Selasa, 24 Januari 2012

PEPAYA PENYEMBUH LUKA BAKAR


       Tip  ini akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan Buah Pepaya (Carica  papaya) untuk menghilangkan luka Bakar di tubuh yang mungkin mengganggu penampilan keseharian kita.  Sebagaimana diketahui bahwa Buah papaya mengandung Enzim Papain yang terdapat digetahnya ( dari buah, daun, akar dan batang) terutama buah yang masih muda,  Enzim inilah yang dapat menyembuhkan luka bakar dengan kerja meregenerasi kulit yang rusak atau mati dan selain itu dapat mengenyalkan kulit karena sifatnya meluruhkan lemah, sehingga tidak heran bila orang memasak daging terlebih dahulu daging tersebut digosok-gosok dengan daun papaya agar cepat lunak.

       Resep penyembuh luka bakar :
Bahan : - 10 Cm potong daging buah papaya muda – 2 sdk madu
Cara :  Tumbuk Daging buah papaya mudah hingga halus – setelah halus campurkan dengan 2 sdt madu secara merata – Oleskan kebagian yang terkena luka Bakar.

       Sebelum mengoleskannya ke luka bakar trai jolo ke bagian punggung tangan selama 15 menit bila terasa gatal, bengkak dan kemerahan sebaiknya jangan digunakan karena itu mengindikasikan kulit kita alergi dengan getah papaya. Bila telah sedia balurkan ramuan papaya secara merata keluka bakar sebelum tidur malam lakukan secara rutin hingga sembuh total.   Selain itu didukung pengobatan dari Dalam dengan mengkonsumsi Pepaya masak/matang (kalau muda dapat merusak Lambung) setiap hari  sebelum makan.   


Indah Buah Pepaya menggantung di Pasar tapi lebih indah di Pohon,
 Meski buah sedap rasanya tapi tak kalah kasiat Pengobatannya

By Bakri Supian
Referensi SinarTani

Kamis, 19 Januari 2012

PERLINDUNGAN LAUTAN GLOBAL




KTT Bumi merupakan pertemuan tokoh dari berbagai Negara yang mengedepankan peran dari Negara-negara besar  dan Industri serta tokoh masyarakat dari berbagai kultur yang terkait erat dengan lingkungan di Bumi untuk membahas dan menyatukan konsepsi yang akan dilaksanakan secara serentak dan bersama-sama agar konsep pembangunan disetiap Negara tersebut akan menjamin kelanjutan hidup (Suistenable life) dan kelestarian bumi,   KTT Bumi pertama dilaksanakan di Rio Dejenerio Brasil tahun 1992 dan KTT Bumi kedua di Johannesburg Afrika Selatan Tahun 2002 telah menghasilkan berbagai konsep pengembangan bumi yang berkelanjutan namun kenyataannya masih jauh dari semestinya.

Menyongsong KTT Bumi ke tiga 2012 yang akan diselenggarakan di Rio Dejenerio 4-6 juni 2012 dengan istilah populernya “ RIO+20 “, membahas tentang pembangunan Bumi berkelanjutan dengan tema EKONOMI HIJAU (Green Economy) dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan penghapusan kemiskinan  serta pembangunan kerangka Kelembagaan bagi pembangunan berkelanjutan,  konsep ini benar-benar melihat bahwa pengembangan bumi lestari  tidak bisa dilepaskan dari tingkat kesejahteraan masyarakat yang merupakan salah satu penyebab kerusakan bumi tidak seperti konsep sebelumnya lebih menekankan pada konsep tehnis dan kerja sama pembangunan.   Kalau pada KTT sebelumnya yang diikuti berbagai pertemuan berikutnya sebagai tindaklanjut telah membahas tentang Green Earth, Blue Sky, Global Warming, Lapisan Ozon dan Pencairan Kutub dan tahun ini akan membahas Ocean  and Coastal Sustainability meski persoalan ini telah ada dalam pembahasan sebelumnya tapi masih sedikit dan belum terlaksana dengan baik.

Sangat ironis bumi yang dominan terdiri dari lautan 70 %  ternyata hanya mempunyai luasan 1 % yang terlindungi, diantaranya ditemukan 60 % ekosistem utama kelautan dunia sudah mengalami kemerosotan atau termanfaatkan secara  tidak berkelanjutan sehingga menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang sangat besar,  sebesar 30-50 % hutan mangrove dan 20 % karang laut sudah hilang sehingga menambah rentan kawasan pantai yang padat penduduk.   Kemasaman (asidifikasi) lautan meningkat karena menyerap hampir 26 % CO di atmosfir yang mengancam berbagai kehidupan termasuk ekosistem laut dalam pada akhirnya mempengaruhi kegiatan sosial –ekonomi yang terkait.   Tercatat bahwa 400 Zona Kelautan (Hypoxic Zones) yang telah  “ Mati “ secara biologis karena Kelebihan kadar Nitrogen dan Posfor akibat polusi yang masuk ke perairan.   Terancamnay populasi Stok ikan dan ekosistem laut sebagai akibat eksploitasi laut secara berlebihan dan illegal.   Seluruh daerah ekologis Kelautan 232  daerah 80 %nya  telah diserang spesies  akuatik penyerbu (invasive aquatic spesies) dan lain-lain.

Terlahir dari rasa kekhawatiran akan keadaan bumi khususnya masa depan lautan dan Kawasan Pantai akan keberlanjutannya sebagaimana Tema di atas maka 4 lembaga PBB menyusun dokumen usulan mengenai keberlanjutan lautan dan kawasan pantai dengan menyerap masukan dari lembaga dunia dan pakar terkait,  keempat lembaga tersebut adalah Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO, UNDP, IMO dan FAO.

