Minggu, 12 Maret 2017

RAJA SALAMAN BIN ABDULAZIZ DATANG DENGAN ROMBONGAN DAN BANTUAN TERBESAR

NusanTaRa.Com


Salah satu kegiatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud dalam kunjungannya ke Indonesia adalah menanam Pohon Ulin di Tengah Taman Belakang Istana Merdeka Jakarta (Kamis,  2/3/2017),  penanaman tersebut beliau ditemani Presiden Jokowi  yang pada kesempatan tersebut menangkupkan kedua tangannya pada Raja Salman bin Abdulaziz sebagai  tanda rasa terima kasih yang mendalaman.   Penanaman Pohon Ulin juga sebagai simbol persahabatan yang terjalin selama ini berjalan dengan baik dan sangat bersahabat antara kedua Negara.

Dari Halim perdana Kusuma  Rombongan menuju  Istana Bogor,   Raja Salman disambut dengan upacara kenegaraan diiringi pasukan berkuda, pasukan nusantara, dan Paspampres,   agenda kedua upacara penerimaan di Gedung Bagungan Induk Istana Bogor oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi),  selanjutnya Presiden Jokowi mengajak Raja Salman berkeliling Istana Bogor menggunakan mobil golf.    Agenda berikutnya yakni penanaman pohon dan sesi foto oleh Raja Salman dan 16 putra mahkota di 'Al-Saud Garden' yang dibuat khusus di Kompleks Istana Bogor.

Agenda kelima yakni Raja Salman  ' Veranda Talk ' dengan Presiden Jokowi,   keenam  '  luncheon  ' dilanjutkan agenda ketujuh pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi.   Agenda kedelapan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman  " Memorandum of Undertanding  " (MoU) di Ruang Teratai.    Terakhir penganugerahan Bintang Kehormatan kepada Raja Salman dan   Raja Salman beserta rombongan akan menuju Hotel Raffles di Jakarta Selatan untuk makan malam.


Sejak ketibaan Raja Salman di  Halim Perdanakusuma Jakarta Rabu, 1 maret 2017 dengan pesawat Boeing 747 Saudi Arabia  disambut langsung Presiden, beliau akan disibukkan dengan berbagai kegiatan yang telah di Agendakan sebelumnya.    Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi Duta besar Arab Saudi untuk  Indonesia mengatakan Pengamanan dan sambutan pemerintah Indonesia terhadap  Raja Salman bin Abdulaziz cukup baik.    "  Saya barusan menelepon rombongan dan Pak Dubes Saudi juga, Alhamdulillah terima kasih kepada Pemerintah karena sampai hari ini penjemputan tim advance itu kesannya sangat baik kepada mereka positif sekali. Mereka tidak merasa satu pun dipersulit  ",  Ujar SiDin Fahri di Kompleks Parlemen,  Jakarta, Rabu (1/3).

Dalam sambutan  Presiden Joko Widodo  pada  pertemuan bilateral dengan Raja  Salman bin Abdulaziz Al Saud di Istana Bogor,  Jokowi mengatakan, Arab Saudi adalah salah satu negara yang mengakui Indonesia merdeka.   "  Kita tidak pernah lupa bahwa Arab Saudi merupakan satu dari tujuh negara Arab pertama yang memberi pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947  ",  Ujar SiDin  Jokowi.   Jokowi juga mengatakan, Indonesia adalah negara berpenduduk muslim paling besar di dunia sehingga  Indonesia dan Arab Saudi selayaknya memiliki ikatan khusus baik dalam konteks Bilateral maupun Internasional yang dipersatukan oleh Islam, ppersaudaraan dan saling menguntungkan.

Dalam sambutan balasan Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, ia berharap kunjungan  ke Indonesia dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan hubungan bilateral   Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang.   "  Seraya berdoa kepada Allah SWT semoga kunjungan ini dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara kita di berbagai bidang dan dapat mencapai berbagai keinginan dan harapan kedua bangsa kita yang bersahabat  ",  Ujar SiDin Raja Salman.


