Senin, 07 Maret 2016

KERETA CEPAT PERTAMA INDONESIA JUKARTA-BANDUN, BEROPERASI TAHUN 2019


NusanTaRa.Com



Jika tak ada aral keinginan pemerintah untuk memberikan pelayanan transportasi  yang lebih murah, Cepat dan refresentatip untuk jalur darat antara Jukarta – Bandung akan terealisasi pada tahun 2019 sekaligus merupakan kereta Cepat pertama di Indonesia, setelah presiden Jokowi kamis 21 Januari 2016 meresmikan pembangunan kereta api cepat dijalur tersebut di Kebun Teh Mandalawangi Bandung Barat. 

Pembangunan Kereta cepat sepanjang 142 km dan sepanjang 22,5 km akan melalui jalur bawah tanah (underground) dilaksanakan PT Kereta Cepat Indonesia Cina yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium China Railways dengan skema business to business.   Pembangunan ini diperkirakan akan menelan biaya 5,573 milliar dollar AS non APBN melainkan murni dari dana perusahaan pelaksana berdasarkan kontrak kerja pelaksanaan pengelolaan Kereta cepat tersebut. 

Meski sebelumnya pemerintah telah membatalkan mega proyek.   Kejelasan ini setelah Duta Besar Jepang Yasuaki Tanizaki menemui Menko Bid. Perekonomian Darmin Nasution 4/9/2015  dengan mengatakan “ Saya menyesal dengan keputusan pembatalan ini.  Tapi keputusan ini telah dibuat pemerintah Indonesia dan kami menghormatinya karena ini bukan keputusan yang mudah.   Saya akan langsung menyampaikan ke Tokyo “, lanjut beliau penyesalan ini karena Jepang telah menggelontorkan dana cukup besar untuk Feasibility Study dan telah menawarkan tehnologi terbaik termasuk keamanan proyek ini.  Duta besar China Xi Feng yang datang berikutnyapun mendapatkan keputusan yang sama.

Darmin Nasution pada Kamis, 3/9/2019 menyampaikan hasil pembahasan Tim Penilai Kereta Cepat dengan Presiden Jokowi ;  Pembangunan Kereta Cepat tidak boleh menggunakan APBN Langsung maupun Tidak langsung, Baik dalambentuk dana maupun suntikan modal melalui penyertaan Modal Negara serta penjaminan dari Negara dan Kereta cepat yang dibangun dengan Kecepatan sedang  200 – 250 km/jam sehingga biaya investasi akan 30-40% lebih rendah.

PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pelaksana mega proyek ini memberikan penjelasan, bahwa Kereta Cepat yang akan mereka operasionalkan nantinya ditahun 2019 akan berkecepatan maksimal 250 km/jam sehingga waktu tempuh Jakarta-Bandun sekitar 35 menit dengan tarip Rp 200 ribu/orang/sekali jalan akan melewati empat stasiun yaitu Stasiuun Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.   Kapasitas angkut Kereta Cepat 583 penumpang setiap kereta dalam satu kali pemberangkatan dan akan mencapai 1.000 penumpang perperjalanan dengan penggabungan dua set EMU,  KCIC tahap awal akan mengadakan 11 set EMU (electrical multiple unit) dimana satu set terdiri 8 kereta.

Proyek Infrastruktur kata direktur utama KCIC Hanggoro Budi pengerjaan konstruksi segera dilakukan agar target 2018 dapat selesai.   Pembangunan Infrastruktur transportasi akan diikuti terbentuknya kota baru sebagai kota masa depan yang mengedepankan prinsip kawasan layak huni dan ramah lingkungan sebagai dampak dari pembangunan Transit oriented Development (TOD) disetiap stasiun untuk melahirkan sentra ekonomi baru di koridor Jukarta-Bandung dan titik Walini akan dibangun Kota Baru Walini dan di Tegalluar akan dibangun Kawasan Industri Kreatip Informasi Teknologi Informasi (IT).   Proyek Infrastruktur transportasi akan mmenyerap tenaga kerja 39.000 pekerja saat konstruksi, 20.000 pekerja saat konsruksi TOD dan saat opersional TOD 28.000 pekerja.

