Rabu, 09 Agustus 2017

SEBUAH UTOPIA WARGA MALUKU BELANDA KE REALITA EROPAH YANG INDAH

NusanTaRa.Com

Warga Maluku Belanda di Amsterdam

Warga Maluku di Belanda mencakup semua etnik yang berasal dari kepulauan Maluku dan sekarang telah mmenjadi warganegara Belanda, Sebagian besar warga Maluku tersebut tiba di negeri Belanda tahun 1951 pasca meletusnya pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS),  kemudian beranak cucu hingga sekarang sudah turunan ke tiga dan ke empat meski banyak juga dikalangan mereka sekarang yang tiba setelah tragedi tersebut.   Mereka yang Migrasi dahulu karena keterlibatan sebagai pengabdi pada kerajaan Belanda dengan menjadi tentara KNIL Belanda dan kemudian banyak diantaranya menjadi pendukung  pergolakan RMS, setelah RMS dinyatakan sebagai gerakan pemberontakan oleh RIS dan harus dihapuskan,  banyak diantara mereka kemudian migrasi ke Belanda demi keamanan.  

Ketika Belanda tidak mengakui pernyataan Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945  berakibat perselisihan pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA), Memuncak dengan  dua “ Aksi Polisional “ yang lebih popular dengan sebutan “ Agresi Militer “.  Perseteruan ini berdampak banyak warga Maluku terlibat pertempuran sebagai tentara NICA juga harus angkat kaki dari Indonesia setelah pengakuan Belanda pada 27 Desember 1949.,  namun banyak orang Maluku pro-Belanda  enggan meninggalkan tanah leluhurnya  seperti Chris Soumokil, Jaksa Agung Negara Indonesia Timur (NIT) yang  kemudian  mendirikan  Republik Maluku Selatan (RMS) pada 25 April 1950 atas ketidak setujuanya NIT (Negara Indonesia Timur/termasuk Maluku) masuk ke dalam Republik Indonesia  pertengahan April.

Kebijakan Indonesia yang menghapuskan RMS membuat banyak orang Maluku pro-Belanda dan RMS mengajukan permohonan mengungsi sementara ke Belanda karena merasa terancam keselamatannya. Kerajaan Belanda menyanggupi permohonan tersebut dengan mengirim  13 armada kapal laut yang kemudian mendarat di Rotterdam dengan mengangkut 12.500 orang   anggota KNIL  membawa Istri dan satu anak saja. Seiring perjalanan waktu hingga pertengahan 50 an keinginan Warga Maluku untuk kembali kekampung semakin pupus seiring perjuangan RMS yang berhasil diredam Pemerintahan RI dan semakin melunakknya kebijakan Belanda atas Migran Maluku untuk dapat menetap di sana.
Keseluruhan  imigran Maluku eks KNIL meski tidak semuanya sekitar 80 % sebagian darinya  Minahasa, Madura, Batak, Sulawesi Selatan, dll akhirnya menetap di Belanda sebagian besar di Kota Huizen.   Semakin hari impian untuk kembali ke Maluku hidup bersama family semakin hilang karena RMS tak kunjung berhasil dan kebijakan Kerajaan Belanda yang semakin melunak terhadap mereka dengan memberikan fasilitas social, menetap, pekerjaan dan warga Negara yang sama dengan warga migran lain seperti Maroko, Libya dan lainnya membuat semakin merasa betah.  

Ke frustasian warga Maluku di Belanda terjadi  terutama dilevel  di generasi kedua yang masih sempat mendengar cerita dan harapan tentang Maluku negeri leluhur dari orang  tuanya, gambaran tersebut semakin buram tak kunjung tiba bahkan Belanda sendiri  tidak berusaha untuk mewujutkan kemerdekaan bagi negeri leluhurnya sebagai balas jasa pengabdian orang tuanya.   Sebagian dari mereka bahkan menyalakan sikap orang tua mereka dalam pengabdian tersebut dan sikap pasif dalam mewujutkannya dan Kerajaan Belanda yang ingkar janji sehingga terdorong untuk buat mereka memperjuangkannya,  di tahun 70 an Utopia yang ada dibenak mulai mereka perjuangkan dengan berbagai tindak kekerasan seperti tahun 1970 penyerangan aktivis Maluku terhadap Wisma Duta Besar RI di Wassenaar, Pembajakan dan penyanderaan Kantor Konsulat RI di Amsterdam tahun 1975,   pembajakan kereta di De Punt  tahun 1977  enam dari sembilan pembajak Maluku ditembak mati oleh aparat Belanda,   Penyerangan kantor Gubernur di Assen tahun 1978 dan lainnya.

