Kamis, 18 Februari 2021

MANTAN ISTRI SULTAN KELANTAN MALAYSIA UNGKAP KELAKUAN ASLINYA

 NusaNTaRa.Com                                                                byFarhaMTukirmaN,            Jum'at    29    J a n u a r i     2021

Sultan Kelantan Muhammad V yang telah bercerai dengan istrinya Oksana Voevodina seorang wanita yang pernah menyandang gelar Miss Moscow, ternyata menolak mengakui anaknya yang dilahirkan mantan istrinya sebagai anaknya.   Atas sikap Sultan itu mantan istrinyapun mengabaikan larangan dengan memposting gambar-gambar putranya di media sosial yang dilarangnya.

Meski demikian Sang Sultan juga pernah kerap mengirimkan uang pada Voevodina untuk kebutuhan putranya sejumlah Rp 111 juta per bulan, tapi uang tersebut diberikan dengan syarat ia harus menghapus seluruh foto-foto anaknya di media Sosial.  Akan tetapi karena jumlah itu dikurangi hingga Rp 21 juta saja pada Desombor 2020,  Voevodina pun merasakan itu sebagai suatu hal yang tak adil bagi dirinya dan Putra Leon, lalu memilih kembali memposting foto putranya. 

Sebelumnya Voevodina menyebutkan jika mantan raja tersebut sempat mengirimkan pesannya kepadanya pada 09 November 2020 lalu.  Dalam pesan tersebut pria yang disapa Faris oleh orang terdekatnya, memuji buah hatinya yang tak diakuinya yakni Tengku Ismail Leon Patra, "  Beritahu padanya jika ia adalah mahluk termanis yang ada di dunia.  Dari Faris  ",   Ujar SiDin Sultan dalam tulisannya.   

" Kami ingin semua permintaan Kami dipenuhi, oleh mereka ataupun bantuan orang lainnya.  Tahun ini aku memutuskan untuk memulai dengan cara yang berbeda dan mengubah posisi dari ekspektasi atas tindakanku.  Jadi sayangku,  hal pertama yang kulakukan adalah mewujutkan keinginanmu yakni Leon muncul kembali di Profil  ",   Ujar SiGaluh Voevodina.  Bahkan ia kembali mempostim foto-foto Leon yang dahulu di hapusnya di Instagram.

Seperti di ketahui setelah usai bercerai dengan Sultan Kelamtan Muhammad V, Oksana Voevodina sempat meminta sebuah rumah mewah seharga Rp 139 milliar di London, pada hal Oksana saat itu telah diberikan sebuah rumah di Moscow namun ia tetap meminta rumah Laji.

Disamping itu ia juga meminta biaya bulanan yakni sebesar 24 ribu Pound Sterling atau senilai Rp 419 juta for kebutuhan anak meteka Leon.  Akibat permintaan tersebut yang ganal mantan Raja Malaysia itupun marah ganal, "  Kau kira aku Siapa ?   Bill Gates ?  "  Ujar SiDin Sultan Muhammad V.

Keduanya monikah pada tahun 2018 lalu, lalu Oksana Voevodina resmi menjadi muallaf dan mengubah namanya menjadi Rihana Oksana Petra.  Iapun melahirkan anak portamanya bersama mantan Raja tersebut pada 21 mei 2019 dan diberi nama titel  "  Tengku Ismail Leon Petra bin Tengku Muhammad V Faris Petra  ". 

Buah hati hasil pernikahan, 

Sultan Kelantan menolak Petra anak turunan. 

Selasa, 16 Februari 2021

BEKAS ISTANA DI JORMAN DIBELI HARTAWAN INDONESIA, SUKANTO TANOTO.

 NusaNTaRa.Com                                  byMapiroHBorrA,          Senin   15     F e b r u a r i     2021.

Sukanto Tanoto hartawan Raja sawit Tanah air di beritakan telah membeli sebuah  Properti bekas Istana Raja Ludwig di Munchen Jorman.  Gedung tersebut di beritakan telah dibelinya dengan harga 350 juta euro atau setara dengan  Rp 6 trilliun mempunyai keluasan sekitar 29.000 meter persegi.

