “ In The Same Boat “  berencana akan bersih-bersih pantai wilayah Finnmark (Kirkenes) bila kasus Covid-19 mereda nanti , sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan tersebut akan diangkut ke perusahaan Ogoori yang ahli dalam mendaur ulang sampah.   Ia pun masih menyimpan harapan bisa berlayar ke Svalbard, Greenland, Kanada, Selandia Baru  dan Amerika Serikat.

Ika mengaku senang hidup di atas yacht. Meski cuaca laut tidak selalu ramah, tapi hidup di yacht lebih asyik terutama saat pandemi seperti saat ini,   "  Membantu sekali untuk meminimalisir kontak dengan orang hahaha.  Asyiknya lagi adalah saya bisa pindah-pindah ke tempat lain, ke tempat yang saya suka dan nggak khawatir rumah lagi. Karena sudah macam keong yang bawa rumah kemana-mana  ",  Ujar SiGaluH terbahak-bahak.   Tantangan utama  hidup di atas kapal adalah cuaca,   saat musim dingin di wilayah Norwegia Utara, pipa pembuangan bisa beku dan suhu di dalam yacht juga bisa drop kalau pemanas tidak dinyalakan.

Ika bercerita  dia dan Olsen mengaku banyak pengalaman yang mereka  miliki sejak hidup berlayar di atas yacht.  Mulai dari berkompromi  pada perbedaan cara pandang orang-orang mengenai suatu hal sampai jadi mandiri dalam hal apa saja.  Seperti belajar navigasi kapal, bertahan hidup di saat badai, belajar mengatasi setir manual yang rusak, sampai mengatur perbekalan selama berlayar,  "  Sewaktu di Norwegia pun ketika kita di pelabuhan juga pernah dilewati badai. Badai yang paling bikin merinding selama ini ketika kami ada di Bay of Biscay dan setir kemudi rusak. Selama 36 jam harus bawa kapal ke Prancis (Audierne), tidak bisa minum atau makan karena tidak bisa akses dapur. Goyang parah kapalnya  ",  Ujar SiGaluH Ika dengan Plabomoranya (hebatnya).

Ika beruntung bisa belajar langsung tentang  yacht ke Olsen. Karena pria yang dulu bekerja sebagai Pilot F16 di Royal Norwegian Airforce ini memang hobi berlayar,   "  Ketika tidak terbang, hobinya berlayar.  Entah itu sewa atau pinjam saudara.  Sampai akhirnya memutuskan untuk beli yacht sendiri dan tinggal di yacht. It is like dream comes true for him   ",  Ujar Ika Permatasari.   Meski cuaca di laut tak bisa dipastikan, Ika mengaku lumayan cepat beradaptasi dengan situasi tersebut,   "  Seperti kata petuah orang Norwegia  "Det finnes ikke dårlig vær, bare dårlig klær"  yang artinya tidak ada cuaca yang buruk, hanya baju yang dipakai yang buruk  ",  Ujar SiGaluH Laji.

Arungi badai yang penuh nikmat,

Ika Permatasari mengarungi dan bersihkan Pantai  dgn Yacht.



SAMIDIN PUTRA BUTON, YANG AKAN BERDAYUNG MENYISIR PANTAI DARI PINRANG SULSEL – BUTON TENGAH SULTRA BATAL.

NusaNTaRa.Com

 byKariTaLa  L A,   S  e  n  i  n,   0  5      J    u    l    i      2  0  2  1

Samidin (45) seorang  pria  Buton  yang  tegar  asal Kecamatan Lakudo,  Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Solatan torbilang nekat because ia mendayung perahu dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Solata  (Sulsel) menuju Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra).   Samidin sudah 5 tahun merantau di Kabupaten Pinrang tapi  dia tidak memiliki ongkos untuk pulang ke kampung halamannya di Buton Tengah, Sulawesi  Tenggara.