Helena Mparityenan (80) generasi pertama Maluku yang datang ke Belanda tahun 1951 yang  merasakan penderitaan dalam perjalanan dengan kapal dari Surabaya menuju Belanda dan hidup bertahun-tahun di dalam barak tampungan sementara.  Kehidupan yang pahit selama pengungsian mulai dari pemberangkatan dengan kapal, ditampung di barak-barak yang serba terbatas, Suhu dingin yang tinggi membuat beberapa diantaranya harus menghembuskan napas terakhirnya.  Barak – barak yang disediakan untuk sementara seperti di Van Het Rijk, Provinsi Noord Brabant sangat menyedihkan,   “  Waktu baru datang kami sangat menderita  “, Ujar SiGaluh Helena Mparityenan sambil memperlihatkan foto-foto tahun 1958 an.

Masyarakat Maluku Belanda  saat ini generasi ketiga dan keempat  mereka telah mengalami transformasi besar baik dari sisi gaya hidup dan fisik seperti  kulit dan rambut  yang tidak sehitam dan sekeriting  orang tua mereka  dulu.   Perkawinan silang juga telah dilakukan oleh orang-orang Maluku dengan orang-orang Swedia, Cheko, Rumania dan Belanda sendiri. Sehingga mengalami Bartels sebaai “ Etiolasi “  “  pemucatan kulit dan lebih tinggi  ” akibat beranak-pinak secara campur dengan ras lainnya.  Generasi  Warga Maluku sekarang juga tidak dibesarkan oleh orang tua seperti dulu sehingga mereka dapat lebih menyesuaikan dengan kehidupan negeri Belanda yang telah mengangkat status mereka sebagai Warga Imigran yang dapat mencari kerja, memiliki statuts warga Negara Belanda, menjadi pegawai pemerintahan serta mereka sudah dapat mensejajarkan diri  dengan waga Jerman, Italia Swedia, Belgia dll.
byMuhammaDBakkaranG.

Nyong Ambon main cukulele,
Jauh tinggal di Belanda Gadis Ambon so Manise.  

Jumat, 04 Agustus 2017

SANDHY SANDORO BE THE WINNER OF INTERNATIONAL FESTIVAL " WHITE NIGHTS OF ST. PETERSBURG-RUSIA 2017 "

NusanTaRa.Com
byRyaNSyahputrA

Sandhy Sandoro  vokalis Pop/Roc’k  Indonesia kembali meraih prestasi di ajang festival musik internasional  sebagai  “ The Grand Prix Winner of International Music Festival ‘White Nights of St. Petersburg’ 2017 “.   Keberhasilan Sandhy S mengikuti  festival musik  dunia yang pertama kali digelar tahun 1992 dan menjadi salah satu festival musik  Internasional bergengsi, awalnya atas ajakan serta dorongan dari promotor musiknya yang berada di Eropah Brandon Stone.

Festival Musik “ White Nights of St. Petersburg “ yang diselenggarakan tanggal 8 – 10 Juli 2017 bertempat di Oktyabrsky Grand Concert Hall – Rusia yang diikuti penyanyi dari berbagaui Negara.   Pada Festival ini Sandhy membawakan dua lagu yaitu ‘End of Rainbow’ pada hari pertama dan ‘When a Man Loves a Woman’ pada hari kedua.  Selama dua hari kompetisi, Sandhy selalu memimpin perolehan nilai,  di hari pertama, Sandhy hanya mendapatkan satu angka 9 dari sepuluh 10 juri selebihnya memberikannya nilai 10 sedang di malam kedua Sandhy mendapat angka sempurna 10 untuk semua dewan juri.

Untuk penampilan berbusana di ajang tersebut Sandhy mempercayakan desainer Samuel Wattimena sebagai perancang busananya, malam pertama berbusana suit Hijau dan malam kedua  mengenakan kemeja motif batik, ternyata kesempurnaan desain dan penampilan yang mapan selama dua malam  membuat ke 10 dewan juri sangat terpukau dan memberi nilai buat busana  dengan  nilai sempurna 10. 