USULAN
Dokumen “ Blueprint For Ocean and Coastal  Sustainability “ yang diumumkan secara resmi 1 Nopombor 2011 di Paris merumuskan 4 tujuan dengan 10 pokok usulan untuk menjadi bahasan dan pengesahan pada KTT Bumi ke tiga 2012 di Rio Dejenerio nanti, yaitu :

Tujuan Pertama : Mengurangi Tekanan dan Memulihkan struktur dan Fungsi Kelautan  untuk penggunaan berkelanjutan sumberdaya dan ekosisitem kelautan.  Untuk itu di usulkan  :
1.      Mengambil langkah – langkah penyesuaian pada dan yang meringankan asidifikasi kelautan.
2.     Melaksanakan program perlindungan yang lebih besar terhadap habitat  laut dan pesisir dan mengembangkan pasar karbon biru untuk memperoleh keuntungan ekonomi lewat perlindungan habitat.
3.     Memperkuat kerangka hukum untuk menghadapi secara efektif spesies aquatik  penyerbu.

Tujuan kedua  :  Mendukung konsep Ekonomi Hijau (Green Economy) untuk mengurangi kemiskinan dan promosi sektor – sektor dan kehidupan kelautan berkelanjutan melalui proses partisipatip.  Untuk itu diusulkan :
4.     Membangun masyarakat hijau dalam Negara-negara kepulauan kecil untuk menghadapi kerentanan utama.
5.     Meningkatkan upaya penangkapan ikan dan akuakultur yang bertanggung jawab  dalam ekonomi hijau.
6.     Menghijaukan ekonomi Hara dan mengurangi hipoksia lautan melalui berbagai instrument yang mengembangkan efisiensi dan pemulihan hara.
Tujuan ketiga  :  Reformasi kebijakan, hukum dan kelembagaan untuk pengendalian kelautan secara efektif termasuk dilautan terbuka, dan memperkuat kerangka kelembagaan, mandate dan koordinasi lembaga-lembaga PBB dengan pihak-pihak yang kompoten di bidang kelautan.    Usulan untuk itu :
7.     Menciptakan dan melaksanakan kerangka kelembagaan dan hukum untuk melindungi habitat dan keragaman hayati  di luar jurisdiksi nasional .
8.     Reformasi organisasi –organisasi manajemen kelautan regional.
9.     Meningkatkan koordinasi, kejelasan dan keefektifan system PBB mengenai masalah-masalah kelautan.

Tujuan keempat  :  Mendukung riset , pemantauan dan evaluasi kelautan serta alih tehnologi dan kapasitas sebagai salah satu cara meningkatkan pengetahuan, penanganan masalah yang timbul, pembangunan kapasitas untuk mendukung penggunaan berkelanjutan launtan.   Untuk itu usulan adalah :
10.                        Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan manusia untuk observasi, pemantauan, riset kelautan dan evaluasi kemajuan yang berlanjut komitmen-komitmen Internasional.

Selanjutnya kita berharap bahwa konsep ini dapat terealiasasi atau terbenahi lebih sempurna dan dapat terealiasasi dalam pelaksanaan Pembangunan Bumi yang berkelanjutan, tentunya dengan keterlibatan yang dimulai dari diri pribadi, instansi terkait ke arah semua sektor turut berperan aktip dalam merealisasikan kebijakan tersebut karena tanpa hal tersebut maka sesempurna apa juga kebijakan tersebut akan menjadi hal yang hanya asik dalam pembahasan tapi sia-sia dalam pelaksanaan atau Pembangunan Bumi Berkelanjutan akan gagal.

Indah sangat Lautan yang berhias aneka Ikan,
akan lebih indah bumi bila berhias hijau sepanjang zaman.

By Bakri Supian.

Sabtu, 14 Januari 2012

PULAU TIDUNG DAN SUKU TIDUNG



     Kalau membaca Thema tersebut orang pasti beranggapan bahwa Pulau Tidung  sebuah pulau asal muasal suku Tidung  atau merupakan wilayah kekuasaan Suku Tidung sebenarnya itu anggapan yang sederhana dan kurang pas namun masih mempunyai hubungan.    

     Pulau Tidung sebenarnya merupakan Kelurahan kepulauan Tidung dengan luas 106,190 ha diantaranya P Tidung Kecil 17,40 ha, P Tidung Besar 50,13 ha, P Payung Besar 20,86 ha, P Karang Besar 03,60 ha dan lain-lain, Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI  Jakarta,  Namun dari sejumlah pulau tersebut hanya dua Pulau yang berpenghuni P Tidung Besar   23 RT 4.452  jiwa  dan P Payung Besar  42 KK  223 jiwa.   Untuk sampai kepulau ini harus melewati Tangerang dan DKI Jakarta,  dari Jakarta ke pulau ini membutuhkan waktu sekitar 1,5 – 3,0 jam  dari dua penyeberangan yakni Pelabuhan Marina Ancol dan Pelabuhan Muara Angke di daerah Kotamadya Jakarta Utara, dengan tarip untuk angkutan bersubsidi yang diperuntukan bagi warga Kepulauan Rp 32 ribu + Asuransi Rp 2 ribu per orang dan untuk Kapal swasta dengan pasilitas lebih Exklusip Rp 120.000 per orang kalau ingin lebih asik lagi dapat mencarter dengan harga lebih mahal atau Travel.    