"  Sudah 2 hari 2 malam mendayung baru sampai di sini (Barru) itu pun karena hampir tenggelam karena sampan yang saya gunakan bocor, makanya singgah dulu menambal perahu baru lanjut lagi  ",   Ujar SiDin Samidin membuka pembicaraan saat ditemui detikcom.   Journey nekat Samidin dimulai sejak hari  Sabtu 03 Juli 2021 dari Kabupaten Pinrang  dan telah berada di pesisir pantai pantai Labuange, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru pada  Senin (05/07/2021).

Dia mengaku tidak punya kerabat di Sulsel untuk dapat menetap disana lebih lama terkait keberadaannya yang tak menentu atau menganggur cukup la,a, sehingga Samidin tidak tahu harus meminta bantuan ke mana.   "  Tidak ada ongkos pulang, pendapatan jadi petani rumput laut tidak seberapa jadi ya terpaksa seperti ini, mungkin sudah takdir harus hidup di pesisir dengan sampan dan melakukan perjalanan ini  ",  Ujar SiDin Samidin dengan Plabomoranya (hebatnya).

Samidin kemudian terkenang  5 tahun  silam kala  merantau itu ia  bersama  dengan  beberapa orang dari kampung halamannya di Kecamatan Laduko ke Sulsel  hingga ia terdampar di Pinrang  karena  mereka  dijanjikan pekerjaan dengan gaji  yang tinggi di Sulsel.   "  Tahunya sampai di sini, pekerjaan yang dijanjikan tidak ada, sampai akhirnya kerja rumput laut, teman-teman saya juga sudah pada kabur, masing-masing menjalani hidupnya sendiri. Ndak tahu nasib mereka apakah sudah pulang kampung atau masih merantau   ",   Beber  SiDin Samidin Laji.

Namun akhirnya adventure  yang akan dilakoni Samidin dari Pantai Pinrang – ke Buton Tengah batal  karena  Pengurus Kerukunan Keluarga Indonesia Buton (KKIB) wilayah Sulselbar,  yang mengetahui akan hal ini mencari keberadaannya  tapi ia telah meluncur  melanjutkan perjalanannya dengan mendayung perahu.   "  Setelah membaca beritanya di detikcom, kami langsung berkoordinasi dan mencari tahu keberadaan yang bersangkutan  dan dari hasil penelusuran dia ada di Pulau Bakki.  Kami pun berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Barru untuk melakukan evakuasi dan dibawa ke Kota Barru  ",   Ujar SiDin Tasrifin Tahara dari KKIB wilayah Sulselbar,  Selasa (6/7/2021).

Tasrifin mengaku pihaknya prihatin terhadap Samidin, yang nekat mendayung perahu dari pesisir Pinrang menuju Pulau Buton, Sultra.   Pihaknya pun memberi bantuan sebagai sesama warga Buton di perantauan.   "  Kita upayakan pulang naik pesawat, tapi mungkin perlu yang bersangkutan divaksinasi atau swab sebagai kelengkapan dokumen keberangkatan. Saat ini saya dalam perjalanan ke Barru untuk melakukan penjemputan  ",  Ujar SiDin Tarifin Tahara.

Rencana Perjalanan yang coba ditaklukkan oleh Samidin  untuk pulang ke kampunya di BuTon bukanlah suatu hal yang  mudah,  jarak ratusan ribu mil, medan yang masih baru  baginya  ditambah tantangan cuaca buruk dipastikan akan dihadapinya dengan sendiri namun ia pasrah pada kebesaran Allah terlebih katanya ia hanya menyusur pantai  saja.   "  Saya akan berpesisir saja,  karena di lautan bebas tidak mungkin, kalau capek berhenti lagi, yang namanya ajal sudah diatur  ",  Ujar SiDin Samidin.

Samidin juga bercerita tentang keramahan nelayan pesisir yang didapatinya selama 2 hari perjalanan  menyisiri pantai Pinrang, Pare-pare dan  Barru, yang banyak memberi kemudahan solama porjalanan.   "  Nelayan-nelayan  yang  saya  temui baik-baik.   Dikasih makan dan ditemani ngobrol, mudah-mudahan  lanjutanya nanti  semuanya lancar sampai tujuan   ",  Ujar SiDin Samidin Berharap.    dr.DetikNews-HasruLNawir-Senin, 05/07/2021.

