Senin, 07 September 2015

" SERAWAK RANGERS " LEGENDA PASUKAN BERANI ETNIS DAYAK IBAN


NusanTaRa.Com



SARAWAK RANGERS (1862 – 1963 ) SATU LEGENDA PASUKAN LOKAL NUSANTARA


Pemimpin British (Inggris) di Malaya Sir Gerald Templer pernah mengagungkan pasukan Sarawak Ranger sebagai Pasukan Terbaik dari  semua pasukan tentara yang pernah bertugas di wilayah persekutuan Tanah Melayu dan di dunia,  sehingga pasukan tersebut terkenal dengan sebutan “ The Sarawak Headhunter “.  Kehebatan Sarawak Ranger tersebut sempat mengagumkan Presiden Republik Indonesia  Soekarno dengan ucapan beliau  ” Tentara Iban itu datang  tidak diundang,  kedatangannya tidak terlihat dan tiba-tiba telah ada disekitar musuh, dan ketika pergi semua bala tentaraku hilang nyawanya dengan keadaan badan dan kepala yang terpisah,   mereka sungguh pantas dibanggakan  ”.   Sarawak Rangers pasukan tentara bayaran yang sangat  Gagah dan Melegenda  dengan kehandalan menjejaki musuh serta keberanian yang tiada  bandingnya dengan motto pasukan  “ Agik Idup Agik Ngelaban “,  sehingga Sarawak Rangers menjadi kebanggaan Bangsa Serawak dari dulu, kini dan selamanya

Sarawak Rangers (1862 – 1963) merupakan satu pasukan tentara bayaran yang dibentuk  Rajah Charles Brooke yaitu Rajah kedua Negara Sarawak pada Oktober 1862 dengan tugas mengawal kegiatan dan keamanan petugas Inggeris di Serawak dan Persekutuan Tanah Melayu.  Pada awal berdirinya pasukan tentara ini dianggotai anak-anak pribumi Sarawak dari Etnis Dayak Iban sebanyak 32 orang.   Mereka dipilih hasil dari kesepakatan  Rajah Charles Brooke dengan kepala suku setiap rumah etnik Dayak Iban yang mendukung  kepemimpinan keluarga Brooke di Negara Sarawak.   Pemilihan diambil berdasarkan perwakilan Jagoan dari setiap sub Enik Dayak Iban  dari kawasan masing-masing yang berani dan memiliki kemampuan berperang tinggi.     Jadi pasukan ini memiliki Jiwa perang yang tinggi ditambahkan dengan  pelatihan militer modern dari dunia Eropa maka kompliklah kemampuan pasukan ini.  

Saat itu pasukan Serawak Ranger oleh Rajah Charles Brooke telah dimanfaatkan untuk perang terhadap musuh dan penentang pemerintahannya dalam meluaskan Jajahannya dan kekuasaannya ditanah Serawak.   Sekitar tahun 1930an dunia menghadapi kemerosotan  ekonomi terparah  yang berdampak juga pada kemampuan financial bagi Kerajaan British/Ingeris di serawak dengan menurunnya kemampuan keuangan dalam mendukung semua kegiatan mereka, sehingga untuk mengurangi pembiayan pihak Inggeris pada 29 Februari 1932 membubarkan Serawak Rangers.    Pembubaran pasukan tersebut membuat beberapa anggotanya harus kembali kekampung halamannya dan banyak diantaranya di tarik mengabdi sebagai Polisi Negara Serawak untuk menjaga keamanan Serawak bumi Kenyalang tesebut.    

Ketika Perang dunia ke II meletus pihak Inggeris yang berkuasa dengan sendirinya akan mempersiapkan diri dalam pertempuran tersebut,  mengingat Inggeris tergabung dalam blok Sekutu bersama Amerika dalam menentang Infasi Jerman dan Sekutunya Jepang yang akan meluaskan kekuasaanya ke arah Asia Timur dan Asia tenggara termasuk Tanah Melayu dan Serawak.  Raja Charles Vyner Brooke dalam mengamankan kekuasaannya di Serawak membentuk kembali Serawak Rengers dengan memanggil kembali mantan pasukan terdahulu untuk membendung serangan Jepang yang akan masuk ke Serawak.   Keperkasaan Pasukan Serawak Rangers terlihat dalam pertempuran gigih mempertahankan  Kota Lutong, Miri dan Kuching pada Desember 1941,  Puncak pertempuran terjadi ketika harus mempertahankan pertahanan terakhir di Kuching,  kekuatan Jepang yang ternyata jauh lebih besar dan kuat membuat mereka harus berundur kekampung meninggalkan Kota Kuching direbut Jepang.


