Senin, 03 September 2018

WARGA SURIAH TERPERANGKAP MASALAH KEIMIGRASIAN DI BANDARA KUALA LUMPUR

NusanTaRa.Com
byBakkaranGNunukaN, 03/9/2018


Berada dalam situasi ketidak pastian suatu  dilema yang sangat menyulitkan, sebagaimana keadaan seorang warga Surian Hassan Al-Kontar yang terkatung-katung berada di Bandara KLIA 2  Kuala Lumpur yang tidak bisa melnjutkan penerbangannya karena kasus Keimigrasian.    Atas  keadaan tersebut Hassan Al-Kontar telah menginap di bandara selama lima bulan  tanpa kepastian  pemberangkat sehingga badannya tampak kurus dan tampilan agak urakan karena kurang terurus. 

Menginap di Bandara KLIA 2 terminal berbiaya rendah satu bandara sederhana  yang dipenuhi dengan barisan  bangku penumpang, deretan loket layanan imigrasi dan situasi dingin karena AC, menjadi pengalaman baginya selama menginap disitu.   Awalnya ia hanya tertidur di deretan Bangku (50 hari) namun setelah kisahnya Viral di dunia maya ia mendapat banyak simpatik  dan sebuah kasur yang ia simpan di bawah elevator, namun ia tak ingin termanja dengan simpatik tersebut dan terus berharap dapat berangkat secepatnya.

Alkisah Hassan Al-Kontar bermula ketika Perang Saudara Suriah pecah  2011,  ia  pindah ke UEA 2006  bekerja sebagai  marketing di perusahaan asuransi namun ia mendapat surat panggilan untuk kembali ke Suriah  mengikuti wajib  militer.   “  Saya menolak seperti ribuan orang Suriah lainnya. Saya tidak mau berperang.  Saya tidak mau menghancurkan tanah airku  ”, Ujar SiDin  Al-Kontar, akibat penolakannya tersebut tahun 2012 izin perpanjangan pasportnya ditolak dan iapun dipecat dari tempat kerjanya.

Hidup tanpa kewarganegaraan, terjebak dan luntang-lantung tanpa pekerjaan  di UEA sampai Januari 2017.  Dia tidur dimana saja kadang di jalan, di mobil, atau kebun asal aman.   Berkat bantuan teman setianya akhirnya ia dapat  memiliki kembali Paspornya  dan dilepaskan dari Jail,  dengan usahanya membujuk pihak berwenang yang ingin memulangkannya kembali ke Surian ia berhasil  diberangkatkan kenegara yang ia inginkan yaitu ke Malaysia dan tiba disana   07 maret  2017.  Saat ini hanya sedikit Negara yang mengeluarkan Visa untuk Suriah salah satunya Malaysia, sehingga ia dapat tinggal selama tiga bulan namun selama itu ia belum dapat pekerjaan baru dan overstay selama sebulan.

Berkat kiriman uang keluarganya ia dapat membayar denda dan memperpanjang visanya  selama 14 hari, namun selama itu ia telah dua kali kabur.   Pertama ke Ekuador naik Turkish Airlines yang transit di Istanbul sialnya ketika akan naik pesawat ia dicegat tidak boleh mengikuti penerbangan dan  kedua,  ia  Naik pesawat AirAsia ke Kamboja dan  berhasil pergi ke Kamboja, namun ia di kembalikan  ke Malaysia oleh pejabat Kamboja karena tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan Visa Kamboja.

Hassan  Al-Kontar sadar akan ditahan dan dideportasi ke Suriah kalau melalui bagian imigrasi waktu tiba di Malaysia dari Kamboja.  Malaysia satu Negara yang tidak menandatangani Konvensi Pengungsi 1951, yang melindungi hak-hak pengungsi dan menerangkan kewajiban negara-negara yang menandatangani untuk melindungi mereka.  Sehingga ia tidak pernah meninggalkan terminal  Bandara  dan tetap menjadi  tanggungan AirAsia  maskapai yang menanggung termasuk biaya makan selama itu.

