Senin, 08 Juli 2019

KETUPAT JEMBUT KETUPAT TAOGE, REBUTAN SYAWALAN DI JATEN CILIK SEMARANG.

NusanTaRa.Com
byMuhammaDBakkaranG, 12/06/2019



Nusantoro gugusan pulau yang kaya dengan tradisi kehidupannya yang biasanya akan berdampak dengan berbagai penganannya baik penaganan biasa maupun penganan yang terkait ritual.  Kota Semarang yang juga sebagai kota lama di Nusantara memiliki panganan tradisi yang kesohor disebut “  Ketupat Jembut “, atau nama aslinya bernama “ Ketupat Taoge “ dan hanya muncul sekali setahun dalam perayaan tradisi Syawalan.

Kegiatan tradisi Ketupat Jembut ini dapat kita jumpai di beberapa titik kota Semarang  salah satunya di Kampung Jaten Cilik, Pedurungan Tengah.  Tradisi ini dilaksanakan kalangan Dewasa dan banyak diperuntukkan bagi kalangan anak-anak atau generasi yang lebih muda kala menyambut syawalan yang bermula sejak tahun 1950-an.   "  Itu simbol kesederhanaan. Jadi adanya cuma tauge, kelapa, dan lombok, jadi isinya ya tauge sama sambal kelapa. Jadi menyampaikan Lebaran Cilik (Syawalan) ini tidak harus dengan opor  ", Ujar SiDin Munawir.

Sekilas ketupat ini mirip dengan ketupat biasa, bersegi empat berbungkus rajutan daun janur kuning kelapa dan berisi Nasi dan taoge yang telah dimasak dan biasa jadi penganan bersama lauk serta sambal kolapa saat perayaan tersebut,  " Ketupat ini berisi taoge sambal kelapa. Tapi ada juga yang diisi uang receh. Makanya untuk rebutan anak-anak  ", Ujar SiDin Munawir seorang tokoh masyarakat setempat.
Salah satu tokoh masyarakat di sana, Munawir (45) mengatakan tradisi bagi bagi ketupat itu sudah ada sejak tahu 1950-an setelah warga asli Jaten Cilik kembali ke kampungnya pasca mengungsi akibat perang dunia kedua.   " Sudah ada sejak tahun 1950-an, pulang ngungsi perang dunia  ", Ujar SiDin Munawir di Kampung Jaten Cilik, Rabu (12/6/2019).  Munawir menceritakan, kala itu warga hidup dalam kesederhanaan tapi karena keinginan mengungkapkan rasa syukur setelah melewati bulan Ramadhan, maka digelar syukuran sepekan setelah Idul Fitri atau Syawalan dengan membagikan Kupat Tauge tanpa opor.

Kehidupaan saat itu yang sangat sederhana sehingga terwujutlah peraayaan dengan penganan yang sederhana tanpa Opor sebagai teman sesuai keadaan ketika itu.  "  Itu simbol kesederhanaan. Adanya cuma taoge, kelapa, dan lombok. Jadi isinya ya taoge sama sambal kelapa. Pesannya ya Lebaran Cilik (Syawalan) ini tidak harus dengan opor  ", Ujar SiDin Munawir Laji.

Pelaksanaan kegiatan Syawalan berupa berebut Kupat Jembut,  sebelum matahari terbit suara teriakan anak-anak di Kampung Jaten Cilik, Pedurungan Tengah, Kota Semarang sudah riuh terdengar, mereka berlarian berebut Kupat Jembut sebagai bentuk syukur bulan Syawal.  Diawali kembang api dan petasan di depan Masjid Rudhotul Muttaqiin usai Salat Subuh, para tokoh masyarakat dan agama membawa baki berisi ketupat dan Anak-anak yang sudah menanti langsung datang berebut berusaha mendapatkan ketupat yang juga disisipi uang itu.