      Suku Tidung merupakan Rumpun suku yang mendiami wilayah Utara Provinsi Kalimantan Timur meliputi Kab. Berau, Kab. Bulungan, Kota Madya Tarakan, Kab. Malinau, Kab. Tanah Tidung  dan Kab. Nunukan terutama sekali daerah wilayah pesisir dan Pulau-pulau.   Historis suku ini  berawal dari Suku Dayak yang berada di daerah Pedalaman karena perkembangan suku ini berpindah semakin kearah  Hilir dan di daerah inilah terjadi pertemuan dan pembauran dengan pendatang dan budaya baru maka terbentuklah Suku Tidung dengan Bahasa, Budaya, Karakteristik sendiri dan Agama Islam sebagai warga masyarakat Pantai pada Gilirannya pada periode tertentu karena perkembangan peradaban mereka mendirikan Beberapa Kerajaan besar dan kecil di Berau, Bulungan, Malinau, Tarakan , Sembakung, Tidung Pala, Nunukan, Sebuku dan Tawau.   

     Pulau Tidung, awal tahun 2010 ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata oleh Pemprop DKI Jakarta sejak itu ramai wisatawan terutama wisatawan Domestik yang datang dalam sebulan dapat mencapai 4.000 orang, objek wisata  yang jadi tujuan adalah “ JEMBATAN CINTA “  Jembatan yang panjangnya 2,5 km  menghubungkan P Tidung Besar dan P Tidung Kecil dari sini sangat indah  menikmat SunSet dan SunRise, Keindahan Koral, Mancing dan Snorkling dan P Tidung Kecil yang tidak berpenduduk masih terlihat alami  di sebelah Timurnya terdapat Makam Panglima Hitam menurut kisah rakyat seorang  Panglima dari Malaka yang terdampar disini ketika mengejar  Perampok.   

     Pantai Tanjongan Timur di depan Jembatan Cinta dengan Pasirnya yang putih sangat cocok untuk kongkow bagi wisatawan  disekitarnya tersedia tenda-tenda kecil untuk kuliner, Lapangan Volly dan Snorkling, Pantai Tanjung Barat  terutama untuk menikmati SunSet dan bagi yang  menyenangi tempat yang sangat Tenang, Pelabuhan Betok merupakan pelabuhan utama tempat kapal-kapal membawa penumpang dan barang keluar masuk di daerah ini,  selain kesibukan aktifitas Pelabuhan tersebut lokasi ini cukup enjoy untuk kegiatan Fishing baik dipelataran Jembatan atau bersampan kecil disekitarnya dan Sambil bermain gitar ketika malam hari di Pelataran Pelabuhan ini anda akan menemukan Tugu bertuliskan Kunjungan Forum Komunikasi Rumpun Tidung Tarakan.

     Selain itu Wisatawan dapat mengunjungi Makam  “ RAJA PANDITA “ seorang Raja Tidung dari Kalimantan Timur pada lahan seluas 9 x 25 didalam terdapat makam Raja Pandita,  Istrinya Teah dan anaknya Haji Hamidun makam ini  berada di  TPU P Tidung dan kisah Raja dapat diperoleh dari beberapa orang di Pulau ini yang masih keturunannya seperti  H Djafar Arsyad (Cucu dari Anaknya Arsyad) namun sudah sangat tua, Baharuddin, Slamet Husaini  (dari Salamah anak H Hamidun) dan Mashud Hamid SE Wakil Lurah P Tidung.  Raja Pandita adalah Raja Tidung ke 13  yang lahir di Kuala Malinau  pada 20 Juli 1817 dan mulai menjadi Raja  tahun 1853 dengan Gelar Penamban Raja Pandita dan nama lainya  Aji M. Sapu atau Datu Kaca yang di asingkan Belanda 16 April tahun 1892 karena perlawanannya pada Belanda ke Jawa atau Pulau Tidung yang sebelumnya bernama Pulau Air dan Wafat tahun 1898 dalam usia 81 tahun.

     Sejak Penamban Raja Pandita di asingkan oleh Belanda Kerajaan Tidung mulai Pudar karena tekanan Belandan dan masuknya campur tangan berbagai pihak dalam urusan kerajaan.   Raja Pandita anak dari Penamban Muhammad Ali Hanapiah dengan Gelar Raja Tua berasal dari Keturunan Raja Berau  yang menikahi Aji Ratu anak dari Raja tidung Penamban Hasan.   Raja Tua menggatikan mertuanya menjadi Raja Tidung yang berpusat di Tideng Pale (Sekarang Jadi Ibu Kota Kabupaten Tanah Tidung), pada zaman Raja Tua terjadi perpindahan kerajaan pertama ke Setiud, Sawang Pangku (Kuala Bengalun) dan terakhir ke Kuala Malinau tahun 1776.   Raja Kerajaan Tidung Pertama asal muasalnya adalah Raja Kundug yang mendirikan Kerajaan Berayu dan bermukim di Pulau Mandul  pada abad ke-4 Masehi.   

     Silsilah Keturunan Penamban Raja Pandita adalah dengan Istrinya Teah memperoleh anak Haji Hamidun yang menikah dengan istrinya Raisah memiliki anak sebelas yaitu Salman, Hasinah, Jamilah, Maryam, Abd. Wahid, Zainab, Moh. Arsyad,  Zuhrah,  A’syah, Moh. Saleh dan Usman, setelah Raisah meninggal H Hamidun menikah lagi dengan Rajemah dan memperoleh satu anak yang bernama Fatimah.   Dari turunan inilah warga Tidung yang berkembang di Pulau Tidung tersebut berasal seperti  Baharuddin yang merupakan anak dari Fatimah.

