Sabtu, 11 November 2017

PENDISTRIBUSIAN BARANG OLEH PPI DI PAPUA BERHASIL TURUNKAN HARGA BAHAN POKOK

NusanTaRa.Com
byArdhan adhi Chandra, 10oktober2017


Pemerataan harga barang diseluruh pasar  Indonesia adalah salah satu jaminan stabilitas ekonomi dalam melancarkan pembangunan dan kesejaheraan bangsa, sehingga disparitas harga yang tinggi antara barat dengan timur menjadi persoalan yang harus dicari jalan keluarnya.   Pasalnya, kondisi medan dan terbatasnya infrastruktur menjadi kendala untuk pendistribusian dan membuat harga antara komoditas yang sama di barat dan timur Indonesia menjadi sangat jauh serta daya beli masyarakat sangat jauh berbeda juga.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) mendapatkan tugas dari Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membuat harga tiga bahan pokok, seperti gula, tepung terigu, minyak goreng, serta bahan bangunan semen menjadi lebih terjangkau.  Karena ketiga bahan pokok tersebut dan bahan bangunan tersebut penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Papua yang  memiliki bentangan alam dan letak geografis yang sulit dalam hal transportasi pendistribusian kebutuhan tersebut sehingga perlu satu sistem transportasi yang terkoneksi dengan tepat.

Dalam penugasan tersebut, PPI memutar otak bagaimana pengiriman dilakukan dan membuat harga-harga tersebut tetap terjangkau masyarakat.  "  Kita pikirkan bagaimana kirim barang pakai rute yang biaya relatif murah. Akhirnya diputuskan untuk pakai jalur Surabaya-Timika-Wamena-Puncak Jaya. Itu rute paling murah  ", Ujar SiDin  Direktur Utama PPI Agus Andiyani di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Selain itu, PPI juga melakukan efisiensi dalam pengiriman bahan pangan dan bangunan tersebut. PPI menyesuaikan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal laut juga pesawat terbang.   "  Kami coba lakukan penghematan sesuaikan moda transportasi kapal di Surabaya-Timika dibawa ke Bandara di Wamena jadwalnya disesuaikan kapal dan pesawatnya. Sampai di Wamena ke Puncak Jaya jalan darat kemudian barang langsung masuk toko-toko di sana  ",  Ujar SiDin  Agus Andiyani.

Saat ini, harga ketiga bahan pokok di Puncak Jaya, Papua lebih terjangkau. Harga gula pasir yang tadinya sebesar Rp 30.000-40.000 per kilogram (kg) kini menjadi Rp 21.750 per kg.   Perusahaan PPI yang dipercaya dalam memberian kemudahan pendistribusian bahan pokok dan pembangunan di Papua dengan menciptakan sistem sistem pelayanan dan ketersiapan angkutan yang meliputi transportasi darat, Laut dan Udara yang lebih effisien sehingga menjangkau semua daerah pembangunan yang terpencil dan sulit dicapai.

Selanjutnya harga minyak goreng yang tadinya Rp 31.000 per liter menjadi Rp 23.250 per liter, dan harga tepung terigu dari Rp 24.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg. Kemudian untuk harga semen yang tadinya satu sak Rp 2 juta, kini menjadi Rp 370.000 per sak.   Agus Andiyani menjamin perseroan tidak mengalami kerugian dengan adanya tugas tersebut. PPI masih mencatat keuntungan meski di bawah target.    "  Jadi PPI kira-kira sekarang masih di bawah target sedikit, tapi tetap untung  ", Ujar SiDin  Agus Andiyani. 
dr.Detikfinance.



Negeri Jauh nan berbukit,
Distribusi tak efektip Harga Melangit.

Jumat, 10 November 2017

TIGA EKS TENTARA JEPANG BERJUANG BERSAMA PEJUANG GARUT MENGUSIR BELANDA

NusanTaRa.Com
byDannYAsmorO, 9/11/2017
Tulisan ini dipersembahkan untuk memperingati "  Hari Pahlawan  " 10 Nopember 2017.