Begitu ketupat di baki telah habis,  maka terdengar lagi suara tiang listrik diketuk dari kejauhan sebagai tanda ada pembagian ketupat Jembut lagi dan ini akan sangat menarik perhatian yang kemudian   anak-anak berlarian menghampirinya dan kembali berebut ketupat yang dibagikan warga dengan gembira.  Dalam sekali perayaan syawalan warga Kampung Jaten Cilik sebanyak 850 jiwa dari 210 KK bersama – sama menyajikan penganan Ketupat Jembut ini.

"  Saya berharap tradisi ini terus berlanjut, silaturrakhim terus terjaga, merekatkan tali silaturrakhim antar warga sini dan sekitar.  Kita ambil makna kebersamaan dan kesederhanaannya  ", Ujar SiDin Muzazin.  Rizki Dwi Putra bocah Jaten Cilik mengaku sangat senang setelah mengikuti perebutan Ketupat Jambut,  ia sudah menanti-nantikan setiap momentum tersebut tiba, Rizki mengincar sejumlah uang yang dikemas dalam ketupat kosong dan biasa mendapat hingga Rp 60 ribu.



  
Syawal tiba hari bahagia ummat Islam,
Ketupat Jembut diperebutkan kegembiraan anak Muslim.


Selasa, 02 Juli 2019

INVESTIGASI TENGGELAMNYA NELAYAN DI LAUT CINA SELATAN DISETUJUI DUTERTE.

NusanTaRa.Com
byLaDollaHBantA,  28/06/2019



Laut China Selatan yang penuh sensasi paska pernyataan militer China atas kekuasaan mereka di sana dengan membangun  pangkalan mliter di Pulau Marchell untuk mengawasi kawasan tersebu.   Terkini Sabtu, 22/06/2019 atas karamnya kapal penangkap ikan nelayan diperairan Barat Filipina dengan 22 orang awak di sana setelah di tabrak kapal China,  Presiden Filipina Rodrigo Duterte dilaporkan menerima usulan China untuk bersama-sama menyelidiki tenggelamnya kapal ikan China di Laut Filipina.

Meski demikian Presiden Duterte tetap berkeinginaan  ada negara ketiga yang turut bersama mereka dalam investigasi kasus tersebut,  dengan tujuan  agar proses tersebut dapat berjalan lebih bijak  dalam menentukan apa yang sebenarnya terjadi di sekitar laut Reed Bank itu.   “  Kami sama sekali tidak melepaskan satu inci pun dari hak kedaulatan kami  atau membahayakan hak 22 nelayan kami.  Kami menuntut keadilan bagi warga negara kami, dan kami menggunakan semua cara hukum untuk mencapai tujuan itu  ”, Ujar SiDin Salvador Panelo juru cakap Duterte. 

Duterte awalnya meremehkan insiden itu dengan menganggapnya sebagai " kecelakaan kecil ",  sehingga ia menuai kritik karena lebih mengikuti langkah Baijing dan mengabaikan nelayan Negara mereka bahkan ada yang mengatakan bahwa ia berada dalam pengaruh China.   Menteri pertahanan, kepala angkatan laut dan juru bicara Duterte telah secara terbuka mengecam awak kapal Tiongkok tersebut bahkan Menteri luar negerinya, Teodoro Locsin pun telah mengajukan protes ke Beijing dan pada hari Jumat akan menolak gagasan penyelidikan bersama.

Kapal Nelayan tersebut di atas tenggelam pada 9 Juni 2019, di dekat Reed Bank  tempat simpanan gas yang belum dimanfaatkan dan belum beroperasi karena masih dalam proses pengadilan arbitrase internasional sejak 2016 yang memutuskan bahwa Filipina memiliki hak berdaulat untuk mengeksploitasi  meski Beijing masih menolak putusan tersebut.  Kedutaan besar China di Manila mengatakan kru berusaha menyelamatkan para nelayan Filipina tetapi melarikan diri setelah “tiba-tiba dikepung oleh tujuh atau delapan kapal nelayan Filipina”.