Penandatanganan nota kesepahaman  pertama perihal peningkatan pimpinan sidang komisi bersama, ditanda tangani Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi.    Kedua,  kesepakatan Arab Saudi mendanai proyek pembangunan antara Saudi Fund For Development dan pemerintah Republik Indonesia dilakoni Sri Mulyani dan Wakil Direktur Saudi Fund For Development,    Kerjasama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan dan informasi Kerajaan Arab Saudi,   Kemudian penandatanganan nota kesepahaman Program kerjasama dibidang Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah oleh masing-masing menteri.

Dalam kesempatan ini juga Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia, menandatangani  nota kesepahaman bidang kesehatan,  Penandatanganan nota kesepahaman  bidang  otoritas aero nautica dilakoni Menteri perhbungan kedua belah pihak, dalam bidang Riset, Teknologi dan Pendidikan Tiinggi  yaitu di bidang kerjasama scientific dan pendidikan tinggi,   Bidang Urusan Islam  dilakoni Menteri yang membidangi  Agama  masing-masing Negara,  Si Koboi  Susi Pudjiastuti  menandatangani nota kesepahaman  kerjasama di bidang Kelautan dan Perikanan,  Dibidang perdagangan dilakukan oleh masih-masing  kementerian kedua belah pihak   dan  Indonesia dan Arab Saudi berkomitmen  memberantas  kejahatan melalui kerjasama kepolisian.

Secara keseluruhan, diharapkan investasi yang bisa masuk dari Arab Saudi mencapai USD 25 miliar atau sekitar Rp 332,5 triliun diantaranya USD 6 miliar (Rp 79,8 triliun) dilakukan Perusahaan minyak Arab Saudi “ Aramco “ bekerjasama dengan Pertamina dalam pengembangan kilang minyak Cilacap,  ini tentunya jauh melebihi investasi yang sudah ditanam Republik China  di Indonesia selama ini.  

Kedatangan Raja Salman bin Abdullah al saud (81 tahun) merupakan  berita kunjungan terheboh di tahun 2016 dan awl 2017 dan sempat menjadi viral di berbagai medsos tanah air.   Mereka hadir dengan Jumlah kekuatan mencapai 1.500 orang, diantaranya 10 menteri dan 19 pangeran selama 1 – 9 maret 2017.  Jubir Kemenlu Armanatha Nassir (Tata) berujar,  “  Delegasi resmi yang akan berkunjung ke Indonesia adalah 112 orang di mana terdiri 19 pangeran dan sekitar tujuh orang menteri. Jumlah tersebut juga sudah termasuk delegasi pendukung serta pendamping dan staf yang dibawa oleh para pangeran  ".  Selain itu 300 kendaraan mewah turut  terparkir di lapangan parkir Gelora Bung Karno untuk digunakan para delegasi Arab Saudi.  Rombongan akan mengikuti agenda kenegaraan hingga 4 maret, sisanya hingga 9 maret 2017 rombongan akan berlibur di Pulau Bali setelah itu rombongan akan terbang melawat Timor Leste, China, Jepang, Maladewa dan Yordania. 

Kunjungan Salman bin Abdulaziz al-Saud merupakan balasan atas Presiden Jokowi ketika ke Arab Saudi September 2015, saat itu Jokowi dianugerahi Penghargaan Star of the Order of King Abulaziz al-Saud Medalz di Istana al-Salam Diwan Malaki,  medali ini merupakan Order of Merit tertinggi bagi pemimpin negara sahabat,  Perdana Menteri Cameron dan Shinzo Abe juga menerima penghargaan ini.    "  Medali itu artinya sebuah penghormatan dan sekaligus persahabatan bagi seorang kepala negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia  ",  Ujar SiDin Pramono Anung (Setkab, Sabtu 12/9/2015).
byFarhaDTukirmaN 
Raja Arab Saudi di Tanah Mekkah,
Kunjungan Raja Salman mengokoh uhkuwah  Islamiah.