Kalau biasanya Taman Makam Pahlawan Indonesia dihuni para pahlawan pejuang bangsa Indonesia asli yang gugur dalam  membela tanah air,  tapi di taman makam Pahlawan Garut  di Kampung Tenjolaya Kelurahan Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul agak lain dari biasanya karena selain bersemayam pahlawan tanah air disini bersemayam juga tiga jasat eks serdadu Jepang yang satunya  berdarah Korea yang pernah bersama pejuang Garut berjuang mengusir Belanda  pada agresi Militer Belanda kedua tahun 1948.  

Ketiga eks serdadu  Jepang yang disemayamkan di makam pahlawan Garut Tenjolaya tersebut   Aoki, Hasegawa dan Yang Chil Seong yang masih berdarah  Korea  dengan nama Jepangnya Tanagawa.  Mereka dikebumikan disini karena gugur dalam perjuangan melawan Belanda bersama pejuang Garut dan mereka  yang  gugur terbilang dalam usia mudah yang tidak mau tunduk pada Belanda.   Mereka  selain bergabung berjuang bersama rakyat Indonesia, juga menyatakan masuk Agama Islam dan mengganti nama mereka menjadi  Tanagawa menjadi Komarudin,  Aoki menjadi Abu Bakar, dan Hasegawa menjadi Usman yang diambil dari nama sahabat Nabi Muhammad SAW.

Menurut  penjaga Makam Pahlawan Garut Tenjolaya Bapak Iman Sukirman yang banyak mengetahui riwayat mereka yang di semayamkan disini,  menjelaskan bahwa  Yang Chil Seong   merupakan seorang prajurit yang ahli dalam membuat bom sehingga ia banyak mendukung perjuangan dlam membendung serangan Belanda dan melatih pemuda merakit Bom.  Sementara  prajurit  Aoki dan prajurit Hasegawa merupakan ahli strategi perang  yang banyak mendukung perjuangan dalam penyerangan dan melumpuhkan  kekuatan Belanda kala itu.

Ketika Jepang kalah dalam perang Dunia kedua secara otomatis seterunya Sekutu akan menguasai Indonesia, sehngga masuklah pasukan NICA yang terdiri dari Belanda  memboncengi pasukan Inggris dan Australia untuk melucuti Pasukan Jepang serta menawannya.   Karena ketiga serdadu tersebut tidak mau tunduk pada pasukan NICA maka mereka masuk hutan bergabung dengan pejuang  tanah air yang kebetulan berjuangan untuk menegakkan kemerdekaan yang telah di Proklamir pada 17 Agustus 1945 yang akan dinodai Belanda.    Perjuangan mereka  bersama pahlawan Garut bergabung  dalam satu pasukan yang disebut  “  Pasukan Pangeran Papak  “  yang bermarkas di Kecamatan Wanaraja  Bahkan bersama Pasukan Pangeran Papak mereka bertiga berhaasil menghalau tentara Belanda memaasuki Garut saat agresi militer Belanda ke Dua,   dalam perjuangan tersebut Tanagawa sempat menikahi gadis Wanaraja.

Informasi yang dihimpun NusanTaRa.Com dari Bapak Imam bahwa ketiga tentara Jepang memegang peranan kunci dalam menghalau Belandaa memasuki Garut,  mereka berhasil  menghancurkan Jembatan PTG sekarang disebut Jembatan Kerkhof di jalan Perintis kemerdekaan sehingga pasukan Belanda terhambat memasuki Garut.  Gagasan ini hasil kesepakatan  Aoki dan Hasegawa dan mendapat persetujuan rekan seperjuangan kemudian dilaksanakan Tanagawa.    "  Sebelumnya dimakamkan di Pasir Pogor, sejak tahun 1982, ketiganya dipindahkan ke TMP Tenjolaya  ",  Ujar SiDin Iman di Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Kamis (9/11/2017). 

Ketiga tentara pejuang Jepang  meninggal di tangan prajurit Belanda setelah mereka tertangkap bersama dua prajurit Indonesia di kawasan Gunung Dora Kecamatan Sucinaraja yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya,   "  Mereka bersembunyi di Gunung Dora, bisa tertangkap setelah ada orang yang membocorkan keberadaan mereka  ",  Ujar SiDin Imam.   Setelah tertangkap ketiganya dieksekusi mati oleh tentara Belandaa di lapangan Kerkhof sekarang Sarana Olahraga (SOR) Merdeka Kerkhof sementara dua tentara Indonesia dibawa ke Bandung oleh Belanda,  "  Komarudin, saat dieksekusi mati, usianya sekitar 30 tahun. Saat dieksekusi, mereka menggunakan baju kemeja putih dengan sarung merah, eksekusinya di hadapan masyarakat  ", tegasnya lagi. 