Alma Maquet (Francis)
Setelah penobatan Sandhy Sandoro sebagai “ The Grand Prix  Winner of International Music  Festival White Nights of St. Petersburg,  ia meluapkan kegembirannya  “  Yeay Indonesia, saya menang! Kita menang  ! Indonesia menang ! ”.   Malam itu juga turut dinobatkan pemenang posisi berikutnya  yaitu   posisi kedua Prima (Thailand), posisi ketiga ditempati bersama-sama George Galis (Yunani) dan Tina Eve (Israel) dan Posisi ke empat The Russians (Rusia).

Ketika pertama kali diajak mengikuti festival ini, Brandon Stone mengatakan jangan pikir banyak dulu yang penting bagaimana karier musikmu dapat mengharumkan nama negaramu,  "  Saya ikut kompetisi ini demi nama harum Indonesia di kancah festival musik internasional  ", Ujar SiDin Sandhy Sandoro mengenai  kesertaannya di Music Festival White Nights of St. Petersburg  dan  "  Bagi saya jangan pikirkan apa yang tanah airmu telah berikan kepadamu, tetapi berikanlah darimu yang terbaik sebanyak-banyaknya untuk tanah airmu. Mohon doanya agar niat dan usaha saya di ajang ini bisa membawa hasil bagus dan mengharumkan nama Indonesia  ", pungkasnya.

 Festival Musik “ White Nights of St. Petersburg “ mulai menjadi ajang musik dunia sejak tahun 2011 setelah  mendapat dukungan cantik dari Vladimir Putin selaku presiden Rusia saat itu.   "  Musisi muda dan berbakat dari seluruh dunia akan ambil bagian di dalam program kompetisi festival ini. Seperti biasanya, terdapat pula Music Forum dengan bintang tamu para musisi ternama dunia serta pelaku bisnisnya  ", Sebagaimana ungkapan penyelenggaranya dikutip NusanTaRa.Comm.  Kompetisi Musik untuk tahun 2017  di ikuti 13 peserta dari berbagai belahan bumi, Sara Sangfeld (Swedia),  Jorge Pedro (Peru),  Kamen Joshi (Jepang), Prima (Thailand), Tina Eve (Israel), Nuno Resende (Portugal), Liquid Oxygen Can (Cina), George Gakis (Yunani), Andrea Nocera (Italia), Alma Maquet (Perancis), Alejandro Irrizari (Amerika Serikat),  The Russians (Rusia) dan Sandhy Sandoro (Indonesia).

Selama penyelenggaraan “ Wihte Nigths of St. Petersburg 2017 “  pengunjung  yang hadir di Oktyabrsky Grand Concert Hall – Rusia  di hibur para musisi tamu seperti Scorpions, Dr. Feelgood, New Power Generation, Kid Creole and Coconuts, Nik West, Busta Rhymes, Jason Derulo, Sophia Loren, Leonid Agutin, Stas Mikchailov, dan Alain Delon. 

Festival Musik White Nights of St Petersburg setiap tahunnya diikuti musisi bertalenta dari seluruh dunia dan pFestival ini juga menjadi perhatian para musisi internasional.   Pentas musik  ini pernh dihiasi  berbagai artis internasional terkenal, di antaranya Boney M, A-Ha, David Coverdale, Glenn Hughes, Rick Wakeman, Joe Cocker, Sheryl Crow, Steve Vai, Mr. Big, Bryan May (ex. Queen), Julio Iglesias, Ringo Starr & All Starr Band, Deep Purple, dan masih banyak lagi. Bahkan musisi terkenal Ricky Martin pun pernah menjuarai festival ini pada 2002 mewakili Amerika Serikat.

“  Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia untuk usaha saya di ajang International Music Festival ‘White Nights of St. Petersburg’ ini. Alhamdulilah saya berhasil menorehkan prestasi dan nama Indonesia di kancah musik dunia. Semoga kemenangan ini membawa banyak hal positif bagi perkembangan musik Indonesia khususnya di dunia internasional. Terima kasih, Indonesia!  ”, Ujar SiDin Sandhy.
=27Juli2017=
Sandhy Sandoro
Pentas indah bertabur cahaya,
        Sandhy Sandoro prestasi 2017, White Nights Of St. Petersburg-Rusia.