Rabu, 08 Maret 2017

MENYIMAK KEBERADAAN 10 MESJID TERTUA DI INDONESIA

NusanTaRa.Com     


Mesjid merupakan suatu rumah ibadah bagi ummat Islam tempat melaksanakan Sholat, Pengajian, Zikir, Sekolah, Ceramah, Itikap, Shalawat dan berbagai ibadah lainnya, Indonesia dengan ummat Islam terbesar tentulah memiliki banyak mesjid yang dibangun sejak kedatangan Islam yang di bawakan para saudagar dan Muballik dari tanah Arab.  Membangun mesjid tentulah satu tntunan wajib bagi ummat Islam karena dianjurkan berjemaah serta keberadaan ummat Islam yang cukup banyak di suatu wilayah selain sebagai sarana ibadah tentu juga untuk Ukhkuwah Islamiah.

Bangunan Mesjid umumnya berbentuk sebagaimana mesjid di zaman Nabi Muhammad sebagai pembawa Risalah Islam, memiliki bangunan utama tempat Jemaah sholat, Ruang Iman, memiliki Kubah entah bundar atau persegi dengan lambang bulan bintang diatasnya, Menara mesjid yang tinggi, Mimbar tempat berkhutbah, Tempat wudu dsbgnya.   Berdirinya Mesjid di Indonesia berawal sejak masuknya Islam di Nusantara yaitu sejak Kerajaan Islam Samudera Pasai berdiri di Lhokseumawe Aceh Utara oleh Sultan Malik Al-Saleh tahun 1267 M,  keberadaan mesjid tersebut tidak semuanya berdiri hingga kini di bawah ini ada 10 mesjid dahulu yang bertahan hingga kini sebagai mesjid tertua di Indonesia. 

1. Masjid Saka Tunggal (1288 M)

Masjid Saka Tunggal



















Mesjid Saka Tunggal terletak di Desa Cikakak Kec. Wangon di bangun tahun 1288 M pada saat zaman kerajaan Singosari berdiri atau 6 tahun lebih awal dari berdirinya kerajaan Majapahit sebagaimana terpahat di pilar utama masjid.   Proses pembangunan masjid kuno ini tertulis dalam buku karangan Kyai Mustolih sebagai pendiri masjid.

Kekhasan jemaah masjid ini setiap tanggal 27 Rajab mengadakan ziarah masjid dan membersihkan makam Kyai Jaro Mustolih.   Di sebuut Saka Tunggal karena di masjid ini hanya memiliki satu tiang yaitu ditengah sebagai simbol bahwa ALLAH itu satu dan  umumnya jemaaah ini mengikuti keyakinan Islam Aboge.   Masjid ini terletak sekitar 30 km dari Purwokerto. 

2.  Masjid Wapauwe (1414 M)

 

















Secara keseluruhan Masjid ini masih tampak sebagaimana dulu kubah, atap daan dinding setengah permanen tapi tetap terawat dengan baik, masjid  " WAWANE " di Maluku yang dibangun tahun 1414 M di masa lampau dijadikan pusat penyebaran Islam di Maluku dan sokitarnya.   Mulanya masjid ini bernama Masjid Wawane karena dibangun dilereng gunung Wawane by Pernada Jamilu seorang yang masih keturunan Sultanan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara).

Kedatangan Pernada Jamilu ke tanah Hitu sekitar tahun 1400 M untuk mengembangkan ajaran Islam pada lima negeri di sekitar pegunungan Wawane yaitu Assen, wawane, Atetu, Tehala dan Nukuhaly, namun sebelumnya telah dirintis oleh seorang mubalik dari Negeri Arab, kemudian nama masjid ini dirubah namanya menjadi  " WAPAUWE ".  

Masjid Wapuwe hanya berukuran 10 x 10 meter, sedang bangunan tambahan yang merupakan serambi berukuran  6,35 x  4,75 meter.   Tipologi bangunannya berbentuk empaat bujur sangkar berukuran.  Bangunan asli pada saat pendiriaannya tidak mempunyai serambi.   Konstruksi bangunan induk dirancang tanpa memakai paku atau pask kayu pada setiap sambungan kayu.