Properti semahal itu hanya mampu di beli oleh para sultan, termasuk Sukanto Tanoto.  Kalau kamu ingin tahu lebih jauh kekayaannya, ia memiliki kekayaan dengan nilai mencapai USD 1,4 miliar or setara dengan nilai Rp 19,6 trilliun (kurs Rp 14 ribu/USD), data dari Firbes.   Itupun jumlah kekayaannya telah menurun jika dibandingkan jumlah tahun  2019 yang mencecar pada nilai USD 1,6 miliar. 

Pembelian  Kompleks Ludwig yang bersejarah tersebut di central Munich oleh Sukanto Tanoto pada Juli 2019 terjadi hanya bebetapa bulan setelah Komisi Etopah setuju untuk menghentikan penggunaan minyak sawit  dalam biofuel di UE.  Dengan alasan kuat bahwa pengembangan usaha perkebunan Kolapa Sawit   nenyebabkan defortasi yang berlebihan ditempat-tempat dimana perkebunan kelapa sawit dikembangkan secara besar - besaran.

Komplek Ludwig tersebut diketahui merupakan salah satu kawasan sangat bergengsi di Munich dengan rancangan neoklasik.  Itu terletak di sudut  " Ludwigstrasse, salah satu dari empat jalan kerajaan yang dibangun oleh " Raja Ludwig I Jerman " pada abad ke - 19 tidak jauh dari perpustakaan negara bagian Bavaria. 

Dengan nilai kekayaan segede itu yaitu sebesar Rp 19,6 triliun, Sukanto Tanoto termasuk daftar salah satu orang terkaya di Indonesia masuk urutan ke - 22 orang terkaya Indonesia pada tahun 2019 - 2020.   Untuk urutan orang terkaya di dunia ia berada di uritan ke - 1.730 orang terkaya di dunia.  Wilayah bisnis Sukanto Tanoto pun tidak hanya  di Indonesia tapi melebar di dunia seperti China, Jerman, Brasil, Ghana, Spanyol, Amerika Serikat serta berbagai kantor pemasaran di banyak negara di dunia.

Seperti di dekathui Sukanto Tanoto memiliki berbagai bidang bisnis yang menjadi pundi-pundi penghasilannya seperti Kayu Lapis, Pulp dan Kertas, Minyak kolapa Sawit  hingga pengembangan sumber daya  energi di bawah perusahaan  Royal Golden Eagel (RGE) dan ia tercatat sebagai Raja Minyak Sawit Indonesia. 

Sukanto Tanoto juga diketahui memiliki Bracell sebagai salah satu produsen selulosa khusus yang terbesar  di danien (dunia),  digunakan dalam segala hal mulai dari Tissu bayi hingga Es Krim.   Kerajaan Bisnis Sukanto Tanoto mulai dibangun dibangun sejak mulai dari 50 tahun yang lalu Ketika Sukanto T membuka sebuah toko pemasok suku cadang  sederhana yang populer sebagai Toko Motor.  

Salah satu properti milik Sukamto Tanoto di Jerman

Diluar kesibukannya sebagai pebisnis sejati dalam berbagai bidang Sukanto Tanoto juga tercatat dalam kegiatan non profit or sosial seperti ia tercatat turut mendanai / Sponsor Asian Games 2018.   Yayasannya yang berlebel Tanoto Foundation berkomitmen untuk merenovasi perpustakaan di berbagai penjuru tanah air.   Groupnya juga telah mengalokasikan  USD 200 juta  untuk mengembangkan bahan baku nabati  dan solusi manufaktur  bersih untuk membuat tekstil.  9

Gigih berusaha menjadikan kita hartawan, 

Sukanto Tanoto pemilim properti eks Istana Ludwig di  Jerman.

Senin, 15 Februari 2021

SULAWESI PULAU TERTUA DI NUSANTARA

 NusaNTaRa.Com                                                                             byPakeLEE,                  Senin   15     F e b r u a r i     2021 

Kekhasan fauna sulawesi yang ditemukan Alfred Russel Wallace sang Naturalis ketika mengkaji kehidupan di Indonesia bisa jadi satu petunjuk terkait asal usul suatu periode waktu yang berlalu lama, sehingga bisa jadi  " Pulau Sulawesi/Calebes pulau tertua di kepulauan  Nusantara ".  Wallace menjelaskan bahwa Fauna di daerah berdekatan, hidup dalam kurun waktu berdekatan dan wilayah yang sama akan banyak kemiripan.     

