Sabtu, 10 September 2016

ANNIESA HASIBUAN, PERANCANG JILBAB PERTAMA DI NEW YORK FASHION WEEK

NusanTaRa.Com





Karya Anniesa Hasibuan yang dipamerkan pada Jakarta Fashion Week 2016, Oktober 2015 lalu.

Karya Anniesa Hasibuan yang dipamerkan pada Jakarta Fashion Week 2016, Oktober 2015 lalu.
© Achmad Ibrahim /AP

 Perancang busana jilbab yang pertama berhasil memamerkan karyanya di New York Fashion Week Anniesa Simatupang, ia merupakan perancang busana Indonesia ang baru memulai kariernya tahun 2015 di dunia Fashion dan saat ini sedang bersinar namanya.    Ia merancang berbagai pakaian untuk perempuan berjilbab dengan Gaya khas busananya yang mewah, dengan gaun-gaun berbentuk rok besar ala kerajaan serta  tentunya dengan detail rumit yang membuat gaun semakin terlihat megah.

Anniesa Simatupang wanita berusia 30 tahun telah melakoni dua kali pameran koleksi gaun-gaun hasil rancangannya di Couture Fashion Week New York pada 2015 dan awal 2016.  Meskipun masih dianggap sangat muda di dunia mode,  kenyataannya Anniesa Hasibuan telah beberapa kali menampilkan karyanya di panggung busana Internasional. Bahkan ia memamerkan karya pertamanya di Kaftan Festival Westfield, London, Inggris.

Couture Fashion Week New York dikalangan dunia fashion yang ingin maju sudah dianggap sebagai salah satu gerbang menuju panggung yang lebih besar.  Di sini ia merasa mendapat sambutan yang sangat baik  lewat karya bertajuk Pearl Asia ia memamerkan gaun-gaun adibusana yang berhiaskan aneka mutiara Lombok, yang kemudian berhasil mengantarkan ia dan seluruh gaun yang dipamerkannya meraih penghargaan sebagai Best Fashion Designer di Couture Fashion Designer Week New York pada Februari 2016.

Di ajang Cannes Red Carpet Fashion & Film Award, Paris yang diselenggarakn  Sabtu (21/5/2016), Anniesa Simatupang  mendapat dinobatkan sebagai Best Fashion Designer atas  karyanya bertajuk Pear Asia Extended yang memamerkan kedelapan karyanya diantaranya gaun berwarna keemasan bertabur mutiara.   Uniknya, setiap mutiara ternyata berfungsi sebagai lampu yang bisa menyala, mungkin mengingatkan Anda pada gaun Claire Danes di Met Gala 2016,  tapi diakuinya bahwa  ide dan konsep gaun ini sudah ia miliki sejak lama.

Lalu sesuai jadwal, 12 September 2016  Anniesa Hasibuan akan membawa nama Indonesia di panggung mode yang lebih besar lagi, yaitu panggung New York Fashion Week, Amerika Serikat.   Ya, di titian mode bergengsi ini ia akan memamerkan koleksi rancangannya dalam satu panggung dengan banyak perancang lainnya. Sebut saja nama-nama besar di dunia mode seperti Prabal Gurung, Vera Wang dan Jeremy Scott.    "  Saya nervous, ini ajang besar, dan rasanya deg-degan bisa bersanding dengan nama-nama besar di dunia fesyen  " ujar Anniesa, saat ditemui CNN Indonesia di butiknya di Promenade, Bangka Raya, Jakarta.

Kecemasan pun bertambah, mengingat tampil di pagelaran mode sebesar NYFW tentu bukan perkara mudah. Dia pernah merasa buntu ide. Penyebabnya ialah gaya rancangan yang harus berbeda dengan biasanya.Jika pada koleksi sebelumnya Anniesa bisa mencurahkan seluruh idenya ke dalam bentuk gaun-gaun mewah dengan banyak detail nan rumit, kali ini demi mengambil hati pasar Amerika Serikat, dia harus menampilkan sesuatu yang baru, yaitu pakaian siap pakai dengan tema yang lebih kasual.   Untuk menyelesaikan rancangannya yang akan ia tampilkan tersebut,  ia harus melakukan perjalanan guna menyegarkan diri sebelum menyelesaikan rancangannya. Prosesnya pun memakan waktu yang cukup panjang, belum termasuk proses kurasi yang menghabiskan waktu sekitar empat bulan.