Selasa, 01 Agustus 2017

PAK OGAH AKAN MENJADI PENGATUR LALU LINTAS SEBAGAIMANA DALAM FILM SI UNYIL

NusanTaRa.Com



Suatu ide yang Unik dan Luar biasa jika ini benar-benar terealisasi,  Rencana Polda Metro Jaya akan merekrut “ PAK OGAH “ untuk diberdayakan sebagai  pengatur lalu lintas jalan raya di Jakarta, yang tentunya diharapkan akan membantu kelancaran lalu lintas dan diharapkan dapat mengurangkan  kemacetan jalan raya.    Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana merekrut  “  Pak Ogah  “  untuk mengatur lalu lintas Jakarta,  kurangnya personel menjadi salah satu alasan polisi merekrut  " Pak Ogah " sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas). 
 

PAK  OGAH sebuah istilah yang  disematkan pada seseorang  yang berkarakter sebagai Gembel/pemalas yang banyak berkeliaran dijalan atau gang yang suka meminta-minta uang pada orang yang ditemuinya,  istilah ini berawal dari sebuah pigur dalam Film boneka produksi  PPFN berjudul “  Si Unyil  “ yang diputar di TVRI awal tahun 1980 an,  berkepala plontos  sering nongkrong di Pos Ronda sebagai teman Si Unyil dan berkarakter sebagaimana di atas.   Pak Ogah yang rencananya  direkrut Polda Metro Jaya dalam membantu mengatur lalu lintas adalah mereka yang banyak ditemukan di jalan-jalan dan area Parkir  di Jakarta sebagai pengemis  yang dalam waktu tertentu  memberikan jasa  dalam mengatur kelancaran Lalu lintas di perempatan, area Parkir dan jalan lainnya yang kemudian meminta  imbalan/mengemis pada pengguna jasa tersebut. 
   

Gubernur DKI  Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut keberadaan “  Pak Ogah  “  ikut membantu mengurai kemacetan di Jakarta sehingga  wacana Polda Metro Jaya akan merekrut 'Pak Ogah' sebagai tenaga sukarela untuk mengatur lalu lintas perlu dikaji.   "  Sepanjang kita masih macet seperti ini, keberadaan “  Pak Ogah  “ itu membantu karena keterbatasan tenaga kepolisian dan Dinas Perhubungan  ",  Ujar SiDin Djarot di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2017).  Djarot mengaku belum menerima informasi dari pihak kepolisian soal perekrutan,  jumlah pekerja, fungsinya serta  berapa biaya yang akan dipatok bila program ini berjalan dan dari mana. 

Wacana merekrut warga sukarela untuk mengatur lalu lintas seperti  “  Pak Ogah  “  digulirkan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya  adalah gagasan dari Halim Panggara Dirlantas Polda Metro Jaya yang baru menjabat beberapa bulan,   "  Karena sedang pembangunan infrastruktur kami perbanyak personel, terutama di Kuningan, nanti menggunakan sukarelawan pengatur lalu lintas, itu program yang akan dibicarakan, nanti dia akan pakai seragam yang ngatur  ",  Ujar  Halim Pragarra.  Upaya ini tentunya selain mendukung kelancaran lalin jalan juga meningkatkan kwalitas  “  Pak Ogah  “ tersebut. 

Menanggapi perkembangan ini Kepala Dinas Perhubungan DKI  Andri Yansyah, "  Terus terang saja, kalau menurut saya pribadi ya ada kekhawatiran kalau yang namanya Pak Ogah diresmikan, karena kan terkait masalah mental dan pendidikan.  Dia merasa dirinya tuh diijinkan akhirnya jadi penguasa  "25/7/2017 dan ia menambahkan bahwa  Pak Ogah melakukannya  selama ini untuk mencari uang sehingga bila diresmikan maka  ini bisa membuatnya semakin Ngelunjak.  

Kadis DisHub DKI Andri Yansyah

Rencana pengangkatan “ Pak Ogah  “ sebagai pengatur  lalu lintas di Jakarta menuai beragam tanggapan dari sejumlah Pak Ogah yang berada di wilayah  Jakarta.  "  Mau soalnya belum ada kerjaan  “, Ujar SiDin Akrom (21) pertigaan di Jalan Sunter Jaya V, Tanjung Priok dan “  Wah Pasti saya mau dong inikan memberikan sedikit jaminan pendapatan  “, Ujar SiDin Dadang (22) di putaran Jln. Yos Sudarso.   Perekrutan Renger baru dalam gugus pengatur lalu lintas ini tentunya tidak dapat dilakukan semudah itu saja karena hal ini menyangkut banyak kaedah baik sisi positip dalam kelancaran lalu lintas maupun sisi negatipnya tentang kwalitas dan ikutan lain dari kebijakan ini setidak demikian kata Pengamat Legendari  SomPu Maestro bidang sosial. 

