Sabtu, 05 September 2020

INILAH 8 MAKLUMAT MENYELAMATKAN INDONESIA DARI KAMI.

NusanTaRa.Com
byFarhaMTukirmaN,                                                       18    A g u s t u s    2020


Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan resmi dideklarasikan pada siang ini, Selasa (18/8) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta. Tercatat ada sebanyak 153 deklarator yang akan mendeklarasikan KAMI. Selain deklarasi, KAMI juga akan mengeluarkan maklumat untuk menyelamatkan Indonesia. Maklumat ini terdiri dari delapan butir yang menyoroti masalah bangsa, mulai dari masalah ekonomi, politik, sosial budaya, hukum dan ham, hingga sumber daya alam.

Sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan, KAMI menegaskan kesiapan diri dengan segala pemikiran dan langkah-langkah solutif, untuk tata kelola yang konstruktif dalam kapasitas profesional dengan komitmen kerakyatan yang amanah, berintegritas bagi perbaikan dan perubahan menyelamatkan Indonesia.

Dalam maklumat ini, KAMI turut memanggil seluruh elemen dan komponen bangsa, tokoh-tokoh agama, sultan atau raja-raja nusantara, masyarakat adat, cendekiawan, seniman atay budayawan, guru atau dosen, santri, pelajar, mahasiswa, buruh, petani, nelayan, pedagang atau saudagar, purnawirawan, TNI/POLRI, aparat sipil negara, emak-emak, dan seluruh elemen masyarakat lainnya untuk bangkit bersama mengawal maklumat ini menyelamatkan Indonesia, dalam semangat persatuan, persaudaraan, kebersamaan, dan kemajemukan.

Adapun kedelapan butir Maklumat Menyelamatkan Indonesia itu adalah sebagai berikut:

1. Mendesak penyelenggara negara, khususnya Pemerintah, DPR, DPD, dan MPR untuk menegakkan penyelenggaraan dan pengelolaan negara sesuai dengan (tidak menyimpang dari) jiwa, semangat dan nilai Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang di dalamnya terdapat Pancasila yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, dan diberlakukan kembali melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

2. Menuntut Pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi Covid-19, untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dengan tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban, dengan mengalokasikan anggaran yang memadai, termasuk untuk membantu langsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi.

3. Menuntut Pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi untuk menyelamatkan rakyat miskin, petani dan nelayan, guru/dosen, tenaga kerja bangsa sendiri, pelaku UMKM dan koperasi, serta pedagang sektor informal, daripada membela kepentingan pengusaha besar dan asing.

4. Menuntut penyelenggara negara, khususnya Pemerintah dan DPR, untuk memperbaiki praktek pembentukan hukum yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. Kepada Pemerintah dituntut untuk menghentikan penegakan hukum yang karut marut dan diskriminatif, memberantas mafia hukum, menghentikan kriminalisasi lawan-lawan politik, menangkap dan menghukum berat para penjarah kekayaan negara.

5. Menuntut penyelenggara negara untuk menghentikan sistem dan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta sistem dan praktek oligarkhi, kleptokrasi, politik dinasti, dan penyelewengan/ penyalahgunaan kekuasaan.

6. Menuntut penyelenggara negara, khususnya Pemerintah, DPR, DPD dan MPR untuk tidak memberi peluang bangkitnya komunisme, ideologi anti Pancasila lainnya, dan separatisme serta menghentikan stigmatisasi kelompok keagamaan dengan isu intoleransi, radikalisme, dan ekstrimisme serta upaya memecah belah masyarakat. Begitu pula mendesak Pemerintah agar menegakkan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri bebas aktif, dengan tidak condong bertekuk lutut kepada negara tertentu.

7. Menuntut Pemerintah untuk mengusut secara sungguh- sungguh dan tuntas, terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945, agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang.