Pembangunan Infrastruktur transportasi Kereta Cepat Jukarta-Bandum akan menggunakan dana swasta dalam hal ini dilaksanakan PT Kereta Api Copat Indonesia China (KCIC) yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan China Railways yang akan selesai pada 2019, sebagai imbalan pihak KCIC akan dapat konsesi mengelola Kereta Cepat selama 50 tahun, dan setelah selesai akan mengembalikannya pada pemerintah.   Hanggoro Budi menanggapi isu produk KCIC asal-asalan, bahwa KCIC membangun proyek ini tidak akan mempertaruhkan kwalitasnya, bahkan kami tidak hanya membangun saja tapi mengoperasikan dan merawat sarana dan prasarana kereta cepat.

Proyek Kereta Api Cepat masuk sebagai Proyek Strategis Nasional sehingga perlu kepastian penyelesaian tidak seperti Proyek Monorel yang terkatung mana kala kontraktornya tidak sanggup.   Untuk lebih menjamin penyelesaian proyek ini pemerintah perlu mendukung dengan memberikan jaminan dari pemerintah sesuai Perpres No. 3/2016, sehingga pemerintah perlu turut melakukan pengawasan dan pemantauan dalam pelaksanaan pembangunan.

Keseriusan pembangunan proyek kereta cepat terlihat dengan terselesainya beberapa perizinan yang dibutuhkan, pembebasan lahan yang dilalui jalan Kereta Cepat, terbangunan jalan bawah tanah (underground) sejauh 700 meter, pematangan jalan sejauh 7 km dan lain-lainnya.   Menanggapi pemerintah belum mengeluarkan izin pembangunan kereta cepat Jukarta-Bandum Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegskan, “ Belum diterbitkannya izin pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandum oleh Kemenhub lantaran beberap izin masih dalam tahap pembahasan “.

Jokowi dalam peresmian Kereta Cepat di Bandung mengatakan, bahwa “ Kecepatan mengantar orang dan barang adalah penentu kompetisi sehingga Transportasi Masal yang namanya MRT (Mas Rapid Transportation), LRT (Light Rail Transportation) kereta cepat harus didahulukan serta pentingnya jenis-jenis transpotasi masal itu dirancang untuk menunjang satu sama lain untuk kepentingan transportasi penumpang yang lebih efektip “.     Sehubungan pembangunan Kereta Cepat Nasional, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan pernyataan bahwa pembangunan Proyek Kereta Cepat ke II Indonesia antara Jukarta – Surabaya hampir pasti akan di kerjakan perusahaan dari Jepang.  
byLasikUAgaY
Naik kereta Cepat buatan China,
Transportasi lancar dan cepat jaminan kemajuan kota.

Minggu, 06 Maret 2016

ABU JENAZAH DAVID BOWIE DITABUR DI BALI

NusanTaRa.Com

David Bowie (David Robert Jones nama aslinya) seorang penyanyi Rock yang melegenda sejak 1962 hingga 2016 tutup usia pada 10 Januari 2016 di New York City, namun sebelum meninggal ia telah membuat surat wasiat yang memuat pesan agar dilaksanakan ketika ia telah meninggal,  Isi surat wasiat David Bowie memuat pesan masalah pembagian warisan dan keinginannya agar abu jenazahnya ditabur di Bali.

Jasad beliau telahpun dikremasi pada 12 Januari 2016 di New Jersey AS sesuai dengan surat wasiat adapun penaburan abu jenasah apakah sudah dilaksnakan atau belum sebagai mana pesan surat wasiat mendiang, sampai hari ini belum jelas.

Mendiang meninggal pada usia 69 tahun akibat serangan penyakit Kangker yang telah menyerangnya, dua hari sebelum meninggal ia telah merilis album baru bertajuk  BlackStar dan album tersebut saat ini telah menduduk peringkat pertama pada lagu Inggris selama tiga minggu berturut-turut.

Surat wasiat tersebut yang ditulis pada 2004 oleh mendiang telah diajukan ke pengadilan, Manhattan, New York, Amerika pada 29 Januari 2016 waktu setempat. Musisi yang meninggal di usia 69 tahun itu meminta agar dikremasi di Bali apabila sudah meninggal, lalu abu jenazahnya ditebar di sana.