Anak bajau dilaut tak pernah gagal,

Adventure berperahu  Samidin Pinrang-Buton  Batal.

Sabtu, 17 Juli 2021

AKHIRNYA PERJUANGAN SUSANTO MEGARANTO KANDAS DITANGAN POSITIF COVID-19, DI PIALA DUNIA CATUR 2021.

NusaNTaRa.Com

byIndaHPalloranG,    J   u   m ‘ a   t,    1  6      J    u    l    i      2  0  2  1

Pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani pertandingan babak kedua Piala Dunia Catur 2021 di Sochi, Rusia, Kamis (15/7).   Susanto  sedang  menjalani pertandingan pertama babak kedua melawan pecatur Amerika Serikat,  GM Fabiano Caruana, saat ofisial dari Federasi Catur Internasional (FIDE) menyatakan Susanto positif Covid-19 dan diminta meninggalkan arena pertandingan.

FIDE melalui situs resmi menyatakan ada salah satu atlet peserta Piala Dunia Catur 2021 positif Covid-19. Namun, FIDE tidak mengungkap identitas atlet catur tersebut.   "  Penyelenggara Piala Dunia FIDE mengkonfirmasi salah satu pemain telah dinyatakan positif Covid-19,  hasil tes ini diketahui saat dia memainkan game putaran kedua  ",   Ujar  pernyataan resmi FIDE  dan  "  Sesuai dengan protokol kesehatan dan keselamatan umum turnamen, pemain telah diminta untuk segera meninggalkan area bermain, dan permainannya dinyatakan kalah. Pemain yang bersangkutan mengenakan masker wajah selama pertandingan, dan dia telah ditempatkan di karantina. Lawannya, yang juga diminta segera meninggalkan ruang bermain, kini akan menjalani pemeriksaan  ",   Ujar FIDE melanjutkan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi, Kristianus Liem, kepada NusaNTaRa.Com kemudian membenarkan Susanto dinyatakan positif Covid-19.    "  Ya,  betul [Susanso positif Covid-19]. Pertandingan disetop panitia  ",   Ujar SiDin Kristianus Liem dan  GM Fabiano Caruana yang menjalani lawan Susanto juga memastikan pecatur asal Indonesia itu positif Covid-19,  melalui Twitter, Caruana berharap Susanto dalam kondisi baik-baik saja meski positif Covid-19.

"  Saya berharap Tuan Megaranto baik-baik saja. Dia tampak baik-baik saja selama pertandingan, jadi cara pertandingan berakhir adalah kejutan yang sangat tidak menyenangkan. Besok saya akan menjalani tes untuk mengetahui apakah saya terkena Covid dan semoga saya bisa melanjutkan pertandingan setelah itu  ",  Ujar SiDin F Caruana  Laji.

Caruana untuk sementara dinyatakan unggul 1-0 atas Susanto. Dengan pertandingan kedua babak kedua dijadwalkan berlangsung hari ini, Jumat (16/7), Susanto hampir pasti akan dinyatakan kalah di babak kedua karena tidak bisa melanjutkan pertandingan.   FIDE hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan terkait status pertandingan Susanto vs Caruana. Situs FIDE hingga saat ini masih memberi skor 1-0 untuk Caruana.

Sebelumnya Bung GM Susanto Megaranto  telah  mencetak  kembali  sejarah baru Indonesia  dalam kegiatan Piala Dunia Catur & Women's World Cup 2021,  rekor baru tersebut untuk pertama  ia  berhasil lolos kebabak kedua dari empat kali partisipasinya di Piala Dunia Catur.   Di babak pertama (128 besar) World Cup 2021, game ke3 (tiebreaks) yang dimainkan hari Rabu (14/7/2021), GM Susanto Megaranto ditahan remis oleh GM Ehsan Ghaem Maghami  dari Iran (ini ke3 kalinya).  Kedudukan pun tetap berimbang 1,5-1,5,   di game ke4 (tiebreaks) GM Susanto Megaranto berhasil mengalahkan GM Iran itu.