Al-Kontra merasa di kecewakan United Nations Refugee Agency (UNHCR) organisasi dunia yang menangani masalah Pengungsi.   Meski Badan PBB  (UNHCR) dan  Malaysia   menawarkan dirinya semacam visa spesial yang berlaku sebulan untuk dapat kembali ke Malaysia, bahkan setelah dirinya masuk daftar hitam lantaran overstay.  Bagi Al-Kontar, ini bukan solusi yang memuaskan, karena Malaysia tak ikut menandatangani Konvensi Pengungsi 1952.   “  Saya tak kontak-kontakan dengan UNHCR selama 12 minggu, tapi mereka berani mengklaim sudah menawari saya banyak opsi. Mereka tidak melakukan itu kok  ”,  Ujar SiDin  Hassan  Al-Kontar.

Hassaan Al-Kontar mendapat  harapan baik dari sukarelawan   Kanada   yang sudah mengajukan petisi kepada pemerintahnya   agar Al-Kontar diizinkan masuk ke Kanada dan mengumpulkan US$17.000 untuk mengongkosinya.  Namun  tak  ada kepastian  akan keberhasilan  perjuangannya,   serta waktu yang dibutuhkan untuk mengurus permohonan tersebut cukup lama 26 bulan  membuatnya sedikit miris, namun  previlasi kasusnya  di banding kasus  lain akan memberikan kemudahan tersendiri.   Hidup tidak menentu di Bandara sangat menyiksanya untung ia termasuk pria tangguh sehingga ia masih mampu melaluinya dengan tenang dan sedikit Humor.

“  Ada banyak orang yang mendukung dan peduli pada saya. Mereka mengirimi saya banyak sekali pesan  ”, katanya. “  Tiap kali saya merasa senang, saya membagikannya di media sosial. Lebih baik jadi sumber kebahagian. Saya selalu berpikir tiap orang punya batasnya.  Tapi, kenyataannya tidak begitu. Tak ada namanya batas kesabaran. Kalau kamu punya harapan dan bisa piawai dalam melakukan apa yang kamu kerjakan, ya kerjakan terus. Harapan itu tak terbatas jumlahnya. Nelson Mandela pernah disekap dalam penjara gelap selama 27 tahun dan dia keluar dari  penjara tak punya apa-apa kecuali cinta  ”. 

Lantaran ingin menjadi warga Negara  legal disuatu Negara, ia menolak banyak tawaran sahabat dari berbagai penjuru dunia, seperti dari Miami, Australia, Amerika Serikat,  Kanada, Tahiti, Hawai   dan negara-negara Uni Eropa.      Salah satunya datang dari Leeloo Rie yang menulis di Facebook Al-Kontar   “  Hai Ganteng, kita bisa nikah di airport enggak ? Kalau bisa, aku akan ke sana sebelum musim dingin ! Aku serius ya!  “,  Coba pikir, menikah untuk kepentingan Visa semata sebenarnya  sesuatu yang ilegal.  Aku tak mau itu, yang aku cari hanyalah keberadaanku dianggap legal  “.

Untuk saat ini Al-Kontar sedang menunggu respon balik dari pemerintah Kanada atas lamaran aplikasi kewarganegaraan yang ia ajukan. Dengan itu ia harap bisa meninggalkan negara di mana dia berada. “Saya tak pernah kehilangan harapan. Ini semua akan berakhir. Saya akan dapat tempat yang lebih baik dan semua akan aman-aman saja,” katanya.   Sisi lain kasus hidup ini ia sering dibanjiri tawaran untuk jadi pembicara, tawaran penerbit untuk membukukan kisahnya, dan juga jadi tokoh dalam film dokumenter, tapi ia lebih memilih untuk fokus pada hal-hal yang lebih simpel terlebih dulu saat ini. 
dr.ViceChannel, NyimaPratten, 30/8/2018


Singgah sebentar di tanah Deli,
Perjalanan lancar lengkapi surat Imigrasi..  