Kapal Angkatan Laut Filipina, BRP Ramon Alcaraz, ditugaskan untuk berpatroli di Laut Filipina Barat untuk membantu awak Gimver.  “  Kami berterima kasih kepada kapten dan awak kapal Vietnam karena menyelamatkan nyawa 22 awak Filipina. Namun kami mengutuk keras tindakan pengecut kapal penangkap ikan China yang telah meninggalkan nelayan Filipina. Ini bukan tindakan orang-orang yang ramah dan bertanggung jawab  ”, Ujar SiDin Lorenzo.


"  Sebuah penyelidikan bersama dan tidak memihak tidak hanya akan mempromosikan penyelesaian masalah yang bijaksana, itu juga akan sesuai dengan hukum internasional ... yang menempatkan penekanan utama pada penggunaan cara damai untuk menyelesaikan sengketa internasional  ". Ujar SiDin Panelo.

Masalah ini dapat memperumit apa yang dipilih oleh Duterte untuk membangun hubungan yang kuat dengan Cina, meskipun ada ketidak percayaan yang mendalam di antara aparat pertahanan sekutu AS-nya, yang tetap waspada tentang militerisasi maritim China dan apa yang dilihatnya sebagai intimidasi dan penolakan akses Manila ke negaranya sendiri.   Filipina sebelumnya mengatakan  investigasi bersama dan tidak memihak tidak hanya akan mempromosikan penyelesaian masalah yang bijaksana, itu juga akan sesuai dengan hukum internasional,  “ Yang menempatkan penekanan utama pada penggunaan cara damai untuk menyelesaikan sengketa internasional ” Ujar SiDin Panelo.

Duterte disebut menerapkan Kebijakan ‘Pasif’ terhadap China. Duterte berpegang teguh pada sikap pro-Chinanya kendati ada seruan dari oposisi, yang dipimpin oleh Wakil Presiden Leni Robredo, untuk mengubah kebijakan China yang “pasif” dengan secara aktif menegaskan hak-hak bangsa di perairan yang disengketakan.    “  Antara pemerintah Filipina dan pemerintah China kebijakan pertemanan telah ditetapkan, tetapi insiden ini telah terjadi dan meragukan ketulusan dan kebijaksanaan orang Filipina  ”, Ujar SiDin Batongbacal. 
  


Laut dalam perahu berlayar,
Penyelesaian masalah hendaklah jujur.

Senin, 01 Juli 2019

JADI EVENT MANCING INTERNASIONAL, TANJUNG PAMALI BANGGAI KEPULAUAN KAYA IKAN DAN SEJARAH.

NusanTaRa.Com
byKariTaLa LA, 28/05/2019



Event Lomba mancing Internasional bakal digelar di periran Selat Peling atau kawasan Tanjung Pamali Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).   Even ini daharapkan dapat  mendorong pertumbhan sektor pariwisata di Kabupaten Bangkep, Banggai Laut dan Kabupaten Banggai dan mungkin Kepariwisataan Nasional  Indonesia.  Sebagaimana dikatakan Dwisuryo Indroyono Soesilo 14/12/2018, Ketua TimPercepataan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar bahwa  tahun 2019 Indonesia akan menyelenggarakan tiga event Mancing Internasional yaitu  digelar  di Banggai Kepulauan, Bangkai Laut di Sulawesi Tengah, dan Belitong di Bangka Belitung.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Laut, Herto Sampelan menjelaskan terkait keterkaitan dalam event ini, Tanjung Pamali merupakan kawasan perairan yang banyak dihuni Ikan Tuna, jadi penetapan lokasi Tanjung Pamali sebagai lokasi event mancing  Internasional tersebut sangat keren, karena kawasan ini menjadi area pemijahan dan migrasi ikan Tuna yang cukup potensial dengan ika,  “ Kegiatannya berada pada koordinat titik 27, 28 dan 29, di Tanjung Pamali “, Ujar SiDin Herto Sampelan, Jumat-31/05/2019 lalu. 