"  Perubahan species terutama terutama species yang umumnya berasal dari satu family hanyalah masalah waktu  ",   Ujar SiDin Alfred Russel Wallace.   Naturalis Inggeris itu menambahkan dalam satu kurun waktu, mungkin telah terjadi perubahan bentuk hewan di satu daerah.  Adapun daerah lain bentuknya lebih permanen, begitu atau bisa juga sama-sama terjadi perubahan dengan cara yang berbeda.

"  Dalam setiap kasus jumlah individu fauna suatu daerah sampai tahap tertentu dapat menjadi tolak ukur seberapa lama suatu daerah terpisah dari daerah sokitarnya  ",  Ujar SiDin wallace melanjutkan.    Wallace mengatakan Gajah, Tapir Sumatera dan Borneo, Badak Sumatera dan Jawa, diketahui menghuni beberapa bagian Asia Solata, hewan itu mybe migrasi dengan menyeberangi selat dangkal hingga sampai ke Indonesia.

Perubahan fisik besar-besaran terjadi sewaktu ada perpecahan dan penurunan daratan secara luas berakibat beberapa hewan punah di pulau-pulau tertentu dan terjadi satu perubahan species, sebagaimana diketahui P Kalimantan, P Sulawesi, P Jawa dan P Sumatera berafa dalam satu wilayah Nusantara yang dipisahkan oleh perairan dangkal dan sompit.


Wallace menerangkan, P Jawa memiliki banyak burung berbanding Pulau disokitarnya meski hanya dipisahkan oleh selat yang sempit sekitar  15 mil, ini bermakna bahwa burung-burung itu tak pernah terbang keluar P Jawa dan ini mengindikasikan bahwa P Jawa lebih dulu terpisah dari Daratan Asia borbanding pulau lainnya.

Fauna yang ada di pulau bagian timur Nusantara memperlihatkan kesamaan dengan Benua Australia, sementara perbedaan jenis fauna ditemukan juga dibagian tengah Nusantara khususnya Sulawesi dan Maluku.   Di P Jawa dan P Kalimantan ditemukan Monyet,  Kucing Hutan, Rusa, Musang, Berang2 dan berbagai jenis tupai, hewan itu tak ada di Sulawesi dan Maluku yang ono cuma Kuskus, Babi jutan dan Rusa.

"  Kesimpulan, semua pulau disebelah timur Jawa Bornro kecuali Sulawesi merupakan bagian dari Benua Australia atau Fadipik, walaupun beberapa pulau tidak pernah menyatu dengan benua itu  ",  Ujar SiDin Wallacea.  Rangkaian pulau itu telah terpisah  bukan saja sebelum pulau bagian barat Nusantara terpisah dari Asia namin juga  dan genus  daerah Asi paling Tenggara muncul kepermukaan laut.

Jawa dan Kalimantan merupakan formasi geogis yang masih muda, perbedaan besar dalam spesies flora dan fauna kepulauan Nusantara bagian Timur dan Australia juga kedalaman lautnya menunjukkan proses pemisahan yang cukup lama.    Wallacea menemukan keanehan fauna disebelah kiri dan kanan Sulawesi tidak ditemukan di pulau itu semisal genus Ceyx  dari family burung murai, Genus Rhidipura dari family burung pemangsa serangga dan  Erythrura dari family burung Kutilang itu ditemukan di Maluku, Kalimantan, dan Jawa tapi tak ditemukan di P Sulawesi.

Serangga genus Kumbang Mawar (tamaptera) ditemukan hampir disetiap daerah dan pulau antara India dan Papua tapi tidak ada di Sulawesi.  "  Hilangnya beberapa kelompok burung dan sorangga di daerah yang terletak ditengah wilayah persebaran mereka mungkin bukanlah fenomena yang sangat unik,  but I believe tak ada tempat lain dengan ciri yang semencolok itu dan menambahkan satu hal lagi kedalaman karakteristik aneh dari pulau Amazing ini  ",  Ujar SiDin Alfred R Wallacea dalam tulisannya.

Menurutnya umur Sulawesi sangat tua juga penting dikaitkan dengan bentuk hewan di pulau itu yang tak menunjukkan kesamaan dengan karakteristik fauna di India atau Australia tapi lebih kepada Afrika.    Wallacea menduga kemungkinan besar Sulawesi terbentuk bukan sebelum pemisahan Sumatera, Kalimantan dan Jawa dari benua Asia.   Tapi berada pada perioda yang kebih jauh lagi masa lampau, saat daratan yang membentuk ketiga pulau itu belum naik keatas permukaan laut.