Dilansir CNN Indonesia, proses kurasi NYFW 2017 musim semi/panas ini melalui beberapa tahap, antara lain konsistensi dalam desain,  keberadaan koleksi di butik New York,  serta kesiapan untuk membuat koleksi busana siap pakai (ready to wear) dalam jumlah besar.  Koleksi busana karya  terbaru Anniesa Hasibuan yang akan ditampilkan dengan ciri terusan panjang, gaun sederhana hingga luaran berlengan panjang (3/4)  panjang, corak lurik Indonesia dan detail mutiara,  sebanyak 38 potong pakaian siap pakai dan 10 potong gaun pesta,   bertajuk D'Jakarta,  Tema  ini sesuai dengan keadaan kota Jakarta  yang dinilainya memiliki kebudayaan dan penduduk yang sangat beragam.
by: RaisaLembudut,reffBeritagar.id.

Manis Rupanya elok pula tingkahnya,
Akan lebih beradab bila dibalut busana yang sejiwa.



Rabu, 07 September 2016

KEANGGUNAN BURUNG CENDERAWASIH, SEBAGAI BURUNG DARI SURGA

NusanTaRa.Com

MasyaAllah benar satu kebesaran Allah yang maha kuasa, Coba kita lihat dengan seksama gambar Pulau Irian maka salah satu yang terlintas dibenak kita bahwa pulau tersebut menyerupai gambar Burung Cenderawasi yang anggun dan mempesona tersebut dengan keindahan warnanya,   satu lagi kebesaran tersebut bahwa Burung Cendrawasih juga merupakan satu burung Endemik pulau tersebut dengan penyebarannya terbesarnya dimuka bumi sebagian besar ada di sana.
Cenderawasih Kuning-Besar (Paradisae  apoda).

Cenderawasih terbilang burung yang terindah di muka bumi dengan warna – warni bulunya, Gerakannya yang lincah menyerupai tarian, Suaranya yang merdu, serta cirri-ciri khas yang dimiliki seperti Jambul, serupa tameng didada dan ekor panjang yang mempesona sehingga tak salah menyebutnya sebagai Burung Surga sehingga ada satuu Genusnya disebut Paradisaea.   Burung Cenderawasi memiliki banyak spesies  yang  ditemukan di hutan-hutan Papua baik Indonesia maupun Papua New Gunea seperti Paradisaea  decora dan sebagian kecil di Kep. Aru, Pulau-pulau diselat Torres dan sebagian kecil benua Australia Utara.   Klasifikasinya secara keseluruhan Burung Cenderawasih,  Kerajaan : Animalia, Filum Chordata, Kelas : Aves, Ordo : Passeriformes, Famili : Paradiseaidea,  Genus :  Lycocora, Manucodia, Paradigalla, Astropia, Parotia, Pteridophora, Lephorina, Ptiloris, Epimachus, Cicinnurus, Semioptera, Semioptera, Seleucidus, Paradisae dll dengan ukuran 25 – 80 Cm.

Keindahan Cenderawasi diungkapkan sebagian traveler dengan Mengunjungi Papua tidak sempurna tanpa menyaksikan keindahan Burung Cenderawsi di alamnya.   Namun untuk menyaksikan keindahan Burung surga  tersebut di alam aslinya bukanlah hal yang mudah,  disamping lokasinya yang jauh mebutuhkan waktu yang lama juga terkadang orang menunggu seharian tapi belum dapat menyaksikannya karena kepekaanya terhadap sesuatu yang asing di habitatnya, sehingga dibutuhkan seorang guide yang berpengalaman dalam memandu pengintaian burung cenderawasih yang sedang bergembira dan bermesraan dalam ekosistemnya seperti di Pulau Weigo,  P Batanta dan Desa Sawinggrai Kabupaten Kepulauan Raja Ampat dan P Misool Yapen.