ATLIT INDONESIA PERAIH MEDALI EMAS YANG MENTERENG DI ASIAN GAMES 2018.

NusanTaRa.Com
byLaDollaHBantA, 02/9/2018



Menteri Pemuda dan Olah Raga Indonesia Imam Nahrawi mengatakan bahwa Rekor perolehan Medali Emas Negara Asia Tenggara dalam mengikuti Pesta Asian Games selama ini telah terpecahkan oleh perolehan Medali Emas Indonesia di Asian Games 2018 ke -18 di Jakarta-Palembang sebanyak 31 Medali Emas.  Sebelumnya di Asian Games 1998 Bangkok  ke - 13 Thailand   peraih  Medali Emas Negara Asia Tenggara terbanyak  yaitu 24  medali emas.  Penyelenggaraan  Asian Games ke – 18 kali ini terasa cukup menarik khususnya bagi Kontingen Indonesia karena adanya Bonus bagi atlit yang memperoleh Medali, yaitu peraih perorangan,  Medali Emas Rp 1,5 milliar, Perak Rp 500 Juta  dan Perungu Rp 2500 Juta serta dan untuk beregu Peraih Emas Rp 750 Juta/org, Perak Rp 300 Juta/org dan Perungu Rp 150 Juta/org serta apartemen  dan beberapa Negara peserta lain juga ada yang memberikan bonus bagi atlitnya.

Perhelatan Asian Games 2018  Jakarta – Palembang  selain diisi dengan berbagai berita perlombaan dan perebutan Medali dari berbagai cabang olah raga yang menjadi menu utama,  kegiatan ini  juga mngisahkan beberapa aktipitas lain yang cukup menarik  yang menjadi berita utama Asian Games 2018, seperti Acara Opening Ceremonial,  Kunjungan para pejabat Negara dan oleh raga ke atlit dan venue, Tingkah para atlit selama perlombaan yang menarik,  aktipitas penonton, aktipitas atlit diluar perlombaan dan sebagainya yang menjadikan sederet atlit menjadi Mentereng.

Di bawah ini   NusanTaRa.Com  akan  tampilkan 8 atlit  peraih Medali Emas dengan  perlakuan yang Mentereng  selama  mengikuti  Asian Games 2018 ke – 18 di Jakarta-Palembang Indonesia,   baik karena Perolehan Medali Emasnya, Prestasinya dan Ulahnya  yang ia lakukan selama Penyelenggaraan  yang di mulai 18 Agustus 2018 – 02 September 2018.

      1.    Defia Rosmaniar atlit Taekwondo.


Defia Rosmaniar atlit beladiri Taekwondo asal Bogor meraih Medali Emas  di nomor  Poomsal tunggal Putri Asian Games 2018,  setelah berhasil memenangkan duel final di Jakarta Convention Center, Jumat 19/8/2018 atas  atlit asal Iran Salahshouri Marjan dengan skor 8.690 – 8.470  dan sebelumnya di babak 16 besar Defia menyingkirkan Wong Kai Yu dari Hongkong.   Medali Emas yang diterima  Defia merupakan Medali pertama sekaligus semangat bagi Kontingen Indonesia, pertandingannyapun disaksikan langsung  Presiden RI Jokowi yang datang memakai jeket merah ditemani Menpora Imam Nahrawi.

Keberhasilan Defia tersebut  langsung mendapat ribuan ucapan selamat di akun Instagramnya dan  namanya menjadi trending topic di linimasa Twitter Indonesia.   Atas keberhasilannya merah Medali Emas ia berhak mendapatkan Bonus sebesar Rp 1,5 milliar dari kementerian Pemuda dan Olah raga RI  serta dari Kota Bogor mendapatkan sebuah apartemen,  "  Saat Defia dapat emas ada mixed feeling yang saya rasakan. Antara senang dan bingung mau kasih bonus apa  ", Ujar SiDin Bima Arya Wali Kota Bogor selain itu   Bima Arya menjanjikan Defia bisa bekerja di manapun di pemerintah kota bogor.