Kemenangan ini merupakan kemenangan yang pertama setelah di tiga game sebelumnya kedua pemain ini selalu bermain remis. Kedudukan akhir menjadi  2,5-1,5 untuk GM Susanto Megaranto yang memastikannya lolos ke babak kedua (64 besar)  yang  kemudian  dibabak kedua, GM Susanto Megaranto akan berhadapan dengan lawan tangguh GM Fabiano Caruana (2806) dari Amerika Serikat.

Piont digerakkan bagai pertempuran layaknya,   

Susanto Megaranto gagal di Piala Dunia Catur 2021 Rusia.




Selasa, 13 Juli 2021

ISTI HIDAYATI MAHASISWA INDONESIA MERAIH PENGHARGAAN TERBAIK S3 UNIV. GR0NINGEN 2020 BELANDA

NusaNTaRa.Com

byIrkaBPiranhA,   M  i  n  g  g  u,   0  4     J    u    l    i     2  0  2  1

Isti Hidayati, mahasiswa S3 asal Indonesia berhasil meraih penghargaan disertasi terbaik tahun 2020 di Universitas Groningen,  Penghargaan tersebut diberikan pada acara  Summer Ceremony  1 Juli 2021.   Dosen UGM ini membuat disertasi berjudul Understanding mobility inequality  :  A socio-spatial approach to analyse transport and land use in Southeast Asian metropolitan cities,  berkat disertasi tersebut  Isti Hidayati diganjar hadiah 7.500 Euro atau sekitar 128 Juta rupiah.

Penghargaan disertasi  terbaik  atau  Wierenga-Rengerink Prize  ini merupakan bagian dari Upacara Musim Panas yang diselenggarakan sebagai acara perpisahan kepada semua siswa internasional yang lulus di  Universitas itu.   Setiap tahunnya  lebih  dari 1.000 mahasiswa  internasional  lulus  dari  Universitas  Groningen Netherland.   Istimewanya  penghargaan disertasi terbaik pada tahun ini diberikan pada Isti Hidayati dari Indonesia dengan disertasi yang berjudul  “  Understanding mobility inequality :  A socio-spatial approach to analyse transport and land use in Southeast Asian metropolitan cities  ”,   dengan penghargaan ini Isti Hidayati berhak atas hadiah uang tunai sebesar € 7.500.

Dikutip dari keterangan  pers  Nuffic  Neso  Indonesia,  Wierenga-Rengerink Prize  mulai diberikan  sejak  tahun 2015 kepada mahasiswa PhD.  Penghargaan diberikan pada mahasiswa yang menurut juri telah menulis disertasi terbaik  versi University of Groningen, Belanda.    Ia menyelesaikan sidang disertasinya dengan predikat cum laude pada Desember 2020  dengan  menulis disertasinya di bawah bimbingan Prof. Claudia Yamu dan Prof. Ronald Holzacker.  Penelitian Isti tergolong istimewa, karena  biasanya, penelitian yang dilakukan dalam satu bidang fokus pada perdebatan teoretis, tetapi Hidayati lebih banyak menawarkan pandangan praktis tentang ketimpangan mobilitas sistemik dan individu.                                  

Pemenang penghargaan Wierenga-Rengerink tahun-tahun sebelumnya adalah  :   - Namkje Koudenburg (2014)   -  Hanna van Loo (2015)   -  Nigel Hamilton dan Jordi van Gestel (2016)   -  Alain Dekker (2017)   -  Michael Lerch (2018)  - Arpi Karapetian (2019)   -  Isti Hidayanti (2020).

Pengajar UGM kelahiran 17 September 1986 ini mengatakan, disertasinya terinspirasi kondisi di Indonesia.   Menurut perempuan berhijab ini, kondisi transportasi di Indonesia semakin bergantung pada kendaraan pribadi, terutama di Jogja.   "  Saya bandingkan ketika saya masih sekolah, saya banyak menggunakan transportasi umum. Saat ini, banyak siswa yang memilih diantar menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan ojek online, fasilitas antar-jemput, atau membawa kendaraan sendiri. Padahal, saya merasa pengalaman naik angkutan umum itu menarik, bisa bertemu banyak orang dan melihat aktivitas orang lain  ",  Ujar SiGaluH  Isti.

