Sabtu, 02 Maret 2013

IKAN TERBANG




Ikan terbang  atau flaying Fish termasuk ikan dengan nilai ekonomis cukup baik,  jika ikan biasa harga 1 kg seharga  Rp 15.000 maka ikan terbang mencapai harga  Rp 45.000 – Rp 80.000, sedang harga telur ikan terbang mencapai  Rp 100.000 – Rp  1.500.000 per kg nya sehingga tidak mengherankan bila produksi perikanan ini menjadi buruan nelayan bahkan dengan perahu kecil seperti Sandek nelayan Pinrang, Mandar dan Takalar berbekal Gillnet permukaan dan Rumpon mereka  turun melaut, sehingga hampir semua wilayah penangkapan ikan terbang mengalami over fishing.

Ikan terbang   termasuk ikan pelagis  perenang cepat diperairan subtropiks dan  tropis yang jernih  dan  kaya akan plankton.  menyenangi  cahaya di malam hari  dan mampu  melayang diudara  sejauh 50 meter  karena memiliki  sirip dada atau vectorial yang panjang dan lebar,   biasanya disebabkan oleh kejaran pemangsa seperti ikan-ikan predator Mackerel, Tuna, Swordfish,Cakalang  dan Marlin,   tapi dengan  bentuk  tubuhnya yang  aerodinamis  maka pergerakan tubuh yang baik dapat membuat kecepatan 70 km/jam  dan  penggunaan posisi gelombang atau arus saat melesat dari dalam air  ikan ini dapat meluncur di udara sejauh 400 meter.      Diperkirakan ada 18 spesies Ikan Terbang  yang ada di Indonesia namun yang  teridentifikasi  13 spesies (Hutomo et al, 1980),  Nessa et al, 1977 di Selat Makassar dan Laut Flores menemukan spesies   Cypselurus oxycephalus, C. oligolephis, C.  poecilopterus, C. altipennis, C. speculiger, C. caphisthopus, C. nigricans, C. swainson, Cypselurus sp, Evolantia micropterus dan Proghnichthys sealei.

Bentuk  tubuh bulat  memanjang  mampet dibagian tengah samping  dengan  panjang  tubuh 3,4-4,1 kali panjang kepala atau 18 Cm.   Bagian atas tubuh berwarna gelap dan bawah mengkilap  sangat baik  untuk menghindarkan diri dari pemangsa dipermukaan atau dari bawah perairan,  diantara kedua warna tsbt terdapat garis linea  literalis dengan sisik agak keras yang memanjang dari pangkal ekor ke bagian pangkal kepala.   Memiliki sisik sikloid dengan ukuran relatip besar terutama bagian dorsal sebanyak 32-37 buah sisik dan poros 51-56 buah sisik. 

Sirip dorsal dan anal transparan ,  sirip ekor  bercagak warna  abu-abu bagian bawah lebih panjang,   Sirip ventral keabu-abuan  dibagian atas dan terang bagian bawah  posisi lebih dekat kearah kepala posterior  dan Pektorial sirip samping dekat kepala berwarna abu-abu dengan belang-belang pendek dengan banyak duri lemah.   Namun sirip pektorial  dan dorsal mempunyai ukuran lebih panjang  dapat mencapai ke sirip analpin dan lebih  lebar berfungsi untuk terbang saat di udara.

Ikan terbang  bersifat  Pelagophyls dan Pytophils  yang berarti  pada saat memijah melekatkan  telurnya pada tumbuh-tumbuhan dan benda terapung dipermukaan perairan seperti rumput laut dan daun-daun kering yang hanyut  sekali memijah  menghasilkan  4.000 – 9.000 butir telur.  Namun jenis Exocaetus telurnya dapat terapung dipermukaan perairan.

Diperairan Laut Sulawesi,  selat Makassar dan Laut Flores  pada bulan Juni dan September  banyak ditemukan nelayan Sulawesi Selatam  yang melaut untuk menangkap ikan terbang atau tulur ikan terbang dengan menggunakan rumpon dan jaring insang permukaan.  Ikan yang  tertangkap bukan ikan menetap melainkan ikan yang sedang melakukan ruaya  pola migrasi  baik pendewasaan maupun untuk bereproduksi,  ikan yang masuk di perairan ini berasal dari laut pasipik dan laut cina selatam kemudian menuju samudra melalui perairan Indonesia seperti Selat Makassar atau Selat sunda, kemudian  sekitar empat sampai lima bulan kemudian akan kembali ke perairan samudera fasipik melalui perairan Arafura sesuai dengan usia hidup ikan terbang yang hanya 1-3 tahun saja. 

Klasifikasi ilmiah :  Kerajaan ;  Animalia,  Filum ;  Chordata,  Kelas ;  Actinopterygii, Ordo ;  Beloniformes,  Famili  ;  Exocoetidae,   Genera ;  Cheilopogon, Cypselurus, Danichthys, Exocoetus,  Fodiator, Hirundichthys, Oxyporhamphus, Parexocoetus dan Prognichthys.  
by  Bakri Supian




Ikan Terbang melayang di udara Laut Mandar,
Orang berilmu akan bijaksana bila berhati benar. 