Penelitian Wallacea menarik kosimpulan,  "  Sulawesi tak pernah menjadi bagian dari daratan bagian barat Nusantara (Astro - Melayu).  Indikasinya pulau Sulawesi adalah hasil perluasan Benua Asia di bagian timur pada nada lalu  "  dan   "  Sulawesi menjadi contoh paling mencolok dalam study mengenai persebaran geografi Fauna di dunia  ",  Ujar SiDin Alfred R Wallacea.

Nusantara antara Australia -Asis,

P Sulawesi Pulau tertua di Nusantars.


Minggu, 14 Februari 2021

KOSTRAD TNI YANG BERTUGAS DIPERBATASAN RI-MALAY MENEMUKAN AMUNISI YANG TERKUBUR 56 TAHUN LALU.

 NusaNTaRa.Com                                                           byBakuINunukaN,                Senin   08    F e b r u a r i     2021.

Baru - baru ini pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang bertugas di PerBataSan RI - Malaysia menemukan bukti sejarah penting dari pertempuran Indonesia - Malaysia 56 tahun lalu.   Bukti sejarah yang ditemukan Pasukan Kostrad yang tersembunyi di hutan perbatasan berupa Amunisi senjata Pasukan Gurkha  dan pasukan Inggeris.

Lokasi penemuan berjarak sekitar 5 kilometer dari Pos Jaga Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas)  RI - Malay di Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan Prov. Kalimantan Utara, diduga lokasi penemuan senagai tempat Dropping pasukan Gurkha saat Konfrontasi (perang)  RI - Malay pada tahun 1965.   "  Yang ditemukan itu Lot Pelurunya bertuliskan IKA dan kita duga itu buatan NATO, karena kalau peluru TNI ada Logo PT. Pindad  ",  Ujar SiDin Mayor Arh Drian Priyambodo pimpinan satuan tugas, Minggu  (07/02/2021).

Harta pasukan tempur Gurkha yang sangat ditakuti dunia pada perang Dunia II itu ditemukan oleh Prajurid TNI dari Batalyon Arteleri Pertahanan Udara  16/Sila Buana Cakti alias YonarHanud Udara 16/SBC,  yang sedang melaksanakan operasi dalam Satuan Tugas Pengamanan PetBataSan RI - Malaysia.   Benda yang ditemukan berupa Amunisi senjata berat kaliber 7,61 milimeter, amunisi yang ditemukan dalam jumlah besar atau sejumlah 1.201 butir amunisi dalam kondisi aktif.  

Berita resmi dari Devisi 3 Kostrad yang di lansir NusaNTaRa.Com , Senin 09 Februari 2021, penemuan 1.201 aminisi dari Pasukan Gurkha itu berawal dari laporan para pemburu Babi.   Ketiga pemburu Babi itu warga Dayak Lumbis bernama Frangky, Igo dan Kulal yang akan memasang Jorat di hutan lebat wilayah Perbatasan Desa Lumbid, Kocamatan Lumbis Hulu,  Kabupaten Nunukan Prov. Kalimantan Utara.

Berawal ketika si Kulal melihat sekitar sebuah    selongsong Amunisi kemudian mereka       mengali-gali tanah sedalam 40 Cm sekitar situ dan menemukan 10 butir Amunisi.  Temuan itu mereka laporkan ke Satgas Pamtas RI - Malay YonarHanud 16/SBC/3 Kostrad yang berada di Pos jaga.  Dari laporan itu pasukan berjuluk MAKO itu langsumg bergerak menuju lokasi untuk melakukxn ponggalian.

Hasil penggalian itu membuat para Prajurit kaget karena menemukan 1.201 amunisi, selanjutnya semua temuan tersebut dikumpulkan dan diamankan prajurit TNI ke Pos TNI di Lumbis.   Sementara menurut keterangan Komandan Satgas Pamtas RI, Art Dhrian Priambodo dari informasi Veteran Perang bahwa Amunisi yang ditemukan terpendam itu milik militer Gurkha yang terlibat pertempuran Indonesia - Malaysia tahun 1965 dulu.

Pasukan GURKHA terkenal paling sadis di dunia, merupakan satu unit pasukan bayaran yang masuk dalam jajaran militer Inggeris ketika perang Dunia II 1942.  Personil ini terdiri dari militer yang direkrut dari warga dataran tinggi negara NEPAL yang berada dipuncak Gunung Himalaya, yang dilatih dan berkemampuan khusus.