3.  Masjid Ampel  (1421 M).

 

















Masjid Ampel termasuk sebuah masjid kuno yang berada dibagian utara kota Surabaya Jawa Timur.  Masjid ini didirikan seorang pemuka dan penyebar agama Islam di Surabaya kala itu  " SUNAN AMPEL " yang makamnay terdapat di samping Masjid tersebut berupa sebuah kompleks makam Sunan Ampel.  

Hingga kini besaran Sunan Ampel masih terkenal se Nusantara sehingga banyak ummat Islam yang datang untuk menjenguknya.   Banyak pengunjung tersebut membuat Masjid Sunan Ampel dan Kompleeks makam Sunan Ampel menjadi salah satu tujuan objek wisata Religi di Surabaya.  Masjid ini dikelilingi bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab.  Di samping kiri halaman bangunan masjid Ampel  terdapat sebuah sumur yang diyakini sebuah sumur yang dapat membawa tuah maka ketika pulang banyak pengunjung yang menjadikannya sebagai oleh - oleh. 

4.  Masjid Agung Demak (1474 M)  

 
















Masjid Agung Demak termasuk satu masjid tertua di Indonesia dan termasuk masjid yang terpenting dalam penyebaran agama Islam Wali Songo sebagai mana masjid Sunan Ampel.   Masjid ini terletak di Desa Kauman, Demak , Jawa Tengah,  dulunya dipercaya sebagai pusat berkumpul dan tempat penyebaran Islam para Wali Songo, bahkaan para wali bermusyawarah di masjid Demak untuk membahas penyebaran Agama Islam di Indonesia.  

Masjid ini didirikan Raden Patah raja pertama dari kesultanan Demak Bintoro pada abad ke 15 M, Bangunan berbentuk bangunan Induk dan Serambi.   Bangunan Induk memiliki empat tiamh utama yang disebut Saka Guru,  tiang ini konon dari sepihan - serpihan kayu sehingga disebut Saka Tatal, bangunan serambi merupakan bangunan terbuka,  Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.   

Konon ketika sunan Kali Jaga kesulitan memperoleh Kayu Jati, akhirnya mengumpulkan tatal-tatal dan diikat menjadi sebuah tiang yang hingga kini masih dilestarikan.   Di dalam kompleks lokasi masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam  rojo - rojo kesultanan Demak dan para abdinya.  Di sana juga terdapat sebuah museum yang berisi berbagai hal mengenai berdirinya masjid Agung Demak.  

5.  Masjid Sultan Suriansyah  (1526 M)  

 
















Untuk kepentingan penyebaran Islam di Kalimantan Selatan  maka pada tahun 1526 M di bangun masjid Sultan Suriansyah oleh raja Banjar pertama.  Masjid ini terletak di utara kecamata Kesehatan, Banjarmasin Utara, Banjarmasin daerah yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan ibukota Kesultanan Banjar untuk pertama kalinya.   

Arsitektur bangunan masjid bergaya tradisionil Banjar dengan atap bangunan bersusun tumpang tindih.   Gaya masjid tradisionil di Banjar mihrabnya memiliki atap sendiri terpisah dari bangunan utama.   Masjid ini dibangun tepat di sisi sungai Kecamatan Kesehatan.  Hingga kini masjid Suriansya masih terawat dengan baik dan semakin banyak pengunjungnya. 

6.  Masjid Menara Kudus  (1549 M)      

 

















Sunan Kudus ( salah satu dari Wali Songo) pada tahun 1549 M atu 956 Hijriah  membanguna sebuah masjid yang hingga kini disebut Masjid Menara Kudus di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus Jawa Tengah.  Konon bangunan ini menggunakan batu khusus yang didatangkan dari Baitul Maqdis Palestina sebagai batu peletakan pertamanya.   

Sebagaimana terlihat dalam kalender yang memuatnya bangunannya terlihat Unik  dengan menara seperti Candi dan arsitekturnyapun merupakan perpaduan budaya Islam dan Hindu karena waktu itu masih banyak ummat Hindu.   Hingga kinii masjid ini masih berdiri megah dengan pengunjung yang sangat ramai.  