2.  Jonathan Christie  atlit Bulutangkis.

Jonatan Christie  berhasil meraih Medali Emas Asian Games 2018 ke – 18 dari Cabang Bulutangkis dari Nomor Tunggal putra perorangan  setelah memenangi laga final melawan Chou Tien Chen (Taiwan) dengan skor 21-18, 20-22, 21-15 di Istora Senayan, GBK, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).   Untuk mengakhiri perlawanan Chou Tien Chen peringkat 6 dunia, Jojo  pemain peringkat 15 dunia  butuh waktu sekitar 1 jam 3 menit.  Kerberhasilannya tersebut membuatnya menerima Bonus Rp 1,5 milliar plus Rumah.

"  Jujur saya tak menyangka mendapatkan medali emas. Sebab, ini kan Asian Games, banyak pebulu tangkis bagus dari Asia  ", Ujar SiDin Jojo,  capaian Jojo terbilang istimewa karena ia pemain Non – Unggulan di nomor ini, dalam karir  bulu tangkisnya  pemuda berusia 20 tahun itu belum pernah menjuarai turnamen level tinggi superseries (kini disebut BWF World Tour series).  Selebrasi kemenangan yang di lakukan  Jonathan Christy sesaat setelah memenangkan Medali Emas di dunia maya banyak mendapat pujian dan ucapan selamat.

      3.     Lindswell Kwok  Ratu Wushu Asia.

Lindswell Kwok  atlet asal Medan, Sumatera Utara, ini menjadi unggulan bagi kontingen Indonesia untuk meraih medali emas,  diperhelatan tersebut  dia mempersembahkan dua Medali Emas Uuntuk Indonesia yaitu di nomor Taijiquan memperoleh poin sebesar 19.50 dan di Nomor  Taijijian putri, Lindswell memperoleh poin  sebesar  9.75,  Presiden hadir menyaksikan pertandingan yang digelar di Hall B JIExpo Kemayoran Jakarta, bahkan tampak mengacungkan jempol kepada Lindswell.

Presiden Joko Widodo menyebut atlet wushu Indonesia   Lindswell Kwok  sebagai Ratu Wushu Asia setelah berhasil mempersembahkan medali emas kedua kepada Indonesia dalam ajang Asian Games 2018,  "  Lindswell, sang ratu wushu Asia Tenggara, kini menjadi ratu Asia. Selamat!  ", Ujar SiDin  Presiden Joko Widodo  dalam akun Twitter resminya @jokowi, Senin.  "  Emas kedua Indonesia di hari kedua Asian Games 2018. Pagi ini, Lindswell Kwok merebut medali emas cabang wushu di nomor Taijijian All-Round dalam pertandingan di Hall B JIExpo Kemayoran Jakarta  ",  Ujar SiDin  Presiden.

      4.     Eko Yuli  Irawan atlit angkat besi peraih  Medali Emas. 

Eko Yuli Irawan  atlet angkat besi putra Indonesia  yang berhasil meraih medali emas untuk Indonesia pada ajang Asian Games 2018 ke -18, Selasa (21/8/2018),  setelah berhasil melakukan angkatan Total 311 kg (snatch 141 daan Clean and Jerk 170) pada kelas 62 kg, sekaligu sebagai Medali Emas Indonesia pertama di Cabang Angkat besi dan Kelima bagi kontingen Merah Putih  Indonesia yang dilangsungkan di Hall A, JIExpo, Jakarta.  Ata keberhasilannya tersebut Eko Yuli Irawan mendapatkan Bonus sebesar Rp 2 milliar dan sebuah apartemen.