Cenderawasih Merah  (Paradisae  rubra)
Untuk dapat melihat burung yang digadang sebagai  "  Bird of Paradise  "  (burung dari surga) bukanlah hal yang mudah, harus disesuaikan dengan waktu burung cenderawasih keluar dari sarang untuk bercengkrama dengan sesamanya yakni di pagi dan sore hari.    Selain itu, burung ini hanya tinggal dibeberapa kawasan dengan habitat asli yang banyak ditumbuhi pohon kayu Besi, Kayu Minyak dan pohon Beringin.    Melihatnyapun harus penuh ketenangan dan kejelian mata mencarinya karena Cenderawasih hanya terbang dari dahan ke dahan pohon yang tinggi. 

Habitat hidupnya ada di daerah Dataran rendah dan dataran tinggi yang berhutan pohon kayu yang tinggi - tinggi sebagai tempatnya bertengger dan bermain dengan sesama yang lainnya ketika pagi hari dan sore hari.   Biasanya tempatnya mencari makan pada siang hari berada di luar tempatnya bercengkrama / bermain - main tadi meski tidak terlalu jauh, makanannya yang ia santap berupa Biji - bijian, Buah -- buahan dan Serangga.       
 
Burung cenderawasih jantan terkenal akan keindahan bulunya dan tariannya, dengan ekor panjang yang berkibas dengan bulu campuran warna putih, kuning, dan coklat keemasan sebagai penarik dalam perkawinannya.   Burung Cenderawasi betina dapat juga itu menghasilkan suara yang merdu dalam proses tersebut sebagai isyarat.    Burung cenderawasih memang terkenal sebagai burung poligami yang senang berkahwin satu jantan dapat kawin dengan beberapa betina,  dalam kurun waktu kawin satu hari dapat mencapai empat kali.   Untuk menarik perhatian, maka burung cenderawasih jantan akan bersaing dengan melakukan 'tarian' dan 'nyanyian', memamerkan bulu dan suaranya yang indah.   

Keindahan Burung Cenderawasih ketika dalam pengamatan selain keaneka ragaman warnanya, Bentuk yang unik dan Warna ekornya yang eksotik, adanya bulu Jambul yang panjang menarik, bulu kawat pada tubuhnya, ketika burung ini akan kawin ia akan melakukan gerakan yang sangat indah disekitar pasangan serta akan mengeluarkan suara yang sangat merdu dengan sangat teratur.   Jumlah telu agak kurang pasti, biasanya untuk yang berukuran besar hampir selalu satu telur dan Burung ukuran jenis kecil dapat menghasilkan telur sebanyak 2 - 3 telur.  

Beberapa Jenis Burung Cenderawasih  :
Cenderawasih Goldi (Paradisae  decora)
Cenderawasih Botak (Cicinnurus  respublica)
1. Cenderawasih Botak (Cicinnurus  respublica), Jantan berbulu warna merah kehitaman, tengkuk kuning, kulit kepala Biru muda, ditemukan di P Weigo dan Batanta.    Cenderawasih Kerah (Lophorina  superba), Jantan berwarna Hitam, mahkotanya/dada Hijau pelangi, Jantan bila mencari perhatian betinanya ia akan bernyanyi dan menari,  Betina Coklat kemerahan banyak ditemukan di hutan Irian.    3.  Cenderawasih Kuning-Besar (Paradisae  apoda),  Berwarna Coklat kemerahan di kepala Kuning dan hijau serta memiliki sepasang ekor yang panjang berwarna putih do, ditemukan di barat daya P Irian.    4. Cenderawasih Kuniing-Kecil  (Paradisae  minor),   Berwarna Kuning kecoklatan dan merah, dibagian ekor yang berwarna putih sedikit kuning terdapat  dua lembar bulu yang panjang, ukuran 32 Cm, ditemukan di P Misool dan Yapen Kep. Raja Ampat.     5. Cenderawasih Jingga (Paradisae  raggiana),  Berwarna Merah Coklat pada Jantan terdapat mahkota warna Kuning, berukuran 34 Cm ditemukan di Irian Selatan dan Timur Laut. 
   