Sebagaimana Pepatah orang Melayu “  Biar putih tulang jangan putih mata “  biarpun mereka telah terpukul mundur oleh serangan Pasukan Jepang tapi  Serawak Rangers tak patah semangat untuk mempertahankan Bumi Serawak,  ketika sepasukan Tentara Komenwel yang dipimpin Mayor Tom Harisson dari Australia melaksanakan perang Gerilya di hutan-hutan serawak yang dikenal sebagai pasukan “ Z “ pasukan Serawak Rangers pun bergabung untuk mengusir pasukan Jepang disini tampak lagi keganasan dan heroisme mereka dalam menundukkan satu persatu tentara Jepang, hinggalah pasukan Jepang mengalah setelah Kota Hiroshima dan Nagasaki di Bom atom tahun 1945.

Ketika Tanah Semenanjung Malaysia menghadapi pemberontakan komunis tahun 1948 yang  dikenali sebagai zaman darurat komunis,  Jagoan-jagoan dari Etnis Dayak Iban ini menyumbangkan kepakaran tempur dalam membantu Kerajaan Malaysia melalui dukungan Kerajaan British Borneo Sarawak yang membiayai mereka.  Sebanyak 49 pasukan penjejak Etnis  Dayak Iban dihantar ke Semenanjung Malaysia membantu  pasukan komenwel memberantas pengganas komunis pada waktu itu.   Kepakaran dalam menjejaki musuh di dalam hutan yang tidak ada bandingnya membuat Serawak Rangers beranggotakan 49 orang yang seharusnya bertugas selama 3 bulan di Semenanjung Malaysia beberapa diantaranya rela melanjutkan tugasnya.    Dari 49 orang anggota 24 orang melanjutkan tugasnya yang kemudian bergabung bersama Gurkha dan Tentara Force 136, sejak saat itu Jagoan-jagoan Etnis Dayak Iban yang bertugas ke Semenanjung Malaysia silih berganti hingga tahun 1952 dengan jumlah pasukkan keseluruhannya mencapai 1.168 orang warga Etnis Dayak Iban. 

Mungkin sulit untuk dipercaya tapi ini adalah realita sejarah, bahwa selama Pasukan Penjejak Etnis Dayak Iban ini bertugas di Semenanjung Malaysia tersebut hanya seorang saja yang gugur,   Kejadian itu terjadi pada 12 maret 1951 yang menggugurkan Jaweng anak Jugah yang berasal dari Kapit Serawak.  Mendiang gugur terkena tembakan rekannya secara tidak sengaja karena ketika melakuan serangan hendap terhadap pengganas Komunis ia dikira  anggota pengganas komunis.  Reputasi pasukan Penjejak Etnis Dayak Iban lainnya dalam perang di Semenanjung Malaysia apabila Awang anak Rawing  budak Etnis Dayak  Iban dari kampong Skrang dianugerahkan Pingat " George Cross " sedangkan  Menggong anak Panggit menerima Pingat " George " dari  Kerajaan Great Britain (Inggeris)  atas keberanian mereka dalam menyelamatkan pasukannya di pertempuran melawan pengganas komunis  Semenanjung Malaysia. 

Meskipun  Jagoan-jagoan Etnis Dayak Iban Sarawak ini telah bertugas dalam tentara secara resmi cukup lama,  tapi penglibatan mereka sebagai pasukan tentara belum mendapatkan pengesahan secara penuh.    Untuk menjaga kebajikan mereka dari segi Hak dan statusnya maka pada 01 Januari 1953 diadakan kesepakatan antara Kerajaan British Borneo Serawak,  Ketua Suku Etnis Dayak Iban dan Kerajaan Koloni British,  mendirikan Serawak Ranger Unit Tanah Melayu dengan pimpinan utamanya yang pertama Letnan Kolonel C.J  Baird sehingga anggota Serawak Rangers resmi menjadi anggota tentara sepenuhnya.    Pembentukan Serawak Rangers berikutnyapun terbentuk,   01 April 1960  Sarawak Rangers Unit Sarawak dan Borneo diresmikan dengan  pemimpin utamanya Tomlow anak Isa yang merupakan seorang putra asli Etnis Dayak Iban seorang anak negeri Jajahan. 