     Untuk anda yang ingin berkunjung ke Pulau Tidung harus ingat bahwa pada bulan Nopember hingga Januari ombak agak besar dan jangan lupa membawa uang cukup karena disana belum ada Bank/ATM tapi bila ke Ibu Kota Kabupaten di Pulau Pramuka akan menemukan  Bank BPD.  Pasilitas wisata yang lain jangan khawatir tersedia Penginapan dan Home Stay dengan layanan bagus Tarip Rp 200 ribu- Rp 500 ribu/night,  Becak Motor, Motor dan Sepeda  semua dapat disewa sebagai sarana  mengitari Pulau,  Keistimewaan lain Pulau Tidung walau dikelilingi lautan dan daratan terluasnya hanya berjarak 500 meter tapi bila digali ditengah – tengah Pulau Akan ditemukan Air Tawar mungkin itulah sebabnya Pulau ini dulu disebut Pulau Air.

" Makau-makau ke Pulau Seribu,  Jangan Lupa Budaya Walau di Rantau " 

by Bakri Supian

Rabu, 11 Januari 2012

KUALA LUMPUR CITY OF MALAYSIA, TRULY ASIA


      
         Mengunjungi Kuala lumpur (KL) Ibu Negara Kerajaan Malaysia sebuah Negara Melayu yang berada di    Gugusan bumi Nusantara telah lama ku rencanakan, tapi Alhamdulillah Akhir tahun 2011 (29/12/2011 – 2/1/2012) selama empat hari sempat juga ke negerinya Datu Nazib Razak sekaligus menikmati suasana tahun baru yang menyenangkan.

       Rute perjalanan menuju Ke KL lain dari biasanya, biasanya orang Indonesia melalui Jakarta , Medan dll langsung ke KL tapi perjalanan ku  melalui Tawau (Sabah) berhubung teman yang mengajak bertahun baru tersebut Ence Fathroddin Bin Sulle seorang pemerhati lingkungan di daerah tersebut yang saya kenal dalam beberapa kali kegiatan tentang lingkungan.  

       Menggunakan Pery Malindo Ekspres dari Nunukan menuju Tawau dengan harga tiket Rp 100.000 merapat di  TAWAU jam 11.00 (1 jam 45 menit).  Pada pemeriksaan Imigrasi  diharuskan mengisi formulir khusus bagi pelawat yang datang ke Kota (disana disebut Bandar) Tawau tapi akan melanjutkan kenegeri lainnya, di Luar imigarasi saya dijemput Oleh Ence Fathroddin bin Sulle dan langsung menuju ke Monaco Istana Hotel yang telah beliau boking sehari sebelumnya dengan Harga RM 110 (RM 100=Rp 289.000)/night dan tiket keberangkatan PP ke Kuala Lumpur telah beliau siapkan dengan harga RM 860 dengan pesawat AirAsia tiket ini terbilang mahal karna saat menjelang tahun baru harga tiket semua penerbangan naik, pada hari biasa harga tiket dapat mencecar ke harga RM 360 PP. 

       Makan siang Jam 14.10 restoran muslim India dgn menu Martabak Ayam serta teh Susu (RM 6/org) di kota ini banyak warung-warung muslim yang dikelola oleh orang india selebihnya warung Chines dan orang Melayu banyak membuka warung-warung kecil (Gerai bhs Malaysia).  Kesempatan berkeliling Bandar Tawau yang ramai dipenuhi banguna pertokoan, seperti Old Market, Pasar Gantung, Sabindo Square, Milimewa dan Sparkwell Depart store harga barang meski sedikit lebih mahal dari di Indonesia tapi secara keseluruhan relatip sama dehh sebuah handphone biasa bisa ditemukan dengan harga RM 80 (Rp 244.000) dan Celana Panjang biasa RM 90.

       Penerbangan TAWAU – KUALA LUMPUR di tempuh selama 2 Jam 45 menit dari angkasa terlihat belantara Sabah, Bandar SriBengawan Brunei, Kota Miri, Laut Cina Selatan, Johor dan Selangor,  jam 13.05 menit kami pun mendarat di LCCT Sepang sebuah airport yang khusus untuk Air Asia dengan biaya penerbangan murah sedang Penerbangan Kebanggaan Malaysia MAS dan penerbangan Internasional lainnya dengan pelayanan Exclusip disebelah bandara ini dengan terminal tersendiri.  Membeli tiket Taxi tujuan Bukit Bintang Kuala Lumpur di counter taxi RM 75 (untuk Bas RM 35), ternyata supir Taxi orang India Malaysia,  hampir sepanjang jalan 55 km alias 1 jam beliau dengan ramah tak henti bercerita tentang Daerah Wisata di Kuala Lumpur dan dengan saran beliaulah Ence Fathroddin memilih Orkid Hotel di jalan Pudu tarip RM 12O/night.

       Tak jauh dari Orkid Hotel terdapat Times SquarE Pusat perbelanjaan berwarna Coklat tempat shoping yang lengkap harga barang berpatutan alias Kurang lebih dehh Jakarta, demikian juga dengan Kulinernya dan tempat ini menjadi pusat permainan anak seperti Roller dll.  Kami makan malam di Cape Jalan Bukit Bintang yang banyak berbaris sepanjang jalan (RM 8) selanjutnya keluar masuk mall yang berbaris mulai yang bernama Mandarin, western sampai yang ke Melayuan dan disepanjang jalan ini juga anda menemukan  beragam suku bangsa lalu lalang dengan kesibukan berbelanja seperti Mesir, Arab, India, Iran, Inggris, Prancis, Amerika, Mexiko, Jepang dan lain2 tak heran bila kawasan ini disebut pusat perbelanjaan Kuala Lumpur dengan gelar Golden Three Angguler nya Kuala Lumpur.   Bila shoping ke KL sebaiknya mengunjungi Mall Royal Selangor di kawasan ini selain harganya murah tempatnya sangat entertainment dan di kawasan ini juga terdapat terminal Monorel   keberbagai penjuru kota dengan tarip murah.