Membuat disertasi menyebabkan Isti punya banyak pengalaman menggunakan kendaraan umum. Pengalaman ini dirasakan saat berada di Indonesia dan luar negeri. isti juga telah melewati perjalanan dengan suka dan duka.   "  Kalau lagi suntuk, ketemu simbah-simbah yang selesai jualan di angkot dan cerita gimana hasil jualan hari ini, itu bisa bikin saya senang. Di sisi lain, saya juga pernah mengalami racism ketika saya travelling di luar negeri (karena saya pakai kerudung), yang saya pikir tidak adil   ",   Ujar SiGaluH  perempuan lulusan S2 Universität Stuttgart, Jerman, ini.

Meski begitu,  Isti mengaku dukungan dari supervisor,  teman-teman kampus UGM   dan  perkumpulan pelajar Indonesia, serta keprofesionalan LPDP yang tidak pernah telat memberi uang beasiswa, yang turut membantunya mencapai penghargaan dari Universitas Groningen ini.   dr.Fahri Zulfikar-detikEdu-Minggu 04/07/2021.

Tuntutlah ilmu ke ujung Dunia,

Isti Hidayati lulusan S3 terbaik Groningen Belanda.

Senin, 12 Juli 2021

TOGU SIMORANGKIR PEJUANG LINGKUNGAN DANAU TOBA, KAB. TOBA – BERJALAN KAKI KE JUKARTA.

NusaNTaRa.Com

byDannYAsmorO,    R   a   b   u,   1  6      J   u   n   i       2  0  2  1

Togu Simorangkir dkk berjalan kaki dari Toba ke Jukarta temui Jokowi


Jalan Kaki dari Toba ke Jakarta  dilakoni tiga pejuang lingkungan dan masyarakat adat Batak  kawasan Danau Toba, yakni Togu Simorangkir (44 tahun), Irwan Sirait (40) dan Anita Martha boru Hutagalung (54) layak kita apresiasi.  Misi mereka untuk melestarikan  lingkungan, menyelamatkan Danau Toba, mewarisi tradisi  Sijolojolotubu, melawan tindak kekerasan  serta mengusir pemecah-belah pranata sosial  DalihanNatolu. 

Togu, Irwan dan Anita bertekad  jalan kaki dari Baligi, Kabupaten Toba ke Ibu Kota Jakarta, mengadu kepada  Presiden  Republik Indonesia  Bapak  Joko Widodo agar berani  seperti  Presiden BJ Habibie pada 1 Maret 1999 : Menutup operasional PT Inti Indorayon Utama, berganti 'baju' PT TPL.  Togu dan kawan-kawan,    menempuh  jarak kurang lebih 1.750 (menurut lae Google, 1.748,4 km). Togu mengajak serta Bumi Simorangkir, putranya yang sedang tumbuh menuju remaja.
Togu Simorangkir mengajak anak2 sekolah mencintai Lingkungan

Sosok Togu Simorangkir dan kawannya menjadi sorotan karena nekat melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta sejauh  1.750 km sebagai bentuk protes terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL)  dengan  menemui  Presiden Jokowi dan menyampaikan tuntutan tutup PT TPL di Tanah Batak, Sumatera Utara (Sumut).   Ketiganya bertolak dari makam Raja Sisingamangaraja XII di Soposurung, Balige, Kabupaten Toba, Senin (14/6/2021) pagi,  sebelumnya mereka  melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta, ketiganya menggelar ritual adat di makan Pahlawan Nasional asal Tanah Batak tersebut.

Suasana haru   tampak  saat Togu Simorangkir pamit kepada ibu, istri dan anak-anaknya,   "  Jumpa kita dua bulan lagi ya amang  ",   Ujar SiDin Togu Simorangkir kepada anaknya yang berada di gendongan sang istri.   Kepada awak media, Togu Simorangkir menceritakan kalau PT TPL telah merusak alam dan merampas tanah adat.   "  Hal ini kita lakukan sebagai respon kita atas peristiwa 18 Mei 2021 di Desa Natumingka, kita sudah geram, kita sudah muak dengan perusahaan TPL yang semena-mena terhadap lingkungan  ",   Ujar SiDin T Simorangkir Laji.