Sarawak Rangers yang gagah berani dan pakar yang  banyak terlibat dalam penugasan perang seperti di Semenanjung Malaysia dan Brunai serta di Serawak sendiri ketika itu,  sebelum bergabung dengan Malaysia, penugasan militer tersebut selama itu telah menggugurkan banyak Putra Dayak Iban dan dimakamkan di sana, baru pada tahun 2011 sebanyak 21 jenazah Penjejak Etnis Dayak Iban yang telah gugur tersebut di pulangkan ke bumi Serawak untuk dikebumikan kembali.  Beberapa keterlibatan mereka dalam pertempuran  : 

          1.      Kempen mengamankan Sarawak era Rajah Brooke.(1862 – 1942)
          2.      Perang Gerilya melawan Jepang bersama ‘Reconnaissance Service Department’(RSD) di     Sarawak. (1942–1945)
          3.      Darurat Malaya. (1948 – 1960)
          4.      Darurat Sarawak (1952 – 1953)
          5.      Pemberontakan Brunei (1962)
          6.      Konfrontasi Indonesia -  Malaysia (1962 – 1963)

Dalam perjanjian kemerdekaan Malaysia pihak Inggeris akan membentuk  2 buah batalion Tentara Rangers Malaysia selanjutnya dibentuk batalion ketiga yang mendapatkan pengesahan dari  Parlemen British (House of Commons) oleh Secretary of State for Commonwealth Affairs 18  Julai 1963.   Beberapa hari sebelum Sarawak dimerdekakan sebagai bagian dari Kerajaan Malaysia 22 Julai 1963,  Akibatnya Sarawak Rangers dibubarkan dan kemudian 16 September 1963 anggota Sarawak Rangers dimasukka kedalam Batalion Pertama Askar Ranger Malaysia.  Batalion Kedua Askar Ranger Malaysia terdiri dari pada anak tempatan North Borneo (Sabah) dan Batalion Ketiga Askar Ranger Malaysia merupakan anak tempatan Tanah Melayu.

Kisah  Sarawak Rangers dari tahun 1862 – 1963 yang kemudian berubah menjadi Askar Ranger Malaysia pada akhirnya setelah terbentuknya Federasi Malaysia pada 16 September 1963 yang memasukkan Serawak dan Sabah.  Sarawak Rangers merupakan satu Legenda kebanggaan warga Serawak khusus Etnis Dayak Iban dalam kemiliteran dengan keahlian tempur yang tinggi dalam membela Bumi Malaysia dan Serawak sebagai tanah leluhur mereka. 

Agik Idup Agik Ngelaban.
Salute Sarawak Rangers (1862-1963)
ByAndrewModol(FB)




Keluar masuk Hutan mencari Payau,
Ngayau suatu budaya Etnis dayak sejak dahulu. 

Sabtu, 05 September 2015

PESERTA PELAYARAN LINGKAR NUSANTARA V TAHUN 2015, SINGGAH DI NUNUKAN


NusanTaRa.Com

“ Peserta Pelayaran Lingkar Nusantara (Palantara) V 2015 yang merupakan para generasi muda harapan bangsa dari Saka Pramuka Bahari dari seluruh Nusantara, ketibaan anda disini memberikan satu pengenalan kawasan Indonesia di Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia sebagai pintu TKI “, Ujar Pak Basri di acara Malam ramah tamah Peserta Palantara V 2015 dengan Pemkab Nunukan.  Sebagai beranda terdepan NKRI di Utara Kalimantan maka daerah ini harus menjaga Harga diri bangsa dengan tetap setia pada Nasionalisme Indonesia serta menjaga keamanan dan kesatuan dari berbagai ancaman yang datang dari luar negeri, semuanya ini tentunya sangat penting dipahami generasi muda sebagai generasi penerus bangsa di kemudian hari.