       Tanggal 31-12-2011,  Menuju Petronas pagi sekali dengan taksi RM 10 karena menurut info dari website untuk mendapatkan tiket ke Sky Bridge sangat sulit.  Sampai di sana aku tertegum menyaksikan bangunan tinggi dan anggun serta desain yang luar biasa,  bagian dalam dipenuhi Stand penjualan mengitari sepanjang sisi bangunan dan tengahnya kosong hingga dapat memperhatikan lantai atas dan bawah, modelnya  mirip pada semua lantai  lantai hingga lantai 8,  dari satu lantai ke lantai lain cukup menggunakan elepator.  Loket pembelian Tiket ke Sky Bridge ada di Bestment bangunan bagian depan/gerbang  dan tiket kunjungan hari ini sudah habis yang ada tiket untuk esok jam 17.00 dan tidak melayani pembelian rombongan, setelah Mengeluarkan RM 100 sayapun mendapatkan dua tiket untuk besok.  Kesempatan ini oleh Ence Fathroddin mengajak ke KL Tower yang ditempuh 25 menit tarip RM 9,  

       Dari areal  Parking  75 m menuju menara KL Tower  berketinggian 325 m dengan fungsi Telekomunikasi kerajaan Malaysia, antri panjang pembelian tiket RM 45/org, untuk naik kepuncak lantai 1 menara ketinggian 250 meter menggunakan Lip memuat 10 orang.   Pada puncak menara ada empat lantai yang berdinding kaca sehingga pengunjung  dapat melihat Landscap Kota Kuala Lumpur dengan leluasa ke beberapa sudut tersedia juga telescop dan dalam anjungan  juga tersedia penjualan  Cinderamata, pada kesempatan ini saya membeli tempat Polpen meja berupa miniature KL Tower seharga RM 50, dari lantai satu kami menuju lantai 2, 3, 4 dan anjungan terbuka diatas lantai 4 yang berpagar disini kami berphoto yang disediakan oleh pihak pengelola.  

       Di seputar Bastment menara masih tersedia berbagai diantara Tarian MELAYU diruang teater,  pada jam 15.25  melanjutkan perjalanan ke Patung Kemerdekaan Malaysia yang terletak disuatu bukit, kawasan ini terdiri dari Areal Parkir, Tugu dengan ketinggian 10 m yang bertuliskan nama pahlawan terletak ditengah kolam, berjalan sejauh 70 meter dengan beberapa tangga kita akan sampai di bangunan berkubah Emas di depan terdapat Kolam berair mancur dan ditengah terdapat Patung kemerdekaan Malaysia berbentuk 4 patung tentera memegang senjata, bendera dan yang berbaring dilokasi ini banyak terlihat peserta tour mengambil photo.

       Dengan berjalan kaki sejauh 1 km menuju Dataran Merdeka yang termasuk kawasan kota lama Kuala Lumpur, memasuki area ini pertama akan menemukan Gereja Anglikan lama dan kecil diseberangnya terdapat  beberapa Pilar yang diatasnya bertuliskan “ DATARAN MERDEKA “ yang dikitari taman dengan dan kolam air mengalir  dan didepannya terdapat tanah lapang yang luas dengan Tribun yang besar yang disampingnya terdapat Istana Raja lama tempat merayakan hari kemerdekaan dan defile pasukan.   Dikawasan ini juga terdapat terminal lama, Kantor kementrian, Bank, kampung tamil, mesjid Jami ditengah sungai, kota lama dan Terminal monoreil.  Karna malam ini bertepatan malam tahun baru (1-1-2012) dan dataran merdeka sebagai Pusat Acara Tahun Baru 2012 Malaysia terdapat dua Pentas Hiburan yang diisi Arts-artis Malaysia membuat suasana Dataran Medeka yang dipenuhi Pengunjung menjadi Meriah, tapi kami di sini hanya hingga jam 22.14 malam, dengan menggunakan monorail 4 gerbong yang lumayan menyenangkan dari stasiun Mesjid Jami kami menuju stasiun monorail Bukit Bintang, selanjutnya dengan berjalan kaki kami bebaur dengan peserta tahun Baru Bukit Bintang yang memenuhi sepanjang jalan di daerah tersebut dan dengan beberapa pentas music serta ditutup dengan PESTA KEMBANG API “ Happy New Year 2012 “. 

        Perjalanan menuju Stone Cave dengan taksi orang melayu “Rahimi” melewati Mesjid Negara Lama  dan sopir itu mengatakan, bahwa di Mesjid itu tempat pengkebumian  Raja – raja dan Perdana Menteri yang pernah bertahtah di Malaysia,  di Stone Cave Temple tempat peribadan Hindu terbesar di Malaysia saat ini sangat ramai oleh ummat Hindu dari bangsa  India dan Srilangka namun diketemukan juga segelintir orang China, karena hari ini bertepatan dengan Tahun baru ummat Hindu.   Setelah memparkir kendaraan kamipun masuk dan yang pertama terlihat Patung Hindu Munurugam merupakan patung Hindu Jenis Munurugam Yang tertinggi di Dunia terbuat dari tembaga dengan warna Keemasan berdiri tegak dan Anggun disamping Tangga menuju Goa. 