7.  Masjid Agung Banten (1552 M)  

 
















Meski terbilang masjid tertua saat ini, tapi masjid ini masih banyak dikunjungi para penjiarah bukan saja yang datang dari Banten dan Jawa Barat, tetapi juga dari berbagai daerah di P Jawa dan dari Luar P Jawa, yaitu masjid Agung Banten. 

Masjid Agung Banten terletak di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang,  Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) Sultan pertama Kasultanan Demak  seorang putra pertama Sunan Gunung Jati. 

Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk limas   mirip pagoda China sebagai sebuah  karya dari arsitektur China yang bernama Tjek Nan Tjut.   Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.    Di masjid ini juga terdapat komplek makam sultan-sultan Banten serta keluarganya,  makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya. 

Menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid juga dimiliki Masjid Agung Banten. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter.  

8.  Masjid Mantingan  (1559 M)

















Salah satu masjid tertua di Pesisir pantai utara P Jawa adalah Masjid Mantingan Kecamatan Tahunan, Kab. Jepara  Jawa Tengah.   Masjid ini dibangun Kesultanan Demak tahun 1559 M Sebagai sarana pendekatan masyarakat Demak dengan Raja dan Allah, Pembinaan ummat Islam dan sarana penyebaran Agama Islam. 

Model bangunan terlihat masih kental dengan arsitektur China seperti ubin-ubin lantai tinggi dengan kereta  api-undakannya menggunakan bahan yang di datangkan dari Makao.  Dinding dalam dan luar dihiasi piring tembikar bergambar biru, sedangkan dinding tempat imam berhiaskan relief persegi bergambarkn Margasatwa dan penari-penari diukir dibatu-batu kuning tua. 

Pengawasan pekerjaan konstruksi ini dilaksanakaan tidak lain oleh  Babah Liem Mo Han.  Di dalam kompleks masjid terdapat makam sultan Hadlirin  suami dari Ratu Kanjeng Kali Nya'mat dan adik ipar Sultan Tranggono  penguasa terakhir Demak.  Selain itu terdapat juga makam Waliullah Mbah Abdul Jalil yang disebut juga sebagai  Syehk Siti Jenar.   

9.  Masjid Al-Hilal Katangka  (1603  M)
















Masjid ini dibangun tahun 1603 M pada masa pemerintahan Raja Gowwa-24, Aku Manga'ragi Daeng-Manrabbia Karaeng Lakiung, Sultan Alaudin.   Kemudian pada tahun 1605 M mesjid ini benar-benar di rubah dan diberi nama Masjid Katangka Gowa.

Masjid berukuran 14 x  14,5 meter, tinggi bangunan  11,9 meter dan 90 Centi meter tebal dindingnya sehingga dua orang bisa shoolat di atas dinding jendolanya, bahan baku dari batu bata dengan atap ubin lantai porselin.  Lokasi daerah Kobang, Katangka Gowa.  Perbatasan Kodya Makassar dan Kabupaten Gowa.

10.  Masjid Tua Palopo  (1604 M)

 













Sultan Abdullah Matinroe seorang Raja Luwu merupakan pendiri masjid pertama di Palopo pada tahun 1604 M, Memiliki luas 15 meter persegi diberi nama " Orang Tua " karena usianya yang sudah tua.   Sedangkan nama Palopo diambil dari kata dalam bahasa Bugis dan Luwu yang memiliki dua arti,  Pertama, Penganan  yang terbuat dari campuran beras ketan dan air gula,   Kedua, memasukkan pasak dalam lubang tiang bangunan, kedua makna ini memiliki hubungan dengan proses pembangunan Masjid  tua Palopo sebagai Pusat keIslaman Kesultanan Luwu ketika itu

byMuhammaDBakkaranG




Azan berkumandang pemanggil sholat,
Masjid rumah Allah tempat orang Islam berdoa dan sholat.