8. Menuntut Presiden untuk bertanggung jawab sesuai sumpah dan janji jabatannya serta mendesak lembaga- lembaga negara (MPR, DPR, DPD dan MK) untuk melaksanakan fungsi dan kewenangan konstitusionalnya demi menyelamatkan rakyat, bangsa dan negara Indonesia.[rmol]

Sebelumnya, Deklarator KAMI Din Syamsuddin mengatakan acara deklarasi itu akan diselenggarakan pada Selasa (18/8) pukul 10.00 WIB. Lokasinya berada di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. " Insyaallah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia disingkat KAMI akan dideklarasikan pada 18 Agustus 2020 atau hari Selasa pada pukul 10.00 WIB di Tugu Proklamasi, Pegangsaan Timur Jakarta " Ujar SiDin Din Syamsuddin di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2020).
dr.GelorNews, 18Agustus2020


Tugu Proklamasi Monumen bersejarah Indonesia,
KAMI mengajukan 8 butir menyelamatkan Indonesia.

UCAPAN PUAN MAHARANI AKAN DIPOLISIKAN WARGA MINANG SUMBAR.


NusanTaRa.Com
byMapiroHBorrA,                                                                              03   September   2020


 
"  Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka ! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila",  Ujar SiGaluh Puan Maharani.   Ucapan  Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani saat mengumumkan pasangan cagub-cawagub Sumatera Barat untuk Pilkada 2020 tersebut, utamanya ungkapan berharap agar Sumatera Barat mendukung Pancasila, menimbulkan menyinggung perasaan warga minang.

Buntut dari pesoalan tersebut Perkumpulan pemuda-pemudi dan masyarakat Minang di Jakarta, yang tergabung di Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM), Jumat  (4/9/2020), akan melaporkan Ketua Bidang Politik dan Keamanan Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan Puan Maharani ke Bareskrim Mabes Polri.   Laporan tersebut akan dibuat menyusul pernyataan kontroversi dari Puan  yang melontarkan harapan Sumatera Barat menjadi provinsi yang mendukung Negara Pancasila.

Menurut Ketua PPMM, David, pernyataan Puan tersebut telah membuat gaduh publik di Ranah Minang,  dianggap telah mengganggu mereka sebagai putra dan putri asli Sumatera Barat  dan Pernyataan itu seakan menambah jurang pemisah Sumatera Barat dengan Indonesia.   "  Rencana, besok siang usai salat Jumat, kami akan ke Bareskrim Mabes Polri, kami akan melaporkan Puan terkait dengan pernyataannya itu  ",  Ujar SiDin David, Kamis malam (3/9/2020).

Davis menegaskan, jangan pernah ragukan  kecintaan masyarakat Sumatera Barat kepadaPancasila.   Kata David, kurang bukti apa masyarakat Sumatera Barat dalam ikut merebut kemerdekaan Republik Indonesia.   Jangan sampai pejuang Proklamasi, katanya, menangis dengan ujaran cucu dari Bung Karno itu.

Langkah melaporkan Puan ke polisi, kata David, juga mendapat respons positif dari masyarakat di Ranah Minang. Bahkan, dia mengaku saudara di kampung juga meminta mereka di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi tersebut. Mereka juga protes keras atas ujaran yang disampaikan Puan itu.   "  Ini sangat mengganggu kami. Sekarang kita masih mengumpulkan bukti, juga konsolidasi dengan tim kuasa hukum. Saya sendiri besok akan melaporkan ke Bareskrim. Yang jelas, ujaran Puan itu sudah menimbulkan kegaduhan  ",  Ujar SiDin David.

Sementara itu, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri juga sempat curhat sulitnya PDIP menang di Sumatera Barat. Mega mempertanyakan kenapa rakyat di Sumatera Barat belum sepenuhnya mempercayakan pilihannya kepada PDI Perjuangan atau calon-calon yang diusung PDIP sebagai alat perjuangan politik di pemilihan umum.

"  Kenapa ya? Sepertinya rakyat di Sumatera Barat belum menyukai PDI Perjuangan. Meskipun sudah ada beberapa daerah yang mau, yang minta, sudah ada DPC-nya, sudah ada DPD-nya, tapi kalau untuk mencari pemimpin di daerah tersebut mengapa kok agak sulit  ",  Ujar SiGaluh         Megawati.