Di nomor ini Eko Yuli  unggul atas lifter  asal Vietnam, Trinh van Vinh  dengan  meraih total angkatan 299 kg meraih Medali Perak dan medali perunggu didapat lifter Uzbekistan, Ergashev Adkhamjon  dengan total angkatan 298 kg dan  medali emas dari Eko Yuli Irawan merupakan emas kelima yang didapat Merah Putih pada ajang Asian Games 2018.    Eko Yuli Irawan kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 ini telah meraih banyak prestasi diantaranya  Medali Perunggu Asian Games 2014 Incheon kelas 62 kg, aktn 308 kg,  Medali Emas SEA Games 2011 Indonesia  kelas 62 kg  total aktn 302 kg,  Medali Emas SEA Games 2013 Myanmar  kelas 62 kg total aktn 304 kg,  Medali Perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro   kelas 62 kg total aktn 312 kg dan  Medali  Perak SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia kelas 62 kg, total aktn 306 kg.

      5.      Pesilat Pipiet Kamelia Peraih medali  Emas Ke-28.

Medali Emas ke – 28 Indonesia di Asian Games 2018  dipersembahkan  Atlit Cabang Olah Raga Pencak Silat Pipiet Kamelia  yang turun di nomor Tarung kelas D (60 – 65) kg putri dipadepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Rabu 29/8/2018.   Di final Pipiet mengalahkan atlit Silat asal Vietnam  Thi Cam  dengan skore telak 5 – 0 untuk medali  Emas, Thi Cam Perak dan Perunguu Janejire Wankrue asal Thailand dan Tahmineh Karbalel asal Iran.

Medali Emas Pipiet Karmile merupakan Emas ke – 12 bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018 dari Cabang Pencak Silat yang menyumbangkan 8  Medali Emas.  Pipiet Kamelia satu diantara atlit  Asian Games 2018 Indonesia yang telah memiliki Pasangan dan berjanji sdua bulan setelah acara ini akan melangsungkan pernikahan dengan pasangannya Hanifan Yudani Kusuma,  “  Saya melamarmu Pipiet untuk menjadi Istriku, mau kah engkat  “, Ujar SiDin Hanifan dan di Jawab Pipiet dengan “  Satu tendangan  Sabit kaki Kiri  “ sebagai tanda setuju dan memasangkan cincin di jari manis Pipiet oleh Hanifan  di stadion didepan sesama peserta.   Kedua atlit ini juga masing – masing  mendapat bonus Rp 1,5 millir dan rumah.

     6.     Aqsa Sutan Aswar  Perai Medali Emas dari  Jetski.  

Aqsa Sutan Aswar mungkin  sudah cukup dikenal  masyarakat Indonesia   khususnya bagi para penikmat olahraga air  karena  Aqsa  adalah atlet jetski yang mampu meraih medali emas untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018.  Medali emas itu diperoleh Aqsa kala di cabang olahraga (cabor) jetski nomor endurance runabout open yang berlangsung di kawasan Pantai Ancol, Jakarta, pada Minggu 26 Agustus 2018.

Aqsa awal  menekuni jetski diusia menginjak 14 tahun dengan kompetisi pertama yang diikuti berada di Kanada  tepatnya pada ajang Canadian Watercross Nationals dan  mampu keluar sebagai pemenang pada kategori pro runabout limited dam expert runabout limited.   Sejak kompetisi pertamanya itu  karier Aqsa di dunia jetski pun semakin berkembang dengan berbagai prestasi  ditoreh  pemuda berusia 21 tahun itu di kancah internasional, karena itupulalah Aqsa dipercaya mewakili Indonesiaa di Ajang Asian Gamess 2018 dan meraaih  Satu Medali Emas dan   satu Medali Perungu di nomor Runabout Limited.