Jumat, 03 Maret 2017

LAKSAMANA CHENG HO PENJELAJAH MUSLIM DARI TIONGKOK


NusanTaRa.Com    


Tahun 1421 M artinya sekitar 71 tahun Sebelum Christoper Columbus sang pengelana laut menemukan benua Amerika,  Laksamana Cheng Ho telah memimpin sebuah armada besar dalam  pengembaraan pelayaran ke berbagai penjuru dunia.  Menggunakan kapal sepanjang 160 Meter ia memimpin kurang lebih 208 kapal berukuran besar, menengah, dan kecil disertai kurang lebih 27.800 awak kapal.   Dalam pelayaran tersebut mengarungi samaudera selama 28 tahun (1405-1433 M) ia  dibantu 3 panglima: Hong Bao, Zhou Man, dan Zhou Wen. 


Laksamana Cheng Ho berasal dari bangsa Hui, salah satu bangsa minoritas Tionghoa. Cheng Ho lahir pada tahun 1371, dengan nama Ma He. Ia adalah putra kedua dari Ma Hazhi dan Wen. Ia memiliki seorang saudara laki-laki dan empat perempuan. Keluarganya berasal dari Kunyang (saat ini Jinning), selatan Kunming atau barat daya Danau Dian di provinsi Yunnan.      Cheng Ho masih keturunan bangsawan Persia. Ia adalah cicit dari Sayyid Ajjal Syams al-Din Umar, seorang berkebangsaan Persia yang memiliki posisi strategis di Kekaisaran Mongol. Sayyid Ajjal ditunjuk menjadi Gubernur Provinsi Yunnan pada masa pemerintahan Dinasti Yuan. Sejak kecil, Cheng Ho sudah fasih berbahasa Cina dan Arab yang ia  pelajari  dari  ayah dan kakeknya  demikian juga dengan pengetahuan mengenai  geografi dunia  yang kemudian sangat mendukung perannya dalam pelayaran. 

Pada 1381, ayahnya wafat karena hukuman eksekusi menyusul kekalahan Yuan Utara oleh pasukan Dinasti Ming yang dikirim ke Yunnan untuk membendung pemberontakan orang-orang Mongol yang dipimpin oleh Basalawarmi.  Saat itu, Cheng Ho memasuki usia 11 tahun  pun ditangkap dan dijadikan kasim di istana kaisar   menjadi pelayan khusus Pangeran Zhu Di, anak keempat kaisar.    Pergaulannya dengan pangeran membuat Cheng Ho menjadi pemuda yang tangguh  yang mahir berdiplomasi serta menguasai seni berperang  sehingga ia kemudian diangkat menjadi pegawai khusus pangeran.   Cheng Ho diberi nama “San Bao” yang berarti tiga permata,   posisinya pun makin kuat ketika Zhu Di diangkat menjadi kaisar pada 1402,    menjadikannya abdi istana pertama yang memiliki posisi tinggi dalam militer Cina.  Cheng Ho dengan postur  tubuh tinggi, besar dan berwibawa memiliki karakter militer sejati serta  prestasi militer yang cukup membanggakan sehingga ia dengan mudah meraih gelar laksamana,  sehingga ia di daulat menjadi laksamana dan memimpin ekspedisi dunia. 

Laksamana Cheng Ho melaksanakan ekspedisi laut tujuh kali yang disponsori  Kerajaan Dinasti Ming menggunakan kapal  “  KAPAL PUSAKA “  berukuran 138 m dan 56 m  dengan kompas magnetic tanpa besi  dan  sebagai kapal yang terbesar di abad ke-15 , kapal ini kemudian menjadi kapal  inspirasi bagi petualang Spanyol, Portugal dan pelayaran modern masa kini.    Sebelum memulai ekspedisi pertamanya,   terlebih dahulu ia dan beberapa anggotanya menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Ia memimpin ekspedisi ke wilayah yang saat itu dikenal dengan nama Lautan Barat.