Disamping kiri terdapat 3 bangunan tempat peribadatan dipenuhi orang  bersembahyang dan paling ujung terdapat semacam Patung Anoman yang cukup besar.   Tempat peribadan utama di dalam Goa untuk menuju kesana harus melalui tangga yang terjal hingga 45 derajat kemiringannya dengan anak tangga mencapai 1000 buah dan ketinggian 60 meter, sebelum sampai dimulut gua ada jalan kekiri menuju Goa Dark Cave juga merupakan tempat ibadah sebelum masuk kita akan dikerumuni Monyet yang sangat jinak menanti pemberian Pisang.   Digoa utama terdapat dua bagian Goa yang pertama dengan langit goa sangat tinggi 40 meter dengan tiga tempat peribadan dengan menaikki tangga kita sampai di Goa kedua dengan langit tembus ke angkasa dihiasi burung keluar masuk serta dua tiga monyet di tebing Goa di sini terdapat tiga tempat peribadatan, kedua goa tersebut suhunya sangat dingin.  

       Dari Stone Cave Sesampai di Twin Tower Petronas dengan waktu yang masih ada kami isi dengan berjalan di taman depan bangunan yang dihiasi tanaman dan Air Mancur yang banyak digunakan pengunjung untuk berfoto, masuk keruang utama shoping yang berlantai delapan pada Lantai 6 terdapat Cinemas di Indonesia mirip bioskop 21 dan menuju taman bagian belakang dengan 2 kolam dihiasi patung ikan Dujung terbuat dari tembaga serta kesudut belakan terdapat dua kolam permandian untuk anak-anak mandi, pada taman ini terlihat banyak warga Jawa lagi bersantai dari kejenuhan kerja.

       Pas Jam 17.00  peserta Sky Bridge 14 orang berkumpul dipintu masuk Bastment, setelah melewati pemeriksaan dan mengenakan bet Kuning peserta masuk ke  lipt menuju lantai 62  tempat Sky Bridge tersebut,  jembatan yang menghubungkan dua bangunan kembar tersebut terbuat dari dinding Kaca dan kerangka baja, dari sini peserta dapat melihat Kuala Lumpur ke  berbagai tempat dan bangunan yang terlihat kecil dibawah, dibagian tengah jembatan terdapat telescop.   Kurang lebih 15 menit peserta dijemput oleh petugas untuk menuju menara pada lantai 86, rombongan di bagi dalam dua lipt, tempat ini sangat tinggi dengan dua sudut pandang yang cukup asik untuk menatap Landscap Kuala Lumpur disinipun peserta tak lebih dari 15 menit kemudian dijemput untuk turun kelantai dasar seperti penggunaan lipt tadi. 

Tanggal 2/1/2011. Hari ini hari terakhir kami di Kuala Lumpur karena Jam 17.00 harus terbang ke Tawau, berhubung masih jam 10.00 maka waktu luang digunakan untuk mengunjungi Stadion Bukit Jalil dan Kawasan PutraJaya dengan tarip taksi RM 110.   Di stadium Bukit Jalil hari itu terkunci jadi kami Cuma mengitari pusat olah raga tersebut yang dihiasi dengan taman dan terdapat beberapa tempat olah raga lainnya setelah puas kami menuju Kawasan Putra jaya,    Memasuki kawasan Putra Jaya pertama kita akan di sambut beberap komplek perumahan kalangan Pegawai kerajaan dan melewati jembatan (Pelangi Bridge) yang cantik dihiasi bentangan TALI BESI kiri kanan,   " pada malam hari suasananya sangat indah karena di hiasi lampu warna warni  ", Ujar SiDin Supir,   

Melewati jembatan dan jalan yang lebar disisinya berdiri beberapa kantor Kementrian terus Melewati Jembatan yang mengantar ketengah danau yang didalam terdapat bangunan Mesjid Negara Putra Jaya berwarna Pink dengan menara Tunggal dan Ista Raja Malaysia berwarna Keemasan dan Hijau sehingga baik sebagai tempat bergambar Backround Danau, Perumahan dan dua jembatan,

        Dari Putra jaya kami  menuju ke LCCT Sepang untuk Take Up pada jam 17.00 dengan AIR ASIA, Tanpa kami sadari ternyata Supir yang kami tumpangi mengantar ke Airport Subang Khusus untuk penerbangan FireFly yang berjarak 60 km atau satu jam lagi ke LCCT Sepang.  Tanggal 3/1/2012  jam 02.00 menggunakan fery meninggalkan Tawau menuju Indonesia Via Nunukan.

Kuala Temerloh GagaH GagaH Anak Mudanya,
Tak Heran Malaysia Truly Asia
By  Bakri Supian

Sabtu, 10 Desember 2011

STUDY BANDING PETANI 2011 DI ENREKANG

STUDY BANDING PETANI 2011 DI ENREKANG

     Perjalanan Study Banding para petani  ini merupakan kegiatan tahun 2011  Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah Kabupaten Nunukan yang menyertakan 18 orang petani dari setiap Kecamatan yang ada dan 3 orang pendamping, yaitu  :

1. Kec. Lumbis, Poktan Batik Falad, Jefri Markus
2. Kec. Sembakung, Poktan Pandan Wangi, Masduki
3. Kec. Sebuku, Poktan Gemah Ripah, Abdul Rohim
4. Kec. Krayan, Poktan, Pangeran Tadem
5. Kec. Krayan Selatan, Poktan, Lewi G Paru
6. Kec. Sebatik, Gapoktan Tunas Muda, M Agus bin Soli
7. Kec. Sebatik Barat, Poktan Bina Lestari, Suhharjo
8. Kec. Nunukan, Gapoktan Maju Bersama, M Ali Ishak
9. Kec. Nunukan Selatan, Poktan Tunas Muda, Jumadil
10. Masing-masing kecamatan tersebut di ikuti satu anggota lagi
11. Pendamping Bakri Supian, Jefri, Sp dan Fery Basa, SHut.