Adapun wasiat lain yang tertera di dalamnya, menurut laporan New York Post, penyanyi yang meninggal dunia pada 10 Januari 2016 itu membagi harta USD100 juta kepada sang istri, Iman. Wanita keturunan Somalia.   Kedua anaknya Duncan Jones dan Alexandria Zahra Jones juga mendapat bagian serta Alexandria juga berhak atas rumah mewah di New York.

Asisten Bowie, Corinne Coco juga mendapat warisan sebesar USD 2 juta. Begitu juga dengan mantan pengasuh anak Bowie Marion Skene yang diberi USD1 juta.  Atas meninggalnya David Bowie tersebut Pemerintah Kota New York dalam menghormati beliau telah menetapkan 10 januari sebagai  " Hari David Bowie  ".

Semasa hidup, Bowie memang begitu dekat dengan Indonesia, khususnya Bali. Bersama Tin Machine, Bowie pernah menciptakan lagu berjudul Amlapura yang merupakan salah satu tempat di Bali. Bowie terinspirasi membuat lagu itu setelah liburan di Amlapura, Karangasem, Bali pada akhir 1980-an.

Simak saja lirik lagu Amlapura.

Hey, hey it's the tall sail on a beach reach for java
Make way for to java watching for boogies
Hey, hey it's a dreaming I would burn you if you should die
Hey, hey I would burn too if you should lie upon that bamboo pyre

I dream of Amlapura
Never saw in all my life a more shining jewel
I dream of Amlapura
Of an ocean or dream of a princess in stone

Hey, hey golden roses around a Raja's mouth
Hey, hey all the dead children buried standing
A flying Dutchman
Smoking gun and spice wind

I dream of Amlapura
Never saw in all my life a more shining jewel
I dream of Amlapura
Of an ocean or dream of a princess in stone


Bahkan, Bowie juga pernah membuat lagu berbahasa Indonesia berjudul Jangan Susahkan Hatiku yang merupakan gubahan dari lagu Don't Let Me Down & Down. Lagu ini juga merupakan bonus dari album Black Tie White Noise.

Lagu-lagu yang pernah di populerkan David Bowie selama kariernya pada tahun 1969 Space Oddity, 1970 The Man who sold the word, 1971 Life on Mars, Chnges, Queen Bitch, and Oh! You prettythings, 1972 Starman, Moonage DayDream, Five Years, Sufragette City and Ziggy Stardust, 1973 Jean Genie, 1974 All the Young Dudes, Rebel rebel dan Diamond Dogs,  1976 Golden Years, Young Americans dan Wild is the Wind, 1977 Heroes dan Sound and Vision, 1980 Ashes to Ashes, 1983 Let's Dance,  Modern Love, China Girl dan Cat People, 1984 As the World Fall Dawn dan Absolute Beginners, 1985 Dancing on the Street dan This is not America, 1986 Magic Dance, 1999 Thursday's Child, 2013 Where Are We Now dan 2016 Black Star.

David Bowie kelahiran Brixton London Inggris pada 8 Januari 1947adalah penyanyi beraliran Rock sejak tahun 1962 hingga akhir hayatnya di 2016, karier bermusiknya sangat di dukung oleh kakaknya sembilan tahun lebih tua yaitu Terry yang meninggal 1985 yang kemudian menginspirasi David Bowie untuk melahirkan lagu ' Jump They Say ".  Selama hidupnya ia menikai dua wanita Angie Bowie warga Skotlandia (1970-1980 cerai)  dan  Iman keturunan Somalia (1992 - 2016 meninggalnya), memiliki anak Duncan Jones (1971) dan Alexandria " lexi " Zahra Jones (2000).
byFarhaDTukirmaN


Seni membuat hidup lebih nyaman,
David Bowie dengan seni menyentuh kemanusian.