Togu Simorangkir, seorang berpendidikan master/magister lulusan Oxford, Inggris,  memiliki garis keturunan Raja Sisimangaraja (Sisingamaraja) dari ibu.   Ia pamoruannya Sisingamaraja, dalam istilah adat batak.   Mereka akan melintasi banyak kota di berbagai provinsi.   Jika memilih jalur pantai barat Sumatera, akan melewati kota-kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan  dan Lampung.   Selanjutnya  menyeberangi Selat Sunda, bertolak dari Pelabuhan Bakauheni Lampung ke Merak, Banten dan  ke Ibu Kota Jakarta.

Togu Simorangkir (lahir di Silulu, Simalungun, Sumatera Utara, 26 November 1976) adalah seorang aktivis lingkungan dan penggiat literasi. Ia dikenal dengan berbagai ide-ide kreatif dan aksi "gila" dalam penggalangan dana untuk kegiatan-kegiatan sosial yang ia lakukan. Togu Simorangkir adalah pendiri Yayasan Alusi Tao Toba. Ia pernah berenang sebanyak dua kali di Danau Toba (sejauh 9 Kilometer dan 15 Kilometer) untuk menggalang dana bagi pengadaan kapal belajar di Danau Toba.  

Ia juga pernah berjalan kaki sejauh 305,65 kilometer mengelilingi Danau Toba, melewati tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba untuk menggalang dana bagi biaya operasional Sopo Belajar (Rumah Belajar) dan Kapal Belajar yang dikelola oleh Yayasan Alusi Tao Toba. Kepedulian Cicit Raja Sisingamangaraja XII ini terhadap pendidikan dan lingkungan hidup di Danau Toba kemudian mengantarkannya terpilih sebagai salah satu Kick Andy Heroes pada tahun 2019.

Togu Simorangkir masuk ke Universitas Nasional (UNAS) dan mengambil jurusan Biologi  pada 1994 dan menamatkan strata 1 pada 1999,  ia kemudian  tergerak untuk menjaga kelestarian orangutan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan  fokus mengurus orangutan dari 1999 hingga 2002 dan  tergabung dalam Orangutan Foundation Internasional.   Selain itu banyak terlibat dengan aktipitas lingkungan khususnya di tanah batak dan memotipasi anak-anak untuk  meraih impian serta berjuang menegakkan lingkungan bagi remaja Batak.

Mari Sambut meriah para pejuang ini, di setiap tempat yang mereka lintasi.

Togu Simorangkir S2 dari Inggris

Togu Simorangkir dan kawan jalan kaki Toba ke Jukarta,

Berjalan kaki temuai Jokowi untuk selamatkan lingkungan Danau Toba.

Sabtu, 10 Juli 2021

PRESIDEN JOKOWI LEPAS KONTINGEN INDONESIA KE OLIMPIADE TOKYO 2021 DI ISTANA MERDEKA

NusaNTaRa.Com

byFarhaMTukirmaN,   K  a  m  i  s,   0  8     J   u   l   i    2  0  2  1   

Presiden Joko Widodo secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo tahun 2021,  Acara tersebut dilaksanakan  di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 8 Juli 2021.  Dalam arahannya, Presiden meminta para atlet yang akan berangkat untuk fokus meraih prestasi yang membanggakan bagi negara dan seluruh rakyat Indonesia, acara inipun diselenggarakan  dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan dihadiri undangan yang sangat terbatas.

Presiden Jokowi  kepada para atlet dan ofisial yang hadir baik secara langsung maupun secara virtual, juga  mengatakan bahwa persiapan kontingen Indonesia untuk menghadapi Olimpiade Tokyo telah dilakukan secara maksimal.   Menurutnya, para atlet juga telah bekerja keras untuk meningkatkan prestasinya  dan  “  Hari-hari ini sampai ke puncak pertandingan agar jaga kesehatan, jaga stamina, jaga motivasi, dan fokus pada pertandingan dan fokus pada prestasi. Rakyat menaruh harapan besar kepada Saudara-saudara dan prestasi Saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita Indonesia  ”,   Ujar SiDin Jokowi.