Bermula Rabu 30 Nopember 2011 di pelabuhan Tunon Taka Nunukan, setelah semua peserta dari berbagai kecamatan dan penumpang lain berkumpul di KM TriPutri (Speedbood), tepat jam 07.45 kamipun berangkat menuju Tarakan yang ditempuh selama tiga jam dengan suasana laut tenang, jam 11.00 speedbooad merapat di Pelabuhan SDF Tarakan.   Dengan 4 mobil Avanza Rental setelah terlebih dahulu makan siang (Rp 630.000) perjalanan dilanjutkan ke Bandara JUATA Tarakan sejauh 7 km, disana disambut petugas Travel yang menyiapkan tiket pesawat LION AIR buat seluruh peserta dan membagikannya serta menyuruh agar bersegera masuk ke Passenger Room.

     Alhamdulillah setelah transit terlebih dahulu di Spinggan Balikpapan akhirnya seluruh rombongan dapat mendarat di Sultan Hasanuddin Airport jam 16.00,  setelah mengambil bagasi dan menunggu selama 25 menit di front bandara barulah mobil rental berupa SaniaFamily yang akan mengantar ke Enrekang tiba dipandu oleh sopir - sopir dengan dialek Makassar yang kental.

     Berhubung hari agak gelap dan perjalanan yang akan ditempuh membutuhkan waktu 6-7 jam maka kami putuskan untuk mampir sejenak di Rumah Pak Fery Basa di Jalan Sepakat Makassar (bandara - kota Makassar 16 km) untuk mandi.   Setelah mandi dan makan malam di Warung Pettarani berupa Sop Pangkep dan Ikan Bakar Bandeng atau Baronang (Rp 1.670.000) mobilpun melaju menuju tujuan utama Kota Enrekang  melalui jalan Tol Tello.

     Jam 01.15 konpoi kendaraan peserta baru memasuki Kota Enrekang, hampir sejam mutar-mutar baru bisa mendapatkan Hotel.  Menurut seorang resefsionis hotel yang telah kami temui sebelumnya mengatakan bahwa pada hari Rabu malam hotel pada umumnya pull.   Setelah nego dengan menejer Hotel RAHMAT peserta berhamburan menuju kamar masing-masing karena selama perjalanan hampir tidak ada yang bisa tidur baik pluss persiapan energi untuk acara sesungguhnya besok. 

     Kamis, 01 Dosombor 2011 jam 09.00 Peserta study banding Petani 21 orang termasuk pendamping dengan mengenakan baju seragam bertuliskan " Pembelajaran Petani Kab. Nunukan 2011 " berwarna biru putih telah berkumpul di ruang Rapat Dinas Pertanian Kab. Enrekang untuk Ramah Tamah dan sekaligus Perkenalan, berhubung Kepala Dinas Pertanian lagi Dinas luar maka acara ini dipimpin Sekretaris Bapak Muh. Ihsan, SP didampingi Kepala Kantor Penyuluhan Daerah dan Bapak Jabariyah, SP Kasubid Bina Usaha dan Saya sendiri didampingi Bapak Jefri, SP Kasubid Bina Usaha Tani dari Tim Study Banding, pertemuan    

pagi ini diisi dengan acara sebagaimana biasanya Kata Sambutan (Muh. Ihsan, SP) berupa beberapa penjelasan tentang daerah Kab. Enrekang, Petunjuk tentang kegiatan yang akan dilakukan dilapangan sesuai pasilitas yang ada tentunya dengan mempertimbangkan usulan yang kami kirim sebelumnya sesuai maksut dan tujuan study,  intinya sambutan ini sangat menarik, jelas dan sesuai target kebutuhan dan Kata Sambutan Kepala Kantor Penyuluhan Daerah yang banyak menjelaskan situasi Pertanian daerah dan kesiapan PPL dilapangan yang akan mendukung 100 % kegiatan study tersebut.   Pada kesempatan kata Sambutan Peserta saya hanya menyampaikan Sepatah Kata yang isinya memperkenalkan diri, para peserta, data daerah dan tujuan kunjungan peserta serta terakhir penyerahan sebuah Cinderamata peserta Study Banding.   Terakhir acara ditutup dengan saling bersalaman semua peserta dengan Bapak Muh. Ihsan, SP dan seluruh staf Dinas lainnya yang hadir. 