Terkait Penggalian lebih jauh di daerah temuan Amunisi tersebut,  sebagai bukti sejarah Komfrontasi tahun 1965, Dan Satgas masih menunggu perintah pusat.   "  Kita sudah laporkan temuan 1.201 Amunisi tajam itu.  Untuk penggalian, kita sudah meminta meminta ahar masyarakat tidak melakukan itu karena perbukitan rawan longsor, kalau dari satuan Satgas Pamtas menunggu perintah komando dari atas saja  ",   Ujar SiDin Art Dhrian Priambodo.

Daerah perbatasan daerah pertempuran,

Satgas Pamtas Kostrad temukan 1.201 Amumisi di PerBataSan. 

Kamis, 11 Februari 2021

EKI PENYANYI INDONESIA MENJADI PEMENANG " ALL TOGETHER NOW " AJANG PENCARIAN BAKAT ITALIA

 NusaNTaRa.Com        byRaisALembuduT,           Minggu  03    J a n u a r i    2021


"  Perasaan saya benar-benar senang dan bangga sekali bisa memenangkan kompetisi TV Show  di Italia terlebih membawa nama Indonesia  ", Ujar SiDin Eki atau Cahayadi Kam ketika dikomfirmasi NusaNTaRa.Com, Kamis (31/12/2021).    Cahayadi Kam (34) alias Eki berhasil memenangkan ajang prncarian bakat "  ALL TOGETHER NOW " di Italia setelah menyisihkan ribuan peserta lainnya. 

Malam final Sabtu (16/12/2029) lalu without penonton, Egi melantunkan lagu Italia yang berjudul  " Tappeto Di Fragole " ciptaan Kekko Silvestre  ia melantunkannya berduet dengan penyanyi Italia Rita Pavone.  Ajang yang berawal dari stasiun Televisi di Inggris itu di tonton dengan persaingan cukip ketat , Eki berhasil melangkah hingga memenangkan hadiah 50 Euro yang berlangsung baru-baru ini di Roma 

Untuk pertama kali membawakan lagu Italia berjudul " TappedoDi Fragole "  yang dipopuletkan satu Group musik Moda salah satu group musik Pop Rock asal Italia.  Kebiasaannya membawakan lagu-lagu Inggris membuatnya kali ini harus keluar dari Jalur nyaman dengan lagu Italia tersebut.  

Eki sejak kecil punya keinginan menjadi penyanyi sehingga di usia sembilan tahun ia seting mengikuti lomba tarik suara.  Saat remaja Eki yang merupakan putra bungsu dari pasangan Risiat Ko dan Kam Er Tje sempat menjadi pemyanyi Kafe di Jakarta dan menjadi penyanyi di Wedfing Party.  Eki yang menggemari lagu Michael Jackson juga sempat menjadi penyanyi latar biduan Indonesia.

Berawal ketika Eki pindah ke Kota Milan pada 2019 untuk mengikuti sang istri Anns Banaglia, ketika melintasi kota ia melihat pengamen bernyanyi sehingga terbetik untuk menekuninya selanjutnya ia memcari info bagaimana agar dapat jadi penyanyi jalanan.  Setelah berusaha akhirnya ia berhasil mendapatkan lisensi sebagai pengamen, menurutnya tak mudah karena harus melalui proses  audisi  dan registrasi.

Setelah mendapat lisensi menjadi pengamen jalanan, pria kelahiran Jakarta 24 November 1986 itupun harus melakoni propesi tersebut di kota dan sempat terhenti karena pemerintah menetapkan " Lockdown ".  Ketika rekaman ngamen saya tiba di tangan redaksi "  Redaksi  All TogetherNow ",  "  Justru mereka yang menghubingi saya untuk ikut audidi  ", Ujar SiDin Eri, setelah berulang kali bolak balik Milan - Roma untuk audisi akhirnys berhasil babak besar, top 12 sampai ke final dan akhirnya JUARA.

"  Saya merasa beruntung sekali, apalagi keluarga istri sangat mendukung saya  ",  Ujar SiDin Eki dengan Plabomoranya (hebatnya).  Selanjutnya Eki berharap dengan memenangkan kompetisi ini " All Together Now " dapat menjadi awal dari Kariernya bernyanyi di Milan dan berharap musiknya di terima seluruh dunia dan dapat membawa nama  baik Indonesia di mata Internasional.