Sebelumnya ada anggapan yang mengatakan bahwa Perekrutan “ Pak Ogah “ melanggar aturan, sebagaimana yang diatur dalamm Pasal 7 ayat (1) Peraturan daerah Provinsi  Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum, dalam pasal tersebut  disebutkan setiap orang atau sekelompok orang yang tidak memiliki kewenangan dilarang melakukan pengaturan lalu lintas pada persimpangan jalan, tikungan atau putaran jalan dengan maksud mendapatkan imbalan jasa.  Namun Pak Halim Panggara mengatakan,  anggota Supeltas baru melanggar aturan jika meminta uang dengan cara paksa, keberadaan Supeltas hanya bersifat membantu kelancaran lalu lintas sehiingga tidak perlu khawatir dan ia menambahkan   "  Tanggung jawabnya hanya mengatur, tidak ada yang lebih dari pada itu. Latar belakangnya karena dia sudah mengatur, kami berdayakan jika dia ingin ikut berpartisipasi  ", dikutip NusanTaRa.Com,  Jakarta- Kamis (27/7/2017). 

Terkait dana dalam pemberdayaan “ Pak Ogah “  dapat dilibatkan beberapa  perusahaan yang ada di ibukota untuk turut bersama melalui dana CSR (Coorporate Social Resvonsibility), karena perbaikan ini juga nantinya setidaknya sedikit banyaknya akan berdampak bagi kelancaran perusahan tersebut.   Disamping hal tersebut banyak kalangan yang meragukan dan mempertanyakan dalam pelaksanaan tugas “ Pak Ogah “ akan dapat melaksanakan dengan disiplin, sehingga menurut mereka masih sangat dibutuhkan “  Pengawas  “ yang dapat mengontrol  dalam kegiatan tersebut dan mempertanyakan siapa yang akan menjadi Pengawas dalam tugas “ Pak Ogah “.

byDannYAsmoro,29/7/2017.
Nyil Unyil Unyil Unyil jadi polisi lalin,
Pak OgaH di Jakarta akan menghiasi pengaturan jalan.

Jumat, 28 Juli 2017

MASJID AL - AQSHA DIBEBASKAN ISRAEL, SEBELUM MUJAHIT INDONESIA TERJUN KE SANA

NusanTaRa.Com
byMuhammaDBakkaranG


     Warga muslim Palestina dipastikan dapat kembali beribadah di Masjid Al-Aqsha yang berada disalah satu kawasan kota tua Jerusalem Kamis (27/7/2017), untuk pertama kalinya setelah   hampir dua minggu  ditutup militer Israel  bagi umat muslim Palestina untuk melaksanakan ibadah di sana.   Pembebasan kawasan tersebut tentulah tak lepas dari  Jihat waga Palestina selama konflik tersebut yang tak henti-hentinya dan tekanan politik dari Negara-negara di dunia utamanya dari  Negara Islam. Allahu Akbar. 
      Penutupan Masjid Al-Aqsha secara resmi oleh militer Israel bermula  Jumat 15 Juli 2017  setelah sehari sebelumnya Kamis 14 Juli 2017 terjadi tragedi penembakan  tiga pemuda arab yang mengakibatkan meninggalnya 2 orang polisi Israel  kemudian  Mujahit tersebut ditembak mati  juga dipekarangan masdjid Al-Aqsha seketika itu juga.   Kejadian tersebut memicu kemarahan  ummat Islam di sana dan memuncak ketika dalam  protes itu Mufti Agung Masjid setempat  Muhammad Ahmad Hussein ditangkap pihak polisi Israel  karena dianggap menghasut dan mempertanyakan alasan penutupan tempat ibadah umat Islam yang saat itu akan  beribadah sholat Jum’at. 