     13.10 siang semua peserta telah berada di Lokasi Agribisnis Desa Mataran Kecamatan Anggeraja dengan melaksankan kegiatan sebagai berikut : 

a.  Mengunjungi dua peternakan Sapi Perah yang dimiliki masyarakat setempat yang menghasilkan Susu kemasan dalam botol, Dangke, Daging dan Kompos.

b.  Mengamati kebun Pepaya di dampingi PPL dan Petaninya, pada lahan seluas 0,5 ha hasil umumnya di pasarkan di Sub Terminal Agribisnis Sumillan dan Pasar Sentral Kab. Enrekang.

c.  Petani Rumpu Gajah, Produksi selain untuk kebutuhan sendiri  yaitu sebagai Pakan ternak juga untuk dijual buat para Peternak Kecil yang hanya memiliki  2-4 ternak, luas lahan tanaman Rumpur Gajah umnya kecil-kecil saja berkisar 0,175-0,25 ha.   Sebagian Rumput Gajah disini ditanam sebagai tanaman Konservasi Lahan dengan menanam pada Pematang dan tepi Alira Air untuk mencegah kerusakan lahan.

d.  Meninjau lahan pertanian Bawang Merah yang merupakan komoditas utama bagi petani Desa Mataran.  Untuk satu ha lahan membutuhkan  800-1.000 kg bibit bawang dengan masa Budidaya  60-70 hari dan Produksi hasil yang dapat dicapai sekitar 9-11 ton/ha.

     Jum'at, 02 Desember  2011.

e.  Melanjutkan peninjauan lahan Pertanian Bawang Merah di Desa Mataran, setiap lahan memiliki kolam penampungan air (Waterpond) atau Waterpump penarik air dari sumber air disekitar serta menggunakan system penyiraman mekanis berupa Kincir Penyiraman.   Panen dilakukan pada 60 - 70 hari setelah penanaman dan hasil panen dikeringkan terlebih dahulu dengan penjemuran  selama 6 - 7 hari di area dengan diatapi terpal Orange baru dikemas dalam Karung Jaring.

f.  Bertatap muka dengan segenap Pengurus Gapoktan BOLANG di Desa Bolang Kec Alla Kab. Enrekang yang seluruh anggotanya terdiri dari Petani Ternak BEKE (Kambing), dalam melaksanakan kegiatannya mereka juga menerapkan Hukuman Sosial bagi anggota yang tidak tertib. 

g.  Ditemani PPL Desa Bolang berkeliling melihat ternak rakyat, umumnya kandang terletak tidak jauh dari rumah peternak disamping atau di belakang dengan keadaan bersih, kandang Kambing dewasa dan anakan umumnya terpisah dan petani didesa ini memiliki ternak antara 5-40 ekor. 

h.  Bersama PPL  Teladan Nasional Tahun 2006 ibu Misnawaty Masiah, SP dan PPL lainnya di Desa Dulang Kecamatan Malua  ;
    -  Produk utama desa ini adalah PADI varietas Infari dengan masa panen antara 3,5 - 4  bulan.
    -  Produksi berkisar  6 - 7  ton/ha dengan pennggunaan bibit  30 - 60  kg/ha.
    -  Padi Varietas lokal Daerah ini adalah  " PULU MANDOTI " masa pemeliharaan mencapai 6  bulan.
    -  Petakan Sawah dibuat relatip lebih kecil dari biasa karena berada di kaki bukit dengan ukuran 2 x 15             meter, Pola tanam Mina Padi bersama Ikan Mas, Nila dan Lele (panen 3-4 bulan) dengan sistem pengairan sawah tidak pernah dikeringkan.

i.  Bertemu Pengurus Gapoktan BUNTU BULAWAN ketuanya Supardjianto  :
    -  Pengurus lengkap dengan kelengkapan administrasi penunjang baik.
    -  Unit Usaha Pemasaran Hasil Pertanian dan Simpan Pinjam.  Pinjaman yang diberikan buat anggota yang benar-benar buat pengembangan usaha taninya. 

j.  Pertemuan dengan Pengurus STA 9Sub Terminal Agribisnis) Sumillan di ruang pertemuan dan peserta mendapat penjelasan kerja STA sebagai pasilitas pemasaran hasil pertanian dan pengontrol harga pasar.
     Sabtu, 03 Desember  2011.
k.  Petani Salak Sudu, banyak diusahakan oleh rakyat desa untuk pasaran lokal hingga intersulair dan dalam pemasaran menggunakan kemasan keranjang dan peti. 

l.  Berada di Central Agricultur Baroko, terletak di daerah pegunungan pada ketinggian 800 - 1.400 meter dpl dengan kemiringan lahan hingga 40 derajat,  lokasi ini kaya akan berbagai jenis tanaman hortikultura.

     Jam 15.14 dari Baroko menuju Kantor Dinas Pertanian Enrekang.   Tanpa Upaca khusus acara berpamitan karna mengejar waktu, maka saat itu peserta hanya dapat saling bersalaman sambil berpelukan dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan serta mohaon maaf bila ada kesalahan selama Study Banding beberapa peserta terlihat meneteskan air mata seperti Pak M Ali Ishak dan Pak Pangeran Tadem dengan tersedu sedu.   Selanjutnya 4 kendaraan meluncur ke Makassar.
     Setelah puas jalan - jalan dan shoping buat oleh - oleh di Kawasan Perbelanjaan KAREBOSI  MAKASSAR dalam memanfaatkan waktu sempit yang ada, kami bergegas menuju Sultan Hasanuddin Airport dan bersama Lion Air Take UP Pas jAM 14.00 menuju Tarakan.


     Senin, 05 Desember  2011 jam 11.00 semua peserta telah tiba di Pelabuhan Nunukan dan masing - masing menuju rumah menggunakan kendaraan sendiri, setelah menuntaskan  perjalanan dari Makassar dan transit di Balikpapan dan bermalam semalam d Kota Tarakan.



" PALING ASIK NGOPI KOPI KALOSI, TERLEBIH DITEMANI PULU MANDOTI.
INDAH KOTA DI KAKI BUKIT ENREKANG, AKAN LENGKAP DGN BAMBAPUANG "

by Bakri Supian

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...