Jalur migrasi ikan Tuna di Banggai Laut,  dari Pulau Sonit Kecamatan Bokan Kepulauan, kemudian menuju Tanjung Pamali.   “  Memijah dan berkembang disitu .  Kita juga punya ada di belakang Togong Sagu, tapi selama ini tidak pernah dipancing  “, Ujar SiDin Sampelan.  Pada event ini akan lebih diprioritaskan  pemancing nasional dan Internasional  dengan alasan untuk mengenalkan  potensi pariwisata, khususnya destinasi memancing ke kawasan lebih luas,  “  Dengan harapan promosi pariwisata Banggai brothers bisa terkenal  “ Ujar SiDin Sampelan mendampingi Bupati Wenny Bukamo saat Focus Group Discussian (FGD) di Jakarta, Jumat 24/5/2019).   

Kab. Banggai, Bangkep dan Banggai Laut
Event Mancing Internasional ini akan melibatkan tiga daerah yaitu Kabupaten Bangkep, Banggai Laut dan Kabupaten Banggai, sehingga ketiga daerah yang terkait dengan event Mancing tersebut sejak kini dapat bersinergi dengan membentuk panitia lokal sehingga pengelolaannya nanti lebih effektip, meski tetap akan turut pada panitia nasional kata Sampelan.    

Event Mancing ini menggunakan pancing Trolling,  “  Mata Pancing yang digunakan nanting Jenis Trolling “, Ujar SiDin Sampelan  dan mengharapkan   event ini bisa menjadi daya tarik dan kesempatan untuk mempromosikan objek wisata kepada touris domistik hingga manca Negara.  Selama ini  minimnya kunjungan wisata di Provinsi Sulawesi Tengah utamanya Kabupaten Banggai Laut karena adanya Stigma daerah ini tidak aman untuk jadi kunjungan wisata, seolah-olah  daerah ini masuk daftar travel warning.  Ajang ini diharapkan dapat menjadi gambaran bahwa hal tersebut tidak benar dan hilang dari  anggapan umum. 

Turnamen mancing yang  diselenggarakan ditiga wilayah Indonesia  sebagai upaya meningkatkan devisa dari wisata mancing atau fishing tourism, sekaligus mempopulerkan Indonesia sebagai fishing destination terbaik di dunia.   “  Kita ingin tingkatkan devisa wisata mancing yang nilainya 7 kali lipat dari wisata biasa (leisure) yang rata-rata hanya US$ 1.100 per orang per kunjungan  “,  Ujar SiDin Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Selain itu hal yang cukup menarik bahwa Perairan Banggai dengan Teluk Peleng-nya merupakan lokasi sejarah Indonesia di mana pada Juli 1962, ada ratusan kapal perang dan kapal angkut pasukan berkumpul di perairan Teluk Peleng.   “  Dengan kekuatan 45.000 prajurit, TNI siap menyerbu Irian Barat dalam rangka Operasi Trikora Pembebasan Irian Barat. Sebuah Monumen Trikora dibangun di Banggai sebagai penanda dan destinasi wisata sejarah  “, Ujar SiDin Indroyono. 

"  Dalam forum group discussion yang kami gelar belum lama ini telah disepakati jika wilayah perairan Banggai layak dijadikan destinasi wisata mancing yang akan diminati wisatawan  ”, Ujar SiDin Indroyono.   Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Bupati Banggai, Bupati Banggai Kepulauan, Bupati Banggai Laut, perwakilan Kemenko Kemaritiman, Kemenpar, Kementerian Kelautan & Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Federasi Olahraga Memancing Seluruh Indonesia (FORMASI), dan Asosiasi Kapal Pesiar Indonesia.


Cewe kurus mandi Telanjang,

Even Mancing  Banggai Laut picu kedatangan Pelancong.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...