Kisah kepahlawanan Komaruddin alias Tanagawa alias Yang Chil Seong telah dibukukan oleh  seorang Professor Jepang tahun 2012 dan Batu nisan makam Komaruddin pun telah berganti Marmer yang diperbaiki Pemerintah Korea Selatan.  "  Jika sosok Yang Chil Seong saja bisa sangat mencintai Indonesia hingga berani berjuang, kenapa kita sebagai orang Indonesia tidak mencintai tanah kelahiran sendiri  ", Ujar SiDin Mayor Infanteri Aat Supriatna Kep Kodim 0611 Garut,  Kamis (9/11/2017) .
Mayor Inf Aat Supriatna, Garut
Maung Harimau di Hutan Rimba,
Tiga Pejuang Jepang gugur mengusir Belanda.

Kamis, 09 November 2017

KAHIYANG AYU PUTRI SEWAYANG PRESIDEN JOKOWI MENIKAH DENGAN SEDERHANA

NusanTaRa.Com
byIndaHPalloranG, 09/11/2017


"   Kahiyang Ayu dan M Bobby Afif Nasutiona  resmi menjadi sepasang suami sitri di Graha Saba Buana Solo, Rabu, 08 November 2017,  setelah Bobby mengucapkan Ijab Kabul yang kemudian dijawab dua saksi dan hadirin  dengan Jawaban “ SAH “.   Hadir dalam pernikahan tersebut sebagai saksi Wakil Presiden Jusuf Kalla dari mempelai Wanita dan Menko Perekonomian  Darmin Nasutioan dari mempelai lelaki serta mahar yang di serahkan  pihak laki-laki pada keluarga wanita berupa  seperangkat alat sholat dan 20 gram emas.  




Pesta pernikahan Putri Semata wayang Bapak Presiden Joko Widodo berlangsung cukup semarak meski dengan kegiatan yang sederhana ini dihadiri 8.000 undangan serta  ribuan lagi para relawan dan panatisme Jokowi yang datang secara sukarela dengan biaya sendiri,   "  Acaranya sederhana, tapi yang hadirnya yang banyak  ", Ujar SiDin Wapres Jusuf Kalla yang suka tersenyum di pesta  pernikahan Kahiyang-Bobby di Graha Saba Buana, Solo.    Meski pada pernikahan ini Jokowi tidak mengundang sahabat dari luar negeri agar tidak mengganggu kesibukan mereka, tapi para penguunjung dari berbagai daerah berdatangan memadati jalan protokol yang bakal dilewati pengantin dan jalan disekitar pusat kegiatan, sehingga aparat keamanan yang telah dipersiapkan harus berjaga ekstra ketat. 

Selesai acara Akad Nikah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution melanjutkan acara Panggih dan  dilanjutkan acara resepsi pernikahan yang berlangsung di lokasi yang sama  Gedung Graha Saba Buana.  Panggih dalam bahasa Jawa berarti bertemu, mempertemukan pengantin wanita dan lelaki setelah akad nikah agar mereka dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia dan sejahtera.  Resepsi pernikahan dimana Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution akan menyambut kedatangan para undangan di pelaminan mereka dengan balutan pakaian adat jawa, untuk menerima ucapan dan doa dari undangan yang hadir serta menerima  Kado tapi dalam pernikahan ini sebelumnya Pak Jokowi bahkan dalam Undangan tertulis untuk tidak membawa Kado.


Acara resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution resmi dimulai pukul 12.00 WIB. Antrean pun langsung padat saat panitia acara membuka pintu masuk bagi tamu yang akan masuk.  Sebelum masuk tempat  acara resepsi pernikahan  para tamu lebih dahulu harus melalui dua kali pemeriksaan. Pemeriksaan pertama, para tamu mesti menunjukkan lembar biru yang terdapat di dalam undangan, bertulis "Souvernir Pernikahan Kahiyang-Bobby" dan tamu yang datang  akan ditanyakan apakah membawa pasangan ke acara resepsi atau tidak,  Kedua tamu dipersilakan mengisi buku tamu anehnya kota amplop yang berada di dekatnya itu dilakban.