Jumat, 04 Maret 2016

BRIPKA ANRA NOSA MEMBAWAHI DUA JENDERAL DI UNITED NATION POLICE

NusanTaRa.Com
                               

Anra Nosa, anggota Bintara Kepolisian Daerah (Polda) Riau ini sukses mengharumkan nama Polri dikancah dunia. Meski baru berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), pria berumur 33 tahun tersebut sudah diangkat menjadi team leader di United Nation Police (polisi PBB).Selaku team leader di United Nation (UN) Police, Anra punya anggota tim yang pangkatnya justru jauh lebih tinggi ketimbang dirinya. Tercatat, Anra membawahi 35 orang anggota, dimana ada yang berpangkat Jenderal, belasan personil lainnya berpangkat Kolonel dan Letnan Kolonel di negara mereka masing-masing.
Sebelum menjadi tim leader UN Police, Anra sempat bertugas sebagai penyidik di Reserse Kriminal Polda Riau. Kemudian pria tegap ini ikut seleksi menjadi UN Police yang diumumkan Mabes Polri, dengan tempat penugasan di Darfur, Sudan Selatan. Ketika itu, ada ribuan anggota Polri (termasuk Anra) yang turut mendaftar.
Dengan proses seleksi ketat, terpilihlah 15 polisi terbaik (dari total ribuan) se-Indonesia, termasuk di dalamnya tercatat nama Anra. Selanjutnya, mereka pun dilatih dan akhirnya diberangkatkan ke Sudan Selatan sekitar 2014 lalu, untuk mewakili Indonesia menjadi Polisi perdamaian PBB.
"Awal bertugas langsung ada unjuk rasa besar dari pengungsi Sudan," kisah Anra. Ketika itu, salahseorang anggota UN Police berpangkat Kolonel dari Negara Jerman memerintahkan tim untuk memasukkan puluhan orang pengunjuk rasa ini ke Holding Facility (semacam penjara).
Namun Anra menolak kebijakan Kolonel tersebut, karena menurutnya para pengunjuk rasa harus ditangani secara layak dan baik. Anra pun berinisiatif membuka komunikasi dengan para pendemo. "Mereka itu ingin diwadahi ke WFP (Worl Food Suplemen, Organisasi PBB yang menangani soal makan pengungsi, red)," urainya.
Segera Anra menyelesaikan inti permasalahan (problem solved) tersebut dengan caranya, dan kaum pengunjuk rasa ternyata dapat menerima kebijakan ini dengan baik. Artinya, tidak perlu ada pihak yang disakiti. Rupa-rupanya, cara penyelesaian Anra yang humanis itulah yang membuat aksinya terdengar hingga ke atas.
Tak lama setelah unjuk rasa itu, Anra yang bergaji $2.550 USD dari UN Police tersebut langsung dipanggil oleh Senior Representatif Secretary General (SRSG) yang dipimpin seorang Jenderal wanita dari Angkatan Darat Negara Inggris. Anra dianggap punya kecakapan yang cukup untuk mengemban jabatan sebagai team leader UN Police.
Kini Anra membawahi 35 anggota dari berbagai negara di dunia. Bahkan diantara mereka ada yang berpangkat Jenderal (2 orang) dan belasan anggota berpangkat Kolonel serta Letnan Kolonel. Sementara ia sendiri hanyalah Bintara Polri yang berpangkat Bripka (setara Sersan Mayor di TNI).
"Awalnya cukup berat, karena saat itu saya pergi ke Sudan meninggalkan istri yang sedang hamil muda. Ini tantangan lain," kata Anra saat bertandang ke Humas Polda Riau, disela-sela masa cutinya dari tugas sebagai polisi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UN Police. ***
- See more at: http://www.goriau.com/berita/umum/hebat-polisi-riau-berpangkat-bripka-ini-ditunjuk-pbb-pimpin-2-jenderal-dan-belasan-kolonel-di-un-police-berikut-kisahnya.html#sthash.n5WqGKR3.WrIspN8V.dpuf