Sementara bekas politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul ikut dalam memberikan pembelaan,   menurutnya, apa yang disampaikan oleh Puan Maharani sudah benar dan tak ada yang salah statement-nya tersebut.   "  (Nilai) 100 untuk Bu Puan pernyataannya mengenai Sumbar, yang sewot pasti menanggapinya pakai kaca mata kuda dan sudah terbukti dalam melaksanakan Ideologi Pancasila yang nyinyir  ",  Ujar SiDin Ruhut dalam tulisnya di akun Twitternya, Kamis (3/9/2020).


Puan Maharani putri soekarno sang politisi,
Ucapan Puan diadukan Warga Minang ke Mabes Polri.

Jumat, 04 September 2020

SEJARAH PELAUT KUNO DI P OBI MALUKU DAN PENEMUAN KAMPAK BATU KUNO


NusanTaRa.Com
byBambanGNunukaN,                                                        03   S e p t e m b e r   2020.

Temuan para arkeologi  menunjukkan bahwa orang prasejarah yang tinggal di Obi mampu hidup dengan baik di darat dan di laut, berburu di hutan hujan yang lebat, mencari makan di tepi laut  dan bahkan mungkin membuat kano untuk bepergian antarpulau.      Semua itu juga menjadi bukti arkeologi pertama yang mendukung argumen hasil penelitian mereka, bahwa pulau-pulau di sana sangat penting bagi manusia yang bermigrasi antar-pulau seribu tahun yang lalu.

Pada awal April 2019   arkeolog Universitas Gadjah Mada dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menjadi arkeolog pertama yang mengeksplor Obi,   menemukan  kampak edge-ground (kapak yang salah satu sisinya diasah tajam) tertua dari Indonesia timur,    Kampak sebuah batu yang salah satu ujung diasah tajam menggunakan material kasar seperti sandstone (batu sedimen).   Kapak dan manik-manik prasejarah yang ditemukan di gua-gua di Pulau Obi, Maluku Utara, menunjukkan bahwa area itu adalah tempat penting bagi pelaut-pelaut yang tinggal di wilayah itu ketika Zaman Es terakhir mulai berlalu.

Kapak dan manik-manik prasejarah yang ditemukan di gua-gua di Pulau Obi, Maluku Utara, menunjukkan bahwa area itu adalah tempat penting bagi pelaut-pelaut yang tinggal di wilayah itu ketika Zaman Es terakhir mulai berlalu  dan  manusia tiba di pulau tropis tersebut paling tidak 18.000 tahun,  kemudian berhasil terus bermukim di sana selama 10.000 tahun kemudian.    Penelitian kami adalah bagian dari proyek untuk memahami bagaimana orang-orang pertama kali tersebar dari benua Asia, melalui kepulauan Indonesia dan tiba di Sahul - sebuah benua prasejarah yang dulu menghubungkan Australia dan Papua.

Penelitian tersebut adalah bagian dari proyek untuk memahami bagaimana orang-orang pertama kali tersebar dari benua Asia, melalui kepulauan Indonesia dan tiba di Sahul - sebuah benua prasejarah yang dulu menghubungkan Australia dan Papua.

Kondisi di Kelo dan Pulau Obi saat itu sangat berbeda  permukaan air laut lebih rendah yaitu 120 meter lebih rendah  sehimgga daratan lebih luas dari sekarang ketika tim penggalian bekerja.    Migrasi melewati  wilayah lokasi Pulau Obi dan situs-situs yang digali  karena wilayah ini diduga menjadi tempat orang-orang berangkat melakukan perjalanan laut yang lama,    Obi – sebagai  “ batu loncatan ” yang paling mungkin digunakan oleh manusia dalam perjalanan mereka ke arah timur menuju daerah utara Sahul (kini Pulau Papua), sekitar 65.000-50.000 tahun yang lalu.