Pada Pagi  sebelum acara Akad Nikah, kedua mempelai  melakukan kirab pengantin  mengitari jalan protokol Solo menggunakan Kreta Kencana yang disaksikan segenap warga Solo dan Pengunjung dari luar daerah yang datang dengan biaya sendiri hanya untuk menyaksikan pesta perkawinan Putri kesayangan Presiden mereka.   Bobby pertama keluar dari kediaman keluarganya di Hotel ALILA Solo menggunakan Kereta Kencana , kemudian Kahiyang Ayu pun dari rumah kediamannya di Solo keluar menggunakan Kereta kencana  di susul Pak Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi dalam satu Kereta Kencana semuanya menuju gedung tempat akad nikah sambil melambaikan tangan dan mengumbar senyum buat para pengunjung yang ada di sepanjang jalan.  Darmin seorang pengunjung dari Tenggarong Kutai yang sempat ditemui NusanTaRa.Com mengatakan, “  Saya datang sendiri khusus untuk menyaksikan pesta pernikahan putri sewayang bapak presiden tercinta kita Jokowi dari Tenggarong  “.

Menantu Presiden Jokowi dari putrinya Kahiyang Ayu bernama Muhammad Afif Nasution seorang pengusaha property di Takke Group dan Laurent sejak tahun 2016 namun jauh sebelumnya ia telah berkecimpung dibidang ini sejak tahun 2011 dengan membangun dan merehab berbagai bangunan.  Dari penelusuran keluarganya ternyata Bobby masih merupakan Raja genersi ke Tujuh dari keturunan Raja Baringin Nasution dari Tapanuli SelataN,  setelah pernikahan yang akan diselengarakan keluarganya di Bukit Hijau Regency, Tasbih,  Medan 21 November 2017,  ia akan diberi gelar “ SUTAN KUMALA ABDUL RAHMAN “,  Sedang Kahiyang Ayu akan diberi gelar “ NOMARA “ (belum lengkap/masih rahasia keluarga) dan marga Siregar sesuai marga ibu dari Bobby.

Perkenalan Kahiyang Ayu dan Pemuda  Pujaan hatinya Bobby Afif Nasution yang kemudian menghaantar mereka membentuk rumah tangga secara resmi pada 8 November 2017,  bermula perkenalan mereka ketika  sama-sama kuliah di Institut Pertanian Bogor tahun 2014.   Kahiyang Ayu dan Bobby di Insitut ini mengambil program megister yang sebelumnya Kahiyang kuliah di Surakarta pada Universitas Sebelas Maret dan Bobby kuliah S1 di IPB, Kesibukan perkuliahan telah mempertemukan mereka lebih dekat hari ini dapat  berakhir di pelamin membentuk satu keluar Sakinah mawaddah.

 "  SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU SEMOGA MENJADI KELUARGA SAKINAH MAWADDAH  "

Burung Gelatik mengais di batu Kerikil,
Kahiyang-Bobby menikah mengikuti sunnah rasul.

Senin, 06 November 2017

Dr GAMAL ALBINSAID DARI MALANG BERDISKUSI DENGAN VLADIMIR PUTIN

NusanTaRa.Com
byLasikUAgaY, 30/10/2017.
Gamal Albinsaid dan Vladimir Putin

Melakoni perbincangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terlebih dilakukan live di satu saluran TV besar tidak bisa dilakukan sembarang orang. Namun ternyata seorang anak muda asal Malang, Jawa Timur mendapatkan rahmat tersebut untuk berkesempatan berdiskusi dengan orang nomor satu di Rusia itu yaitu Dr. Gamal Albinsaid.

Gamal Albinsaid adalah dokter muda pendiri klinik asuransi sampah. Klinik asuransi sampah ini menjadi terobosan baru bagi dunia kedokteran di Indonesia, yakni membuat sistem asuransi kesehatan mikro berbasis kerakyatan. Dengan sistem ini, masyarakat kurang mampu cukup menyerahkan sampahnya untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.   Klinik tersebut mengorganisir masyarakat kecil terutama yang ada disekitar kerjanya untuk mengumpulkan sampah tertentu yang kemudian disetor ke Bank atau pengumpulnya, barang tersebut dihargai sebagai mana mestinya kemudian diberikan tabungan berfungsi sebagai asuransi yang dapat dipakai berobat ke klinik tersebut.

