Memasuki
Desa Binusan dengan kaki yang agak penat mengayuh, melalui SD dan SMP 3 sebenarnya harus lurus
tapi kata teman di sebelah kanan tak jauh dari situ ada Pasar rakyat jadi saya
putuskan belok kanan, ternyata jalan masih
dalam perbaikan sampai di Pasar Binusan yang berada di siring Sungai Binusan terlihat
bebarapa kesibukan pembeli dan nelayan mengangkat tangkapannya dari perahu ke
pasar dan menyempatkan diri untuk berphoto pada seorang bocah dari Kampung
Tanjung Cantik didepan sana. Melewati Desa Binusan yang merupakan desa Budaya Kabupaten Nunukan dengan keunikan
etnik Budaya suku Tidung, yang berpropesi sebagai nelayan dan petani sehingga
sepanjang jalan terlihat Penjemuran Rumput laut, Jaring tergantung, perahu dengan mesin Ketintingnya
yang belum di lepaskan, sawah dibelakang rumah, serta Pohon Ellai, Langsat,
Rambai, Taerap, Mangga menghiasa halaman dan kebun mereka, tapi semua jalan
sudah beraspal diujung kampung terdapat lapangan sepak bola dengan podium yang
dapat menampung sekitar 400 penontong, kemudian sebuah kolam dam seluas 150 x
100 meter buat air irigasi pertanian di sini berpoto sejenak sambil 6 anak desa lagi berenang di kolam tersebut.
Sesampai di
areal kebun raya Binusan saya tidak langsung masuk tapi menolak si Boxer ku
menaiki jalan cukup menanjak dari tanah sejauh 300 m, mengitari kawasan perkebunan Sawit disitu dan dari sini terlihat Landscap berupa
laut, kawasan sawah Desa Binusan dan bertemu petani sawit yang sedang meracun
rumput , setiba di jalur awal tadi kali
ini saya mencoba mengitari dari jalan bertanah di sebelah kanan kalau tadi langsung mendaki tapi ini langsung
menukik turun tajam dan melewati jembatan kayu
Sungai dari WaterFall Binusan tersebut dan menemukan tanjakan yang di
kelilingi pohon sawit yang mulai berbuah mungkin berusia 4,5 tahun karena
tujuan utama adalah Air terjun maka saya harus kembali tapi berpoto dulu,
setelah berpoto lewat dua bule Jorman dengan rangsel dari penjelasannya bahwa
jika terus akan tembus Nunukan melewati Kampung
Tator.
Memasuki Kawasan
Kebun Raya Binusan berpagar besi terlihat beberapa muda mudik lagi berehat, setelah menyeberangi jembatan ulin sepeda saya
sandarkan disamping tempat duduk tempat
istirahat yang beratap dari semen, kemudian
menikmati air terjun pertama dengan kolam kecil 6 x 10 meter, dikawasan ini bayak tempat
duduk, WC, kamar Ganti dan bangunan tempat istirahat. Menaiki
tangga mendaki bukit kecil untuk menuju
Air terjun utama yang berada lebih
kedalam dengan air terjunnya setinggi 6 m,
setelah puas berpoto saya lanjutkan mengitari sebagian kecil tapak
jelajah kebun raya ini yang berupa
semenisai seluas 60 Cm diapit pohon-pohon hutan tropis, Pandan dan rotan. Setelah makan bekalan dari Alun2 tadi
kemudian mandi sebentar di Kolam dan istirahat sejenak maka Back to Nunukan lagi
perjalanan akan sama ketika dari di Kampung SeiFatimah Tadi kemudian kekanan
menempunh jalur poncak perbukitan Sei Fatimah.
by Bakri Supian
Pohon Rambai
Pohon Cempedak berbaris disiring Jalan,
Meski letih
berkucur keringat terbayar indah melalui berbagai pengalaman.