Sabtu, 23 Februari 2013

KOMPETISI BASKETBALL SM se KABUPATEN NUNUKAN


NusanTaRa.Com



Kompetisi Bola Basket Sekolah Menengah se Kabupaten Nunukan yang  dibagi dua Kelompok yaitu SMP dan SMA  merupakan kegiatan dari PERBASI Kabupaten Nunukan dalam rangka mengembangkan Bola Basket  dan Pencarian bibit di Nunukan  sehingga tercipta kualitas Basket Ball yang dapat berbicara di iven yang lebih besar.  Kejuaran ini dibuka   Hari Rabu tanggal 9 Januari 2013 dan berakhir Sabtu 19 Januari 2013, di Sport Hall SeiSelisun Nunukan.

Karena kejuaraan ini baru pertama kali di laksanakan oleh Perbasi Kab. Nunukan sehingga masih banyak sekolah yang belum siap ikut karena faktor informasi dan kesiapan sekolah serta faktor nonteknis seperti letak sekolah yang jauh di pedalaman serta kesipan sekolah.   Namun demikian beberapa rekan mengatakan bahwa iven ini cukup seru karena diikuti sekolah yang berada di pulau Nunukan dengan permainan yang bertehnik dan power yang cukup baik. 


Untuk Kelompok  SMA  di ikuti 8 Club Sekolah, SMAN 1 Nunukan, SMA Islam Al-ikhllas, SMEA Muhammadiyah, SMA Katholik, SMA Islam, SMK, SMA 4 Selisun dan SMA Pancasila terbagi dalam Grup A dan Grup B dengan system Semi kompetisi.  Alhasil Grup A Juara SMA 1 Nunukan dan Runnerup SMA Islam Alikhlas dan Grup B Juara SMA 4 Selisun Renner up SMK yang langsung masuk semi final, disemi final berlaku system Gugur untuk masuk final Juara Grup A(SMA 1 Nunukan)  Bertemu Runner up Grup B  (SMK) dan Juara Grup B (SMA 4 Selisun) bertemu Runner up Grup B (SMA Islam Al-ikhlas).


Disemifinal  Club saya SMA 1 Nunukan harus mengakui keunggulan SMK Nunukan dan hanya berpeluang merebut juara tiga melawan SMA Islam Al-ikhlas yang tewas ditangan SMA 4 Selisun.  Alhamdulillah akhirnya kami (SMA 1 Nunukan putra) berhasil menjadi juara 3,  SMK Juara 2 dan SMA 4 Selisun Menjadi juara Pertama invintasi Bola Basket Kabupaten Nunukan tahun 2013 untuk SMA Putra  dan untuk putri Juara I SMA 1 Nunukan A , Juara II SMA 1 Nunukan B dan Juara III SMA 4 Selisum.  Untuk SMP  Putra juara I SMP I Nunukan, Juara II SMP Sebatik dan Juara III SMP Selisun dan untuk putri juara SMP I A Nunukan, SMP I B Nunukan dan Juara III SMP Selisun.

Satu yang saya petik dari pengalaman ini bahwa rekan dan lawan tanding selama kompetisi ini memiliki kemampuan main yang baik untuk standar pemain kabupaten, saya berharap bahwa kedepannya kompetisi yaitu kejuaran Provinsi yaitu Provinsi Kalimantan-Utara di Samarinda akan memilih dari para pemain yang benar-benar berprestasi sehingga dapat memberikan satu perlawannan yang lebih berarti di Samarinda kalau bisa pulang dengan piala Juara I.
By. Rian Syahputra.



Berolah Raga sambil bergembira kita menjaga kesehatan,
Bermain Basket  perpaduan kekompakan tim dan Skil pemain.

Kamis, 21 Februari 2013

MENGENAL SEKILAS SICANTIK UDANG GALAH







                                        Udang Galah termasuk satwa air tawar yang cantik karena memiliki beberapa  warna yang indah.  Sejak tahun 1980an  Udang galah semakin popular karena  udang air tawar  ini memiliki ukuran relatip besar, nilai ekonomisnya tinggi dan rasa yang lezat,  untuk  konsumsi ukurannya 20 – 30 ekor/kg dengan harga pasaran  Rp 40.000 – Rp 70.000/kg.   Udang Galah dengan nama Latin  Macrobrachium  rosenbergii de man,  mempunyai  nama local seperti giant freshwater, shrimp, giant freshwater prawn di Amerika, golda chingri di India, udang duri di pulau Jawa dan  udang falah di Malaya dan pulau Kalimantan.