Anra Nosa, anggota Bintara Kepolisian Daerah (Polda) Riau ini sukses mengharumkan nama Polri dikancah dunia. Meski baru berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), pria berumur 33 tahun tersebut sudah diangkat menjadi team leader di United Nation Police (polisi PBB).Selaku team leader di United Nation (UN) Police, Anra punya anggota tim yang pangkatnya justru jauh lebih tinggi ketimbang dirinya. Tercatat, Anra membawahi 35 orang anggota, dimana ada yang berpangkat Jenderal, belasan personil lainnya berpangkat Kolonel dan Letnan Kolonel di negara mereka masing-masing.
Sebelum menjadi tim leader UN Police, Anra sempat bertugas sebagai penyidik di Reserse Kriminal Polda Riau. Kemudian pria tegap ini ikut seleksi menjadi UN Police yang diumumkan Mabes Polri, dengan tempat penugasan di Darfur, Sudan Selatan. Ketika itu, ada ribuan anggota Polri (termasuk Anra) yang turut mendaftar.
Dengan proses seleksi ketat, terpilihlah 15 polisi terbaik (dari total ribuan) se-Indonesia, termasuk di dalamnya tercatat nama Anra. Selanjutnya, mereka pun dilatih dan akhirnya diberangkatkan ke Sudan Selatan sekitar 2014 lalu, untuk mewakili Indonesia menjadi Polisi perdamaian PBB.
"Awal bertugas langsung ada unjuk rasa besar dari pengungsi Sudan," kisah Anra. Ketika itu, salahseorang anggota UN Police berpangkat Kolonel dari Negara Jerman memerintahkan tim untuk memasukkan puluhan orang pengunjuk rasa ini ke Holding Facility (semacam penjara).
Namun Anra menolak kebijakan Kolonel tersebut, karena menurutnya para pengunjuk rasa harus ditangani secara layak dan baik. Anra pun berinisiatif membuka komunikasi dengan para pendemo. "Mereka itu ingin diwadahi ke WFP (Worl Food Suplemen, Organisasi PBB yang menangani soal makan pengungsi, red)," urainya.
Segera Anra menyelesaikan inti permasalahan (problem solved) tersebut dengan caranya, dan kaum pengunjuk rasa ternyata dapat menerima kebijakan ini dengan baik. Artinya, tidak perlu ada pihak yang disakiti. Rupa-rupanya, cara penyelesaian Anra yang humanis itulah yang membuat aksinya terdengar hingga ke atas.
Tak lama setelah unjuk rasa itu, Anra yang bergaji $2.550 USD dari UN Police tersebut langsung dipanggil oleh Senior Representatif Secretary General (SRSG) yang dipimpin seorang Jenderal wanita dari Angkatan Darat Negara Inggris. Anra dianggap punya kecakapan yang cukup untuk mengemban jabatan sebagai team leader UN Police.
Kini Anra membawahi 35 anggota dari berbagai negara di dunia. Bahkan diantara mereka ada yang berpangkat Jenderal (2 orang) dan belasan anggota berpangkat Kolonel serta Letnan Kolonel. Sementara ia sendiri hanyalah Bintara Polri yang berpangkat Bripka (setara Sersan Mayor di TNI).
"Awalnya cukup berat, karena saat itu saya pergi ke Sudan meninggalkan istri yang sedang hamil muda. Ini tantangan lain," kata Anra saat bertandang ke Humas Polda Riau, disela-sela masa cutinya dari tugas sebagai polisi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UN Police. ***
- See more at: http://www.goriau.com/berita/umum/hebat-polisi-riau-berpangkat-bripka-ini-ditunjuk-pbb-pimpin-2-jenderal-dan-belasan-kolonel-di-un-police-berikut-kisahnya.html#sthash.n5WqGKR3.WrIspN8V.dpuf