Tujuan dari penyelenggaraan Palantara V 2015 dalam pembinaan generasi muda di Gerakan Pramuka Saka Bahari untuk dapat meningkatkan rasa cinta tanah air, Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,  Meningkatkan wawasan tentang Nusantara dan mempersiapkan generasi muda yang kuat untuk pelanjut estapet kepemimpinan bangsa dikemudian hari, kata Letkol (laut) Herry Mulyadi ketua tim Palantara V 2015.   Jumlah peserta yang tiba di Dermaga Tunon Taka Nunukan sebanyak 520 orang di tambah 10 orang dari Nunukan untuk  melanjutkan perjalanan ke P Sebatik – Bitung – Ampenan – Parigi – Ende – Jakarta,  acara puncak akan diselenggarakan di Parigi dengan bergabung mengikuti acara “ SAIL TOMINI 2015 “  serta perkemahan pantai selama 4 hari.

Kegiatan Pelayaran Lingkar Nusantara V disingkat Pelantara V diselenggarakan Gerakan Pramuka Kwartir Nasional dari Satuan Karya Pramuka Bahari dari gugus Penegak dan pandega dengan berlayar menggunakan KRI. Makassar – 590.   Pelayaran yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo berlangsung tanggal 28 Agustus – 29 September 2015 di Jakarta dengan Rute Jakarta – Mamuju – Palu – Nunukan – P Sebatik – Bitung – Ampenan – Parigi – Ende – Jakarta, puncak acara akan bergabung dengan acara “ SAIL TOMINI “  di Parigi.

Peserta dari Palu Irfan mengatakan, mereka dari Palu ke Nunukan menggunakan KRI Makassar – 950 ditempuh selama 2 hari dua malam dan mereka yang naik dari dermaga Palu sebanyak 56 orang yang terdiri dari empat kabupaten yaitu Palu, Poso, Parigi dan Ampena.  Selama dalam perjalanan dan setiba di Nunukan mereka mendapat pelatihan berbagai pengenalan kelautan, pengenalan seni budaya etnik masing-masing kontingen,  Keterampilan Mengelolah Sumbedaya Maritim,  Wawasan Kebangsaan dan  di Nunukan melaksanakan Kirab pasukan,  Bakti sosial, Mengunjungi Makam Pahlawan (gugur di perang Konfrontasi Indonesia-Malaysia 1962-1968) dan Tugu Dwi Kora di Alun-alun kota Nunukan serta menyaksikan budaya lokal,  hal tersebut akan dilakukan juga selama pelayaran berikutnya.

SAIL TOMINI 2015 sebagai puncak acara Pelayaran Lingkar Nusantara V 2015, merupakan kegiatan yang diresmikan Jokowi dengan latar belakang  untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil dalam rangka percepatan pembangunan dan pengembangan potensi sumber daya kelautan dan pariwisata Indonesia sekaligus menyemarakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 dengan berbagai kegiatan selama penyelenggaraan tersebut.    Beberapa kegiatan yang diselenggarakan seperti Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 di salah satu pulau terluar, kegiatan Bhakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan, Pelayaran Lingkar Nusantara V, dan Bhakti Kesejahteraan Rakyat Indonesia.   Kegiatan lainnya  Gerakan Membangun Kampung, Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara, Ekspedisi Riset Kelautan, Gebyar Batik Tomini, Festival Boalemol, dan Upacara Puncak Sail Tomini Tahun 2015.

Teluk Tomini,   teluk yang terletak antara Zasirah utara dan zasirah tengah Sulawesi serta dilintasi Garis Khatulistiwa dengan luas berkisar 59.500 km2  dengan beberapa pulau di dalamnya serta termasuk dalam jantung segitiga karang dunia (Coral Triangle) memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) yang tinggi, termasuk kabupaten tertinggal yang memilik potensi ekonomi nasional untuk perikanan, kelautan dan wisata bahari.  Dengan gelar beberapa kegiatan selama penyelenggaraan Sail Tomini nanti akan memberikan dukungan untuk merangsang pembangunan di kawasan ini dan mensejahterakan masyarakat Tomini dengan memanfaatkan potensi daerah tesebut.