Konsep lain adalah Sampah yang diberikan warga nantinya akan diolah menjadi produk daur ulang komersil, Dana hasil dari produk daur ulang inilah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dan tentunya para anggota akan diberikan sesuai dengan kontribusi barang bekas yang ia masukkan.  Atas kreasinya ini, lelaki yang kini berusia 28 tahun itu diganjar penghargaan bertaraf internasional karena ia dapat memecahkan masalah barang bekas, masyarakat kecil dan kesehatan dengan prosedur yang sangat sederhana.

Atas pengabdiannya tersebut pada Tahun 2014 Gamal termasuk ke dalam tujuh finalis Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards. Tidak tanggung-tanggung, Gamal beserta keenam finalis lainnya diberi penghargaan secara langsung oleh Pangeran Charles di Istana Buckingham, London. 

Gamal juga kerap disibukkan dengan menjadi pembicara di berbagai seminar motivasi atas temuan dan pengabdiannya yang dianggap baru dan bermanfaat bagi masyarakat kecil.   Terbaru, lelaki asal Malang ini diundang menjadi pembicara dalam acara Opening Ceremony 19th World Festival of Youth and Students di Sochi, Rusia, yang juga dihadiri oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

Dalam kesempatan tersebut, Gamal terlibat dalam diskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,   Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini mempresentasikan konsep klinik asuransi sampah kepada Putin sebuah usaha yang mengkombinasikan Penanganan Limbah, masyarakat kecil dan kesehatan dalam satu aktipitas yang bermanfaat.


Sampah berserakan di Jalan,
Gamal  Albinsaid tokoh Sampah Asuransi Kesehatan.

Jumat, 03 November 2017

JEJAK PANDAI BESI MATANO KERAJAAN LUWU YANG MENGHILANG

NusanTaRa.Com
byHajiSuradIFB,07OktobeR2017



Pandai Besi merupakan satu keahlian dalam membuat berbagai peralatan besi  dengan cara  atau menggunakan tehnologi sangat sederhan atau tradisional untuk kebutuhan sehari-hari seperti Parang, Tombak, Pisau, alat pertanian dan sebagainya, keahlian ini juga biasanya melingkupi keahlian melihat dan melebur biji besi secara sederhana menjadi lempeng  besi.  Kerajaan Luwu mulai berkembang pada abad ke-4 yang terdiri dari fedeasi disebut Palili dengan tugas membantu, menaati dn mendukung penuh aturan dan keputusan Luwu, Matano diantaranya salah satu bagian dari Luwu yang kaya akan besi sebagai sumber utama.

Kerajaan Luwu dulu merupakan salah satu daerah penghasil besi dengan kwalitas terbaik yang terbilang cuku besar di Nusantara terutama dari daeraah Matano disebut  “ Pamoro Luwu “, karena kekayaan besi dan Nikel inilah di Matano sering terjadi rebutan dan peperangan dengan daerah tetangganya orang Bungku yang ahli dalam penambang dan melebur biji besi meski tidak seahli orang Matano.   Karena kesederhana tehnologi  di Matano saat itu sehingga mereka hanya bisa memproduksi bahan baku yang kemudian dipasarkan ke Ussu ibukota kerajaan Luwu dengan menukarkannya dengan barang kebutuhan seperti Kain dan barang kebutuhan lainnya.

Pengolahan besi Matano kala itu sangat sederhana, mereka  memilah batu-batu yang dianggap mengandung besi dan Nikel yang baik biasaanya berwarna hitam pekat,   Bji besi tersebut diangkut diangkut ketempat peleburan dan kemudian membakarnya hingga menjadi lempengan besi.    Orang Matano mengolah besi dengan sederhana. Mereka memilah batu yang dianggap punya kandungan nikel yang baik, biasanya berwarna hitam pekat. Lalu diangkut ke tempat peleburan dan dibakar.  Tungku untuk melebur besi menggunakan tungku tanah dan bambu sebagai pengganti pipa,  serta Pompa yang terbuat dari bambo  untuk menghidupkan dan menjaga api tetap menyala dalam tungku pemanas yang akan melelehkan biji besi menjadi lempengan baja. 