Bripka Anra Nosa merupakan satu kebanggaan putra bangsa Indonesia yang dapat bertugas di satuan United National Police sejak bulan Agustus tahun 2014,  anggota Bintara Kepolisian Daerah (Polda) Riau ini sukses mengharumkan nama Polri dikancah dunia.   Meski baru berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), pria berumur 33 tahun tersebut sudah diangkat menjadi team leader di United Nation Police (polisi PBB).  

Anra di United Nation (UN) Police selaku Team Leader, dalam menjalankan tugasnya punya anggota tim yang pangkatnya justru jauh lebih tinggi borbanding koadaan pangkatnya.   Di kesatuannya Anra membawahi 35 orang anggota dari berbagai negara di belahan bumi yang tergabung dalam UNO, dimana diantaranya ada yang berpangkat Jondoral,  belasan personil lainnya berpangkat Kolonel dan Letnan Kolonel di negara mereka masing-masing.    Sebelum menjadi tim leader UN Police, Anra sempat bertugas sebagai penyidik di Reserse Kriminal Polda Riau sebelum menjadi Tim Leader UN Police.   Ketika ada penerimaan untuk bertugas di Tim Leader UN Police, pria tegap ini ikut seleksi yang dilaksanakan di Mabes Polri, setelah lulus ia  dittugaskan di Darfur, Sudan Selatan,  ketika itu, ada ribuan anggota Polri (termasuk Anra) yang turut mendaftar.

Setelah melalui proses seleksi ketat dan Anra terpilihlah menjadi 15 polisi terbaik (dari total ribuan) se-Indones.   Kemudian mereka yang terpilih dilatih sesuai kebutuhan tugasnya nanti dan  akhirnya diberangkatkan ke Sudan Selatan sekitar 2014 lalu, untuk mewakili Indonesia menjadi Polisi perdamaian PBB.   Kata orang dulu kadang suatu bencana menjadi peluang baik tergantung bagaimana kita menyikapinya, sebagaimana yang dialami Anra   " Awal bertugas langsung ada unjuk rasa besar dari pengungsi Sudan, " kisah Anra. Ketika itu, salahseorang anggota UN Police berpangkat Kolonel dari Negara Jerman memerintahkan tim untuk memasukkan puluhan orang pengunjuk rasa ini ke Holding Facility (semacam penjara).

Mungkin dengan bekal pendidikan terakhirnya di S2 (Master) yang ia selesaikan di Universitas Islam Riau Jurusan Hukum bidang Criminalistic and Criminal Science tahun 2012 telah membekali dirinya dalam mematangkan sikap untuk menyikapi tugasnya.   Sehingga Anra menolak kebijakan Kolonel tersebut karena menurutnya para pengunjuk rasa harus ditangani secara layak dan baik. Anra pun berinisiatif membuka komunikasi dengan para pendemo. "Mereka itu ingin diwadahi ke WFP (Worl Food Suplemen, Organisasi PBB yang menangani soal makan pengungsi, red)," urainya.

Segera Anra menyelesaikan inti permasalahan (problem solved) tersebut dengan caranya, dan kaum pengunjuk rasa ternyata dapat menerima kebijakan ini dengan baik. Artinya, tidak perlu ada pihak yang disakiti. Rupa-rupanya, cara penyelesaian Anra yang humanis itulah yang membuat aksinya terdengar hingga ke atas.

Pemerintah Indonesia untuk tahun 2016 tetap akan memperkuat dukungannya terhadap misi perdamaian PBB dalam berbagai aktipitas, diantaranya dalam penglibatan United Nation Police di berbagai belahan bumi untuk menjaga perdamaian.   " Pemerintah RI telah menyiapkan satuan tugas Batalyon Komposit 800 personal, Satuan tugas Formed Police Unit (FPU) 140 personal dan telah melatih 100 personal polisi terrmasuk 40 polisi wanita untuk misi pemeliharaan perdamaian PBB ", kata Andy Rachmianto dari Kementerian Luar Negeri (29/7/2015).

Tak lama setelah unjuk rasa itu, Anra yang bergaji $2.550 USD dari UN Police tersebut langsung dipanggil oleh Senior Representatif Secretary General (SRSG) yang dipimpin seorang Jenderal wanita dari Angkatan Darat Negara Inggris. Anra dianggap punya kecakapan yang cukup untuk mengemban jabatan sebagai team leader UN Police.

Kini Anra membawahi 35 anggota dari berbagai negara di dunia. Bahkan diantara mereka ada yang berpangkat Jenderal (2 orang) dan belasan anggota berpangkat Kolonel serta Letnan Kolonel. Sementara ia sendiri hanyalah Bintara Polri yang berpangkat Bripka (setara Sersan Mayor di TNI).
byRyanSyahputra drFacEBooKhumaspolri.
Bertugas ke negeri Sudan,
Biar sukses dalam tugas haruslah Berilmu dan Beriman. 
(LegendarisMatJais)

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...