"  All Together Now " adalah kompetisi musik reality televisi Inggris yang pertama kali di tayangkan di BBC One, Januari 2018.  Setiap penyanyi naik panggung dinilai oleh " The 100 " - panel unik yang terdiri dari seratus pakar musik, musisi serta serta artis yang dipimpin mantan anggota group musik Spice Girl, Geri Halliwell.



Hayyaaa pintar nyanyi bikin hati bahagia,

Eki juara Ajang " All Together Now " di Italia.


Rabu, 10 Februari 2021

SEBELUM TUGAS MISI PERDAMAIAN DI LEBANON, KRI SIM-367 LAKSANAKAN LATIHAN

 NusaNTaRa.Com                       byJoneDPringgoNDandI,               Sabtu   23     J a n u a r i     2021.

KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) masuk jajaran Satkor Koarmada II, yang di komandani  oleh LetKol Laut (P) Abdul Haris  S.E, M.M.D.S dengan satu helikopter AS 565 Panther, sebelum mereka bertugas dalam misi perdamaian Dunia sebagai Satgas Maritim (MTF) TNI Kontingen Garuda  XXVIII-M UNIFIL di Lebanon.   KRI SIM-367 sebelum tugas itu melaksanakan latihan bersama  Helikopter AS 565 Mbe Panther yamg merupakan bagian dari kegiatan Pre Deployment Training (PDT) untuk mematangkan kesiapan seluruh petsonal, Jum'at (22/02/2021).

Pada kesempatan ini dilaksanakan beberapa seri latihan diantaranya Latihan Winch, Latihan Evakuasi Medis Udara dan Melaksanakan AMO (Air Maritim  Interdiction Operation) antara KRI SIM-367 dengan Helikopter AS 565 Mbe Panther. Latihan setial  Winch metupakan kegiatanyang membutuhkan konsentrasi seluruh prajurit karena helikopter berada dalam posisi melayang di atas dek kapal selama proses menaikkan atau menurunkan muatan (petsonal/material).  

Untuk memudahkan perpindahan pasien/korban dari tempat kejadian di kapal menuju tempat/fasilitas kesehatan di darat latihan ini juga menggunakan Hoist/Winch.  Latihan evakuasi Medis Udara juga menjadi kebutuhan untuk sebuah skenario untuk menguji sejauh mana kesigapan dan kesiapan serta kerja sama antara Tim Medis, Helikopter dan KRI dalam menghadapi situadi darurat.

"  Latihan ini merupakan  bagian dari uji  kesiagaan KRI  yang memerlukan evakuasi dalam kondisi darurat pada saat KRI berada di laut.  Hal tersebut juga dapat terjadi di daerah operasi dan KRI SIM dituntut untuk mampu menghadapi situasi sebenar secara profesional, tepat waktu dan Zero Acvident  ",  Ujar SiDin Letkol Laut (P) Abdul Haris SE. 

Pangkoarmada II Laksda TNI  I.N.G  Sudihartawan berpesan agar seluruh personal Satgas selalu mengutamakan Protokol Kesehatan, Keselatan Serta Kesiapan Fisik untuk mendukung tugas pokok KRI SIM-367 sebagai Satgas pordamaian di Lebanon sesuai Program prioritas Kasal  Laksamana TNI Yudo Margono bidang  Pembangunan sistem  pembinaan kekuatan dan kesiapan Ops yang bersinegri dan mempunyai interopetabilitas tinggi.

Wadan PMPP TNI dalam acara pelepasan latihan bersama  tersebut berpesan kepada seluruh prajurit  yang akan melaksanakan latihan,  "  Laksanakan latihan di laut dengan sunggih-sungguh dan semangat sesuai prosedur, jaga nama baik TNI serta jaga kesehatan diri masing-masing  ", Ujar SiDin Matsma TNI Benny dengan Plabomoranya (hebatnya).

Sementara dari tempat torpisah, Pangkoarmada II Laksda TNI  I N.G  Sudihartawan betpesan, agar seluruh prajurit yang meaksanakan latihan untuk mengedepankan  Zero  Accident dan mengutamakan Protokol kosehatan  guna mendukung tugas pokok  KRI SIM-367 sebagai Satgas Petdamaian di Lebanon.

Burung baja mengangkasa anggun, 

KRI SIM-367 Latihan bersama munuju Lebanon.  