     Pembukaan kembali kawasan masjid Al-Aqsha untuk warga Palestina setelah Israel menyingkirkan semua detektot metal, pagar besi dan Kamera pengawasan disemua pintu masuk ke dalam Masjid.  “  Otoritas agama Islam di Jerusalem mengimbau warga Palestina untuk masuk ke Masjid Al-Aqsha untuk sholat setelah siang hari  ”,  Ujar SiDin Pejabat Waqf, otoritas Islam yang mengelola masjid Kamis (27/7/2017),  demikian juga kata Mufti Yerusalem  Muhammad Hussein,  Dia mengumumkan boikot warga muslim terhadap Kuil Bukit telah berakhir karena Israel sudah mencabut semua alat pengaman di kompleks Masjid Al-Aqsha dan  “  Semua sudah kembali seperti sedia kala, jadi kami akan sholat di Al-Aqsha ”.

     Pasca penutupan kawasan kota tua Jerusalam,  aksi pihak Israel tersebut mendapat kecaman dan demonstrasi dari dunia internasional terutama dari dunia Islam yang menuntut pembukaan kembali kawasan Bukit Kuil dan Haram al Sharif  bagi kegiatan umat Islami.   Kecaman keras akan aksi penutupan pihak Israel atas Al-Aqsha datang dari beberapa Negara seperti Turki, Malaysia,  Indonesia, Mesir dan Negara islam lain yang menuntut agar Israel segera membuka kawasan Islam tersebut untuk warga palestina agar mereka dapat beribadah kembali di sana.  Menteri Luar negeri Indonesia bahkan telah menuntut agar PBB segera mengagendakan persoalan tersebut untuk diusahakan agar dibuka  segera.


      Di Indonesia diketahui beberapa Ormas Islam mengutuk tragedi tersebut dan menuntut pemerintah untuk mengambil tindakan nyata dalam pembebasan Kiblat ke pertama Ummat Islam bahkan beberapa relawan jihat islam telah disiapkan untuk terjun  langsung ke Palestina seperti dari FPI, MMI dan Komando KOKAM (Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah).   “  Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) siap kapan saja diminta oleh Negara/Pemerintah Republik Indonesia untuk terlibat dalam upaya kemanusiaan di Palestina atau dimana saja yang membutuhkan bantuan kemanusian  ”,  Ujar SiDin Dahnil Anzar Simanjuntak ketum PP Pemuda Muhammadiyah dikutip NusanTaRa.Com. 

     Selama Rentan waktu penutupan Kawasan Masjid Al-Aqsha Indonesia sempat menjadi perhatian dunia karena secara tak terduga Pihak Israel membuat pernyataan yang akan menyerang Indonesia.  Negara Israel akan menyerang Indonesia sama dengan saat mereka menyerang Palestina pernyataan ini diungkapkan Presiden Israel  Reuven Rivlin  di Yerusalem 7/25/2017, hal itu dipicu dari banyaknya situs-situs mereka dibombardir  para peretas yang mayoritas dari Indonesia, mereka menuntut agar orang-orang Indonesia  tidak mencampuri urusannya, dan para hacker Tanah Air tidak menyerang website-wwbsite di negara mereka.

     “  Polisi mengembalikan kondisi keamanan seperti sebelum terjadi serangan di Haram al-Sharif pada 14 Juli 2017  ”,  Ujar SiDin Luba Samiri jubir kepolisian Israel.    Kawasan Jerusalem Timur diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967 dan Israel berulang kali menegaskan akan menjaga status quo kawasan rumit ini yang telah diterapkan selama 50 tahun.  Palestina menganggap kawasan itu milik mereka dan  menetapkan Jerusalem Timur sebagai ibukota Negara masa depan.  Sejarah mencatat kawasan rumit ini pernah dibebaskan dari kaum Israel – Tahun 638 M  Khalifah Umar bin Khattab membebaskan bumi ini dari kuasa kaum Salibis, - Shalahuddin Al-Ayyubi dari negeri  Kurdi Iraq berhasil membebaskannya tahun 27 Rajjab 573 H/2 Oktober 1187 yang terkenal  dengan sumpahnya   “  Tidak akan tersenyum untuk Selama hidupnya sebelum membebaskan Masdjid Al-Aqsha dan kawasan sekitarnya dari penjajahan Salibis  “, dan - tahun 1876-1911 Sultan Abdul Hamid II dari kekhalipahan Turki Utsmani mempertahankan masdjid Al-Aqsha dengan gigih sebagai waqaf ummat Islam dan tidak memberikan sejengkal tanah Al-Aqsha  pada musuh.

Pemuda Palestina berjuang meski hanya Batu,
Masjid Al-Aqsha kembali ke Islam meski dengan Batu.


SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...