“  Saya telah memperoleh laporan, tadi sudah disampaikan juga oleh Pak Menpora, bahwa yang berangkat adalah 28 atlet, 17 ofisial dari 8 cabang olahraga.  Cabang atletik, panahan, rowing, menembak, bulutangkis, angkat besi, renang, dan selancar. Sudah sepenuhnya siap bertanding secara sportif dan berpotensi meraih medali juara dan saya yakin insyaallah perjuangan saudara-saudara akan mendapatkan hasil  ”,   Ujar Presiden.

Oleh karena itu, Presiden berpesan kepada para atlet agar terus menjaga kesehatan, stamina, dan motivasi mulai hari ini sampai ke puncak pertandingan nantinya. Presiden juga meminta agar para atlet bisa fokus pada pertandingan dan prestasi di Olimpiade Tokyo nanti sehingga bisa pulang dengan membawa kebanggaan bagi rakyat, bangsa, dan negara.   “  Rakyat menaruh harapan besar kepada saudara-saudara dan prestasi saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita Indonesia. Selamat menjalankan amanah berat ini, rakyat menunggu saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan Indonesia. Semoga perjuangan saudara-saudara berhasil   ”,   Ujar TanDas SiDin.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dalam laporannya mengatakan, Olimpiade Tokyo akan berlangsung pada tanggal 23 Juli sampai 10 Agustus 2021. Kontingen Indonesia yang terdiri atas 28 atlet dan 17 ofisial tersebut akan dipimpin oleh Chef de Mission Rosan Roeslani.   “  Hasil dari kualifikasi ini melebihi dari target di dalam rencana awalnya hanya dapat memberangkatkan 22 atlet karena situasi pandemi Covid-19, tetapi karena usaha dan kerja keras kita bisa memberangkatkan 28 atlet   ”,    Ujar SiDin Zainuddin.

Menpora juga melaporkan bahwa seluruh atlet, ofisial, dan tenaga pendamping yang akan berangkat menuju Olimpiade Tokyo telah divaksin Covid-19 pada tanggal 26 Februari lalu.   Untuk diketahui, acara pelepasan kontingen ini juga dihadiri secara langsung oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan Chef de Mission Rosan Roeslani. Hadir juga empat orang perwakilan atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo yakni Alviyanto Bagas Prastyadi (panahan), Arif Dwi Pangestu (panahan), Aflah Fadlan Prawira (renang), dan Windy Cantika Aisah (angkat besi).

Untuk diketahui, acara pelepasan kontingen ini juga dihadiri secara langsung oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan CdM Rosan P Roeslani. Hadir juga empat orang perwakilan atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo yakni Alviyanto Bagas Prastyadi (panahan), Arif Dwi Pangestu (panahan), Aflah Fadlan Prawira (renang), dan Windy Cantika Aisah (angkat besi).   Zainudin juga menegaskan bahwa seluruh kontingen ini telah memperoleh dosis vaksin COVID-19,   “  Para atlet, ofisial, dan tenaga pendamping semuanya sudah divaksin  ”,   tandasnya.

Selain itu, acara pelepasan juga diikuti oleh para atlet, ofisial, dan ketua umum induk cabang olahraga secara virtual dari sejumlah tempat antara lain di Hotel Aston, Hotel Mulia, pelatnas dayung Pangalengan, pelatnas selancar Bali, pelatnas angkat besi di Mess Kwini dan Hotel Century.    “  Selamat menjalankan amanat berat ini. Rakyat menunggu Saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan Indonesia. Semoga perjuangan Saudara-saudara berhasil   ”,  Ujar SiDin Jokowi  pungkas.

OlahRaga eratkan persahabatan Dunia,  

Jokowi melepas kontingen Olimpiade Tokyo2021 di Istana Merdeka.



SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...