KEBESARAN BUDAYA DI DESA KE’TE KESU SEBAGAI SATU TRADISI ORANG TORAJA.

NusanTaRa.Com
byMcDonalDBiunG, 20/Januari/2019


Ketika anda berkendaraan meninggalkan kota Makale menuju Rantepao arah utara, tak lama kemudian anda akan keluar jalur utama belok kanan dengan tujuan Desa Bung Tao tapi sebelumnya anda akan menemui Desa Ke’te Kesu.    Ke'te Kesu merupakan desa tradisional eksentrik yang tersembunyi di wilayah pegunungan TanaToraja, Sulawesi Selatan. Ia terletak di tengah hamparan sawah luas dan merupakan desa tertua di Sanggalangi.

Ditanah ketinggiaan ini para pengunjung dapat menemukan beberapa peninggalan budaya suko Toraya yang cukup lama yang hingga kini masih diamalkan dan dilestarikan masyarakat di desa Ke’te Kesu sebagai penghormatan dan menjag harmoni kehidupan mereka di dunia dan akhirat.    Beberapa peninggalan yang biasa kita temukan di sana Bangunan Rumah adat Tongkonan, Acara pengkebumian Rambu Solok,  Lokasi pengkebumian jenazah di lereng Batu dan Mengamati rangka jenazah dahulu dilereng gunung.

Usia desa Ke'te Kesu diperkirakan mencapai 400 tahun,  uniknya, ia tidak pernah mengalami perubahan sejak pertama kali berdiri.  Jika melihat keadaannya saat ini, bisa dibilang bahwa Ke'te Kesu menjadi semacam museum hidup–orang yang mengunjunginya dapat secara langsung melihat budaya dan tradisi unik dari masyarakat Toraja.  Sekali sekala di lokasi ini diadaakan upacara adat seperti kematian yang mengorbanan ratusan kerbau, Sapi dan Babi serta di hadiri seluruh keluarga dan handai tolan almarhum.

Ritual kematian yang sangat seris di amalkan di Ke'te Kesu lah yang membuat Ke'te Kesu menarik perhatian para pengunjung dan masyarakat dunia. Keunikan dalam pemakaman ini  dapat dilihat dari ritual maupun upacara pemakaman yang mewah, kuburan yang menggantung, dan situs permakaman yang penuh dengan dekorasi.   Pada hal desa yang tak pernah lekang oleh waktu ini hanya ditempati  sekitar 20 keluarga. Beberapa di antara mereka tinggal dalam Tongkonan–rumah adat masyarakat Toraja. Ada delapan Tongkonan di Ke'te Kesu, diatur berbaris dan berhadapan, lengkap dengan lumbung padi yang terhubung 
Lumbung
Dinding Tongkonan dihiasi dengan tanduk kerbau dan ukiran yang indah–berfungsi sebagai penanda status pemilik rumah. Menurut masyarakat asli Toraja, hanya mereka yang berdarah bangsawan yang boleh membangun Tongkonan sementara  masyarakat biasa tinggal di rumah yang lebih kecil dengan desain yang tidak terlalu rumit seperti Tongkonan.   Jika dilihat dari luar, Tongkonan memiliki kekhasan bentuk atap seperti perahu besar,  proses pembangunan rumah adat ini pun cukup sulit aturan tertentu dan pembangunan rumah ini biasanya dilakukan oleh seluruh secara bersamaan.

Salah satu Tongkonan telah diubah fungsinya menjadi museum. Ia memamerkan benda-benda unik dan bersejarah dari adat istiadat kuno. Keramik Tiongkok, patung, belati, parang, hingga bendera pertama yang pernah dikibarkan di Toraja pun terpajang di sana. Museum tersebut juga membuka workshop bagi pengunjung yang ingin melatih keterampilannya membuat karya seni dari bambu.

Tidak jauh dari Tongkonan, terdapat batu menhir di tengah sawah–penanda jalan menuju bukit mistis bernama Bukit Buntu Ke'su yang merupakan situs pemakaman kuno berusia 700 tahun.  Dan Jika anda beruntung kita bisa menyaksikan pengkebumian jenazah yang telah  disimpan cukup lama serta dengan bantuan dukun  maka simayat akan menuju pengkuburan dengan berjalan sendiri tanpa dibantu orang lain selain mantera sang Dukun.
Reff.NGO-12/2018.




Rumah tongkonan khasana Budaya,
Ke’te Kesu kampung adat suku Toraya.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...