Cenderawasih Biru (P rudolphi)
        6. Cenderawaih Mati-Kawat (Seleucidis  melanomucus),  Warna yang Jantan Hitam, ukuran 33 Cm dan diperutnya ad dua belas bulu kawat hitam.    7. Cenderawasih Astropia Mayori, Warna bulu hitam kehijauan memiliki dua lembar ekor warna putih ukurannya 3x Panjang tubuhnya yang 33 Cm, ditemukan di Peguunungan bagian tengah Irian.    8. Cenderawasih Biru (Paradisae  rudolphi),  Bulunya berwarna Biru hingga keunguan, Panjang 30 Cm dan ditemukan di Bagian tengah Pegunungan PNG.    9. Riflebird Paradisae  (Ptiloris  paradiseus), Berbulu warna Hitam, Mahkota Biru kehijauan ditemukan endemik di New South Wales dan Queensland Australia.   10. Cenderawasih Goldi (Paradisae  decora),  Bulu berwarna Coklat Zaitun, mata kuning bagian pinggirnya, bagian pinggang tedapat hiasan warna merah, ukuran 33 Cm, Banyak ditemukan di negara PNG  P Fergusson dan P Normanby.     11. Cenderawasih Merah (Paradisae  rurba),  Berwarna Merah coklat, di ekor terdapat dua lembar ekor panjang terpilin,  Ukuran panjang body 34 Cm dan yang Jantan mencapai 78 Cm, ditemukan di P Weigo dan P Batanta.  12. Cenderawasih Panji (Pteridophora  alberti), Termasuk dalam burung Pengicau, berwarna Kepala hitam dan Kuning tua, Setiap diatas mata terdapat 3 helai alis mata yang panjangnya 40 Cm dapat ditegakkan, ditemukan Hutan Pegunungan bagian tengah P Irian.   13. Cenderawasih Parotia (Parotia  Lawesii),  Berwarna Biru Hitam dan bagian dada berwarna Ungu Keemasan dan dibelakan mata terdapat 3 kawat panjang,  ukuran panjang Body 27 Cm, banyak di hutan-hutan  PNG.          

Cenderawasih Raja (Cicinnurus  regius)
   14. Astrapia Stephanine,  Berwarna hitam dan Kepala berwarna warna - warni, bulu ekor sangat panjang berwarna hitam keunguan sedang betina berwarna coklat, ukuran  37 Cm sebaran sekitar bagian pusat dan timur Pegunungan PNG.   15. Cenderawasih Raja (Cicinnurus  regius),   Berwarna Merah tua dan putih, kaki berwarna Biru Ngejreng,  Dua Bulu ekornya memanjang berhiaskan uliran bulu berwarna Hijau Zambrut,  berukuran 18 Cm, Pemakan buah-buahan dan ARtrophod ditemukan di hutan Papua.    16. Cenderawasih Bidadari Halmahera (Semioptera  wallacii),  Berwarna Coklat Zaitun yang Jantan bermahkota Ungu, warna dadanya Hijau Zambrut, disayapnya ditemukan dua bulu panjang warna putih dan dalam keadaan tertenru dapat ditegakkan, Ukuran sedang 28 Cm.  Banyak ditemukan  sebagai Endemik di Kep. Halmahera dan Maluku ja, serta masih banyak jenis lainnya.  
   