      7.     Kevin / Marcu Ganda Putra  Masih terbaik.



Ganda putra perorangan Bulutangkis  sudah menjadi tradisi  Medali Emas  bagi Kontingen Indonesia di Asian Games , seperti  Asian Games 2010 di Guangzhou, Tiongkok, medali emas diraih Markis Kido/Hendra Setiawan dan  Empat tahun kemudian di Incheon, Korea Selatan, giliran Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi peraih Medali Emas tersebut.  Kali ini Asian Games 2018  Jakarta-Palembang Indonesia, pasangan  Kevin Sanjaya/Marcus Gidoan  meraih medali Emas dengan menumbangkan Fajar/Rian dengan skore 13 – 21, 21 – 18 dan 24 – 22, selasa 28/8/2018.

Final Ganda Putra di Asian Games 2018 ke -18  kali ini terjadi  All Indonesian Final yang dimenangkan Kevin/Marcus,  terakhir All Indonesian Final terjadi pada ganda putra adalah pada 1974,  ketika Tjun-Tun/Johan Wahyudi melawan Christian Hadinata/Ade Chandra  dimenangkan  Tjun – tjun/Johan Wahyudi. 

8.  Hanifan Yudani Kusuma.

Hanifan Yudani Kusuma atlit pencak silat Indonesia berhasil meraih Medali Emas  pada Nomor Tarung Kelas C Putra  55 kg – 60 kg,  Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu 29/8/2018 setelah mengalahkan atlet pencak silat asal Vietnam, Nguyen Thai Linh.  Setelah memenangkan pertarungan tersebuut Hanifan mendapat salaman berturut-turut dari Presiden Jokowi, Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Prabowo Subianto, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati yang turut menyaksikan pertandingan tersebut.

Apa yang menarik dari ucapan selamat Presiden Jokowi dan  Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa Prabowo  Subianto  !!!,  adalah ketika tangan kanan Jokowi merangkul pundak Hanifan, sementara tangan kirinya merangkul punggung Prabowo. Demikian pula tangan kanan Prabowo merangkul punggung Jokowi dan tangan kirinya merangkul pundak Hanifan daan  Hanifan yang memegang bendera Merah-Putih juga merangkul pundak Jokowi sekaligus Prabowo.   Sehingga  situasi mesra Jokowi – Prabowo yang akan berseteru di Pilpres 2019mnanti dengan  perantara Hanifan menjadi  damai dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari para penonton stadion demikian juga di dunia maya.




Olah Raga melahirkan sportipitas diri,
Kita datang Kita menang kita meraih Prestasi.

IKEE RIKAKO ATLIT RENANG JEPANG SEBAGAI ATLIT TERBAIK ASIAN GAMES 2018

NusanTaRa.Com
byAsnYSamandaK, 03/9/2018




Akhirnya Ikee Rikako 18 tahun  atlit renang Jepang ditetapkan Dewan Olimpiade Asia (OCA) secara resmi memilihnya  sebagai Most Valuable Player (MVP) alias atlet terbaik di Asian Games 2018.  Keputusan tersebut tak lepas dari prestasi impresifnya  yang dapat meraih medali Emas di kolam renang  dan  sikap terpujinya sebagai olah ragawan sejati selama mengikuti  pesta olahraga terbesar bangsa Asia yang dilangsungkan di Jakarta dan Palembang sejak 18 agustus hingga 02 September 2018.



Ikee Rikako,   Atlet renang putri  tersebut  oleh Wei Jizhong  dinobatkan menjadi MVP oleh Wakil Presiden Seumur Hidup Olympic Council of Asia (OCA),   di ruang konferensi pers Main Press Center (MPC), Senayan, Minggu (2/9/2018).   Perenang  usia 18 tahun  kelahiran  04 Juli 2000  selama kejohanan ini  sukses meraih  6 emas dari nomor 1.  perorangan 50 meter gaya bebas, 2.  perorangan 100 meter gaya bebas,  3.  perorangan 50 meter gaya kupu-kupu, 4.  perorangan 100 meter gaya kupu-kupu, 5.  gaya bebas estafet 4x100 meter putri dan  6.  gaya ganti estafet 4x100 meter putri.