Penelitian kami terdahulu menunjukkan bahwa pulau-pulau di bagian utara Wallacea, termasuk Obi, menawarkan rute migrasi paling mudah.   Tapi untuk mendukung teori ini, kami membutuhkan bukti arkeologis bahwa manusia bermukim di tempat terpencil ini pada zaman dulu,  maka kami pergi ke Obi untuk mencari situs gua yang dapat memiliki bukti pemukiman awal.

Kami menemukan dua situs naungan batu, di wilayah pedalaman desa Kelo di pesisir utara Obi, yang cocok untuk penggalian,   ditemukan banyak artefak, termasuk pecahan kapak edge-ground, beberapa berumur 14.000 tahun dan kapak tertua di Kelo dan Pulau Gebe dibuat dari cangkang kerang digunakan untuk melubangi pohon yang dibuat Kano dan membuka hutan.   Lapisan kultural tertua dari situs Kelo, yang berisi campuran serpihan alat kerang dan batu, memberi kami catatan paling awal dari pemukiman manusia di Obi, berusia sekitar 18.000 tahun.

Dilihat dari tulang-tulang yang di temukan di gua Kelo, orang-orang yang tinggal di sini dulu  berburu Rothschild’s cuscus, sejenis tupai yang masih hidup di Obi hingga hari ini.   Penggalian terrsebut juga menemukan manik-manik kerang dan obsidian - yang sepertinya dibawa dari pulau lain, karena tidak ditemukan sumber obsidian di Obi - mirip dengan yang ditemukan di pulau-pulau di utara Wallacea,  hal Ini  mendukung teori bahwa penghuni Obi secara rutin bepergian ke pulau-pulau lain.   Ada kemungkin bahwa kapak-kapak dari batu volkanik - yang tajam lebih lama dan diketahui telah digunakan di Papua - pertama kali muncul dalam catatan arkeologi saat iklim mulai berubah.

Penggalian kami menunjukkan bahwa orang-orang berhasil hidup di Kelo selama 10.000 tahun,  kemudian  8.000 tahun yang lalu kedua situs itu ditinggalkan,  Apa alasannya ?.  Apa pun alasannya, kami tidak menemukan bukti gua-gua ini digunakan untuk hunian hingga, sekitar 1.000 tahun lalu, datang orang-orang yang memiliki barang-barang gerabah dan logam.


Melaut melintas antar pulau,

Dunia pelaut P Obi Maluku telah ada sejak dulu.

Selasa, 01 September 2020

SEKITAR 50 RIBU ORANGUTAN PUNAH KARENA PENEBANGAN DAN PERBURUAN DI KALIMANTAN


NusanTaRa.Com
byKariTaLa  LA,                                                                                             14    J  u  n  i    2020


Setidaknya ada sekitar 50 ribu orangutan yang punah dalam 16 tahun terakhir,  kata Para Ilmuwan.  Untuk mendapatkan gambar kongkrit tentang jumlah  50 ribu orangutan,  Coba anda bayangkan  berada di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya ?  stadion yang menjadi kandangg Persebaya dengan berkapasitas 50 ribu orang.   Saat pertandingan Persebaya dengan pull penonton, maka jumlah 50 ribu orangutan yang mati itu sitandeng dengan sekali penonton yang hadir memadati stadion saat itu,  luar biasakan  !!.    

Orangutan juga kerap dibunuh oleh warga setempat karena dianggap hama bagi ladang dan perkebunan warga.,   “  Orangutan paling banyak hilang di area hutan yang pohon-pohon tingginya ditebang secara selektif  ”,  Ujar paraa peneliti,  dilansir dari The Conversation Indonesia.   Data tersebut di peroleh para ilmuwan dalam melakukan riset di Pulau Kalimantan dengan menggunakan  helikopter,   mereka mengidentifikasi sarang-sarang orangutan dihutan dengan  beragam veriabel dan mereka menemukan kemerosotan populasi yang sangat tajam pada kawasan hutan yang digunduli dan berubah menjadi kawasan perkebunan.