Cenderawasih Astrapian Mayeri
Secara keselurhan  burung cenderawasih seperti Cenderawasih Merah, Biru dan lainnyya berada dalam keadaan terancam keberadaannya di dalam IUNCN Red List didaftarkan dalam CITIES Appendix II,  kepunahan tersebut karena banyak diperdagangkan secara Illegal keluar negeri hingga Eropah dengan harga yang menggiurkan Milliaran Rupiah, perdagangan ini telah berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda dulu.     Untuk memberi pelindungan bagi keberlangsungan hidup burung Cenderawasih di Indonesia dibuat UU No. 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 07 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Pakar Naturalis alam Papua Mr. Kade Djangngo,  sangat meyayangkan karena masih ada  masyarakat yang tidak mengerti dan serakah akan materi, sehingga ia tega memperdagangkan burung endemic Papua seperti Cenderawasi tidak memperhitungkan kerugian tersebut.   “  Kita harus mampu melestarikan keberadaan satwa Burung Cenderawsi untuk generasi akan datang dan keseimbangan alam di masa depan “ Ujar sidin Mr. Kade Djangngo.
byAsniSamandaK  

Cenderawasih Panji (Pteridophora  alberti)


Burung dipepohon dengan bulu terumbai-umbai,
Keindahan alam bagai patamorgana surga menghiasi keindahan Bumi.

Sabtu, 03 September 2016

SANTOSO PIMPINAN MIT POSO TEWAS DALAM OPERASI TINOMBALA

NusanTaRa.Com




Tewasnya  Santoso gembong teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tertembak Satgas Operasi Tinombala di Poso Sulawesi Tengah Senin 18 Juli 2016, merupakan satu berita positip bagi kemajuan keamanan di daerah Poso yang menjadi basis Gerilyawan MIT serta bagi militer yang bertugas disana selama ini untuk menciptakan keamanan di kawasan tersebut.  Santoso alias  Abu Wardah  salah satu kelompok militan Islam yang selama ini dicari-cari pihak keamanan,  karena aksi terornya yang sering  membahayakan keamanan  di daerah Poso dan Indonesia dengan menimbulkan kerusuhan berupa pembunuhan dan pengeboman yang menimbulkan korban nyawa.                                                                      
                                                                                                                                     Informasi soal baku tembak aparat dengan terduga kelompok teroris Santoso di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng, Senin petang telah mengabarkan pimpinan kelompok tersebut tewas tertembak mati bersama anak buahnya Mukhtar serta 7 anak buahnya yang lain.    Meski belum bisa dipastikan, dugaan Santoso telah tewas menguat setelah hasil autopsi serta beberapa ciri fisik yang diketahui dari jenazah memiliki kesamaan dengan Santoso,  kedua jenazah tersebutpun telah diambil keluarga masing-masing dari RS Bhayangkara Poso untuk dikebumikan dikampung masing-masing.    “  Sudah, tadi pagi.   Mereka dating bersamaan di RSU Bhayangkara untuk mengambil jenazah itu “, Ujar Kabid Humas Polda Sulteng (Sabtu,23/7/2016).                                                                                                                                                                                                                                               
Pasca kesuksesan Tim Gabungan Polri dan TNI dalam operasi satgas Tinombala yang menewaskan Santoso alias Abu Wardah pentolan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam satu pertempuran, tidak bermakna bahwa misi satgas Tinombala rampung mengingat  tersisanya 19 orang kelompok Santoso  ketika terjadi pertempuran masih hidup berkeliaran sembunyi di sekitar hutan tersebut,  yang  bisa membangun kelompok laten tersebut bangkit kembali.    Diantara 19 orang yang tersisa tersebut terdapat kaki tangan Santoso yang cukup kuat untuk membangun kembali jaringan Pejuang Militan tersebut seperti Basri,  Ali Kalora, Nurmi Usman alias Oma (Istri Basri) dan Jumiatun Muslim alias Atun alias Umi Delima (Istri Santoso), namun Umi Delima menyerahkan diri kepada aparat keamanan Tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad di sekitar DesaTamajenka, Kec. Poso pesisir pada sabtu 23/7/2016 diperkirakan karena selama dalam pengepungan pasukan keamanan mengalami kesulitan makanan dalam hutan.                                                                                              
                                                                                                                                       Santoso menjadi pria yang paling diburu sejak 2007,  masuk dalam daftar teroris yang paling dicari Amerik Serikat (AS) dan terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap sejumlah Polisi yang dikuburkan dalam satu lubang di Poso.  Santoso merupakan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dibaiat secara langsung oleh Abu Bakar Baasyir sebagaimana Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) dan telah satu decade berhadapan melawan TNI.     Ketika Noordin M Top tertangkap dalam kasus Peledakan Bom Marriott II tahun 2009, membuat Jemaah Islamiyah dan JAT Lumpuh tersebar dalam kelompok kecil,  hingga mereka melakukan jenayah yang bertujuan untuk menguatkan dana operasi dalam pelatihan calon anggota baru dengan tempat yang dipilih POSO.                                                                    
                                                                                                                              Keberhasilan  Tim satgas operasional Tinombala tetap akan dilanjutkan meski mereka telah berhasil melumpuhkan  tokoh utamanya,   sehingga pembersihan ini benar-benar tuntas hingga  keakar-akarnya  mengingat ada beberapa tokoh teroris  yang tersisah  memiliki kepemimpinan yang kuat dan mampu membangkitkan kembali  perlawanan.     Tito menyatakan tidak akan menarik pasukannya dari Poso, Menurutnya, operasi Tinombala bakal diperpanjang guna melumpuhkan sisa anggota MIT sebagaimana ujar Pak Tito Karnavian,  " Tapi masih ada beberapa orang yang kita tahu mereka memiliki kemampuan dan militansinya tinggi," kemudian lanjutnya  " Kalau kita cabut sekarang ini, kami yang tahu persis bagaimana ancaman di sana. Kalau sekarang ini bisa muncul kembali, rebound, regrouping, konsolidasi kembali,"  Ujar sidin Tito Karnavian Kapulri.    
                 