Pelayaran Lingkar Nusantara sebagai suatu kegiatan pembinaan pemuda khususnya Pramuka saka Bahari yang berkelanjutan sebagai sarana pendidikan kaum muda untuk lebih mengenal tanah air, mencintai bahari  dan menjaga kesatuan bangsa mewujutkan satu karakter bangsa yang kuat.   Pelantara IV 2014 sebelumnya dengan rangkaian acara utama “ SAIL RAJA AMPAT “ 6-Aguustus – 2 September 2014, dengan rute pelayaran Jakarta-Banoa-Kupang-Raja Ampat (melaksanakan Perkemahan) -Bitung-Balikpapan-Jakarta.  

Malam Ramah tamah Peserta Palantara V 2015 dengan Pemkab Nunukan diisi dengan acara persembahan tari-tarian daerah suku Tidung dan Dayak Lundayeh serta beberapa atraksi dari Pramuka peserta Palantara V dengan kompak dan penuh semangat, salah satu ungkapan mereka dalam selebrasinya adalah “ NKRI Harga Mati “.  

byRyanSyahputra.



Berlayar dalam Pelayaran Lingkar Nusantara,  
Melintasi Laut dan Pulau membentuk kesatuan dan keamanan bangsa.


Selasa, 01 September 2015

KEPEMIMPINAN DALAM KELEMBAGAAN PETANI, MENGANTAR KESUKSESAN PETANI


NusanTaRa.Com



     Pelatihan buat petani dan Pelaku Agribisnis yang di selenggarakan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Daerah Kabupaten Nunukan pada 26-27 Agustus 2015 di Mensalong di Buka Camat Lumbis di ikuti peserta sebanyak 35 petani.   Dalam kegiatan ini peserta disajikan materi Kondisi pertanian sekarang dan yang akan datang,  Kebijakan pertanian dikembangkan, Kepemimpinan dalam kelembagaan Pertanian,  Pembinaan Kelembagaan Petani, Pembuatan Pestisida Nabati  dan Perbanyak tanaman secara Vegetatip, yang disajikan dalam teori dan praktek.


     Kelembagaan Petani  pada dasarnya suatu organisasi yang terkait dengan aktipitas pertanian yang bertujuan memajukan sektor pertanian, meningkatkan produksi dan mensejahterakan masyarakat petani.    Kelembagaan Petani  yang melibatkan langsung para petani di dalamnya  umumnya suatu organisasi  informal yang didirikan para petani secara sadar dan mereka mengelola sendiri jalannya sektor usaha yang lebih dekat pada usaha pengembangan pertanian, serta yang terkait sosial, ekonomi dan tehnologi dalam mencapai tujuan  masyarakat tani yang maju,  mandiri, kuat dan sejahtera.  

     Permentan Nomor 82 tahun 2013 Tentang  Pedoman pembinaan Kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani,  merupakan petunjuk bahwa kelembagaan petani tersebut suatu yang perlu dibina dan dikembangkan dalam turut serta mendukung program pemerintah untuk  meningkatkan pembangunan pertanian di Tanah Air, dimana melalui kelembagaan  tersebut  diharapkan masyarakat  pertanian turut serta terlibat bersama-sama membangun pertanian.    “  Disisi lain dalam pengembangan Kelembagaan pertanian masih banyak ditemukan problem yang perlu dibenahi  seperti  Pengelolaan Organisasi, Tehnologi, SDM, Permodalan dan Pemasaran  “, kata Kabid Kelembagaan BKP3D Kab. Nunukan.


     Kepemimpinan dalam kelembagaan petani  yang belum berpola pada kepemimpinan yang ideal bagi setiap pelaksana tugas menjadi satu kelemahan dalam pertumbuhan kelembagaan pertanian dalam turut mensuskseskan kemajuan masyarakat.  Pemimpin yang baik tentunya akan menjadi satu jaminan  akan suksesnya suatu Kelompok tani  atau Gabungan Kelompok tani dalam mencapai tujuan mereka yaitu pemimpin yang Berkepribadian kuat, Berwawasan pertanian,  Didukung anggota melalui mekanisme yang benar,  Berani dan bertaqwa.    “  Kepemimpinan yang  bermasya bodoh  cenderung membuat Kelembagaan petani yang dipimpinya menjadi tak berjalan karena ia melihat bahwa semua itu hanya sebuah seremonial masyarakat petani agar mudah di atur pemerintah dan pemimpin demikian memiliki pengetahuan kepemimpinan yang rendah serta rasa empathi yang kurang  “,  Ujar Bakri Supian dalam sajian materi Kepemimpinan dalam Kelembagaan Petani di Pelatihan Petani.