Orangutan,  hewan langka  hanya mampu hidup di hutan dataran rendah dan bisa bertahan di hutan berkanopi antara 20 hingga 100 kaki dari permukaan tanah, termasuk hutan primer,   orangutan tergolong hewan omnivora yang sudah makan buah-buahan manis, pucuk daun, dan serangga. Orangutan juga hidup nomaden alias berpindah tempat dari satu pohon ke pohon lain.   "  Biasanya jika sudah kenyang, ia akan membuat sarang di atas sebuah pohon  ",  Ujar SiDin Carey salah satu peneliti.  Karena itu, di sepanjang Sungai Sangatta banyak terlihat sarang-sarang kering bekas orangutan tidur.

“  Semakin kita mengetahui tentang orangutan, semakin banyak kita dapati bahwa mereka adalah spesies tangguh yang bisa beradaptasi dengan tantangan-tantangan baru   ”,  Ujar para peneliti dalam tulisannya.   Sisi baiknya, para peneliti juga menemukan bahwa jumlah populasi orangutan lebih banyak daripada yang diduga.   Mereka ditemukan berada di beberapa taman nasional di Indonesia dan Malaysia.  Mirisnya, orangutan berkembang biak sangat lambat. Tim peneliti mengungkapkan bahwa sebuah populasi dapat punah jika hanya satu betina yang bisa bereproduksi, sementara 50 orangutan dewasa lenyap setiap tahunnya.

Di kawasan  Kutai Timur :   Habitat orangutan terus menipis, karena  krisis ekonomi dan lingkungan semakin menyeret hewan berbulu lebat yang dahulu tersebar di Asia semakin berada  di  tepi jurang kehancuran.    Kini, orangutan hanya bisa ditemui di hutan-hutan Kalimantan dan Sumatra. Tapi, sanggupkah mereka bertahan dalam sepuluh atau 20 tahun mendatang tanpa bantuan manusia untuk menolong hewan primata tadi  ?  Terutama, ketika harus berhadapan dengan keserakahan manusia yang suka berburu orangutan demi segepok uang.

Para peneliti mendapati bahwa orangutan bisa menempuh jarak yang lebih jauh di atas tanah tanpa harus bergantung di pohon  dan   mereka juga menyesuaikan makanannya dengan sumber daya baru seperti akasia dan kelapa sawit,    “  Jika tidak diburu, kemampuan-kemampuan ini bisa memungkinkan orangutan bertahan di lanskap terfragmentasi yang kini meliputi sebagian besar wilayah Kalimantan  ”,  Ujar tulisan mereka.    Mencegah punahnya orangutan juga dapat dilakukan dengan dukungan kuat warga setempat, perusahaan industri, dan pemerintah. Para peneliti menyarankan perbaikan hutan sebagai habitat asli orangutan serta menghentikan kegiatan perburuan.

Ketika orangutan dewasa berusia 15-20 tahun, mereka akan mencari pasangan hidup sampai umur 35 hingga 40 tahun,  sehingga orangutan betina hanya bisa melahirkan maksimal lima anak seumur hidupnya.   "  Untuk menyelamatkan habibatnya, WWF membuat program Indonesia Bioregion Sundaland  ",   Ujar SiDin  Bambang seorang,  program ini bertujuan untuk menyadarkan manusia bahwa orangutan penting bagi hutan dan sekitarnya.

Kini, baik Indonesia maupun Malaysia sedang mengembangkan rencana aksi jangka panjang untuk konservasi, seiring dengan pengembangan bisnis perkebunan sawit yang berlangsung tanpa harus melakukan pembantaian pada orangutan.   “  Kami mendesak pemerintah Indonesia dan Malaysia agar menerapkan strategi-strategi tegas untuk menghentikan pembantaian orang utan  ”,  Ujar para peneliti.


Orangutan menggelantung di pohon,
Habitat hutannya harus direhabilitasi agar dapat bertahan.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...