Operasi pencarian Santoso besar-besaran dimulai  Januari 2015. Saat itu, operasi penangkapan Santoso dan anak buahnya diberi  sandi  Camar Maleo I. Ribuan personel gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan untuk memburu bos kelompok Mujahidin Indonesia Timur itu.    Selama Operasi Camar Maleo I, II, III dan IV digelar dari Januari 2015 sampai Januari 2016, kepolisian telah menangkap 24 orang teroris, tujuh orang dalam keadaan tewas dan 17 lainnya sedang dalam proses hukum. Seorang mantan Militan Poso yang berkiprah di Sabah  Androng Guru Marajae Kadir Janggo kerabat dekat Santoso saat awal berjuang dulu, dalam satu rilisnya mengatakan bahwa “  Santoso seorang pejuang yang kuat dan tegas menjadi panutan anggotanya sehingga tewasnya beliau dalam pengepungan tersebut akan sangat melemahkan gerakan Poso dan saya yakin penggantinya akan muncul dan menguatkan kembali “.                                                                                                                                                                                                               Kapolri juga menghimbau agar anggota kelompok Santoso segera turun gunung agar mereka segera menyerahkan diri agar kita semua dapat hidup nyaman dan tentram.   " Kita lanjutkan (Operasi Tinombala) baik dengan cara penggunaan operasi secara keras dan persuasif. Tolong disampaikan saya pribadi imbau kepada saudara-saudara kita yang ada di atas agar lebih baik turun gunung,"  Ujar sidin  Tito di Palu, Rabu (20/7).  

Poso menjadi tempat ideal perlawanan karena bekas daerah konflik. Latar belakang itulah yang membuat sebagian warga yang trauma 'welcome'.  Tito mengatakan, ada dua syarat sebuah daerah bisa dijadikan qoidah aminah. “  Salah satunya yaitu adanya dukungan masyarakat setempat,  Yang kedua daerah ini dianggap ideal untuk perang gerilya karena tempatnya hutan dan gunung dan Yang ketiga karena tempatnya jauh dari ibu kota Jakarta ", Ujar sidin Tito Karnavian.   " Selain itu, jauh dari pemerintah pusat, terpencil, sehingga dianggap jauh dari radar.   Dari tahun 2000 pascakonflik sudah jadi qoidah aminah tempat ideal, base pertama.   Jadi jaringan dari Jawa, Sulawesi, Sumatera, kumpulnya di sini," Lanjut Tito Karnavian.  
byBambangBiunG


Danau Poso indah kala berair,
Santoso teroris Poso gugur ditangan satgas militer.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...