Ekspedisi pertama  Cheng Ho tahun 1405-1407 M, dengan armada  berjumlah 62 kapal, yang terdiri dari kapal induk utama, kapal transport prajurit, kapal perang Fuchuan, kapal patroli, dan kapal pengangkut air bersih untuk keperluan armada,  dengan tujuan ekspedisi  adalah Calicut yang dikenal sebagai pusat dagang terbesar di Pesisir Barat Daya India.    Ekspedisi kedua tahun 1407 M, tujuan India disinyalir Cheng Ho tidak ikut serta karena harus mengawasi perbaikan dan restorasi sebuah kuil.  Ekspedisi ketiga tahun 1409 M - 1411 M  mengikuti rute pertama untuk mendirikan gudang dan benteng sebagai fasilitas perdagangan,  Saat itu  armada mereka diserang  Raja Ceylon (Sri Lanka),  akan tetapi, Cheng Ho mampu mengalahkannya dan menangkap rajanya yang kemudian dibawa ke Nanjing.
  
Cheng Ho kembali ditugaskan melakukan ekspedisi keempat tahun 1413 - 1415 M,   menuju Hormuz di Teluk Persia  dengan kota yang sangat masyhur dengan kekayaannya dan komoditas dagangnya  berupa permata dan batu-batu mulia yang sangat disukai  Kaisar Cina.   Tahun 1417 M armada Cheng Ho kembali mengunjungi Teluk Persia dan Pesisir Timur Afrika dengan misi  mengantarkan pulang para duta besar dari berbagai negara yang telah melakukan kunjungan ke Nanjing.


Pelayaran selanjutnya tahun 1421 M dalam ekspedisi keenam,  mengunjungi Asia Tenggara (Indonesia), India, Teluk Persia, hingga Afrika.  Pada 1424 M Kaisar Yong Le wafat digantikan putranya Hong Xi,  pada masa ini ekspedisi dihentikan.  Ketika Kaisar Hong Xi meninggal dunia tahun 1426 M tahta selanjutnya digantikan putranya Xuan De.   Sifat dan gaya kepemimpinan Kaisar Xuan De lebih mirip ke kakeknya daripada ayahnya., membuat ekspedisi Laksamana Cheng Ho kembali angkat layar tahun 1430 M sebagai ekspedisi terakhirnya,  tujuannya menjalin kembali hubungan Cina dengan Kerajaan Malaka dan Siam (Thailand).
 
Dokumentasi perjalanan Cheng Ho telah banyak yang dimusnahkan untuk menutup akses dunia bagi Cina tapi ternyata  masih ada yang tercecer.   Peta perjalanan dan peta navigasi yang berisi arah pelayaran, jarak di lautan dan berbagai pelabuhan terangkum dalam 24 peta navigasi yang dibuat Cheng Ho mampu mengubah peta navigasi dunia abad 15, termasuk salah satu peta perjalanan armada Cheng Ho yang dibuat  sebelum Columbus memulai ekspedisinya, lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Cheng Ho. Bukti-bukti kuat tentang perjalanan Laksamana Cheng Ho ini mulai dibuka ke publik pada Januari 2006. Adalah Gavin Menzies, dalam bukunya 1421: the Year China Discovered America, yang mencoba mengemukakan teorinya bahwa penemu awal benua Amerika adalah Laksamana Cheng Ho. Bukan Christopher Columbus.


Selesai melaksanakan  ekspedisi ketujuhnya Laksamana Cheng Ho meninggal tepatnya tahun ke-10 Kaisar XUAN DE bertahta, beliau dimakmkan di pinggiran selaatan Bukit Niushou di Nanjing.  Sebuah kalimat berbahasa Arab terpahat diatas makamnya "  ALLAHU AKBAR  " setelah mengalami restorasi sesuai ajaran Islam pada tahun 1983 M dalam memperingati 580 tahun ekspedisi LAKSAMANA CHENG HO.
byKariTaLa  LA, RefrenSuaraMuhammadiyah.


Cheng Ho Laksamana Muslim dari China,
Kecerdasan dan Kepercayaan menjadikannya berjaya.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...