                                        Udang galah termasuk  famili Palamonidae,  Badan  terdiri dari ruas-ruas yang ditutupi dengan kulit keras tidak elastis yang terdiri dari zat Chitin,  secara keseluruhan badan terbagi   atas 3 bagian :  kepala dan  dada (Cephalothorax), badan (Abdomen) serta ekor (Uropoda). Cephalothorax dibungkus oleh kulit  keras, di bagian depan kepala terdapat tonjolan karapas yang bergerigi disebut rostrum memiliki gerigi atas 11‐13 buah dan gerigi  bawah 8‐14 buah

                                        Udang galah hidup pada dua habitat, pada stadia larva yang berlangsung selama 30 – 45 hari hidup di air payau sekitar muara sungai dan pantai dan kembali ke air tawar pada stadia juvenil hingga dewasa.    Udang betina yang siap memijah bermigrasi ke payau untuk melakukan  pemijahan, daerah ini juga digunakan untuk perkembangan larva yang bersifat planktonis yaitu hidup melayang-layang di dalam air.    Udang galah bersifat omnivora, cenderung aktif pada malam hari.

                                        Pada pemijahan udang Galah, proses perkawinan sangat  dipengaruhi  proses moulting (pergantian kulit) pada induk betina,    moulting dan pemijahan sangat dipengaruhi kelenjar hormon  pada tangkai  mata.     Sebelum proses perkawinan, udang betina berganti kulit terlebih dahulu yang disebut premattingmoult, keadaan ini udang betina  menjadi lemah. Pada saat inilah perkawinan akan terjadi secara sederhana.

                                        Udang jantan akan mengeluarkan sperma  yang akan ditampung pada spermatheca diantara kaki jalan betina.  Proses selanjutnya  pembuahan yang terjadi di luar tubuh induknya,  dengan keluarnya telur dari kelamin betina yang kemudian disimpan ditempat spermatheca  kemudian akan dibuahi oleh sperma yang ada disitu.   Setelah pembuahan berlangsung  telur diletakkan pada ruang pengeraman yang terdapat diantara kaki renang induk betina hingga saatnya menetas.   Di alam bebas proses pemijahan umumnya terjadi di muara sungai  dengan kondisi air payau dengan kadar garam 8 – 12 ppt. Di daerah tropis seperti Indonesia proses pemijahan sangat mungkin terjadi sepanjang tahun.

                                        Syarat dasar yang harus diperhatikan dalam budi daya Udang Galah tambak : Perairan tambak memiliki Kecerahan yang baik berkisar 35 s/d 40 cm,  pH air 6,8 s/d 7,5, suhu air 25 s/d 27ºC, oksigen terlarut 5 s/d 7 ppm, kecerahan 35 s/d 45 cm, salinitas < 5 0/00 dan amoniak < 2 ppm.     faktor fisika dan kimia lingkungan sangat menentukan kehidupan Udang Galah seperti kekurangan oksigen, suhu yang terlalu tinggi dan adanya penimbunan gas  H2S, NH3 yang menyebabkan pertumbuhan terhambat meskipun makanan cukup.   Suhu berpengaruh terhadap proses fisik, kimia, biologi perairan dan  kehidupan biota yang ada didalamnya. 

                                        Larva udang tumbuh baik pada kisaran suhu optimum  24 - 31o C.   Perubahan suhu secara drastis  akan menyebabkan kematian pada larva udang,  tetapi perubahan secara bertahap sampai batas tertentu tidak banyak berpengaruh terhadap kehidupan larva udang. Suhu tinggi cenderung menyebabkan kadar oksigen terlarut menurun.   Kisaran pH optimal 7 - 8 .  Kandungan oksigen terlarut dengan kisaran 5,93 – 6,34 mg/L masih dalam  rentang yang layak untuk mendukung kehidupan dan mampu menjaga suasana  oksidatif pada habitat udang.    Kalsium merupakan variabel untuk mengontrol pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang kadar optimunnya 0 – 30 mg/L.

                                        Kandungan NH3 merupakan senyawa nitrogen merupakan hasil penguraian bahan organic diperairan pada kondisi tertentu bersifat toksik  terhadap organisme perairan, kandungan sebesar 0,09 mg/L dapat menurunkan pertumbuhan Udang Galah.

Perbedaan Udang Jantan dan betina  ;

No
Udang Jantan
Udang Betina
01
02
03
04
05
06
Ukuran lebih besar
Kaki Jalan besar dan panjang (1,5 x P Ttl)
Bagian perut lebih Ramping
Ukuran Pleuron lebih pendek
Alat Kelamin pada kaki jalan ke lima
Pasangan Kaki jalan terlihat lebih rapat
Lebin Kecil
Ukuran besar tp tdk sebesar Jantan
Bagian perut lebih besar
Ukuran Pleuron lebih Panjang
Alat Kelamin pada kaki ke Tiga (thelicum)
Lebih renggang







Udang besar di Balik Batu kembar,
Batunya terbelah tampak kelezatan selera mengumbar.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...