Lempengan besi atau baja tersebut kemudian oleh Orang-orang Ussu akan ditempa lebih lanjut lagi menjadi parang, pedang, hingga badik,  keris dan peralatan pertanian,  dalam sejarah kerajaan Luwu produksi Pandai besi tersebut  sebagai Bessi to Ussu, besi orang Ussu atau juga bessi Luwu.    Produksi Biji besi Kerajaan Luwu menjadi popular kala itu dipasaran karena memiliki besi  yang mengandung Nikel dari Matano,  biji besi dari Bungku dan mengandung Emas dari Sulawesi Tengah, sebagaimana laporan arkeologis Proyek OXIS (Origin of Complex Society in South Sulawesi) tahun 1998 dalam buku Kedatuan Luwu oleh Sumantri (Unhas), Bagyo Prasetyo (PPAN) dan David F Bullbeck (Australian National University).

Ussu desa yang berada di kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan luas wilayah 8,9 km2 berada dikaki bukit tempat sungai Ussu bercabang  menjadi sungai Malili, pada abad ke-14  mejadi  “ Pusat nyata LUWU “ dalam pertumbuhan kerajaan.   Menurut Iwan Sumantri, besi Luwu populer karena  kandungan nikel yang membuat kualitas besi lebih ringan dengan titik didih yang rendah. 

Pada abad ke-11 hingga pertengahan abad ke-15,  Luwu menjadi salah satu kerajaan pengekspor besi utama ke Majapahit  sebagaimana juga termuat dalam teks Negarakertagama,  tingginyaa jumlah pasokan besi ke Majapaahit tidak terlepas dari besarnya misi kerajaan tersebut untuk memperluas  willayah kekuasaanya yang tentunya membutuhkan peningkatan armada perang sehingga membutuhkan biji besi dalam jumlah besar untuk memenuhi  peralatan persenjataannya.   Ketika volume perdagangan semakin meningkat Luwu  memindahkan pusat kerajaannya ke Malangke, perdagangan tidak sebatas ekspor besi tapi merambah rotan, damar, dan hasil hutan lainnya.

Perdagangan Besi di Nusantara mulai menurun  pada abad ke-16 karena saat itu VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) seebuah Perserikatan Perusahaan Hindia Timur  yang hadir di Nusantara mulai melakukan perdagangan Rempah-rempah  secara besar-besar  untuk memenuhi kebutuuhan Eropah sehingga menyita perhatian berbagai wilayah pesisir Nusantara serta keberadaan Persenjataan yang lebih baik dalam pertempuran yang disediakan VOC lebih baik.   Penurunan pasaran biji besi diNusantara dan kebutuhan Majapahit sebagai daerah pasar juga turut berkurang membuat produksi perdagangan Luwu menurun  diikuti menurunnya pamor Luwu di bumi Nusantara.   “  Rempah-rempah menjadi primadona. Tak ada lagi permintaan besi  ”,  Ujar SiDin Edwar Poelinggomang sejarawan Universitas Hasanuddin.

Menurut Edwar, menghilangnya Luwu dalam percaturan perdagangan Nusantara dimulai pada 1559 saat VOC memusatkan perdagangan ke Indonesia Timur dan memilih Makassar sebagai pelabuhan utama berakibat  Luwu yang berlokasi di perairan Teluk Bone menjadi kesepian,  tak ada aktivitas dan warga pendatang seperti Bugis yang menjadi pedagang yang ulungpun  hengkang.    Abad ke-16 pusat kerajaan Luwu pindah ke Palopo  hingga akhirnya Luwu menghilang dan menjadi kerajaan paling misterius di Sulawesi Selatan tidak memiliki kebesaran peninggalan kerajaan bahkan Matano tak tercatat sebagai satu situs Sejarah.  Kemisteriusan kerajaan Luwu tersebut sebagaimana  hilangnya Desa Matano yang dulu kaya akan besi yang berkualitas bersamaan dengan menghilangan Pandai besi yang mahir di daerah itu.


Pandai Besi menempa Badik dengan ahli,
Matano kota sejarah kehilangan para Pandai Besi.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...