Koleksi perolehan Medali yang diraih Ikee Rikako selama Asian Games 2018 sebanyak  6 Medali Emas,  cukup untuk  menjadikan perenang putri 18 tahun itu sebagai yang terbaik dari seluruh atlet yang turun di berbagai cabang olahraga Asian Games 2018.  Sebagai perbandingan, perenang putra terbaik Cina, Xu Jiayu "hanya" meraih lima medali emas.   "  Saya sangat senang dengan pencapaian ini. Sesungguhnya saya terkejut saat pertama kali mendengar OCA akan memberi penghargaan ini kepada saya  ", Ujar SiGaluh  Ikee Rikako di Media Press Center, Senayan, Jakarta, Minggu (02/09/2018).


 Meski Jepang gagal meraih  juara umum di Asian Games 2018,  tapi torehan prestasi Ikee Rikako selama  kejohanan dengan  6  Medali Emas dan  2 Medali Perak  sekaligus  menempatkannya sebagai Atlit terbaik Asian Games 2018 kiranya cukup menghibur.     Prestasi ini sekaligus mempertahankan tradisi atlit Jepang  di Asian Games sebagai atlit terbaik,  kali ini tentunya menjadi yang  keempat  bagi  Jepang  berhasil menyabet penghargaan untuk "Atlet Terbaik" (MPV) pada Asian Games.


Predikat atlet terbaik Asian Games 2018  juga menempatkan Ikee Rikako sebagai atlet putri pertama yang meraih gelar MVP dan  sekaligus menjadikannya sebagai atlet Jepang ke-empat yang mampu mendapatkan penghargaan serupa.   Karna sebelumnya sejak diadakan pertama kali pada 1998 silam, sesi penghargaan untuk atlet Asian Games telah dimenangkan oleh tiga atlet Jepang lainnya diantaranya adalah, Koji Ito (1998/atletik/Bangkok), Kosuke Kitajima (2002/renang), dan Kosuke Hagino (2014/renang/Incheon).



"  Indonesia telah menjadi salah satu negara yang memberi banyak kenangan indah bagi saya. Saya senang berada di sini. Dan malam ini saya akan menikmati hasil kerja keras ini sebelum kembali ke Jepang  ", Ujar SiGaluh  Ikee  setelah Clousing Ceremonial,   dan     "  Untuk Olimpiade dua tahun ke depan, saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. Apalagi Olimpiade akan berlangsung di negara saya (Jepang) jadi saya ingin memberikan performa terbaik nantinya  ", Ujar SiGaluh Ikee Rikako  menambahkan.



Atas anugerah sebagai  MPV  Ikee kelahiran Edogawa Tokyo pun berhak meraih  trophy kristal dan uang tunai sebesar 50.000 US dolar atau  Rp 736,5 juta  dan  menerima souvenir pin Asian Games mulai dari penyelenggaraan pertama pada 1951 di New Delhi, India hingga pelaksaaan ke-18  ini di Jakarta-Palembang.  “  Atlit  Jepang selalu berhasil mencetak atlit-atlit terbaik di even Asian Games selama ini dengan bakat muda dan pretesius  “, Ujar SiDin LaIgOLegenD pengamat olahraga Legend.



Di malam penganugerahan  MPV,  OCA juga memberikan penghargaan kepada para youtuber muda yang mengcover “ Theme Song “ Asian Games 2018 secara kreatip di  media sosial tersebut  yaitu  youtuber muda  berasal dari Thailand, India, Tiongkok, Indonesia, Jepang, dan Arab.    Keenam youtuber muda tersebut  diberikan penghargaan berupa pin asian games mulai dari Asian Games pertama 1951 hingga Asian Games 2018 ini,  Pin tersebut yang  menurut Direktur OCA, Husain Al Musallam  bahwa Pin tersebut adalah sebuah sejarah untuk Asia.



Berolah Raga meraih Prestasi,
Semangat Juara dan Sportipitas dijunjung Tinggi.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...