     Pemimpin yang baik seharusnya adalah mereka yang memiliki kemampuan dan keahlian  menjalankan fungsi-fungsi koordinasi, pengarahan, komunikasi, konsultasi dan pelayanan dalam menjalankan Kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani sesuai dengan jenjang kepemimpinan yang dimiliki.     Kepemimpinan yang kuat dan mampu merentas barbagai hambatan  Kelembagaan  Petani  di daerah yang masih kuat terikat dengan fenomena tradisional  adalah  1.  berpengetahuan, 2.  berani,  3. Tidak Dogmatis dan 4. Tidak besikap fatalistik.

      Penumbuhan Kelompok tani  dan Gabungan Kelompok Tani bertujuan  memberikan kekuatan bagi para petani dalam menjalankan usaha tani  menjadi kuat, maju, sejahtera dan mandiri tidak tertekan  dan terkuasai  oleh  sektor usaha lain terutama dalam menentukan kekuatan pasar dan menetapkan harga produk  serta jumlah produksi  yang akan di hasilkan.   Untuk itu Kelembagaan petani perlu melakukan secara berkesinambungan  perubahan pola pikir keanggotaannya yang sesuai keadaan terkini dalam menerapkan sistem agribisnis satu pertanian dengan pola penerapan tehnologi pengolahan yang effisien dan efektip melalui perhitungan bisnis yang baik, serta menerapkan pola kerja kelembagaan tersebut sesuai dengan fungsinya, Kata Ibu Riatnah SPt.

     Penggunaan pestisida Nabati memiliki keunggulan tersendiri berbanding pestisida kimia yang saat ini mulai dirasakan kalangan petani dengan berbagai effek kimianya yang sangat berbahaya baik buat kesehatan  manusia  maupun  bagi keberlangsungan pertanian mereka.  Pestisida nabati  diartikan sebagai Pestisida yang digunakan untuk memberantas hama yang terbuat dari bahan dasar tumbuhan serta mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari linkungan, kata Edy Chandra dalam penyampaian materinya.   Pak Maryanta menjelaskan dan mempraktekkan cara pengembangan tanaman secara vegetatip bagi petani,  yaitu pengembangan tanaman berdikotil dan berbatang  dengan cara demonstrasi Pencangkokan,  Menyetek atau penyambungan dan Okulasi  tunas.  Tujuan dari tehnik ini untuk mendapatkan  bibit tanaman yang lebih baik melalui induk tanaman yang mendapat perlakuan tersebut.

    Pelatihan petani Agribisnis 2015 di BPP Mensalong ini diisi juga dengan penyerahan bantuan Kegiatan TA 2015 BKP3D Kabupaten Nunukan berupa papan nama Kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani yang berada di Lumbis, Lumbis Ogong dan Sembakung Atulay sebanyak 30 lembar, pemberian ini tentuunya berdasarkan kemajuan yang dicapai Kelembagaan Petani tersebut dalam rangka pembinaan dan mendukung kemajuan Kelembagaan Petani.


     Kegiatan Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis tersebut  merupakan Kegiatan tahun 2015 yang dilaksanakan di tiga lokasi sebelumnya pelatihan ini dilaksanakan di Long Bawan Krayan 3-4 Agustus 2015 dibuka bapak Jefri  Amos SP dengan materi  Kondisi pertanian di Krayan,  Kebijakan pengembangan pertanian, Kepemimpinan dalam kelembagaan Pertanian,  Penataan Kelembagaan Petani, Pembuatan Pestisida Nabati  dan  Tanaman organic by Ibnu Abas.  Sementara di Atap Sembakung dilaksanakan 24-25 Agustus 2015 dengan materi  Kondisi pertanian di Sembakung,  Kebijakan pengembangan pertanian, Kepemimpinan dalam kelembagaan Pertanian,  Penataan Kelembagaan Petani, Pembuatan Pestisida Nabati  dan  Cara Pembuatan dokumen Koptan dan Gapoktan by Harlex Tup, SP.

byBakriSupian






Perahu berlayar ke laut luas,

Pemimpin yang baik mengantarkan kepintu sukses.



SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...